Anda di halaman 1dari 10

TUGAS I MATA KULIAH

GENETIKA DAN PEMULIAAN IKAN

“Peranan dan Fungsi Nukleus di Dalam Aktivitas Sel”

Kelompok 2 :
Isabella A.D. (K2B 007 024)
Jumanto (K2B 007 025)
Nestin Evrina W.N. (K2B 007 029)

BUDIDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2009
BAB I
PENDAHULUAN

Penelitian menunjukkan bahwa satuan unit terkecil dari kehidupan adalah Sel. Kata "sel"
itu sendiri dikemukakan oleh Robert Hooke yang berarti "kotak-kotak kosong", setelah ia
mengamati sayatan gabus dengan mikroskop. Jadi, sel merupakan unit organisasi terkecil yang
menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis
Selanjutnya disimpulkan bahwa sel terdiri dari kesatuan zat yang dinamakan
Protoplasma. Istilah protoplasma pertama kali dipakai oleh Johannes Purkinje; menurut Johannes
Purkinje protoplasma dibagi menjadi dua bagian yaitu Sitoplasma dan Nukleoplasma
Robert Brown mengemukakan bahwa Nukleus (inti sel) adalah bagian yang memegang peranan
penting dalam sel,Rudolf Virchow mengemukakan sel itu berasal dari sel (Omnis Cellula E
Cellula) (Sofa, 2008).
Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah, sel dapat
berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi. Makhluk hidup
(organisme) tersusun dari satu sel tunggal (uniselular), misalnya bakteri, Archaea, serta sejumlah
fungi dan protozoa) atau dari banyak sel (multiselular). Pada organisme multiselular terjadi
pembagian tugas terhadap sel-sel penyusunnya, yang menjadi dasar bagi hirarki hidup. Struktur
sel dan fungsi-fungsinya secara menakjubkan hampir serupa untuk semua organisme, namun
jalur evolusi yang ditempuh oleh masing-masing golongan besar organisme (Regnum) juga
memiliki kekhususan sendiri-sendiri. Sel-sel prokariota beradaptasi dengan kehidupan uniselular
sedangkan sel-sel eukariota beradaptasi untuk hidup saling bekerja sama dalam organisasi yang
sangat rapi. Pada awalnya sel digambarkan pada tahun 1665 oleh seorang ilmuwan Inggris
Robert Hooke yang telah meneliti irisan tipis gabus melalui mikroskop yang dirancangnya
sendiri. Kata sel berasal dari kata bahasa Latin cellula yang berarti rongga/ruangan
(www.wikipedia.com, 2009).
Menurut Sofa, 2008 dalam Anatomi, Fisiologi dan Reproduksi Sel, secara anatomis sel
dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
1. Selaput Plasma (Membran Plasma atau Plasmalemma).
2. Sitoplasma dan Organel Sel.
3. Inti Sel (Nukleus).
Dengan memahami peranan sel di dalam tubuh organisme, akan mempermudah mahasiswa
dalam memahami ilmu genetika pemuliaan ikan. Karena di dalam sel terdapat organel-organel
yang berperan penting dalam proses genetis dan pembelahan terutama inti sel (nukleus).
Nukleus merupakan organel terbesar dalam sel yang mengandung DNA yang membawa
informasi genetik. Nukleus berbentuk bola atau gelendong dan dikelilingi oleh selaput rangkap
yang disebut selubung nuklear atau nuclear envelope. Di dalam nukleus terdapat nukleolus dan
bahan informasi genetik atau materi genetik. Organisme prokariot tidak memiliki nukleus sejati.
Materi genetik sel prokariota terkumpul di bagian tengah sel, tetapi tidak dipisahkan oleh
selubung nuklear. Daerah tempat terpusatnya materi genetik pada sel prokariot disebut nukleoid
( Albert, 1994).
Tujuan mempelajari nukleus dalam mata kuliah Genetika dan Pemuliaan Ikan adalah
agar:
1. Mahasiswa dapat memahami peranan nukleolus di dalam sel.
2. Mahasiswa dapat memahami fungsi nukleolus di dalam sel.
BAB II
PERANAN DAN FUNGSI NUKLEUS

