Anda di halaman 1dari 16

1

LAPORAN KASUS
A. Identitas
Nama : An.R
Jenis Kelamin : Laki-laki
Usia : 1 tahun
Alamat : Mempawah
Masuk RS : 17 Fe!ua!i "#1# pukul 11.##
B. Anamnesis
Keluhan Utama : atuk e!dahak dan sesak napas.
Riwa$at %en$akit Seka!an&
Se'ak 1 ulan seelum masuk !umah sakit( pasien men&eluhkan atuk e!dahak.
)ahak e!wa!na putih kekunin&an.Se'ak * ha!i seelum masuk !umah sakit+ pasien
men&eluhkan atuk e!dahak dan kadan& sesak napas. %ada saat sesak napas( ,upin&
hidun& pasien e!&e!ak keman& kempis( dan kadan& sampai muntah. Keluhan sesak
na-as tidak dise!tai adan$a sua!a na-as e!un$i .men&i/ atau men&0!0k( 'u&a tidak
dise!tai adan$a en&kak-en&kak pada kedua tun&kai se!ta kei!uan pada u'un&-
u'un& 'a!i maupun sekita! mulut. Selain atuk( pasien 'u&a men&alami demam
mendadak tin&&i.
%ada ha!i ke-1 seelum masuk !umah sakit+ pasien pe!&i e!0at ke idan dan
die!ikan 0at si!up( keluhan demam mulai e!ku!an&( namun keluhan atuk
e!dahak dan sesak napas tidak menun'ukkan pe!aikan $an& e!a!ti.
%ada 1 ha!i seelum masuk !umah sakit+ atuk e!dahak dan sesak napas semakin
e!tamah se!ta anak sempat muntah sekali saat disusui.
Anak masih mau men$usui dan !iwa$at ke'an& disan&kal.
Riwa$at %en$akit )ahulu
%asien elum pe!nah men&alami sakit se!upa seelumn$a.
Riwa$at asma disan&kal.
Riwa$at %en$akit Kelua!&a
Riwa$at asma dalam kelua!&a disan&kal.
A$ah pasien se!in& atuk-atuk dan telah me!0k0k 1# tahun.
Riwa$at Imunisasi
%asien elum mendapat imunisasi apapun.
Riwa$at Kelahi!an
"
Anak lahi! ,ukup ulan( dit0l0n& 0leh idan di klinik e!salin( dan lan&sun&
menan&is.
2e!at adan lahi!: 1 k& den&an pan'an& adan lahi!: ** ,m.
C. %eme!iksaan -isik
I. 3anda 4ital:
1/ Keadaan Umum : tampak sakit sedan&( tampak sesak napas( sian0sis .-/
"/ Kesada!an : ,0mp0s mentis
1/ Nadi : 56 78menit( te!atu!( isi ,ukup.
6/ Napas : 7# 78menit .takipneu/
*/ Suhu : 17(59 :
II. Status ;ene!alis dan L0kalis
1/ 2e!at adan : 6(* k&
"/ 3in&&i adan : *< ,m
1/ Kulit : pu,at .-/( tu!&0! aik
6/ Kepala : uun-uun data!
*/ Mata : mata tidak ,ekun&( k0n'un&ti=a tidak anemis
</ 3elin&a : sek!et .-/
7/ >idun& : pe!napasan ,upin& hidun& .?/( hipe!t!0-i k0nkha .-/
@/ Mulut A ten&&0!0kan: sian0sis pe!i0!al .-/( -a!in& tidak hipe!emis( lidah
k0t0! .-/( t0nsil tidak memesa!.
5/ Lehe! : tampak !et!aksi sup!aste!nal
1#/ %a!u
a. Inspeksi : entuk dan &e!ak simet!is( !et!aksi inte!k0stalis .-/
. %alpasi : taktil -!emitus pa!u ki!i dan kanan simet!is.
,. %e!kusi : s0n0! di kedua lapan& pa!u
d. Auskultasi : !0nkhi asah halus di pa!u ki!i dan kanan
11/ Jantun& : S1 dan S" tun&&al n0!mal( mu!mu! .-/( &all0p .-/.
1"/ Ad0men
a. Inspeksi : tampak data!( !et!aksi epi&ast!ik .?/
. Auskultasi : isin& usus .?/ n0!mal
,. %alpasi : tu!&0! aik( hepa! dan limpa tak te!aa.
d. %e!kusi : timpani di selu!uh lapan& ad0men
11/ Anus A ;enitalia : tidak ada kelainan.
