Anda di halaman 1dari 79

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

(PTK)

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN CTL UNTUK
MENINGKATKAN KUALITAS PROSES DAN HASIL
BELAJAR GEOGRAFI/SOSIOLOGI SISWA KELAS VIII
G SMPN 6 TULUNGAGUNG TAHUN 2009 2010




Disusun Oleh :
MASRIKAH, S.Pd.
NIP :1 96005041981122004

Unit Kerja :
PEMERINTAH KABUPATEN TULUNGAGUNG
DINAS PENDIDIKAN
SMP NEGERI 6 TULUNGAGUNG
Tulungagung 2009
KATA PENGANTAR
DENGAN MEMANJATKAN RASA SYUKUR Alhamdulilah, kehadirat
Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan HidayahNya, sehingga
penelitian tindakan kelas ini dapat kami susun, yang berjudul PENGGUNAAN
MODEL PEMBELAJARANCTL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS
PROSES DAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI/SOSIOLOGI SISWA KELAS
VIII G SMPN 6 TULUNGAGUNG, sesuai dengan waktu yang kami rencanakan.
Laporan ini kami susun semata-mata sebagai upaya untuk meningkatkan
kinerja kami sebagai pengajar (guru) dalam melaksanakan tugas KBM di kelas.
Kami menyadari bahwa penelitian tindakan kelas ini masih jauh dari
kesempurnaan hasil penelitian ini.
Dalam penulisan penelitian tindakan kelas inni tidak lepas dari dukungan
dan bantuan dari berbagai pihak, untuk itu patutlah kiranya penulis
menyampiakan ucapan terima kasih kepada :
1. Bapak Suyatno S. Pd.MM selaku kep. SMPN 6 yang telah memberikan
dukungan dan arahan dalam penyusunan penelitian tindakan kelas.
2. Bapak Samsul Hadi guru Geografi kelas IX SMPN 6 Tulungagung yang telah
banyak memberi masukan atas selesainya PTK ini.
3. Teman guru dan semua pihak yang telah membantu penulisan tindakan kelas
ini.
Kami berharap semoga penyusunan Penelitian Tindakan Kelas ini
dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan yang berkepentingan
untuk meningkatkan kualitas belajar-mengajar di sekolah.

DAFTAR ISI

Halaman
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI..
DAFTAR TABEL..
ABSTRAK.
BAB I PENDAHULUAN....
A. Latar Belakang Masalah..
B. Rumusan Masalah...
C. Tujuan Prnelitian
D. Batasan Masalah.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.
A. KONSTRUKTIVISME DALAM PEMBELAJARAN.
B. KUALITAS PROSES BELAJAR.
C. HASIL BELAJAR
D. HAKEKAT IPS..
E. MODEL PEMBELAJARAN CTL.
1) Prinsip dasar pembelajaran kontektual (CTL)...
2) Alasan digunakan kontektual (CYL)..........
3) Dalam proses belajar mengajar guru dikatakan telah melaksanakan..
4) Soal kontektual...
BAB III METODE PENELITIAN.
A. LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN.
B. SUBYEK PENELITIAN.
C. PROSEDUR PENELITIAN
1. Rancangan penelitian...
a. Siklus I...
1. Perencanaan...
2. Pelaksanaan/tindakan
3. Pengamatan
4. Refleksi..

2. Instrumen penelitian
3. Pengumpulan data
4. Analisa data..
b. Siklus II.
1. Perencanaan........................................................................
2. Pelaksanaan/tindakan
3. Pengamatan
4. Refleksi..


BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN..
A. Suklus I..
1. Perencanaan ..
2. Pelaksanaan
3. Pengamatan
4. Refleksi..
B. Siklus II.
1. Perencanaan...
2. Pelaksanaan
3. Pengamatan
4. Refleksi..
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN...
A. KESIMPULAN..
B. SARAN..
Lampiran
RPP
JADWAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
LEMBAR OBSERVASI SISWA
LEMBAR OBSERVASI GURU
Soal tes LEMBAR OBSERVASI SISWA
KUESIONER SISWA
PEDOMAN WAWANCARA
CATATAN LAPANGAN.

DAFTAR TABEL
Nama Tabel Hal
BAB IV HASIL PENELITIAN
Siklus I
Tabel 1. Ringkasan proses pembelajaran
Tabel 2. Ringkasan hasil tes siswa
Tabel 3. Ringkasan hasil observasi guru
Tabel 4. Ringkasan hasil kuesioner siswa
Siklus II
Tabel 1. Ringkasan hasil observasi
Tabel 2. Ringkasan hasil tes siswa
Tabel 3. Ringkasan hasil observasi guru
Tabel 4. Ringkasan proses pembelajaran siklus II


15
16
17
18

20
21
22
23












ABSTRAK

Masrikah, S.Pd 2011. Penggunaan model pembelajaran konstektual (CTL)
untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar geografi/sosiologi siswa
kelas VIII SMPN 6 Tulungagung.
Kata kunci : model pembelajaran, CTL, Geografi/Sosiologi, SMP, hasil
belajar

Berdasarkan pengamatan data ulangan harian geografi/sosiologi siswa
kelas VIII semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010 dapat diketahui bahwa
kualitas proses dan hasil pembelajaran geografi sosiologi yang terjadi di SMPN 6
Tulungagung masih rendah. Masalah ini diketahui dari pengamatan rata-rata hasil
ulangan harian geografi/sosiologi semester ganjil yang menunjukkan angka rata-
rata kurang dari kriteria ketuntasan ideal yaitu 75. Hasil seperti ini
mengindikasikan bahwas isiwa kelas VIII mengalami kesulitan memahami
konsep-konsep geografi/sosiologi. Berdasarkan refleksi dan hasil diskusi peneliti
bersama kolaboratror disepakati untuk mengadakan pemecahan masalah ini
dengan menggunakan model pembelajaran Contektual Teaching and Learning
(CTL).
Penelitian ini dirancang sebagai penelitian kelas (classroom action
research) yang dilaksanakan 2 siklus. Perencanaan tindakan dilaksanakan pada
periode Mei sampai Juli 2010, dan pelaksanaan tindakjan sampai dengan tahap
pelaporan dilakukan pada awal Nopember 2010 hingga Pebruari 2011. Subyek
penelitian menggunakan siswa kelas VIII G SMPN 6 Tulungagung dengan jumlah
siswa 34 orang (22 orang laki-laki dan 12 orang perempuan).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan model
pembelajaran Contektual Teaching and Learning (CTL) pada materi yang tertuang
pada KD 3.2 memahami masalah penyimpangan sosial, dengan pokok materi
mengidentifikaasi berbagai upaya pencegahan penyimpangan sosial dalam
keluarga dan masyarakat, dapat meningkatkan 1). Kualitas proses yang nampak
pada peningkatan keaktifan siswea dalam mengajukan pertanyaan, keaktifan
keterlibatan siswa dalam diskusi kelompok atau diskusi kelas, dan hasil kerja
kelompok yang diselesaikan tepat waktu, 2). Hasil belajar geografi/sosiologi yang
diamati dari ketuntasan siswa yang mencapai 83,11% pada akhir siklus.
Berdasarkan pengamatan hasil penelitian tindakan kelas menggunakan CTL
sangat menarik, menyenangkan, dan tidak mudah bosan, kartena memberikan
kesempatan pada siswa untuk mengemukakan ide dan pendapatnya sehubungan
dengan keterlibatan mereka dengan kehidupan sehari-hari.
Faktor penghambat yang dirasakan guru dalam mengimplementasikan
model pembelajaran CTL ini adalah waktu perlu ditambah guna penyelesaian
mareri pembelajaran yang lebih baik.

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Penigkatan mutu pendidikan telah dfilakukan oleh pemerintah dan
dinas-dinas terkait demi tercap[ainya tujuan nasional. Berkaitan dengan
pelajaran Geografi/Sosiologi banyak siswa yang memandang remeh
bahkan kurang semangat untuk mempelajari Geografi/Sosiologi. Siswa
paada umumnya berdalih bahwa mata pelajaran Geografi/Sosiologi
kuurang menarik dan menilai kurang penting.
Keberhasilan tujuan pendidikan ditentukan oleh banyak faktor,
diantaranya guru, sebagaiu pengatur proses belajar-mengajar, karena guru
secara langsung mempengaruhi, membina dan meningkatkan ketrampilan
serta kecerdasan siswa. Guru mengemban tugas yang berat untuk
tercapainya tujuan pendidikan nasional, seperti yang terdapat dalam
Undang-Undang Nomor 2 tahun 1989 yaitu mencerdaskan kehidupan
bangsa, menumbuhkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki
pengetahuan dan ketrampilan , sehat jasmani dan rohani, berkepribadian
yang mantap dan mandiri serta bertanggung jawab kemasyarakatan
bangsa.
Mengajar seperti yang dikemukakan oleh soedjadi (1982,2) bahwa
betapapun tepat atau baiknya bahan ajr yang diterapkan, belum menjamin
tercapainya tujuan pendidikan. Salah satu faktor pentinng dalam
pencapaiannya adal;ah proses belajar-mengajar yang lebih meningkatkan
keterlibatan siswa secara optimal. Dengan keterlibatan iswa terhadap
bahan ajar akan mudah tercapai tujuan pembelajaran yaitu siswa akan
mampu meningkatkan hasil belajar.
Berdasarkan uraian diatas untuk mengatasi masalah kesulitan siswa
mencapai hasil belajar Geografi salah satunya adal;agh dengan
meningkatkan kualitas proses belajra dengan menggunakan model
pembelajaran Contektuan Teaching and Learning (CTL).
Pada hakekatnya pembelajaran-pembelajaran kontektual atau CTL
merupakan implementasi dalam penentuan materi pembelajaran dan
pengalaman belajar yan disesuaikan dengan karakteristik siswa. Dalam
pembelajaran ini bahwa siswa akan belajar dengan baik, bila apa yang
dipelajariterkait dengan apa yang telah diketahui dan dengan kegiatan atau
peristiwa yang terjadi disekelilingnya (John Dewey, 1916).
Pembelajaran Geografi/Sossiologi yang diawali dengan melibatkan
siswa terhadap pengalaman atau peristiwa yang mereka jumpai di
lingkungan sekitar/masyarakat dengan harapan dapat mengantar perhatian
siswa pada materi pembelajaran Geografi/Sosiologi pada KD. 3.2 yaitu
mengidentifikasi berbagai upaya pencegahan penyimpangan sosial dalam
keluarga dan masyarakat. Untuk dapat tercapainya tujuan pembelajaran,
maka pembelajaran ini menuntut aktifitas siswa secara optimal sehingga
siswa dapat fokus pada semua aktifitas pembelajaran dikelas. Untuk
memahami suatu konsep, siswa dihadapkan pada masalah konstektual
yaitu peristiwa yang terjadi dilingkungan siswa, sehingga siswa punya ie
(pikiran) bagaimana mengatasi masalah yang terjadi di lingkungannya.
Dalam hal ini guru berperan sebagai pembimbing dalam menyelesaikan
ide-ide siswa dalam memecahkan masalah, dengan demikian pembelajaran
tidak lagi berpusat pada guru melainkan pembelajaran berpusat pada siswa
(Student Centered).
Materi geografi/sosiologi banyak bersumber pada kondisi kehidupan
nyata pada masyarakat disekitar siswa atau pada media informasi (Radio,
TV, Surat Kabar, Internet).

