Anda di halaman 1dari 10

HAL PENTING MENGENAI UNSUR BROM (Br)

MAKALAH
diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Radiokimia





oleh
Kiki Maya Wulandari (1100067)






JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2014
Brom merupakan unsur dengan nomor
atom 35 dengan konfigurasi [Ar]3d
10
4s
2
4p
5
,
brom termasuk dalam golongan VIIA dan
periode 4. Pada suhu ruangan, brom berwujud
cair dengan warna merah kecoklatan. Titik leleh
dari unsur ini adalah -7,2
0
C dan titik didih
58,8
0
C. Jari-jari atom dari brom yang tidak
berikatan adalah 1,850 , sedangkan jari-jari
kovalennya adalah 1,17 . Menurut skala Pauling, keelektronegatifan brom adalah 2,960
dan energi ionisasi sebesar 324,577 kJ/mol.
Brom bersifat korosif dan beracun dengan intensitas sifat di antara klor dan iodin.
Bromin dalam keadaan bebas, namun terdapat sebagai mineral kristalin garam halida tidak
berwarna yang mudah larut mirip dengan garam dapur. Unsur ini dapat diekstraksi dari air
laut. Ekstraksi brom paling banyak dihasilkan dari laut di daerah USA, China, dan Israel.
Pada suhu tinggi, senyawa organobromin secara cepat berubah menjadi atom brom
bebas, proses ini mengakibatkan penghentian radikal kimia bebas pada rantai reaksi. Hal ini
menyebabkan senyawa organobromin sangat berguna sebagai penghambat kebakaran.
Setengah dari produksi brom secara industri di dunia setiap tahunnya dimanfaatkan untuk
hal ini. Namun, sifat ini juga menyebabkan sinar matahari mengubah senyawa
organobromin volatile menjadi atom brom bebas yang dapat bereaksi dengan ozon, sehingga
menyebabkan semakin menipisnya ozon di atmosfer.

A. Sejarah Penemuan Brom (Br)
Brom ditemukan oleh ilmuwan kimia, Antoine-Jrme Balard. Ia menemukan brom
ketika menyelidiki air asin dari Montpellier, Prancis. Ia mengambil konsentrat residu yang
merupakan sisa setelah sebagian besar air asin diuapkan dan dilewatkan gas klor. Dari percobaan
tersebut ia membebaskan cairan jingga kemerahan yang ia simpulkan sebagai unsur baru.
Penemuan ini ia publikasikan di jurnal akademi Prancis pada tahun 1826.
Sebelum Antoine-Jrme Balard melakukan penelitian tersebut, tahun sebelumnya Carl
Lwig (siswa dari Heidelberg) menunjukkan sampel brom kepada profesornya yang ia temukan
dari air yang berasal dari air terjun alami di Keruznach, German. Ketika ia berusaha
mengumpulkan brom lebih banyak, Balard mempublikasikan hasilnya dan bromin diakui sebagai
penemuan dari Balard. Penemuan ini membuat Balard mendapatkan penghargaan dan
memberikan nama atas unsur tersebut dengan bahasa yunani yang artinya berbau busuk yaitu
bromos.
B. Kegunaan Brom
Para peneliti dari Universitas Venderbilt untuk pertama kalinya menetapkan
bahwa brom adalah salah satu unsur kimia yang terjadi secara alamiah di alam semesta
yang merupakan unsur ke-28 yang penting bagi perkembangan jaringan di semua hewan
dari makhluk laut primitif hingga manusia. Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa
tanpa brom maka tidak ada kehidupan hewan di bumi.
Selain menjadi salah satu unsur esensial perkembangan jaringan hewan, brom
juga dimanfaatkan dalam berbagai bidang di kehidupan manusia. Beberapa contoh
penggunaan brom adalah sebagai berikut:
1. Pemurnian air
Salah satu penggunaan utama brom adalah pemurnian air atau desinfektan bagi air.
Senyawa brom digunakan untuk memperlakukan air dalam kolam renang dan bak
pemandian air panas. Selain itu, senyawa brom juga digunakan untuk mengontrol
pertumbuhan alga dan bakteri dalam proses industri.
2. Bidang pertanian
Senyawa brom efektif sebagai pestisida, digunakan untuk pengasapan tanah dalam
pertanian yang berguna untuk pertumbuhan buah. Selain itu, pengasapan juga dapat
berguna untuk mencegah serangan hama pada lumbung padi dan lumbung hasil pertanian
lainnya.
3. Kesehatan
Senyawa brom merupakan salah satu bahan penting penyusun berbagai obat-obatan.
Senyawa bromin adalah bahan aktif dalam beberapa obat yang digunakan untuk penderita
pneumonia dan ketergantungan kokain. Selain itu, beberapa obat yang mengandung
senyawa bromin dicobakan untuk perlakuan terhadap penyakit Alzheimer dan generasi
baru dari anti kanker dan obat AIDS.
4. Fotografi
Beberapa senyawa brom digunakan untuk membuat komponen yang sensitif cahaya
dari emulsi fotografi. Tanpa bromin, senyawa tidak akan cukup menangkap cahaya.
Senyawa brom yang lain juga digunakan sebagai bahan pengembangan fotografi.

