Anda di halaman 1dari 14

4.3.

Simulasi Reservoir
Simulasi reservoir didefinisikan sebagai proses pemanfaatan model buatan
yang menggambarkan kelakuan reservoir yang sebenarnya, sehingga dapat
digunakan untuk mempelajari, mengetahui ataupun memperkirakan kinerja aliran
fluida pada sistem reservoir tersebut. Tujuan dari simulasi reservoir dapat dilihat
pada Gambar 4.16.
O B J E C T I V E S O F S I M U L A T I O N
O r i g i n a l O i l i n P l a c e
D e t e r m i n a t i o n
P r o d u c t i o n
S c e d u l e !
E c o n o m i c
P a r a m e t e r !
F l u i d M o " e m e n t
i n # e ! e r " o i r
S i n g l e $ e l l
S t u d i e !
% a ! S t o r a g e
D e ! i g n
O & t i m i ' a t i o n o (
P e t r o l e u m S ) ! t e m
Gambar 4.16.
Tujuan yang dapat dicapai dengan Simulasi Reservoir
1)
Secara umum simulasi reservoir digunakan sebagai acuan dalam
perencanaan manajemen reservoir, antara lain sebagai berikut :
emperkirakan kinerja reservoir pada berbagai tahapan dan metode
produksi yang diterapkan
o sembur alam !primary recovery)
o pressure maintenance
o reservoir energy maintenance !secondary recovery)
o enhanced oil recovery !"#R)
empelajari pengaruh laju alir terhadap perolehan minyak dengan
menentukan laju alir maksimum !ma$imum efficient rate, "R)
enentukan jumlah dan lokasi sumur untuk mendapatkan perolehan
minyak yang optimum.
enentukan pola sumur injeksi dan produksi untuk mengoptimalkan pola
penyapuan.
1
emperhitungkan adanya indikasi coning dalam menentukan interval
komplesi yang optimum serta pemilihan jenis sumur, vertikal atau hori%ontal.
enganalisa akuifer dan pergerakan air pada proses pendorongan.
Tahapan&tahapan dalam perencanaan dan pelaksanaan suatu simulasi
reservoir adalah sebagai berikut :
1. 'ersiapan (ata
o )arakterisasi Reservoir
o )arakterisasi *atuan dan +luida
o odel ,eologi
-. 'enentuan dan 'embuatan odel
.. /alidasi (ata
0. 'eramalan, 1nalisa dan "valuasi
Gambar 4.17. berikut ini, menunjukkan hubungan antar tahapan&tahapan
dalam simulasi reservoir.
S e t O * + e c t i " e ! a n d P r i o r i t i ' e
# e ! e r " o i r
C a r a c t e r i ' a t i o n
# o c , a n d F l u i d
C a r a c t e r i ' a t i o n
% e o l o g i c
M o d e l
M o d e l S e l e c t i o n a n d C o n ! t r u c t i o n
M o d e l V a l i d a t i o n
P r e d i c t i o n - E " a l u a t i o n
a n d D o c u m e n t a t i o n
E n ! u r e c o n ! i ! t e n c )
a m o n g g e o l o g i c -
! i m u l a t i o n - l a * -
a n d . e l d d a t a /
A " o i d a r * i t r a r i n e ! !
i n i ! t o r ) m a t c i n g
A & & l ) e n g i n e e r i n g
c o n t r o l
# e c o g n i ' e l i m i t a t i o n !
Gambar 4.17.
2ubungan antar Tahapan dalam Simulasi Reservoir.
1)
-
4.3.1. Persiapan Data
1da ungkapan populer dalam dunia komputer yang menggambarkan
pentingnya data dalam suatu simulasi, yaitu 3,4,# : garbage in, garbage out3.
'ersiapan data bertujuan untuk mendapatkan data yang valid dan sesuai
kebutuhan didasarkan pada tujuan dan prioritas simulasi. 'rosentase keakuratan
hasil simulasi yang dilakukan, ditentukan oleh validitas data yang dipergunakan,
sehingga tanpa data yang memadai gambaran yang diharapkan tidak akan tercipta
atau bahkan akan memberikan informasi yang menyesatkan.
(ata&data yang dibutuhkan untuk melakukan simulasi dapat diperoleh dari
berbagai sumber data yang memungkinkan. eskipun demikian, sebagian besar
dari data tersebut tidak dapat langsung dipakai, tetapi memerlukan proses
pengolahan sehingga dihasilkan data yang siap pakai. 'emilihan sumber data serta
pengolahan juga sangat berpengaruh terhadap kesiapan data itu sendiri, yang pada
alkhirnya juga berpengaruh terhadap hasil simulasi secara keseluruhan.