B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dikemukakan rumusan
masalah sebagai berikut :
1. Apakah model pembelajaran kontektual yang dikenal
dengan CTL dapat meningkatkan hasil belajar Geografi
siswa kelas VIII G SMPN 6 Tulungagung?
2. Bagaimana mode pembelajaran CTL dapat meningkatkan
kualitas proses belajar Geografi kelas VIII G SMPN 6
Tulungagung?
C. TUJUAN PENELITIAN
Sesuai dengan rumusan masalah diatas maka, penelitian ini
bertujuan :
1. Untuk mengetahui model pembelajaran CTL dapat
meningkatkan hasil belajar geografi siswa kelas VIII G
SMPN 6 Tulungagung.
2. Untuk mengetahui model pembelajaran CTL dapat
meningkatkan kualitas proses belajar geografi kelas VIII G
SMPN 6 Tulungagung.
D. MANFAAT PENELITIAN
Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai
pihak antara lain :
a. Bagi Siswa :
1. Sebagai sarana untuk meningkatkan hasil belajar
siswa terhadap bidang studi Geografi.
2. Memberikan motivasi belajar siswa terhadap bidang
studi geografi.
b. Bagi Guru :
1. Memberikan pertimbangan dan masukan bagi guru
dalam proses belajar-mengajar dengan
menggunakan model pembelajaran CTL.
2. Dapat digunakan memperluas wawasan guru dalam
penelitian tindakan kelas pada pembelajaran yang
menggunakan model CTL.
c. Bagi Lembaga :
Dapat dijadikan masukan/informasi pembelajaran geografi
dengan menggunakan model CTL.
E. BATASAN MASALAH
Konsep geografi digunakan dalam penelitian ini adalah pada KD
3.2 yaitu mengidentifikasi berbagai upaya pencegahan
penyimpangan sosial
Pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah
model pembelajaran Contektual Teaching and Learning
(CTL)
Penelitian dilakukan pada siswa kelas VIII G SMPN 6
Tulungagung semester genap.

BAB III
TINJAUAN PUSTAKA

A. KONSTRUKTIVISME DALAM PEMBELAJARAN
Menurut teori konstruktivisme, belajar tidak sekedar menghafal. Agar
siswa benar-benar memahami dan dapat menerapkan pengetahuan yang
diperolehnya maka siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalh,
menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya dan bergelut dengan ide-
ide Guru tidak mampu memberikan semua pengetahuan kepada siswa.
Siswa harus mengkonstruksi pengetahuan didalam benak mereka sendiri.
Teori ini menganjurkan peranan yang lebih aktif bagi siswa dalam
pembelajaran mereka sendiri dibandingkan dengan apa yang saat ini
dilakukan pada mayoritas kelas. Karena penekanannya ada peran aktif
siswa, strategi konstruktivisme sering disebut pengajaran berpusat pada
siswa (student centered instruction). Peran guru membantu siswa
menemukan fakta, konsep atau prinsip bagi diri mereka sendiri, bukan
memberi ceramah atau pengendalian seluruh kegiatan kelas.
B. KUALITAS PROSES BELAJAR

Kualitas proses pembelajaran akan berdampak pada hasil belajar,
\bila kualitas proses pembelajaran baik maka hasil belajar akan
diharapkan baik pula. Kualitas prosess pembelajaran dapat
diidentifikasi dari beberapa indikator seperti : 1). Partisipasi aktif
siswa, seperti bertanya, menjawab pertanyaan, menjelaskan dan
mengerjakan tugas. 2). Motivasi dan antuusiasme siswa dalam
mengikuti pelajaran, 3). Ketepartan menyelesaikan tugas dan lain-
lain.
Pendidikan diharapkan meningkat kriteria ketuntasan
belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan
ideal. Kriteria ketuntasan ideal untuk setiap indikator 75%. Satuan
pendidikan harus menentukan kriteria ketuntasan minimal dengan
mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata siswa dan
kemampuan sumberdaya pendukung. Ketuntasan belajar setiap
indikator dalam suatu kompetensi dasar berkisar antara 0-100%.
Hasil belajar yang berada dibawah prosentase ketuntasan ideal
adalah hasil belajar yang masih rendah.
C. HASIL BELAJAR
Belajar adalah suatu proses yang menyebabkan perubahan tingkah
laku yang bukan disesbabkan oleh proses pertumbuhan yang
bersifat fisik, tetapi perubahan dalam kebiasaan, kecakapan,
bertambah berkembangnya daya pikir, sikap dan lain-lain
(Sutomo, 1993 ; 120 ). Sedangkan hasil belajar merupakan
perubahan kelakuan. Bukti bahwa seseorang telah melakukan
belajar adalah perubahan tingkah laku pada orang tersebut, yang
semula tidak bisa atau tingkah lakunya masih lemah atau kurang.
Hasil belajar akan tampak pada setiap perubahan pada aspek-aspek
:
Pengetahuan, pemahaman, kebiasaan, ketrampilan, apersepsi,
emosional, hubungan sosial, budi pekerti sikap dan lain-lain.
Hasil belajar diukur dengan menggunakan kriteria
ketuntasan ideal. Pendidikan diharapkan meningkatkan kriteria
ketuntasabn belajajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria
ketuntasan ideal. Kriteria ketuntasan ideal untuk setiap indikator
75%. Satuan pendidikan harus menentukan kriteria ketuntasan
minimal dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata
siswa dan kemampuan sumberdaya pendukung. Ketuntasabn
belajar setiap indikator dalam suatu kompetensi dasar berkisar
antara 0-100%. Hasil belajar yang berada dibawah prosentase
ketuntasan ideal adalah hasil belajar yang masih rendah.
Hasil belajar yangg masih berada dibawah kriteria ketuntasan
minimal perlu diupayakan pemecahannya.
D. HAKEKAT GEOGRAFI
Geografi pada hakekatnya adalah bidang pengetahuansosial yang
digali dari kehidupan praktis sehari-hari di masyarakat. ;oleh
karena itu pembelajaran geografi ttidak b isa melupakan
masyarakat dan lingkungan sebagai sumber subyek, obyek dan
laboratorium. Dengan klata lain masyarakat dan lingkungan wajib
dijadikan sumber utama bagi pembelajaran geografi. [sehingga
dalam pembelajaran geografi perlu sekali dimulai dari apaa yang
terjadi dikelas, diluar kelas,dilingkungan sekolah,lingkungan
tempat tinggal siswa, semakin meluas, kelingkungan masyarakat
juga lebih jauh jangkauannya.
Gejala dan masalah yang terjadi dilingkungan kehidupan siswa tadi
dijadikan perangsang untuk menarik perhatian siswa yang menjadi
bagian dari kehidupan. Sehingga materi geografi yang disajikan
atau dibahas menjadi terkesan dan bermakna bagi siswa, danb
siswa akan mampu memahami, menghayati gejala, masalagh dan
peristiwa yang terjadi dalam kehidupan dimasyarakat.
Berdasarkan uraian fdiartas strategi pembelajaran geografi
yang relevan untuk menyelesaiakn masalah rendahnya hasil belajar
siswa adalah pembelajaran yang menggunakan model kontektiual
teaching and learning.


E. MODEL PEMBELAJARAN CTL
Model pembelajarn merupakan caraa berfikirtau pola pikir yang
dipergunakan oleh seseorang dalam menghadapi dan memecahkan
masalh. Hal ini sangat terkait dengan jallan yang ditempuh oleh
guru atu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran dilihat dari
bagaimana materidisajikan, (menurut Direct LPP SDMsolusi)
Pembelajaran yang menggunakan pendekatan kontektual
atau yang dikenal dengan Kontektual Teaching and Learning
(CTL) merupakan konsep belajar yang mendorong guru yang
menghubungkjan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia
nyata siswa. Disamping itu juga mendorong siswa membuat
hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dan penerapannya
dalam kehidupan mereka sehari-hari. Pembelajaran kontektuanl
didasarkan pada hsil penelitian John Dewey (1916) yang
menyimpulkan bahawa siswa akan belajar dengan baik bila pa
yang dipelajari terkait dengan apa yang twlah diketahuidan dengan
kegiatan atau peristiwa yang terjadi disekelilingnya. P[embelajran
kontektual; juga selaliuu mengaitkan dengan pengetahuan awal
yang telah dimiliki siswa dalam pelaksanananya pembelajaran ini
menerapkan penilaiaan auntentik (Jonson, 2002).
1) Prinsip dasar pembelajaran kontektual (CTL)
a. Menekankan pada pemecahan masalah
Guru awalnya terlebih dahulu menyampaikan secara jelas
tujuan pembelajaran, menetapkan sikap positif terhadap
pembelajaran, dan menjelaskan pasda siswa cara
melaksanakan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Jika
guru belum pernah melaksanakan PBM disuatyu kelas, dia
harus menjelaskan proses dan prosedur model pembelajarn
secara mendalam. Selanjutnya, dilakukan orientasi masalah
hinggga masalah muncul atau ditemukan sendiri oleh siswa.
Berdasarkan masalah tersebut siswa dilibaytkan seecara
aktif memecahkannnya, menemukan konsep/prinsip-
prinsip, dan seterusnya.
b. Mengenal kegiatan mengajar yang terjadi diberbagai konteks
seperti rumah masyarakat dan tempat kerja
c. Mengajak siswa untuk memantau dan mengarahkan
belajarnya sehingga menjadi pembelajar yang aktif dan
terkendali
d. Menekankan pembelajaran dalam konteks kehidupan siswa
e. Mendorong siswa belajar dari satu dengan lainnya dan
belajar bersama
f. Menggunakan penilaian otentik


2). Alasan digunakannnya kontektual (CTL) dalm pembelajaran
adalah :
a. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa
yang dipelajari dan bukan hanya hafalan
b. Strategi pembelajaran tidak hanya menuntut siswa
menghafal fakta, konsep generalisasai, tetapi sebuah stategi
yang mendorongsiswa untuk mengkonstruksikan
pengetahuan dibenak merka sendiri.
c. Memperbaiki kebiasaan sehari-hari dalam PBM,yaitu dari
siswa dipaksa menerima dan menghafal kearah strategi
pembelajaran yang lebih berpihak dan memberdayakan
siswa
3). Dalam proses belajar mengajar guru dikatakan telah
melaksanakan CTL apabila :
a. Kontruktivistik(sebagai landasan filosof)
Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih
bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri,
dan mengkontruksi sendiri pengetahuan dan ketrampilan
barunya
b. Inkuiri (sebagai setrategi belajar)
c. Laksanakan inkuiri untuk mencapai kompetensi yang
diinginkan disemua bidang studi
d. Bertanya (sebagai keahlian dasar yang dikembangkan)
e. Kembangkan sifat ingin tau siswa dengan bertanya
f. Masyarakat belajar (sebagai pencipta lingkungan belajar)
g. Ciptakan masyarakat belajar(belajar dalam kelompok-
kelompok)
h. Permodelan (sebagai acuan pencapaian kompetensi)
i. Tunjukkan model sebagai contoh pembelajaran
j. Refleksi (langkah akhir dari pembelajaran)
k. Lakukan refleksi diakhir pertemuan agar siswa merasa
bahwa hari ini mereka belajar sesuatu
l. Authentic assesmment
m. Lakukan penilaian yang sebenarnya dari berbagai sumber
dengan berbagai cara

Dengan memperhatikan karakteristik pembelajaran diatas,
maka pmbelajaran kontektual, menjelaskan masalah
kontektual, siswa menyelesaikan masalah kontektual secara
individua, berpasangan aatau kelompok dengan cara
mereka sendiri. Guru memotivasi siswa dengan
memberikan pertanyaan, petunjuk atau saran, guru
menyediakan waktu dan kesempatan pada siswa untuk
membandingkan dan mendiskusikan jawaban daro soal
secara berkelompok, untuk selanjutnya dibandingkan dan
didiskusikan pada diskusi kelas. Dari hasl diskusi, guru
mengarahkan siswa untuk mennarik kesimpulan suatu
konsep atau prosedur, dan langkah yang terakhir guru
melakukan penilaian yang sebenarnya dari berbagai sumber
dengan berbagai cara (secara berkelompok maupun
individu)
4). Soal kontektual
Soal kontektual didefinisikan sebagai :
o Soal yang merepresentasikan hadirnya lingkungan
nyata pada siswa
o Dapat dipandang, dapat dibayangkan, terjangkau
imajinasinya,
o Situasi kehidupan, situasi bersifat fantasi dan situasi
matematis