16/ Bkst!emitas : ak!al han&at( ,apilla!$ !e-ill C " detik( sian0sis .-/
1*/ Kelen'a! &etah enin& : tidak memesa!
D. Resume
%ada anamnesis a$i pe!empuan e!umu! " ulan ini didapatkan keluhan:
D 2atuk e!dahak dan sesak napas+ saat sesak napas( ,upin& hidun& pasien
e!&e!ak keman& kempis( dan kadan& sampai muntah.
D )emam mendadak tin&&i
1
%ada peme!iksaan -isik didapatkan : takipnea( pe!napasan ,upin& hidun&( !et!aksi
sup!aste!nal( !et!aksi epi&ast!ik( dan !0nkhi asah .?8?/
E. %eme!iksaan %enun'an&
%eme!iksaan da!ah : >em0&l0in : 11("
Leuk0sit : 1<###
3!0m0sit : *61###
>emat0k!it : 11(@
%eme!iksaan E-!a$ dada A% : tampak 'antun& tidak memesa! .:3R **F/ dan
te!dapat penin&katan ,0!akan !0nk0=askula! pada pa!u ki!i dan kanan a&ian
asal.
F. )ia&n0sis
2!0nk0pneum0nia
G. 3ata Laksana
Gksi&en : " lite!8menit
RL : 1@ tetes8 menit
:e-t!iaks0n : 1 7 1*# m& i=
;entamisin : 1 7 1# m& i=
%a!a,etam0l s$! : 1 7 H ,th
H. %!0&n0sis
Ad =itam : duia ad 0nam
Ad -un,ti0nam : duia ad 0nam
Ad sana,ti0nam : duia ad malam.
6
TINJAUAN PUSTAKA PNEUMONIA
A. PENDAHULUAN
%neum0nia me!upakan suatu pen$akit in-lamasi da!i pa!enkim pa!u sea&ai !esp0n
te!hadap in=asi a&en in-eksius $an& masuk ke dalam pa!u melalui inhalasi atau
pen$ea!an hemat0&en. Kaskade in-lamasi $an& te!'adi akan memi,u ke0,0!an plasma
dan kehilan&an su!-aktan sehin&&a dapat te!'adi k0ns0lidasi dan ke0,0!an uda!a.
Suatu a&en in-eksius $an& masuk melalui inhalasi ha!us melewati sistem pe!tahanan
tuuh aik $an& e!kaitan den&an imunitas maupun $an& mekanik a&a! isa
men$eakan pen$akit pneum0nia.
Sistem pe!tahanan tuuh $an& n0n-imun meliputi -ilt!asi ae!0dinamik da!i pa!tikel $an&
te!inhalasi e!dasa!kan uku!an dan entukn$a( !e-leks atuk( dan peme!sihan 0leh
muk0silia!is .mu,0,ilia!$ ,lea!an,e/.
Sistem pe!tahanan tuuh $an& e!si-at imun meliputi !esp0n da!i mak!0-a&( neut!0-il(
lim-0sit( dan e0sin0-il.
Keadaan $an& dapat mempe!mudah masukn$a 0!&anisme in-eksius pen$ea pneum0nia
anta!a lain:
1/ Intuasi( t!ake0st0mi( dan aspi!asi $an& men$eakan 0!&anisme in-eksius mudah
memasuki al=e0lus dan !0nkus te!minalis.
"/ )iskinesia silia!is( 0st!uksi !0nkial( in-eksi =i!us( asap !0k0k( maupun Iat kimia
te!tentu $an& dapat me!usak lapisan lendi! muk0silia!is .mu,0,ilia!$ lanket/
1/ An0!malitas anat0mi(
aspi!asi ,ai!an lamun&(
edem pulm0nal( maupun
penin&katan ali!an da!ah
pulm0nal $an& men'adi
p!edisp0sisi te!'adin$a
pneum0nia.
*
6/ Imun0de-isiensi atau imun0sup!esi 'u&a p!edisp0sisi pneum0nia.
