Anda di halaman 1dari 6

KASUS ALASAN MEMILIH MEDIA IKLAN MELALUI TV

1. PENGERTIAN IKLAN
Iklan menurut Effendy (1989) adalah pesan komunikasi yang disebarluaskan
kepada khalayak untuk menawarkan barang dan jasa dengan menyewa media. Iklan juga
merupakan informasi, baik verbal maupun non verbal yang berfungsi untuk membujuk
konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan. Sandage (1975) menyatakan bahwa
iklan berfungsi sebagai pembimbing bagi konsumen yang memberitahukan adanya suatu
produk yang dapat memuaskan suatu kebutuhan, tempat dimana produk itu dapat
diperoleh dan mutu yang ditawarkan barang tersebut.
Iklan adalah pesan komunikasi verbal maupun non verbal yang disampaikan
kepada komunikan dengan maksud agar membeli dan tetap loyal kepada produknya.
Tanpa harus mengabaikan bagaimana cara agar orang melihat, tertarik, memahami dan
membeli setelah melihat iklan dengan cara membuat iklan semenarik mungkin serta
harus disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan konsumen.

2. IKLAN MELALUI TELEVISI
A. Iklan Televisi
Iklan televisi sangat tergantung pada bentuk siarannya, apakah merupakan bagian
dari suatu kongsi atau sindikat, jaringan, lokal, kabel, atau bentuk lainnya (Kasali, 1992).
Lebih lanjut, Kasali (1992) membagi iklan televisi ke dalam empat (4) bentuk, yaitu :
1. Pensponsoran
2. Partisipasi
3. Spot Announcement
4. Public Service Announcement
Menurut Kasali (1992) di dalam dunia periklanan, kata kreatif banyak dipakai
bersama beberapa kata lain untuk merujuk pada istilah dan pengertian berbeda, antara
lain (1) orang kreatif, (2) strategi kreatif dan (3) pengerjaan kreatif. Strategi kreatif
merupakan berbagai informasi mengenai produk, pasar dan konsumen sasaran, ke dalam
suatu posisi tertentu di dalam komunikasi yang kemudian dapat dipakai untuk
merumuskan tujuan iklan. Pengerjaan kreatif mencakup pelaksanaan dan pengembangan
konsep atau ide yang dapat mengemukakan strategi dasar dalam bentuk komunikasi
efektif. Termasuk pembuatan judul dan atau kepala tulisan (headline), perwajahan dan
naskah, baik dalam bentuk kopi untuk iklan-iklan media cetak, tulisan untuk iklan-iklan
radio, maupun storyboards untuk iklan-iklan televisi. Kreativitas iklan televisi diciptakan
dengan memperhatikan karakter produk untuk memiliki kemampuan memposisikan
(positioning) yang khas di dalam benak khalayak sasaran.
Untuk iklan televisi, ada beberapa teknik visual yang dapat digunakan untuk
membuat naskah iklan dramatis dan mempunyai kemampuan menjual. Menurut Russel
(dalam Kasali, 1992) teknik-teknik tersebut adalah :
1. Spokespearson
2. Testimonial
3. Demonstration
4. Closeups
5. Story Line
6. Direct Product Comparison
7. Humor
8. Slice of Life
9. Customer Interview
10. Vignettes and Situations
11. Combination
12. Animation
13. Stop Motion
14. Rotoscope]