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN
Penelitian ini disajikan sebagai penelitian tindakan kelas (
classroom action research) yang dilaksanakan di SMPN 6
Tulungagung yang berlokasi di Jln. Panglima Sudirman No:56,
kec. Tulungagung, kab. Tulungagung. Penelitian ini dirancang
dalam 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri dari rencana
tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi tindakan dan refleksi
tindakan yang dilaksanakan secara mandiri. Penelitian ini
dilaksanakan dari bulan Nopember 2010 hingga Pebruari 2011.
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada kelas VIII G, di
SMPN 6 Tulungagung semester ganjil tahun pelajaran 2010/2011.
B. SUBYEK PENELITIAN
Penelitian dilaksanakan oleh peneliti sebagai guru mata pelajaran
geografi mengajar kels VIII A sampai VIII i. Penelitian
dilaksanakan pada siswa SMPN 6 Tulungagung kelas VIII G yang
berjumlah 34 siswa, yang terdiri 23 siswa laki-laki dan 12 siswa
perempuan, dengan nilai geografi rata-rata 60.
C. PROSEDUR PENELITIAN
Dalam penelitian ini, peneliti menyajikan prosedur peneliian secara
berturut-turut mulai dari rencana penelitian, instrumen penelitian sampai
jenis data dan pengumpulannnya yang akan diuraikan secara rinci sebagai
berikut :

Rancangan penelitian
Penelitian ini dirancang sebagai penelitian tindakan kelas
(Classroom Actio Research) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Masing-
masing siklus terdiri dari rencana tindakan, pelaksanaan tindakan,
observasi tindakan, dan refleksi tindakan yang dilaksaanakan secara
kolaborasi dengan guru pengajar IPS di sekolah ini. Penelitian ini
dilaksanakan mulai dari 1). Perencanaan yaitu rencana tindakan, 2).
Pelaksanaan yang dilakukan sebagai upaya perubahan yang dilakukan, 3).
Observasi yang dilakukan secara sistematis untuk mengamati hasil atau
dampak tindakan suatu proses belajar mengajar dan, 4). Refleksi yaitu
mengkaji dan mempertimbangkan hasil tindakan yang dilakukan. Secara
operasional prosedur penelitian tindakan kelas dalam penelitian ini
diuraikan sebagai berikut :
a. Siklus I
1). Perencanaan
Mata pelajaran yang disampaikan kepada siswa adalah KD
3.2 Memahami masalah penyimpangan sosial dengan pokok
materi mengidentifikasi berbagai upaya pencegahan
penyimpangan sosial dalam keluarga dan masyarakat.
Perangkat yang dipersiapkan dalam perencanaan ini adalah :
bahan ajar, satuan pembelajaran, rencana program
pembelajaran, tugas-tugas kelompok/individu, kuis, lembar
observasi.
Pembelajaran menggunakan Model Contextual Teaching and
Learning daklam metode diskusi, tanya jawab, serta pemberian
tugas.
Sebelum pembelajaran dimulai terlebih dahulu diadakan
refleksi awal untuk mengetahui karakter siswa dan menentukan
ketua kelompok serta anggotanya. Masing-masing kelompok
beranggotakan 4 sampai 5 orang yang dibentuk dari sejumlah
siswa yang tempat duduknya berdekatan, dimaksudkan
pembentukan kelompok tidak banyak membutuhkan waktu,
serta siswa dapat cepat menyesuaikan diri dalam kelompoknya
untuk segera memulai proses pembelajaran.
2). Pelaksanaan / tindakan
Langkah-langkah pelaksanaan adalah sebagai berikut :
1. Guru memulai pembelajaran dengan memberikan
masalah nyata yang sering dijumpai siswa untuk
diangkat pada diskusi kelas
2. Guru menuliskan tujuan pembelajaran di papan tulis
3. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok yang masing-
masing kelompok terdiri 4-5 orang
4. Masing-masing kelompok siswa diminta mendiskusikan
tentang dampak perubahan sosial budaya di masyarakat
untuk dipresentasikan di depan kelas
5. Masing-msing kelompok diminta menanggapi hasil
presentasi kelompok lain
6. Guru memberiakan bimbingan kepada kelompok untuk
berani memberanikan tanggapan hasil presentasi
kelompok lain
7. Guru memotivasi siswa/kelompok untuk berani
menjawab pertanyaan
8. Guru membimbing siswa/kelompok untuk
menyimpulkan hasil diskusi kelas
3). Pengamatan
Pada tahap ini peneliti melakukan pengamatan terhadap
proses kegiatan pembelajaran (KBM) yang menggunakan
model pembelajaran contextual teachinf and learning (CTL).
Untuk mengetahui aktivitas pengajar, siswa dan suasana kelas,
dengan menggunakan lembar observasi siswa yang telah
disiapkan.
4). Refleks
Pda tahap ini peneliti dibantu oleh kolaborator melakukan
analisa terhadap data empiris untuk dimaknai dan selanjutnya
didiskusikan serta mengkaitkannya dengan teori pembelajaran
CTL yang direncanakan, dan hasilnya digunakan sebagai dasar
perencanaan tindakan pada siklus berikutnya.
2. instrumen Penelitian
dalam penelitian tindakan kelas /PTK menggunakan
instrumen antara lain :
1. Lembar observasi
Lembar observasi yang digunakan adalah observasi
tersetruktur (structured observation) dan tehnik
supervisi klinis ( clinical supervation). Lembar
onservasi terstruktur digunakan untuk mengungkapkan
aktivitas siswa selama proses pembelajaran, sedangkan
supervisi klinik digunakan untuk mengungkapkan
aktivitas guru dalam proses pembelajaran dengan model
CTL.


2. Soal tes
Soal tes ini berupa tes hasil belajar yang berbentuk
pilihan ganda atau uraian yang mencakup soal mudah,
sedang dan sukar. Soal tes ini dikerjakan secara
individu oleh siswa guna untuk memperoleh gambaran
hasil belajar siswa setelah ada perubahan aktivitas siswa
pada saat proses pembelajaran selama satu siklus, dan
tes ini dilaksanakan setiap akhir siklus.
3. Kuisioner
Kuisioner diberikan kepada siswa setelah proses
pembelajaran berakhir pada tiap siklus. Tujuannya
untuk mengetahui tanggapan siswa tentang kelebihan
dan kekurangan atau kendala yang dialami selama
proses pembelajaran serta saran siswa terhadap
pembelajaran berikutnya.
4. Pedoman wawancara
Wawancara dilakikan oleh guru dengan kolaborator
setelah proses pembelajarn berakhir. Wawancara dititik
beratkan pada tanggapn atau kendala yang dialami guru
dalam menerapkan rencana pembelajaran dan
penyelesaiannya.
5. Catatan lapangan
Catatan lapangan diperlukan untuk merekam kejadian-
kejadian selama penelitian berlangsung. Yang tidak
terekam dalam lembar observasi catatan lapangan
meliputi kegiatan planning, action, observing, dan
reflecting. Berdasarkan dari hasil refleksing ini peneliti
dapat melakukan perbaikan-perbaikan terhadap rencana
awal pada siklus berikutnya.

3. Pengumpulan data
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan
tehnik deskriptif data yang digunakan dalam penelitian
tindakan kelas terdiri : jadwal penelitian tindakan kelas,
lembar observasi siswa, lembar observasi kinerja guru,
soal tes, pedoman wawancara guru, kuisioner siswa dan
catatan lapangan.
Jadwal penelitian tindakan kelas disusun sedemikian
rupa dimaksudkan untuk mengetahui waktu, tempat dan
tahapan pelaksanaan penelitian yang telah ditentukan.
Lembar observasi siswa dan guru yang digunakan
adalah lembar observasi terstruktur yang ditujukan
untuk mengungkapkan aktivitas siswa selama proses
pembelajaran berlangsung, dan lembar obserbvasi guru
berupa clinikel supervation yang digunakan untuk
mengungkapkan aktivitas guru dalam proses
pembelajaran dengan model contectual teaching and
learning(ctl)
Pedoman wawancara dilaksanakan setelah proses
pembelajaran berakhir, yang dilakukan oleh guru
dengan kolaborator. Wawancara dititik beratkan pada
tanggapan dan kendala yang dialami guru dalam
menerapkan rencana pembelajaran dan cara
penyelesaiaannya.
Kuissioner siswa diberikan kepada siswa setelah
proses pembelajaran berakhir pada akhir setiap siklus.
Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui tentang
kelebihan dan kekurangan atau adanya kendala yang
dialami selama proses pembelajaran serta saran siswa
terhadap pembelajaran berikutnya.
Catatan lapangan diperlukan untuk merekam
kejadian-kejadian selama penelitian berlangsung, yang
tidak tertekam dalam lembar observasi. Catatan
meliputi kegiatan ; planning acting, observing, dan
refleksing. Berdasarkan hasil dan refleksing ini peneliti
dapat melakukan perbaikan-perbaikan terhadap rencana
awal pada siklus berikutnya.
4. Analisa data
Data hasil observasi, catatan guru dan kuis dianalisa
secara deskriptif untuk mengetahui kwalitas proses
belajar mengajar dan untuk mengetahui kualitas
hasil belajar dilakukan dengan cara membandingkan
skor individu dan kelompok pada tes atau kuis
sebelumnya.
b. Siklus II
1. Perencanaan
Dalam penelitian ini materi yang disampaikan pada
siswa adalah, sikap kritis teehadap perubahan sosial
budaya.
Pembelajaran yang digunakan masih seperti pada
siklus 1 taitu pembelajaran yang menekankan
pendekatan kontektual (contektual teaching and
learning) dengan metode diskusi, tanya jawab,
pemberian tugas yang perlu ditambahkan dengan
demontrasi. Pada refleksi awal ditekankan pada
pemanfaatan pree test secara individu dengan soal-
soal kontektual untuk mengetahui potensi siswa
yang berhubungan dengan materi.
Alat dan sumber yang harus dipersiapkan antar lain
; soal pree test, gambar, kliping, buku paket,
koran/majalah dan lain-lain
2. Pelaksanaan
Pada siklus ini pembelajaran dimulai guru (peneliti)
dengan memberikan masalah nyata/ aktual yang
digali dari lingkungan kehidupan siswa/sekolah
masyarakat yang be4rkaitan dengan materi yang
akan disajikan. Langkah selanjutnya guru
membagikan test tertulis secara individu kepada
siswa untuk dikerjakan selama 10 menit. Dari hasil
tes ini selanjutnya diangkan dalam kegiatan belajar
siswa seperti pada pelaksanaan kegiatan
pembelajaran siklus 1 hanya pada pelaksanaan
proses belajarnya guru lebih menekankan pada
upaya bimbingan dan motivasi siswa untuk dapat
menemukan jawaban, bertanya, dan berani
menyampaikan pendapat kepada kelompok secara
bergilir.
3. Pengamatan
Observasi dilaksanakan selama pembelajaran
berlangsung oleh guru bersama temasn guru lain
(kolaborator) dengan menggunakan lembar
observasi siswa dan guru untuk mengamati proses
belajar dan pelaksanaan mengajar guru.
4. Refleksi
Menganalisa data hasil observasi siswa dan guru, tes
kuisioner catatan lapangan untuk didskusikan
bersama teman guru (kolaborator), guna
menemukan kelebihan dan kekurangan yang terjadi
pada pembelajarn yang menggunakan model ctl.
Hasil refleksi selanjutnya digunakan sebagai dasar
merencanakan proses belajar / siklus berikutnya.













BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Siklus I
1. Perencanaan
Mata pelajaran yang disampaikan kepada siswa adalah KD. 3.2
memahami masalah penyimpangan sosial pokok materi mengidentifikasi
berbagai upaya penyimpangan sosial dala keluarga dan masyarakat.
Pembelajarn menggunakan model pembelajaran kontektual teaching
and learning dalam metode diskusi, tanya jawab, serta pemberian tugas.
Sebelum pembelajaran dimulai terlebih dahulu diadakan refleksi awal
untuk mengetahui karakter siswa dan mnetuakan ketua kelompok serta
anggotanya. Masing-masing kelompok beranggotakan 4 sampai 5 oranmg
yang dibentuk dari sejumlah siswa yang tempat duduknya berdekatan,
dimaksudkan pembentukan kelompok tidak banyak membutuhkan waktu,
serta siswa dapat cepat menyesuaikan diri dalam kelompoknya untuk
segera memulai proses pembelajaran.
Alat dan bahan yanng harus dipersiapkan antar lain : buku paket,
lembar kerja siswa, gambar yang dipersiapkan guru, rencana program
pembelajaran (RPP).
2. Pelaksanaan
Pertemuan ke 1 : 2 x 45 menit (minggu kedua, 8 Nopember 2010)
Mata pelajaran yang disampaikan kepada siswa adalah KD. 3.2
memahami masalah penyimpangan sosial pokok materi mengidentifikasi
berbagai upaya penyimpangan sosial dala keluarga dan masyarakat.
Dalam proses kegiatan pembelajaran dikelas, guru mengajar
didampingi oleh seorang guru lain sebagi pengamat yang melakukan
tugasnya memberikan pengamatan terhadap tindakan guru dan aktifitas
siswa dengan menggunakan format observasi kegiatan guru dan aktifiras
siswa.
Rincian pelaksanaan tindakan guru selama kegiatan pembelajaran
dengan menggunakan model pembelajaran kontektual dapat diuraikan
sebagai berikut :
a. Guru memulai pembelajaran dengan memberikan
pertanyaan sebagai berikut : bagaimanakah berbusana gaul
masa kini ?, beberpa siswa secara serentak menjawab
dengan bermacam-macam jawaban. Suasana kelas
kelihatan agak gaduh tapi segera dapat dikendalikan setelah
guru menunjuk seorang siswa untuk memberikan jawaban.
Kegiatan selanjutnya guru membagi siswa kedalam
kelompok (masing-masing terdiri 4-5 orang) dan
memberiakan penjelasan tentang kegiatan yang akan
dilakukan siswa serta mengangkat hasil pertanyaan
pendahuluan pada diskusi kelompok.
b. Guru memberikan waktu selama 10 menit kepada masing-
masing kelompok siswa untuk mengamati merubahan sosial
budaya dilingkungan sekitar. Dengan harapan siswa dapat
menyebutkan dampak perubahan sosial budaya yang dapat
mereka rasakan.
c. Guru memberikan waktu selama 10 menit kepada masing-
masing kelompok untuk berdiskusi guna mendeskripsikan
dampak perubahan sosial budaya untuk dikelompok-
kelompokkan. Siswa tampak berdiskusi dengan
kelompoknya, dan guru berkeliling menghampiri
kelompok-kelompok siswa dan bertanya apakah ada
kesulitan?
d. Guru mempersilakan kepada setiap kelompok untuk
mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya, dan kepasa
siswa kelompok lain menanggapi atau mengajukan
pertanyaan. Waktu berlalu hingga 10 menit satu
kelompokpun tidak ada yang berani mempresentasikan
hasil diskusi.
e. Kelompoknya, guru kemudian memberiak bimbingan dan
motivasi kepada semua kelompok untuk berani
mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya didepan
kelas.
f. Guru mengajak siswa untuk menyimpulkan hasil diskusi
kelas, dan memberikan ulasan serta menambah katerangan
atau membetulkan keterangan yang belum benar.
g. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan
memberikan tugas kepada setiap siswa untuk membawa
majalah/koran pada pertemuan yang akan datang dan
meminta siswa mengumpulkan hasil diskusi kelompok.

Peretemuan ke 2; 2 x 45 menit (minggu ke 3, 15 Nopember
2010)
Tindakan yang dilakukan guru pada pertemuan ini pada
prinsipnya sama dengan peretemua ke I hanya saja
ditambahkan alat bantu belajar (kliping dan koran yang
mereka siapkan dari rumah) untuk diidentifikasi kedalam
tipe-tipe masyarakat dalam perubahan sosial budaya. Pada
akhir pelajaran diefektifkan kegiatan post test selama 10
menit dengan menggunakan tes tertulis secara individual.
Pada pertemuan 3 ; 2 x 45 menit (minggu ke 4, 22
Nopember 2010)
Pada pertemuan yang ke tiga ini, tindakan yang dialkukan
guru pada prinsipnya masih sama dengan pertemuan I
maupun pertemuan yang kedua hanya saja pada proses
diskusi guru lebih banyak memberikan bimbingan kepada
siswa untuk menemukan jawaban, dan mendorong siswa
untuk berani memberikan tanggapan, pertanyaan atau
pemikiran kepada kelompok lain untuk dipresentasikan
didepan kelas, sehingga pelaksanaan kuis dan tes diakhir
siklus dilaksanakan p[ada pertemuan ke 4.
3. Pengamatan
Pada saat pelaksanaan pembelajaran berlangsung peneliti bersama
kolaborator melakukan pengamatan dengan menggunakan lembar
observasi siswa dan observasi guru, kuisioner siswa yang telah disiapkan.
Analisis hasil observasi tentang :
Partisipasi aktif siswa
Ketrampilan siswa dalam kegiatan diskusi yang meliputi :
bertanya, menjawaab pertanyaan, dan mengerjakan tugas
Kesiapan belajar siswa
Dapat diidentifikasikan pada ketrampilan siswa dalam
memfasilitasi diri dalam belajar, antusias siswa dalam proses
pembelajaran.
Ketepatan menyelesaikan tugas
Kemampuan siswa menyelesaikan tugas

Aspek pengamatan yang brhasil direkam oleh peneliti dapat terlihat
pada tabel ringkasan berikut :
Tabel 1. Ringkasan proses pembelajaran
Analisis hasil catatan lapangan
Telah mencatat adanya kekurangan waktu dan kelemahan proses
belajar yang menghambat keberhasilan proses.
Hambatan yang dirasakan guru adalah masalah molornya waktu
pelaksanaan, dimana pembelajaran yang dirancang 3 x pertemuan
menjadi 4 pertemuan.

Hal ini terjadi karena ketrampilan kooperatif siswa dalam
berdiskusi masih tergantung pada kesiapan guru dalam memotivasi
keaktifan siswa.
Aspek yang diamati Pencapaian siklus I Penghitungan
Kesiapan siswa dalam
pembelajaran
28.57 Saat KBM berlangsung
jml kel yang berbuku
relevan lebih dari 5
dibagi seluruh kelompok
Partisipasi aktif siswa 20.58 Jumlah siswa bertanya
dibagi jumlah
keseluruhan siswa
Ketepatan waktu dalam
mengerjakan tugas
55.88% Menyelesaikan tugas
tepat waktu dibagi
jumlah kelompok
Ketuntasan hasil
belajar
53% Siswa yang bernilai 70
keatas dibagi seluruh
siswa.
Berdasarkan hasil pengamatan ini maka ketrampilan guru dalm
memotifasi keaktifan siswa serta mengelola waktu dalam proses
belajar perlu dipikirkan guna perencanaan pelaksanaan
pembelajaran pada siklus berikutnya.

Analisa hasil belajar
Hasil tes pada akhir siklus adalah sebagai berikut. Siswa yang
mendapat skor 70 keatas sebanyak 18 anak sedangkan yang
mendapat skor dibawah 70 sejumlah 16 anak. Dengan demikian
siswa yang tuntas belajarnya sebesar 53% skor rata-rata yang
diperoleh siswa adalah 67,36 hasil tes pada siklus 1 dapat dilihat
pada tabel ringkasan hasil tes siswa berikut :

Tabel ringkasan hasil tes siswa
NU No
soal
Skor
max
Jml skor
max kelas
Skor max
yang
dicapai
Rata-
rata
skor
Prosentase
(%)
1
2
3
4
5
6
1
2
3
4
5
6
10
15
20
15
20
20
340
510
680
510
680
680
292
396
564
425
263
352
8.59
11.64
16.59
12.5
7.74
10.3
65.88
77.65
82.94
83.33
38.68
51.76
100 3400 2292 67.37 66.71

soal yang digunakan pada tes ini sebanyak 6 soal yang berbentuk
uraian. Soal nomor 1,2,3,4 bersifat realistik/ kontektual sedangkan
soal nomor 5 dan 6 bersifat mekanistik dengan tingkat kesukaran
mulai dari yang mudah sampai dengan yang sukar. Dengan melihat
ringkasan hasil tes siswa diatas ternyata soal yang paling sukar
adalah soal nomor 5 dan yang paling mudah adalah soal nomor 3,4.
Hal ini dapat dismpulkan bahwa menyelesaikan soal yang realistik/
kontektual itu lebih mudah. Karena pada dasarnya soal kontektual
itu mempresentasikan hadirnya lingkungan nyata bagi siswa, dapat
dipandang, dapat dibayangkan dan terjangkau imajinasinya serta
situasi kehidupan, situasi bersifat fantsi dan situasi matematis.
hasil pengamatan kinerja guru pada umumnya sudah cukup
baik. Pada bagian pendahuluan, penutup, penampilan guru dan
aktifitas huru seklama KBM termasuk kategori cukup baik. Namun
pada bagian-bagian tertentu masih perlu diperbaiki lagi seperti
ketrampilan membimbing siswa dalm diskusi, memotivasi siswa
untuk berani bertanya atau mengemukakan pendapat dan
menekankan pentingnya pemahaman konsep melalui masalah-
masalah nyata yang ada disekitar kita. Secara rinci dapat dilihat
pada tabel berikut :

tabel 3. Ringkasan hasil observasi guru
No Aspek yang dinilai Jumlah
A B C D
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1 pendahuluan
1. Memotivasi siswa
2. Menghubungkan
pelajaran lalu

3. Mengkomunikasikan
tujuan pembelajaran
2 Kegiatan inti
1. Memberikan masalah
kontektual

2. Membimbing siswa
menemukan jawaban

3. Mengamati siswa
menyelesaikan masalah
secara bergilir

4. Mendorong siswa
mengemukakan
pemikiran dalam diskusi

5. Menghargai berbagai
pendapat siswa

6. Mengendalikan negosiasi
7. Mengarahkan siswa
menarik kesimpulan

8. Memberikan kesempatan
siswa untuk bertanya
atau menjawab
pertanyaan

3 Penutup
1). Menegaskan kembali
kesimpulan materi
2.). memberi tugas pada
siswa


4 Pengelolaan waktu

5 Penampilan guru ( ceria bersih
dan rapi)

6 Suasana kelas
1) Antusias siswa
2) Antusias guru




Berdasarkan ringkasan hasil kuisioner siswa ini nampak bahwa
siswa yang menyukai pelajaran IPS sebanyak 74% juga siswa yang
menyukai belajar kelompok sebanyak 94% dan yang senang dengan
pendekatan kontektual mencapai 88%, berarti hampir semua siswa
senang dengan pendekatan pembelajaran kontektualk (contectual
Teaching and Learning). Keadaan ini dapat terlihat pada hasil
ringkasaan kuisioner berikut :
Tabel 4. Ringkasan hasil kuisioner siswa
No pertanyaan Kriteria
1 2 3
1

2

3
4


5
6
7
Apakah kamu suka dengan pelajaran
geografi/sosiologi?
Apakah kamu suka jika guru menuliskan
tujuan pembelajaran?
Apakah akmu selalu menjawab pertanyaan
guru?
Apakah kamu selalu membantu teman
kamu jika teman kamu tidak bisa/ kurang
tepat dalam menjawab pertanyaan guru?
Apakah kamu berperan dalam diskusi
kelompok?
25

28

5
18


34
29
32
5

5

21
11


-
4
2
4

1

8
5


-
1
-

8
9


10
Apakah kamu menyukai bekerja/ belajar
kelompok?
Apakah kamu menyukai jika guru
membimbing kerja kelompok?
Apakah kamu selalu menulis rangkuman?
Apakah kamu memahami materi yang
diajarkan dengan pendekatan kontektual
pada metode pembelajaran ini?
Apakah kamm senang dengan pendekatan
belajar pada metode ini?

