Anda di halaman 1dari 12

Metode Penentuan Prioritas Masalah

1. Scoring Technique
Pemilihan prioritas dilakukan dengan memberikan score (nilai) untuk pelbagai parameter tertentu
yang telah ditetapkan. Parameter yg dimaksud adalah :

Besarnya masalah
Berat ringannya akibat yang ditimbulkan
Kenaikan prevalensi masalah
Keinginan masyarakat untuk menyelesaikan masalah tersebut
Keuntungan sosial yang dapat diperoleh jika masalah tersebut terselesaikan.
Rasa prihatin masyarakat terhadap masalah
Sumber daya yang tersedia yang dapat dipergunakan untuk mengatasi masalah
erdapat beberapa metode dalam teknik penskoran (Scoring Technique) ini! yakni :
a.
Cara Bryant : "ara ini telah dipergunakan di beberapa negara yaitu di #$rika dan hailand. %ara ini
menggunakan & ma"am kriteria :
%ommunity %on"ern! yakni sejauh mana masyarakat menganggap masalah tersebut penting.
Prevalensi! yakni berapa banyak penduduk yang terkena penyakit tersebut.
Seriousness! yakni sejauh mana dampak yang ditimbulkan penyakit tersebut
'anageability! yakni sejauh mana kita memiliki kemampuan untuk mengatasinya.
'enurut "ara ini masing(masing kriteria tersebut diberi s"oring! kemudian masing(masing
skor dikalikan. )asil perkalian ini dibandingkan antara masalah(masalah yang dinilai. 'asalah(
masalah dengan skor tertinggi! akan mendapat prioritas yang tinggi pula.
b.
Cara Ekonometrik
Kriteria yang dipakai adalah :
'agnitude (')! yakni kriteria yang menunjukkan besarnya masalah.
*mportan"e (*)! yakni ditentukan oleh jenis kelompok penduduk yang terkena masalah.
+ulnerability (+)! yaitu ada tidaknya metode atau "ara penanggulangan yang e$ekti$.
%ost (%)! yaitu biaya yang diperlukan untuk penanggulangan masalah tersebut.
)ubungan keempat kriteria dalam menentukan prioritas masalah (P) adalah sebagai berikut:

P , '.*.+.%
c.
Metode USG
'etode -S. merupakan "ara dalam menetapkan urutan prioritas! dengan memperhatikan:
/. Urgency (urgensi)! yaitu dilihat dari tersedianya 0aktu! mendesak atau tidak masalah tersebut
untuk diselesaikan
1. Seriousness (keseriusan)! yaitu melihat dampak masalah tersebut terhadap produkti$itas kerja!
pengaruh terhadap keberhasilan! membahayakan sistem atau tidak! dan sebagainya
2. Growth (berkembangnya masalah)! yaitu apakah masalah tersebut berkembang sedemikian rupa
sehingga sulit di"egah
'etode -S. digunakan apabila pihak peren"ana telah siap mengatasi masalah yang ada!
sehingga yang dipentingkan adalah aspek yang ada di masyarakat dan aspek masalahnya itu sendiri.
Langkah-langkah Metode USG
Persiapan yang perlu dilakukan antara lain :
/. Persiapan .ugus ugas
Susunan petugas :
1. Pimpinan -S.
2. Petugas pen"atat pada flichart
!. Petugas skoring dan ranking
1. Persiapan Ruang Pertemuan
2. Persiapan Sarana atau Peralatan
Peserta
3ata yang 3ibutuhkan
Proses 3inamika Kelompok
Langkah inti elaksanaan USG
/. Penyusunan da$tar masalah
a. Setiap peserta pertemuan diminta mengemukakan masalah bagian yang di0akilinya
b. Pimpinan -S. menginstruksikan kepada petugas pen"atat untuk men"atat setiap masalah
yang dikemukakan di lembar flichart atau papan tulis atau white "oard
1. Klari$ikasi masalah
a. 4akukan klari$ikasi masalah yang telah diidenti$ikasi dalam rangka menentukan prioritas
masalah
b. Setiap anggota dimintai penjelasan (klari$ikasi) maksud dari masalah yang dikemukakannya.
