Anda di halaman 1dari 28

UPAYA KESEHATAN OLAHRAGA DI PUSKESMAS

BLOK KEDOKTERAN KOMUNITAS





KELOMPOK A 4
Ade Agustia Anggraini 1102010003
Afdhalul Mahfud 1102010008
Akbar Purnadiputra 1102011017
Aldila Ardine 1102011018
Anisa Rahmayati 1102010025
Frenji Afrita 1102011109
Galih Arief Harimurti 1102011110
Galuh Anidya Pratiwi 1102011111
Galuh Kresna Bayu 1102011112
Galuh Risky Ayuningtyas 1102010108
Gammarida Magfirah 1102011113
Gladya Utami 1102011114
Hafiz Arqursoy 1102011115
Jayanti Dwi Cahyani 1102011129
Jody Reviyanto 1102011130
Joko Wijanarko 1102011131
Kharisma Alifah 1102011136
Kinanta 1102011137
Kinanti Rizky C. 1102011138
Laila Mayangsari 1102011139



FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS YARSI
2013-2014
2

UPAYA KESEHATAN OLAHRAGA DI PUSKESMAS


1. DEFINISI
Kesehatan olahraga adalah ilmu yang mengolah segala aspek medis dari kegiatan olahraga
yang merupakan aplikasi dari berbagai cabang ilmu kedokteran terutama fisiologi, kardiologi,
orthopedi, ilmu gizi dan psikologi. Jadi kesehatan olahraga adalah semua bentuk kegiatan yang
menerapkan ilmu/pengetahuan fisik pada umumnya yang bertujuan meningkatkan derajat
kesehatan dan kesegaran jasmani olahragawan untuk mencapai prestasi maksimal pada
khususnya.

2. TUJUAN
Tujuan umum :
Menunjang upaya peningkatan derajat kesehatan dan kualitas hidup, melalui latihan fisik.
Tujuan Khusus:
a. Mengembangkankan upaya peningkatan derajat kesehatan melalui latihan fisik.
b. Membantu upaya peningkatan kesegaran jasmani yang mempunyai pengaruh langsung
terhadap produktifitas kerja.
c. Membantu peningkatan upaya olahraga produktifitas, olahraga prestasi, olahraga
masyarakat dan olahraga tradisional.

3. PERAN
a. Peningkatan (Promotif)
Upaya kesehatan olahraga merupakan salah satu cara memadukan latihan, gizi yang baik,
perhatian terhadap aspek faal, psikologis, dan lain-lain yang dapat memastikan keberhasilan
peningkatan kesegaran jasmani. Dengan latihan yang benar, didapat peningkatan derajat
kesehatan tubuh perorangan, maupun kesehatan masyarakat.
b. Pencegahan (Preventif)
Seperti kita ketahui struktur dan kapasitas organ tubuh tergantung kepada besarnya
rangsangan yang diterima. Proses penuan ditandai dengan perubahan fisik secara organik
maupun fungsional tubuh. Dari penelitian-penelitian ternyata fungsi alat tubuh meningkat,
mencapai puncaknya, pada beberapa saat menetap dan kemudian akan menurun sedikit demi
3

sedikit dengan bertambahnya umur. Latihan fisik ternyata dapat menghambat kemunduran-
kemunduran yang diakibatkan bertambahnya umur. Hal ini berarti bahwa umur harapan hidup
dapat lebih tinggi bila upaya kesehatan olahraga juga mencakup golongan usia dewasa.
Kehamilan, persalinan dan nifas, suatu proses normal yang terjadi dalam siklus
kehidupan wanita. Latihan fisik secara teratur sejak sebelum hamil, dalam masa kehamilan akan
memperbaiki sistem pernafasan, peningkatan kerja jantung, otot-otot menjadi lebih kuat dan
persendian menjadi lebih stabil. Latihan fisik dalam masa kehamilan akan memperbaiki pula
kesehatan janin karena oksigenisasi dalam tubuh ibu lebih lancar. Latihan fisik setelah kehamilan
akan bermanfaat kerena mengurangi jaringan lemak, memperbaki kelemahan otot pinggul dan
dinding perut, menghilangkan kerutan-kerutan kulit dan menurunkan berat badan. Latihan-
latihan ini harus disertai dengan gizi yang baik, dengan demikian upaya kesehatan olahraga bagi
golongan wanita hamil akan mengurangi angka kematian ibu dalam masa kehamilan dan masa
nifas serta menurunkan angka kematian bayi karena bayi telah dipersiapkan semenjak janin. Hal
ini berarti bahwa derajat kesehatan masyarakat dapat ditingkatkan melalui upaya kesehatan
olahraga. Atas dasar inilah kesehatan olahraga dapat berperan sebagai pencegahan, untuk itu
perlu penyebaran megenai manfaat upaya kesehatan olahraga melalui penyuluhan atau
pendidikan pada kesempatan lokakarya, ceramah langsung pada masyarakat umum maupun
melalui organisasi yang ada dalam masyarakat.
c. Pengobatan (Kuratif)
Penyakit-penyakit yang dapat disembuhkan atau dikurangi dengan olahraga adalah
kelemahan /kelainan sirkulasi darah, infusiensi koroner, keadaan setelah infark jantung, kelainan
pembuluh darah tepi, diabetes melitus, phlebitis, thrombophlebitis dan osteoporosis.
d. Rehabilitatif (Pemulihan)
Untuk membantu para penderita cacat tubuh dengan memberikan latihan fisik
(fisioterapi) yang biasanya berbentuk latihan penguatan otot dan memperkuat organ-organ lain.
Disini penting sekali peranan para ahli fisioterapi karena pengobatan berlangsung lama dan
tidak boleh dilupakan peraan alat-alat bantu, misalnya : tongkat, penyangga dan lain-lain.
e. Menunjang peningkatan prestasi keolahragaan
Tiap kegiatan fisik akan memberikan perubahan fisiologis sesuai dengan beban yang
diberikan pada tubuh, terutama perubahan pada sistem kardivaskuler-respirasi. Latihan fisik yang
dilakukan sedini mungkin akan merangsang koordinasi gerak motorik bagi anak, sehingga pada
usia remaja koordinasi anggota gerak tubuh lebih baik.
Pada masa pertumbuhan terjadi penambahan besar dan massa daipada jaringan tubuh dan
perrtumbuhan akan berjalan terus sampai usia 20 tahun. Kemampuan tubuh untuk meningkatkan
kesegaran jasmani dengan latihan olahraga dimulai usia 5-20 tahun dan akan menurun setelah
4

usia 20 tahun. Upaya meningkatkan kesehatan jasmani bagi golongan usia prasekolah sampai
pubertas sangat tepat bila dilakukan sedini mungkin sehingga pada masa produktif telah dicapai
tingkat kesegaran jasmani yang lebih tinggi.