34
21


30


-
7


2

-
6


2
Catatan :
1. Ya
2. Cukup/sedang/kadang-kadang
3. Tidak
4. Refleksi
Analisa terhadap hasil observasi siswa, kinerja guru tes angket siswa dan
catatan lapangan menunjukkan bahwa semangat belajar siswa sudah cukup
baik disini terlihat pada kuisioner siswa yang menunjukkan bahwa siswa
yang menyukai pelajaran geografi/sosiologi sebanyak 74%, walaupun
masih belum sesuai dengan harapan.

Kinerja guru sudah cukup baik namun masih perlu ditingkatkan untuk
mencapai ketuntasan secara klasikal seperti membingbng siswa untuk
brtanya atau menemukan jawaban, mengamati siswa menyelesaikan
masalah, mendorong siswa mengemukakan pemikiran dalam diskusi, serta
memberikan penghargaaan kepada siswa. Hal ini dapat dilihat pada hasil
tes akhir siklus yang menunjukkan tingkat daya serap siswa dan tingkat
ketuntasan belajar siswa yang masih rendah.
B. Siklus II
1. Perencanaan
Dalam penelitian ini materi yang disampaikan kepada siswa adalah
dampak perubahan sosial, tipe-tipe masyarakat dalam menghadapi
perubahan sosial budaya, perilaku masyarakat akibat perubahan sosial
budaya, dan sikap kritis terhadap perubahan sosial budaya.
Pembelajaran yang digunakan masih seperrti siklus I yaitu pembelajaran
tyyang menekankan pendekatan kontektual (contectual teaching and
learning) dengan metode dsiskusi, tanya jawab, pemberian tugas yang
perlu ditambahkan dengan demontrasi. Pada refleksi awal ditekankan
pada pemanfaatan pree test secara individu dengan soal-soal kontektual
untuk mengetahui potensi siswa yang berhubungan dengan materi.
Alat dan sumber yang harus dipersiapkan antara lain : soal pree test,
gambar, kliping, buku paket, koran/majalah dan lain-lain.
2. Pelaksanaan
Pada siklus ini pembelajaran dimulai guru (peneliti) dengan memberikan
masalah nyata/aktual yang digali dari lingkungan kehidupan siswa/
sekolah masyarakat yang berkaitan dengan materi yang akan disajikan.
Langkah selanjutnya guru membagikan tess tertulis secara individu
kepada siswa untuk dikerjakan selama 10 menit. Dari hasil tes ini
selanjutnya diangkat dalam kegiatan belajar siswa seperti pada
pelaksanaan kegiatan pembelajaran siklus I.
Proses belajar pada siklus ini guru memberikan bimbingan dan motivasi
untuk menemukan jawaban, untuk bertanya, untuk berani menyampaikan
pendapat kepada masing-masing kelompok secara bergilir.
Dengan demikian selama proses belajar mengajra berlangsung keeaktifan
dan partisispasi siswa pada siklus ini kelihatan ada peningkatan, begitu
juga pada proses tanya jawab baik pertanyaaan yang diberikan oleh guru
maupun dari teman lain. Mereka yang umumnya masih malu
menyampaikan pendapat atau menjawab pertanyaan pada siklus ini sudah
menunjukkan adanya keberanian. Kondisi seperti ini terus meningkata
hingga pada akhir siklus, walaupun guru harus memberikan bimbingan
dan motivasi secara terus menerus.
Sehingga keaktifan siswa dalam berdiskusi masih tergantung pada
kesiapan guru dalam memberikan motivasi begitu juga dalam menjawab
pertanyaan.
Sehingga untuk mencapai tujuan sesuai dengan harapan ketuntasan
belajar, motivasi perlu terus ditingkatkan.
3. Pengamatan
Hasil observasi di lapangan menunjukkan bahwa kesiapan siswa
menerima pelajaran sudah baik, alat tulis dan buku paket maupun yng
lain sudah meningkat sedangkan dalam proses pembelajaran (KBM)
aktivitas siswa sudah nampak ada peningkatan. Hal ini daapat dilihat
pada tabel pengamatan berikut :

Tabel 1. Ringkasan hasil onservasi siswa
No
Aspek yang diamati
Proses belajar
mengajar
Jumlah
aktif Cukup Tidak aktif
1 2 3 1 2 3 1 2 3
1

2

3

4

5

6

7

8

9
Memperhatikan
penjelasan guru
Menyelesaikan
tugas mandiri
Melaksanakan
diskusi kelompok
Bekerjasama
dalam kelompok
Mengemukakan
pemikiran
Bertabya pada guru

Menjawab pertanyaan
guru
Mencatat materi
pelajaran
Mencatat rangkuman
30

30

30

20

15

8

10

23

20
30

32

32

23

18

8

10

25

20
31

32

34

28

20

9

11

27

22
5

3

4

3

3

8

6

8

9
3

1

2

10

12

23

22

8

10
3

2

-

5

10

21

13

6

10
1

1

-

1

16

18

18

3

6
1

1

-

1

4

3

2

2

5
-

-

--

1

4

4

10

1

2
prosentase 61% 64,1% 70% 19% 29,7% 22% 20% 6,2% 22%

Hasil pengamatan kinerjaa guru pada umumnya sudah baik. Pada bagian
pendahuluan, penutup, panampilan guru dan aktifitas guru selama KBM termasuk
kategori baik. Namun demikian masih perlu peningkatan pada ketrampilan
membimbing siswa dalam diskusi, memotovasi siswa untuk berani bertanya atau
mengemukakan pendapat. Penegasan terhadap kesimpulan dari hasil diskusi kelas.
Secara rinci hasil observasi dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2. Ringkasan hasil observasi guru
Hasil tes pada akhir siklus adalah sebagai berikut. Siswa yang mendapat skor 75
keatas sebanyak 25 anak sedangkan yang mendapatkan skor 75 sejumlah 9 anak
dengan demikian siswa yang tuntas belajarnya sebesar 73.53 %. Skor rata-rata
yang diperoleh siswa adalah 83,11. Hasil tes pada siklus 2 dapat dilihat pada tabel
ringkasan hasil tes siswa berikut :

Tabel 3. Ringkasan hasil tes siswa

Berdasrakan ringkasan hasil kuisioner siswa ini nampak bahwa siswa yang
menyukai pelajaran geografi/sosiologi sebanyak 76% juga siswa yang menyukai
belajar kelompok sebanyak 94% dan siswa yang suka dengan pembelajaraan
kontektual teaching and learning sebesar 88,23%
4. Refleksi
Analisa terhadp hasil observasi siswa, kinerja gguru tes angket siswa dan catatan
lapangan menunjukkan bahwa semangat belajar siswa sudah baik, disini terlihat
pada kuisioner siswa yang menunjukkan bahwa siswa yang menyukai pelajaran
IPS sebanyak 76%, walaupun masih belum sesuai dengan harapan.
Kinerja guru sudah baik walaupun masih perlu diringkatkan untuk mencapai
ketuntasa ideal secara klasikal, seperti membimbing siswa untuk bertanya atau
menemukan jawaban, mengamati siswa menyelesaikan masalah, mendorong
siswa mengemukakan pemikiran dalam diskusi, serta memberikan penghargaan
kepada siswa. Hal ini dapat dilihat pada hasil tes akhir siklus yang menunjukkan
tingkat daaya serap siswa dan tingkat ketuntasan belajar siswa yang sudah
meningkat.





















Berdasarkan hasil observasi siklus II, kualitas proes belajar siswa mengalami
peningkatan, hal ini dapat terlihat pada tabel 4. Ringkasan proses pembelajaran
siklus II berikut ::

Tabel 4. Ringkasan proses pembelajaran siklus II








































BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN
Model pembelajaran Contextual Teaching and Learning atau yang
dikenal dengan CTL akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa apabila
dalam pelaksanaan pembelajaran maupun menciptakan prose belajar siswa
yang berkualitas. Proses belajar yang berkualitas adalah proses belajar
yang dapat menciptakn siswa berpartisipasi aktif, kesiapsn siswa dalam
belajar, antusiasme belajar dan yang mampu menyelesaikan tugas dengan
tepat. Denga proses belajar yang berkualitas, model pembelajaran ctl dapat
meningkatkan hasil belajar siswa
B. SARAN
Model pembelajaran Contextual Teachng and Learning atau yang
dikenal dengan CTL lebih banyak melibatkan siswa pada
kehidupan nyata, menemukan masalah, menekankan pemecahan
masalah, dan seterusnya sehingga proses didkusi dan kooperatif
sangat diperlukan. Berdasar pada hal ini masalah waktu yang
menjadi kesulitan kami dalam pelaksanaan pembelajaran in. Saran
kami perlu penambahan waktu pertemuan atau time teaching tetap
sebagai solusinya.







RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

SEKOLAH : SMPN 6 TULUNGAGUNG
KELAS/SMTR : V III / 1 (satu)
STANDART KOMPETENSI : 1 Memahami permasalahan sosial
berkaitan dengan pertumbuhan
jumlah penduduk
KOMPETENSI DASAR : 3.2 mengidentifikasi berbagai upaya
pencegahan penyimpangan sosial
dalam keluarga dan masyarakat
INDIKATOR : 3.2.1 Mengidentifikasi berbagai penyakit
sosial (miras,judi,narkoba,HIV,PSK)
sebagai akibat penyimpangan social
dalam keluarga dan masyarakat.
3.2.2 Mengidentifikasi berbagi upaya
penceghan penyimpangan sosial
dalam keluarga dan masyarakat.
ALOKASI WAKTU : 6x45 (3 x Pertemuan)

A. Tujuan Pembelajaran :
1. Setelaah diberikan gambaran tentang berbagai penyakit sosial, siswa
dapat menyebutkan bentuk-bentuk penyimpangan sosial.
2. Setelah siswa mengetahui bentuk-bentuk penyimpangan sosial
diharapkan siswa dapat menjelaskan pelaki-pelaku penyimpangan
sosial.
3. Setelah siswa mengetahui tentang pelaku penyimpagan sosial
diharapkan, siswa dapat memberikan contoh upaya pencegahan
penyimpangan sosial dalam keluarga dan masyarakat.
4. Setelah diberikan penjelasan tentang sikap empati terhadap pelaku
penyimpangan sosial, diharapkan siswa dapat menyebutkan 3 aspek
yang mempengaruhi perilaku sikap seseorang.
B. Materi Pembelajaran :
1. Bentuk-bentuk penyimpangan social
2. Pelaku-pelaku penyimpangan social
3. Upaya pencegahan penyimpangan sosial dalam keluarga dan
masyarakat.
4. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku sikap seseorang yang
melakukan penyimpangan social
C. Metode Pembelajaran :
-Metode : -Tanya Jawab
-Diskusi
-Pemberian Tugas
-Pendekatan : Kontekstual teaching and learning
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
a. Pendahuluan
Apersepsi :
Siswa diberikan contoh/gambaran nyata tentang penyakit sosial,
misal miras judi narkoba dan PSK.
Motivasi :
Siswa diberikan pertanyaan tentang sebaab-sebab terjadinya
penyakit sosial.
b. Kegiatan inti
1. Siswa dibagi dlam kelompok yang masing-masing kelompok
beranggotakan 5-6 orang
2. Masing-masing kelompok membahas dampak perubahan sosial
untuk dipresentasikan didepan kelas
3. Masing-masing kelompok diminya menanggapi hasil presentasi
kelompok lain baik berupa ungkapan ataupun pertanyaan.
4. Guru memberikan bimbingan kepada kelompok untuk berani
memberikan tanggapan terhadap hasil kelompok lain yang
mempresentasikan dampak perubahan sosial.
5. Guru memberikan dorongan kepada siswa/kelompok dalam
mengungkap mengungkap/bertanya.
6. Guru mengarahkan siswa/kelompok untuk berani menjawab
pertanyaan.
7. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan hasil diskusi
dikelas.





c. Penutup :
1. Guru memberikan penekanan terhadap hasil/kesimpulan diskusi
kelas
2. Guru member tugas individu membuat kliping tentang
penyimpangan social dikumpulkan pada pertemuan minggu
berikutnya.