5. Penggunaan pada mobil
Zaman dahulu, senyawa brom digunakan dalam bahan bakar bertimbal sebagai unsur
pokok anti-knock fluid. Sekarang, senyawa brom ini sedang diuji dalam baterai mobil
elektrik yang didesain tidak menghasilkan emisi.
C. Jenis Reaksi Brom
1. Reaksi brom dengan ozon
Brom, Br
2
tidak reaktif terhadap oksigen, O
2
atau nitrogen, N
2
. Namun, brom
bereaksi dengan ozon, O
3
pada suhu -78
0
C membentuk dioksida yang tidak stabil,
brom(IV)oksida, BrO
2
.
Br
2
(l) + 2O
3
(g) O
2
(g) + 2BrO
2
(s) [coklat]
2. Reaksi brom dengan air
Dalam larutan brom (pelarut air) terjadi reaksi kesetimbangan antara brom dan air
yang menghasilkan hipobromit, OBr.
Br
2
(l) + H
2
O(l) OBr
-
(aq) + 2H
+
(aq) + Br
-
(aq)
3. Reaksi brom dengan hidrogen
Uap brom dan hidrogen dapat bereaksi dengan menghasilkan sedikit ledakan bila
diberikan api. Pada reaksi ini terbentuk gas hidrogen bromida.
Br
2
(g) + H
2
(g) 2HBr(g)
4. Reaksi brom dengan halogen
a. Reaksi brom dengan fluor
Brom bereaksi dengan fluor, F
2
dalam fasa gas membentuk spesi interhalogen,
BrF. Hasil ini sulit didapatkan dalam keadaan murninya karena BrF tidak
seimbang pada suhu ruang sehingga BrF membentuk senyawa lain seperti Br
2
,
BrF
3
, dan BrF
5
.
Br
2
(g) + F
2
(g) 2BrF(g)
3BrF(g) Br
2
(l) +BrF
3
(l)
5BrF(g) 2Br
2
(l) +BrF
5
(l)
Di bawah kondisi dengan energi yang lebih besar, fluor berlebih bereaksi dengan
bromin, Br
2
pada suhu 150
0
C untuk membentuk spesi interhalogen, BrF
5
.
Br
2
(l) +5F
2
(g) 2BrF
5
(l)