Inti sel (nukleus) terdiri dari bagian-bagian yaitu :


• Selapue Inti (Karioteka)
• Nukleoplasma (Kariolimfa)
• Kromatin / Kromosom
• Nukleolus(anak inti).
Berdasarkan ada tidaknya selaput inti kita mengenal 2 penggolongan sel yaitu :
• Sel Prokariotik (sel yang tidak memiliki selaput inti), misalnya dijumpai
pada bakteri, ganggang biru.
• Sel Eukariotik (sel yang memiliki selaput inti) (Winatasasmita, 2000).
Fungsi dari inti sel adalah mengatur semua aktivitas (kegiatan) sel, karena di dalam inti
sel terdapat kromosom yang berisi ADN yang mengatur sintesis protein. Nukleus merupakan
sumber segala kegiatan kehidupan sel, karena memiliki kromatin yang mengandung ADN. Jika
sel tidak berinti maka kegiatan sel umumnya terbatas sekali seperti dijumpai pada eritrosit
mamalia. Nukleus mengandung sebagian gen yang mengontrol sel eukariotik (sebagian gen
terletak dalam mitokondria dan kloroplas). Nukleus ini umumnya merupakan organel yang
paling mencolok dalam sel eukariotik, rata-rata berdiameter 5µm, selubung nokleus menutupi
nucleus yang memisahkan isinya dari sitoplasma (Sofa, 2008).

Nukleus dikelilingi oleh selaput rangkap yang disebut selubung nukleus. Pada selubung
nukleus terdapat pori yang memungkinkan ion-ion dan molekul-molekul mikro lewat dengan
leluasa. Selain ini, selubung nukleus juga mengatur pengangkutan protein dan ribonukleo
protein. Sifat pemilah selubung nukleus memungkinkan beberapa molekul besar ulang alik dari
nukleus ke sitosol. Selubung nukleus juga menjaga beberapa enzim yang khas untuk neukleus
atau sitosol tetap berada di tempat masing-masing (Winatasasmita, 2000). Selain pori, sisi dalam
selubung ini dilapisi lamina nukleus dengan susunan mirip jaring yang terdiri dari filamen
protein yang mempertahankan bentuk nukleus.
Membran atau selubung inti merupakan membran ganda. Kedua selubung ini masing-
masing merupakan bilayer lipid dengan protein yang terkait. Membran ini dilubangi oleh
beberapa pori yang berdiameter sekitar 100 nm. Pada bibir setiap pori membran dalam dan
membran luar selubung nukleus menyatu. Pori-pori ini memungkinkan hubungan antara
nukleoplasma (cairan inti) dengan sitoplasma (cairan sel). Berikut ini uraian tentang bagian-
bagian penyusun inti sel :

1) Membran inti
Membran inti terdiri atas dua lapis, yaitu membran luar (membran sitosolik) dan membran
dalam (membran nukleo-plasmik). Di antara kedua membran tersebut terdapat ruangan antar
membran (perinuklear space) selebar 10 - 15 nm. Membran luar inti bertautan dengan membran
ER. Pada membran inti juga terdapat enzim-enzim seperti yang terdapat pada membran ER,
misalnya sitokrom, transferase, dan glukosa-6-fosfatase. Permukaan luar membran inti juga
berikatan dengan filamen intermediet yang menghubungkannya dengan membran plasma
sehingga inti terpancang pada suatu tempat di dalam sel.