Pertemuan 2
a. Pendahuluan
Apersepsi
Siswa ditunjukkan gambar-gambar tentang pelaku-pelaku
penyimpangan sosial.

Motivasi
Siswa diberikan pertanyaan tentang siapa saja yang menjadi pelaku
penyimpangan sosial dalam keluarga dan masyarakat.
b. Kegiatan inti
1. Siswa diminta membentuk kelompok seperti yang sudah dibentuk
pada pertemuan minggu lalu
2. Masing-masing kelompok diminta mengidentifikasi kliping (tugas
minggu lalu) untuk dipresentasikan didepan kelas
3. kepada kelompok lain diminta memberikan tanggapan kepada
kelompok yang mempresentasikan hasil kerjanya tentang tipe
masyarakat dalam menghadapi perubahan sosial budaya, baik
berupa ungkapan pendapat ataupun pertanyaan
4. Guru memberikan bimbingandan arahan kepada kelompok siswa
untuk menjawab pertanyaan atau memberikan ungkapan
pendapat(usulan).
5. Guru memberikan dorongan kepada siswa untuk berani
menyampaikan kesimpulan diskusi kelas
6. Guru memberikan penghargaan kepada siswa berupa nilai tambah
kepada siswa secara individu.
c. Penutup :
1. Guru memberikan post test berupa test lesan / tertulis
2. Guru memberikan tugas PR berupa soal kotekstual sebagai berikut :
a. Sebutkan 3 macam pelaku penyimpangan sosial!
b. Jelaskan tentang :
- Penyimpangan individual
- Penyimpangan kelompok
- Penyimpangan campuran

Pertemuan 3
a. Pendahuluan
Apersepsi
Siswa dijelaskan tentang beberapa gagasan untuk melakukan
pencegahan penyimpangan sosial dalam keluarga dan masyarakat.
Motivasi
Guru mengajak siswa mengidentifikasi tentang upaya-upaya untuk
pengendalian penyimpangan social.
Mengidentifikasi aspek-aspek yang mempengaruhi sikap perilaku
seseorang.

b. Kegiatan inti
1. Siswa diminta berkelompok pada kelompoknya yang dibentuk
pada pertemuan yang lalu
2. Kepada kelompok dibagikan soal untuk didiskusikan dan
dipresentasikan didepan kelas
3. Masing-masing kelompok diminta memberikan tanggapan
terhadap hasil diskusi kelompok yang mempresentasikan
4. Guru memberikan bimbingan dan dorongan kepada masing-masing
kelompok untuk berani menyampaikan pendapatnya
5. Guru membantu dan mendorong masing-masing kelompok/ siswa
mengambil kesimpulan untuk dipresentasikan didepan kelas
6. Guru memberikan motivasi berupa penghargaan/ nilai.

c. Penutup
1. Guru memberikan post test berupa test lesan / tertulis
2. Guru menginformasikan tentang ulangan harian pada pertemuan
mendatang.

E. Sumber Pembelajaran
1. Foto/gambar orang judi
2. Foto/gambar orng mabuk
3. Foto/gambar perampok
4. Foto/gambar pengajian di Masjid
5. Buku geografi/sosiologi yang relevan
F. Penilaian
a. Test Tertulis
1. Sebutkan 4 bentuk penyimpangan sosial !
2. Jelaskan yang dimaksud gaya hidup yang tak wajar!
3. Sebutkan 3 macam pelaku penyimpangan sosial!
4. Bagaimanakah sikap kita terhadap seseorang yang telah melakukan
penyimpangan sosial
5. Jelaskan upaya-upaya yang harus dilakukan untuk pencegahan
penyimpangan sosial dalam keluarga dan masyarakat
6. Sebutkan 3 faktor yang mempengaruhi sikap perilaku seseorang
yang melakukan penyimpangan social

b. Observasi kegiatan diskusi
1. Penilaian tugas
Kegiatan terstruktur dan mandiri tidak terstruktur
SK Kompetensi Dasar Kegiatan pokok Waktu Ket.
Memahami
Permasalahan
sosial
berkaitan
dengan
pertumbuhan
penduduk.
Memahami masalah
penyimpangan sosial.
-Mengidentifikasi
berbagai
penyakit sosial (miras ,
judi , narkoba , PSK)
Membuat kliping
tentang
penyimpangan sosial
(penyakit sosial)
1
Minggu
Tugas
tidak
terstruktur
Mempresentasikan
hasil diskusi
kelompok didepan
kelas
5 Menit Terstruktu
r
Membuat tabel
tentang
bentu-bentuk
penyimpangan sosial
10 Menit Terstruktu
r

Menuliskan 5 upaya
untuk pencegahan
penyimpangan sosial
10 Menit Terstruktu
r


2. Penilaian test tertulis
No
.
Standar kompetensi/
Kompetensi dasar
SOAL Tingkat
Ksk/Rn
h
Bobot Nilai
akhi
r
1.





3.2
Memahami
permasalahan sosial
berkaitan dengan
pertumbuhan
penduduk .

Memahami masalah
penyimpangan
sosial.


1. Sebutkan 4 bentuk
penyimpangan sosial
2. Jelaskan yang dimaksud gaya
hidup tak wajar
3. Sebutkan 3 macam pelaku
penyimpangan sosial
4. Bagaimanakah sikap kita
terhadap seseorang yang telah
melakukan melakukan
penyimpangan sosial
5. Jelaskan upaya-upaya yang
harus dilakukan untuk
pencegahan penyimpangan
sosial dalam keluaraga dan
masyarakat
6. Sebutkan 3 faktor yang
mempengaruhi sikap perilaku
seseorang yang melakukan
penyimpangan sosial
Md/ c 2

Sd/ c 3

Md/ c 2

Sk/ c 3



Sd/ c 3



Md/ c 2
10

20

15

20



20



15
10

20

15

20



20



15


3. Penilaian diskusi / tugas terstruktur
No. Nama
anggota
Kesiapan Keaktifan Kemampuan
mengungkapkan
pendapat
kerjasama Nilai
akhir
1.
2.
3.
4.
5.
5 5 5 5 20
Jumlah

Catatan :
1. Jumlah nilai yang diperoleh..
2. Jumlah nilai maksimal = 20

Mengetahui
Tulungagung, 11 Juli 2011

Kepala SMPN 6 Tulungagung Guru Mata Pelajaran

SUYATNO, S.pd,MM Masrikah, S.pd
Pembina Tk.1 NIP : 196005041981122004
NIP : 195906261979111002

KISI-KISI SOAL
MATA PELAJARAN : GEOGRAFI/SOSIOLOGI
ALOKASI WAKTU : 2 X 45
JUMLAH SOAL : 6
BENTUK SOAL : URAIAN
No. STANDAR
KOMPETENSI
URAIAN
MATERI
INDIKATOR TK NOMOR
SOAL
1. Memahami
permasalahan
berkaitan dengan
pertumbuhan
penduduk
1. Bentuk-
bentuk
penyimpangan
sosial

2. Pelaku-
pelaku
penyimpangan
sosial

3. Upaya
pencegahan
penyimpangan
sosial dalam
keluarga dan
masyarakat
4. Faktor-
faktor yang
mempengaruhi
penyimpangan
sosial
-
Mengidentifikasi
bentuk-bentuk
penyimpangan
sosial dalam
keluarga dan
masyarakat
-
Mengidentifikasi
pelaku
penyimpangan
sosial dalam
keluarga dan
masyarakat
-
Mengidentifikasi
upaya-upaya
pencegahan
penyimpangan
sosial dalam
keluarga dan
masyarakat
-
Md/Sd




Md/Sk




Md





Sd
1,2




3,4




5





6
Mengidentifikasi
faktor-faktor
yang
mempengaruhi
sikap perilaku
seseorang
sehingga
melakukan
penyimpangan
sosial.


Tulungagung
Guru Mata Pelajaran


Masrikah, S.pd
NIP : 196005041981122004


KARTU SOAL ULANGAN HARIAN
JENIS SEKOLAH : SMPN 6 TULUNGAGUNG
ALOKASI WAKTU : 2 X 45
MATA PELAJARAN : GEOGRAFI/SOSIOLOGI
BENTUK SOAL : URAIAN
KURIKULUM : KTSP
TAHUN PELAJARAN : 2010-2011
KELAS/SEMESTER : VIII-G / GANJIL
Jenis sekolah : SMP
Penyusun : Masrikah
Bidang Studi : Geografi/Sosiologi
Kelas / Semester : VIII / Ganjil
Standar Kompetensi 1 :
Memahami permasalahan sosial
berkaitan dengan permasalahan
penduduk
No. Soal

1
Sebutkan bentuk-bentuk
penyimpangan sosial dalam
keluarga dan masyarakat
Kompetensi Dasar :
3.1 Mengidentifikasi berbagai
penyakit sosial (miras, judi,
narkoba, HIV, PSK) sebagai
akibat penyimpangan sosial
dalam keluarga dan masyarakat
Materi :
1. Bentuk-bentuk penyimpangan
sosial
2. Pelaku penyimpangan sosial
Kunci
jawaban
a. Kejahatan, pembunuhan,
penipuan, pemerkosaan dll
b. Kubungan seksual diluar
nikah
c. Mengonsumsi barang Indikator :
1. Mengidentifikasi bentuk-
bentuk penyimpangan sosial
dalam keluarga dan masyarakat
2. Memberi contoh pelaku
penyimpangan sosial dalam
keluarga dan masyarakat
terlarang atau mabuk-
mabukan
d. Gaya hidup yang tidak
wajar

Standar Kompetensi 1 :
Memahami permasalahan sosial
berkaitan dengan permasalahan
penduduk
No. Soal

2
Jelaskan yang dimaksud gaya
hidup yang tak wajar!
Kompetensi Dasar :
3.1 Mengidentifikasi berbagai
penyakit sosial (miras, judi,
narkoba, HIV, PSK) sebagai akibat
penyimpangan sosial dalam
keluarga dan masyarakat
Materi :
1. Bentuk-bentuk penyimpangan
sosial
2. Pelaku penyimpangan sosial
Kunci
jawaban
Bentuk gaya hidup yang tak
wajar dalam masyarakat adalah
berjudi, kelompok geng yang
bertentangan dengan nilai-nilai
dan norma-norma, pamer
kemewahan hidup dan sombong
atau arogan.
Indikator :
1. Mengidentifikasi bentuk-bentuk
penyimpangan sosial dalam
keluarga dan masyarakat
2. Memberi contoh pelaku
penyimpangan sosial dalam
keluarga dan masyarakat


KARTU SOAL ULANGAN HARIAN
JENIS SEKOLAH : SMPN 6 TULUNGAGUNG
ALOKASI WAKTU : 2 X 45
MATA PELAJARAN : GEOGRAFI/SOSIOLOGI
BENTUK SOAL : URAIAN
KURIKULUM : KTSP
TAHUN PELAJARAN : 2010-2011
KELAS/SEMESTER : VIII-G / GANJIL
Jenis sekolah : SMP
Penyusun : Masrikah
Bidang Studi : Geografi/Sosiologi
Kelas / Semester : VIII / Ganjil
Standar Kompetensi 1 :
Memahami permasalahan sosial
berkaitan dengan permasalahan
penduduk
No. Soal