b. Reaksi brom dengan klor
Klor, Cl
2
bereaksi dengan brom, Br
2
dalam fasa gas untuk membentuk spesi
interhalogen yang tidak stabil, brom(I)klorida, BrCl.
Cl
2
(g) +Br
2
(g) 2BrCl(g)
c. Reaksi brom dengan iodium
Brom, Br
2
juga bereaksi dengan iodin, I
2
pada suhu ruangan yang membentuk
spesi interhalogen, brom(I)iodida, BrI.
Br
2
(l) + I
2
(s) 2BrI(s)
5. Reaksi brom dengan alkena
Alkena dapat bereaksi dengan brom cair murni pada keadaan dingin atau dengan
larutan bromin dalam suatu pelarut organik seperti tetraklorometana. Dalam reaksi
tersebut, ikatan rangkap pada alkena putus dan atom brom menyerang kepada setiap
atom karbon. Brom kehilangan warnanya yang merah kecoklatan dan berubah
menjadi cairan dengan warna yang memudar. Dalam reaksi bromin dan etena
dihasilkan 1,2-dibromoetana.

6. Reaksi brom dengan fosfor
Semua halogen (termasuk brom) bereaksi dengan fosfor, yang membentuk fosfor(III)
halida, PX
3
. Terdapat dua jenis fosfor, yaitu fosfor merah dan fosfor putih. Fosfor
putih yang memiliki rumus kimia P
4
lebih reaktif dibandingkan fosfor merah yang
memiliki rumus kimia P.
P
4
+ 6Br
2
4PBr
3
2P + 3Br
2
2PBr
3
Dalam brom berlebih, fosfor bereaksi membentuk fosfor(V)bromida.
P
4
+10Br
2
4PBr
5

Sebenarnya reaksi reversible antara fosfor(III)bromida dan fosfor(V)bromida dapat
terjadi.
PBr
3
+ Br
2
PBr
5


7. Reaksi brom dengan natrium
Seluruh halogen bereaksi dengan natrium menghasilkan natrium halida. Natrium
panas akan terbakar dalam uap brom untuk menghasilkan natrium bromida yang
memiliki warna nyala jingga dan padatan putih.
2Na(s) + Br
2
(g) 2NaBr(s)
8. Reaksi brom dengan besi
Besi yang dibakar dalam uap halogen dapat membentuk besi(III)halida, kecuali iodin
yang akan membentuk besi(II)iodide karena iodin memiliki kereaktifan yang rendah.
Besi yang direaksikan dengan brom dapat membentuk besi(III)bromida. Reaksi ini
bisa terjadi bila uap brom dilewatkan di atas besi yang panas. Besi(III)bromida
anhidrat yang terbentuk biasanya berupa padatan berwarna coklat kemerahan.
2Fe(s) + 3Br
2
(g) 2FeBr
3
(s)
9. Reaksi brom dengan natrium hidroksida
Brom dapat bereaksi dengan larutan natrium hidroksida pada suhu rendah hingga
suhu ruang membentuk natrium bromat(V). Jika direaksikan pada suhu 0
0
C dapat
terjadi reaksi yang menghasilkan larutan natrium bromat(I).
6NaOH + 3Br
2
5NaBr + NaBrO
3
+ 3H
2
O T= 25
0
C
2NaOH + 3Br
2
NaBr + NaBrO + 3H
2
O T= 0
0
C
10. Reaksi brom dengan fenol
Jika larutan brom ditambahkan pada larutan fenol dalam air, larutan brom
decolourised dan endapan putih terbentuk dengan bau seperti antiseptic. Reaksi
pengendapan 2,4,6-tribromofenol adalah sebagai berikut

11. Reaksi brom dengan benzen
Benzene dapat bereaksi dengan brom bila ditambah katalis. Reaksi ini dapat
berlangsung pada suhu ruang dengan katalis alumunium bromida atau besi.
Sebenarnya besi tidak langsung dapat menjadi katalis melainkan bereaksi terlebih
dahulu dengan brom untuk membentuk besi(III)bromida, FeBr
3
yang merupakan
katalis sesungguhnya dalam reaksi ini. FeBr
3
ini dapat berperan seperti AlBr
3
pada
reaksi brominasi benzen.
2Fe +3Br
2
2FeBr
3
Reaksi benzen dengan bromin dapat dituliskan seperti persamaan reaksi di bawah ini:

