Anda di halaman 1dari 12

BADAN USAHA

HUKUM DAGANG
Dosen Pembimbing :
RITA M.M SIMANUNGKALIT,SH., M.Kn.






KELOMPOK II
1. ADJUDIAN SYAFITRA 1351061
2. R1AN PANGESTU 1351006
3. DWI MEILYA SANDY 1351034
4. MUHAMMAD IKBAL 1351040
5. WILLIAM CHAN 1351018

2

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
berkat dan limpahan rahmatnyalah maka saya dapat menyelesaikan sebuah makalah tepat
pada waktu yang telah ditentukan.
Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah makalah dengan judul
BADAN USAHA , yang menurut saya dapat memberikan manfaat yang besar bagi
kita untuk mempelajari teori badan usaha dalam hukum dagang di Indonesia.
Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan memohon
permakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada kata yang kurang tepat atau
menyinggung perasaan pembaca.
Dengan ini saya mempersembahkan makalah dengan penuh rasa terima kasih dan
semoga allah SWT memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat.
BATAM, 16 September 2014
Penulis








3

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...................................................................................................................... 2
DAFTAR ISI .................................................................................................................................. 3
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG ........................................................................................................................... 4
B. RUMUSAN MASALAH ...................................................................................................................... 4
C. MAKSUD DAN TUJUAN PENULISAN ................................................................................................ 4

BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGGOLONGAN BADAN USAHA .................................................................................................. 5
1. Badan Usaha Berbentuk Badan Hukum ..................................................................................... 5
2. Badan Usaha Berbentuk Non Badan Hukum ............................................................................. 6
B. PERUSAHAAN DAGANG ................................................................................................................. 7
C. PERSEKUTUAN PERDATA ................................................................................................................. 7
D. FIRMA ............................................................................................................................................. 8
E. PERSEKUTUAN KOMANDITER .......................................................................................................... 9


BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN ................................................................................................................................ 11
B. SARAN .......................................................................................................................................... 11









4

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Hukum dagang ialah hukum yang mengatur tingkah laku manusia turut
melakukan perdagangan untuk memperoleh keuntungan, atau hukum yang
mengatur hubungan hukum antara manusia dan badan-badan hukum satu sama
lainnya dalam lapangan perdagangan.
Di dalam Hukum Dagang, terdapat peraturan atau norma yang
mengatur tentang badan usaha. Banyak masyarakat awam menganggap badan
usaha dan perusahaan mempunyai arti yang sama. Tidak sedikit pula para
pemula bisnis di Indonesia yang kebingungan untuk menentukan golongan
perusahaan yang akan mereka dirikan, sehingga mereka mendirikan usahanya
berdasarkan alasan mengikuti apa yang sudah ada, tanpa memikirkan struktur
birokrasi dan administirasi masing-masing golongan. Sehingg kita perlu
mengetahui masing-masing teorinya sebelum praktek ke lapangan.
B. Rumusan masalah
Apa pengertian dari Badan Usaha ?
Apa saja yang digolongkan ke dalam Badan Usaha ?
Apakah yang dimaksud dengan Perusahaan Dagang ?
Apakah yang dimaksud dengan Persekutuan Perdata ?
Apakah yang dimaksud dengan Firma ?
Apakah yang dimaksud dengan Persekutuan Komanditer ?
C. Maksud dan Tujuan penulisan
1. Untuk membantu pembaca memahami pengertian badan usaha serta
golongan-golongan yang termasuk dalam badan usaha.
2. Untuk memberikan informasi bagaimana karakteristik birokrasi masing
masing golongan badan usaha, sehingga memberikan manfaat untuk para
pebisnis Indonesia untuk mengambil langkah dalam mendirikan,
mengembangkan usahanya.

5

BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGGOLONGAN BADAN USAHA
Badan usaha adalah kesatuan yuridis, teknis, dan ekonomi, yang bertujuan
untuk mencari laba/keuntungan. Badan usaha berbeda dengan perusahaan, badan
usaha adalah lembaga, sementara perusahaan adalah bagian yang tergolong wadah
badan usaha tersebut mengelola sumber daya dalam proses produksi.
Penggolongan badan usaha sebenarnya diperlukan jika suatu perusahaan
dagang (PD) atau usaha dagang (DG) akan mengganti visi maupun misi, salah
satunya memperluas birokrasi dan administrasi perusahaan dagang/usaha dagang
tersebut.
Dalam kondisi yang digambarkan diatas, maka akan timbul keraguan dalam
memilih badan usaha yang tepat untuk perusahaan dagang/usaha dagang tersebut.
Berikut penulis uraikan golongan badan usaha :
Badan Usaha berbentuk Badan Hukum
Badan usaha ini memiliki kekayaan yang terpisah dengan kekayaan para
pemilik dan para pemegang saham, tanggung jawab yang dipikul pemilik dan
pemegang saham hanya sebatas besarnya saham yang ditanam dalam badan
usahanya. Badan usaha yang temasuk badan hukum terdiri dari :
1. Perseroan Terbatas, adalah badan hukum yang merupakan persekutuan
modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha
dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi
persyaratan yang ditetapkan dalam undang-undang ini serta peraturan
pelaksanaanya.
2. Yayasan, adalah badan hukum yang terdiri atas kekayaan yang dipisahkan
dan diperuntukkan untuk mencapai tujuana tertentu di bidang sosial,
keagamaan, dan kemanusiaan, yang tidak mempunyai anggota.
3. Koperasi, adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau
badan hukum Koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya

6

sebagai modal untuk menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan
kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan
nilai dan prinsip Koperasi.