3
Sebutkan 3 macam pelaku
penyimpangan sosial !
Kompetensi Dasar :
3.1 Mengidentifikasi berbagai
penyakit sosial (miras, judi,
narkoba, HIV, PSK) sebagai
akibat penyimpangan sosial
dalam keluarga dan masyarakat
Materi :
1. Bentuk-bentuk penyimpangan
sosial
2. Pelaku penyimpangan sosial
Kunci
jawaban
a. Penyimpangan individual
yang dilakukan oleh
seseorang yang menentang
nilai-nilai dan norma-
norma yang berlaku dalam Indikator :
1. Mengidentifikasi bentuk-
bentuk penyimpangan sosial
dalam keluarga dan masyarakat
2. Memberi contoh pelaku
penyimpangan sosial dalam
keluarga dan masyarakat
keluarga dan masyarakat
b. Penyimpangan kelompok
yang dilakukan oleh lebih
dari satu orang
c. Penyimpangan campuran
merupakan perpaduan
individual dan kelompok

Standar Kompetensi 1 :
Memahami permasalahan sosial
berkaitan dengan permasalahan
penduduk
No. soal

4
Apakah yang harus kita lakukan,
apabila seorang teman kita telah
melakukan penyimpangan sosial
Kompetensi Dasar :
3.2 Mengidentifikasi berbagai
upaya pencegahan penyimpangan
sosial dalam keluarga dan
masyarakat
Materi :
3. Upaya pencegahan
penyimpangan sosial dalam
keluarga dan masyarakat
4. Faktor-faktor yang
mempengaruhi terjadinya
penyimpangan sosial
Kunci
jawaban
Kita ajak bicara baik-baik sambil
mengingatkan agar tidak lagi
melakukan penyimpangan sosial,
apabila telah berkali-kali
melakukan maka kita antarkan ke
tempat rehabilitasi,agar dia bisa
sembuh dari penyakit sosial
Indikator :
3. Mengidentifikasi upaya-upaya
pencegahan penyimpangan sosial
dalam keluarga dan masyarakat
4. Mengidentifikasi faktor-faktor
terjadinya penyimpangan sosial
KARTU SOAL ULANGAN HARIAN
JENIS SEKOLAH : SMPN 6 TULUNGAGUNG
ALOKASI WAKTU : 2 X 45
MATA PELAJARAN : GEOGRAFI/SOSIOLOGI
BENTUK SOAL : URAIAN
KURIKULUM : KTSP
TAHUN PELAJARAN : 2010-2011
KELAS/SEMESTER : VIII-G / GANJIL
Jenis sekolah : SMP
Penyusun : Masrikah
Bidang Studi : Geografi/Sosiologi
Kelas / Semester : VIII / Ganjil
Standar Kompetensi 1 :
Memahami permasalahan sosial
berkaitan dengan permasalahan
penduduk
No. soal

5
Sebutkan 4 upaya pencegahan
penyimpangan sosial dalam
keluarga dan masyarakat
Kompetensi Dasar :
3.2 Mengidentifikasi berbagai
upaya pencegahan penyimpangan
sosial dalam keluarga dan
masyarakat
Materi :
3. Upaya pencegahan
penyimpangan sosial dalam
keluarga dan masyarakat
4. Faktor-faktor yang
mempengaruhi terjadinya
Kunci
jawaban
a. Memberi nasehat agar
berhenti melakukan
penyimpangan sosial
b. Diberikan teguran atau
peringatan
c. Diberikan jaidah dan
penyimpangan sosial norma sebagai dasar
hukum
d. Dengan pendidikan yang
baik misalnya agama
islam
Indikator :
3. Mengidentifikasi upaya-upaya
pencegahan penyimpangan sosial
dalam keluarga dan masyarakat
4. Mengidentifikasi faktor-faktor
terjadinya penyimpangan sosial

Standar Kompetensi 1 :
Memahami permasalahan sosial
berkaitan dengan permasalahan
penduduk
No. soal

6
Apakah faktor-faktor yang
mempengaruhi sikap perilaku
seseorang, sehingga melakukan
penyimpangan sosial
Kompetensi Dasar :
3.2 Mengidentifikasi berbagai
upaya pencegahan penyimpangan
sosial dalam keluarga dan
masyarakat
Materi :
3. Upaya pencegahan
penyimpangan sosial dalam
keluarga dan masyarakat
4. Faktor-faktor yang
mempengaruhi terjadinya
penyimpangan sosial
Kunci
jawaban
1. Anak selalu dimanjakan
oleh orang tua
2. Kedua orang tua selalu
sibuk bekerka, anak tidak
diperhatikan
3. Orang tua terlalu keras
mengekang anak
4. Kedua orang tua sering
bertengkar dihadapan
anak, dan tidak harmonis
Indikator :
3. Mengidentifikasi upaya-upaya
pencegahan penyimpangan sosial
dalam keluarga dan masyarakat
4. Mengidentifikasi faktor-faktor
terjadinya penyimpangan sosial


PEDOMAN PENILAIAN SOAL URAIAN
NO. KUNCI JAWABAN NILAI

1.
Bentuk-bentuk penyimpangan sosial dalam keluarga dan
masyarakat:
a. Kejahatan, pembunuhan, penipuan, pemerkosaan dll
b. Hubunngan seks diluar nikah
c. Mengonsumsi obat-obatan terlarang atau mabuk-
mabukan
d. Gaya hidup yang tidak wajar

2,5
2,5
2,5
2,5

2.
Nilai Maksimal 10
Gaya hidup yang tidak wajar yaitu
Bentuk gaya hidup yang tak wajar dalam masyarakat
misalnya berjudi, kelompok geng yang bertentangan dengan
nilai-nilai dan norma-norma, pamer kemewahan hidup dan
sombon atau arogan


3.
Nilai maksimal 20
Tiga macam pelaku penyimpangan sosial
a. Penyimpangan individual yang dilakukan oleh
seseorang yang menentang nilai-nilai dan norma-
norma yang berlaku dalam keluarga dan masyarakat
b. Penyimpangan kelompok yang dilakukan oleh lebih
satu orang
c. Penyimpangan campuran merupakan perpaduan
penyimpangan individual dan kelompok

5


5
5


4.
Nilai maksimal 15
Apabila seseorang teman telah melakukan penyimpangan
sosial, maka kita ajak bicara baik-baik sambil mengingatkan


agar tidak lagi melakukan penyimpangan sosial, apabila
telah berkali-kali melakukan maka kita antarkan ke tempat
rehabilitasi,agar dia bisa sembuh dari penyakit sosial



5.
Nilai maksimal 20
Empat upaya pencegahan penyimpangan sosial
a. Memberi nasehat agar berhenti melakukan
penyimpangan sosial
b. Diberikan teguran atau peringatan
c. Diberikan jaidah dan norma sebagai dasar hukum
d. Dengan diberikan pendidikan agama

5
5
5
5

6.
Nilai maksimal 20
Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap perilaku seseorang
1. Anak selalu dimanjakan oleh orang tua
2. Kedua orang tua selalu sibuk bekerka, anak tidak
diperhatikan
3. Orang tua terlalu keras mengekang anak
4. Kedua orang tua sering bertengkar dihadapan anak,
dan tidak
harmonis

5
5
5
Nilai maksimal



15
Total nilai 100


ANALISIS HASIL ULANGAN HARIAN
SATUAN PENDIDIKAN : UPTD SMP NEGERI 6 TULUNGAGUNG
MATA PELAJARAN : GEOGRAFI/SOSIOLOGI
KOMPETENSI DASAR :Mengidentifikasi berbagai penyakit sosial dan
upaya-upaya pencegahannya
KELAS/SEMESTER : VIIIG/1
BANYAK SOAL : 6
BANYAK PESERTA TES : 34 ORANG

NO

NAMA
NOMOR SOAL DAN SKOR YANG DIPEROLEH

JML
SKOR
%
KETUNTASAN
BELAJAR
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
KETERC
APAIAN
YA TDK
1 Ade Irma Af. 10 10 10 10 10 10 60 60%
2 Agung Chrisno 10 20 10 10 10 10 70 70%
3 Ana Setiani 10 20 15 20 20 10 95 95%
4 Ayu Apriliana 5 10 15 20 20 15 85 85%
5 Bagus Pria A. 10 10 5 5 10 10 50 50%
6 Chusnul Kh. 5 20 5 20 10 10 70 70%
7 Dadang Anggir 10 20 10 20 20 15 95 95%
8 DeVi Puspitasari 10 20 15 20 0 15 80 80%
9 Dhany Chandra 10 20 5 10 10 5 60 60%
10 Dista Ayu K. 10 20 15 10 20 10 85 85%
11 Erich F. 10 20 5 10 5 5 55 55%
12 Evi Megawati 5 20 15 10 15 10 75 75%
13 Fitria Ariani 10 20 10 20 10 15 85 85%
14 Galing D. 5 10 5 10 10 15 55 55%
15 Hamid Setiawan 10 20 5 10 10 10 65 65%
16 Indrayudha K. - - - - - - - - - - - - - - - - -
17 Inge Novelya 5 20 15 10 10 15 75 75%
18 Irma M. 10 10 15 20 20 15 90 90%
19 Irvan Faisal 5 20 10 10 5 5 55 55%
20 Kiki Indriawati 10 20 10 10 10 10 70 70%
21 Leli Fitri J. 10 20 15 10 10 10 75 75%
22 Lestari Putri 5 20 10 20 10 10 75 75%
23 Marta Susanti 10 20 15 20 10 15 75 75%
24 Melysa Dwi S. 10 20 15 10 20 15 90 90%
25 M. Samsul Badi 5 20 10 10 10 10 65 65%
26 Nur Rahmat 5 10 5 10 10 5 45 45%
27 Oga Soraya 10 20 15 20 20 15 100 100%
28 Oky Irvana A. 10 20 5 20 10 5 70 70%
29 Prasasti M. 5 20 10 10 10 5 60 60%
30 Reni Ike A. 10 20 10 20 20 5 85 85%
31 Rita Novitasari 10 20 15 20 20 15 100 100%
32 RIyon V. - - - - - - - - - - - - - - - - -
33 Tiragil Bakti 10 10 15 20 20 15 90 90%
34 Wilda Oktadewi 10 20 15 10 20 15 90 90%
35 Chandra 10 5 5 10 5 5 40 40%
36 Sahab 5 5 10 5 5 10 40 40%
37
KET : NO.ABSEN 16 DAN 32 KELUAR


NO

NAMA
NOMOR SOAL DAN SKOR YANG DIPEROLEH

JML
SKOR
%
KETUNTASAN
BELAJAR
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
KETERC
APAIAN
YA TDK
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49

CATATAN :
1. Jumlah Skor Maksimum untuk tiap siswa adalah 100
2. Hasil Analisis
2.1 Ketentuan Belajar tiap orang : . . . . . . . .
- Banyak siswa keseluruhan : 34 orang
- Banyaknya siswa yang telah tuntas belajar : 22 orang : 65%
2.2 Ketuntasan Belajar klasikal : Ya / Tidak
3. Kesimpulan
a. Perlu perbaikan klasikan untuk soal nomor : . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
b. Perlu perbaikan secara individual siswa nama : 1. Ade Irma
2. Bagus Pria
3. Dhany Candra
4. Erich F.
5.Galing D.
6. Hamid S.
7. Irvan Faisal
8. M.SamsulBadi
9. Nur Rahmat
10. Prasasti
11. Chandra
12. Sahab

` Tulungagung
Kepala UPTD, Guru Pengajar,



SUYATNO, S.pd,MM Masrikah, S.pd
Pembina Tk.1 NIP : 196005041981122004
NIP : 195906261979111002