". Setelah diklari$ikasi! maka tulis masalah hasil dari klari$ikasi tersebut
2. 'embandingkan antar masalah
a. Bandingkan masalah yang diperoleh! sebagai "ontoh masalah # sampai 5 menurut kriteria
-rgensi (Urgency)! Keseriusan (Seriousness) dan Kemungkinan Berkembangnya 'asalah
(Growth)
b. ulis $rekuensi kemun"ulan tiap masalah setelah diperbandingkan! $rekuensi ini dianggap
sebagai nilai atau skor masalah. Kemudian jumlahkan skor yang diperoleh tiap masalah
berdasarkan kriteria Urgency! Seriousness dan Growth
4embar #lichart
Diperoleh hasil perbandingan sebagai berikut :
Aspek Urgency Aspek Seriousness Aspek Growth
A = 3 A = 3
B = 3 B = 3
C = 0 C = 0
D = D =
! = 3 ! = 3
"asalah Urgency Seriousness #otal
A 3 3 $
B 3 3 0
C 0 0 0
D 3
E 3 3 8
D =
! = 3
%!"BA& '%()C*A&#
Growth
3
*asil Skoring
A = 3
B = 3
C = 0
+
0

2
&. Penyusunan prioritas masalah
'enyusun prioritas masalah berdasarkan hasil langkah 2.
'isalnya : 3ari hasil langkah 2 pada "ontoh! maka dapat disusun prioritas masalah dengan urutan
sebagai berikut :
/. 'asalah B
1. 'asalah #
2. 'asalah 5
&. 'asalah 3
6. 'asalah %
$ele"ihan %enggunaan Metode US
/
/. 'erupakan pandangan orang banyak dengan kemampuan sama! sehingga dapat
dipertanggungja0abkan
1. 3iyakini bah0a hasil prioritas dapat memberikan obyekti$itas
2. Bisa diidenti$ikasikan lebih lanjut apakah masalah tersebut dapat diselesaikan se"ara &anaga"le
atau tidak
$ekurangan %enggunaan Metode USG
/. %ara ini lebih banyak berdasarkan asumsi dengan keterbatasan tertentu yang melemahkan
eksistensi permasalahan
1. 7ika asumsi yang disepakati lebih banyak dengan keterbatasan! maka hasilnya akan bersi$at
subyekti$
d.
Metode C!"
'erupakan suatu "ara untuk menentukan prioritas masalah jika data yang tersedia adalah data
kualitati$. 3ilakukan dengan menentukan skor atas kriteria tertentu! yaitu 'aa"ility( )ccessa"ility(
*eadiness dan Le+erage (%#R4)! semakin besar skor maka semakin besar masalahnya! sehingga
semakin tinggi letaknya pada urutan prioritas.
'etode %#R4 digunakan apabila pelaksana program masih mempunyai keterbatasan (belum
siap) dalam menyelesaikan masalah. Penggunaan metode ini menekankan pada kemampuan
pelaksana program.
Langkah-langkah Metode ')*L
Persiapan yang perlu dilakukan antara lain :
/. Persiapan .ugus ugas
Susunan petugas :
1. Pimpinan %#R4
2. Petugas pen"atat pada flichart
!. Petugas skoring dan ranking
1. Persiapan Ruang Pertemuan
2. Persiapan Sarana atau Peralatan
Peserta %#R4
3ata
Proses 3inamika Kelompok
Langkah inti elaksanaan ')*L
/. Pemberian skor pada masing(masing masalah dan perhitungan hasilnya
a. ulis atau da$tarlah masalah yang didapat dari kegiatan analisis situasi.
b. entukan skor atau nilai yang akan diberikan pada tiap masalah berdasarkan kesepakatan
bersama
'isal : telah disepakati bersama skor atau nilai yang diberikan adalah /(6! dengan ketentuan
sebagai berikut :
8ilai / , sangat tidak menjadi masalah
8ilai 1 , tidak menjadi masalah
8ilai 2 , "ukup menjadi masalah
8ilai & , sangat menjadi masalah
8ilai 6 , sangat menjadi masalah (mutlak)
". Berikan skor atau nilai untuk setiap alternati$ masalah berdasarkan kriteria %#R4
('aa"ility atau kemampuan! )ccessa"ility atau Kemudahan! *eadiness atau kesiapan!