B. PATOFISIOLOGI
In0kulasi salu!an napas 0leh 0!&anisme in-eksius akan menimulkan !esp0n in-lamasi
akut selama 1-" min&&u. Resp0n ini e!eda te!&antun& pada 'enis a&en in-eksiusn$a(
$aitu:
1/ In-eksi 4i!us
In-eksi =i!us di,i!ikan 0leh adan$a akumulasi sel m0n0nuklea! dalam sumuk0sa
dan ,elah pe!i=askula! $an& menimulkan 0st!uksi pa!sial salu!an napas
sehin&&a pada pasien timul sua!a napas tamahan e!upa !0nkhi atau wheeIin&.
"/ In-eksi akte!i
2akte!i akan men&in-eksi 'a!in&an pa!u kemudian menimulkan !eaksi
pe!adan&an 'a!in&an pa!u sehin&&a menimulkan eksudasi $an& hasiln$a $aitu
al=e0li te!isi ,ai!an se!0sa. Resp0n tuuh selan'utn$a te!di!i da!i 6 tahapan $an&
khas $aitu:
a/ K0n&esti .6 - 1" 'am pe!tama/
Bksudat se!0sa masuk ke dalam al=e0li melalui pemuluh da!ah $an&
e!dilatasi dan 0,0!.
/ >epatisasi me!ah .6@ 'am e!ikutn$a/
%a!u-pa!u tampak me!ah dan e!&!anula ka!ena e!it0!ist( -i!in( dan leuk0sit
p0lim0!-0nuklea! men&isi al=e0li.
,/ >epatisasi kelau .1 s8d @ ha!i/
%a!u-pa!u tampak kelau ka!ena leuk0sit dan -i!in men&alami k0ns0lidasi di
dalam al=e0li $an& te!se!an&.
d/ Res0lusi .7 s8d 11 ha!i/
Bksudat men&alami lisis dan di!eas0!psi 0leh mak!0-a& sehin&&a 'a!in&an
kemali pada st!uktu!n$a semula. )alam hal ini te!'adi de&ene!asi neut!0-il(
-i!in mulai hilan&( dan -a&0sit0sis akte!i.

2e!,ak-e!,ak in-ilt!at $an& te!entuk adalah e!,ak-e!,ak $an& di-us(
men&ikuti pema&ian dan pen$ea!an !0nkus dan ditandai den&an adan$a
<
dae!ah-dae!ah k0ns0lidasi te!atas $an& men&elilin&i salu!an-salu!an na-as
$an& leih ke,il.
Selama !es0lusi( de!is int!a-al=e0la!is di-a&0sit 0leh mak!0-a& al=e0la!
sehin&&a akan menu!unkan masukan uda!a dan menimulkan pe!kusi $an&
!edup. In-lamasi pada salu!an uda!a $an& leih ke,il akan menimulkan
!0nkhi( wheeIin& leih umum te!'adi pada in-eksi =i!us.
1/ In-eksi 'amu!
In-eksi 'amu! tidak umum te!'adi dan te!utama te!'adi pada pasien den&an
imun0de-isiensi( sepe!ti pada pasien AI)S atau pasien den&an kem0te!api.
C. KLASIFIKASI
Klasi-ikasi pneum0nia dapat dilakukan e!dasa!kan ee!apa hal $aitu settin& klinis(
etil0&i( m0!-0l0&i( dan &e'alan$a.
2e!dasa!kan settin& klinisn$a( pneum0nia diedakan men'adi :A% .:0mmunit$
A,Jui!ed %neum0nia/ dan >A% .>0spital A,Jui!ed %neum0nia/. :A% me!upakan
pneum0nia $an& didapatkan da!i k0munitas( sedan&kan >A% $an& 'u&a diseut
pneum0nia n0s0k0mial adalah pneum0nia $an& didapatkan da!i pe!awatan di !umah
sakit.
2e!dasa!kan etil0&in$a( pneum0nia diedakan men'adi pneum0nia akiat akte!i(
pneum0nia akiat =i!us( dan pneum0nia akiat M$,0plasma.
2e!dasa!kan m0!-0l0&in$a( pneum0nia diedakan men'adi pneum0nia inte!stitial(
pneum0nia l0a!is( pneum0nia l0ula!( dan !0nk0pneum0nia. %neum0nia inte!stitial
adalah pe!adan&an $an& menimulkan pe!uahan pada pe!i=askula! dan inte!al=e0la!.
