Anda di halaman 1dari 14

Bab II.

Statistik Maxwell-Boltzmann
Bab II. Statistik Maxwell-Boltzmann
Untuk memperoleh gambaran tentang perbedaan
distribusi statistik berdasarkan jenis partikelnya, maka
pada bagian ini akan diuraikan tentang distribusi
statistik untuk partikel klasik dimana partikelnya dapat
dibedakan (distinguishable) dan tidak memenuhi prinsip
larangan Pauli. Dalam hal ini partikel yang ditinjau tidak
saling berinteraksi dan energinya dianggap kontinu,
yang juga merupakan juga ciri assembli klasik.
1. Distribusi Energi
Keadaan suatu assembli dapat dinyatakan dalam
posisi dan momentumnya. etapi akan memudahkan
untuk partikel klasik yang ditinjau dimana tak terjadi
interaksi satu sama lain dinyakan dalam sebaran
berbagai tingkatan energi yang ada dalam sistim yang
ditinjau. !incian distribusi energi dapat dari N sistim
dapat dinyatakan sebagai berikut "
sistim 1 dengan energi
1

sistim # dengan energi


2

. .
. .
sistim i dengan energi
i

. .
. .
155
Bab II. Statistik Maxwell-Boltzmann
sistim N dengan energi
N

Energi sistim dapat dinyatakan dengan energi


total melalui hubungan "

i
i
E
$elanjutnya anggap bah%a energi dalam sistim
dapat dibagi dalam beberapa pita sedemikian sehingga
pita s akan mencakup semua energi dalam inter&al
s

sampai
+
s s
d
. 'umlah keadaan energi yang ada dalam
sistim pada pita s adalah
s
g
, yang selanjutnya kita
namakan bobot pita. (obot pita kurang lebih sama
dengan istilah degenerasi dalam mekanika kuantum,
sehingga
s
g
juga dapat dianalogikan dengan degenerasi
pita s. Distribusi partikel dalam sistim selanjutnya dapat
dinyatakan dengan jumlah partikel yang menduduki
pita s yang dinyatakan dengan
s
n
dengan energi
s

.
'ika energi sistim tersebar pada sejumlah r pita energi,
maka distribusinya dapat dinyatakan dalam
s
n
sebagai
berikut "
)omor pita 1 # * . . . s . . .
r
Energi pita
1

. . .
s

. . .
r

'umlah partikel dlm pita


1
n
2
n
3
n
. . .
s
n
. . .
r
n
(obot pita
1
g
2
g
3
g
. . .
s
g
. . .
r
g
'umlah total partikel yakni

r
s
s 1
n
adalah sama dengan
jumlah partikel dalam sistim yakni N. $edangkan energi
156
Bab II. Statistik Maxwell-Boltzmann
total sistim dalam pita s adalah
s s
n
dan jumlah total
energi dalam sistim adalah

