Anda di halaman 1dari 38

EKSTRAKSI ZAT CAIR

Pendahuluan
Liquid ekstraksi disebut ekstrasi solvent. Liquid ekstraksi merupakan
pemisahan konstituen terlarut dalam cairan/liquid melalui kontak dengan liquid yang
tidak larut. Sebagai contoh: larutan asam asetat dalam air diagitasi dengan ethyl
acetate. Sebagai asam asetat dan sedikit air memasuki fasa ester. Pada
kesetimbangan, densitas aqueous layer dan ester layer berbeda sehingga bisa
dipisahkan jika agitasi dihentikan. asio asam asetat terhadap air dalam ester layer
berbeda dengan rasio asam asetat terhadap air dalam larutan a!al dan juga
berbeda dengan rasio asam asetat dalam residual liquid, sehingga terjadi derajat
pemisahan "stage!ise contact#.
Larutan yang diekstraksi disebut feed "umpan#$ liquid yang berkontak dengan
feed disebut solvent. Produk yang kaya solvent disebut dengan e%tract, dan residual
liquid disebut raffinate. &ouble'solvent atau fractional e%traction digunakan untuk
memisahkan dua solute. (isalnya : campuran p'dan o'nitroben)oic acid dipisahkan
dengan mendistribusikan kedua senya!a ini di antara campuran insoluble liquid
chloroform dan air. *hloroform melarutkan para isomer dan air melarutkan ortho
isomer.
+kstraksi liquid menghasilkan larutan baru yang dapat dipisahkan melalui
distilasi atau evaporasi. Pemisahan asam asetat dari larutan encer dengan air dapat
dipisahkan dengan mudah melalui ekstraksi menggunakan solvent dan dilanjutkan
dengan distilasi e%tract, sedangkan proses pemisahan dengan distalasi langsung
sulit dilakukan. Penggunaan ekstraksi dilakukan sebagai pengganti metode kimia.
(isalnya: tembaga dan senya!a anorganik seperti asam posfat dapat dimurnikan
malalui ekstraksi. +kstraksi digunakan jika metoda lain tidak dapat digunakan.
(isalnya hidrokarbon aromatik dan parafinik dengan berat molekul yang hampir
sama sulit dipisahkan dengan distilasi, tetapi dapat dipisahkan dengan solvent
seperti sulfur dioksida cair, diethylene glycol atau sulfolane. +%tractive &istillation
digunakan untuk ekstraksi fasa uap dengan solvent, sedangkan Liqiud +%traction
digunakan untuk ekstraksi fasa liquid. Sebagai contoh : pemisahan penicillin dalam
campuran yang kompleks melalui liquid ekstraksi.
Liquid +kstraksi / Solvent +%traction adalah pemisahan konstituen dari larutan
melalui kontak dengan )at cair yang tidak larut "insoluble liquid#.
*ontoh : Larutan asam asetat didalam air dicampur dengan ethyl acetate kemudian
diaduk, asam asetat akan larut didalam ethyl acetate sebagai extract,
sedangkan asam asetat didalam air disebut dengan raffinate.
Istilah :
,eed - Larutan yang akan diektraksi
Pelarut - Solvent
+%tract - Solvent . rich product
affinate - esidual Liquid
Ekstraksi dengan Solvent ganda (ou!le Solvent" :
E
Rafnate Umpan
Extract Pelarut
+kstraksi dengan solvent ganda digunakan untuk memisahkan dua komponen
didalam campuran dengan dua pelarut.
Pe#ilihan $i%uid Extraction :
/# 0ntuk pemisahan yang sulit dilakukan dengan distilasi, liquid e%traction lebih
menguntungkan.
*ontoh : Pemisahan asam asetat dari larutan encer
1# Sebagai alternative pemisahan dengan distilasi pada kondisi vakum dengan
temperature yang sangat rendah.
*ontoh : Long'*hain fatty acids dapat dipisahkan dari vegetable oils dengan
pelarut propane cair.
Chloroform +p-n.acid
Campuran
Water +o-n.acid
P-dan o-
Nitrobenzoic
acid
Chloroform water
Keseti#!angan &at cair'
2esetimbangan terjadi antara affinate dan ekstrak.
(otasi :
3 - 4nsoluble liquids
5 - 4nsoluble liquids "Solvent#
* - &istribute Solute
+ - (assa/!aktu larutan + "+%tract#
- (assa/!aktu larutan "affinate#
5 - (assa/!aktu pelarut 5
5esaran bebas pelarut "5'free# dinyatakan oleh huruf )ri#e'
+6 - (ass 5'free Solution/time
+ - +6 "/78
+
#
% - 5erat fraksi * dalam raffinate
y - 5erat fraksi * dalam e%tract
%6 -
Raffinate dalam c non massa
c massa
x
x