2!0nk0pneum0nia adalah pe!adan&an pada pa!u di mana p!0ses pe!adan&ann$a ini
men$ea! mementuk e!,ak-e!,ak in-ilt!at $an& e!l0kasi di al=e0li pa!u dan dapat
pula meliatkan !0nki0lus te!minal. 2!0nk0pneum0nia se!in& e!keman& men'adi
pneum0nia l0a!is sei!in& den&an pe!keman&an in-eksin$a. %neum0nia l0a!is adalah
%neum0nia l0a!is 2!0nk0pneum0nia
7
pe!adan&an $an& meliatkan salah satu l0us pa!u se,a!a keselu!uhan. %neum0nia
l0ula!is adalah pe!adan&an $an& meliatkan leih da!i satu l0us pa!u.
2e!dasa!kan ada tidakn$a
tanda aha$a( ta!ikan dindin& dada a&ian awah ke dalam( dan -!ekuensi napas(
klasi-ikasi pneum0nia $aitu:
Kel0mp0k usia Klasi-ikasi 3anda pen$e!ita selain atuk dan atau sulit
e!napas
" ulan - C *
tahun
%neum0nia e!at 3a!ikan dindin& dada a&ian awah ke dalam
.,hest ind!awin&/
%neum0nia Napas ,epat sesuai &0l0n&an umu!:
" ulan - C 1 tahun: K *# kali8menit.
1 - C* tahun : K 6# kali8menit
2ukan %neum0nia 3idak ada napas ,epat dan tidak ada ta!ikan
dindin& dada a&ian awah ke dalam
C " ulan %neum0nia e!at Napas ,epat K <# kali8menit atau ta!ikan kuat
dindin& dada a&ian awah ke dalam
2ukan pneum0nia 3idak ada napas ,epat dan tidak ada ta!ikan
kuat dindin& dada a&ian awah ke dalam
@
Klasi-ikasi $an& te!pentin& dalam pneum0nia adalah klasi-ikasi e!dasa!kan eti0l0&i
mik!00!&anisme pen$ean$a sea se,a!a lan&sun& akan menentukan 0at $an& akan
die!ikan.
D. EPIDEMIOLOGI
Setiap tahun( in-eksi salu!an napas awah te!'adi pada 1 da!i 1 anak usia 1 tahun dan
menimulkan kematian sekita! "-1 'uta anak di selu!uh dunia. %neum0nia men&amil
pe!an 5#F da!i 'umlah kematian te!seut. Insidensi kasus pneum0nia di ne&a!a
e!keman& untuk alita adalah 1#-"#F. 3in&kat kematian te!esa! adalah pneum0nia
akiat ake!i( namun insidensi te!esa! adalah pneum0nia akiat =i!us.
)i Ind0nesia( tin&kat m0!talitas $aitu <81### den&an 'umlah kematian *#### anak pe!
tahun atau 61< anak pe! ha!i atau 1 anak pe! 6 menit.
E. FAKTOR RISIKO
a$i usia "-< ulan(
p!ematu! atau 22LR
tin&&al di dae!ah den&an p!e=alensi in-eksi salu!an napas $an& tin&&i
tidak mendapatkan ASI eksklusi-( malnut!isi
te!pa'an pada p0lusi uda!a sepe!ti asap !0k0k maupun asap i0massa
tidak mendapatkan =aksinasi $an& sesuai
F. ETIOLOGI
1/ 2a$i a!u lahi!
Streptococcus &!0up 2, Listeria monocytogenes, atau asil &!am-ne&ati-
.Escherichia coli, dan Klebsiella pneumoniae/ adalah pen$ea palin& se!in&
pada pneum0nia akte!i.
"/ 2a$i usia 1 ulan L * tahun
%en$ea pneum0nia $an& te!se!in& adalah =i!us meliputi 5#F kasus.
5
4i!us $an& se!in& men'adi pat0&enn$a te!utama RS4 .Respi!at0!$ S$n,itial
4i!us/ kemudian pa!ain-luenIa tipe 1("( dan 1( dan in-luenIa A dan 2. In-eksi
akte!i pada kel0mp0k usia ini iasan$a tidak se!in&( te!utama 0leh Streptococcus
pneumoniae, H. influenzae tipe 2 .leih 'a!an& pada anak $an& diimunisasi/( atau
Staphylococcus aureus.