2) Pori Membran Inti


Pada membran inti terbentuk pori-pori sebagai akibat pertautan antara membran luar dan
membran dalam inti. Diameter pori berkisar antara 40 - 100 nm. Jumlah pori membran inti
bervariasi tergantung dari jenis sel dan kondisi fisiologi sel. Fungsi pori membrane inti ini, antara
lain sebagai jalan keluar atau masuknya senyawa – senyawa dari inti dan menuju inti, misalnya
tempat keluarnya ARN – duta dan protein ribosom. Pori membran inti dikelilingi oleh bentukan
semacam cincin (anulus) yang bersama-sama dengan pori membentuk kompleks pori. Bagian
dalam cincin membentuk tonjolan-tonjolan ke arah lumen pori. Pada bagian tengah pori terdapat
sumbat tengah (central plug).
3) Matriks Inti (nukleoplasma)
Nukleoplasma (cairan inti) merupakan zat yang tersusun dari protein. Butiran
kromatin, yang terdapat di dalam nukleoplasma. Tampak jelas pada saat sel tidak membelah.
Pada saat sel membelah butiran kromatin menebal menjadi struktur seperti benang yang disebut
kromosom. Kromosom mengandung DNA (asam dioksiribonukleat) yang berfungsi
menyampaikan informasi genetik melalui sintesis protein. Komponen utama dari matriks inti
adalah protein vang kebanyakan berupa enzim dan sebagian adalah protein structural inti.
Matriks inti diduga ikut berperan dalam proses – proses pada materi inti, misalnya transkripsi,
replikasi DNA, dan proses –proses lainva di dalam inti.

4) Materi Genetik
Bagian utama dari sebuah inti sel adalah materi genetik. Semua aktivitas di dalam sel
dikendalikan oleh materi genetik. Berbentuk seperti bola, dan memalui mikroskop elektron
nukleolus ini tampak sebagai suatu massa yang terdiri dari butiran dan serabut berwarna pekat
yang menempel pada bagian kromatin.
Pada waktu interfase, materi genetik dinamakan kromatin. Benang benang kromatin ini akan
mengalami pemampatan (kondensasi) pada saat sel akan membelah. Kromatin yang mengalami
kondensasi ini dinamakan kromosom. Hasil analisis kimia menunjukkau, bahwa kromatin
tersusun atas DNA, RNA, protein histon dan protein nonhiston.

5) Anak Inti (Nukleolus)


Nukleolus (anak inti), berfungsi mensintesis berbagai macam molekul RNA (asam
ribonukleat) yang digunakan dalam perakitan ribosom. Molekul RNA yang disintesis dilewatkan
melalui pori nukleus ke sitoplasma, kemudian semuanya bergabung membentuk ribosom.
Nukleolus banyak ditemukan pada sel-sel yang aktivitas . sintesis proteinnya tinggi, misalnya
pada neuron, oosit, dan kelenjar. Di dalam inti, nukleolus tampak sebagai suatu struktur yang
merupakan tempat pembentukan dan penyimpanan prekusor ribosom dan pembentukan sub unit
ribosom. Selain itu, struktur ini merupakan tempat terjadinya proses transkripsi gen ARN
ribosom (ARN-r).
Secara
umum, nukleus
bertugas
mengontrol
kegiatan yang
terjadi di
sitoplasma. DNA
yang terdapat di
dalam kromosom
merupakan cetak biru bagi pembentukan berbagai protein (terutama enzim). Enzim diperlukan
dalam menjalankan berbagai fungsi di sitoplasma. Di dalam nukleus juga ditemui nukleolus.
Inti sel atau nukleus sel adalah organel yang ditemukan pada sel eukariotik. Organel ini
mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan bentuk molekul DNA linear panjang yang
membentuk kromosom bersama dengan beragam jenis protein seperti histon. Gen di dalam
kromosom-kromosom inilah yang membentuk genom inti sel. Fungsi utama nukleus adalah
untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel dengan mengelola
ekspresi gen. Selain itu, nukleus juga berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat terjadi
pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis
ribosom, tempat terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan dan di
mana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri. Nukleus merupakan organel pertama
yang ditemukan, yang pertama kali dideskripsikan oleh Franz Bauer pada 1802 dan dijabarkan
lebih detil oleh ahli botani Skotlandia, Robert Brown pada tahun 1831
(http://biocyberway.blogspot.com, 2008).
Elemen struktural utama nukleus adalah membran inti, suatu membran lapis ganda yang
membungkus keseluruhan organel dan memisahkan bagian inti dengan sitoplasma sel, serta
lamina inti, suatu struktur dalam nukleus yang memberi dukungan mekanis seperti sitoskeleton
yang menyokong sel secara keseluruhan. Secara garis besar, membran inti terdiri atas tiga
bagian, yaitu membran luar, ruang perinuklear, dan membran dalam. Membran luar dari nukleus
berkesinambungan dengan retikulum endoplasma (RE) kasar dan bertaburan dengan ribosom.
Sifat membran inti yang tak permeabel terhadap sebagian besar molekul membuat
nukleus memerlukan pori inti agar molekul dapat bergerak melintasi membran. Pori nukleus
bagaikan terowongan yang terletak pada membran nukleus yang berfungsi menghubungkan
nukleoplasma dengan sitosol. Fungsi utama dari pori nukleus adalah untuk sarana pertukaran
molekul antara nukleus dengan sitoplasma. Molekul yang keluar, kebanyakan mRNA, digunakan
untuk sintesis protein. Pori nukleus tersusun atas 4 subunit, yaitu subunit kolom, subunit anular,
subunit lumenal, dan subunit ring. Subunit kolom berfungsi dalam pembentukan dinding pori
nukleus, subunit anular berguna untuk membentuk spoke yang mengarah menuju tengah dari
pori nukleus, subunit lumenal mengandung protein transmembran yang menempelkan kompleks
pori nukleus pada membran nukleus, sedangkan subunit ring berfungsi untuk membentuk
permukaan sitosolik (berhadapan dengan sitoplasma) dan nuklear (berhadapan dengan
nukleoplasma) dari kompleks pori nukleus.
Meskipun bagian dalam nukleus tidak mengandung badan yang dibatasi oleh membran,
isi nukleus tidak seragam dan memiliki beberapa badan subnukleus yang terbentuk dari protein-
protein unik, molekul RNA, serta gugus DNA. Contoh utama dari badan subnukleus adalah
nukleolus, yang terutama terlibat dalam pembentukan ribosom. Setelah diproduksi oleh
nukleolus, ribosom diekspor ke sitoplasma untuk menjalankan fungsi translasi mRNA
(www.wikipedia.com. 2009).