*erdasarkan jenisnya, data yang diperlukan dalam simulasi dapat
dikelompokkan sebagai berikut :
(ata +luida Reservoir ! *
o
, *
g
, *
5
,
o
,
g
,
5
, R
s
, R
s5
)
(ata *atuan Reservoir ! k, , S
5
, h, kedalaman )
(ata 'roduksi ! 6
o
, 6
g
, 6
5
, '
bph
)
(ata +lo5 Rate ! '4, "R )
(ata ekanik ! ukuran casing dan tubing, kapasitas pengankatan )
(ata "konomi ! 78bbl, 785ell, economic limit )
(ata 'enunujang ! skin, rekahan, 5orkover )
Karakterisasi Reservoir
)arakterisasi reservoir merupakan integrasi dari tiga komponen yang
mempunyai saling keterkaitan, yaitu :
)arakterisasi fluida reservoir.
)arakterisasi batuan reservoir, dan
.
odel geologi
# F T a n d D S T
Te ! t
O & e n a n d C a ! e d
0 o l e L o g g i n g
C o r e A n a l ) ! i !
a n d D e ! c r i & t i o n
S e i ! m i c
S u r " e ) !
I n t e r & r e t - I n t e g r a t e a n d C o r e l a t e
1 a r e a l l ) a n d " e r t i c a l l ) 2
F l u i d
C a r a c t e r i ' a t i o n
% e o l o g i c
M o d e l
# o c ,
C a r a c t e r i ' a t i o n
P r o d u c t i o n
D a t a
P r o d u c t i o n
Te ! t
3 V o l u m e t r i c M a & !
3 S t r a t i . c a t i o n
3 B a r r i e r M a & !
3 # e ! e r " o i r C o n t i n u i t )
3 D e & o ! i t i o n a l M o d e l
3 # e ! i d u a l O i l
3 # e l a t i " e P e r m e a * i l i t )
3 C a & i l l a r ) P r e ! ! u r e
3 O i l a n d $ a t e r
F i n g e r & r i n t i n g
3 A r e a l a n d V e r t i c a l
V a r i a t i o n
I n t e g r a t e D a t a 4 S i m u l a t i o n
# e ! e r " o i r M a n a g e m e n t
D e ! i c i o n !
# e ! e r " o i r C a r a c t e r i ' a t i o n
Gambar 4.18
+lo5chart )arakterisasi Reservoir
dan 2ubungannya dengan Simulasi Reservoir
1)
Grambar 4.18 diatas, menunjukkan proses karakterisasi reservoir, data&
data yang berperan, serta kedudukannya dalam simulasi reservoir. *erdasarkan
pada proses diatas, karakterisasi reservoir mempunyai empat tujuan pokok, yaitu :
o identifikasi ciri pokok !karakteristik) reservoir,
o identifikasi mekanisme pendorong,
o menentukan volume reservoir !##4', #,4', #94'), dan
0
o mengamati kinerja !performance) reservoir.
)arakterisasi reservoir akan memberikan dua deskripsi reservoir, yaitu
deskripsi yang mempunyai harga tetap !statis) dan deskripsi yang cenderung
berubah !dinamis). (eskripsi statis digunakan untuk menentukan besarnya
hidrokarbon yang terdapat dalam reservoir !seperti porositas, ketebalan formasi,
5ater connate saturation, dan sebagainya). Sedangkan deskripsi dinamis
digunakan dalam menentukan besarnya hidrokarbon yang dapat diproduksikan.
4.3.2. Pemilihan an Pembuatan !oel
'emilihan model dilakukan secara sistematik yang disertai dengan analisa
terhadap parameter&parameter terkait, sehingga didapatkan model yang optimum
untuk mensimulasikan reservoir sesuai dengan tujuan dan prioritas simulasi.
'embuatan model meliputi pembuatan grid dan dimensi dari model.
Pemilihan Gri "#riin#$
:enis grid yang digunakan pada pemodelan ditentukan berdasarkan tujuan
dari simulasi. *erdasarkan besar cakupannya, grid dapat dibedakan menjadi -
jenis yaitu coarse grid !grid kasar) dan fine grid !grid halus) seperti yang terlihat
pada Gambar 4.1%.
c o a r ! e g r i d . n e g r i d
Gambar 4.1%.