4. KEGIATAN
A. Pelayanan Kesehatan Olahraga
Sasaran pelayanan kesehatan olahraga dapat dibagi dalam 2 golongan, yaitu:
Masyarakat umum peserta olahraga
Atlet
Bentuk pelayanan antara lain:
1. Pemerikasaan berkala yang terjadi dari:
a. Pemeriksaan keadaan fisik secara teliti
b. Pemeriksaan kemampuan fisik umum
c. Pemeriksaan laboratorium (darah,urine dan faeces)
d. Pemeriksaan EKG,EMG, atau pemeriksaan pembantu.
e. Analisis fungsional organ-organ yang menunjang metabolisme
f. Pemeriksaan doping
g. Pemiksaan (Femininity test)
2. Penentuan takaran latihan (dosis)
3. Pengobatan dengan latihan dan rehabilitasi
4. Pengobatan akibat cedera latihan
5. Pengawasan selama pemusatan latihan, dalam hubungan ini pemusatan latihan dapat diartikan
sebagai:
a. Pemusatan latihan untuk olahraga prestasi, menjelang suatu pesta olahraga/kompetensi.
b. Program latihan bersama untuk umum dalam olahraga masyarakat
c. Program jantung pada keadaan istirahat.
5


Dari hasil pemeriksaan ini dapat dilihat apakah jantung normal atau tidak. Bila jantung normal,
maka orang tersebut tidak boleh menjalani suatu test kesegaran jasmani.
Setelah pemeiksaan-pemeriksaan ini maka akan diukur pula beberapa komponen-
komponen penting lain, yaitu kekuatan otot, anthropometry, faal paru-paru, waktu reaksi dan
kesanggupan kardiovaskuler ( jantung dan paru-paru) dengan cara test pembebanan.

B. Latihan Fisik
1. Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Sebelum Berlatih
Kesegaran jasmani dapat diukur anatara lain dengan jumlah nadi per menit. Karena
memang ada hubungan antara jumlah nadi dengan kesegaran jasmani seseorang. Denyut nadi
merupakan hasil kontraksi jantung yang memompakan darah keseluruh tubuh. Denyut jantung
dapat diraba atau dirasakan pada daerah tubuh dimana arteri yang besar berada pada permukaan
misalnya pada pelipis, lehe, pergelangan tangan. Lipat paha.
Ada empat hal yang harus diperhatikan:
a. Kekuatan atau desakannya
b. Volume denyutan atau besarnya pengembangan arteri
c. Ritme atau keteraturan denyut.
d. Frekwensi atau jumlah denyutan persatu satuan waktu.

Denyut jantung tersebut berkisar antara sebagai berikut:
Laki-laki dewasa :72-76 denyut per menit
Anak laki-laki :80-84 denyut per menit
Wanita dewasa : 75-80 denyut per menit
Anak perempuan : 82-89 denyut per menit
Normal :50-100 denyut per menit
6

Denyut jantung sejumlah 50-100 per menit masih berada pada daerah normal. Namun
demikian makin rendah jumlah denyut jantung pada waktu istirahat, makin sehat kondisi fisik
adanya penyakit atau menurunnya tingkat kesehatan.

2. Cara-Cara Berlatih
Untuk melaksanakan suatu program latihan, kita harus memperhatikan 4 faktor, yaitu:
a. Intensitas latihan
Intensitas latihan olahraga merupakan faktor yang sangat penting. Oleh karena itu intensitas
latihan merupakan faktor yang paling menentukan pada kesegaran kardiovaskuler. Makin besar
intensitas latihan, makin besar pula efek latihan tersebut.
Dari penelitian ternyata intensitas latihan olahraga untuk kesegaran dan kesehatan jasmani
adalah lebih kurang 70% dari kapasitas aerobic yang maksimal, sedangkan latihan dibawah 60%
dari kapasitas aerobic yang maksimal kurang efisien. Sedangkan intensitas latihan melampaui
90% dari kapasitas aerobic yang maksimal tidak dianjurkan.
Jadi intensitasnya latihan untuk kesegaran dan kesehatan jasmani sebaiknya antara 60% dan
80% dari kapasitas aerobic yang maksimal agar latihan tersebut aman dan efektif.
Denyut nadi maksimal dapat diperhitungkan dengan rumus sebagai berikut:

220-umur = denyut nadi maksimal

b. Lamanya Latihan
Jika intensitaas latihan lebih besar, maka waktu latihan dapat lebih pendek, dan sebaliknya
jika intensitas latihan kecil saja, maka waktu latihan harus lebih lama, untuk mendapatkan hasil
dari latihan yang cukup.
Jika kita menghendaki hasil latihan yang lebih baik, berarti cukup bermanfaat bagi kesegaran
jantung kita dan tidak berbahaya, harus berlatih sampai mencapai training zone itu, dan berada
dalam training zone selama 15-25 menit.
c. Frekwensi latihan
7

Frekuensi latihan ini berhubungan erat dengan intensitas dan lamanya latihan. Dapat
disimpulkan bahwa 4 kali latihan per minggu lebih baik dari pada hanya 3 kali per minggu. Dan
latihan 5 kali per minggu sama baiknya dengan 4 kali latihan per minggu.
Efek latihan 3 kali seminggu dapat disamakan kalau waktu latihan ditambah, setiap kali
latihan di tambah 5-10 menit. Jadi latihan dikerjakan 2 hari sekali.
d. Program latihan dasar
Tiga langkah dasar mencapai kesegaran jasmani adalah suatu program latihan fisik yang
berlangsung selama 24 minggu dengan gerak badan hanya 30 menit tiap-tiap minggu.
Untuk mendapat otot yang baik, pertama-tama yang harus dilakukan adalah melatih sejumlah
otot kemudian harus meningkatkan 2 macam kwalitas otot yaitu ketahanan dan kekuatan.
1. Tahap Pertama
Dalam waktu 8 minggu pertama, dilakukan 3 kali latihan masing-masing 10 menit per minggu
yang terdiri atas 3 bagian yaitu:
a. Satu menit limbering (melemaskan otot/urat)
Tujuan empat latihan limbering ini untuk melemaskan persendian, sehingga anggota badan
dapat bergerak lebih mudah. Gunakan irama apa saja yang enak tanpa dihitung. Lakukan
sekitar 15 detik tiap satu gerakan.
1) Luruskan tangan kanan keatas menuju langit dengan ujung tangan. Apabila terasa bahwa
badan cukup mulur, turunkan tangan kanan dan ulangi gerakan tersebut dengan tangan kiri.
2) Tangan diputar kesamping, badan diputar sejauh-jauhnya dapat memutar. Lakukan
gerakan tersebut kekiri dan kekanan secara halus tanpa hentakan.
3) Tekuklah badan dan kepala menuju lutut secara perlahan-lahan dan tanpa paksaan.
Lakukan berulang-ulang hingga dalam waktu yang relatif singkat nanti badan dapat menekuk
pada lutut.
4) Putarlah kepala kekiri hingga dagu berada di atas pundak kiri, letakan tangan kiri pada
dagu di sebelah kanan muka tangan kanan diatas kepala belakang. Setelah itu tangan kiri dan
tangan kanan memutar kepala secara pelan-pelan kearah kiri sehingga kepala dapat berputar
lebih jauh dari pada gerakan dengan kekuatan sendiri.lakukakn hal tersebut kekiri dan
kekanan berualng-ulang
b. Empat menit pembentukan otot
8