Le+erage atau 3aya -ngkit)
%ontoh tampilan :
1. 'enentukan prioritas berdasarkan hasil rangking
-rutkan masalah menurut prioritasnya! berdasarkan hasil yang telah diperoleh pada langkah b.
'isal : dari "ontoh tampilan pada langkah b! maka prioritas masalahnya adalah sebagai berikut :
/. Rendahnya mutu pelayanan BP
1. Perhatian keluarga pada bumil rendah
2. Perilaku P)BS rendah
$ele"ihan %enggunaan Metode ')*L
3engan masalah yang relati$ banyak! bisa ditentukan peringkat atas masing(masing masalah!
sehingga bisa diperoleh prioritas masalahnya.

$ekurangan %enggunaan Metode ')*L
/. Penentuan skor sangat subyekti$! sehingga sulit untuk distandarisasi
1. Penilaian atas masing(masing kriteria terhadap masalah yang diskor perlu kesepakatan agar
diperoleh hasil yang maksimal dalam penentuan peringkat (prioritas)
2. 9byekti$itas hasil peringkat masalah kurang bisa dipertanggungja0abkan! karena penentuan skor
atas kriteria yang ada bersi$at subyekti$.
e.
Metode P#$ %Pan merican #ealth $r&ani'ation(

Penentuan prioritas berdasarkan & kriteria :



/) 'agnitude ('): prevalensi! jumlah penduduk yang terkena
1) Severity (S): keparahan! misal: kerugian ekonomis
2) +ulnerability (+): apakah tersedia kemampuan:teknologi mengatasinya
&) %ommunity:politi"al "on"ern (%%) : kehebohan masyarakat dan pejabat
Penentuan skor untuk setiap masalah dilakukan oleh ;e<pert=
Langkah %),-
/. ulis atau da$tarlah masalah yang didapat dari kegiatan analisis situasi.
1. entukan e.ert yang akan dilibatkan dalam penyusunan prioritas
2. entukan skor yang akan dipergunakan dalam penentuan prioritas / s:d />
&. Pemberian skor oleh e<pert untuk setiap masalah berdasarkan & kriteria P#)9. (Pemberian skor
sebaiknya membandingkan antar masalah dengan kriteria yang sama)
6. Kalikan skor setiap kriteria pada tiap masalah
?. entukan prioritas berdasarkan urutan hasil perkalian. )asil yang paling besar merupakan
prioritas.
abel Kriteria P#)9
Kriteria P#)9 'asalah # 'asalah B 'asalah %
'agnitude (') 6 & ?
Severity (S) ? 2 @
+ulnerability (+) ? 6 A
%ommunity:
politi"al "on"ern (%%)
6 & B
' < S < + < %% B>> 1&> 2>1&
Rangking 1 2 /
).
Metode #anlon
'etode hanlon merupakan alat yang dapat digunakan untuk membandingkan berbagai
masalah kesehatan yang berbeda(beda dengan "ara relative dan bukan absolute! $rame0ork! seadil
mungkin! dan objekti$. 'etode ini! disebut 'etode )anlon dan Basi" Priority Rating System
(BPRS)! dideskripsikan dalam Publi" )ealth: #dministration and Pra"ti"e ()anlon and Pi"kett!
imes 'irror:'osby %ollege Publishing) and Basi" )ealth Planning (Spiegel and )yman! #spen
Publishers). 'etode ini memiliki tiga tujuan utama:
( 'emungkinkan para pengambil keputusan untuk mengidenti$ikasi $aktor($aktor
eksplisit yang harus diperhatikan dalam menentukan prioritas
( -ntuk mengorganisasi $aktor($aktor ke dalam kelompok yang memiliki bobot relati$
satu sama lain
( 'emungkinkan $aktor($aktor agar dapat dimodi$ikasi sesuai dengan kebutuhan dan
dinilai se"ara individual.