;oarse grid dan +ine grid
<)
;oarse grid biasanya digunakan pada simulasi sederhana ataupun
digunakan pada tahap a5al untuk menguji model konsep yang akan digunakan.
=
Sedangkan fine grid digunakan setelah konsep model sesuai, serta pada simulasi
reservoir berlapis.
*erdasarkan bentuknya, jenis grid dapat dibedakan menjadi = jenis, yaitu
cartesian grid, curvilinear grid, radial grid dan locally&refined cartesian grid.
a. &artesian Gri
,rid jenis ini dibentuk oleh garis&garis hori%ontal dan vertikal yang membentuk
bujur sangkar, dan merupakan jenis grid yang paling umum digunakan dalam
pemodelan reservoir.
b. &urvilinear Gri
,rid ini digunakan untuk menyesuaikan model dengan batas reservoir, adanya
patahan serta untuk mengikuti arah pola aliran fluida, terutama pada reservoir
miring, atau adanya perbedaan kedalaman antara sumur injeksi dan produksi.
I n + e c t o r P r o d u c e r
C a r t e ! i a n
% r i d !
C u r " i l i n i e r
% r i d !
Gambar 4.2'.
;artesian dan ;urvilinear ,rid
1)
(. Raial Gri
,rid jenis ini biasanya digunakan pada simulasi single&5ell, untuk
memperkirakan kinerja sumur, terjadinya coning, mengetahui pengaruh
komplesi serta memperkirakan karakteristik permeabilitas ditempat dengan
pressure build&up.
d. )o(all*+re,ine &artesian Gri
>
,rid jenis ini di bentuk dengan membuat fine grid pada bagian&bagian tertentu
dari coarse grid. 2al ini dilakukan untuk mempercepat proses simulasi yaitu
dengan memperkecil jumlah sel yang disimulasikan.
5 e l l * o r e
Gambar 4.21.
R a d i a l , r i d
1)
Gambar 4.22.
?ocally&refinement ;artesian ,rid
1)
2al lain yang harus diperhatikan dalam pembuatan grid adalah
menentukan arah grid. 'enentuan arah grid dipengaruhi oleh distribusi
permeabilitas vertikal dan hori%ontal !pada reservoir anisotropi), serta arah aliran
fluida yang dominan. Gambar 4.22 menunjukkan pengaruh arah grid terhadap
proses aliran fluida pada simulasi.
<
a l i r a n 6 u i d a & a d a ! i m u l a ! i a l i r a n 6 u i d a & a d a r e ! e r " o i r
Gambar 4.23.
'engaruh arah grid terhadap proses aliran pada simulasi
<)
Pemilihan !oel
'arameter&parameter teknis yang berpengaruh dalam pemilihan model
adalah sebagai berikut :
:enis reservoir.
,eometri dan dimensi reservoir.
(ata yang tersedia.
:enis proses scondary atau tertiary recovery yang akan dimodelkan.
Selain keempat parameter diatas, pemilihan model juga
mempertimbangkan sumber daya manusia, kemampuan teknologi !komputer)
serta pertimbangan besarnya investasi biaya yang digunakan.
-enis Reservoir
Secara umum jenis reservoir terdiri dari tiga jenis, yaitu gas, minyak dan
kondensat. Reservoir gas dapat disertai adanya a6uifer, atau bisa juga tanpa
a6uifer. 'ada sistem reservoir gas tanpa a6uifer, simulasi cukup dengan
menggunakan model satu fasa !single&phase model). Reservoir minyak yang
hanya terdapat perpindahan massa minimal antara minyak dengan gas terasosiasi
dapat ditangani dengan simulator black&oil, sedangkan reservoir minyak dengan
adanya a6uifer akan membutuhkan model dua fasa.
)ondisi&kondisi yang berpengaruh terhadap pemilihan model simulasi
pada tiap&tiap jenis reservoir adalah sebagai berikut :
,as
o gas fasa tunggal, tanpa adanya a6uifer
@
inyak
o tidak terdapat perpindahan massa
o pertimbangan ada atau tidaknya a6uifer
o kondisi diatas atau diba5ah bubble point
)ondensat
o adanya pengaruh perpindahan massa antar fasa
o sistem hidrokarbon yang cenderung mengalami penguapan
o kemungkinan diberlakukannya injeksi gas
Geometri an Dimensi Reservoir
:enis model dimensi yang dapat digunakan pada simulasi reservoir ada
empat, yaitu mulai dari model A&dimensi yang paling sederhana, model 1&dimensi,
model -&dimensi sampai model .&dimensi yang paling kompleks.
