Anda di halaman 1dari 94

PEKERJAAN :

JEMBATAN SEI. AIR GADANG


KABUPATEN PASAMAN BARAT
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA

J ln. T.Tambusai Komp.Paninsula Blok B No.4 Pekanbaru-28282
Telp. 0761-571309, Fax. 571703 E-mail : visi_gemilang@yahoo.com
P.T. VISITECH GEMILANG
Engineering & Management Consultants
SATUAN NON VERTIKAL TERTENTU PERENCANAAN
DAN PENGAWASAN JALAN DAN JEMBATAN ( P2JJ )
PROPINSI SUMATERA BARAT
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum

SATUAN NON VERTIKAL TERTENTU PERENCANAAN
DAN PENGAWASAN JALAN DAN JEMBATAN ( P2JJ )
PROPINSI SUMATERA BARAT
J ln. T.Tambusai Komp.Paninsula Blok B No.4 Pekanbaru-28282
Telp. 0761-571309, Fax. 571703 E-mail : visi_gemilang@yahoo.com
P.T. VISITECH GEMILANG
Engineering & Management Consultants
PEKERJAAN :
JEMBATAN SEI. AIR GADANG
KABUPATEN PASAMAN BARAT
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




i
p.t. visitech gemilang
KATA PENGANTAR


Pembangunan jembatan Sungai Air Gadang Kabupaten Pasaman
Barat merupakan peningkatan kualitas dibidang pelayanan transportasi di
wilayah bagian utara propinsi Sumatera Barat, disamping itu pembangunan
ini juga menunjang dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian
masyarakat di kedua kabupaten tersebut dan pembangunan jembatan ini
juga dapat memberikan dampak positif maupun dampak negatif.

Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor
11 Tahun 2006, tentang J enis Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL), menetapkan bahwa
kegiatan pembangunan ketiga lokasi jembatan tersebut di atas termasuk
kegiatan yang tidak tergolong sebagai kegiatan wajib AMDAL, tetapi
diwajibkan untuk membuat studi kelayakan lingkungan yaitu Upaya
Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
(UKL-UPL).
.
Semoga dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya
Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) pembangunan jembatan Sungai Air
Gadang Kabupaten Pasaman Barat dapat bermanfaat dan berguna dalam
perencanaan pembangunan dan pengelolaan serta pemantauan lingkungan
hidup..

Padang, J uli 2010
Hormat kami,




Penyusun





PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




ii
p.t. visitech gemilang
DAFTAR ISI


halaman
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
I PENDAHULUAN I. 1
1.1. Latar Belakang I. 1
1.2. Tujuan dan Kegunaan Kegiatan I. 3
1.3. Tujuan dan Kegunaan UKL-UPL I. 3
1.4. Peraturan I. 4
II. RUANG LINGKUP RENCANA KEGIATAN II. 1
2.1. Gambaran Umum Wilayah Studi II. 1
2.2. Lingkup Rencana Kegiatan II. 2
2.3. Lingkup Studi II. 6
2.4. Wilayah Studi II. 9
III. RONA LINGKUNGAN HIDUP III. 1
3.1. Fisika-Kimia III. 1
3.2. Biologi III. 14
3.3 Sosial Ekonomi Budaya III. 15
IV. DAMPAK LINGKUNGAN YANG TERJADI IV. 1
4.1. Tahap Prakonstruksi IV. 1
4.2. Tahap Konstruksi IV. 2
4.3. Tahap Operasi IV. 6
V. PROGRAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP V. 1
5.1. Tahap Prakonstruksi V. 1
5.2. Tahap Konstruksi V. 3
5.3. Tahap Operasi V. 14
VI. PROGRAM PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP VI. 1
6.1. Tahap Prakonstruksi VI. 1
6.2. Tahap Konstruksi VI. 3
6.3. Tahap Operasi VI. 16
DAFTAR PUSTAKA iii
LAMPIRAN







PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




iii
p.t. visitech gemilang
DAFTAR TABEL
halaman
2.1. J enis alat berat dan kendaraan yang diperlukan untuk
pembangunan jembatan dan mobilisasinya.
II-3
2.2. Kebutuhan tenaga kerja pembangunan jembatan selama konstruksi II-4
2.3. Kebutuhan Pondasi Tiang Pancang J embatan Air Gadang II-5
2.4. Parameter, Metode Pengukuran/Analisis dan Peralatan Yang
Digunakan Untuk Kualitas Tanah
II-7
2.5. Metode dan Peralatan Analisis Kualitas Udara Ambien II-8
2.6 Parameter dan Metode Analisis Kualitas Air Permukaan (Air
Sungai)
II-8
2.7. Parameter dan Metode Analisis Kualitas Air Tanah Dangkal (Air
Sumur)
II-9
3.1 Kondisi Iklim Di Lokasi Kegiatan dan Sekitarnya III-1
3.2. Data Curah Hujan, Suhu Udara, Kelembaban Udara dan Kecepatan
Angin di Daerah Sukamenanti dan Sekitarnya (2000-2005)
III-1
3.3. Kualitas Air sungai Air Gadang Pada Rencana Peningkatan
Pembangunan J embatan Air Gadang Kabupaten Pasaman Barat
III-5
3.4. Hasil analisis kualitas air Sungai Air Gadang pada rencana
pembangunan jembatan Air Gadang, Kabupaten Pasaman Barat
III-6
3.5. Kualitas Udara Ambien di Rencana Lokasi Pembangunan Air
Gadang, Kabupaten Pasaman Barat
III-7
3.6. Hasil pengukuran tingkat kebisingan pada rencana pembangunan
J embatan Air Gadang, Kabupaten Pasaman Barat III-8
3.7. Hasil pengukuran getaran pada rencana pembangunan Jembatan Air Gadang
Kabupaten Pasaman Barat III-9
3.8. Hasil analisis sifat fisik tanah di lokasi kegiatan III-10
3.9. Hasil Prediksi Laju Erosi tanah di Lokasi kegiatan III-11
3.10. Tingkat Bahaya Erosi di Lokasi kegiatan III-11
3.11. Hasil Perhitungan Laju Erosi, TBE dan Kelas/Skala Erosi di Lokasi
kegiatan
III-11
3.12. Jenis Flora disekitar Lokasi Kegiatan III-12
3.13. Jumlah Penduduk Kecamatan Pasaman Menurut Kelompok Umur III-14
3.14. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Pekerjaan III-15
3.15. Jumlah Kunjungan Pasien yang berkunjung ke Puskesmas di Kecamatan
Pasaman menurut penyakit Utama
III-17
4.1 Matrik Identifikasi Dampak Kegiatan Pembangunan Jembatan Peningkatan
Pembangunan Jembatan Air gadang Terhadap Komponen Lingkungan
IV-8
4.2. Matrik Komponen dampak lingkungan Kegiatan Peningkatan Pembangunan
Jembatan Air Gadang
IV-9
5.1. Matrik Program Pengelolaan Lingkungan Hidup Kegiatan Peningkatan
Pembangunan Jembatan Air Gadang Kabupaten Pasaman Barat
V-19
6.1. Parameter, alat dan metoda analisa kandungan gas VI-4
6.2. Parameter, alat dan metoda analisa kualitas air sungai untuk
pelaksanaa pemantauan
VI-8
6.3. Matrik Program Pemantauan Lingkungan Hidup Kegiatan Peningkatan
Pembangunan Jembatan Air Gadang Kabupaten Pasaman Barat.
VI-21
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




iv
p.t. visitech gemilang

DAFTAR PUSTAKA

1. Srikandi Fardiaz, 1992, Polusi Air dan Udara, cetakan ke 9, Penerbit
Kanisius, Yokyakarta,

2. Setiaty Pandia, Amir Husin, Zuhrina Masyitah, 1995, Kimia
Lingkungan, Dirjen DIKTI Depdikbud, J akarta.

3. Philip Kristanto, 2002, Ekologi Industri, Penerbit Andi Offset,
Yokyakarta

4. Samin, 2006, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL),
Penerbit Universitas Muhammadiyah Malang, Malang

5. F Gunawarman Suratmo, 2004, Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan, Penerbit Gadjah Mada University Prsess, Yogyakarta.








PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

I - 1
p.t. visitech gemilang
BAB I
PENDAHULUAN


1.1. LATAR BELAKANG
Kebijakan Pemerintah Daerah Propinsi Sumatera Barat yang tertuang dalam
Rencana Pembangunan J angka Menengah Daerah (RPJ MD) Tahun 2006 2010 pada
Agenda Peningkatan Sarana dan Prasarana Transportasi yaitu mengembangkan,
meningkatkan dan memelihara sarana dan prasarana jalan raya. Pengembangan,
peningkatan dan pemeliharaan prasarana jalan dilakukan dalam rangka meningkatkan
aksesibilitas antar wilayah yang diperlukan untuk mengembangkan perekonomian daerah
dan pelayanan masyarakat. Implementasi dari pelaksanaan RPJ MD tersebut terjabarkan
dalam Program Pembangunan J alan dan J embatan dengan salah satu kegiatan yang
dilaksanakan pada Tahun 2010 oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian
Umum Direktorat J enderal Bina Marga adalah pembangunan jembatan sebagai sarana
penunjang transportasi dan pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan dan utara dari Provinsi
Sumtera Barat. wilayah Utara Kabupaten Pasaman Barat yang berbatasan dengan Provinsi
Sumatera Utara.
Kabupaten Pasaman Barat yang terletak pada kondisi geografis terletak pada
0
0
59 2
0
28 lintang selatan dan 109
0
19 101
0
18, dengan rata-rata kepadatan penduduk
pada tahun 2008 berkisar 84 orang km
2
dengan sektor unggulan dari pertumbuhan ekonomi
berasal dari sektor perkebunan, perindustrian, perdagangan, pertanian, pertambangan,
perikanan kelautan dan lain-lain. Melihat perkembangan pembangunan dan pertumbuhan
ekonomi yang terus meningkat di Kabupaten Pasaman Barat serta untuk mengantisipasi
perkembangan kemajuan kota, pemerintah Kabupaten Pasaman Barat terus meningkatkan
potensi sumber daya alamnya yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Salah satu kendala dari pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dalam
mengembangkan kota dan mobilisasi kendaraan yang bergerak dibidang perekonomian
terus meningkat tiap tahunnya yang kurang didukung dengan kualitas jalan dan jembatan
yang belum memadai. Selama ini mobilisasi barang dan jasa masyarakat Kabupaten
Pasaman Barat tersebut untuk menuju pusat Kota baik untuk keperluan perdagangan,
pendidikan dan sebagainya hanya menggunakan jembatan yang tidak dapat dilalui secara
sekaligus dua kendaraan atau hanya satu kendaraan yang bisa melintas jembatan tersebut.
Menyadari hal tersebut maka mulai sejak tahun anggaran 2009 Pemerintah Republik
Indonesia melalui Satuan Non Vertikal Tertentu Perencanaan dan Pengawasan J alan dan
J embatan (P2J J ) Provinsi Sumatera Barat telah merencanakan pembangunan jembatan Sei.
Air Gadang Kabupaten Pasaman Barat.
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

I - 2
p.t. visitech gemilang
Pembangunan jembatan selain memberikan dampak positif terhadap
perkembangan wilayah di Kabupaten tersebut dan meningkatkan pertumbuhan
perekonomian masyarakat, pelaksanaan kegiatan pembangunan jembatan ini juga
berpeluang menimbulkan dampak negatif pada lingkungan. Untuk mengantisipasi dan
mengendalikan dampak negatif serta meningkatkan dampak positif, maka sejak dari proses
perencanaan pembangunan J embatan ini perlu dilengkapi dengan Studi Kelayakan
Lingkungan. Sesuai dengan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan
dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dinyatakan bahwa setiap rencana kegiatan yang
diperkirakan menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan wajib dilengkapi
dengan analisis mengenai dampak lingkungan, yang pelaksanaannya diatur dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan (AMDAL).
Dalam penjelasan Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 1999 tersebut
dikemukakan bahwa untuk kegiatan yang tidak menimbulkan dampak besar dan penting dan
atau dampak yang ditimbulkan secara teknologi dapat dikelola, maka tidak diwajibkan
menyusun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), tetapi harus dilengkapi dengan
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
(UKL/UPL). Begitu juga sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor
11 Tahun 2006 tentang J enis Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi AMDAL,
maka kegiatan Pembangunan J embatan ini bukan dikategorikan jenis kegiatan yang wajib
menyusun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Oleh sebab itu studi kelayakan
lingkungan rencana kegiatan Pembangunan J embatan hanya dikategorikan wajib menyusun
studi Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
(UKL/UPL) sebagai acuan bagi pelaksana dalam melakukan pengelolaan dan pemantauan
lingkungan.
1.2. TUJUAN DAN KEGUNAAN KEGIATAN
1.2.1. Tujuan
Tujuan pembangunan jembatan ini adalah dalam rangka pengembangan dan meningkatkan
pertumbuhan ekonomi wilayah Kabupaten Pasaman Barat.

1.2.2. Kegunaan
Kegunaan Pembangunan J embatan adalah :
1. Meningkatkan aksesibilitas transportasi masyarakat di Kabupaten Pasaman Barat;
2. Mempermudah mobilitas barang dan jasa.
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

I - 3
p.t. visitech gemilang
1.3. TUJUAN DAN KEGUNAAN UKL & UPL
1.3.1. Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan dokumen UKL dan UPL ini adalah untuk memberikan
arahan pengelolaan dan pemantauan terhadap dampak lingkungan yang mungkin
timbul akibat Pembangunan J embatan.
1.3.2. Kegunaan
1. Bagi Pemrakarsa :
a. Sebagai acuan dan pedoman serta dasar dalam melaksanakan pengelolaan
dan pemantauan lingkungan pada setiap tahap pelaksanaan pembangunan
jembatan.
b. Memprediksi dan mengendalikan serta meminimalisasi dampak negatif yang
akan ditimbulkan akibat pembangunan jembatan.
2. Bagi Pemerintah :
a. Sebagai acuan penilairn atas kelayakan lingkungan dari suatu kegiatan
pembangunan jembatan.
b. Merupakan pedoman bagi Instansi terkait dalam melakukan evaluasi
pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang telah dilakukan oleh
pemrakarsa.
3. Bagi Masyarakat :
Merupakan informasi bagi masyarakat untuk dapat memanfaatkan dampak positif
dan menghindari dampak negati rencana sejak dari tahap prakontruksi, kontruksi
dan pasca kontruksi.
1.4. PERATURAN
Dasar hukum yang melandasi pelaksanaan penyusunan Upaya Pengelolaan Lingkungan
Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup rencana kegiatan pembangunan jembatan
ini antara lain sebagai berikut :

1.4.1. Undang-Undang
1. Undang-undang No. 5 Tahun 1990, tentang Sumberdaya Alam Hayati dan
Ekosistemnya. Peraturan ini digunakan karena kegiatan pembangunan jembatan
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

I - 4
p.t. visitech gemilang
harus memperhatikan kawasan sempadan sungai serta dampaknya terhadap
ekosistem perairan di sekitar kegiatan yang direncanakan.
2. Undang-Undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003, tentang Tenaga Kerja.
Peraturan ini digunakan sebagai pedoman bagi rencana kegiatan dalam proses
perekrutan dan pelepasan tenaga kerja.
3. Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 2004, tentang Sumber Daya Air.
Peraturan ini digunakan sebagai pedoman bagi rencana kegiatan dalam melakukan
pengelolaan sumber daya air di wilayah studi.
4. Undang-Undang Republik Indonesia No. 32 Tahun 2004, tentang Pemerintahan
Daerah. Peraturan ini digunakan sebagai pedoman bagi pemerintah daerah dalam
mengembangkan potensi sumber daya pembangunan yang dimiliki untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
5. Undang-Undang Republik Indonesia No. 38 Tahun 2004, tentang J alan. Peraturan ini
digunakan sebagai pedoman untuk mengetahui klasifikasi jalan .
6. Undang-Undang No.26 Tahun 2007, tentang Penataan Ruang. Peraturan ini
digunakan sebagai pedoman apakah rencana kegiatan tidak menyalahi rencana tata
ruang di wilayah studi.
7. Undang-Undang Republik Indonesia No. 32 Tahun 2009, tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup. Peraturan ini digunakan sebagai acuan dalam
menentukan kebijakan di bidang lingkungan hidup dan rencana kegiatan
pembangunan jembatan ini berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan
hidup.

1.4.2. Peraturan Pemerintah
1. Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1991 tentang Sungai. Peraturan ini
digunakan sebagai pedoman dalam pemanfaatan sumberdaya air sungai.
2. Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999, tentang Pengendalian Pencemaran
Udara. Peraturan ini digunakan sebagai tolok ukur untuk baku mutu udara
ambien yang dibolehkan.
3. Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001, tentang Pengelolaan Kualitas Air dan
Pengendalian Pencemaran Air. Peraturan ini digunakan sebagai tolok ukur
kualitas air permukaan yang diperbolehkan.
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

I - 5
p.t. visitech gemilang
4. Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2007, tentang Pembagian Urusan
Pemerintah Antara Pemerintah, Pemerintah Propinsi dan Pemerintah
Kabupaten/Kota. Peraturan ini digunakan sebagai pedoman dalam menentukan
kewenangan urusan pemerintahan untuk rencana kegiatan pembangunan
jembatan ini.
1.4.3. Keputusan Presiden
Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan
Kawasan Lindung. Ketentuan ini merupakan pedoman dalam mengelola sempadan
sungai sebagai kawasan lindung.
1.4.4. Peraturan Menteri
1. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 11 tahun 2006 tentang
J enis-jenis kegiatan dan/atau usaha yang wajib dilengkapi dengan Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan. Peraturan ini digunakan sebagai pedoman dalam
menentukan bentuk dokumen kelayakan lingkungan yang diperlukan
2. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 15 Tahun 1973, tentang Tata Cara
Pembebasan Tanah. Peraturan ini digunakan sebagai pedoman dalam
pembebasan tanah yang akan terkena rencana kegiatan pembangunan jembatan
ini .
3. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 63/PRT/1993, tentang Garis Sempadan
Sungai, Daerah Manfaat Sungai, Daerah Penguasaan Sungai dan Bekas Sungai.
Peraturan ini digunakan sebagai pedoman apakah rencana kegiatan mengenai
sempadan sungai, daerah manfaat sungai.
1.4.5. Keputusan Menteri
1. Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 296/KPTS/1996, tentang Petunjuk
Teknis Penyusunan Upaya Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana
Pemantauan Lingkungan (RPL) Proyek Bidang Pekerjaan Umum. Peraturan ini
digunakan sebagai perbandingan dalam penyusunan Upaya Pengelolaan
Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan rencana kegiatan pembangunan
jembatan ini.
2. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 86 Tahun 2002 tentang
pedoman Pelaksanaan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya
Pemantauan Lingkungan Hidup. Keputusan ini sebagai pedoman penyusunan
dan mekanisme pembahasan dokumen rencana kegiatan pembangunan
jembatan ini.
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat


II-1
p.t. visitech gemilang
BAB II
RUANG LINGKUP RENCANA KEGIATAN

2.1. GAMBARAN UMUM WILAYAH STUDI
Secara administratif kegiatan pembangunan jembatan Air Gadang terletak
di Kabupaten Pasaman Barat, Propinsi Sumatera Barat. Pembangunan jembatan
yang bersifat permanen ini sangat strategis dalam rangka pengembangan Kota ke
arah utara Propinsi Sumatera Barat. Selain itu juga pembangunan jembatan ini yang
merupakan duplikasi dari jembatan lama akan sangat membantu untuk kelancaran
mobilisasi kendaraan dengan lancar dan semakin baik.
Pembangunan jembatan ini menggunakan sistem J embatan Beton
Konvensional (Balok T) beton bertulang dan jembatan ini merupakan duplikasi dari
jembatan lama dengan bentang 4 @ 25,00 (100,00 meter) dan lebar jalur lalu-lintas
7,00 meter dan trotoar 2 @ 1,00 meter, sedangkan pondasi direncanakan pondasi
dalam berupa tiang pancang beton pratekan 50 cm. J embatan ini merupakan
jembatan bentang banyak (multy span) dengan 3 (tiga) buah pilar untuk
menghubungkan 4 (empat) bentang jembatan.
Pada lokasi jembatan ini terdapat disekitarnya pemukiman penduduk.
Kegiatan pembangunan jembatan ini sudah barang tentu akan memberikan dampak
terhadap kondisi pada lokasi jembatan ini, karena bersentuhan langsung dengan
kegiatan. Oleh sebab itu perlu dilakukan upaya pengelolaan lingkungan hidup dalam
rangka mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan pembangunan
jembatan ini.