=
1
y6 -
Extract dalam c non massa
c massa
y
y

=
1
% -
B bebas basis pada raffine dalam c fraksi Berat
c massa A massa
c massa
=
+
y -
B bebas basis pada extract dalam c fraksi Berat
c massa A massa
c massa
=
+
8 - 5erat fraksi 5 pada basis bebas 5
-
c massa A massa
B massa
+
2onsentrasi sistem ternary "9 komponen# digambarkan pada equilateral triangular
koordinat:
:arak tegak lurus dari dasar 35 ke titik 2 - Persentase * dalam campuran.
:arak tegak lurus dari dasar 3* ke titik 2 - Persentase 5 dalam campuran.
:arak tegak lurus dari dasar 5* ke titik 2 - Persentase 3 dalam campuran.
;itik & merupan campuran biner yang terdiri dari 1< = 5 dan >< = 3.
R M
M E
x x
x x
RM baris
ME baris
E
R

= =
"/#
(i%ture ule .
:ika kg campuran ditambahkan + kg campuran, campuran ditunjukkan pada
garis lurus + pada titik (:
R M
M E
x x
x x
RM baris
ME baris
E
R

= =
"/#
?aris L - berat fraksi * dalam - %

?aris (@ - berat fraksi * dalam ( - %


(
?aris +; - berat fraksi * dalam + - %
+
8eraca massa total:

7 + - ( "1#
8eraca *
"garis L# 7 + "garis +;# - ( "garis (@# "9#
M
x
x E x R
x M x E x R
M
E R
M E R
=
+
= +
"A#
R M
M E
x x
x x
RL Line MO line
MO Line ET line
E
R

=
"B#
R M
M E
x x
x x
RM line
ME line
PS line
EP line
E
R

= = =
Siste# cairan * ko#)onen
Pada sistem cairan 9 komponen "3, 5 dan *#, 3 dan 5 bercampur
sebagian sedangkan * larut sempurna dalam 3 dan 5.
?ambar /<.9Sistem cairan 9 komponen
Kurva $RPEK adalah kurva kelarutan binodal yang menunjukkan perubahan
kelarutan dari phasa 3 dan 5 pada penambahan *.
*ampuran diluar kurva adalah larutan homogen "satu fasa#. Ca#)uran +
membentuk dua larutan jenuh yang tidak larut satu lain dengan komposisi
kesetimbangan "3'rich# dan + "5'rich#.
?aris + disebut tie line
;itik P disebut plait point, yaitu tie line terakhir dimana kurva kelarutan 3 C 5 rich
bertemu.
Persentase * dalam larutan + lebih besar dari * dalam .
atio 1
*
> = distribusi koefisien
x
y
.
?ambar /<.9 menunjukkan distribusi * pada 5'ich phase
:ika slope tie pada arah berla!anan yang menunjukkan distribusi c pada 3'ich
phase, kurva distribusi di ba!ah diagonal.
2elarutan 3 dan 5 meningkat dengan naiknya temperatur dan pada temperatur
larutan kritis t
A
, 3 dan 5 larut sempurna. 2urva kelarutan mengalami perubahan
dengan kenaikan temperatur dan terjadi perubahan slope tie . line. @perasi ekstraksi
liquid sebaiknya dilakukan diba!ah temperatur tA agar terjadi pemisahan antara
raffinate dan ekstract.
Dubungan kesetimbangan dapat digambar secara grafik antara %, y versus fraksi
berat 5.
2oordinat lain dapat digambarkan dengan plot antara
) (
,
) ( C A kg
C kg
y x ersus
C A kg
B kg
!
+
=
+
=
&an dapat diproyeksi ke grafik E versus F.
+ixture Rule
PM "aris
!P "aris
x x
x x
y y
y y
!
M
M P
P !
M P
P !
=