r
s s
s 1
n
.
Distribusi skematis secara detail akan
menunjukkan satu dari kemungkinan susunan dari
assembli dan tiap susunan assembli berkaitan dengan
jumlah susunan yang berbeda dalam sistim diantara
pita energi. Keseluruhan susunan assembli dengan pita
energi tertentu disebut dengan microstate (keadaan
mikro). $usunan assembli tertentu dimana sistim
menduduki keadaan energi tertentu dinamakan
keadaan makro (macrostates). $elanjutnya sejumlah
keadaan mikro yang berkaitan dengan suatu keadaan
makro dinamakan bobot keadaan makro tersebut.
Dalam suatu susunan yang diberikan, dimungkinkan
untuk terjadi pertukaran dua sistim diantara dua pita
energi dan akan diperoleh suatu susunan yang berbeda
dalam sistim dengan tetap mempertahankan susunan
secara keseluruhan. Dengan cara yang sama, suatu
susunan baru dapat diperoleh dengan mentrans+er
suatu sistim dengan keadaan energi tertentu dalam
suatu pita ke keadaan energi lainnya sekalipun trans+er
tersebut tidak menghasilkan susunan baru.
(eberapa susunan yang berbeda yang berkaitan
dengan beberapa kon,gurasi diperlihatkan dalam
gambar #. Dalam hal ini empat sistim yang ditandai
dengan huru+ a, b, c, dan d disebar dalam dua pita
energi dengan bobot masing-masing g = * dan g . /
sebagai berikut "
157
Bab II. Statistik Maxwell-Boltzmann
Gambar 2
Empat sistim a,b,c, dan d disebar dalam dua pita energi
dengan dua sistim pada pita 1 dan 2 sistim pada pita 2.
Bobot masing-masing sistim adalah 3 dan 4.
Perhitungan menunu!!an bah"a dalam !asus !lasi!
dimana sistim dapat dibeda!an terdapat #$4
!emung!inan susunan pada susunan %ang diberi!an
dan dalam ini han%a ditunu!!an 4 diantaran%a.
0arus dicatat bah%a susunan baru dihasilkan
dengan jalan mempertukarkan dua sistim hanya akan
dihitung ketika sistim tersebut secara klasik
terbedakan. Ketika sistim yang ditinjau adalah identik,
seperti halnya dalam statistik kuantum, akan terlihat
bah%a pertukaran sistim seperti itu tidak akan
menghasilkan susunan yang baru.
$ampai pada pembahasan ini, perlu diungkapkan
asumsi dasar ,sika statistik yakni
peluang bah"a suatu assembli berada dalam suatu
susunan tertentu adalah sama untu! semua susunan
1sumsi ini adalah eki&alen dengan pernyataan
sebelumnya tentang ruang +ase berdimensi 2 3N. 4leh
karena itu jika keadaan suatu assembli yang dinyatakan
oleh sebuah titik dalam ruang
6 N

adalah sama semua


untuk pada &olume yang sama.
'ika semua susunan sistim dalam suatu assembli
peluangnya adalah sama, tetapi untuk kon,gurasi tidak
demikian halnya. Kon,gurasi dimana semua N sistim
dari assembli yang berada dalam tingkat energi yang
sama hanya akan menghasilkan satu cara saja. 1kan
tetapi kon,gurasi dari semua N sistim yang didistribusi
158
Bab II. Statistik Maxwell-Boltzmann
diantara g keadaan akan menghasilkan
N
g susunan
yang berbeda oleh karena tiap sistim dapat
ditempatkan dalam pita dengan g cara.
#. (obot Kon,gurasi
4leh karena susunan dari suatu assembli yang
mungkin tidak memiliki peluang yang sama, maka perlu
diperkenalkan bobot & untuk setiap kon,gurasi. (obot
tersebut dide+enisikan sebagai jumlah susunan mungkin
yang berbeda dari sistim yang dikaitkan dengan suatu
kon,gurasi.
Peluang bah"a suatu assembli berada dalam berada
dalam !on'gurasi tertentu a!an sebanding dengan
bobot !on'gurasi tersebut.
'ika sistim dalam assembli disebar sedemikian
sehingga terdapat
s
n
sistim dalam pita s, maka bobot
kon,gurasi dapat dicari dari jumlah cara yang
diperlukan untuk memperoleh kon,gurasi N sistim
dalam assembli. Kita mulai dari perhitungan jumlah
cara untuk memilih
1
n
sistim pada pita energi pertama
dari N total sistim secara sederhana dihitung dengan
( )
1
N n
1 1
N!

n ! N n !

$elanjutnya
2
n
sistim pada pita kedua dapat dipilih
dari sisa ( )
1
N n
sistim, yakni
159
Bab II. Statistik Maxwell-Boltzmann
( )
( )
( )
2 1
1
n N n
2 1 2
N n !

n ! N n n !


'umlah cara. (anyaknya cara yang diperoleh dari
memilih sistim pertama dan kedua adalah "
( ) ( )
1
1 1 2 1 2
! N n "! N!
n ! N n ! n ! N n n !