2.2. LINGKUP RENCANA KEGIATAN
2.2.1. Tahap Prakonstruksi
Pekerjaan tahap prakonstruksi adalah kegiatan yang terdiri dari; stake out,
pembebasan lahan, pemagaran tapak kegiatan, dan mobilisisasi alat berat. Urairn
kegiatan pada tahap prakonstruksi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Stake out
Kegiatan stake out merupakan pekerjaan pengukuran dan penggambaran
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat


II-2
p.t. visitech gemilang
yang berkaitan dengan tapak kegiatan pembangunan jembatan. Hasil
pengukuran dan penggambaran tersebut selanjutnya dilakukan interprestasi
lapangan untuk mencocokan desain dengan kondisi lapangan. Sehubungan
dengan kegiatan stake out juga diikuti dengan kegiatan survey lokasi kegiatan
pembangunan jembatan. Survey investigasi rencana kegiatan pembangunan
jembatan dilakukan oleh Satuan Non Vertikal Tertentu Perencanaan dan
Pengawasan J alan dan J embatan (P2J J ) Propinsi Sumatera Barat. Maksud
survey investigasi sebagai pedoman teknis arah dan penentuan fungsi ruang.
Kegiatan Survey Investigasi ini meliputi pengukuran untuk menentukan posisi
konstruksi sesuai rencana. Selain itu juga dilakukan pendataan kepemilikan
lahan serta bangunan masyarakat yang termasuk di dalam areal rencana
pembangunan jembatan.
2. Pembebasan lahan
Pembebasan lahan hanya dilakukan pada lahan yang terdapat di pangkal
jembatan. Untuk keperluan tapak kegiatan yaitu pangkal jembatan hanya
dilakukan pembebasan terhadap rumah masyarakat, karena tanah yang
berada pada sempadan sungai bukan milik masyarakat. J umlah rumah yang
diperkirakan akan terkena akibat pembangunan jembatan Aie Gadang
sebanyak 3 unit yang terdiri dari 1 unit bagian utara jembatan dan bagian
selatan jembatan sebanyak 2 unit rumah. Pemberian ganti rugi terhadap
rumah yang terkena pembangunan jembatan berpedoman pada nilai jual objek
pajak (NJ OP).
3. Pembangunan base camp dan pemagaran tapak kegiatan
Base camp diperlukan untuk operasional tenaga kerja dan juga berfungsi
sebagai gudang peralatan selama konstruksi. Pembangunan base camp
berada dekat tapak kegiatan yaitu di pangkal jembatan. Untuk pengamanan
dan tidak terganggunya aktifitas masyarakat dilakukan pemagaran kedua
lokasi pangkal jembatan tersebut. Pemagaran dilakukan bersifat sementara
dengan menggunakan seng sebagai dinding pagar.

4. Mobilisasi Alat Berat
Untuk pembangunan jembatan diperlukan mobilisasi alat-alat berat, sebelum
pelaksanaan kontruksi jembatan dilakukan. J enis alat berat dan kendaraan
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat


II-3
p.t. visitech gemilang
yang diperlukan dalam pembangunan jembatan tertera pada Tabel 2.1 berikut
ini.
Tabel 2.1. J enis alat berat dan kendaraan yang diperlukan untuk
pembangunan jembatan dan mobilisasinya.

No. J enis alat berat dan kendaraan Satuan J umlah Mobilisasi
1. Crane unit 1 darat
2. Excavator unit 1 Darat
3. Loader unit 1 Darat
4. Pile Hammer unit 1 Darat
5. Concrete Mixer unit 2 Darat
6. Motor Grader unit 1 Darat
7. Generator set unit 1 Darat
8. Concrete Vibrator unit 4 Darat
9. Truck Trailer unit 1 Darat
10. Dump truck unit 3 Darat
11. Pick Up unit 2 Darat
12. Compactor unit 1 Darat
Sumber: PT Visitech Gemilang, 2010

2.2.2. Tahap Konstruksi
1. Mobilisasi Material
Untuk pembangunan jembatan diperlukan material seperti semen, pasir,
sirtukil, besi beton, kayu, perpipaan dan tiang pancang beton pratekan.
Kebutuhan berbagai jenis material berupa batu, pasir dan krikil akan dipenuhi
dari quarry yang dikelola pihak lain atau langsung dilakukan oleh kontraktor
pelaksana pekerjaan yang didatangkan oleh perusahaan suplaier. Mobilisasi
material tersebut umumnya dilakukan lewat darat. Semua material tersebut
ditempatkan pada lokasi base camp yang telah dipagar.
2. Rekruitmen Tenaga Kerja
Dalam pelaksanaan pembangunan jembatan selama konstruksi diperlukan
tenaga kerja. Kebutuhan tenaga kerja disesuaikan dengan volume kerja, lama
pekerjaan dan spesifikasi tenaga kerja. Kebutuhan tenaga untuk
pembangunan jembatan tertera pada Tabel 2.2 berikut ini.
Tabel 2.2. Kebutuhan tenaga kerja pembangunan jembatan selama konstruksi.
No. Tenaga Kerja Kualifikasi
Jumlah
(orang)
Asal
Status
Karyawan
1. Project Manager S1 1 Tetap
2. Sekretaris D3 1 Tetap
3. Ahli Teknik Jembatan S1 1 Tetap
4. Pengawas D3 1 Tetap
5. Pekerja SD, SLTP, SLTA 20 Tidak tetap
6. Tukang SLTP, SLTA 5 Tidak tetap
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat


II-4
p.t. visitech gemilang
7. Mandor SLTA 1 Tidak tetap
8. Operator SLTA 5 Tidak tetap
9. Pembantu Operator SLTA 5 Tidak tetap
10. Sopir SLTA 6 Tidak tetap
11. Pembantu Sopir SLTA 6 Tidak tetap
12. Mekanik SLTA 2 Tidak tetap
13. Pembantu Mekanik SLTA 2 Tidak tetap
14. Kepala Tukang SLTA 2 Tidak tetap
T o t a l 58
Sumber: PT Visitech Gemilang, 2010

Tenaga kerja lebih diutamakan masyarakat setempat namun jika tenaga kerja
yang mempunyai keahlian khusus tidak di dapat maka akan diusahakan dari
luar daerah.
3. Pembangunan Pondasi (foundation)
Pembangunan pondasi yang terdiri dari pondasi dalam yaitu berupa tiang
pancang beton pratekan dengan diameter 50 cm. Dipancang pada lokasi
abutment dan pilar. J umlah kebutuhan dan panjang tiang pancang sesuai
perencanaan dapat dilihat pada Tabel 2.3 berikut:

Tabel 2.3 Kebutuhan Pondasi Tiang Pancang J embatan Air Gadang
Tiang Pancang
No. Lokasi Diameter
(cm.)
J umlah
(batang)
Panjang
(meter)
1. Abutmen 1 50 15 32,00
2. Abutmen 2 50 15 32,00
3. Pilar I, II & III 50 18 x 3 35,00
Sumber: PT Visitech Gemilang, 2010

4. Pembangunan Bangunan Bawah (sub structure)
Bangunan bawah jembatan berfungsi sebagai penyangga bangunan atas
(super structure) yang terdiri dari kepala jembatan (abutment) dan pilar (pier)
sebagai penyambung bentang jembatan pada bentangan jembatan jamak
(multy span). Bangunan bawah dibangun di atas pondasi (tiang pancang) yang
berfungsi untuk meletakkan balok-balok jembatan dan terdapat 2 (dua) buah
abutment 3 (tiga) buah pilar. Konstruksi bangunan bawah dibangun dengan
konstruksi beton bertulang meliputi pekerjaan penggalian, perakitan besi beton
dan pengecoran.
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat


II-5
p.t. visitech gemilang
5. Konstruksi Bangunan Atas (super structure).
Bangunan atas jembatan terdiri dari konstruksi balok beton bertulang
berbentuk T (T beam) yang ditempatkan sedemikian rupa sehingga lebar
jembatan terpenuhi sesuai rencana. Balok-balok beton ini dicor ditempat
dengan memakai perancah kayu untuk memikul sementara balok-balok
jembatan sampai dengan beton cukup umur (mengeras).
6. Pembangunan J alan Pendekat (approach road)
J alan pendekat (oprit) pembangunannya dilakukan pada kedua ujung
jembatan. Tujuan pembangunan oprit ini adalah untuk menghubungkan jalan
dengan jembatan dan dibangun sedemikian rupa sehingga pengguna
jembatan merasakan kenyamanan pada saat memasuki jembatan.
7. Pasangan Batu (stone masonry)
Pasangan batu dipasang terutama pada jembatan Sei. Air Gadang pada sisi
Abutment II (arah Batas Sumut). Pasangan batu dipasang untuk melindungi
abutment (kepala jembatan) dari gerusan air.
8. Pekerjaan Finishing
Pekerjaan tahap akhir dari konstruksi ini yaitu pengecetan, pemasangan
rambu-rambu, patok pengarah (guide post) dan marka jalan, serta kemudian
juga dlakukan pembersihan lokasi dari sisa-sisa atau ceceran material yang
akan menggangu lalu lintas nantinya.
9. Demobilisasi Alat Berat
Setelah konstruksi pembangunan jembatan selesai maka dilakukan
pengembalian (demobilisasi) alat-alat berat dan kendaraan setelah pekerjaan
selesai dan pelunasan kontrak kerja maka secara otomatis peralatan kerja
akan diangkut kembali oleh kontraktor. Pelaksanaan demobilisasi dilakukan
melaui darat menggunakan truck trailer.

2.2.3. Tahap Operasi
1. Pemutusan hubungan kerja
Tenaga kerja tidak tetap setelah selesai konstruksi pembangunan jembatan
dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Pemutusan kerja tersebut sesuai
dengan perjanjian tidak diberikan pesangon.
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat


II-6
p.t. visitech gemilang
2. Operasional jembatan
J embatan yang telah selesai dapat di operasikan sesuai dengan perjanjian
kerja sama dengan kontraktor. Kemudian diikuti dengan kegiatan
pemeliharaan jembatan yang meliputi pemeliharan fisik dan perbaikan bagi
bagian yang rusak.

2.3. LINGKUP STUDI
Ruang lingkup studi kegiatan UKL-UPL pembangunan J embatan meliputi:
2.3.1. Pengumpulan Data Sekunder
Data sekunder yang akan dikumpulkan adalah meliputi data iklim, curah hujan,
kelembaban dan kependudukan pada instansi terkait seperti Badan Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika, Perhubungan dan Pekerjaan Umum serta Badan
Statistik.

2.3.2. Pengumpulan Data Primer
Pengumpulan data primer yaitu dilakukan langsung dilapangan dan selain itu juga
dilakukan pengumpulan dilapangan dan dilanjutkan analisa di laboratorium. Data
primer yang akan dikumpulkan adalah sebagai berikut
a. Sifat Fisik Tanah
Pengumpulan data sifat fisik tanah dilakukan dengan cara sampling
dilapangan, kemudian analisanya dilakukan di laboratorium. Data yang
diperoleh selanjutnya digunakan untuk menganalisis rona lingkungan tanah
disekitar kegiatan.
Tabel 2.4 Parameter, Metode Pengukuran/Analisis dan Peralatan Yang
Digunakan Untuk Kualitas Tanah
No Parameter Satuan
Metode
Pengukuran/Analisis
Peralatan
1 Berat Volume g/cm
3
Gravimetri Ring Sampel
2 Porositas % Matematis --
3 Permeabilitas cm/jam Hukum Darcy Permeameter
4 Tekstur
a. Pasir
b. Debu
c. Liat

%
%
%

Pipet & Hukum
Stokes
--

-
5 C-Organik % Walkley dan Black -

b. Kualitas Udara Ambien
Pengumpulan data primer untuk kualitas udara ambien dilakukan sampling
dilapangan dengan menggunakan penyerap untuk gas dan filter untuk debu.
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat


II-7
p.t. visitech gemilang
Kemudian hasilnya dilanjutkan untuk dianalisa di laboratorium. Kemudian
tingkat kebisingan dilakukan pengukuraan langsung dilapangan.
Metode analisis untuk pengumpulan data primer pencemar udara yang
digunakan seperti tertera pada Tabel 2.5
Tabel 2.5 Metode dan Peralatan Analisis Kualitas Udara Ambien
No Paramater Metode Alat
1 SO
2
Pararosaniline Spektrofotometer
2 NO
2
Saltzman Spektrofotometer
3 CO Perakamoniakal Spektrofotometer
4 Total Partikel Tersuspensi (TSP) Gravimetri HVAS

c. Kualitas Air Sungai
Data untuk kualitas air sungai dilakukan sampling dan beberapa parameter
diukur langsung dilapangan. Kemudian sebagian parameter kualitas air dapat
dilakukan analisa di laboratorium.
Sedangkan parameter kualitas air permukaan disesuaikan dengan jenis
kegiatan dan mengacu kepada PP 82 Tahun 2001. Hasil yang diperoleh
dilakukan analisis berdasarkan pemanfaatan air sungai PP 82 Tahun 2001.
Parameter dan metode yang digunakan dalam menganalisis kualitas air sungai
tersebut adalah sebagai berikut.
Tabel 2.6 Parameter dan Metode Analisis Kualitas Air Permukaan (Air Sungai)
No. Parameter Satuan Metoda Alat
1 2 3 4 5
I FISIKA
1. Temperatur
o
C Pemuairn Termometer
2. Padat terlarut (TDS) mg/L Gravimetrik Timbangan
3. Padat tersuspensi (TSS) mg/L Gravimetrik Timbangan
II. KIMIA
1. pH - Potesiometrik pH-meter
2. BOD mg/L Winkler Buret
3. COD mg/L Titrimetri Buret
4. DO mg/L Winkler Buret
5. Senyawa Non logam mg/L Spektrofotometri Spektrofotometer
6. Persenyawaan Logam mg/L Spektrofotometri AAS
7. Detergen sebagai MBAS mg/L Spektrofotometri Spektrofotometer
8. Senyawa Fenol mg/L Spektrofotometri Spektrofotometer

d. Kualitas Air Sumur
Sampling kualitas air tanah dangkal (air sumur) diambil pada rencana
pembangunan jembatan, yaitu sumur masyarakat. Sampling langsung
dilapangan dan analisis terhadap parameternya dilakukan di laboratorium.
Parameter dan metoda yang digunakan untuk analisis kualitas air sumur dapat
terlihat pada Tabel 2.7 berikut ini:
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat


II-8
p.t. visitech gemilang
Tabel 2.7 Parameter dan Metode Analisis Kualitas Air Tanah Dangkal (Air
Sumur)
No. Parameter Satuan Metoda Alat
1 2 3 4 5
I FISIKA
1. Warna Unit Pt-Co Spektrofotometri Spektrofotometer
2. Temperatur
o
C Pemuain Termometer
3. Kekeruhan NTU Turbidimetri Turbidimeter
4. Padat terlarut (TDS) mg/L Spektrofotometri Spektrofotometer
II. KIMIA
1. Persenyawan Logam mg/L Spektrofotometri AAS
2. Senyawa NonLogam mg/L Spektrofotometri Spektrofotometer
3. Kesahan total (CaCO
3
) mg/L Spektrofotometri AAS
4. pH - Potesiometrik pH-meter

e. Komponen Flora
Parameter flora dilakukan dilapangan dengan cara pengamatan dilapangan
pada daerah yang akan dibangun jembatan.
f. Sosial Ekonomi dan Sosial Budaya
Untuk pengumpulan data sosial ekonomi dan sosial budaya dilakukan
wawancara dengan penduduk setempat dan pemuka masyarakat.

2.4. WILAYAH STUDI
Kabupaten Pasaman Barat Propinsi Sumater Barat, merupakan daerah yang dilalui
jalan lintas barat tersebut telah menimbulkan multiplier effect terhadap perkembangan
pembangunan daerah termasuk kemajuan pembangunan ibukota Kabupaten Pasaman
Barat. Untuk mengantisipasi perkembangan kemajuan pusat kota dari kabupaten
tersebut dan terus mengembangkan potensi sumberdaya alamnya belum dimanfaatkan
secara optimal.
Lokasi jembatan Aie Gadang terletak di Nagari Aie Gadang Kecamatan
Pasaman Kabupaten Pasaman Barat. Orientasi lokasi masing-masing rencana kegiatan
pembangunan jembatan dan gambar konstruksi jembatan secara umum berturut-turut
dapat dilihat pada Gambar 1 Situasi & Gambar 2 Denah Potongan Memanjang dan
Potongan Melintang (J embatan Aie Gadang).
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat



III-1
p.t. visitech gemilang
BAB III
RONA LINGKUNGAN HIDUP

Rona lingkungan hidup yang diperlukan dalam studi Upaya Pengelolaan
Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Rencana Kegiatan
Peningkatan Pembangunan J embatan Aie Gadang Kecamatan Pasaman Kabupaten
Pasaman Barat meliputi komponen fisik-kimia, biologi, dan sosial ekonomi serta sosial
budaya. Data rona lingkungan hidup berupa data sekunder dan data primer. Data
sekunder diperoleh dari studi dokumen dan kepustakaan, sedangkan data primer
diperoleh dari dari hasil pengukuran, pengamatan (observasi), dan wawancara.