Dalam waktu empat menit berukutnya akan mengkonsentrasikan diri untuk
mengembangkan serat-serat oto dengan jalan memacu gerakan-gerakan otot melawan
kekakuan.ada dua macam latihan yang dilakukan selama empat menit,yaitu :
1. Membentuk otot-otot bahu,lengan dan dada
2. Membentuk otot-otot perut dan punggung
- Mendorong ( expansion pushawasys/EP)
Berdiri mengahadap dinding dengan jarak sedikit lebih jauh dari jangkauan tangan,letakan
tangan pada dinding,dekatkan badan pada dinding kakti tetap oada tempatnya semula kemudian
dor9ng badan dengan tangan sampai pada posisi badan semula dengan lakukan sampai 15-20
kali
- Baring duduk ( expansion sit back/ES)
Latihan ini akan memperbaiki otot dinding perut,otot otot perut adalah satu satunya otot yang
paling jarang ikut dalam gerakan-gerakan latihan karena merupakan otot pembantu.Otot perut
berfungsi isometris,menahan secara statis oleh karena nya harus dilatih dan digerakan.bila
seseorang melakukan sit up isotonis yang berlebihan ,ada tendensi untuk mengerahkan dua otot
flextor pinggang yang besar ( yaitu psoas dan illiacus).untuk melakukan sebagian besar tugas
menhan dan membiarkan otot perut yang lain bebas ,sedangkan didalam sit back hampir tidak
mungkin menggerakan badan kebelakang tanpa mengikut sertakan otot perut.Sit back ini
mempunyai keuntungnan psikologis dan fisiologis lebih banyak di dari pada sit up,untuk orang
yang sedang buruk kondisi tubuhnya melakukan sit up adalah tidak mungkin karena terlalu
berat,dalam melakukan gerakan sit back harus disesuaikan dengan kemampuan badan untuk
melakukannya, Jangan terlalu berat dan jangan terlalu ringan
- Cara melakukannya
Duduk dilantai,kaki mengait pada meja atau kursi,lutut di bengkokkan.dekatkan atau tempelkan
dada pada lutut.Dalam gerakan ini akan terasa bahwa otot perut mengeras.Gerakan Tubuh
kebelakang ditahan perlahan lahan sampai sudut kemiringan tertentu.posisi duduk tersebut
dilakukan sedemikian rupa hingga untuk menggerakan badan kedepandan kebelakang terasa
berat.Mulai dengan posisi duduk dimana badan dapat bertahan selama 15-20 detik,sampai otot
perut mulai bergetar
Gerakan sit back dapat diulang ulang dengan selalu memeriksa jumlah denyut janjung.Lama nya
gerakan diperpanjang pada set pertama.set pertama dan kedua berlangsung 4 menit.latihan
berikutnya selama 5 menit adalah memperbaiki sistem peredaran darah dan pernapasan
c. Lima menit kegiatan lain
Latihan Ketahanan jantung paru-paru ( LOPE )
9

Dapat dipilih latihan apa saja secara mudah tapi pasti akan meningkatkan denyut nadi sampai
pada taraf yang sesuai dengan kemampuan fisik masing-masing,latihan ini dilakukan selama 5
menit
Pada tahapan ini dianjurkan latihan lebih banyak menggunakan kaki,sebab latihan dengan gerak
utama pada kaki akan lebih meningkatkan tekanan darah dibanding dengan latihan tangan.Untuk
latihan ini biasanya dipilih jogging atau lari ditempat sebagai alternatif dapat dipilih pula fitnes
hope yang merupakan kombinasikan gerak rythmis dan energic session untuk menemukan
bentuk kecepatan dan ketahanan masing-masing individu,menjelang minggu pertama
latihan,latihan tersebut merupakan latihan yang rutin.Latihan selama 10 menit dalam 2 minggu
berikutnya,harus lebih diintensifkan,misalkan mengajukantangan lebih jauh,posisi pushawasy
dan sit back diubah hingga terasa lebih berat,pada latihan jantung dan paru-paru intensifikasi
tersebut terjadi secara otomatis dan harus dilakukan lebih banyak untuk meningkatkan denyut
nadi sampai pada denyut seharusnya.
2). Tahap Kedua
Didalam tahap kedua ini,latihan-latihan ditujukan untuk memberti data tahan kepada
otot-otot yang telah diperoleh dalam tahap pertama.
-Daya tahan otot
Sekarang kita tak lagi khawatir tentang pengembangan dan pembentukan otot,karena kita
sudah memperoleh semua persiapan yang diperlukan.Juga kita tak perlu khawatir tentang
luasnya persendian jika kita sudah melakukan streching dalam program maintenance
minimal,tetapi mungkin seseorang ingin melakukan limbering sebagai pemanasan sebelum
latihanpada fase ini. Kita juga akan melakukan interval training yang membantu meningkatkan
denyut jantung sampai ketingkat lebih tinggi tanpa lelah,Tetapi pertama-tama marilah kita
melatih otot.
- EP (endurance pushaways/Mendorong untuk melatih daya tahan)
Prinsip latihan ini adalah melakukan latihan sebanyak 2x latihan tahap I, usahakan agar
dapat menjalankan sebanyak 40-50 ulangan (repetisi) dan lakukan dengan cepat,aturlah posisi
sedemikian rupa sehingga dalam melakukan 40-50x tersebut sudah terasa agak berat.jadi untuk
mendapatkan daya tahan ,kerja yang dilakukan haruslah lebih ringan dengan waktu latihan yang
lebih lama.
- ES (Endurance Sitback/Bangun duduk untuk melatih daya tahan)
Latihan ini sama dengan latihan expansion sitback pada tahap I. Bedanya adalah bahwa
sekarang kita menahan posisi badan selama 10-15 menit. EP dan ES ini sebaliknya dilakukan
bergantian/selang seling selama waktu 4 menit, apabila tidak sanggup melaksanakan 4 set
10