=
'
'
"G#
,aktor Pe#ilihan Solvent
-' Selectivit.
(enunjukkan efektifitas solvent 5 untuk memisahkan larutan 3 dan * menjadi
komponen'komponennya.
( )
( )
) (
) ( *
/
/
E dalam A fraksi berat x
R dalam A fraksi berat y
R dalam A fraksi berat R dalam C fraksi Berat
E dalam A fraksi berat E dalam C fraksi Berat
R
=
=
"H#
pemisa#an ter$adi tidak
ter$adi pemisa#an
=
>
1
1

/' Koefisien istri!usi


dibutu#kan yang solent $umla# mengurangi %
gan kesetimban pada x y %
>
=
1
/ *
*' Ketidaklarutan Solvent
2emampuan untuk mengekstrak )at terlarut adalah besar
0' Ke#a#)uan untuk #e#)eroleh ke#!ali solvent
1' +e#)un.ai )er!edaan !erat 2enis dengan A
3' Tegangan #uka harus !esar agar )e#isahan e#ulsi da)at ter2adi
4' Sta!il terhada) reaksi ki#ia
5' rendah6 P ua) rendah dan titik !eku rendah untuk ke#udahan
)engolahan dan )en.i#)anan
7' Tidak !eracun8tidak ter!akar dan !ia.a #urah
Peralatan Ekstraksi
Setiap tingkat peralatan ekstraksi terdiri dari mi%er "untuk pencampur antara
solvent dan campuran yang akan dipisahkan# dan settler "untuk memisahkan
e%tract dan raffinate phase yang berada pada kesetimbangan#
Satu ;ingkat
ixe
r
Extract
! " C
#eed
Rafnate
$ol%ent
&
$ettler
Penggunaan multi tingkat e%traksi tergantung pada konsentrasi * yang diinginkan
pada akhir stage.
Ekstraksi Satu Tingkat
0mpan , yang terdiri dari 3 dan * pada E
f
"fraksi berat *# dikontakkan dengan
Solvent dengan massa S
/
atau massa / !aktu yang mengandung konsentrasi *, ys
menghasilkan kesetimbangan ekstrak +
/
dan afinat
/
.
0mpan , yang terdiri dari 3 dan * pada E
f
"fraksi berat *# dikontakkan dengan
Solvent dengan massa S
/
atau massa / !aktu yang mengandung konsentrasi *, ys
menghasilkan kesetimbangan ekstrak +
/
dan afinat
/
.
;itik & - minimum Solvent
? - 4nfinite amount of Solvent
2 - ma%imum amount of Solvent
L - 4nfinitesmal amount of raffinate
(aterial 5alance "total#
1 1 1 1
R E M S & + = = +
">#
* balance :
1 1 1 M s &
x M y S &x = + "I#
1
1
1
M
y S &x
x
s &
M
+
=
(i%ture ule :
s M
M &
y x
x x
&
S

=
1
1 1
"/<#
* 5alance
1 1 1 1 1 1 M
x M x R y E = +
"//#
1 1 1
M R E = +
"/1#

1 1 1
E M R =
"/9#
Substitusi Persamaan "/9# ke "//#
( )
( ) ( )
1 1 1 1 1 1
1 1 1 1 1 1 1 1
1 1 1 1 1 1 1
x x M x y E
x M x E x M y E
x M x E M y E
M
M
M
=
= +
= +
( )
( )
1 1
1 1 1
1
x y
x x M
E
M