3.1. KOMPONEN FISIK KIMIA
3.1.1. Kondisi Iklim
a. Klasifikasi Iklim
Kondisi iklim di Sumatera Barat sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis dan
posisi lautan dalam hubungannya dengan gerakan angin. Pegunungan Bukit
Barisan yang terbentang dari arah Barat Daya ke Tenggara dan Lautan Hindia
di sebelah Barat menyebabkan terjadinya proses kondensasi ketika
pengangkatan awan secara vertikal dan orografik yang mengandung banyak
uap air atau hujan di daerah lereng sebelah Barat. Berdasarkan posisi
geografis, wilayah studi terletak di sebelah Barat daerah Pegunungan Bukit
Barisan diperkirakan mendapat hujan relatif lebih banyak dibandingkan lereng
sebelah Timur. Selanjutnya akan diuraikan kondisi iklim wilayah studi
berdasarkan beberapa sistim klasifikasi iklim yang berlaku di Indonesia.
a) Berpedoman pada sistim klasifikasi iklim Schmidt dan Ferguson (1951),
wilayah studi mempunyai iklim tipe A (sangat basah), dimana nilai Q
(Quotient) untuk daerah Sukamenanti (Q=1,8), Silawai (Q=3,7) dan Air
Bangis (Q=3,7). Iklim tipe A dicirikan dengan iklim sangat basah dengan
curah hujan tinggi sepanjang tahun.
b) Menurut sistim klasifikasi iklim W.Koppen, wilayah studi tergolong iklim tipe
Afa. Tipe Afa dicirikan dengan iklim tropis basah dengan curah hujan tinggi
dan merata sepanjang tahun. Suhu udara bulan terdingin di atas 18
0
C dan
suhu udara bulan terpanas di atas 22
0
C. Perincian mengenai tipe iklim
tertera pada Tabel 3.1.
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat



III-2
p.t. visitech gemilang
c) Berdasarkan pada system klasifikasi Oldeman, Irsal Las dan S.N. Darwis
(1979) dalam An Agroclimatic Map of Sumatra, wilayah studi tergolong
pada zona agroklimat A. Zona agroklimat A dicirikan dengan jumlah bulan
basah (curah hujan di atas 200 mm) berturut-turut sebanyak 9-11, dan
bulan kering (curah hujan kurang dari 100 mm) berturut-turut kurang dari 2.

Tabel 3.1. Kondisi Iklim Di Lokasi Kegiatan dan Sekitarnya
J umlah Bulan Kering J umlah Bulan Basah
Nilai
Q
Tipe
Schmidt
dan
Ferguson
Tipe
Koppen
No Sistim Iklim
Elevasi
(MDPL)
J umlah
Tahun
Pengamatan
Rata-
Rata
Maks Frek
Rata-
Rata
Maks Frek
Rata-
Rata
Maks Frek
1 Sukamenanti 180 13 0,2 1 2 11 12 7 1,8 A Afa
2 Silawai 15 18 0,4 1 6 10,7 12 5 3,7 A Afa
3 Air Bangis 3 20 0,4 2 2 10,8 12 6 3,7 A Afa
Sumber : Schmidt, F.H/ and J .H.A. Ferguson. 1951. Rainfall Types Based On Wet Dry Period Rations for
Indonesia with Western New Guinee. Verhandelingen, No. 42.

b. Curah Hujan, Suhu Udara, Kelembaban Udara, dan Kecepatan Angin
Unsur-unsur iklim meliputi curah hujan, suhu udara, kelembaban udara dan
kecepatan angin tertera pada Tabel 3.2. Data-data unsur iklim tersebut
diperoleh dari Dinas PSDA Propinsi Sumartera Barat dengan stasiun
klimatologi Sukamenanti dalam kurun waktu 2000-2005.
Tabel 3.2. Data Curah Hujan, Suhu Udara, Kelembaban Udara dan Kecepatan Angin di Daerah Sukamenanti
dan Sekitarnya (2000-2005).
Suhu Udara (
0
C)
No Bulan
Curah
Hujan
(mm)
Hari
Hujan Maks Min
Rata-
Rata
Kelembaban
Udara (%)
Kecepatan
Angin
(km/hari)
1 J anuari 435 16 35,50 18,00 26,80 91,20 8,47
2 Februari 250 11 36,00 18,00 26,67 91,78 13,71
3 Maret 227 8 35,00 18,00 26,73 91,80 6,58
4 April 313 15 36,00 18,00 26,78 92,16 3,60
5 Mei 163 8 35,00 18,00 26,83 91,60 8,31
6 J uni 117 7 35,00 18,00 26,23 90,10 0,83
7 J uli 167 9 35,00 18,00 26,89 91,74 16,22
8 Agustus 467 17 35,00 18,00 25,98 91,29 6,81
9 September 511 19 35,00 18,00 26,53 90,33 5,93
10 Oktober 386 17 36,00 18,00 26,05 89,19 3,85
11 November 506 22 36,00 18,00 26,83 91,17, 3,15
12 Desember 499 20 35,50 17,00 26,71 92,50 6,17
Total Tahunan 4.041 169
Rata-rata
Bulanan
337 14 35,25 26,58 26,58 92,50 6,97
Sumber : Dinas PSDA Propinsi Sumatera Barat
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat



III-3
p.t. visitech gemilang

Dari Tabel 3.2 menunjukkan bahwa curah hujan tahunan sebesar 4.041 mm
dengan rata-rata bulanan 337 mm, J umlah hari hujan rata-rata tahunan 169
dan rata-rata bulanan sebesar 14. Curah hujan tertinggi terdapat pada bulan
November dan terendah pada Bulan J uni. Distribusi curah hujan dengan bulan
basah merata sepanjang tahun dengan tanpa bulan kering. Suhu udara
maksimum rata-rata 35,25
0
C, minimum rata-rata 17,83
0
C dan rata-rata
bulanan 26,58
0
C. Kelembaban udara rata-rata bulanan berkisar antara 91,24%
sampai 92,50% dengan rata-rata tahunan 91,24%. Kecepatan angin rata-rata
bulanan di wilayah studi berkisar antara 0,83 km/hari sampai 16,22 km/hari
dengan rata-rata bulanan 6,97 km/hari.

3.1.2. Fisiografi
Secara fisiografis, lokasi kegiatan tergabung dalam sistim fisiografi alluvial.
Fisiografi alluvial ini terbentuk dari endapan alluvium resen dari sungai Batang
Pasaman. Endapan aluvium ini membentuk teras sungai (river terrace) dengan
endapan pasir yang paling dominan sebagai material yang mudah lepas. Bentuk
wilayah datar dengan kemiringan lereng 0 2 %.

3.1.3. Geologi
Kondisi geologi di lokasi kegiatan berpedoman pada Peta Geologi Bersistem
Lembar Lubuk Sikaping (0716), Skala 1:250.000 yang dipublikasikan oleh
Direktorat Geologi (N.M.S Rock, D.T. Aldiss, J .A Aspden, M.C.G Glauke, A.
Djunuddin, W. Kantawa, S.J . Thompson dan R. Wandoyo, 1983).

a. Komposisi Litologi
Secara litologi, lokasi kegiatan terbentuk dari endpaan sungai yang masih
muda berumur kuarter (Q
2
l). Endapan aluvium ini terdiri dari pasir, kerikil, dan
debu. Endapan aluvium ini membentuk dataran aluvial yang teridri dari teras
sungai dan tanggul sungai.

b. Struktur Geologi
Di lokasi kegiatan dan sekitarnya tidak terindikasi adanya struktur geologi
dalam bentuk sesar. Keberadaan sesar berada jauh di luar lokasi kegiatan,
yaitu di daerah perbukitan dan pegunungan.
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat



III-4
p.t. visitech gemilang
3.1.4. Hidrologi
a. Debit Sungai
Rencana kegiatan peningkatan jembatan Air Gadang Kabupaten Pasaman
Barat melintasi Sungai Batang Pasaman. Berdasarkan hasil pengukuran debit
Sungai Batang Pasaman yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU)
Kabupaten Pasaman Barat dalm rentang waktu 10 tahun 1998 2008, rata-
rata debit sungai Batang Pasaman 220 m
3
/dtk dan berair sepanjang tahun
(parenial river). Perbedaan fluktuasi debit sungai yang cukup besar antara
musim penghujan dan musim kemarau, terutama disebabkan oleh
terganggunya fungsi hidrologis Daerah Aliran Sungai (DAS) pada bagian
hulunya.
b. Sifat Aliran
Sifat aliran dari sungai utama Batang Pasaman dan anak-anak sungai yang
terdapat dalam DAS Batang Pasaman tergolong aliran yang mengalir
sepanjang tahun (continuous flow) dan sifat alirannya tergantung pada musim.
Pada musim penghujan aliran sungai besar dengan kecepatan tinggi dan
sebaliknya pada musim kemarau.
c. Pola Aliran
Pola aliran hanya digambarkan dalam sistem percabangan sungai ekosistem
DAS. Sistem percabangan sungai Batang Pasaman bertekstur sedang
(medium). Pada bagian hulu dan tengah DAS pola aliran yang berkembang
adalah tipe tipe dandritik. Tipe dranditik ini merupakan tipe pola drainase
erosional dan berkembang bebas dalam segala arah dengan percabangan
tidak teratur.
d. Data Kualitas Air
1) Kualitas Air Sungai
Kualitas air sungai Aie Gadang akibat pembangunan pengembangan
jembatan akan mempengaruhi kualitas air sungai tersebut. Perubahan
kualitas air sungai disebabkan peningkatan kandungan parameter fisika
maupun parameter kimia akibat kegiatan tersebut khususnya sewaktu
kegiatan konstruksi berlangsung. Dalam kajian kelayakan lingkungan
diperlukan kualitas air sungai sebelum kegiatan dilaksanakan untuk
mengetahui rona atau kondisi awal yang dapat dijadikan rujukan untuk
melihat perubahan kualitas air sungai apabila telah berlangsung
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat



III-5
p.t. visitech gemilang
pembangunan jembatan. Lokasi pengukuran kualitas air sungai dilakukan
pada bagian hulu dan bagian hilir berdasarkan rencana pembangunan
jembatan. Hasil pengukuran kualitas air sungai Aie Gadang dapat terlihat
pada Tabel berikut ini.

Tabel 3.3. Kualitas Air sungai Aie Gadang Pada Rencana Peningkatan Pembangunan Jembatan Aie
Gadang Kabupaten Pasaman Barat

Kode sampel PP 82/2001 PerGub 05/2008
No. Parameter Satuan
SAG.1 SAG.2 Kls I Kls II Kls I Kls II
1 2 3 4 5 6 7 8 9
I FISIKA
1. Temperatur
o
C 28,6 28,5 Dev.3 Dev.3 Dev.3 Dev.3
2. Padat terlarut (TDS) mg/L 337 75 1000 1000 1000 1000
3. Padat tersuspensi (TSS) mg/L 2,00 1,00 50 50 50 50
II. KIMIA
1. pH - 8,21 8,14 6-9 6-9 6-9 6-9
2. DO mg/L 4,00 4,20 6 4 6 4
3. BOD mg/L 0,67 0,38 2 3 2 3
4. COD mg/L 5,00 3,00 10 25 10 25
5. Nitrat (NO3-N) mg/L 0,59 0,20 10 10 10 10
6. Amoniak (NH3-N) mg/L 0,60 ttd 0,5 (-) 0,5 (-)
7. Klorida (Cl) mg/L 97,56 ttd 600 (-) 600 (-)
8. Sulfat (SO4) mg/L 13,43 2,79 400 (-) 400 (-)
9. Timbal (Pb) mg/L ttd ttd 0,03 0,03 0,03 0,03
10. Tembaga (Cu) mg/L 0,05 ttd 0,02 0,02 0,02 0,02
11. Besi (Fe) mg/L 0,87 0,50 0,3 (-) 0,3 (-)
12. Seng (Zn) mg/L 0,02 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05
13. Minyak/Lemak mg/L ttd ttd 1 1 0,50 0,75
14. Detergen (MBAS) mg/L 0,01 ttd 0,2 0,2 0,2 0,2
Keterangan
Kode sampel KAP.1 = Sungai Aie Gadang (bagian hulu)
KAP.2 = Sungai Aie Gadang (bagian hilir)
ttd = tidak terdeteksi
(-) = tidak dipersyaratkan
Sumber: Hasil analisis laboratorium Baristand Industri Padang, 2010

Berdasarkan data yang diperoleh bahwa semua parameter memenuhi
baku mutu yang telah ditetapkan yaitu menurut Peraturan Pemerintah
Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian
Pencemaran Air dan Peraturan Gubernur Nomor 5 Tahun 2008 tentang
Kriteria Mutu Air Sungai Sumatera Barat, baik untuk kelas I maupun untuk
kelas II.
2) Kualitas Air Sumur
Kualitas air tanah dangkal atau air sumur masyarakat yang terdekat dari
rencana pembangunan jebatan aie gadang diperoleh data seperti Tabel
berikut ini

PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat



III-6
p.t. visitech gemilang
Tabel 3.4. Hasil analisis kualitas air Sungai Aie Gadang pada rencana pembangunan jembatan Aie Gadang,
Kabupaten Pasaman Barat.

Kode Sampel
No Parameter Satuan
TAG-1
Baku Mutu*)
1 2 3 4 5
I FISIKA
1. Kekeruhan NTU 0,40 5
2. Warna TCU 0,46 15
II. KIMIA
1. pH - 6,81 6,5 - 8,5
2. Kesahan total (CaCO3) mg/L 36,12 500
3. Nitrat (NO3-N) mg/L 6,93 10
4. Klorida (Cl) mg/L 4,85 600
5. Belerang (H2S) mg/L 0,05 (-)
6. Sulfat (SO4) mg/L 4,84 400
7. Tembaga (Cu) mg/L ttd (-)
8. Besi (Fe) mg/L ttd 1,0
9. Timbal (Pb) mg/L ttd 0,05
10. Seng (Zn) mg/L ttd 15
Keterangan
Kode sampel AT.1 = Sumur Masyarakat (Aie Gadang)
ttd = tidak terdeteksi
(-) = tidak dipersyaratkan
Sumber: Hasil analisis laboratorium Baristand Industri Padang, 2010

Berdasarkan data kualitas air sumur masyarakat bahwa semua parameter
yang telah dianalisis memenuhi kriteria menurut Keputusan Menteri
Kesehatan Nomor 416 Tahun 1999. Sehingga air sumur masyarakat
tersebut masih layak digunakan sebagai sumber air bersih, karena
berdasarkan parameter yang telah dianalisis memenuhi persyaratan.

3.1.5. Kualitas Udara
Pembangunan pengembangan jembatan Aie Gadang di Kabupaten Pasaman
Barat, khususnya selama konstruksi berlangsung dapat memberikan dampak
terhadap penurunan kualitas udara ambien. Untuk mengetahui perubahan kualitas
lingkungan udara ambien selama pembangunan jembatan tersebut diperlukan
data kualitas udara ambien sebelum berlangsungnya pembangunan jembatan.
Parameter yang akan digunakan sebagai acuan untuk kualitas udara ambien
meliputi debu total (TSP) dan gas CO, NO
2
serta SO
2
. Lokasi pengukuran kualitas
udara dilakukan pada dua lokasi yaitu pada kedua ujung jembatan yang berada
pada pemukiman masyarakat. Hasil pengukuran kualitas udara ambien sebelum
pembangunan jembatan dapat terlihat pada Tabel berikut ini.

PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat



III-7
p.t. visitech gemilang
Tabel 3.5 Kualitas Udara Ambien di Rencana Lokasi Pembangunan Aie Gadang, Kabupaten Pasaman
Barat
Kode Sampel
No. Parameter Satuan
KUAG-1 KUAG-2
Baku Mutu*)
1. Debu total (TSP) g/m
3
45,0 65,0 230
2. Belerang dioksida (SO2) g/m
3
172,48 77,47 900
3. Nitrogen dioksida (NO2) g/m
3
126,36 131,32 400
4. Karbon oksida(CO) g/m
3
5.656 23.197 30.000
Keterangan: Kode sampel KUAG-1 = Bagian Utara
KUAG-2 = Bagian Selatan
*) Peraturan Pemerintah RI Nomor 41 Tahun 1999
Sumber: Laboratorium Hiperkes dan Tenaga Kerja Sumatera Barat, 2010

Berdasarkan hasil pengukuran terhadap kandungan debu total (TSP) untuk kedua
lokasi memperlihat hasil yang masih berada dibawah baku mutu berdasarkan
Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 untuk lingkungan udara ambien.
Kandungan TSP relatif sangat kecil yaitu 45,0 g/m
3
dan 65,0 g/m
3
sedangkan
baku mutu 230 g/m
3
. Sebagai sumber kandungan debu pada udara ambien
adalah berasal dari kegiatan transportasi yang melewati lokasi pembangunan
jembatan serta aktifitas masyarakat disekitarnya. Rendahnya kandungan debu
total disebabkan oleh rendahnya aktifitas kendaraan yang melalui lokasi ini karena
lokasi rencana pembangunan jembatan relatif jauh dari pusat perkotaan.
Kendaraan yang sering melewati lokasi ini selain kendaraan umum juga
kendaraan pengangkut buah kelapa sawit dan minyak kelapa sawit (CPO). Selain
itu pada lokasi ini masih banyak vegetasi atau tanaman yang dapat menyerap
atau menghalangi penyebaran debu ke lingkungan udara ambien.
Kandungan gas (CO, NO2 dan SO2) yang dipantau juga memberikan nilai jauh
berada dibawah baku mutu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun
1999 untuk lingkungan udara ambien.

3.1.6. Tingkat Kebisingan dan Getaran
a. Tingkat Kebisingan
Kegiatan pembangunan jembatan khususnya selama tahap konstruksi
diperkirakan dapat mempengaruhi tingkat kebisingan. Sehubungan dampak
tersebut diperlukan untuk mengukur kebisingan pada rencana lokasi
pembangunan jembatan pada kawasan pemukiman masyarakat. Hasil
pengukuran tingkat kebisingan pada dua lokasi pengukuran dapat terlihat pada
Tabel berikut ini.

PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat



III-8
p.t. visitech gemilang
Tabel 3.6. Hasil pengukuran tingkat kebisingan pada rencana pembangunan Jembatan Aie Gadang,
Kabupaten Pasaman Barat
Kode Sampel
No. Parameter Satuan
KUAG-1 KUAG-2
Baku Mutu*)
1 2 3 5 6 7
1. Kebisingan dB(A) 68 62 55
Keterangan: Kode sampel KUAG-1 = Bagian Utara
KUAG-2 = Bagian Selatan
*) Peraturan Pemerintah RI 41/1999
Sumber: laboratorium Hiperkes dan Tenaga Kerja Sumatera Barat, 2010

Berdasarkan hasil pengukuran diperoleh nilai kebisingan adalah 68 dB dan 62
dB, nilai tersebut melebihi baku mutu untuk kawasan pemukiman tetapi berada
dibawah peruntuk fasilitas umum menurut Peraturan Pemerintah Nomor 41
Tahun 1999. Walaupun pengukuran dilakukan pada pemukiman masyarakat
tetapi lokasi ini merupakan kawasan yang termasuk fasilitas umum.

b. Getaran
Getaran merupakan komponen lingkungan yang dapat tejadi selama
konstruksi akibat penggunakan alat-alat berat dan kendaraan angkut material.
Untuk mengetahui getaran pada kondisi awal yaitu sebelum pembangunan
jembatan dilakukan pengukuran pada dua lokasi. Hasil pengukuran getaran
pada lokasi rencana pembangunan jembatan dapat terlihat pada Tabel berikut
ini.