tersebut selama 4 menit, lakukanlah semampunya dahulu, berangsur-angsur nanti akan mencapai
tujuan tersebut.
Perhatian :
Periksa nadi tiap dua menit. Batas maksimum nadi adalah 70 % dari (220-umur).
Contoh :
Misalnya seseorang berusia 40 tahun, maka 220 40 = 180 X 0,70 = 126 atau 130. Ia hanya
boleh mencapai 130 denyut/menit.
- Circulo respiratory endurance Interval (Latihan untuk jantung dan paru-paru secara interval)
Ini terdiri atas 6 menit kegiatan intensif yang didalamnya termasuk latihan interval
istirahat aktif. Caranya adalah lari beberapa detik (misalnya 30 detik), kemudian melambat atau
berjalan cepat selama kira-kira 30 detik, jadi lari dan berjalan secara bergantian. Latihan terlalu
ringan tak akan memberi efek, sedangkan yang terlalu berat cenderung membahayakan. Pada
latihan intensif diusahakan agar beban latihan memberikan efek terbaik ini diukur dengan denyut
nadi yang mendekati nadi maksimum kemudian diberi fase istirahat aktif untuk memberi
kesempatan tubuh merubah asam laktat, yang memberikan efek lelah periode latihan intensif dan
istirahat aktif ini diulang secara teratur.
Dalam 8 minggu yang ke II, kita membutuhkan serangkaian metode latihan baru untuk
mencapai tujuan akhir. Kita akan pergunakan 4 menit pertama untuk latihan daya tahan otot,
yang 6 menit untuk latihan jantung dan paru-paru. Bila kita telah mempunyai jantung dan
peredaran darah lebih baik, kita akan mulai merangsang kapiler baru kedalam otot. Hal ini akan
menimbulkan perubahan kimia dan struktural yang perlu untuk memberi sel-sel otot ketahanan
yang dibutuhkan untuk kegiatan-kegiatan yang lama/panjang seperti : berlari, bersepeda,
berenang, dan lain-lain
- Circulo Respiratory endurance interval (lantihan untuk jantung dan paru-paru secara interval).
3. Tahap Ketiga
Latihan tahap ketiga ini energetik dan kerja cepat (workouts).
Beberapa otot adalah penggerak utama, yaitu:
a. Otot yg telah menjadi besar dan mempunyai daya tahan, terakhir adalah kekuatan otot.
1. Strength pushaway (Latihan mendorong untuk membina kekuatan)
2. Strength sitback (baring duduk untuk membina kekuatan)
b. Latihan jantung dan paru-paru dengan sprint
11


e. Macam-macam latihan:
1. Berjalan kaki
Yang dimaksud dengan olahraga berjalan kaki adalah dengan kecepatan kira-kira 8 km/
pada jalan yang datar. Untuk suatu olahraga berjalan kaki dibutuhkan tubuh yang sehat terutama
bagian tungkai dan kaki.
2. Berlari
Adalah bentuk olahraga yang paling mudah dilakukan karena gerakan berjalan/berlari
memang suatu gerakan yang alamiah.
3. Bersepeda
Olahraga bersepeda merupakan olahraga yang banyak disukai masyarakat,terutama
karena selain tubuh menjadi segar, dengan bersepeda ,orang juga dapat menikmati pemandangan
atau tamasya, jadi ada unsure rekreasinya.
4. Berenang
Untuk suatu olahraga berenang, tentunya seseorang pertama-tama harus mampu
berenang. Yang dimaksud dengan mampu berenang adalah harus mampu berenang untuk
mencapai jarak yang cukup jauh, sehingga akan mendapatkan manfaat yang berarti. Olahraga
berenang harus dapat memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a) Memberikan beban pada sistim kardiovaskuler yang cukup, untuk itu perlu dicapai
intensitas latihan yang memadai untuk mencapai denyut nadi tertentu.
b) Waktu yang dipertahankan minimal selama 6 menit. Kemampuan untuk berenang dengan
jarak yang cukup jauh, untuk itu dianjurkan untuk berenang secara terus-menerus selama
10 menit.
5. Sepak Bola
Adalah suatu olahraga permainan beregu yang amat banyak menuntut ketahanan fisik,
kecepatan dan pengeluaran energi yang terus-menerus diselingi dengan sprint, loncatan-loncatan
dan gocekan-gocekan ke segala arah. Persyaratan fisik yang baik yang diperlukan oleh pemain
sepak bola ini tercermin dalam kondisi otot persyarafan, jantung dan paru-paru pemain yang
sangat baik sekali. Hampir semua otot di badan ikut bergerak dalam olahraga ini. Ada otot yang
kerjanya keras sekali dan ada pula otot yang berfungsi dalam kelenturan. Biasanya selama
permainan berjalan denyut nadi akan meningkat menjadi 180-200 x per menit. Kemudian
menjadi normal kembali setelah benerapa menit istirahat, tergantung pada tingkat terlatihnya
12

pemain, intensitas permainan, suhu, ketinggian dari muka laut,dsb. Pemain yang terlatih terlihat
dari denyut nadi istirahat yang biasanya berkisar antara 40-56 x per menit.
6. Bulutangkis
Permainan ini bersifat banyak memakai daya tahan, diselingi dengan percepatan dan
berhenti tiba-tiba, diselingi dengan smash dan ketepatan. Jadi agar dapat berhasil sebagai seorang
pemain bulutangkis maka ia harus mempunyai daya tahan yang baik, harus mempunyai reflex
yang cepat dan juga akurasi pukulan yang mantap. Juga sangat dibutuhkan konsentrasi dan
pengendalian emosi yang baik.
7. Bola Volley
Dengan bermain bola volley secara teratur, maka kondisi fisik akan meningkat terutama
kemampuan meloncat,oleh karena itu para pemainnya mempunyai tinggi badan yang tinggi-
tinggi. Daya tahan otot sangat diperlukan oleh pemain, Karena ia harus sanggup terus untuk
melakukan smash selama pertandingan.