BAB III
KESIMPULAN
Sel merupakan unit terkecil dari mahluk hidup. Di dalam sel terdapat organel-organel
yang memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas di dalam sel salah satunya adalah
Nukleus (inti sel). Melalui tulisan ini kita dapat:
1. Memahami peran nukleus sebagai sumber segala kegiatan kehidupan sel, karena
memiliki kromatin yang mengandung ADN mengatur aktivitas sel, mengontrol kegiatan
yang terjadi di sitoplasma. ADN yang terdapat di dalam kromosom merupakan cetak biru
bagi pembentukan berbagai protein (terutama enzim).
2. Memahami fungsi nukleus untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol
aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen. Selain itu, nukleus juga berfungsi untuk
mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk
mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis ribosom, tempat terjadinya replikasi dan
transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan dan di mana ekspresi gen harus dimulai,
dijalankan, dan diakhiri.
Melalui pemahaman mengenai peran dan fungsi nukleus di dalam sel dapat menjadi
landasan bagi jenjang ilmu yang lebih tinggi yaitu genetika. Dalam hubungannya dengan mata
kuliah Genetika dan Pemuliaan Ikan, pemahaman tentang nukleus diperlukan sebagai dasar
melakukan variasi-variasi genetik mulai dari pembelahan sel hingga spesies tertentu dengan
kualitas yang diinginkan. Untuk itu, diperlukan pemahaman yang baik mengenai sel dan organel-
organelnya, terutama nukleus (inti sel). Mengingat peran dan fungsi nukleus dalam sel sangatlah
vital.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2008. Fungsi dan Peranan Sel. http://biocyberway.blogspot.com.

Anonim. 2009. Sel (Biologi). www.wikipedia.com.

Albert, B., D. Bray, J. lewis, M. Raff, K. Roberts, J.D. Watson. 1994. Molecular Biology of the
cell. Garland Publishing, Inc, New York.

Reksoatmodjo, S.M.I. 1993. Biologi Sel. Departemen Pendidikan dan kebudayaan, Direktorat
Jendral Pendidikan Tinggi, Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan, Pendidikan
Tinggi.

Sofa, Pakde. 2008. Anatomi, Fisiologi dan Reproduksi Sel. www.e-book.com .

Winatasasmita, Djamhur. 2000. Biologi Sel. www.e-book.com.