Tabel 3.7. Hasil pengukuran getaran pada rencana pembangunan Jembatan Aie Gadang Kabupaten
Pasaman Barat
Kode Sampel
No. Parameter Satuan
KUAG-1 KUAG-2
Baku Mutu*)
1 2 3 5 6 7
1. Getaran mm/detik 6,3 5,9 >5,2 - 16
Keterangan: Kode sampel KUAG-1 = Bagian Utara
KUAG-2 = Bagian Selatan
*) Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 49 Tahun1996
Sumber: laboratorium Hiperkes dan Tenaga Kerja Sumatera Barat, 2010

PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat



III-9
p.t. visitech gemilang
Berdasarkan hasil pengukuran getaran untuk dua lokasi diperoleh nilai getaran
5,9 mm/detik dan 6,3 mm/detik, nilai tersebut memenuhi baku mutu menurut
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 49 Tahun 1996. Sumber
getaran selama pengukuran bersumber dari aktifitas kendaraan yang melalui
lokasi rencana pembangunan jembatan.

3.1.7. Kondisi tanah
a. Klasifikasi Tanah
Tanah yang terdapat di lokasi kegiatan adalah Aluvial distrik (Pusat Penelitian
Tanah, 1983). Kesatuannya adalah sistem klasifikasi soil Taxonomy (2006)
termasuk pada sub group Typic Udifluvents, dan menurut sistem klasifikasi
tanah FAO-UNESCO (1990) termasuk Dystric Fluvisols.


b. Sifat dan Karakteristik Tanah
Tanah Aluvial Distrik Aluvial (Typic Udifluvents) merupakan tanah mineral yang
belum berkembang atau baru berkembang (recent). Tanah ini tersebar pada
satuan fisiografi dataran aluvial dengan bahan induk tanah berasal dari
endapan aluvium sungai. Pemanfaatan lahan saat ini adalah kebun campuran
antara tanaman semusim dan tanaman tahunan (kelapa sawit dan kakao).
Sifat dan karakteristik tanah dicirikan dengan sifat fisik tanah yaitu drainase
tanah sedang, permeabilitas sedang, struktur berbutir dan remah serta tekstur
tanah sedang (lempung). Kedalaman tanah 80-100 cm (agak dalam). Sifat
kimia tanah dicirikan dengan reaksi tanah masam (pH 4,5 -5,5), kandungan C-
organik sedang, nitrogen total sedang, P
2
O
5
total dan K
2
O total tergolong
rendah. Kapasitas tukar kation (KTK) rendah dan kejenuhan basa (KB) rendah.
Status kesuburan tanah tergolong rendah. Hasil Analisis sifat dan karekteristik
tanah disajikan pada tabel 3.8

Tabel 3.8 Hasil analisis sifat fisik tanah di lokasi kegiatan
S1 S2
No Kualitas Tanah Satuan
Nilai Kriteria Nilai Kriteria
A. Sifat Fisik Tanah
1. Berat Volume g/cm
3
1,05 sedang 1,11 sedang
2. Porositas Tanah % 60,38 sedang 58,11 sedang
3. Permeabilitas Tanah cm/jam 6,13 sedang 5,58 sedang
4. Struktur Tanah - - berbutir - berbutir
5. Konsitensi Tanah - - gambur - gambur
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat



III-10
p.t. visitech gemilang
6. Kedalaman Tanah cm 94 Agak dalam 86 Agak dalam
7. Distribusi Ukuran Partikel
a. Pasir
b. Debu
c. Liat

%
%
%

42,07
26,18
31,75

-
-
-

51,26
24,33
24,41

-
-
-
8. Tekstur Tanah - - - - -
B Sifat Kimia Tanah
1. pH 4,98 masam 5,12 masam
2. C- Organik % 2,12 sedang 2,56 sedang
3. N- Total % 0,32 sedang 0,29 sedang
4. P
2
O
5
Total mg/100g 17,86 rendah 19,05 rendah
5. K
2
O Total mg/100g 16,31 rendah 18,26 Rendah
6. Basa-Basa Dapat Ditukar
a. Ca
b. Mg
c. K
d. Na

mg/100g
mg/100g
mg/100g
mg/100g

3,15
0,83
0,41
1,73

rendah
rendah
sedang
tinggi

2,82
0,56
0,48
1,56

rendah
rendah
sedang
tinggi
7. KTK mg/100g 14,5 rendah 15,0 rendah
8. KB % 42,21 rendah 36,13 rendah
C. Status Kesuburan Tanah - rendah rendah
Sumber : Hasil analisa Laboratorium Jurusan Tanah Universitas Andalas (2010)

Keterangan : S1. Lokasi sampling pinggir Sungai Batang Pasaman sebelah utara
S2. Lokasi sampling pinggir Sungai Batang Pasaman sebelah selatan




c. Erosi tanah
Laju erosi tanah dihitung menggunakan persamaan umum kehilangan tanah
atau persamaan USLE (universal Soil Loss Equation). Hasil perhitungan
disajikan pada Tabel 3.9.

Tabel 3.9. Hasil Prediksi Laju Erosi tanah di Lokasi kegiatan
No Lokasi R K Ls CP
Laju Erosi
(ton/ha/tahun)
1. S 1 3.170 0,19 0,74 0,002 8,91
2. S 2 3.170 0,20 0,74 0,002 10,32
Sumber : Hasil Analisis, 2010
Keterangan : R =Indeks Erosifitas hujan
K =Indeks Erodibiltas tanah
Ls =Faktor Topografi
CP =Tindakan pengelolaan tanaman dan tindakan konservasi tanah

Penilairn tingkat bahaya erosi (TBE) ditentukan dengan cara
mempertimbangkan laju erosi dengan kedalaman solum. Hasil penilairn TBE
disajikan pada Tabel 3.10.
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat



III-11
p.t. visitech gemilang

Tabel 3.10. Tingkat Bahaya Erosi di Lokasi kegiatan
No Lokasi
Laju Erosi
(ton/ha/tahun)
Kedalaman
Solum (m)
TBE
1. S 1 8,91 93 Sangat Ringan
2. S 2 10,32 96 Sangat Ringan
Sumber: Hasil Analisis, 2010

Rekapitulasi hasil pengamatan erosi tanah yang meliputi laju erosi, TBE dan
kalsa/skala erosi disajikan pada Tabel 3.11.

Tabel 3.11. Hasil Perhitungan Laju Erosi, TBE dan Kelas/Skala Erosi di Lokasi kegiatan
No Lokasi
Laju Erosi
(ton/ha/tahun)
TBE
Kelas / Skala
Erosi
1. S 1 8,91 SR 5
2. S 2 10,32 SR 5
Sumber: Hasil Analisis, 2010
Keterangan : SR : sangat rendah
Kelas/skala erosi 5 : sangat baik

Dari hasil perhitungan parameter erosi tanah yang tertera pada Tabel 3.9;
3.10; 3.11 menunjukkan bahwa erosi tanah adalah 8,91 10,32 ton/ha/tahun.
Laju erosi tersebut apabila ditinjau dari tingkat bahaya erosi (TBE) sangat
rendah (SR) dan kelas atau skala erosi sangat baik (skala 5). Berdasarkan
hasil observasi lapangan tidak ditemukan bentukan permukaan akibat erosi,
baik erosi alur (rill erosion) maupun erosi parit (gully erosion). Terkait lokasi
kegiatan berada pada bantaran sungai, ditemukan adanya erosi tebing sungai
(streambank erosion) disepanjang teras sungai.

3.2. KOMPONEN BIOLOGI
Lokasi kegiatan berada di tengah-tengah pemukiman penduduk, sehingga flora
yang ditemukan dapat dikelompokkan pada kategori tanaman hias, tanaman
pekarangan, tanaman budidaya dan tanaman liar (semak). Tanaman pekarangan
merupakan tanaman yang sengaja ditanaman dipekarangan rumah atau di pinggir
jalan yang juga dimanfaatkan sebagai tanaman pelindung. Sedangkan tanaman
budidaya merupakan tanaman yang sengaja ditanam dalam jumlah yang besar
untuk tujuan ekonomis.
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat



III-12
p.t. visitech gemilang
Dari inventarisasi flora yang dilakukan didapatkan 4 jenis yang dominan berada
disekitar jembatan, yaitu Ficus hispida, Cocos nucifera, Elaeis guinensis dan
Theobroma caccao. Diantara keempat jenis tersebut, tiga terakhir merupakan
tanaman budidaya yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Selain itu, disekitar area
studi juga ditemukan Durio zibethinus (durian) yang merupakan tanaman yang
dillindungi menurut SK Mentan No. 54/Kpts/Um/2/1972 yang menyatakan bahwa
flora ini tidak boleh ditebang jika diameter batangnya kurang dari 60 cm.
Berdasarkan jumlah jenis flora yang ditemukan, yaitu 51 jenis, maka
lingkungannya dapat digolongkan sangat baik (skala 5). Data lengkap jenis flora
dapat dilihat pada Tabel 3.12.

Tabel 3.12. Jenis Flora disekitar Lokasi Kegiatan

No Family Jenis Nama Daerah Keberadaan Keterangan
1 Acanthaceae Asystasia sp + TL
2 Agavaceae Agave sp + TH
3 Agavaceae Sansiviera sp Lidah mertua + TH
4 Amaranthaceae Amaranthus hybridus Bayam + TL
5 Amaranthaceae Celosia argentea Bunga tahi ayam + TH
6 Anacardiaceae Mangifera indica Mangga ++ TP
7 Araceae Caladium bicolor Keladi + TL
8 Araceae Colocasia esculenta Keladi ++ TL
9 Araliaceae Nothopanax scutellarium Tapak leman + TP
10 Asteraceae Zinnia limnearis bunga lilin + TH
11 Asteraceae Ageratum conyzoides Siangik ++ TL
12 Asteraceae Micania micrantha ++ TL
13 Asteraceae Euphatorium inulifolium + TL
14 Asteraceae Emilia sonchifolia + TL
15 Bombacaceae Durio zibethinus Durian + TP
16 Cannaceae Canna indica Sabiah-sabiah + TL
17 Caricaceae Carica papaya Pepaya + TP
18 Convolvulaceae Ipomoea larii + TL
19 Convolvulaceae Ipomoea batatas Ubi rambat + TB
20 Euphorbiaceae Euphorbia neriifolia Euphorbia ++ TH
21 Euphorbiaceae Manihot utilissima Ubi kayu ++ TB
22 Euphorbiaceae Euphorbia pulcerrima + TL
23 Euphorbiaceae Ceiba petandra Kapas + TP
24 Euphorbiaceae Mallotus barbatus + TL
25 Graminae Saccharum officinarum Tebu ++ TB
26 Labiatae Hyptis capitata Subang-subang ++ TL
27 Leguminosae Laucena glauca Petai cina + TL
28 Leguminosae Clitoria laurifolia Kacang giring-giring + TL
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat



III-13
p.t. visitech gemilang
29 Leguminosae Pterocarpus indicus Lansano + TP
30 Malvaceae Sida acuta ++ TL
31 Malvaceae Hibiscus rosacinensis Kembang sepatu + TP
32 Mimosaceae Mimosa pudica Putri malu + TL
33 Mimosaceae Mimosa figra + TL
34 Moraceae Arthocarpus integra Cempedak ++ TP
35 Moraceae Ficus hispida +++ TL
36 Musaceae Musa paradisiaca Pisang ++ TB
37 Myrtaceae Psidium guajava Jambu biji ++ TP
38 Myrtaceae Syzigium aquatica Jambu air + TP
39 Nygtaginaceae Bougenville spectabilis Bunga kertas + TH
40 Oleaceae Jasminum sambac Melati + TH
41 Palmae Cocos nucifera Kelapa +++ TB
42 Palmae Elaeis guinensis Sawit +++ TB
43 Palmae Areca catechu Pinang ++ TB
44 Piperaceae Piper aduncum Siriah-siriah + TL
45 Rosaceae Rosa hybrida Bunga mawar + TH
46 Rubiaceae Boreria alata + TL
47 Rubiaceae Ixora sp Bunga soka + TH
48 Sapindaceae Nephelium lappaceum Rambutan ++ TP
49 Scropulariaceae Scoparia dulcis + TL
50 Sterculiaceae Theobroma caccao Coklat +++ TB
51 Verbenaceae Stacytarpeta jamaicensis Bujang kalam + TL
Sumber: Hasil Perhitungan dan Analisis Tahun 2010
Ket:
+ Sedikit
++ Banyak
+++ Dominan
TH Tan. Hias
TP Tan. Pekarangan
TB Tan. Budidaya
TL Tan. Liar

3.3. KOMPONEN SOSEKBUDKESMAS
3.3.1. Demografi
Secara umum penyebaran penduduk di Kenagarian Air Gadang Kecamatan
Pasaman secara liner yaitu di sepanjang jalan lintas barat menuju Sumatera
Utara dan di sekitar kantor pemerintahan nagari. Luas Nagari Air Gadang adalah
130,44 km
2
dengan jumlah penduduk 10.434 jiwa terdiri dari 5.204 laki-laki dan
5.230 perempuan dengan kepadatan penduduk 80 jiwa per km
2
. Sebagian besar
penduduk Kecamatan Pasaman merupakan umur produktif. J umlah penduduk
menurut kelompok umur tertera pada Tabel 3.13.
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat



III-14
p.t. visitech gemilang

Tabel 3.13 Jumlah Penduduk Kecamatan Pasaman Menurut Kelompok Umur
J enis Kelamin
No. Kelompok Umur
Laki-laki Perempuan
J umlah
1. 0-4 3.422 3.208 6.630
2. 5-9 3.367 3.123 6.490
3. 10-14 3.061 2.754 5.815
4. 15-19 2.863 2.863 5.726
5. 20-24 2.552 2.566 5.118
6. 25-29 2.340 2.297 4.637
7. 30-34 2.009 1.975 3.984
8. 35-39 1.854 1.946 3.805
9. 40-44 1.631 1.602 3.233
10. 45-49 1.260 1.144 2.404
11. 50-54 985 766 1.751
12. 55-59 464 500 964
13. 60-64 547 544 1.146
14. 65-69 314 347 661
15. 70-74 312 376 688
16. +75 249 384 638
Jumlah (Tahun) 27.235 26.455 53.690
Sumber : Kecamatan Pasaman Dalam Angka, 2008

3.3.2. Sosial Ekonomi
Secara umum masyarakat Nagari Air Gadang memiliki perekonomian yang relatif
baik. Berdasarkan wawancara dengan tokoh masyarakat dan masyarakat pada
umumnya pendapatan masyarakat perkapita rata-rata bervariasi dari 20.000/hari-
30.000/hari atau Rp. 800.000,00/bulan. Sebagian besar mata pencarian penduduk
bergerak di bidang pertanian yaitu sebagai petani/pekebun hal sangat di dukung
oleh potensi sumber daya alam yang cukup memadai. Tanaman budidaya yang
dikelola oleh masyarakat pada umumnya adalah padi dan jagung sedangkan
perkebunannya adalah tanaman kelapa sawit. Data jumlah penduduk berdasarkan
jenis pekerjaannya disajikan pada Tabel 3.14.

Tabel. 3.14. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Pekerjaan
J enis Kelamin
No. Lapangan Usaha
Laki-laki Perempuan
J umlah
1. Pertanian 11.108 3.772 14.880
2. Pertambangan dan penggalian 202 0 202
3. Industri pengolahan 423 29 452
4. Listrik dan air bersih 5 0 5
5. Bangunan 56 15 71
6. Perdagangan hotel, dan restoran 1.223 804 2.027
7. Pengangkutan dan komunikasi 115 0 115
8. Keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan 708 808 1.516
9. J asa-jasa 1.725 700 2.425
10. Lainnya 16 14 30
Jumlah (Tahun) 15.581 6.142 21.723
Sumber: Kecamatan Pasaman dalam Angka Tahun 2009
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat



III-15
p.t. visitech gemilang
3.3.3. Sosial Budaya
a. Adat Istiadat dan Pola Kebiasaan Yang Berlaku
Masyarakat Nagari Aie Gadang di dominasi oleh masyarakat hukum adat
minangkabau (95%). Adapun suku minangkabau yang dominan terdiri dari
suku J ambak, Melayu, Caniago, dan Koto. Tatanan kehidupan sosial yang
berlaku didasarkan pada tatanan nilai adat istiadat Minangkabau, yang
diperlihatkan dalam prilaku kebiasaan masyarakat. Di samping itu juga ditemui
lebih kurang 5% masyarakat pendatang, yaitu suku Mandailing, Nias, Batak
dan J awa. Meskipun demikian, masyarakat pendatang mampu menyesuaikan
diri dengan tatanan kehidupan sosial yang ada. Hal ini bersesuairn dengan
prinsip tatanan sosial dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Pada sisi
lain bagi warga masyarakat Minangkabau di Kenagarian Aie Gadang sangat
elegan dan terbuka menerima kehadiran masyarakat pendatang, termasuk
memberikan penghormatan dan apresiasi yang baik terhadap kegiatan
kekerabatan yang hidup dan berkembang di kalangan masyarakat pendatang,
seperti upacara perkawinan diantara sesama warga yang berasal dari suatu
daerah yang sama mereka tetap melaksanakan adat istiadat yang diwariskan
secara turun temurun dan ini berlaku juga untuk berbagai kehidupan sosial
lainnya dengan tetap menghormati tatanan nilai sosial yang hidup.

b. Proses sosial Yang Terjadi Dalam Masyarakat
Kerjasama yang sering timbul proses sosial kemasyarakat adalah seperti
kegiatan gotong-royong dalam membangun untuk fasilitas keagamaan dan
sosial. Sedangkan akomodasi yang dilakukan adalah kegiatan proses sosial
secara bersama dengan melakukan aktifitas secara bersama dengan
memberikan bantuan dan pertolongan kepada yang kurang mampu dan yang
membutuhkan. Proses sosial yang berkembang dengan masyarakat
pendatang jarang menimbulkan konflik karena hubungan dan interaksi sosial
dengan masyarakat pribumi terjalin dengan baik, walaupun adanya benturan
kebiasaan yang mereka bawa dengan yang mereka temui di masyarakat
pribumi.
c. Akulturasi, Asimilasi, Dan Integrasi Dari Berbagai Kelompok Masyarakat
Keadaan akulturasi dan asimilasi serta integrasi yang dilakukan dalam
hubungan bermasyarakat tidak mendapatkan hambatan dan kendala, karena
hubungan sosial secara akulturasi disesuaikan dengan keadaan dan tempat
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat



III-16
p.t. visitech gemilang
tinggal warga. Hal tersebut juga mendorong terciptanya suatu asimilasi yang
lebih terkoordinasi dan terbaur dengan prinsip saling menghargai antara
pendatang dengan pribumi. Disamping itu tidak adanya pola pembedaan
dalam melakukan komunikasi secara sosial dan ekonomi. Akan tetapi dalam
kepemilikan tanah di kuasai oleh nagari sebagai tanah ulayat nagari Air
Gadang dan masyarakat pendatang tidak bisa mengelola tanah ulayat nagari
tersebut.
d. Pranata Sosial
Kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat sehari-harinya dapat membentuk
kegiatan yang berbentuk kelembagaan. Adapun lembaga yang tumbuh antara
lain lembaga kegiatan pemuda, lembaga PKK, kegiatan wirid yasin para ibu-
ibu dan jemaah keagaman, kelompok tani, koperasi, organisasi olah raga,
karang taruna, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang aktif dan
melakukan kegiatan sesuai dengan jalur dan fungsi yang ada.
e. Persepsi Masyarakat
Berdasarkan wawancara dengan masyarakat terutama dengan masyarakat
yang terkena dampak langsung akibat kegiatan pembangunan jembatan Air
Gadang, ternyata seluruh masyarakat yang diwawancarai menyetujui
pembangunan jembatan tersebut dengan syarat ada ganti rugi terhadap
bangunan rumah, tanaman produktif dan tanah mereka . Masyarakat sekitar
menyadari bahwa jembatan tersebut sangat vital untuk kelancaran arus lalu
lintas dan selama ini jembatan Aie Gadang hanya dapat dilalui satu kendaraan
dengan sistem bergantian (satu-satu melintasi jembatan) dengan
ditingkatkannya jembatan ini akan mempelancar arus lalu lintas.