!oel '+Dimensi
odel A&dimensi menunjukkan bah5a sifat&sifat reservoir tidak
mengalami perubahan, merupakan reservoir yang homogen, isotropik dan
seragam. Simulator A&dimensi yang terkenal adalah persamaan material balance.
!oel 1+Dimensi
odel 1&dimensi biasanya digunakan pada simulasi pilot project, ataupun
pada bagian dari reservoir yang lurus dan sederhana. Gambar 4.24, menunjukkan
aplikasi simulator model 1&dimensi yang umum pada sistem mendatar. Sedangkan
Gambar 4.2., menunjukkan model 1&dimensi yang disesuaikkan untuk sistem
reservoir dengan kemiringan.
odel 1&dimensi dapat digunakan pada kondisi&kondisi sebagai berikut :
o Simulasi per&bagian dari reservoir
o Simulasi dengan tujuan khusus, seperti line drive behavior, miscible
flooding, simulati pilot&flood, dan sebagainya.
B
g a !
o i l
5 a t e r
Gambar 4.24
odel 1&(imensi 2ori%ontal
0)
g a !
o i l
5 a t e r
Gambar 4.2.
odel 1&(imensi dengan )emiringan
0)
!oel 2+Dimensi
odel simulator -&dimensi merupakan pilihan terbaik untuk simulasi
dengan cakupan yang luas dan dipengaruhi oleh perubahan parameter areal.
Gambar 4.26, menunjukkan model reservoir yang umum dengan -&dimensi
hori%ontal. odel reservoir -&dimensi hori%ontal digunakan dalam simulasi
struktur multi&5ell dengan ukuran besar, simulasi reservoir sistem multi&unit,
penentuan sifat&sifat heterogenitas batuan, analisa migrasi fluida melalui lease&
line, kondisi variasi vertikal sifat fluida yang tidak dominan, serta dalam
pemilihan pola operasi yang optimum untuk secondary recovery maupun pressure
maintenance.
1A
Gambar 4.26
odel -&(imensi 2ori%ontal
0)
:enis model -&dimensi yang lain adalah penggabungan beberapa model -&
dimensi sehingga membentuk lapisan&lapisan yang menggambarkan model .&
dimensinya, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.27. odel jenis ini
digunakan pada reservoir berlapis ataupun pada operasi produksi dengan multiple&
completions.
Gambar 4.27
odel .&(imensi ?ayered
0)
11
% A S
O I L
$ A TE #
Gambar 4.28
odel -&(imensi /ertikal !$&%)
0)
Gambar 4.28, menunjukkan model -&dimensi dengan sumbu koordinat
utama $&%, atau model -&dimensi vertkal. odel jenis ini digunakan dalam analisa
cross&section reservoir, analisa 5ell completion baik untuk single maupun
multiple&5ell, menentukan gravity segregation serta dalam mempelajari pengaruh
cross&flo5 dan anisotropi terhadap proses pendesakan frontal.
!oel 3+Dimensi
odel .&dimensi dibutuhkan pada kondisi&kondisi tertentu, dimana
terdapat keragaman sifat fluida secara vertkal dan adanya sisipan shale yang akan
berpengaruh terhadap pola aliran. Gambar 4.2% dan Gambar 4.3', menunjukkan
model .&dimensi pada configurasi reservoir normal, serta aplikasi model .&
dimensi pada reservoir dengan patahan.
1-
% O C
$ O C
Gambar 4.2%
odel .&(imensi
0)
g a !
o i l
5 a t e r
o i l
5 a t e r
Gambar 4.3'
1plikasi odel .&(imensi pada 'atahan
0)
1.
4.3.3. /aliasi Data
/alidasi data dilakukan untuk mendapatkan data yang sesuai. Secara garis
besar, proses validasi data dapat dikelompokkan menjadi . tahap, yaitu :
4nisialisasi (ata
erupakan proses analisa model untuk memastikan pemasukan data&data
secara benar dan lengkap.
"kuilibrasi (ata
erupakan proses mengkondisikan model pada kesetimbangan dan
kesesuaian model dengan boundary conditions, baik internal maupun e$ternal.
2istory atching
erupakan proses memodifikasi parameter&parameter yang digunakan dalam
pembuatan model, agar tercipta kesesuaian antara model dengan kondisi
nyata, yang didasarkan pada data&data terukur selama periode 5aktu tertentu.
10