C. Latihan Fisik Untuk Berbagai Macam Penyakit
1. Latihan Fisik sebagai Terapi dan Pencegahan Penderita Diabetes Mellitus
Penyakit diabetes mellitus disebabkan perubahan penggunaan glukosa oleh jaringan
tubuh karena kekurangan aktifitas hormon insulin. Dibedakan 2 jenis diabetes mellitus :
NIDDM (Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus) dan IDDM (Insulin Dependent Diabetes
Mellitus). Pengobatan meliputi 3 bagian dasar: Diet, Obat-obatan anti diabetes dan Latihan
fisik. Didalam pengobatan IDDM dan pencegahan NIDDM, latihan fisik merupakan
yang paling penting, karena dapat menurunkan kadar gula darah, sebaliknya bila kurang gerak
maka kebutuhan insulin akan meningkat.
Latihan fisik meningkatkan produksi glukosa oleh hati tetapi juga meningkatkan
penggunaan glukosa oleh sel-sel otot. Latihan fisik juga meningkatkan stabilitas otot terhadap
insulin lebih dari 30%, serta dapat mencegah komplikasi kardiovaskuler penderita DM.
Didalam konsep yang lama, penderita DM tidak cocok untuk jenis-jenis aktivitas fisik,
tetapi sekarang konsep telah berubah, penderita DM dapat menerima beban latihan otot yang
berat, dengan program latihan terencana dan terus-menerus akan didapatkan keseimbangan
efisien dan stabil.
Reaksi pada penderita tipe IDDM, bisa berbeda-beda tergantung dari individu sehingga
diet dan program latihan harus diatur dan disesuaikan secara individual. Tindakan preventif
yang terbaik untuk mengatasi sindroma hiperglikemi pada dewasa dan anak-anak adalah
latihan fisik yang lama dan terus-menerus tetapi tidak terlalu berat.
2. Latihan Fisik untuk Penderita Penyakit Jantung Koroner
13

a). Olahraga yang teratur dapat mencegah penyakit jantung coroner
Dengan aktivitas fisik yang teratur dapat meningkatkan kesegaran jasmani. Banyak
harapan dan manfaat yang dapat dipetik dari kegiatan ini, meningkatkan kerja jantung dan
pembuluh darah, menurunkan berat badan yang berlebihan, mengurangi ketegangan batin dan
sebagainya.
b). Penerapan olahraga bagi penderita jantung koroner
Sesuai dengan perkembangan penyakit jantung pada saat ini di Indonesia, maka
masalah olahraga sebagai usaha untuk meningkatkan kesehatan jantung maupun sebagai
usaha rehabilitasi menjadi tanggung jawab kita bersama. Untuk melaksanakan usaha-
usaha ini, maka pelu ditingkatkan kemampuan dan ketrampilan para dokter umum dalam
membimbing para peminat olahraga agar tidak menimbulkan komplikasi yang tidak
diinginkan. Sikap seorang dokter terhadap berbagai macam peminat
olahraga berlainan, bergantung pada keaadaan penderita/peminat olahraga. Pemeriksaan
kesehatan sebelum melakukan olahraga meliputi :
1) Riwayat kesehatan dan olahraga
2) Pemeriksaan fisik secara rutin
3) Rekaman EKG waktu istirahat. Bila diperlukan dilakukan uji latihan jantung
4) Pemeriksaan laboratorium termasuk hemoglobin, kolesterol, gula darah dan asam
urat.
c). Uji Latih Jantung
Bila seseorang melakukan olahraga, metabolism akan meningkat dan tentunya
kebutuhan oksigen meningkat, sehingga tingkat beratnya olahraga dapat diukur dengan
banyaknya oksigen yang diambil oleh paru yang dinyatakan dalam satuan METS. Pada
uji latih jantung seseorang menjalani kerja fisik yang dapat dilakukan dengan
menggunakan tredmill atau ergometer sepeda. Ada bermacam-macam cara uji latih
jantung, yang paling sering dipakai adalah metode Bruce. Biasanya uji latih jantung
dilakukan sampai orang tersebut mencapai kemampuan maksimal, sehingga timbul gejala
sakit dada, kelainan pada EKG atau peningkatan tekanan darah yang melampaui batas.
Pada keadaan ini, uji latih jantung harus dihentikan dan dinilai apakah penderita sudah
mencapai target frekwensi denyut jantung, maka denyut yang diperoleh disebut sebagai
denyut jantung maksimalnya. Nilai ini dipakai sebagai pegangan penting dalam memberi
dosis olahraga.

d). Pemberian dosis latihan olahraga
14

Dosis olahraga diberikan setelah diketaahui hasil uji latih jantung. Pada
pemberian dosis latihan pelu diperhatikan hal berikut :
Intensitas Latihan
Latihan diberikan seberat 70%-80% dari kemampuan maksimal yang diperoleh
dari hasil uji jantung.
Frekwensi dalam satu minggu
Untuk mendapatkan efek latihan, dianjurkan melakukan 3 kali seminggu secara
berselang-seling harinya.
Lama tiap kali latihan
Yang penting diperhatikan pada tiap kali latihan adalah :
1) Waktu pemanasan 5-10 menit
2) Waktu latihan inti (conditioning) 20-30 menit
3) Waktu cooling down 5-10 menit
Macam latihan
Hendaknya disesuaikan dengan keterampilan penderita. Kontraindikasi
melakukan olahraga : Kontraindikasi absolut dan Kontraindikasi relatif.
Yang termasuk dalam kontraindikasi Absolut:
a) Dekompensasi Kordis
b) Infark akut miokardium
c) Unstable angina
d) Emboli paru
e) Aneurisma disekans
f) Tromboflebitis
g) Stenosis aorta yg berat
h) Aritmia yg serius
Kondisi tersbut diatas merupakan keadaan yang dapat menimbulkan bahaya bagi
penderita bila melakukan latihan.

Termasuk dalam kontraindikasi Relatif:
Sub aortik stenosis atau penebalan otot jantung disertai stenosis yg dinamik
dibawah katup aorta
Pembesaran jantung
Aortik stenosi yg sedang
Hipertensi tanpa pengobatan

e). Manfaat olahraga

15

Dapat diukur dengan double product,yaitu : frekwensi denyut jantung kali
sistolik. Makin terlatih seseorang,makin besar kemampuannya melakukan latihan fisik.
Karena exercise dapat menurunkan frekwensi denyut nadi dan tek.darah, maka
peningkatan exercise akan disertai dengan penurunan double product. Jadi kedua hal tsb
mempengaruhi peningkatan efisiensi jantung dalam melakukan olahraga.
Inilah keterangan mengapa seorang penderita penyakit jantung looner dapat
meningkatkan kemampuan fisiknya melalui olahraga, karena ambang batas keluhan
angina pectoris lebih tinggi, bila dibandingkan dengan keadaan sebelum mengikuti
program olahraga. Atau keluhan baru timbul pada tingkat kemampuan fisik yang lebih
berat. Dengan dosis latihan yang terarah serta pelaksanaan yang teratur, latihan fisik pada
saat ini sangat dianjurkan bagi penderita penyakit jantung koroner.
f). Komplikasi kardiovaskuler pada waktu olahraga
Salah satu komplikasi pada waktu olahraga adalah kematian mendadak.
Komplikasi ini yang paling serius dan harus dicegah. Hal ini mengingatkan kembali
perlunya pemeriksaan yang seksama terutama pada orang yang diduga mempunyai
kelainan jantung. Orang-orang yang mempunyai kecenderungan komplikasi tersebut:
a) Aritmia yang maligna seperti R pada T, Takikardia ventrikel, QT interval yg
memanjang, LBBB(Left Bundle Branch Block)
b) Stenose aorta yg berat
c) Idiopathick Hypertophic Subaortic Stenosis (IHSS)
d) Myocardial Bridging
e) Terjadinya infark miokard akut
f) Timbulnya payah jantung kiri dengan tanda-tanda edema paru