3.3.4. Kesehatan Masyarakat
Kebiasaan masyarakat berobat dengan obat tradisional dan jika agak parah
berobat ke puskesmas, bidan dan dokter terdekat. J enis penyakit yang dominan
diderita oleh masyarakat Kecamatan Pasaman adalah ISPA (31 %), dan gastritis
(13,60 %) . Hal ini dapat dilihat pada pada banyaknya penyakit yang diderita olah
masyarakat Kecamatan Pasaman seperti yang disajikan pada Tabel 3.15.
Sarana kesehatan yang tersedia di Kecamatan Pasaman ialah puskesmas 2 unit,
puskesmas pembantu 3 unit , posyandu 55 unit dan polindes 16 unit.

PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat



III-17
p.t. visitech gemilang

Tabel 3.15. Jumlah Kunjungan Pasien yang berkunjung ke Puskesmas di Kecamatan Pasaman
menurut penyakit Utama
No. Jenis Penyakit Jumlah %
1. ISPA 35.236 31,00
2. Diare 7.122 6,26
3. Penyakit kulit karena infeksi 9.115 8,02
4. Rematik 11.110 9,78
5. Gastritis 15.455 13,60
6. Disentri - -
7. Tekanan darah tinggi 9.076 7,99
8. Penyakit kulit karena alergi 6.086 5,35
9. Penyakit lain pada saluran napas 13.598 11,96
10. Lainnya 6.864 6,04
Jumlah 113.662 100,00
Sumber : Kecamatan Pasaman Dalam Angka, 2008

PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat





IV-1
p.t. visitech gemilang
BAB IV
DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI



4.1. TAHAP PRAKONSTRUKSI
Pada tahap prakonstruksi ini kegiatan meliputi stake out, pembebasan lahan,
pembangunan base camp dan pemagaran tapak kegiatan, dan mobilisisasi alat
berat. Pada tahap prakonstruksi akan memberikan dampak terhadap komponen
lingkungan diantaranya :
1. Persepsi Masyarakat
a. Sumber Dampak
Dampak terhadap munculnya persepsi masyarakat adalah berasal dari
kegiatan stake out, pembebasan lahan dan pembangunan base camp serta
pemagaran tapak kegiatan
b. J enis Dampak
Timbulnya persepsi masyarakat tentang keberadaan kegiatan peningkatan
pembangunan jembatan Aie Gadang
c. Besaran Dampak
Besaran dampak yang ditimbulkannya adalah sedang, karena akan
timbulnya pertanyaan dari masyrakat terhadap keberadaan kegiatan.
2. Gangguan Lalu Lintas
a. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap gangguan lalu lintas yang berasal dari kegiatan
mobilisasi alat berat.
b. J enis Dampak
Timbulnya gangguan lalu lintas di sekitar ujung jembatan akibat oleh
kendaraan yang membawa alat berat
c. Besaran Dampak
Besaran dampak yang ditimbulkan adalah kecil, karena mobilisasi alat berat
hanya sesaat dan jumlah alat berat yang dibawa tidak banyak.




PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat





IV-2
p.t. visitech gemilang
4.2. TAHAP KOSTRUKSI
Kegiatan yang berlangsung selama tahap kostruksi atau pembangunan fisik meliputi
mobilisasi material, rekrutmen tenaga kerja, pembangunan pondasi, pembangunan
bangunan bawah, konstruksi bangunan atas, pembangunan jalan pendekat,
pemasangan batu , pekerjaan finishing dan demobilisasi alat berat.
1. Kandungan Debu
a. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap perubahan kandungan debu berasal dari kegiatan
mobolisasi material, pembangunan jalan pendekat dan pekerjaan finishing.
b. J enis Dampak
Terjadinya penurunan kualitas udara ambien terutama terhadap
peningkatan kandungan parameter debu total (TSP) disekitar lokasi
kegiatan.
c. Besaran Dampak
Dampak yang ditimbulkan adalah kecil karena volume pekerjaan relatif
sedikit.

2. Kandungan Gas
a. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap perubahan kandungan gas berasal dari kegiatan
mobilisasi material
b. J enis Dampak
Terjadinya penurunan kualitas udara ambien terhadap peningkatan
parameter gas (CO, NO
2
, SO
2
) disekitar lokasi kegiatan.
c. Besaran Dampak
Dampak yang ditimbulkan adalah kecil karena volume pekerjaan relatif
sedikit.

3. Penigkatan Tingkat Kebisingan
a. Sumber Dampak
Dampak peningkatan tingkat kebisingan berasal dari kegiatan mobilisasi
material, pembangunan pondasi, pembangunan bangunan bawah,
konstruksi bangunan atas dan pembangunan jalan pendekat.


PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat





IV-3
p.t. visitech gemilang
b. J enis Dampak
J enis dampak yang ditimbulkan adalah terjadinya peningkatan tingkat
kebisingan.
c. Besaran Dampak
Dampak yang ditimbulkan adalah kecil, karena menggunakan alat berat
sedikit dengan volume sedikit.

4. Peningkatan Tingkat Getaran
a. Sumber Dampak
Dampak peningkatan tingkat getaran berasal dari kegiatan pembangunan
pondasi..
b. J enis Dampak
J enis dampak yang ditimbulkan adalah terjadinya peningkatan tingkat
getaran.
c. Besaran Dampak
Dampak yang ditimbulkan adalah kecil, karena menggunakan alat berat
sedikit dengan volume sedikit.

5. Penurunan Kualtas Air Sungai
a. Sumber Dampak
Dampak terhadap perubahan kualitas air sungai berasal dari pembangunan
pondasi, pembangunan bangunan bawah, konstruksi bangunan atas dan
pemasangan batu.
b. J enis Dampak
J enis dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan tersebut adalah penurunan
kualitas air sungai, terutama terhadap peningkatan kandungan padatan
tersuspensi (TSS).
c. Besaran Dampak
Dampak yang ditimbulkan adalah sedang karena kegiatan yang potensi
terhadap penurunan kualitas air hanya pada saat pembangunan pondasi dan
pemasangan batu.




PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat





IV-4
p.t. visitech gemilang
6. Erosi Tebing Sungai
a. Sumber Dampak
Terjadi longsor pada tebing sungai Aie Gadang berasal dari kegiatan
pembangunan pondasi.
b. J enis Dampak
Dampak terhadap tanah yaitu terjadinya longsor dan peningkatan erosi
tanah.
c. Besaran Dampak
Dampak yang ditimbulkan adalah kecil karena areal yang akan dibersihkan
relatif kecil.

7. Kerusakan Sempadan Sungai
a. Sumber Dampak
Dampak terhadap kerusakan sempadan sungai berasal dari kegiatan
pembangunan pondasi.
b. J enis Dampak
Dampak yang akan terjadi adalah kerusakan sempadan sungai yaitu tidak
dapat difungsikannya sempadan sungai sebagai daerah pengamanan
sungai..
c. Besaran Dampak
Besaran dampak kerusakan sempadan sungai oleh kegiatan ini adalah kecil,
karena sedikitnya lahan atau sempadan sungai yang akan dimanfaatkan
untuk pembangunan jembatan.

8. Kesempatan Kerja
a. Sumber Dampak
Dampak terhadap kesempatan berkerja bersumber dari peningkatan
pembangunan jembatan adalah pada saat rekrutmen tenaga kerja.
b. J enis Dampak
Dampak yang ditimbulkan adalah adanya peluang untuk bekerja sesuai
dengan formasi yang dibutuhkan/tersedia.
c. Besaran Dampak
Dampak yang ditimbulkan adalah kecil karena jumlah tenaga kerja yang
dibutuhkan relatif kecil.

PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat





IV-5
p.t. visitech gemilang
9. Peluang Usaha
a. Sumber Dampak
Dampak terhadap munculnya peluang usaha adalah berasal dari kegiatan
Pembangunan pondasi, pembangunan bangunan bawah, Konstruksi
Bangunan Atas, Pembangunan J alan Pendekat, Pemasangan batu dan
Pekerjaan Finishing
b. J enis Dampak
Timbulnya peluang usaha berupa munculnya warung-warung menjual
makanan bagi para pekerja disekitar lokasi kegiatan, pengadaan bahan dan
material dan pengangkutan bahan material
c. Besaran Dampak
Besaran dampak yang ditimbulkan kecil dan bersifat positif.

10. Kecemburuan Sosial
a. Sumber Dampak
Timbulnya keresahan masyarakat bersumber dari kegiatan penerimaan
tenaga kerja.
b. J enis Dampak
J enis dampak yang ditimbulkan adalah munculnya keresahan masyarakat,
khususnya bagi masyarakat yang tidak dapat diterima sebagai tenaga kerja.
c. Besaran Dampak
Besaran dampak yang ditimbulkan kecil, karena jumlah tenaga kerja yang
dibutuhkan relatif sedikit dan membutuhkan keahlian tersendiri.

11. Kesehatan Masyarakat
a. Sumber Dampak
Timbulnya keresahan masyarakat bersumber dari kegiatan mobilisasi
material
b. J enis Dampak
J enis dampak yang ditimbulkan adalah gangguan kesehatan masyarakat
akibat mobilisasi material
c. Besaran Dampak
Besaran dampak yang ditimbulkan kecil, karena velume pekerjaan relatif
kecil dan dampak ini merupakan dampak turunan.

PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat





IV-6
p.t. visitech gemilang
12. Keselamatan dan Kesehatan Tenaga Kerja
a. Sumber Dampak
Dampak terhadap keselamatan tenaga kerja bagi tenaga kerja berasal dari
Pembangunan pondasi, pembangunan bangunan bawah, konstruksi
bangunan atas dan pekerjaan finishing
b. J enis Dampak
Dampak yang akan ditimbulkan adalah terjadinya kecelakaan kerja pada
tenaga kerja.
c. Besaran Dampak
Besaran dampak terhadap kecelakaan kerja pada tenaga kerja adalah
tergolong sedang, karena menggunakan peralatan besi.

13. Gangguan Lalu Lintas
a. Sumber Dampak
Terjadinya gangguan lalu lintas sungai bersumber dari kegiatan mobilisasi
material dan pembangunan jalan pendekat serta demobilisasi alat berat.
b. J enis Dampak
Timbulnya gangguan lalu lintas di sekitar ujung jembatan akibat kendaraan
yang membawa material , pembangunan jalan pendekat dan demonbilsasi
alat berat.
c. Besaran Dampak
Besaran dampak terhadap gangguan lalu lintas termasuk sedang karena
kegiatan tersebut tidak menghalangi kelancaran lalu lintas.

4.3. TAHAP OPERASI
Pada tahap operasi kegiatan yang akan dilakukan adalah demobilisasi alat berat,
pemutusan hubungan kerja dan operasional jembatan
1. Kesempatan Kerja
a. Sumber Dampak
Sumber dampak dari kesempatan kerja adalah berasal dari pemutusan
hubungan kerja (PHK)
b. J enis Dampak
Dampak yang akan ditimbulkan adalah menurunnya tingkat penghasilan
masyarakat, khusus tenaga kerja.

PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat





IV-7
p.t. visitech gemilang
c. Besaran Dampak
Besaran dampak kecil, karena sebelumnya telah dilakukan penjelasan
bentuk ketenagakerjaan.

2. Persepsi Masyarakat
a. Sumber Dampak
Dampak terhadap persepsi masyarakat dan kecemburuan sosial bersumber
dari kegiatan pemutusan hubungan kerja.
b. J enis Dampak
J enis dampak yang ditimbulkan adalah keresahan masayarakat akibat
pemurusan hubungan kerja, karena tidak berkerjanya atau berkurangnya
penghasilan masyarakat.
c. Besaran Dampak
Besaran dampak terhadap persepsi masyarakat kecil, karena sedikitnya
masyarakat yang bekerja pada kegiatan peningkatan pembangunan
jembatan.

3. Kelancaran Lalu Lintas
a. Sumber dampak
Peningkatan kelancaran lalu lintas berasal dari kegiatan beroperasinya
jembatan
b. J enis dampak
Dampak yang ditimbulkan adalah dampak positif yaitu semakin lancarnya
akses masyarakat
c. Besaran dampak
Dampak aksesibilitas dapat digolongkan sedang, karena akses masyarakat
semakin lancar.








PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat





IV-8
p.t. visitech gemilang
Tabel 4.1. Matrik Identifikasi Dampak Kegiatan Pembangunan Jembatan Peningkatan Pembangunan
Jembatan Aie gadang Terhadap Komponen Lingkungan
Pra-Konstruksi Konstruksi Operasi
No.

KOMPONEN KEGIATAN
KOMPONEN
LINGKUNGAN
1 2 3 4 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2
A GEOFISIK-KIMIA
1. IKLIM
2. KUALITAS UDARA DAN
KEBISINGAN

a. Kandungan Debu
b. Kualitas Gas
c. Kebisingan
d. Getaran
3. HIDROLOGI
a. Kualitas Air Sungai
4. TANAH DAN LAHAN
a. Erosi Tebing Sungai
b. Kerusakan Sempadan Sungai
B. SOSIAL, BUDAYA dan Kesehatan MASYARAKAT
1. SOSIAL EKONOMI
a. Kesempatan kerja
b. Peluang Usaha
2. SOSIAL BUDAYA
a. Persepsi Masyarakat
b. Kecemburuan social
3. KESEHATAN MASYARAKAT
a. Kesehatan Masyrakat
b. Keselamatan dan kesehatan
Tenaga Kerja

4. PRASARANA TRANSPORTASI
a. Gangguan lalu lintas
d. Kelancaran lalu lintas

KETERANGAN
I. PRAKONSTRUKSI
1. Stake out
2. Pembebasan lahan
3. Pembangunan Base camp dan
Pemagaran tapak kegiatan
4. Mobilisasi alat berat


= ada dampak

II. KONSTRUKSI
1. Mobilisasi material
2. Rekrutmen tenaga kerja
3. Pembangunan pondasi
4. pembangunan bangunan
bawah
5. Konstruksi Bangunan Atas
6. Pembangunan Jalan
Pendekat
7. Pemasangan batu
8. Pekerjaan Finishing
9. Demobilisasi alat berat

III. OPERASI
1. Pemutusan Hubungan
Kerja
2. Operasional Jembatan






PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat





IV-9
p.t. visitech gemilang
Tabel 4.2. Matrik Komponen dampak lingkungan Kegiatan Peningkatan Pembangunan
Jembatan Aie Gadang
No. Kegiatan Jenis Dampak Besaran Keterangan
I. PRAKONTRUKSI
1. Stake out Persepsi masyarakat Sedang Dampak negatif dan primer
2. Pembebasan lahan Persepsi masyarakat Sedang Dampak negatif dan primer
3. Pembangunan Base
camp dan Pemagaran
tapak kegiatan
Persepsi masyarakat Kecil Dampak negatif dan primer
4. Mobilisasi alat berat

Gangguan lalu lintas Kecil Dampak negatif dan primer
II. KONSTRUKSI
1. Peningkatan kandungan debu Sedang Dampak negatif dan primer
2. Peningkatan kandungan gas Kecil Dampak negatif dan primer
3. Peningkatan kebisingan Kecil Dampak negatif dan primer
4. Kesehatan Masyarakat Kecil Dampak negatif dan primer
1. Mobilisasi material
5. Gangguan lalu lintas Kecil Dampak negatif dan primer
1. Kesempatan bekerja kecil Dampak positif dan primer 2. Rekrutmen tenaga kerja
2. Kecemburuan sosial Kecil Dampak negatif dan primer
1. Kebisingan Kecil Dampak negatif dan primer
2. Getaran Kecil Dampak negatif dan primer
3. Kualitas Air Sedang Dampak negatif dan primer
4. Erosi Tebing Sungai Kecil Dampak negatif dan primer
5. Kerusakan Sempadan Sungai Sedang Dampak negatif dan primer
6. Peluang usaha Kecil Dampak positif dan primer
3. Pembangunan pondasi
7. Keselamatan/Kesehatan Kerja Sedang Dampak negatif dan primer
1. Peningkatan kebisingan Kecil Dampak negatif dan primer
2. Kualitas air sungai Kecil Dampak negatif dan primer
4. Pembangunan
Bangunan Bawah
3. Peluang usaha Kecil Dampak positif dan primer
4. Keselamatan/Kesehatan Kerja Sedang Dampak negatif dan primer
1. Peningkatan kebisingan Sedang Dampak negatif dan primer
2. Kualitas air sungai Kecil Dampak negatif dan primer
3. Peluang usaha Kecil Dampak positif dan primer
5. Konstruksi bangunan
atas
4. Keselamatan/Kesehatan Kerja Sedang Dampak negatif dan primer
1. Peningkatan debu Kecil Dampak negatif dan primer
2. Peningkatan kebisingan Kecil Dampak negatif dan primer
3. Peluang usaha Kecil Dampak positif dan primer
4. Kesehatan Masyarakat Kecil Dampak negatif dan turunan
6. Pembangunan Jalan
pendekat
5. Gangguan lalu lintas Sedang Dampak negatif dan primer
1. Kualitas air sungai Kecil Dampak negatif dan primer 7. Pemasangan Batu
2. Peluang usaha Kecil Dampak positif dan primer
1. Peningkatan kandungan debu Kecil Dampak negatif dan primer
2. Peluang usaha Kecil Dampak positif dan primer
8. Pekerjaan finishing
3. Keselamatan/Kesehatan Pekerja Kecil Dampak negatif dan primer
9. Demobilisasi alat berat Gangguan lalu lintas Kecil Dampak negatif dan Primer
III. OPERASI
1. Kehilangan Kesempatan Kerja Kecil Dampak negatif dan primer 1. Penutusan Hubungan
Kerja 2. Persepsi masyarakat Kecil Dampak negatif dan primer
2. Operasional Jembatan Kelancaran lalulintas Sedang Dampak positif dan primer


PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




V-1
p.t. visitech gemilang
BAB V
PROGRAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP


5.1. TAHAP PRAKONSTRUKSI
1. Persepsi Masyarakat
a. Sumber Dampak
Dampak terhadap munculnya persepsi masyarakat adalah berasal dari
kegiatan Stake out, pembebasan lahan, pembangunan base camp dan
pemagaran tapak kegiatan.

b. Jenis Dampak
Timbulnya persepsi masyarakat tentang keberadaan kegiatan
peningkatan pembangunan jembatan Aie Gadang

c. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup
Sosialisasi kepada masyarakat sekitar lokasi kegiatan tentang
pembangunan jembatan, pembebasan lahan dan pengamanan lokasi
kegiatan.