ANALISIS BUTIR SOAL ( TINGKAT KESUKARAAN ) DAN DAYA PEMBEDA

TABEL RANKING KELAS VIIIG
NO. NAMA SISWA
NOMOR SOAL JUMLAH
SKOR 1 2 3 4 5 6
1 Oga Soraya 10 20 15 20 20 15 100
2 Rita Novitasari 10 20 15 20 20 15 100
3 Ana Setiani 10 20 15 20 20 10 95
4 Dadang Anggir 10 20 10 20 20 15 95
5 Marta Susanti 10 20 15 20 10 15 90
6 Tiragil Bakti 10 10 15 20 20 15 90
7 Irma M. 10 10 15 20 20 15 90
8 Wilda Oktadewi 10 20 15 10 20 15 90
9 Melysa Dwi S. 10 20 15 10 20 15 90
10 Dista Ayu K. 10 20 15 10 20 10 85
11 Ayu Apriliana 5 10 15 20 20 15 85
12 Reni Ike A. 10 20 10 20 20 5 85
13 Fitria Ariani 10 20 10 20 10 15 85
14 Devi Puspitasari 10 20 15 20 0 15 80
15 Lestari Putri 5 20 10 20 10 10 75
16 Leli Fitri J. 10 20 15 10 10 10 75
17 Inge Novelya 5 20 15 10 10 15 75
18 Evi Megawati 5 20 15 10 20 10 75
19 Kiki Indriawati 10 20 10 10 10 10 70
20 Oky Irvana A. 10 20 5 20 10 5 70
21 Agung Chrisno 10 20 10 10 10 10 70
22 Chusnu Kh. 5 20 5 20 10 10 70
23 Hamid S. 10 20 5 10 10 10 65
24 M. Syamsul B. 5 20 10 10 10 10 65
25 Ade Irma 10 10 10 10 10 10 60
26 Prasasti M. 5 20 10 10 10 5 60
27 Dhany Candra 10 20 5 10 10 5 60
28 Galing D. 5 10 5 10 10 15 55
29 Erich F. 10 20 5 10 5 5 55
30 Irvan Faisal. 5 20 10 10 5 5 55
31 Bagus Pria A. 10 10 5 5 10 10 50
32 Nur Rahmat 5 10 5 10 10 5 45
33 Chandra 10 5 5 10 5 5 40
34 Sahab 5 5 10 5 5 10 40


TABEL KELOMPOK ATAS DAN KELOMPOK BAWAH

NO. NAMA SISWA
NOMOR SOAL JUMLAH
SKOR 1 2 3 4 5 6
1 Oga Soraya 10 20 15 20 20 15 100
2 Rita Novitasari 10 20 15 20 20 15 100
3 Ana Setiani 10 20 15 20 20 10 95
4 Dadang Anggir 10 20 10 20 20 15 95
5 Marta Susanti 10 20 15 20 10 15 90
6 Tiragil Bakti 10 10 15 20 20 15 90
7 Irma M. 10 10 15 20 20 15 90
8 Wilda Oktadewi 10 20 15 10 20 15 90
9 Melysa Dwi S. 10 20 15 10 20 15 90
S 0 20 5 20 10 10
1 Prasasti M. 5 20 10 10 10 5 60
2 Dhany Candra 10 20 5 10 10 5 60
3 Galing D. 5 10 5 10 10 15 55
4 Erich F. 10 20 5 10 5 5 55
5 Irvan Faisal. 5 20 10 10 5 5 55
6 Bagus Pria A. 10 10 5 5 10 10 50
7 Nur Rahmat 5 10 5 10 10 5 45
8 Chandra 10 5 5 10 5 5 40
9 Sahab 5 5 10 5 5 10 40
25 60 75 100 110 70
PEMERINTAH KABUPATEN TULUNGAGUNG
DINAS PENDIDIKAN SMP NEGERI 6 TULUNGAGUNG
Jl. Panglima Sudirman 56 Telp.0355 321661 Tulungagung 66219
TULUNGAGUNG

ANALISIS BUTIR SOAL
MATA PELAJARAN : GEOGRAFI
SK : Memahami permasalahan sosial berkaitan dengan
pertumbuhan penduduk.
KELAS : VIII-G
SEMESTER : GANJIL
KD : Mengidentifikasi berbagai penyakit
sosial(miras,judi,narkoba,HIV,PSK) sebagai akibat
penyimpangan sosial dalam keluarga dan masyarakat.

No

Skor
Mak

SA

SB

SA+S
B

SA-
SB

n
DAYA PEMBEDA TINGKAT KESUKARAN
Kesimpulan
Indeks DP
Kualifikasi
Indeks
TK
Kualifikasi
Ba
ik
Ku
ran
g
Jel
ek
Skr Sdg Mdh
1 10 0 25 25 25 18 0,077 1,38
2 20 20 60 80 40 18 0,123 0,24
3 15 5 75 80 70 18 0,216 0,24
4 20 20 100 120 80 18 0,246 0,37
5 20 10 110 120 100 18 0,308 0,37
6 15 10 70 80 60 18 0,185 0,24

Tulungagung
Kepala UPTD, Guru Pengajar,

SUYATNO, S.pd, M.M Masrikah, S.pd
Pembina Tk.1 NIP : 196005041981122004
NIP : 195906261979111002

SOAL ULANGAN HARIAN

KELAS : IX, SEMESTER GANJIL
BENTUK SOAL : ESSAY
JUMLAH SOAL : 9
NO. SOAL
1.
2.
3.
4.
5.

6.
7.
8.
9.
Mengapa Negara Arab Saudi mendapat sebutan negara Petro dolar?
Jelaskan
Sebutkan lima negara yang termasuk kelompok G.8
Mengapa biaya pendidikan dinegara berkembang masih mahal? Jelaskan
Sebutkan empat faktor yang menentukan kualitas penduduk!
Apakah indikasi (faktor) yang menentukan suatu negara termasuk negara
maju atau negara berkembang ?
Sebutkan lima ciri negara maju!
Apakah yang menjadi penyebab negara Jepang, industrinya maju dengan
pesat?
Negara manakah dibenua Amerika yang merupakan penghasil kopi
terbesar?
Sebutkan lima negara maju yang berada dibenua Eropa!












PEDOMAN PENILAIAN ULANGAN HARIAN GEOGRAFI

KELAS : IX, SEMESTER GANJIL
BENTUK SOAL : ESSAY
NO. KUNCI JAWABAN NILAI
1. Karena negara Arab Saudi memiliki devisa yang melimpah
dalam bentuk dolar, sebagai hasil penjualan minyak bumi
ke negara lain, dan sebesar-besarnya untuk kepentingan
negara serta untuk mencukupi kebutuhan hidup
masyarakatnya.


15

2.
Skor maksimal 15
Lima negara yang termasuk G.8
a) Amerika Serikat e) Kanada
b) Jerman
c) Rusia
d) Inggris

2,5
2,5
2,5
2,5

3.
Skor maksimal 10
Biaya pendidikan dinegara berkembang masih mahal
karena :
a) Sistem pendidikan yang diterapkan dinegara
berkembang masih mengadopsi dari negara maju
dengan biaya yang mahal
b) Pemerintah belum mampu sepenuhnya member
subsidi dibidang pendidikan, walau sudah ada
BOS.


7,5

7,5

4.
Skor maksimal 15
Empat faktor yang menentukan kualitas penduduk :
a) Faktor pendidikan
b) Faktor kesehatan
c) Faktor pendapatan per kapita (kesejahteraan)

2,5
2,5
2,5
d) Faktor lingkungan 2,5

5.
Skor maksimal 10
Indikasi suatu negara termasuk negara maju atau negara
berkembang dapat dilihat dari :
a) Pendapatan perkapita
b) Jumlah penduduk miskin
c) Tingkat pengangguran
d) Angka kematian bayi dan ibu melahirkan
e) Angka melek huruf


2
2
2
2
2

6.
Skor maksimal 10
Lima ciri negara maju :
a) Pendapatan negara tinggi
b) Ekspor utama barang sekunder dan tersier
c) Mata pencaharian penduduk dibidang industry
d) Angka kelahiran rendah
e) Usia harapan hidup tinggi

2
2
2
2
2

7.
Skor maksimal 10
Negara Jepang industrinya maju dengan pesat karena :
a) Memiliki modal yang besar
b) Memiliki jalur pemasaran yang luas
c) Melaksanakan politik dumping
d) Memiliki banyak tenaga kerja yang ahli dan
terampil
e) Memiliki pendapatan per kapita yang tinggi

2
2
2
2
2
Skor maksimal 10

8. Negara penghasil kopi dibenua Amerika yang terbesar
didunia adalah negara Brazil
10

9.
Skor maksimal 10
Negara maju yang berada dibenua Eropa adalah :
a) Inggris
b) Perancis
c) Jerman
d) Belanda
e) Italia
2
2
2
2
2
Skor maksimal 10
Total nilai 100
























KRITERIA RUBRIK PENILAIAN

MATA PELAJARAN : GEOGRAFI
KELAS/SEMESTER : IX/GANJIL
KOMPETENSI DASAR : Mengidentifikasi ciri-ciri negara berkembang dan
negara maju
INDIKATOR : Membuat peta wilayah negara berkembang dan
begara maju
Skor Menunjukkan letak negara-
negara berkembang dan negara
negara maju pada peta dunia.
Menyebutkan nama-nama negara
berkembang dan negara-negara maju
pada peta dunia
5 Menunjukkan letak negara-
negara berkembang dan negara-
negara maju dengan sempurna
Menyebutkan nama-nama negara
berkembang dan nama negara-negara
maju dengan sempurna
4 Menunjukkan letak negara-
negara berkembang dan negara-
negara maju,tetapi kurang
sempurna
Menyebutkan nama-nama negara
berkembang dan nama negara-negara
maju, tetapi kurang sempurna
3 Menunjukkan letak negara-
negara berkembang dan negara-
negara maju, hanya sebagian saja
dengan sempurna
Menyebutkan sebagian nama-nama
negara berkembang dan nama negara-
negara maju dengan sempurna
2 Menunjukkan letak negara-
negara berkembang dan negara-
negara maju,hanya sebagian saja,
tetapi kurang sempurna
Menyebutkan sebagian nama-nama
negara berkembang dan nama negara-
negara maju, tetapi kurang sempurna
1 Menunjukkan letak negara-
negara berkembang saja dengan
sempurna
Menyebutkan sedikit nama-nama
negara berkembang dan nama negara-
negara maju dengan sempurna


Mengetahui
Tulungagung, 14-9-2011

Kepala SMPN 6 Tulungagung, Guru Mapel Geografi



SUYATNO, S.pd,MM Masrikah, S.pd
NIP : 195906261979111002 NIP : 196005041981122004


KRITERIA RUBRIK PENILAIAN

MATA PELAJARAN : GEOGRAFI
KELAS/SEMESTER : IX/GANJIL
KOMPETENSI DASAR : Mengidentifikasi ciri-ciri negara berkembang dan
negara maju
INDIKATOR : Membuat peta wilayah negara berkembang dan
begara maju
Skor Kesesuaian antara judul
peta dengan gambar peta
Kesesuaian antara
sombol-simbol
dengan warna
Kesesuaian antara
jumlah kota dengan
keterangan yang
ditampilkan
3 Jika antara judul peta
dengan gambar peta
sesuai
Jika antara sombol-
simbol dengan warna
sesuai
Jika antara jumlah
kota dengan
keterangan yang
ditampilkan sesuai
2 Jika antara judul peta
dengan gambar peta
kurang sesuai
Jika antara sombol-
simbol dengan warna
kurang sesuai
Jika antara jumlah
kota dengan
keterangan yang
ditampilkan kurang
sesuai
1 Jika antara judul peta
dengan gambar peta
tidak sesuai
Jika antara sombol-
simbol dengan warna
tidak sesuai
Jika antara jumlah
kota dengan
keterangan yang
ditampilkan tidak
sesuai


Nilai = Jumlah skor yang diperoleh X 100 %
Skor maks
= Jumlah skor yang diperoleh X 100 %
9




Mengetahui
Tulungagung , 14-9-2011


Kepala SMPN 6 Tulungagung, Guru Mapel Geografi



SUYATNO, S.pd,MM Masrikah, S.pd
NIP : 195906261979111002 NIP : 196005041981122004