B. Kekuatan dan Kelemahan Iklan di Televisi
Menurut Terrance A. Shimp ( 2000 : 388-392 ), televisi memiliki kelebihahan-
kelebihan dibandingkan dengan media lainnya :
1. Iklan di televisi memiliki kemampuan yang unik dalam mendemonstrasikan
pemakaian produk tertentu. Tidak ada media lainnya yang dapat mencapai
konsumen terus-menerus secara audio-visual.
2. Iklan di televisi mempunyai ketahanan atas gagasan/intruksi yang tidak didapatkan
pada media-media lainnya. Iklan di televisi menarik perhatian seseorang meskipun
mereka tidak berminat menyaksikan. Berbeda dengan iklan di surat kabar yang bisa
saja tidak dibaca jika tidak suka.
3. Iklan di televisi memiliki kemampuan untuk sekaligus menjadi hiburan dalam
menciptakan kepuasan.
4. Iklan di televisi memiliki kemampuan untuk mencapai konsumen satu persatu.
Selain kelebihan-kelebihan yang disebutkan di atas, penggunaan media melalui
televisi juga memiliki kekurangan-kekurangan dan keterbatasan-keterbatasan dalam
penyampaian pesan iklan, yaitu :
a. Limited Selectivity (Selektivitas yang terbatas)
b. Audience Erotion (Erosi Khalayak)
c. Relatively High Entry Cost (Biaya Relatif Tinggi)
d. Clutter (Keramaian Penayangan Iklan)
e. Brevity (Kesingkatan Iklan)
f. Limited Viewer Attention (Keterbatasan Perhatian dari Pemirsa)
Dari uraian mengenai kekuatan dan kelemahan iklan di televisi diatas maka
dapat disimpulkan bahwa televisi dianggap sebagai media yang memegang peranan
paling penting dibandingkan dengan media lainnya. Meskipun pemasangan melalui
media televisi masih memilki beberapa kekurangan, namun banyak perusahaan
menggunakan media televisi sebagai penyampaian pesan iklan. Karena penyampaian
pesan dari suatu iklan melalui media televisi dianggap lebih efektif dan dapat
menjagkau banyak khalayak sasaran.
C. Menciptakan Iklan Di Televisi Yang Efektif
Karena iklan di televisi lebih sukar dibuat dibandingkan dengan media lainnya dan
memerlukan biaya yang tinggi, maka pengiklanan dan agen berusaha membuat iklan
seefektif mungkin, adapun cara-cara untuk menciptakan iklan di televisi yang efektif
(Gerrard, 1998 : 253-255) antara lain :
1. Visualize the message
2. Demonstrate if possible Simplify
3. Use action where possible
4. Use entertainmentnto communicate
5. Make commercial believe
Pemirsa biasanya tidak suka terhadap iklan yang mempunyai pesan yang
berlebihan, apalagi tidak ditunjangi dengan kualitas produk yang bersangkutan. Pesan
harus dibuat sesederhana mungkin dan tidak terlalu dilebih-lebihkan.
D. Jenis-Jenis Periklanan di Televisi
Menurut Rhenald Kasali ( 1995 : 120-121 ), pengiklanan televisi terbagi menjadi
empat jenis, yaitu :
1. Sponsorship Program
2. Participation
3. Spot Announcements
4. Public Service Announcement ( iklan layanan masyarakat )
Dengan melihat jenis-jenis periklanan di atas, maka suatu perusahaan perlu
menyesuaikan produk dengan jenis iklan yang akan digunakan. Hal ini dilakukan agar
tidak terjadi pemborosan. Pemilihan jenis iklan yang tepat menjadikan iklan yang
dipasang menjadi efektif. Pada umumnya tujuan dari pemasangan iklan adalah untuk
mengingatkan konsumen tentang keberadaan suatu produk, sehingga tidak perlu
mengeluarkan biaya yang besar untuk memasang iklan.

3. STRATEGI PERIKLANAN
Strategi iklan harus mampu menjawab pertanyaan dasar dari rancangan sebuah
kampanye periklanan yang dirumuskan dalam 5W + 1H (Suhandang, 2005) yaitu :
1. What : apa tujuan iklan ?
2. Who : siapa khalayak yang akan dijangkau ?
3. When : kapan iklan dipasang ?
4. Where : di mana iklan dipasang ?
5. Why : mengapa harus demikian ?
6. How : bagaimana bentuk iklannya ?
Tujuan dari strategi adalah usaha untuk menciptakan iklan yang efektif, oleh karena
itu selain rumusan pertanyaan 5W + 1H maka pengetahuan yang cukup tentang produk,
persaingan pasar atau kompetitor dan analisis mendalam tentang konsumen merupakan kunci
pokok yang harus diketahui oleh pemasar sebelum merumuskan sebuah strategi (Batey,
2003)
a. Marketing Brief
Hal yang paling pertama sebelum strategi dirumuskan adalah pengetahuan tentang
produk. Informasi mengenai produk atau jasa yang akan diiklankan, termuat dalam
marketing brief yang dibuat oleh klien (Madjadikara, 2004). Informasi tersebut biasanya
meliputi :
1) Brand
2) Product knowledge
3) Diferensiasi
4) Target Audience
Analisis SWOT
Kompetitor
b. Creative Brief
Strategi didefinisikan dengan jelas untuk menstimulasi tujuan yang besar yang tertuang
dalam rangkuman kreatif atau creative brief yang dibuat untuk agensi dalam menciptakan
iklan. Rangkuman kreatif merupakan jembatan strategi dengan kreatifitas periklanan,
rangkuman kreatif mewakili situasi sekarang, kompetisi, kondisi pasar dan pertimbangan
media. Rangkuman itu menjadi strategi hidup dan memberikan pandangan penting bagi
tim kreatif untuk menetapkan strategi dan menentukan ide penjualan utama, yang akan
menjadi tema pusat kampanye periklanan.
Hal-hal yang biasanya terdapat dalam sebuah rangkuman kreatif atau creative brief
(Roman, Maas & Nisenholtz, 2005) yaitu :
1. Tujuan
2. Nyatakan masalah pemasarannya
3. Target Audience
4. Keuntungan kunci atau ide pesan utama
5. Alasan konsumen untuk percaya
6. Gaya atau tone
7. Dampak yang diharapkan

4. PENGARUH IKLAN TELEVISI DALAM PENCITRAAN GAYA HIDUP
Pengaruh Iklan Televisi bisa membentuk gaya hidup masyarakat modern, hasil dari
pengaplikasian faham kapitalisme dalam industri budaya khususnya media massa, hingga
terlahir generasi penerus berjiwa konsumtif dan hedonis:
1. Penerapan Simbiosis Mutualisme dalam Penanaman Ideologi
2. Televisi dan Iklan, Menyatunya Dua kepentingan
3. Pencitraan Pesan dalam Manipulasi Gambar Tayangan
4. Gaya hidup dan Penciptaan Kelas-Kelas Sosial