1/ Anak usia C * tahun .usia mulai masuk sek0lah/
%en$ea te!se!in& adalah Mycoplasma pneumoniae( atau pneum0,0,,us $an&
dapat e!asal da!i in-eksi telin&a.
6/ Anak usia M * tahun
%neum0nia akte!ial adalah $an& palin& se!in& dan &e'ala anak iasan$a demam
dan tampak sakit sedan& atau e!at.
%neum0nia tue!kul0sis me!upakan salah satu pneum0nia $an& ,ukup se!in&
te!'adi pada anak $an& &e'alan$a a!u timul pada 1-< ulan setelah in-eksi
p!ime!.
G. KLINIS
;e'ala dan tanda pneum0nia kadan& tidak spesi-ik dan isa e!a&am te!&antun& pada usia
pasien.
1/ 2a$i a!u lahi!
1#
2a$i a!u lahi! den&an pneum0nia 'a!an& atuk( me!eka leih se!in&
memani-estasikan takipnea( !et!aksi( me!intih( dan ahkan hip0ksemia.
"/ In-ant
Klinis $an& se!in& $aitu takipnea( !et!aksi( dan hip0ksemia. Selain itu isa diikuti
atuk pe!sisten( demam( &elisah( dan tidak mau minum atau men$usui.
1/ Anak-anak
Klinis $an& se!in& $aitu demam( atuk( n$e!i dada( dehid!asi( dan leta!&i.
3anda dan &e'ala ekst!apa!u meliputi n$e!i pe!ut( pe!napasan ,upin& hidun&( dan
!et!aksi dindin& dada a&ian awah.
%ada auskultasi pa!u dapat menemukan !0nkhi( wheeIin&( penu!unan sua!a dasa!
pa!u+ pada pe!kusi te!dapat !edup+ dan pada palpasi didapatkan penu!unan taktil
dan =0kal -!emitus.
H. PEMERIKSAAN PENUNJANG
I. %eme!iksaan La0!at0!ium
1/ %eme!iksaan hemat0l0&i .te!utama hitun& leuk0sit( %!0tein :-Reakti-( LB)/
"/ %eme!iksaan sputum.
11
Sputum 'a!an& dip!0duksi 0leh anak C 1# tahun dan sampeln$a se!in&
te!k0ntaminasi 0leh -l0!a di mulut. Sputum $an& aik ha!us men&andun& M "*
%MN pe! lapan& pandan& dan C 1# sel skuam0sa pe! lapan& pandan&.
1/ Se!0l0&i
%eme!iksaan ini !elati- ,epat dan ,ukup aku!at untuk deteksi pat0&en $an& ada(
sepe!ti M.pneum0niae.
6/ Kultu! da!ah.
*/ %:R .%0l$me!ase ,hain !ea,ti0n/
II. Reme!iksaan Radi0l0&i
%eme!iksaan !adi0&!a-i me!upakan pen,it!aan p!ime! sea&ai penun'an& dia&n0sis
pneum0nia meskipun kadan& a&ak sulit untuk memedakan eti0l0&i in-eksin$a. %ada
kasus $an& ,ukup e!at( !adi0&!a-i dada dapat diulan& < min&&u setelah te!api die!ikan
untuk melihat !es0lusi da!i pneum0nia.
Radi0&!a-i dada pada kasus pneum0nia
untuk memp!ediksi eti0l0&in$a memiliki
aku!asi 6"-71F sehin&&a anamnesis(
peme!iksaan -isik( dan peme!iksaan
penun'an& la0!at0!ium memiliki pe!an
$an& ,ukup pentin& dalam mene&akkan
eti0l0&i pneum0nia.
Se,a!a umum pneum0nia akiat =i!us
memiliki &ama!an !adi0&!a-i dada e!upa
pat,h in-ilt!at pe!ihila!( hipe!in-lasi( dan
atelektasis. %ada pneum0nia akiat akte!i+
&ama!an !adi0&!a-i $an& dapat ditemukan
e!upa in-ilt!at unil0a!is( k0ns0lidasi l0a!is atau al=e0la! den&an !0nk0&!am uda!a
$an& kadan& dise!tai e-usi pleu!a+ &ama!an pneumat0kel dan ases pa!u te!utama ka!ena
S. Aureus. ;ama!an !adi0&!a-i untuk in-eksi M$,0plasma umumn$a ,ukup e!=a!iasi( di
1"
mana pada awal in-eksi ,ende!un& e!upa !etikule! dan inte!stitial lalu e!keman&
men'adi in-ilt!at dan k0ns0lidasi se&mental den&an aden0pati hilus dan e-usi pleu!a.