3. Latihan Fisik bagi Penderita Penyakit Paru-paru
Latihan fisik diberikan kepada tiga golongan sebagai berikut dengan penanganannya
yang berbeda, yaitu :
a) Penyakit paru-paru yang bersifat obstruktif
b) Penyakit paru-paru yang bersifat restriktif
c) Pre atau pasca bedah

4. Latihan Fisik bagi Penderita Deconditioning Syndrome
Istilah ini dipakai untuk menerangkan efek buruk yang disebabkan oleh kurangnya
aktivitas fisik tanpa menghiraukan ada tidaknya penyakit yg diderita. Faktor penyebab utama
adalah terganggunya daya penyesuaian kardiovaskuler. Pada orang yang sehat bila istirahat
16

total (minimal 2 minggu) akan timbul gejala tsb. Hal ini akan lebih buruk lagi bila penderita
berumur lebih dari 40 tahun, akan terjadi atrofi otot . Jika dilakukan pemeriksaan kekuatan
otot , terlihat bahwa justru otot ini mengalami kelemahan. Ini disebabkan oleh penurunan
daya tahan secara keseluruhan. Latihan diberikan untuk kedua tipe otot dalam waktu yang
sama. Latihan yang diberikan untuk membina kekuatan otot dengan cara Progressive
Resistance Exercise (PRE). A sekitar 65% dari MTG. Dengan demikian dapat
penambahan kekuatan otot ditentukan oleh jumlah motor unit terangsang dan berkontraksi
dalam waktu yang sama.
5. Latihan Fisik bagi kasus Ortopedi
Tujuannya adalah mencegah terjadinya kontraktur, atrofi, osteoporosis dan non union.
Dengan pemberian latihan fisik,dapat mempertahankan kekuatan otot, mencegah komplikasi
terutama pulmonary embolism dan merangsang pembentukan kalus pada tulang.

6. Latihan Fisik bagi Penderita Penyakit Pembuluh Darah Perifer
Pada hambatan aliran darah perifer ataupun ke sentral berupa thromboangitis
obliterans, arterio-sclerotic obliterans dan lain-lain. Selain pemberian obat-obatan juga
diberikan latihan fisik antara lain berupa : plantar/dorso fleksi kaki mengikuti pola jalan
normal (heal strike, foot flat, toe off).

7. Latihan Fisik bagi Penderita Neuropathy
Gangguan pada syaraf dapat dibagi dalam 2 golongan,yaitu: Upper Motor Neuron
(UMN) dan Lower Motor Neuron (LMN).
Kelainan UMN yang paling sering dijumpai adalah:
a) Occlusive Cerebro Vaskuler Disease Atherothrombotic Brain Infarction (OCVD-
ABI)
b) Post Traumatic head injury
c) Infeksi pada otak
d) Pasca operasi otak
e) Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS)
f) Spinal cord injury
g) Parkinsonism
h) Cerebral Palsy
i) Multiple sclerosis
Komplikasi yang biasa ditemukan adalah:
17

a) Kontraktur pada sendi
b) Spasticity
c) Flaccidity
d) Decubitus ulcer
e) Osteoporosis
f) Patah tulang
Latihan untuk kasus-kasus tersebut ditujukan pada pencegahan,antara lain dengan
melakukan:
1) Pergerakan sendi (range of motion exercise)
2) Pengendalian pola sinergis (synergyc pattern)
3) Memperbaiki keseimbangan
4) Merangsang koordinasi, sensorik dan proprioseptif
5) Latihan menguatkan
6) Latihan jalan
7) Latihan pekerjaan rumah
Kelainan LMN yang umum dijumpai adalah:
a) Penyakit Motor Neuron (Spinal Muscular Atrophy/SMA dan poliomyelitis)
b) Penyakit yang terutama mengenai axon, axonopathy
c) Trauma pada syaraf

Biasanya pada kasus tersebut diatas,dilakukan pemeriksaan elektromiografi (EMG) untuk
membedakan antara neuropathy dan myopathy. Dan juga apakah kasusnya menunjukkan otot
dengan denervasi total atau sebagian,hal ini penting dalam pembuatan bentuk latihan yg akan
diberikan.
Pada denervasi total,tidak ada latihan khusus untuk otot yg terlibat tetapi latihan
ditujukan pada otot yang dapat membantu ataupun yang memperkuat fungsi.Pada denervasi
sebagian,latihan dibatasi sampai pada titik dimana belum ada kelelahan otot.

8. Latihan Fisik bagi penderita Myopathy
Penyakit pada otot antara lain:Becker dystrophy, Dochenne dystrophy, Limb girdle
dystrophy dan arthrogryposis multiplex congenita. Latihan yang diberikan umumnya berupa
permainan(play therapy) dengan menggunakan prinsip kinesiologi, Proprioceptif Neuro
Muscular Facilitation (PNF) dan latihan penguatan otot. Hal ini penting terutama bagi penderita
mental yang baik, tetapi bila kekuatan otot tidak dilatih secara terus-menerus dapat
memperburuk kondisi umum.
18


9. Olahraga bagi Penyandang Cacat
Para penyandang cacat harus diberikan pengertian, bimbingan dan pembinaan agar
mereka melakukan olahraga, karena kalau tidak akan mudah sekali menderita penyakit-penyakit
hypokinetik yang dapat menyebabkan atau memudahkan terjadinya penyakit jantung, ginjal,
pembuluh darah,dll. Selain itu pula untuk menghilangkan anggapan masyarakat bahwa
penyandang cacat tidak mampu mengerjakan sesuatu dan hanya akan menjadi beban saja.
Olahraga cacat ini disesuaikan dengan keadaan masing-masing penderita dengan peraturan-
peraturan yang khusus, sehingga tidak akan membahayakan.