=
"/A#
Catatan :
Perhitungan dua pasang cairan tidak melarutkan atau dengan pelarut padat dapat
menggunakan perhitungan yang sama.
.
+ultistage Crosscurrent Extraction
Proses dapat dilakukan secara batch atau kontinyu. afinate yang keluar dari
stage / dapat diekstraksi pada stage kedua dan raffinate keluar stage 1
diekstraksi pada stage ke 9. Pada setiap stage ditambahkan fresh solvent
dengan jumlah yang sama atau berbeda. ;emperatur pada masing'masing
stage dapat berbeda dan perhitungan menggunakan diagram fase pada
temperatur tertentu. +%tract yang keluar dari setiap stage bergabung menjadi
composited e%tract. Perhitungan dapat dilakukan menggunakan triangular
atau solvent'free coordinates.
(aterial 5alance untuk stage pertama:
1 1 1 1
R E M S & + = = +
"/B#
* balance :
1 1 1 1 1 1 1
x R y E x M y S &x
M s &
+ = = + "/G#
+aterial 9alance untuk stage ke n:
;otal balance:
n n n n n
R E M S R + = = +
1
"/H#
* balance :
n n n n Mn n s n n n
' R y E ' M y S x R + = = +
1 1
"/>#
:ntuk solvent;free coordinates
3 7 * balance :
' ' ' '
1
'
n n n n n
R E M S R + = = +

"/I#
* balance :
n n n n Mn n s n n n
' R y E ' M y S x R
' ' ' '
1 1
'
+ = = +

"1<#
5 balance :
Rn n En n Mn n s n Rn n
! R ! E ! M ! S ! R
' ' ' '
1 1
'
+ = = +

"1/#
Contoh :
/<< kg larutan asam asetat "*# dan air "3# mengandung 9< = asam asetat
yang akan diekstraksi 9 kali dengan crosscurrent e%traction dengan isopropyl
ether "5# pada 1<
<
* menggunakan A< kg pelarut pada setiap stage. ;entukan
jumlah dan komposisi dari masing'masing aliran. 5erapa pelarut yang
digunakan jika digunakan satu tingkat ekstrasi untuk memperoleh konsentrasi
raffinate akhir yang sama J
Pen.elesaian:
&ata kesetimbangan pada 1<
o
* untuk sistem asam asetat, air dan isopropyl
ether.
Water layer Isopropyl ether layer
Wt % acetic acid,
100 x
Water
Isopropyl
ether
Acetic
acid,
100 y*
Water
Isopropyl
ether
0.69 98.1 1.2 0.18 0.5 99.3
1.41 97.1 1.5 0.37 0.7 98.9
2.89 95.5 1.6 0.79 0.8 98.4
6.42 91.7 1.9 1.93 1.0 97.1
13.30 94.4 2.3 4.82 1.9 93.3
25.50 71.1 3.4 11.40 3.9 84.7
36.70 58.9 4.4 21.60 6.9 71.5
44.30 45.1 10.6 31.10 10.8 58.1
46.40 37.1 16.5 36.20 15.1 48.7
Stage -:
, - /<< kg, %
,
- <.9<, y
S
- <, S
/
- 5
/
- A< kg
kg 140 = 40 + 100 = M
1
0.214 = x ; x 140 = 40(0) + 100(0.30)
M1 M1
;itik ( ditempatkan pada garis ,5. ;itik %
/
dan y
/
diperoleh dari tie'line yang
melalui titik (
/
.
%/ - <.1B> dan y/ - <.//H
+
/
- /A< "<.1/A . <.1B># / "<.//H . <.1B># - A9.G kg
kg R 4 . 96 6 . 43 140
1
= =
Stage /
S
1
- 5
1
- A< kg
kg B R M 4 . 136 40 4 . 96
2 1 2
= + = + =
( ) ( ) 1822 . 0 ; 4 . 136 0 40 258 . 0 4 . 96
2 2
= = +
M M
x x
;itik (
1
ditempatkan pada garis
/
5. ;itik %
1
dan y
1
diperoleh dari tie'line melalui
titik (
1
, diperoleh : %
1
- <.11H dan y
1
- <.<IB.
( ) ( )
kg
x y
x x M
E
M
3 . 46
227 . 0 095 . 0
227 . 0 1822 . 0 4 . 136
2 2
2 2 2
2
=