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan Hidup
Sebelum pelaksanaan kegiatan konstruksi pembangunan jembatan Aie
Gadang

e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Masyarakat yang berada di sekitar rencana peningkatan pembangunan
jembatan Aie Gadang di Nagari Air Gadang Kecamatan Pasaman
Kabupaten Pasaman Barat

f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pelaksana
SATKER Pembangunan /Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan
Pemda Kab. Pasaman Barat.

PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




V-2
p.t. visitech gemilang
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

2. Gangguan Lalu Lintas
a. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap gangguan lalu lintas yang berasal dari
kegiatan mobilisasi alat berat.

b. Jenis Dampak
Timbulnya gangguan lalu lintas di sekitar ujung jembatan akibat oleh
kendaraan yang membawa alat berat

c. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup
Mengunakan jasa pemandu dalam rangka mobilisasi alat berat menuju
lokasi kegiatan.

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan Hidup
Sewaktu mobilisasi alat berat menuju ke lokasi kegiatan peningkatan
pembangunan jembatan Air Gadang

e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
J alan yang dilalui ketika mobilisasi alat berat menuju ke lokasi
peningkatan pembangunan jembatan Air Gadang

f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kontraktor
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat .


PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




V-3
p.t. visitech gemilang
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

5.2. TAHAP KONSTRUKSI
1. Kandungan Debu
a. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap perubahan kandungan debu berasal dari
kegiatan mobolisasi material, pembangunan jalan pendekat dan
pekerjaan finishing.

b. Jenis Dampak
Terjadinya penurunan kualitas udara ambien terhadap peningkatan
kandungan parameter debu total (TSP) disekitar lokasi kegiatan.

c. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pengelolaan lingkungan hidup yang dilakukan adalah:
o Menutup bak truk pembawa material pasir, batu, dan kerikil dengan
terpal
o Pemadatan dan penyiraman material timbunan dalam pekerjaan
pembangunan jalan pendekat.
o Pelaksanaan finishing sesuai prosedur

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup
o Pengelolaan dilakukan setiap kali pengangkutan material sirtukil
o 2x dalam satu hari pada musim kemarau.

e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup
Pengelolaan dilakukan selama tahap konstruksi yaitu lokasi kegiatan
peningkatan pembangunan jembatan Air Gadang Kabupaten Pasaman
Barat.

f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kontraktor

PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




V-4
p.t. visitech gemilang
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat .

Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

2. Kandungan Gas
a. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap perubahan kandungan gas berasal dari
kegiatan mobilisasi material.

b. Jenis Dampak
Terjadinya penurunan kualitas udara ambien terhadap peningkatan
parameter gas (CO, NO
2
, SO
2
) disekitar lokasi kegiatan.

c. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup
Penggunaan kendaraan yang layak pakai atau lolos uji keur termasuk
lolos uji emisi gas buang kendaraan.

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup
Waktu pengelolaan adalah selama mobilisasi material dalam rangka
konstruksi peningkatan pembangunan jembatan Air Gadang Kab.
Pasaman Barat.

e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup
Sewaktu mobilisasi alat berat menuju ke lokasi kegiatan peningkatan
pembangunan jembatan Air Gadang.

f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kontraktor
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat .
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




V-5
p.t. visitech gemilang
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

3. Peningkatan Tingkat Kebisingan
a. Sumber Dampak
Dampak peningkatan tingkat kebisingan berasal dari kegiatan mobilisasi
material, pembangunan pondasi, pembangunan bangunan bawah,
konstruksi bangunan atas dan pembangunan jalan pendekat.

b. Jenis Dampak
J enis dampak yang ditimbulkan adalah terjadinya peningkatan tingkat
kebisingan.

c. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup
o Penggunaan kendaraan pembawa material yang laik pakai atau lolos
uji keur.
o Pengunaan alat berat yang laik pakai.

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup
Pengelolaan dilakukan setiap saat selama pembangunan Air Gadang
Kab. Pasaman Barat.

e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup
Pengelolaan dilakukan selama tahap konstruksi yaitu lokasi kegiatan
peningkatan pembangunan jembatan Air Gadang Kabupaten Pasaman
Barat.

f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kontraktor.
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat .
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




V-6
p.t. visitech gemilang
4. Peningkatan Tingkat Getaran
a. Sumber Dampak
Dampak peningkatan tingkat getaran berasal dari kegiatan pembangunan
pondasi.
b. Jenis Dampak
J enis dampak yang ditimbulkan adalah terjadinya peningkatan tingkat
getaran.

c. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup
o Pelaksanaan pembangunan pondasi atau pemancangan tiang
pancang sesuai dengan SOP
o Pengunaan alat berat yang laik pakai.

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup
Pengelolaan dilakukan setiap saat selama pembangunan Air Gadang
Kab. Pasaman Barat.

e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup
Pengelolaan dilakukan selama tahap konstruksi yaitu lokasi kegiatan
peningkatan pembangunan jembatan Air Gadang Kabupaten Pasaman
Barat.
f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kontraktor.
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat .
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

5. Penurunan Kualitas Air Sungai
a. Sumber Dampak
Dampak terhadap perubahan kualitas air sungai berasal dari
pembangunan pondasi, pembangunan bangunan bawah, konstruksi
bangunan atas dan pemasangan batu.
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




V-7
p.t. visitech gemilang
b. Jenis Dampak
J enis dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan tersebut adalah penurunan
kualitas air sungai, terutama terhadap peningkatan kandungan padatan
tersuspensi (TSS).

c. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup
o Meminimalkan ceceran adukan semen dan material lainnya masuk
kedalam sungai.
o Melakukan pembanguan sesuai dengan prosedur teknis.

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup
Pengelolaan dilakukan setiap saat selama pembangunan

e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup
Pengelolaan dilakukan selama tahap konstruksi yaitu lokasi kegiatan
peningkatan pembangunan jembatan Air Gadang Kabupaten Pasaman
Barat.

f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kontraktor.
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat .
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

6. Erosi Tebing Sungai
a. Sumber Dampak
Terjadi longsor pada tebing sungai Air Gadang berasal dari kegiatan
pembangunan pondasi.

b. Jenis Dampak
Dampak terhadap tanah yaitu terjadinya longsor dan peningkatan erosi
tanah.
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




V-8
p.t. visitech gemilang
c. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup
Meminimalkan penggalian pondasi sesuai pelaksanaan teknis untuk
mengurangi erosi tebing sungai.

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup
Pengelolaan dilakukan setiap saat selama pembangunan

e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup
Pengelolaan dilakukan selama tahap konstruksi yaitu lokasi kegiatan
peningkatan pembangunan jembatan Air Gadang Kabupaten Pasaman
Barat.

f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kontraktor.
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas PU Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat .
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

7. Kerusakan Sempadan Sungai
a. Sumber Dampak
Dampak terhadap kerusakan sempadan sungai berasal dari kegiatan
pembangunan pondasi.

b. Jenis Dampak
Dampak yang akan terjadi adalah kerusakan sempadan sungai yaitu tidak
berfungsinya sempadan sungai.

c. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup
Areal sempadan sungai yang akan digunakan untuk pembangunan
pondasi disesuai dengan kebutuhan pondasi dalam rangka meminimalkan
kerusakan sempadan sungai.
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




V-9
p.t. visitech gemilang
d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup
Pengelolaan dilakukan setiap saat selama pembangunan

e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup
Pengelolaan dilakukan selama tahap konstruksi yaitu lokasi kegiatan
peningkatan pembangunan jembatan Air Gadang Kabupaten Pasaman
Barat.

f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kontraktor.
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas PU Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat .
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat


8. Kesempatan Kerja
a. Sumber Dampak
Dampak terhadap kesempatan berkerja bersumber dari adanya kegiatan
rekruitmen tenaga kerja untuk kebutuhan pembangunan jembatan.

b. Jenis Dampak
Dampak yang ditimbulkan adalah adanya peluang untuk bekerja sesuai
dengan formasi yang dibutuhkan/tersedia.

c. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup
Mengutamakan tenaga kerja dengan kualifikasi buruh berasal dari daerah
setempat sesuai dengan formasi yang ada.

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup
Pengelolaan dilakukan setiap saat selama pembangunan

PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




V-10
p.t. visitech gemilang
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup
Pengelolaan dilakukan selama tahap konstruksi yaitu lokasi kegiatan
peningkatan pembangunan jembatan Air Gadang Kabupaten Pasaman
Barat.

f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kontraktor.
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat .
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat


9. Peluang Usaha
a. Sumber Dampak
Dampak terhadap munculnya peluang usaha adalah berasal dari kegiatan
Pembangunan pondasi, pembangunan bangunan bawah, Konstruksi
Bangunan Atas, Pembangunan J alan Pendekat, Pemasangan batu dan
Pekerjaan Finishing.
.
b. Jenis Dampak
Timbulnya peluang usaha berupa munculnya warung-warung menjual
makanan bagi para pekerja disekitar lokasi kegiatan, pengadaan bahan
dan material serta pengangkutan bahan material

c. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup
o Memberikan kesempatan kepada masyarakat disekitar lokasi kegiatan
untuk memanfaatkan peluang usaha ini.
o Pengadaan bahan dan material dari masyarakat yang berada disekitar
lokasi kegiatan.
o Memanfaatkan truk pengangkutan bahan dan material dengan
memprioritaskan masyarakat setempat.
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




V-11
p.t. visitech gemilang
d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup
Pengelolaan dilakukan selama pembangunan jembatan/tahap kontruksi

e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup
Pengelolaan dilakukan selama tahap konstruksi yaitu lokasi kegiatan
peningkatan pembangunan jembatan Air Gadang Nagari Air Gadang
Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat.

f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kontraktor.
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bagian Pemerintahan Kantor Bupati Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat .

Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

10. Kecemburuan Sosial
a. Sumber Dampak
Timbulnya keresahan masyarakat bersumber dari kegiatan penerimaan
tenaga kerja yang tidak dapat mengabulkan permintaan masyarakat.

b. Jenis Dampak
J enis dampak yang ditimbulkan adalah munculnya keresahan
masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang tidak dapat diterima
sebagai tenaga kerja.

c. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup
Memberikan sosialisasi terkait dengan rekrutmen tenaga kerja untuk
mengatasi terjadinya kecemburuan sosial.

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup
Pengelolaan dilakukan setiap saat selama pembangunan
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




V-12
p.t. visitech gemilang
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup
Pengelolaan dilakukan selama tahap konstruksi yaitu lokasi kegiatan
peningkatan pembangunan jembatan Air Gadang Nagari Air Gadang
Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat.

f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kontraktor
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman Barat
o Bagian Pemerintahan Kantor Bupati Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat .
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

11. Kesehatan Masyarakat
a. Sumber Dampak
Timbulnya keresahan masyarakat terhadap gangguan kesehatan yang
bersumber dari kegiatan mobilisasi material dan pembangunan jalan
pendekat

b. Jenis Dampak
J enis dampak yang ditimbulkan adalah gangguan kesehatan masyarakat
akibat mobilisasi material

c. Program Pengelolaan Ligkungan Hidup
o Menutup bak truk pembawa material pasir, batu, dan kerikil dengan
terpal
o Pemadatan dan penyiraman material timbunan dalam pekerjaan
pembangunan jalan pendekat.

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup
Pengelolaan dilakukan setiap saat selama pembangunan

PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




V-13
p.t. visitech gemilang
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup
Pengelolaan dilakukan selama tahap konstruksi yaitu lokasi kegiatan
peningkatan pembangunan jembatan Air Gadang Nagari Air Gadang
Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat.

f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kontraktor
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat .
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat


12. Keselamatan dan Kesehatan Pekerja
a. Sumber Dampak
Dampak terhadap keselamatan tenaga kerja bagi tenaga kerja berasal
dari pembangunan pondasi, pembangunan bangunan bawah, konstruksi
bangunan atas dan pekerjaan finishing.

b. Jenis Dampak
Dampak yang akan ditimbulkan adalah terjadinya kecelakaan kerja pada
tenaga kerja.

c. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup
o Pengunaan Alat Pengaman Diri sesuai dengan SOP
o Menyertakan seluruh tenaga kerja untuk mendapat asuransi
J AMSOSTEK
o Operasional peralatan disesuaikan dengan prosedur yang ada

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup
Pengelolaan dilakukan setiap saat selama pembangunan

PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




V-14
p.t. visitech gemilang
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup
Pengelolaan dilakukan selama tahap konstruksi yaitu lokasi kegiatan
peningkatan pembangunan jembatan Air Gadang Nagari Air Gadang
Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat.

f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pelaksana
kontraktor
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat .
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat


13. Gangguan Lalu Lintas
a. Sumber Dampak
Terjadinya gangguan lalu lintas sungai bersumber dari kegiatan mobilisasi
material , pembangunan jalan pendekat dan demobilisasi alat berat.

b. Jenis Dampak
Timbulnya gangguan lalu lintas di sekitar ujung jembatan akibat
kendaraan yang membawa material , pembangunan jalan pendekat dan
kendaraan pembawa alat berat.

c. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup
o Menggunakan jasa pemandu dalam rangka demobilisasi alat berat,
mobilisasi material dan pembangunan jalan pendekat
o Menghindari waktu kegiatan pekerjaan tersebut pada jam sibuk atau
padat lalu lintas.

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup
Pengelolaan dilakukan setiap saat selama pembangunan

PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




V-15
p.t. visitech gemilang
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup
Pengelolaan dilakukan selama tahap konstruksi yaitu lokasi kegiatan
peningkatan pembangunan jembatan Air Gadang Nagari Air Gadang
Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat.

f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kontraktor .
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas PU Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat .
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat


5.3. TAHAP OPERASI
1. Kehilangan Kesempatan Kerja
a. Sumber Dampak
Sumber dampak dari kehilangan kesempatan kerja adalah berasal dari
pemutusan hubungan kerja (PHK)

b. Jenis Dampak
Dampak yang akan ditimbulkan adalah menurunnya tingkat penghasilan
masyarakat, khusus tenaga kerja yang diakibatkan dari selesainya
pembangunan jembatan.

c. Pengelolaan Lingkungan Hidup
Melakukan sosialisasi dan penjelasan tertulis pada calon tenaga kerja
terkait dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) ketika selesainya
kegiatan pembangunan jembatan.

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup
Pelaksanaan pengelolaan dilakukan adalah sebelum pelaksanaan PHK
dilakukan.
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




V-16
p.t. visitech gemilang
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup
Lokasi pengelolaan yang dilakukan tersebut adalah di kantor pemrakarsa.

f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kontraktor.
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat .
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat


2. Persepsi Masyarakat
a. Sumber Dampak
Dampak terhadap persepsi masyarakat dan kecemburuan sosial
bersumber dari kegiatan pemutusan hubungan kerja.

b. Jenis Dampak
J enis dampak yang ditimbulkan adalah keresahan masyarakat akibat
pemutusan hubungan kerja, karena tidak berkerjanya atau berkurangnya
penghasilan masyarakat.

c. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup
Transparansi terkait pemutusan hubungan kerja yang sesuai dengan
sosialisasi yang telah dilakukan pada awal penerimaan tenaga kerja.


d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup
Pelaksanaan pengelolaan dilakukan adalah sebelum pelaksanaan PHK
dilakukan.

e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup
Lokasi pengelolaan yang dilakukan tersebut adalah di kantor pemrakarsa.
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




V-17
p.t. visitech gemilang
f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kontraktor.
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bagian Pemerintahan Kantor Bupati Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat .
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat.


3. Kelancaran lalulintas
a. Sumber dampak
Peningkatan kelancaran lalu lintas berasal dari kegiatan beroperasinya
jembatan

b. Jenis dampak
Dampak yang ditimbulkan adalah dampak positif yaitu semakin lancarnya
akses masyarakat

c. Pengelolaan Lingkungan Hidup
Mengoperasikan jembatan sesuai dengan kemampuan dan daya dukung
dari jembatan

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup
Pengelolaan dilakukan telah selesainya pembangunan jembatan

e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup
Pengelolaan dilakukan pada lokasi kagitan peningkatan pembangunan
jembatan Air Gadang Nagari Air Gadang Kecamatan Pasaman
Kabupaten Pasaman Barat.

f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Balai Besar Pelaksanaan J alan Nasional II
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




V-18
p.t. visitech gemilang
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas PU Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat .
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat


PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




VI-1 p.t. visitech gemilang
BAB VI
PROGRAM PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP


6.1. TAHAP PRAKONSTRUKSI
1. Persepsi Masyarakat
a. Tujuan Pemantauan
Mengetahui efektifitasnya sosialisasi yang telah dilakukan terhadap dampak
presepsi masyarakat.

b. Parameter Yang Dipantau
Pendapat atau pandangan masyarakat terhadap kegiatan stake out,
pembebasan lahan, pembangunan base camp dan pemagaran tapak
kegiatan

c. Metoda pemantauan
Pelaksanan pemantauan dilakukan melalui wawancara dengan masyarakat
yang terkena dampak.

d. Tolok Ukur Dampak
Tidak munculnya gejolak sosial masyarakat terhadap rencana kegiatan
peningkatan pembangunan jembatan

e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
Masyarakat yang berada disekitar tapak kegiatan yaitu Nagari Air Gadang
Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat

f. Frekuensi Pemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa
prakonstruksi.

g. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Pelaksana
SATKER Pembangunan /Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pemda
Kab. Pasaman Barat.
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




VI-2 p.t. visitech gemilang
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

2. Gangguan Lalu Lintas
a. Tujuan Pemantauan
Tujuan dilakukan pemantauan adalah untuk mengetahui sejauh mana
efektifitas pengelolaan yang dilakukan

b. Parameter Yang Dipantau
Sebagai parameter yang akan dipantau adalah adanya gangguan terhadap
arus lalu lintas kendaraan

c. Metoda Pemantauan
Metoda pemantauan yang dilakukan adalah observasi langsung kelapangan

d. Tolok ukur Dampak
Tolok ukur yang akan digunakan adalah ada atau tidak adanya gangguan
lalu lintas darat

e. Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan yang akan dilakukan adalah pada jalan yang dilalui oleh
kendaraan dan alat-alat berat, khususnya pada daerah yang padat
kendaraan.

f. Frekuensi Pemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa
prakonstruksi.

g. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kontraktor


PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




VI-3 p.t. visitech gemilang

Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas Perhubungan Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

6.2. TAHAP KONSTRUKSI
1. Kandungan Debu
a. Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui efektifitas pengelolaan terhadap penurunan kualitas
kandungan debu akibat kegiatan selama tahap konstruksi.

b. Parameter Yang Dipantau
Parameter yang digunakan dalam pemantauan yaitu total debu (TSP).

c. Metoda Pemantauan
Metoda untuk pengukuran/pemantauan parameter total debu mengunakan
metoda gravimetri dengan mengunakan alat HVAS

d. Tolok Ukur Dampak
Peraturan Pemerintah No 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran
Udara dengan baku mutu udara TSP (230 g/m
3
)

e. Lokasi Pemantauan
Lokasi sampling adalah pada ujung jembatan (dua lokasi) dan pemukiman
masyarakat.

f. Frekuensi Pemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa konstruksi.

h. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kontraktor

PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




VI-4 p.t. visitech gemilang
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

2. Kandungan Gas
a. Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui efektifitas pengelolaan terhadap penurunan kualitas
kandungan gas akibat kegiatan selama tahap konstruksi.

b. Parameter Yang Dipantau
Parameter yang digunakan dalam pemantauan yaitu CO, SO
2
dan NO
2


c. Metoda Pemantauan
Metoda untuk parameter kandungan gas dapat terlihat pada Tabel 6.1.
berikut ini
Tabel 6.1. Parameter, alat dan metoda analisa kandungan gas
No. Parameter Alat Metoda Satuan BMUA
1.
2.
3.
CO
SO
2

NO
2

Spektrofotometer
Spektrofotometer
Spektrofotometer
Perakamoniakal
Pararosanilin
Saltzman
g/m
3

g/m
3

g/m
3

2260
260
92,5
Keterangan: BMUA = Baku Mutu Udara Ambien

d. Tolok Ukur Dampak
Peraturan Pemerintah No 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran
Udara.

e. Lokasi Pemantauan
Lokasi sampling adalah pada ujung jembatan (dua lokasi) dan pemukiman
masyarakat.

f. Frekuensi Pemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa konstruksi.



PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




VI-5 p.t. visitech gemilang
g. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kontraktor
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

3. Peningkatan Tingkat Kebisingan
a. Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui efektifitas pengelolaan yang telah dilakukan terhadap
kendaraan dan alat-alat berat agar tingkat kebisingan semakin kecil.

b. Parameter Yang Dipantau
Sebagai parameter yang akan dipantau adalah tingkat kebisingan.

c. Metoda Pemantauan
Metoda yang digunakan adalah pengukuran langsung dilapangan bantuan
alat sound level meter (SLM).

d. Tolok Ukur Dampak
Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 48/1996, tentang Baku Tingkat
Kebisingan.

e. Lokasi Pemantauan
Lokasi sampling adalah pada ujung jembatan (dua lokasi) dan pemukiman
masyarakat.

f. Frekuensi Pemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa konstruksi.

g. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kontraktor
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




VI-6 p.t. visitech gemilang
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

4. Peningkatan Tingkat Getaran
b. Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui efektifitas pengelolaan yang telah dilakukan terhadap
pemakairn alat pancang agar tingkat getaran semakin kecil.

b. Parameter Yang Dipantau
Sebagai parameter yang akan dipantau adalah tingkat getaran.

b. Metoda Pemantauan
Metoda yang digunakan adalah pengukuran langsung dilapangan bantuan
alat penangkap getaran, alat ukur analisis getaran, pencatat tingkat getaran
dan alat analisis pengukur tingkat getaran.

b. Tolok Ukur Dampak
Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 49/1996, tentang Baku Tingkat
Getaran.

b. Lokasi Pemantauan
Lokasi sampling adalah pada ujung jembatan (dua lokasi) dan pemukiman
masyarakat.

b. Frekuensi Pemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa konstruksi.

b. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kontraktor
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




VI-7 p.t. visitech gemilang
Pelaporan
Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

5. Penurunan Kualitas Air Sungai
a. Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui efektifitas pengelolaan yang telah dilakukan terhadap
pengendalian penurunan kualitas air sungai Batang Pasaman

b. Parameter Yang Dipantau
Parameter yang akan dipantau disesuai dengan sumber dampak dan
menurut PP Nomor 82 Tahun 2001 untuk kelas II

c. Metoda Pemantauan
Metoda, alat yang digunakan dalam pemantauan kualitas air sungai dapat
disajikan pada Tabel 6.2 berikut ini.

Tabel 6.2. Parameter, alat dan metoda analisa kualitas air sungai untuk pelaksanaa
pemantauan

No Parameter Satuan Metoda Alat
1 2 3 4 5
I FISIKA
1. Suhu
o
C Pemuian Termometer
2. Padatan terlarut (TDS) mg/L Gravimetri Timbangan
3. Padatan tersuspensi (TSS) mg/L Gravimetri Timbangan
II. KIMIA
1. pH - Potensiometri pH-meter
2. DO mg/L Winkler Buret
3. BOD mg/L Winkler Buret
4. COD mg/L Titrimetri Buret
5. Posfat (PO
4
-P) mg/L Spektrofotometri Spetrofotometer
6. Nitrat (NO
3
-N) mg/L Spektrofotometri Spetrofotometer
7. Nitrit (NO
2
-N)) mg/L Spektrofotometri Spetrofotometer
8. Amoniak (NH
3
-N) mg/L Spektrofotometri Spetrofotometer
9. Klorida (Cl) mg/L Spektrofotometri Spetrofotometer
10. Sulfat (SO
4
) mg/L Spektrofotometri Spetrofotometer
11. Timbal (Pb) mg/L Spektrofotometri AAS
12. Tembaga (Cu) mg/L Spektrofotometri AAS
13. Besi (Fe) mg/L Spektrofotometri AAS
14. Seng (Zn) mg/L Spektrofotometri AAS
15. Minyak/Lemak mg/L Gravimetri Timbangan
16. Detergen (MBAS) mg/L Spektrofotometri Spetrofotometer


PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




VI-8 p.t. visitech gemilang
d. Tolok Ukur Dampak
o Peraturan Pementintah RI Nomor 82 Tahun 2001, tentang Pengelolaan
Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air
o Peraturan Gubernur Nomor 5 Tahun 2008, tentang Penetapan Kriteria
Mutu Air Sungai di Propinsi Sumatera Barat.

e. Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan dilakukan pada sungai Batang Pasaman yaitu pada
bagian hulu dan bagian hilir dari pembangunan jembatan.

f. Frekuensi Pemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa konstruksi.

g. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kontraktor
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

6. Erosi Tebing Sungai
a. Tujuan Pemantauan
Tujuan dilakukan pemantauan adalah untuk mengetahui sejauh mana
efektifitas pengelolaan pengedalian erosi tebing sungai yang dilakukan

b. Parameter Yang Dipantau
Sebagai parameter yang akan dipantau adalah terjadinya erosi tebing sungai
Batang Pasaman

c. Metoda Pemantauan
Metoda pemantauan yang dilakukan adalah observasi langsung ke lapangan



PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




VI-9 p.t. visitech gemilang
d. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur yang digunakan untuk pemantauan ini adalah ada atau tidak
adanya tebing sungai Batang Pasaman yang longsor dan jaju sedimentasi
yang terdapat di Sungai Batang Pasaman.

e. Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan dilakukan pada sungai Batang Pasaman

f. Frekuensi Pemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa konstruksi.

g. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kontraktor
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas PU Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

7. Kerusakan Sempadan Sungai
a. Tujuan Pemantauan
Tujuan dilakukan pemantauan adalah untuk mengetahui sejauh mana
efektifitas pengelolaan yang dilakukan.

b. Parameter Yang Dipantau
Parameter dalam pemantauan yang dilakaukan adalah kerusakan sempadan
sungai seperti pengikisan sempadan sungai

c. Metoda Pemantauan
Metoda dalam pelaksanaan pemantauan dapat dilakukan dengan cara
observasi langsung ke lapangan



PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




VI-10 p.t. visitech gemilang
d. Tolok Ukur Dampak
Sebagai tolok ukur dalam pelaksanaan pemantauan adalah ada atau tidak
adanya sempadan sungai yang rusak

e. Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan dilakukan adalah pada sempadan sungai yang
digunakan sebagai lokasi pembangunan jembatan yaitu sungai Batang
Pasaman

f. Frekuensi Pemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa konstruksi.

g. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kontraktor
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas PU Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

8. Kesempatan Kerja
a. Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui efektifitas pengelolaan yang telah dilakukan terhadap
kesempatan berkerja bagi masyarakat setempat

b. Parameter Yang Dipantau
Parameter yang dipantau adalah dominasi masyarakat setempat yang
bekerja pada pembangunan jembatan sesuai dengan formasi dan keahlian
yang ada.

c. Metoda Pemantauan
Metoda pemantauan adalah observasi langsung kelapangan dan wawancara
dengan tenaga kerja serta masyarakat setempat.

PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




VI-11 p.t. visitech gemilang
d. Tolok Ukur Dampak
Sebagai tolok ukur kesempatan bekerja adalah dominasi masyarakat
setempat yang bekerja pada kegiatan pembangunan jembatan ini.

e. Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan dilakukan pada Nagari Air Gadang Kecamatan Pasaman
Kabupaten Pasaman Barat.

f. Frekuensi Pemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa konstruksi.

g. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kontraktor
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

9. Peluang Usaha
a. Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui efektifitas pengelolaan yang telah dilakukan terhadap
peluang usaha yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat setempat

b. Parameter Yang Dipantau
J enis usaha masyarakat terkait pemanfaatan peluang usaha akibat kegiatan
pembangunan jembatan

c. Metoda Pemantauan
Metoda pemantauan adalah observasi langsung kelapangan dan wawancara
dengan masyarakat setempat.

d. Tolok Ukur Dampak
Pemanfaatan peluang usaha oleh masyarakat setempat.
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




VI-12 p.t. visitech gemilang

e. Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan dilakukan pada Nagari Air Gadang Kecamatan Pasaman
Kabupaten Pasaman Barat.

f. Frekuensi Pemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa konstruksi.

g. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kontraktor .
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bagian Pemerintahan Kantor Bupati Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

10. Kecemburuan Sosial
a. Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui sejauh mana realisasi sosialisasi yang telah dilaksanakan
terhadap masyarakat

b. Parameter Yang Dipantau
Sebagai parameter yang digunakan dalam pemantauan ini adalah timbulnya
keresahan masyarakat

c. Metoda Pemantauan
Metoda pemantauan adalah observasi langsung kelapangan dan wawancara
dengan masyarakat setempat.

d. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur yang digunakan dalam pemantauan ini adalah tidak adanya
gejolak sosial masyarakat


PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




VI-13 p.t. visitech gemilang
e. Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan dilakukan pada Nagari Air Gadang Kecamatan Pasaman
Kabupaten Pasaman Barat.

f. Frekuensi Pemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa konstruksi.

g. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kontraktor
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bagian Pemerintahan Kantor Bupati Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

11. Kesehatan Masyarakat
a. Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui sejauh mana efektifitas pengelolaan lingkungan yang
telah dilakukan terhadap sumber-sumber pencemar yang dapat
menimbulkan gangguan kesehatan masyarakat.

b. Parameter Yang Dipantau
Sebagai parameter yang digunakan dalam pemantauan ini adalah tidak ada
keresahan masyarakat terhadap gangguan kesehatan

c. Metoda Pemantauan
Metoda pemantauan adalah observasi langsung kelapangan dan wawancara
dengan masyarakat setempat.

d. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur yang digunakan dalam pemantauan ini adalah tidak adanya
gangguan kesehatan masyarakat akibat kegiatan peningkatan pembangunan
jembatan.

PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




VI-14 p.t. visitech gemilang
e. Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan dilakukan pada Nagari Air Gadang Kecamatan Pasaman
Kabupaten Pasaman Barat.

f. Frekuensi Pemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa konstruksi.

g. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kontraktor
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

12. Keselamatan dan Kesehatan Pekerja
a. Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui efektifitas pengelolaan yang telah dilakukan terhadap
keselamatan dan kesehatan pekerja

b. Parameter Yang Dipantau
Sebagai parameter yang digunakan adalah keselamatan tenaga kerja atau
kecelakaan tenaga kerja dan gangguan kesehatan yang diakibatkan aktifitas
peningkatan pembangunan jembatan

c. Metoda Pemantauan
Metoda pemantauan adalah observasi langsung kelapangan dan wawancara
dengan tenaga kerja

d. Tolok Ukur Dampak
Sebagai tolok ukur dapat digunakan adalah ada atau tidak adanya tenaga
kerja yang mengalami kecelakaan dan gangguan kesehatan.


PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




VI-15 p.t. visitech gemilang
e. Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan dilakukan lokasi peningkatan pembangunan jembatan

f. Frekuensi Pemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa konstruksi.

g. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kontraktor
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

13. Gangguan Lalu Lintas
a. Tujuan Pemantauan
Tujuan dilakukan pemantauan adalah untuk mengetahui sejauh mana
efektifitas pengelolaan yang telah dilakukan.

b. Parameter Yang Dipantau
Tingkat gangguan lalu lintas jalan pada kawasan kegiatan pembangunan
jembatan dan jalan yang dilalui oleh kendaraan material dan demobilisasi
alat berat.

c. Metoda Pemantauan
Metoda pemantauan adalah observasi langsung kelapangan dan wawancara
dengan tenaga kerja dan masyarakat.

d. Tolok Ukur Dampak
Sebagai tolok ukur dapat digunakan adalah ada atau tidak adanya gangguan
lalu lintas.



PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




VI-16 p.t. visitech gemilang
e. Lokasi Pemantauan
Jalan yang dilalui oleh kendaraan yang membawa material, alat berat dan
lokasi pembangunan jembatan.

f. Frekuensi Pemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa konstruksi.

g. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kontraktor
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas PU Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

6.3. TAHAP OPERASI
1. Kehilangan Kesempatan Kerja
a. Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui sejauh mana sosialisasi atau penjelasan tertulis yang
telah dilakukan kepada tenaga kerja dengan PHK setelah selesai kegiatan
pembangunan jembatan..

b. Parameter Yang Dipantau
Sebagai peremter yang digunakan adalah menurunnya tingkat pendapatan
masyarakat, khususnya tenaga kerja

c. Metoda Pemantauan
Metoda pemantauan adalah observasi langsung kelapangan dan wawancara
dengan tenaga kerja

d. Tolok Ukur Dampak
Tidak terjadi gejolak sosial terkait pemutusan hubungan kerja oleh
pemrakasa akibat selesainya pembangunan jembatan.
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




VI-17 p.t. visitech gemilang
e. Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan dilakukan pada Nagari Air Gadang Kecamatan Pasaman
Kabupaten Pasaman Barat.

f. Frekuensi Pemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa operasi.

g. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kontraktor
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

2. Persepsi Masyarakat
a. Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui efektifitas sosialisi yang telah dilakukan terhadap persepsi
masyarakat

b. Parameter Yang Dipantau
Sebagai parameter pemantauan adalah timbulnya persepsi negatif dan
gejolak sosial masyarakat.

c. Metoda Pemantauan
Pelaksanan pemantauan dilakukan dengan cara observasi dan wawancara
dengan masyarakat yang terkena dampak.

d. Tolok Ukur Dampak
Tidak munculnya gejolak sosial masyarakat terhadap rencana kegiatan
tersebut.



PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




VI-18 p.t. visitech gemilang
e. Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan dilakukan pada Nagari Air Gadang Kecamatan Pasaman
Kabupaten Pasaman Barat.

f. Frekuensi Pemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa operasi.

g. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Kontraktor
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bagian Pemerintahan Kantor Bupati Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

3. Kelancaran lalulintas
a. Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui sejauh mana efektifitas pengelolaan lingkungan yang
telah dilakukan

b. Parameter Yang Dipantau
Sebagai parameter yang akan dipantan adalah semakin lancar akses
masyarakat untuk melakukan penyeberangan baik menggunakan kendaraan
maupun bagi pejalan kaki

c. Metoda Pemantauan
Metoda pemantauan yang dilakukan adalah observasi langsung ke lapangan

d. Tolok Ukur Dampak
Sebagai tolok ukur yang digunakan adalah semakin lancarnya masyarakat
menggunakan jembatan Air Gadang sebagai sarana penyeberangan.

e. Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan adalah jembatan Air gadang yang telah dioperasikan.
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat




VI-19 p.t. visitech gemilang

f. Frekuensi Pemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan dua kali setahun selama masa
operasi.

g. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Pelaksana
Balai Besar Pelaksanaan J alan Nasional II
Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas PU Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat
Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat


PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat



V-19


p.t. visitech gemilang
Tabel. 5.1. MATRIK PROGRAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
KEGIATAN PENINGKATAN PEMBANGUNAN JEMBATAN AIR GADANG KABUPATEN PASAMAN BARAT
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup
No. Jenis Dampak Sumber Dampak
Program Lokasi Waktu Pelaksana Pengawas
I. PRAKONSTRUKSI
1. Stake out Sosialisasi kepada masyarakat sekitar
lokasi kegiatan tentang pembangunan
jembatan.
Nagari Air Gadang
Kecamatan Pasaman
Kabupaten Pasaman
Barat
2. Pembebasan lahan Sosialisasi kepada masyarakat sekitar
lokasi kegiatan tentang pembebasan
lahan
Nagari Air Gadang
Kecamatan Pasaman
Kabupaten Pasaman
Barat
1. Persepsi masyarakat
3. Pembangunan Base
camp dan Pemagaran
tapak kegiatan
Sosialisasi kepada masyarakat sekitar
lokasi kegiatan tentang pengamanan
lokasi kegiatan/pembangunan Base
Camp dan Pemagaran tapak kegiatan
Nagari Air Gadang
Kecamatan Pasaman
Kabupaten Pasaman
Barat
Selama tahap
prakonstruksi
SATKER
Pembangunan
/Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK) dan
Pemda Kab.
Pasaman Barat

o Kantor Lingkungan
Hidup Kabupaten
Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi
Sumatera Barat

2. Gangguan lalu lintas
darat
Mobilisasi alat berat Mengunakan jasa pemandu dalam
rangka mobilisasi alat berat menuju
lokasi kegiatan.

Jalan yang dilalui
ketika mobilisasi alat
berat menuju ke
lokasi peningkatan
pembangunan
jembatan Air Gadang
Selama tahap
prakonstruksi
Kontraktor o Kantor Lingkungan
Hidup Kabupaten
Pasaman Barat
o Dinas PU Kab.Pasaman
Barat
o Bapedalda Propinsi
Sumatera Barat
II. KONSTRUKSI
1. Mobilisasi material Menutup bak truk pembawa material
pasir, batu, dan kerikil dengan terpal.
lokasi kagitan
peningkatan
pembangunan
jembatan Air Gadang
2. Pembangunan Jalan
Pendekat
Pemadatan dan Penyiraman material
timbunan dalam pekerjaan
pembangunan jalan pendekat.
lokasi kagitan
peningkatan
pembangunan
jembatan Air Gadang
1. Kandungan Debu
3. Pekerjaan finishing Pelaksanaan finishing sesuai dengan
prosedur
lokasi kagitan
peningkatan
pembangunan
jembatan Air Gadang
Selama tahap
konstruksi
Kontraktor o Kantor Lingkungan
Hidup Kabupaten
Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi
Sumatera Barat
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat



V-20


p.t. visitech gemilang
2. Kandungan Gas Mobilisasi material 1. Kendaraan olos uji keur
2. uji emisi gas buang




Sewaktu mobilisasi
alat berat menuju ke
lokasi kegiatan
peningkatan
pembangunan
jembatan Air Gadang.
Selama tahap
konstruksi
Kontraktor o Kantor Lingkungan
Hidup Kabupaten
Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi
Sumatera Barat
1. Mobilisasi material Penggunaan kendaraan pembawa
material yang laik pakai atau lolos uji
keur.