Badan Usaha Bukan Berbentuk Badan Hukum
Lain halnya dengan badan usaha yang bukan berbentuk badan hukum, pada
bentuk badan usaha ini, tidak terdapat pemisahan antara kekayaan badan
usaha dengan kekayaan pemiliknya. Berikut ini yang tergolong badan usaha
non badan hukum :
1. Persekutuan Perdata, adalah persekutuan yang diadakan oleh orang-
orang yang memiliki profesi yang sama dengan menggunakan nama
bersama. Biasanya persekutuan ini bertujuan untuk menjalankan suatu
profesi, atau bisa juga bersifat komersial.
2. Firma, menurut pasal 16 dan 18 KUHD yang dimaksud persekutuan
firma disini ialah tiap-tiap pesekutuan (maatschap) didirikan untuk
menjalankan sesuatu perusahaan dibawah satu nama bersama,dimana
anggota-anggota nya langsung dan sendiri-sendiri bertanggung jawab
sepenuhnya terhadap orang-orang pihak ketiga.
3. Persekutuan Komanditer, dalam pasal 19 KUHD menyebutkan bahwa
persekutuan komanditer atau CV (commanditaire vennootschap) adalah
suatu pesekutuan untuk menjalankan suatu perusahaan yang dibentuk
antara satu orang atau beberapa orang persekutuan yang secara
tanggung-menanggung bertangung jawab untuk seluruhnya (tanggung
jawab solider) pada satu pihak,dan satu orang atau lebih sebagai pelepas
uang(geldschieter)pada pihak yang lain.







7

B. PERUSAHAAN DAGANG
Adalah perusahaan yang aktivitasnya membeli barang produksi yang
kemudian akan dijual kembali tanpa mengubah bentuk semulanya, perusahaan yang
tergolong ke dalam ini seperti distributor, agen tunggal, pengecer, toko swalayan,
pusat barang-barang grosir. Karakteristik dari perusahaan dagang ini adalah :
Melakukan transaksi membeli barang dagangan, kemudian menjuualnya
kembali tanpa mengubah bentuk
Keuntungan pokoknya didapat dari penjualan barang dagangannya
Melakukan penyimpanan barang dagangan sebelum dijual.

C. PERSEKUTUAN PERDATA
Merupakan kumpulan dari orang-orang yang memiliki profesi yang sama.
Misalnya adalah persukutuan pengacara A, maka anggotanya adalah orang-orang
yang berprofesi pengacara. Mengenai Maatschap ini diatur dalam bab ke VIII bagian
pertama dari buku III Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia.
Para sekutu masing-masing bersifat independen. Artinya, masing-masing
sekutu berhak untuk bertindak keluar dan melakukan perbuatan hukum atas nama
dirinya sendiri, khususnya untuk tindakan pengurusan sepanjang hal tersebut tidak
dilarang dalam anggaran dasarnya. Adapun unsur-unsur persekutuan ini adalah :
a. bertindak secara terang-terangan
b. harus bersifat kebendaan
c. untuk memperoleh keuntungan
d. keuntungan dibagi-bagikan antara anggota
e. kerjasama ini tidak nyata tampak keluar atau tidak diberitahukan kepada umum
f. harus ditujukan pada sesuatu yang mempunyai sifat yang dibenarkan dan diizinkan
g. diadakan untuk kepentingan bersama anggotanya