=
kg E M R 1 . 90 3 . 46 4 . 136
2 2 2
= = =
Stage *
&engan cara yang sama diperoleh
5
9
- A< kg, (
9
- /9<./ kg, %
(9
-<./BH1, %
9
- <.1<, y
9
- <.<H>,
+
9
- AB.H kg, and
9
- >A.A kg.
2andungan asam asetat pada raffinate akhir - <.1< ">A.A# - /G.>> kg.
+%tract komposit - +
/
7 +
1
7 +
9
- A9.G 7 AG.9 7 AB.H - /9B.G kg
2andungan asam asetat dalam e%tract - +
/
y
/
7 +
1
y
1
7 +
9
y
9
- /9./ kg.
:ika ekstraksi dilakukan untuk memperoleh konsentrasi raffinate akhir % - <.1<
pada satu stage, ;itik ( diperoleh pada perpotongan tie line
9
+
9
and garis
5,, diperoleh %
(
- <./1.
Solven yag dibutuhkan
S
/
-/<<"<.9<'<,/1#/"<./1'<# - /B< kg "lebih besar dari 9 stage#
Insolu!le li%uid
:ika solvent dan larutan umpan tidak larut satu sama lain, jumlah solvent dan
larutan umpan tidak mengalami perubahan pada operasi ekstraksi.
2onsentrasi kesetimbangan digambarkan pada gambar /<./G
2oordinat digambarkan sebagai :
y
y
y
(s
x
x
x

=
1
'
1
'
affinate akan mengandung 3 kg, sedangkan +%tract mengandung Solvent 5 kg.
8eraca Solute . * pada setiap stage n:
' ' '
1
'
n n n s n n
x A y B y B x A + = +

' '
1
' '
n n
n s
n
x x
y y
B
A

Slope operating Line -


n
B
A

yang melalui titik ( )


' '
1
,
s n
y x

dan ( )
' '
,
n n
y x . Setiap
garis operasi memotong kurva kesetimbangan pada komposisi raffinate dan e%tract.
2onsentrasi solute kadang'kadang dinyatakan dengan massa/volume.
Soal
&ata kesetimbangan tie'line sistem Kater "3# . *hloroben)ene "5# . Pyridine "*#
pada 1B
o
* dalam persen berat:
Pyridine *hloroben)ene Kater Pyridine *hloroben)ene Kater
"*# "5# "3# "*# "5# "3#
< II.IB <.<B < <.<> II.I1
//.<B >>.1> <.GH B.<1 <./G IA.>1
/>.IB HI.I< /./B //.<B <.1A >>.H/
1A./< HA.1> /.G1 />.I< <.9> ><.H1
1>.G< GI./B 1.1B 1B.B< <.B> H9.I1
9/.BB GB.B> 1.>H 9G./< /.>B G1.<B
9B.<B G/.<< 9.IB AA.IB A./> B<.>H
A<.G< B9.<< G.A< B9.1< >.I< 9H.I<
AI.< 9H.> /9.1 AI.< 9H.> /9.1
'. ?ambarkan data kesetimbangan tie'line tersebut pada sistem koordinat
triangular
1. Ditung selectivity chloroben)ene untuk pyridine pada setiap tie line dan plot
selectivity versus konsentrasi pyridine dalam air.

