Anda di halaman 1dari 2

Imunokromatografi/ Rapid Test

Disebut juga uji strip, berbeda dari metode


yang lain, metode ini tidak memerlukan peralatan
untuk membaca hasilnya, tetapi cukup dilihat
dengan kasat mata, sehingga jauh lebih praktis.
Metode ini mempunyal dua jenis prinsip yang
berbeda.
A. Reaksi langsung (Double
AntibodySandwich)
Metode ini biasanya dipakai untuk
mengukur susbtrat vang besar dan memiliki lebih
dari satu epitop. Suatu substrat yang spesifik
terhadap antibody dimobilisasi pada suatu
membran. Reagen pelacak yaitu suatu antibody
diikatkan pada partikel lateks atau metal koloid
(konyugat), diendapkan (tetapi tetap, tidak terikat) pada bantalan konyugat (conyugate
pad). Bila sampel ditambahkan pada bantalan sampel, maka sampel tersebut secara cepat
akan membasahi dan melewati bantalan konyugat serta melarutkan konyugat. Selanjutnya
reagen akan bergerak mengikuti aliran dari sampel sepanjang strip membran, sampai
mencapai daerah dimana reagen akan terikat. Pada garis ini, kompleks antigen antibody
akan terperangkap dan akan terbentuk warna dengan derajat vang sesuai dengan kadar yang
terdapat di dalam sampel. Pada metode ini, kadar substrat di dalam sample tidak boleh
berlebih, tetapi harus lebih sedikit daripada kadar antibody pengikat (capture Ab) yang
terdapat dalarn capture ilne sehingga mikrosfere tidak diikat pada garis pengikat (capture
line) dan mengalir terus ke garis kedua dari antibody yang dimobilisasi yaitu garis control
(control line)
B. Reaksi kompetitif (Competitive inhibition)
Sering dipakai untuk melacak molekul yang kecil dengan epitop tunggal yang tak
dapat mengikat dua antibody sekaligus. Reagen pelacaknya adalah analit yang terikat pada
partikel lateks atau suatu colloidal metal. Apabila sampel dan reagen melewati zona dimana
reagen pengikat dimobilisasi, sebagian dari substrat dan reagen palacak akan terikat pada
garis capture line. Makin banyak substrat yang terdapat di dalam sampel, makin efektif daya
kompetisinya dengan reagen pelacak.
Prosedur pemeriksaan laboratorium untuk HIV sesuai dengan panduan nasional yang
berlaku pada saat ini, yaitu dengan menggunakan strategi 3 dan selalu didahului dengan
konseling pra tes atau informasi singkat. Ketiga tes tersebut dapat menggunakan reagen tes
cepat (Rapid Test) atau dengan ELISA. Untuk pemeriksaan pertama (A1) harus digunakan
tes dengansensitifitas yang tinggi (>99%), sedang untuk pemeriksaan selanjutnya (A2
danA3) menggunakan tes dengan spesifisitas tinggi (>99%). Antibodi biasanya baru dapat
terdeteksi dalam waktu 2 minggu hingga 3 bulan setelah terinfeksiHIV yang disebut masa
jendela. Bila tes HIV yang dilakukan dalam masa jendela menunjukkan hasil negatif,
maka perlu dilakukan tes ulang, terutama bila masih terdapat perilaku yang berisiko.

Interpretasi dan tindak lanjut hasil tes A1 dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Saat ini teknik yang umum digunakan untuk deteksi antibody dalam mendiagnosa
HIV adalah Elisa dan Rapid test. Yang paling banyak digunakan adalah Rapid test. Elisa
memerlukan alat pembaca khusus sedangkan Rapid test bisa diamati langsung secara visual.
Rapid test juga bisa digunakan untuk spesimen yang jumlahnya sedikit bahkan jika hanya
satu spesimen. Untuk sensitifitas dan spesifitas keduanya hampir sama. Jenis pemeriksaan
Rapid test adalah yang paling efisien dan banyak digunakan oleh para klinisi.