Proses penetuan kriteria dia0ali dengan pembentukan kelompok yang akan mendiskusikan!
merumuskan dan menetapkan kriteria. Sumber in$ormasi yang dipergunakan dapat berasal dari
Pengetahuan dan pengalama individual para anggotaC.Saran dan pendapat narasumberC Peraturan
pemerintah yang relevanC. )asil rumusan analisa keadaan dan masalah kesehatan.4angkah
selanjutnya adalah :
/. 'enginventarisir "riteria
1. 'enginventalisir dan mengevaluasi kriteria
'etode )anlon 3alam metode )anlon dibagi dalam & kelompok kriteria! masing masing
adalah :
/. Kelompok kriteria # , besarnya masalah
Komponen ini adalah salah satu yang $aktornya memiliki angka yang ke"il. Pilihan
biasanya terbatas pada persentase dari populasi yang se"ara langsung terkena dampak dari
masalah tersebut! yakni insiden! prevalensi! atau tingkat kematian dan angka.
-kuran:besarnya masalah juga dapat dipertimbangkan dari lebih dari satu "ara. Baik
keseluruhan populasi penduduk maupun populasi yang berpotensi:berisiko dapat menjadi
pertimbangan. Selain itu! penyakit Dpenyakit dengan $aktor risiko pada umumnya! yang
mengarah pada solusi bersama:yang sama dapat dipertimbangkan se"ara bersama(sama.
'isalnya! jika kanker yang berhubungan dengan tembakau dijadikan pertimbangan! maka
kanker paru(paru! kerongkongan! dan kanker mulut dapat dianggap sebagai satu. 7ika
akan dibuat lebih banyak penyakit yang juga dipertimbangkan! penyakit "ardiovas"ular
mungkin juga dapat dipertimbangkan. 8ilai maksimal dari komponen ini adalah />.
Keputusan untuk menentukan berapa ukuran:besarnya masalah biasanya merupakan
konsensus kelompok.
1. Kelompok kriteria B , tingkat kega0atan masalah
Kelompok harus mempertimbangkan $aktor($aktor yang mungkin dan menentukan tingkat
keseriusan dari masalah. Sekalipun demikian! angka dari $aktor yang harus dijaga agar
tetap pada nilai yang pantas. Kelompok harus berhati(hati untuk tidak memba0a masalah
ukuran atau dapat di"egahnya suatu masalah ke dalam diskusi! karena kedua hal tersebut
sesuai untuk dipersamakan di tempat yang lain. 'aksimum skor pada komponen ini
adalah 1>. Eaktor($aktor harus dipertimbangkan bobotnya dan ditetapkan se"ara hati(hati.
3engan menggunakan nomor ini (1>)! keseriusan dianggap dua kali lebih pentingnya
dengan ukuran:besarnya masalah. Eaktor yang dapat digunakan adalah:
( -rgensi: si$at alami dari kedaruratan masalahF tren insidensi! tingkat kematian! atau
$aktor risikoF kepentingan relati$ terhadap masayarakatF akses terkini kepada
pelayanan yang diperlukan.ingkat keparahan: tingkat daya tahan hidup! rata(rata usia
kematian! ke"a"atan:disabilitas! angka kematian prematur relati$
( Kerugian ekonomi: untuk masyarakat (kota :daerah : 8egara)! dan untuk masing(
masing individu.