9. Larutan aquaeous 1<<< kg mengandung konsentrasi pyridine B< =.
&iinginkanlah untuk menurunkan konsentrasi pyridine sampai dengan 1=
dalam ekstraksi single batch dengan chloroben)ene.
5erapa jumlah solvent yang dibutuhkan J
Selesaikan menggunakan triangular coordinates.
A. 1<<< kg larutan pyridine . air mengandung B< = pyridine akan
diekstraksi dengan jumlah berat chloroben)ene yang sama. affinate dari
ekstraksi pertama diekstraksi kembali dengan sejumlah berat solvent
yang sama dengan jumlah berat raffinate
( ) dst R B R B , ,
3 3 1 2
= =
.
5erapa tingkat ekstraksi dan solvent total yang dibutuhkan untuk
menurunkan konsentrasi pyridine sampai 1 = pada raffinate akhir J
Selesaikan pada triangular coordinates.
Countercurrent +ultistage Extraction
0mpan ",eed# dan Solvent dialirkan kedalam (ultistage +%traction secara
countercurrent dan kontinyu. ,inal +%tract, +
/
dan final affinate dihasilkan
pada aliran e%it e%tractor.
*ountercurrent (ultistage +%traction lebih menguntungkan dibandingkan
dengan crosscurrent (ultistage +%traction karena membutuhkan stage/tingkat
ekstraksi yang lebih sedikit pada jumlah solvent yang sama, atau jumlah
solvent yang lebih sedikit pada jumlah stage ekstraksi yang sama.
Penentuan jumlah stages dan komposisi dilakukan dengan menggunakan
kurva kelarutan pada ectangular *oordinate atau +quilateral ;riangle
*oordinate.
;otal material 5alance :
M R E S &
!p
= + = +
1 "/#
8eraca * :
M !p !p S &
Mx x R y E Sy &x = + = +
1 1 "1#
S &
Sy &x
x
S &
M
+
+
= "9#
;itik ( digambarkan pada garis ,S dan ;itik ( terletak pada 1
E R
!p
R !p
E & S R = =
1 "A#

-&ifference point yang merupakan net flo! pada stage 8


p
Perpanjangan ?aris
& E
1
dan S
8P
berpotongan pada

8eraca massa untuk stage s sampai dengan 8


p
:
S !P S
E R S R + = +
1
"B#
R S S !P
E R S R = =
1
"G#
Perpanjangan garis
1 S S
R E
memotong

Prosedur penggambaran secara grafik :


/. ?ambarkan garis
& E
1
dan
P
!
SR
yang berpotongan pada

1. ?ambarkan titik ( yang pada perpotongan garis ,S dan


P
!
R
+
/
9. ;itik +
/
dan
/
dihubungkan melalui ;ie . Line yang merupaka titik
keseimbangan
A. ?ambarkan garis dari

melalui
/
ke titik +
1
B. ;itik +
1

1
dihubungkan melalui ;ie . Line
G. 0langi prosedur A dan B untuk
1
dan seterusnya sampai titik
P
!
R
' ' '
' '
1
M R E S &
!p
+ = +
()*
M S &
' M ) S ' & ' ' ' = +
(+*
' '
1
'
' '
R !p
E & S R = =
(,*
' ' '
1
'
'
R S S !p
E R S R = =

('-*
R R S S S S
' ) E ' R

=
' '
1
'
1
(''*
R R S S R S
' ) E ! R
S

=

' ' '


1
1
('.*
R R
R E
R S
R S
S
S
! !
! !
' '
' )
E
R
n
S

=
1
1
'
'
1
('/*

free B out flo* net


! stage at in out flo* B in difference
!
free B out flo* net
! stage at in out flo* C in difference
'
R
p
R
p
R
,
, ,
,
, ,
'
Solvent recovery by extraction
Illustration 10.3
( )
rate solent # kg &
x
&x
B
m
&
m
min , / 040 . 13 8000
114 . 0
30 . 0 8000
= = =
( )
0857 . 0
20000 8000
30 . 0 8000
=
+ +
=
B &
&x
x
&
M
0
$+'
- -.-' -.-. -.-1 -.-2 -.-+ -.'- 3
0
'
x
$
-.-. -.-44 -.-,- -.'4- -..-4 -..4- -./-3x
#
( )
( )
# kg
x y
x x M
E
!p
!p M
/ 23000
02 . 0 10 . 0
02 . 0 0857 . 0 28000
1
1
=

=
!nd
# kg E M R
!p
/ 5000 23000 28000
1
= = =
Inso!"# $i%!i&s
'
1
' ' '
By Ax Ax By
!p & S
+ = +
(10.35)
'(
' '
'
1
'
1
!p &
s
x x
y y
B
A

=
+
(10.36)
' '
'
1
'
1
s &
s
x x
y y
B
A

=
+
(10.37)
( )
( ) 1 / '
/ ' / '
' /
1
1
' '
' '

+
+
!p
!p
s &
!p &
A B m
A B m A B m
m y y
x x
(10.38)