I. DIAGNOSIS
)ia&n0sis pneum0nia dite&akkan apaila adan$a atuk dan atau kesulitan e!napas
ditamah den&an hal e!ikut:
)emam
R0nkhi pada auskultasi pa!u
Kepala te!an&&uk-an&&uk
%e!napasan ,upin& hidun&
Ret!aksi ke dalam dindin& dada a&ian awah
F0t0 p0l0s dada menun'ukkan &ama!an pneum0nia .te!utama in-ilt!at dan
k0ns0lidasi/
)alam keadaan e!at dapat di'umpai:
3idak dapat men$usu atau minum atau memuntahkan semuan$a
Ke'an&( leta!&is( atau tidak sada!
Me!intih .&!untin&/
Sian0sis
J. TATA LAKSANA
I. 3e!api antii0tik
Ampisilin8am0ksisilin ."*-*# m&8k&8kali i= atau im tiap < 'am/ dan kl0!am-enik0l
."* m&8k&8kali im atau i= tiap < 'am/ atau
Ampisilin8am0ksisilin sa'a
Sea&ai alte!nati-( e!i se-t!iaks0n .@#-1## m&8k& im atau i= sekali seha!i/.
11
%en&0atan dipantau selama "6 'am selama 7" 'am pe!tama. 2ila anak
meme!ikan !esp0n $an& aik( maka die!ikan selama * ha!i. Selan'utn$a te!api
dilan'utkan di !umah atau di !umah sakit den&an ampisilin8am0ksilin 0!al .1*
m&8k&8kali 1 kali seha!i/ untuk * ha!i e!ikutn$a.
2ila anak tidak memaik dalam 6@ 'am( maka ila memun&kinkan diuat -0t0
p0l0s dada. ;anti antii0tik den&an &entamisin .7(* m&8k& im8i= sekali seha!i/
dan kl0ksasilin .*# m&8k& im atau i= tiap < 'am/ apaila didu&a pneum0nia
sta-il0k0kal .pneumat0kel( pneum0t0!aks( atau empiema pada -0t0 p0l0s dada
ditun'an& adan$a S.aureus pada hapusan sputum atau empiema/. 2ila anak
memaik( lan'utkan kl0ksasilin .atau dikl0ksasilin/ 0!al 6 kali seha!i sampai
se,a!a keselu!uhan men,apai 1 min&&u.
II. 3e!api 0ksi&en
2e!ikan 0ksi&en pada semua anak den&an pneum0nia san&at e!at
2ila te!sedia pulse 07imet!$( &unakan sea&ai panduan te!api 0ksi&en .e!ikan pada
anak den&an satu!asi G" C 5#F( ila te!sedia 0ksi&en $an& ,ukup/. Lakukan pe!i0de
u'i ,0a tanpa 0ksi&en tiap ha!in$a pada anak $an& stail. >entikan peme!ikan
0ksi&en ila satu!asi tetap stail M 5#F.
;unakan nasal p!0n& untuk men&hanta!kan 0ksi&en pada a$i( maske! wa'ah atau
maske! kepala tidak di!ek0mendasikan. Lan'utkan peme!ian 0ksi&en sampai tanda-
tanda hip0ksia .sepe!ti !et!aksi dindin& dada a&ian awah $an& e!at atau napas K 7#
kali8menit/ tidak ditemukan la&i.
III. 3e!api tamahan
1/ %a!asetam0l
)ie!ikan ila anak dise!tai demam.
"/ 2!0nk0dilat0! ke!'a ,epat
)ie!ikan apaila pada auskultasi pa!u te!den&a! wheeIin&
%en&&unaan !0nk0dilat0! pada pneum0nia seaikn$a tidak !utin dilakukan.
In-eksi akte!i pada salu!an napas awah 'a!an& memi,u se!an&an asma(
wheeIin& $an& timul pada pasien umumn$a dika!enakan in-lamasi salu!an napas
16
ataupun sumatan mukus $an& tidak !esp0nsi- te!hadap !0nk0dilat0!. Namun
pada in-eksi =i!us pada anak dapat memi,u asma sehin&&a te!'adi !0nk0spasme
$an& !esp0nsi- te!hadap !0nk0dilat0!.