'asing(masing $aktor harus mendapatkan bobot. Sebagai "ontoh! bila menggunakan
empat $aktor! bobot yang mungkin adalah >(6 atau kombinasi manapun yang nilai
maksimumnya sama dengan 1>. 'enentukan apa yang akan dipertimbangkan sebagai
minimum dan maksimum dalam setiap $aktor biasanya akan menjadi sangat membantu. )al
ini akan membantu untuk menentukan batas(batas untuk menjaga beberapa perspekti$ dalam
menetapkan sebuah nilai numerik. Salah satu "ara untuk mempertimbangkan hal ini adalah
dengan menggunakannya sebagai skala seperti
( >,tidak ada
( /,beberapa
( 1,lebih (lebih parah! lebih ga0at! lebih banyak! dll)
( 2,paling
'isalnya! jika kematian prematur sedang digunakan untuk menentukan keparahan!
kemudian kematian bayi mungkin akan menjadi 6 dan gonorea akan menjadi >.
2. Kelompok kriteria % , kemudahan penanggulangan masalah
Komponen ini harus dianggap sebagai GSeberapa baikkan masalah ini dapat
diselesaikanHG Eaktor tersebut mendapatkan skor dengan angka dari > ( />. Komponen ini
mungkin merupakan komponen $ormula yang paling subyekti$. erdapat sejumlah besar
data yang tersedia dari penelitian(penelitian yang mendokumentasikan sejauh mana
tingkat keberhasilan sebuah intervensi selama ini. 5$ektivitas penilaian! yang dibuat
berdasarkan tingkat keberhasilan yang diketahui dari literatur! dikalikan dengan persen
dari target populasi yang diharapkan dapat ter"apai. %ontoh:
a. Berhenti 'erokok :
arget populasi &6.>>> perokok
otal yang men"oba untuk berhenti /2.6>>
5$ektivitas penghentian merokok 21I atau >!21
arget populasi < e$ektivitas >!2> < >!21 , >!>B? atau >!/ atau /
b. *munisasi
arget populasi 1>>.>>>
7umlah yang terimunisasi yang diharapkan /B2.>>>
5$ektivitas imunisasi Persen B&I atau >!B& dari total B@I atau >!B@
Populasi yang ter"apai < e$ektivitas >!B@ < >!B& , >!B/ atau B!/.
Sebuah keuntungan dengan mempertimbangkan populasi target dan jumlah
yang diharapkan adalah akan didapatkannya perhitungan yang realistis mengenai
sumber daya yang dibutuhkan dan kemampuan yang diharapkan untuk memenuhi
tujuan yang ditetapkan.
&. Kelompok kriteria 3 , Pearl $aktor
Pearl adalah suatu kelompok $aktor yang 0alaupun tidak se"ara langsung berkaitan
dengan masalah kesehatan! namun memiliki pengaruh yang tinggi dalam menentukan
apakah masalah tertentu dapat diatasi.
P D %roriety adalah suatu masalah yang masuk dalam ranah misi agensi keseluruhan.
5 ( /cono&ic #easi"ility! apakah mengatasi suatu masalah masuk akal se"ara ekonomiH
#pakah ada konsekuensi ekonomis jika masalah tidak diatasiH
# D )cceta"ility! apkah masyakarat dan:atau target populasi akan menerima bah0a
masalah tersebut ditanganiH
R D *esources! apakah tersedia sumber daya untuk mengatasi:menangani masalah tersebut
4 D Legality! apakah hukum yang berlaku saat ini mengijinkan masalah tersebut ditangani
Komponen(komponen ini diterjemahkan kedalam dua $ormula (rumus) yang memberikan
nilai numeri"al yang memberikan prioritas utama bagi penyakit:kondisi dengan nilai tertinggi.
( Basi" Priority Rating atau 8ilai 3asar Prioritas: (BPR) J BPR , (#KB) %:2
( 9verall Priority Rating atau 8ilai Prioritas Keseluruhan (9PR) J 9PR , L(#KB)%:2M < 3
Perbedaan dari dua rumus akan semakin jelas saat Komponen 3 (P5#R4) dideskripsikan.