8

D. FIRMA
Adalah salah satu bentuk perusahaan yang diatur bersama-sama dengan
persekutuan komanditer dalam Bagian II dari Bab III Kitab I KHUD dari pasal 16 s.d.
pasal 35. pada pasal 15 KUHD bahwa segala persekutuan dalam KUHD dikuasai oleh
persetujuan pihak-pihak yang bersangkutan.
Dalam firma terdapat perkataan Co dan Cie, Co adalah singkatan dari
compagnon yang berarti kawan dan bisa di artikan sebagai orang yang turut berusaha,
sedangkan Cie adalah singkatan dari compagnie yang artinya kelompok, kelompok
yang dimaksud itu sendiri adalah orang-orang yang bersama-sama mempunyai
perusahaan dengan kita.
Dalam pasal 17 KUHD menegaskan bahwaTiap-tiap persekutuan tidak
dikecualikan dari satu sama lain,berhak untuk bertindak,untuk mengeluarkan dan
menerima uang atas nama persekutuan,pula untuk mengikat persekutuan itu dengan
pihak ketiga dan pihak ketiga dengannya.segala sesuatu yang tidak bersangkut paut
dengan persekutuan itu atau yang para sekutu tidak berhak melakukannya,tidak
masuk dalam ketentuan diatas.
Mengenai cara mendirikan persekutuan firma , maka seperti halnya dengan
persekutuan (vide pasal 1624KUHPer) cukuplah dengan mengadakan dengan sebuah
perjanjian konsensual. syarat tertulis untuk mendirikan firma sebenarnya tidak
diminta oleh KUHD, akan tetapi biasanya tentang pendirian sebuah persekutuan
firma selalu dibuat debuah akta resmi didepan seorang notaris. dalam pasal 22 KUHD
disebutkan bahwa tiap-tiap persekutuan firma harus didirikan dengan akta autentik,
akan tetapi ketiadaan akta yang demikian tidak dapat dikemukakan untuk merugikan
pihak ketiga.
Pasal 22 KUHD sendiri menunjukan akan kemungkinan tentang tak di buatnya
akta autentik dengan menyatakan, bahwa ketiadaan akta itu tak dapat dikemukakan
terhadap pihak ketiga, dengan maksud untuk merugikan pihak ketiga. Maksudnya
ialah, bahwa tanpa akta ada juga perseroan firma, dipertanggungjawabkan
sepenuhnya dari para anggotanya tetap ada.

9

E. PERSEKUTUAN KOMANDITER
Adalah persekutuan yang mempunyai satu ataubeberapa orang sekutu
komanditer. Sekutu komanditer (silent partner) adalah sekutu yang hanya
menyerahkan uang, barang, atau tenaga sebagai pemasukan pada persekutuan, dan
tidak turut campur dalam pengurusan atau penguasaan persekutuan. Dia hanya
memperoleh keuntungan dari pemasukannya itu. Tanggung jawabnya terbatas pada
jumlah pemasukannya itu.
apabila persekutuan komanditer mempunyai banyak utang sehingga jatuh
pailit misalnya,dan apabila harta benda persekutuan tidak mencukupi untuk pelunasan
hutang hutangnya,maka harta benda prive dari persekutuan pengurus itu dapat pula
dipertanggung jawabkan untuk melunaskan hutang persekutuan.sebaliknya para
komanditaris paling tinggi hanya akan kehilangan jumlah uang yang disetorkan,
sedangkan privenya tidak dapat diganggu gugat.
Adapun tanggung jawab penuh yang dibebankan pada persekutuan pengurus
adalah berdasarkan pendapat bahwa baik buruknya perusahaan itu tergantung dari
usaha dan pimpinannya keadaan tersebut akan berubah apabila seorang komanditer
turut campur tangan dalam penyelenggara dan penyusunan persekutuan.
PERBANDINGAN
MODAL KEAKTIFAN TANGGUNG
JAWAB
V.O.F. masing-masing memasukkan bagian
modalnya
Masing-masing aktif Masing-masing
bertanggung jawab
penuh
Firma
CV masing-masing memasukkan bagian
modalnya
Sebagian aktif Mempunyai
tanggung jawab
penuh (persekutuan
Pengurus
komanditaris
Masing-masing memasukkan bagian Sebagian pasif Mempunyai
tanggungjawab

10

modalnya (sleeping partners terbatas
komanditaris





















11

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Badan usaha berbeda dengan perusahaan, badan usaha adalah lembaga, sementara
perusahaan adalah bagian yang tergolong wadah badan usaha tersebut mengelola sumber
daya dalam proses produksi.
Para sekutu masing-masing bersifat independen. Artinya, masing-masing sekutu
berhak untuk bertindak keluar dan melakukan perbuatan hukum atas nama dirinya sendiri,
khususnya untuk tindakan pengurusan sepanjang hal tersebut tidak dilarang dalam anggaran
dasarnya.
Dalam firma terdapat perkataan Co dan Cie, Co adalah singkatan dari compagnon
yang berarti kawan dan bisa di artikan sebagai orang yang turut berusaha, sedangkan Cie
adalah singkatan dari compagnie yang artinya kelompok, kelompok yang dimaksud itu
sendiri adalah orang-orang yang bersama-sama mempunyai perusahaan dengan kita
persekutuan komanditer mempunyai banyak utang sehingga jatuh pailit misalnya,dan
apabila harta benda persekutuan tidak mencukupi untuk pelunasan hutang hutangnya,maka
harta benda prive dari persekutuan pengurus itu dapat pula dipertanggung jawabkan untuk
melunaskan hutang persekutuan.sebaliknya para komanditaris paling tinggi hanya akan
kehilangan jumlah uang yang disetorkan, sedangkan privenya tidak dapat diganggu gugat.

B. SARAN
Penulisan makalah ini di harapkam dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca serta
bermaanfaat bagi semua pihak. Penulis mengharapkan kritik serta saran dari pembaca guna
menyempurnakan makalah selanjutnya.




12