10. Macam-macam olahraga bagi Penderita Cacat/Penyakit Tertentu :
a) Olahraga untuk Amputee :
Ada dua macam olahraga yang popular untuk para penderita Amputee, yaitu olahraga
berkuda dan olahraga ski. Tentu saja harus ada physiotherapist yang mengawasinya. Dipilih
olahraga ski ini karena ada faktor-faktor kesenangan, kecepatan dan kebebasan, yang dalam
kehidupan sehari-hari sebagian besar telah hilang. Olahraga berkuda bermanfaat untuk
menguatkan otot-otot dan memperbaiki perimbangan/balans dan koordinasi.
b) Olahraga untuk anak-anak buta:
- Gulat : terutama untuk anak-anak saja. Pada olahraga gulat ini perlu diberikan
demonstrasi satu persatu dan harus diberitahukan batas-batas tilamnya, jangan sampai
anak-anak keluar dari tilamnya.
- Bersepeda : terutama untuk anak-anak digunakan sepeda beroda tiga, beroda dua dengan
roda penolong.
- Bowling : dengan peraturan seperti biasa, tetapi diberikan sebagai petunjuk jalan.
- Senam : untuk semua badan dapat digerakkan.
- Lari : lari-lari mengelilingi ruangan latihan atau lapangan.
c) Olahraga untuk anak-anak dengan Cerebral Palsy:
Kerusakan otak dapat mengakibatkan gangguan pada kaki, olahraga yg dapat diberikan
diantaranya adalah berenang, bola volley, hockey di lantai. Anak-anak yang mengalami spastic
diperbolehkan bermain bola atau berenang, tetapi tidak boleh dibiarkan sendiri.
d) Olahraga untuk Penyandang Tuli:
- Renang : diberikan tanda menggunakan kaki perenang untuk memulai start.
- Lari : melihat tanda dengan tangan saja.
19

- Gulat : melihat tanda dengan membaca/mengerti gerakan bibir dari para pelatih.
- Yudo
e) Olahraga untuk anak-anak dengan Arthritis Rhematica:
Sebaiknya dijalankan dibawah pengawasan dokter, dan kalau mau mengikuti latihan-
latihan olahraga sebaiknya dibuatkan program khusus. Olahraga yang penting dianjurkan adalah
berenang.
f) Olahraga untuk penderita Epilepsi:
Serangan epilepsi lebih sering terjadi saat istirahat atau tidur, daripada saat berolahraga.
Keikutsertaan para penderita epilepsy dalam olahraga memang sangat penting untuk mengurangi
atau bahkan menghilangkan anggapan bahwa ia sakit. Para pelatih harus mengetahui sedikitnya
secara garis besar tentang penyakit epilepsi ini, agar bisa menentukan latihan-latihan yang
sesuai untuk anak-anak penderita epilepsi.
g) Olahraga untuk para penderita Kursi Roda
Cabang-cabang olahraga yg dianjurkan antara lain:
Bola Basket
Bola Volley
Tenis meja
Lempar lembing
Lempar cakram
Tolak peluru
Angkat besi
Panahan
Menembak, dll
Cara penanggulangan obesitas
Makanan yang dianggap cukup bila didalam makanan tersebut terkandung gizi yang
diperlukan untuk hidup seseorang, artinya makanan harus mengandung protein, lemak, hidrat
arang, vitamin, dan mineral dalam keadaan seimbang. Mengenai berbagai zat gizi, mengetahui
sumber-sumber dan mengerti fungsinya bagi tubuh, akan membantu seseorang dalam memilih
makanan yang sehat sesuai kebutuhan, kesukaan dan kemampuan.
a. Zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh :
6 golongan zat gizi yang dibutuhkan tubuh, yaitu : karbohidrat, lemak, protein,
vitamin, mineral dan air. Karbohidrat, lemak, dan protein sering disebut zat penghasil kalori
sebagai bahan bakar
20

Protein, mineral dan air merupakan zat pembangun tubuh atau untuk mengganti
jaringan yang rusak. Mineral, protein, vitamin, dan air merupakan zat pemroses, membantu
oksidasi, fungsi normal syaraf dan otot, mengatur suhu tubuh.
b. Kecakupan gizi yang dianjurkan
Maksud adalah untuk mencukupi kebutuhan faali. Di Indonesia kecakupan gizi yang
dianjurkan menggunakan angka kecakupan hasil Widya Karya Pangan dan Gizi
c. Kebiasaan makan yang salah
Dalam hal ini dimaksudkan terhadap menu mewah, dalam pengertian memperoleh
protein, kalori, lemak, kolesterol yang berlebihan, yang justru dapat mencetuskan timbulnya
penyakit, seperti : kardiovaskuler, obesitas, PJK, dll.
d. Kegemukan
Adalah penimbunan lemak yang berlebih dalam tubuh, sehingga berat badan tidak
lagi sesuai dengan tinggi badan. Kegemukan terjadi karena jumlah kalori yang masuk, tidak
seimbang dengan kalori yang dikeluarkan.
e. Cara mengklasifikasikan kegemukan
BBI = (TB-100) 10% . (TB-100)
Dari BB ideal Berat badan Kesan
+30%
+25%
+10%
0% s/d +10%
0%
0% s/d -10%
-10%
>30% dari BB ideal
>25%-30% dari BB ideal
>10%-25% dari BB ideal
>0%-10% dari BB ideal
BB ideal
<0%-10% dari BB ideal
<10% dari BB ideal
Obesitas pada wanita
Obesitas pada pria
Overweight
Normal
Normal
Normal
Underweight

f. Pelaksanaan program penurunan berat badan
Prinsip dasar program penurunan berat badan ialah mengurangi masuknya kalori
(mengurangi makan) dan memperbesar penggunaan kalori (menambah latihan jasmani),
21

sehingga terjadi neraca kalori negatif, dimana jaringan lemak tubuh dipakai sebagai sumber
kalori
g. Beberapa cara penurunan berat badan
1. Diet
Selama menjalani program diet, makanan harus cukup mengandung zat gizi yang
esensial. Diet rendah kalori dan seimbang merupakan pilihan utama dalam program
penurunan berat badan karena paling aman, dapat dilakukan dalam jangka waktu lama.
pengurangan kalori sebanyak :
a. RDA 500 kalori, diharapkan akan menurunkan berat badan sebanyak 1,5-2kg/bulan.
(RDA = Recommended Daily Allowances)
b. RDA 1000 kalori, diharapkan akan menurunkan berat badan sebanyak 3-4kg/bulan.
protein menurut kecukupan yang dianjurkan sekurang-kurangnya 1gram/KgBB.
2. Latihan jasmani
Jalan kaki, bersepeda, renang atau tenis. Jalan kaki selama 1 jam dengan kecepatan
4,8km/jam dilakukan tiap hari akan menurunkan berat badan 1 kg/bulan
h. Penerapan program penurunan berat badan untuk olahragawan
Sebagai dokter/pembina dari atlet, diselidiki terlebih dahulu :
- motivasi serta alasannya
- berapa besar penurunan yang dikehendaki
- berapa waktu yang tersedia untuk menurunkan berat badan tersebut
- pertimbangan untung ruginya
Program penurunan sebesar - 1kg/minggu, selama 3 minggu istirahat 1 minggu,
penurunan lagi selama 2-3minggu sampai mencapai berat yang dikehendaki.