'asing(masing $aktor ini dipertimbangkan! dan penilaian untuk masing masing $aktor P5#R4
adalah / untuk setiap ja0aban NiyaO dan > jika ja0abannya NtidakO.
Saat penilaian lengkap! seluruh angka dikalikan untuk mendapatkan ja0aban $inal. Karena
seluruh $aktor ini me0akili suatu produk dan bukan jumlah! maka jika salah satu dari lima$aktor
tersebut ja0abannya NtidakO! maka 3 sama dengan >. Karena 3 adalah pengali $inal dalam rumus!
jika 3,>! maka masalah kesehatan tidak akan teratasi dalam 9PR! 0alaupun masalah tersebut
memiliki ranking yang tinggi dalam BPR. 8amun! bagian dari peren"anan upaya keseluruhan dapat
termasuk langkah(langkah intermediate untuk menangani P5#R4 di masa depan.
2. Non Scoring Technique
'emilih prioritas masalah dengan mempergunakan berbagai parameter! dilakukan bila
tersedia data yang lengkap. Bila tidak tersedia data! maka "ara menetapkan prioritas masalah yang
laPim digunakan adalah :

3elphin e"hniQue
3elbe"h e"hniQue
Delphin Technique
Penetapan prioritas masalah tersebut dilakukan melalui kesepakatan sekelompok orang yang
sama keahliannya. Pemilihan prioritas masalah dilakukan melalui pertemuan khusus. Setiap peserta
yang sama keahliannya dimintakan untuk mengemukakan beberapa masalah pokok! masalah yang
paling banyak dikemukakan adalah prioritas masalah yang di"ari.
Delbech Technique
Penetapan prioritas masalah dilakukan melalui kesepakatan sekelompok orang yang tidak
sama keahliannya. Sehingga diperlukan penjelasan terlebih dahulu untuk meningkatkan pengertian
dan pemahaman peserta tanpa mempengaruhi peserta. 4alu diminta untuk mengemukakan beberapa
masalah. 'asalah yang banyak dikemukakan adalah prioritas.

3. *eknik nominal &rou+ %,G*(
eknik ini merupakan metode pengambilan keputusan yang digunakan oleh berbagai ma"am
ukuran kelompok! yang ingin mengambil keputusan dengan "epat! seperti dengan vote! tapi ingin
melibatkan:mempertimbangkan seluruh opini anggota (berbeda dengan "ara voting yang lama!
dimana hanya kelompok terbesar saja yang dipertimbangkan). Perbedaannya ada pada metode
penjumlahan! pertama tiap anggota kelompok memberikan pandangan untuk solusi! dengan
penjelasan singkat. Kemudian! duplikasi solusi dihilangkan dari da$tar seluruh solusi dan anggota
kelompok melanjutkan merangking solusi tersebut. 7umlah masing(masing solusi yang diterima
kemudian ditotal dan solusi dengan rangking total terendah (most $avored:paling disukai) dipilih
sebagai keputusan akhir. erdapat beberapa variasi dalam penggunaan teknik ini. 'isalnya! teknik ini
dapat mengidenti$ikasi kekuatan vs area yang dibutuhkan untuk pengembangan! dari pada hanya
digunakan sebagai alternati$ voting untuk pengambilan keputusan. Selain itu! pilihan tidak selalu
harus di rangking! tapi dapat dievaluasi lebih lanjut
5$ek 8.
8. telah terbukti meningkatkan satu atau lebih dimensi e$ekti$itas dari pengambilan
keputusan kelompok. 'engharuskan individu untuk menuliskan ide(idenya se"ara tenang:diam dan
independen sebelum diskusi kelompok menambah solusi yang didapat kelompok. Round(robin
polling juga menghasilkan input dalam jumlah besar dan mendorong partisipasi yang sama.