Sewaktu mobilisasi
alat berat menuju ke
lokasi kegiatan
peningkatan
pembangunan
jembatan Air Gadang
Selama tahap
konstruksi
Kontraktor o Kantor Lingkungan
Hidup Kabupaten
Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi
Sumatera Barat
2. Pembangunan Pondasi Pengunaan alat berat yang laik pakai.

lokasi kegiatan
peningkatan
pembangunan
jembatan Air Gadang
Selama tahap
konstruksi
Kontraktor o Kantor Lingkungan
Hidup Kabupaten
Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi
Sumatera Barat
3. Pembangunan Bangunan
Bawah
Pengunaan alat berat yang laik pakai lokasi kegiatan
peningkatan
pembangunan
jembatan Air Gadang
Selama tahap
konstruksi
Kontraktor o Kantor Lingkungan
Hidup Kabupaten
Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi
Sumatera Barat
4. Kontruksi Bangunan Atas Pengunaan alat berat yang laik pakai lokasi kegiatan
peningkatan
pembangunan
jembatan Air Gadang
Selama tahap
konstruksi
Kontraktor o Kantor Lingkungan
Hidup Kabupaten
Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi
Sumatera Barat
3. Peningkatan tingkat
Kebisingan
5. Pembangunan Jalan
Pendekat
Pengunaan alat berat yang laik pakai lokasi kegiatan
peningkatan
pembangunan
jembatan Air Gadang
Selama tahap
konstruksi
Kontraktor o Kantor Lingkungan
Hidup Kabupaten
Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi
Sumatera Barat
4. Peningkatan Tingkat
Getaran
Pembangunan Pondasi atau
pemancangan tiang pancang
o Pelaksanaan pembangunan pondasi
atau pemancangan tiang pancang
sesuai dengan SOP
o Pengunaan alat berat yang laik
pakai.

lokasi kegiatan
peningkatan
pembangunan
jembatan Air Gadang
Selama tahap
konstruksi
Kontraktor o Kantor Lingkungan
Hidup Kabupaten
Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi
Sumatera Barat
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat



V-21


p.t. visitech gemilang
1. Pembangunan pondasi 1. Menghindari ceceran semen yang
masuk kedalam sungai.
2. Melakukan pembanguan sesuai
dengan prosedur teknis.

lokasi kegiatan
peningkatan
pembangunan
jembatan Air Gadang
Selama tahap
konstruksi

Kontraktor o Kantor Lingkungan
Hidup Kabupaten
Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi
Sumatera Barat
2. Pembangunan bangunan
bawah
1. Menghindari ceceran semen yang
masuk kedalam sungai.
2. Melakukan pembanguan sesuai
dengan prosedur teknis.

lokasi kegiatan
peningkatan
pembangunan
jembatan Air Gadang
Selama tahap
konstruksi



Kontraktor o Kantor Lingkungan
Hidup Kabupaten
Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi
Sumatera Barat
3. Konstruksi Bangunan Atas 1. Menghindari ceceran semen yang
masuk kedalam sungai.
2. Melakukan pembanguan sesuai
dengan prosedur teknis.
lokasi kegiatan
peningkatan
pembangunan
jembatan Air Gadang
Selama tahap
konstruksi



Kontraktor o Kantor Lingkungan
Hidup Kabupaten
Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi
Sumatera Barat
5. Penurunan kualitas
air sungai
4. Pemasangan batu 1. Menghindari ceceran semen yang
masuk kedalam sungai.
2. Melakukan pembanguan sesuai
dengan prosedur teknis.
lokasi kegiatan
peningkatan
pembangunan
jembatan Air Gadang
Selama tahap
konstruksi



Kontraktor o Kantor Lingkungan
Hidup Kabupaten
Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi
Sumatera Barat
6. Erosi tebing sungai Pembangunan pondasi Meminimalkan pengalian pondasi
sesuai pelaksanaan teknis untuk
mengurangi arosi tebing sungai.

lokasi kegiatan
peningkatan
pembangunan
jembatan Air Gadang
Selama tahap
konstruksi



Kontraktor o Kantor Lingkungan
Hidup Kabupaten
Pasaman Barat
o Dinas PU Kab.
Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi
Sumatera Barat
7. Kerusakan
sempadan sungai
Pembangunan pondasi Areal sempadan sungai yang akan
digunakan untuk pembangunan
pondasi disesuai dengan kebutuhan
pondasi dalam rangka meminimalkan
kerusakan sempadan sungai.

lokasi kegiatan
peningkatan
pembangunan
jembatan Air Gadang
Selama tahap
konstruksi



Kontraktor o Kantor Lingkungan
Hidup Kabupaten
Pasaman Barat
o Dinas PU kab.
Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi
Sumatera Barat
8. Kesempatan bekerja Rekrutmen tenaga kerja Mengutamakan tenaga kerja dengan
kualifikasi buruh berasal dari daerah
setempat sesuai dengan formasi yang
Nagari Air Gadang
Kecamatan Pasaman
Kabupaten Pasaman
Selama tahap
konstruksi

Kontraktor o Kantor Lingkungan
Hidup Kabupaten
Pasaman Barat
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat



V-22


p.t. visitech gemilang
ada.

Barat.



o Dinas Tenaga Kerja
Kab. Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi
Sumatera Barat

9. Peluang Usaha Pembangunan pondasi,
pembangunan bangunan
bawah, Konstruksi
Bangunan Atas,
Pembangunan Jalan
Pendekat, Pemasangan batu
dan Pekerjaan Finishing
1.Memberikan kesempatan kepada
masyarakat disekitar lokasi kegiatan
untuk memanfaatkan peluang usaha
ini.
2.Pengadaan bahan dan material dari
masyrakat yang berada disekitar
lokasi kegiatan.
3.Memanfaatkan truk pengangkutan
bahan dan material dengan
memprioritaskan masyrakat
setempat.
Nagari Air Gadang
Kecamatan Pasaman
Kabupaten Pasaman
Barat.

Selama tahap
konstruksi



Kontraktor o Kantor Lingkungan
Hidup Kabupaten
Pasaman Barat
o Bagian Pemerintahan
Kantor Bupati Pasaman
Barat
o Bapedalda Propinsi
Sumatera Barat
10. Kecemburuan Sosial Rekrutmen tenaga kerja Memberikan sosialisasi terkait dengan
rekrutmen tenaga kerja untuk
mengatasi terjadi kecemburuan sosial.

Nagari Air Gadang
Kecamatan Pasaman
Kabupaten Pasaman
Barat.

Selama tahap
konstruksi



Kontraktor o Kantor Lingkungan
Hidup Kabupaten
Pasaman Barat
o Bagian Pemerintahan
Kantor Bupati Pasaman
Barat
o Bapedalda Propinsi
Sumatera Barat
1. Mobilisasi material Menutup bak truk pembawa material
pasir, batu, dan kerikil dengan terpal

Sewaktu mobilisasi
alat berat menuju ke
lokasi kegiatan
peningkatan
pembangunan
jembatan Air Gadang
Selama tahap
konstruksi
Kontraktor o Kantor Lingkungan
Hidup Kabupaten
Pasaman Barat
o Dinas Kesehatan Kab.
Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi
Sumatera Barat
11. Kesehatan
Masyarakat
2. Pembangunan jalan
pendekat
Pemadatan dan Penyiraman material
timbunan dalam pekerjaan
pembangunan jalan pendekat.

Nagari Air Gadang
Kecamatan Pasaman
Kabupaten Pasaman
Barat.



Selama tahap
konstruksi



Kontraktor o Kantor Lingkungan
Hidup Kabupaten
Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi
Sumatera Barat
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat



V-23


p.t. visitech gemilang
1. Pembangunan pondasi 1. Pengunaan Alat Pengaman Diri
sesuai dengan SOP
2. Menyertakan sesluruh tenaga kerja
untuk mendapat asuransi
JAMSOSTEK
3. Operasional peralatan disesuaikan
dengan prosedur yang ada
Lokasi kegiatan
peningkatan
pembangunan
jembatan Air Gadang
2. Pembangunan bangunan
bawah
1. Pengunaan Alat Pengaman Diri
sesuai dengan SOP
2. Menyertakan sesluruh tenaga kerja
untuk mendapat asuransi
JAMSOSTEK
3. Operasional peralatan disesuaikan
dengan prosedur yang ada
Lokasi kegiatan
peningkatan
pembangunan
jembatan Air Gadang
3. Konstruksi Bangunan Atas 1. Pengunaan Alat Pengaman Diri
sesuai dengan SOP
2. Menyertakan sesluruh tenaga kerja
untuk mendapat asuransi
JAMSOSTEK
3. Operasional peralatan disesuaikan
dengan prosedur yang ada
Lokasi kegiatan
peningkatan
pembangunan
jembatan Air Gadang
12. Keselamatan dan
Kesehatan Pekerja
4. Pekerjaan Finishing 1. Pengunaan Alat Pengaman Diri
sesuai dengan SOP
2. Menyertakan sesluruh tenaga kerja
untuk mendapat asuransi
JAMSOSTEK
3. Operasional peralatan disesuaikan
dengan prosedur yang ada
Lokasi kegiatan
peningkatan
pembangunan
jembatan Air Gadang
Selama tahap
konstruksi



Kontraktor o Kantor Lingkungan
Hidup Kabupaten
Pasaman Barat

o Dinas Tenaga Kerja
Kab. Pasaman Barfat
o Bapedalda Propinsi
Sumatera Barat
1. Mobilisasi material dan
demobilisasi alat berat
1. Mengunakan jasa pemandu dalam
rangka mobilisasi material dan
pembangunan jalan pendekat
2. Menghindari waktu pada padat lalu
lintas.
Lokasi kegiatan
peningkatan
pembangunan
jembatan Air Gadang
Selama tahap
konstruksi



Kontraktor o Kantor Lingkungan
Hidup Kabupaten
Pasaman Barat
o Dinas PU Kab.
Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi
Sumatera Barat
13. Gangguan lalu lintas
2. Pembangunan jalan
pendekat
1. Mengunakan jasa pemandu dalam
rangka mobilisasi material dan
pembangunan jalan pendekat
Lokasi kegiatan
peningkatan
pembangunan
Selama tahap
konstruksi

Kontraktor o Kantor Lingkungan
Hidup Kabupaten
Pasaman Barat
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat



V-24


p.t. visitech gemilang
2. Menghindari waktu pada padat lalu
lintas
jembatan Air Gadang

Bapedalda Propinsi
Sumatera Barat
III. OPERASI
1. Kesempatan Kerja Pemutusan hubungan kerja Melakukan sosialisasi dan penjelasan
tertulis pada calon tenaga kerja terkait
dengan pemutusan hubungan kerja
(PHK) ketika selesainya kegiatan
pembangunan jembatan.
Lokasi pengelolaan
yang dilakukan
tersebut adalah di
kantor pemrakarsa
sebelum
pelaksanaan PHK
dilakukan.
Kontraktor o Kantor Lingkungan
Hidup Kabupaten
Pasaman Barat
o Dinas Tenaga Kerja
Kab. Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi
Sumatera Barat
2. Perspesi masyarakat Pemutusan hubungan kerja Transparansi terkait pemutusan
hubungan kerja yang sesuai dengan
sosialisasi yang telah dilakukanb pada
awal penerimaan tenaga kerja.

Lokasi pengelolaan
yang dilakukan
tersebut adalah di
kantor pemrakarsa
sebelum
pelaksanaan PHK
dilakukan.
Kontraktor o Kantor Lingkungan
Hidup Kabupaten
Pasaman Barat
o Bagian Pemerintahan
Kantor Bupati Pasaman
Barat
o Bapedalda Propinsi
Sumatera Barat
3. Kelancaran Lalulintas Operasional jembatan Mengoperasikan jembatan sesuai
dengan kemanpuan dan daya
dukungnya
Lokasi kegiatan
peningkatan
pembangunan
jembatan Air Gadan
Telah selesainya
pembangunan
jembatan
Balai Besar
Pelaksanaan Jalan
Nasional II
o Kantor Lingkungan
Hidup Kabupaten
Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi
Sumatera Barat












PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat



V-25


p.t. visitech gemilang

Tabel 6.3 MATRIK PROGRAM PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
KEGIATAN PENINGKATAN PEMBANGUNAN JEMBATAN AIR GADANG KABUPATEN PASAMAN BARAT
Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
No. Jenis Dampak Sumber Dampak
Parameter Lokasi Waktu Pelaksana
I. PRAKONSTRUKSI
1. Perspesi masyarakat 1. Stake out Pendapat atau pandangan masyarakat
terhadap kegiatan stake out
Disekitar tapak
kagiatan
Sekali selama masa
prakonstruksi
SATKER
Pembangunan
/Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK) dan
Pemda Kab. Pasaman
Barat
2. Pembebasan lahan Pendapat atau pandangan masyarakat
terhadap kegiatan Pembebasan lahan
Disekitar tapak
kagiatan
Sekali selama masa
prakonstruksi
SATKER
Pembangunan
/Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK) dan
Pemda Kab. Pasaman
Barat
3. Pembangunan Base camp dan
Pemagaran tapak kegiatan
Pendapat atau pandangan masyarakat
terhadap kegiatan Pembangunan
Base camp dan Pemagaran tapak
kegiatan
Disekitar tapak
kagiatan
Sekali selama masa
prakonstruksi
SATKER
Pembangunan
/Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK) dan
Pemda Kab. Pasaman
Barat
2. Gangguan lalu lintas darat Mobilisasi alat berat Adanya gangguan terhadap lalu lintas

Jalan yang dilalui
oleh kendaraan dan
alat-alat berat,
khususnya pada
daerah yang padat
kendaraan.
Sekali selama masa
prakonstruksi
Kontraktor
II. KONSTRUKSI
1. Mobilisasi material
2. Pembangunan Jalan Pendekat
1. Kandungan Debu
3. Pekerjaan finishing
Total debu (TSP) Kedua ujung jembatan
dan pemukiaman
masyarakat
Sekali selama masa
konstruksi
Kontraktor
2.

Kandungan Gas Mobilisasi material CO, SO2 dan NO2 Kedua ujung jembatan
dan pemukiaman
masyarakat
Sekali selama masa
konstruksi
Kontraktor
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat



V-26


p.t. visitech gemilang
3. Peningkatan tingkat
kebisingan
Mobilisasi material Tingkat kebisingan Kedua ujung jembatan
dan pemukiaman
masyarakat
Sekali selama masa
konstruksi
Kontraktor
4. Peningkatan tingkat getran Pembangunan pondasi atau
pemancangan tiang pancang
Tingkat Getaran Kedua ujung jembatan
dan pemukiaman
masyarakat
Sekali selama masa
konstruksi
Kontraktor
1. Pembangunan pondasi
2. Pembangunan bangunan bawah
3. Konstruksi Bangunan Atas
5. Penurunan kualitas air
sungai
4. Pemasangan batu
Disesuai dengan sumber dampak dan
menurut PP nomor 82 Tahun 2001
untuk kelas II
Sungai Batang
Pasaman yaitu pada
bagian hulu dan
bagian hilir dari
pembangunan
jembatan
Sekali selama masa
konstruksi
Kontraktor
6. Erosi tebing sungai Pembangunan pondasi Terjadinya erosi tebing sungai Batang
Pasaman

Tebing sungai
Batang Pasaman
yang dimanfaatkan
untuk pembangunan
jembatan
Sekali selama masa
konstruksi
Kontraktor
7. Kerusakan sempadan
sungai
Pembangunan pondasi Kerusakan sempadan sungai seperti
pengikisan sempadan sungai

Tebing sungai
Batang Pasaman
yang dimanfaatkan
untuk pembangunan
jembatan
Sekali selama masa
konstruksi
Kontraktor
8. Kesempatan bekerja Rekrutmen tenaga kerja Bekerjanya masyarakat setempat
sesuai dengan formasi dan keahlian
yang ada.

Nagari Air Gadang
Kecamatan Pasaman
Kabupaten Pasaman
Barat.

Sekali selama masa
konstruksi
Kontraktor
9. Peluang Usaha Pembangunan pondasi, pembangunan
bangunan bawah, Konstruksi
Bangunan Atas, Pembangunan Jalan
Pendekat, Pemasangan batu dan
Pekerjaan Finishing
Jenis usaha masyarakat terkait
pemanfaatan peluang usaha akibat
kegiatan pembangunan jembatan

Nagari Air Gadang
Kecamatan Pasaman
Kabupaten Pasaman
Barat.

Sekali selama masa
konstruksi
Kontraktor
10. Kecemburuan sosial Rekrutmen tenaga kerja Tidak ada keresahan masyarakat

Nagari Air Gadang
Kecamatan Pasaman
Kabupaten Pasaman
Barat.


Sekali selama masa
konstruksi
Kontraktor
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat



V-27


p.t. visitech gemilang
1. Mobilisasi material 11. Kesehatan Masyarakat
2. Pembangunan jalan pendekat
Tidak ada keresahan masyarakat
terhadap gangguan kesehatan

Nagari Air Gadang
Kecamatan Pasaman
Kabupaten Pasaman
Barat.
Sekali selama masa
konstruksi
Kontraktor
1. Pembangunan pondasi
2. Pembangunan bangunan bawah
3. Konstruksi Bangunan Atas
12. Keselamatan tenaga kerja
4. Pekerjaan Finishing
Keselamatan tenaga kerja atau
kecelakaan tenaga kerja dan
gangguan kesehatan yang diakibatkan
aktifitas peningkatan pembangunan
jembatan
Lokasi pembangunan
jembatanAir Gadang
Sekali selama masa
konstruksi
Kontraktor
13. Gangguan lalu lintas 1. Mobilisasi material
2. Pembangunan jalan pendekat
3. Demobilisasi alat berat
Tingkat gangguan lalu lintas jalan
pada kawasan kegiatan pembangunan
jembatan dan jalan yang dilalui oleh
kendaraan material
Jalan yang dilewati
oleh alat berat
Sekali selama masa
konstruksi
Kontraktor
III. OPERASI
1. Kesempatan Kerja Pemutusan hubungan kerja Menurunnya tingkat pendapatan
masyarakat, khususnya tenaga kerja
Nagari Air Gadang
Kecamatan Pasaman
Kabupaten Pasaman
Barat.
Sekali selama masa
operasi
Kontraktor
2. Perspesi masyarakat Pemutusan hubungan kerja Timbulnya persepsi negatif dan
gejolak sosial masyarakat.

Nagari Air Gadang
Kecamatan Pasaman
Kabupaten Pasaman
Barat.
Sekali selama masa
operasi
Kontraktor
4. Kelancaran Lalulintas Operasional jembatan Semakin lancar akses masyarakat
untuk melakukan penyeberangan baik
menggunakan kendaraan maupun
bagi pejalan kaki.
Jembatan Air Gadang Dua kali setahun
selama masa
operasi
Balai Besar Pelaksanaan
Jalan Nasional II

PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum
PU-net Kementerian Pekerjaan Umum