11. Latihan fisik pada wanita hamil
Latihan fisik dalam kehamilan akan memperbaki kesehatan janin karena peningkatan
oksigenasi dalam tubh ibu.
1. latihan olahraga selama kehamilah :
22

- gerakan pinggul kemuka dan kebelakang (10kali)
- gerakan pinggul kesamping (10kali)
- membungkukkan dan merentangkan tubuh (10kali)
- gerakan kaki seperti tendangan kaki katak
- gerakan membungkuk sambil duduk (10kali)
2. latihan olahraga setelah kehamilan : dilakukan minggu kedua setelah kehamilan.
- menekuk lutut bergantian (10kali)
- berdiri diatas bahu dengan menopang pinggul, kaki diangkat dan diturunkan
bergantian (10kali)
- mengangkat bahu dan kaki ditekukan (10kali)
- gerakan pinggul ke muka dan kebelakang (10kali)
12. Latihan untuk tulang belakang
- hiperextensi : telungkup kepala dan tubuh baguan atas diangkat kebelakang
- mendekatkan lutut kedada : berbaring terlentang, satu kaki ditekuk, lutut dipeluk,
lakukan bergantian
- gerakan berayun : berayun terlentang, kedua kaki dipeluk, kemudian berayun.

D. Cedera Olahraga dan Penanggulangannya.
1. Macam macam cedera olahraga :
- Akut : terjadi tiba-tiba
- Kronis : disebabkan cedera berulang.
2. Reaksi badan terhadap cedera :
Bila otot cedera, maka terjadi kerusakan otot, yaitu serabutnya robek dan
pembuluh darah pecah dan terjadi pembengkakan yang akan mempengaruhi aliran
darah yang normal. Setelah 2-3 hari akan timbul sel-sel yang mengangkut sisa-
sisa jaringan dan penyembuhan akan sempurna dalam 6minggu.
23

3. Cara mengatasi cedera :
a. Prinsip R.I.C.E
1. tindakan pertama :
R : Rest
I : Ice
C : Compress
E : Elevation
b. Cara pemberian es :
- tidak boleh bersentuhan dengan kulit karena menyebabkan rasa terbakar
- bungkus pakai handuk basah
- bila suhu kulit sudah hangat lagi, tempelkan lagi
- cara ini dilakukan terus menerus selama 48jam pertama
c. Pemulihan :
- setelah dilakukan RICE 48jam pertama
- lakukan kompress hangan atau kompress dingin agar aliran darah lancar
- makanan cukup bergizi
- luka harus tetap bersih
- hindari rasa sakit
-peregangan untuk memulihkan kelenturan
-mulai latihan secara bertahap, beban ringan dahulu, dapat dimulai setelah 6
minggu atau lebih lama
- jangan melakukan latihanyang bersifat eksplosif, karena otot masih lemah
- daerah yang cedera dberi pelindung
4. Cedera jaringan lunak
memar = contusio = hematoma
24

a. karena pukulan pada kulit/otot
b. otot dan pembuluh darah serta jaringan sekitar pecah\
c. tidak boleh dipijat
d. tidak boleh diberi panas
e. tindakan RICE dan peregangan ringan
5. Otot putus atau strain
- terjadi bila otot bekerja lebih berat atau tertarik melebihi kemampuannya
- terasa sakit pada gerakan
- serabut otot ada yang putus
- tindakan RICE dan peregangan ringan
6. Keseleo
- pada olah raga kontak
- biasanya terjadi pada pergelangan kaki
- dapat juga terjadi fraktura atau dilokasi
- tindakan RICE
7. Gejala memar, strain dan sprain
- sakit
- tidak berfungsi dengan normal
- sakit pada perabaan
- bengkak
8. Dislokasi
- tulang bergeser dari sendi
- ligamen ikut rusak
- bentuk berubah
- bengkak
25

- fungsi tidak normal
- jangan digerakan, lalu kirim ke RS
9. Cedera pada tendo
- Bila tendo atau sarungnya radang atau tertarik berlebihan
- biasanya karena teknik jelek dan peralatan jelek
- benturan berulang-ulang
- sakit pada perabaan
- fungsi menurun
- tenaga menurun
- tindakan RICE
10. Cedera pada tulang
- benturan langsung
- benturan tak langsung
- karena kontraksi otot yang berlebihan
- bentruran yang berulang
- simple dan campuran
- fiksasi kemudian dikirim ke RS
11. Tanda tanda fraktura :
- fungsi menghilang
- sakit
- bengkak
- perubahan warna kulit
- sakit pada perabaan
- bentuk berubah
12. Kejang otot
26

- sering terjadi pada otot lelah
- biasa pada saat atlet yang kondisinya jelek atau teknik yang salah

E. Pencegahan cedera olahraga
1. pencegahan meliputi :
- pencegahan cedera sebelum terjadi
- pencegahan cedera ringan menjadi berat
- pencegahan cedera lama menjadi kambuh
2. hal yang harus diperhatikan
- peralatan
- lingkungan
- kecepatan
- teknik
- conditioning

F. Tes kesegaran jasmani
1. tes aerobik jarak 2,4 km
Seseorang diminta untuk menempuh jarak sejauh 2,4 km dengan cara berlari
secepatnya, sesuai kemampuan masing-masing, kalau lelah dapat diselingi dengan
berjalan, namun tidak boleh berhenti. Kemudian dicatat waktu yang diperlukan untuk
menempuh jarak tersebut.
2. tes bangku harvard
tujuan : mengukur physical fitness. Dengan cara menaiki bangku setinggi 19 inchi
(pria) dan 17 inchi (wanita) dengan mengikuti irama selama 5 menit.

penilaian cara lambat : waktu (detik) x 100
2x(jumlah ketiga harga nadi tiap 30
27

>90 = amat baik
80-89 = baik
65-79 = cukup
55-64 = sedang
<54 = kurang

Cara cepat
Rumus : waktu naik turun (detik) x 100
5,5 x harga nadi 1-1,5
>80 = baik
50-80 = sedang
<50 = kurang













28

DAFTAR PUSAKA


Saragi Indi. Word Kesehatan Olahraga. 15 Mei 2014. Tersedia di :
http://www.scribd.com/doc/59160239/Word-Kesehatan-Olahraga