2ila te!dapat sek!et kental di ten&&0!0kan $an& tidak dapat dikelua!kan 0leh anak(
hilan&kan den&an su,ti0n se,a!a pe!lahan.
I4. 3e!api ,ai!an dan nut!isi
1/ %astikan anak mempe!0leh keutuhan ,ai!an !umatan sesuai usia anak
"/ An'u!kan peme!ian ASI dan ,ai!an 0!al
1/ Jika anak tidak mau minum( pasan& pipa nas0&ast!ik dan e!ikan ,ai!an !umatan
den&an -!ekuensi se!in& dan dalam 'umlah sedikit. Jika asupan 0!al men,ukupi(
'an&an men&&unakan pipa nas0&ast!ik untuk menin&katkan asupan sea akan
menin&katkan !isik0 pneum0nia aspi!asi. Jika 0ksi&en die!ikan e!samaan
den&an ,ai!an nas0&ast!ik( pasan& keduan$a pada luan& $an& sama.
6/ 2u'uk anak untuk makan se&e!a setelah anak isa menelan makanan. 2e!i
makanan $an& sesuai den&an keutuhan dan kemampuan anak dalam
men,e!nan$a.
4. Rawat Inap
%ada anak usia sek0lah( umumn$a tidak te!lalu meme!lukan !awat inap sea !esp0n
$an& aik te!hadap pen&0atan antii0tik se,a!a 0!al. Antii0tik &0l0n&an mak!0lid
e!&una pada kel0mp0k usia ini dika!enakan kean$akan pen$ean$a adalah akte!i
dan 0!&anisme atipikal.
%ada anak C * tahun+ umumn$a leih an$ak $an& meme!lukan !awat inap e!kaitan
den&an status hid!asin$a( de!a'at hip0ksia( dan pe!lun$a te!api ,ai!an $an& leih
lan'ut.
K. PROFILAKSIS
1*
%!0-ilaksis te!hadap pneum0nia pada anak dilakukan den&an =aksinasi pneum0k0kal
.%:4/ $an& die!ikan die!ikan 6 kali $aitu pada usia " ulan( 6 ulan( < ulan( dan pada
usia anta!a 1"-1* ulan.
%ada anak $an& elum mendapatkan %:4 sampai umu! K 1 tahun( %:4 die!ikan " kali
den&an inte!=al " ulan. %ada usia "-* tahun %:4 die!ikan 1 kali.
)en&an adan$a =aksinasi ini( maka akan men&u!an&i ke'adia invasive Pneumococcal
isease .I%)/( !adan& pa!u .Pneumonia/( 0titis media( nasopharyngeal carriage
infection, ataupun occult bacteremia.
Kean$akan anak-anak di atas " tahun dan 0!an& dewasa mempun$ai suatu !esp0n
anti&en dalam "-1 min&&u setelah =aksinasi. Sekita! *#F pasien $an& di=aksinasi timul
keluhan e!itema dan8atau !asa sakit di l0kasi suntikan+ sekita! 1F timul demam( dan
mial&ia+ dan * da!i 1 'uta 0!an& $an& di=aksinasi timul !eaksi ana-ilaksis atau !eaksi
se!ius $an& lain.
L. KOMPLIKASI
D B-usi pleu!a
D Bmpiema
D %i0pneum0th0!a7
D %neum0th0!a7
D Ases pa!u
D Sepsis
D ;a&al Napas
1<
DAFTAR PUSTAKA
2eh!man RB( 4au&han 4:( 155"( !elson "lmu Kesehatan Ana# 2a&ian II Bdisi 1"( B;::
Jaka!ta.
2en'amin ;ast0n( "##"( Pneumonia( Pe$iat. %ev. "##"+"1+11
2ennett( N.>.( "##5( Pneumonia( http:88emedi,ine.meds,ape.,0m8a!ti,le85<7@"".
%!i,e SA( Nils0n LM( 155*( Patofisiologi& Konsep Klinis Proses'Proses Penya#it Bdisi
*( B;:: Jaka!ta.
Retn0 Asih S.( Landia S(. Makmu!i M.S.( "##<( Pneumonia dalam Naskah Len&kap
:0ntinu0us Medi,al Bdu,ati0n Ilmu Kesehatan Anak EEE4I( FK-UNAIR( Su!aa$a.