Peningkatan jumlah input yang heterogen mengarah pada pengambilan keputusan dengan mutu
tinggi. 3ibandingkan dengan kelompok interakti$! kelompok 8. lebih memberikan ide(ide yang
unit! partisipasi yang lebih seimbang da$ anggota kelompok! meningkatkan perasaan pen"apaian!
dan kepuasan yang lebih besar dengan ide yang bermutu dan e$isiensi kelompok.
Kapan menggunakan 8.
/. Saat sebagian anggota kelompok lebih vokal dibandingkan lainnya
1. Pada saat beberapa anggota kelompok merasa bah0a diam lebih baik
2. 7ika mengkha0atirkan bah0a beberapa anggota kelompok tidak berpartisipasi.
&. Saat kelompok susah mendapatkan sejumlah ide
6. Saat seluruh atau sebagian anggota kelompok merupakan anggota baru dalam kelompok
?. Saat isu yang dibahas kontrovesi atau terjadi kon$lik yang memanas
Prosedur Standar
8. biasanya melibatkan lima tahapan:
/. Perkenalan dan penjelasan:
1. Pengumpulan ide dengan diam:tenang: Ease ini berlangsung kira(kira /> menit.
2. 'embagi(bagi ide (sharing idea): $asilitator mengajak partisipan untuk membagi ide(ide yang
telah mereka tulis. idak ada debat dalam tahapan ini dan partisipan didorong untuk menuliskan ide
baru apapun yang mun"ul. Proses ini memastikan bah0a seluruh partisipan mendapatkan kesempatan
yang sama dalam memberikan kontribusi dan menghasilkan "atatan seluruh ide yang didapat dari
kelompok. ahapan ini berlangsung anatar /6(2> menit.
&. 3iskusi kelompok: partisipan diundang untuk men"ari penjelasan verbal atau detail lebih lanjut
atas ide apapun yang diberikan oleh koleganya yang mungkin tidak begitu jelas bagi mereka. Sangat
penting untuk diingat bah0a proses ini harus netral dan menghindari penilaian dan kritik. ahap ini
berlangsung 2>(&6 menit.
6. +oting dan Ranking: memprioritaskan ide yang ter"atat yang relevan dengan pertanyaan. Setelah
proses voting dan rangking! hasil "epat atas respon pertanyaan tersedia bagi partisipan sehingga
pertemuan disimpulkan telah men"apai out"ome spesi$ik.
Keunggulan dan kelemahan 8.
Salah satu keunggulan 8. adalah bah0a teknik ini menghindari terjadinya dua masalah
yang disebabkan oleh interaksi kelompok. Pertama! beberapa anggota tidak ingin memberikan ide
karena mereka kha0atir di kritik. Kedua! beberapa anggota tidak ingin men"iptakan kon$lik dalam
kelompok (banyak orang ingin tepat mempertahankan iklim yang kondusi$). 8. dapat mengatasi
masalah ini. 8. memiliki keunggulan yang jelas dalam meminimalkan perbedaan dan memastikan
partisipasi yang seimbang. 3an teknik ini! dalam berbagai ma"am kasus menjadi teknik yang hemat
0aktu. Keunggulan lain adalah dengan teknik (penutup:tidak mengambang) yang sering kali tidak
ditemukan dalam metode kelompok yang lebih tidak terstruktur.
Kelemahan utama metode ini adalah kurang $leksibel karena metode ini hanya dapat
mengatasi masalah satu persatu. Selain itu!Oharus men"apai jumlah keseragaman ("on$ormity)
tertentu. Setiap orang harus merasa nyaman dengan jumlah struktur yang terlibat. Kelemahan lainnya
adalah 0aktu yang diperlukan dalam menyiapkan aktivitas ini. idak ada spontanitas terlibat dalam
metode ini. Easilitas harus diatur dan diren"anakan dengan hati(hati. 9pini bisa saja tidak menyatu
dalam proses voting! $ertilisasi silang! ide(ide dapat terhambat dan proses menjadi terlalu mekanis.