12. Reaksi brom dengan alumunium
Logam dan non logam dapat bergabung membentuk senyawa ionik. Salah satu reaksi
yang menunjukkan hal tersebut adalah reaksi antara alumunium dan brom yang
menghasilkan alumunium bromat yang dalam proses reaksinya akan timbul percikan
api dan asap.
2Al(s) + 3Br
2
(l) 2AlBr
3
(s)
D. Isotop Brom
Isotop brom yang diketahui hingga saat ini terdapat lebih dari 31 buah, namun hanya ada
dua isotope brom yang stabil. Dua isotop yang stabil itu adalah
79
Br dengan kelimpahan
50,69% dan
81
Br dengan kelimpahan 49,31%. Data isotop brom yang diketahui hingga
saat ini dituliskan pada table di bawah ini.
No. Isotop Massa Atom Waktu Paruh Mode Peluruhan Energi Peluruhan
1
67
Br 66.96479 N/A PE
66
Se 1635.keV
2
68
Br 67.958516 1.5s PE
67
Se 560.keV
3
69
Br 68.950106 24.ns PE
68
Se 450.keV
4
70
Br 69.944792 79.1ms
+

70
Se 9598.keV
5
71
Br 70.93874 21.4 s
+

71
Se 5031.keV
6
72
Br
71.9366445 1.31m
+

72
Se 7857.keV
7
73
Br
72.9316915 3.33m
+

73
Se 3566.5keV
8
74
Br
73.929891034 25.333m
+

74
Se 5884.5keV
9
75
Br
74.925776207 1.61h
+

75
Se 2007.8keV
10
76
Br
75.924541469 16.19h
+

76
Se 3940.68keV
11
77
Br
76.921379082 2.376505d
+

77
Se 342.48keV
12
78
Br 77.921145706 6.467m
+

77
Se 2551.58keV

-

78
Kr 727.42keV
13
79
Br
78.918337087 Stabil Stabil
14
80
Br 79.918529296 17.683m
-

80
Kr

+

80
Se
2003.02keV
848.263keV
15
81
Br
80.916290563 Stabil Stabil
16
82
Br
81.916804119 1.470139d
-

82
Kr 3093.044keV
17
83
Br
82.915180421 2.39h
-

83
Kr 972.78keV
18
84
Br
83.916478974 31.833m
-

84
Kr 4631.7keV
19
85
Br
84.915608403 2.833m
-

85
Kr 2870.keV
20
86
Br
85.918797577 0.9183m
-

86
Kr 7626.keV
21
87
Br 86.920711324 55.65s
-

87
Kr

-
n
86
Kr
6852.5keV
1337.3keV
22
88
Br 87.924065926 16.36s
-

88
Kr

-
n
87
Kr
8960.keV
1906.keV
23
89
Br 88.926385334 4.4s
-

89
Kr

-
n
88
Kr
8155.keV
3049.2keV
24
90
Br 89.930627737 1.91s
-

90
Kr

-
n
89
Kr
10350.keV
4035.5keV
25
91
Br 90.933968095 541.ms
-

91
Kr

-
n
90
Kr
9802.keV
5390.2keV
26
92
Br 91.939258714 343.ms
-

92
Kr

-
n
91
Kr
12204.9keV
6658.9keV
27
93
Br 92.94305 102.ms
-
n
92
Kr

-

93
Kr
7665.keV
10969.keV
28
94
Br 93.94868 70.ms
-
n
93
Kr

-

94
Kr
8142.keV
13339.keV
29
95
Br 94.95287 50.ms
-

95
Kr 12137.keV
30
96
Br 95.95853 20.ms
-

96
Kr 14401.keV
31
97
Br 96.9628 10.ms
-

97
Kr 13264.keV


Referensi
http://www.periodictable.com/Isotopes/
http://www.rsc.org/periodic-table/element/35/bromine/
http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/brom/
http://www.chemguide.co.uk/inorganic/group7/otherreactions.html
http://www.bromine-info.org/Bromine-Applications/
http://www2.uncp.edu/home/mcclurem/reactions/aluminum.html