.
( )
1 2 1 2
N!
n ! n ! N n n !
'ika hanya terdapat tiga pita energi, maka jumlah sistim
pada pita ketiga adalah "
3 1 2
n ! N n n "
(anyaknya cara memilih sejumlah
1
n
,
2
n
dan
3
n
dari N
sistim adalah
1 2 3
N!
n ! n ! n !
'ika pernyataan ini diperluas pada sejumlah r pita ,
maka banyaknya cara memilih sistim dengan berbagai
pita adalah "
1 2 3 s r
N!
n ! n ! n ! .....n ! ...n !
'ika dalam pita energi s terdapat
s
g
maka jumlah
susunan berbeda yang diperoleh (selanjutnya disebut
dengan bobot susunan) adalah
160
Bab II. Statistik Maxwell-Boltzmann
3 s 1 2 r
n n n n n
1 2 3 s r
1 2 3 s r
N!
# g g g ...g ...g
n ! n ! n ! .....n ! ...n !

5unakan simbol
s
n
s
s
g
n !
_

,

untuk menyatakan perkalian


dari unsur
s
n
s
s
g
n !
untuk semua nilai s dari 1 sampai r
maka secara sederhana bobot & dapat dinyatakan
dengan
s
n
s
s
s
g
# N!
n !
_

*. $usunan dengan peluang terbesar


Dari persamaan #.6. dapat dita+sirkan bah%a
terdapat suatu nilai n dimana bobot kon,gurasinya
bernilai maksimum. 4leh karena peluang sebuah
assembli untuk berada dalam sebuah susunan tertentu
sebanding dengan bobot &, maka kon,gurasi dengan
bobot maksimum adalah merupakan peluang dengan
nilai terbesar (paling mungkin).
Untuk memperoleh nilai jumlah partikel n dalam
sebuah sistim yang bersesuaian dengan peluang
terbesar, maka bobot & dibuat menjadi maksimum dan
harus memenuhi syarat "
s
s
s
#
d# dn $
n

Untuk mencari solusi persamaan #.7 perlu diperhatikan


syarat yang berkaitan dengan jumlah total sistim N dan
energi total E yang sudah tertentu harganya
161
Bab II. Statistik Maxwell-Boltzmann
s
s
n N teta%

atau "
s
s
dn dN $

Dan syarat yang dipenuhi untuk energi adalah "


s s
s
n E teta%

atau "
s s
s
dn dE $

8etode sederhana yang dipakai untuk menyelesaikan


persamaan #.7 dengan syarat-syarat yang
menyertainya adalah dengan menggunakan pengali
9agrange dimana persamaan menjadikan & maksimum
d# adN bdE $ + +
dimana a dan b adalah tetapan-tetapan yang
selanjutnya akan ditentukan kemudian. Kajian lengkap
pengali 9agrange disajikan pada bagian lampiran.
$ubstitusi persamaan #.7 ke dalam persamaan #.: akan
diperoleh "
s s s s
s s s
s
#
dn a dn b dn $
n

+ +


8erujuk ke persamaan #.6 akan lebih
memudahkan kita menyatakan log & dibandingkan
dengan menyatakan dalam & saja, sehingga
persamaan #.11 dan #.1# dinyatakan kembali dengan
d log# dN dE $ + +
Dan
162
Bab II. Statistik Maxwell-Boltzmann
s s s s
s s s
s
log#
dn dn dn $
n

+ +


Dimana tetapan

dan

identik dengan tetapan a


dan b sebelumnya.
anpa merubah bentuk, tanda sumasi dapat
dikeluarkan
s s
s
s
log#
dn $
n

+ +
' ;

$uku pertama dalam tanda kurung dapat diselesaikan


dengan menggunakan rumus $tirling
log N! N log N N
Dengan demikian log & dapat ditulis sebagai "
s
n
s
s
s
g
log# log N! log
n !
1

+
1 ' ;
1

]


s
n
s
s
s
g
log N! log
n !

+
' ;


( )
s s s s s
s
N log N N n log g n log g n + +

urunan parsilnya adalah


s s
s
log#
log g log n
n

s
s
g
log
n

'adi "
163
Bab II. Statistik Maxwell-Boltzmann
s
s
s
g
log $
n
+ +
0asil yang diperoleh
( )
s s s
n g ex% +
Persamaan di atas menyatakan distribusi sistem dalam
berbagai pita energi untuk susunan dengan peluang
terbesar. Persamaan ini dinamakan juga distriubusi
(a)"ell- Bolt*mann. ;aktor ( )
s
ex%
dinamakan +a!tor
Bolt*mann. )ilai

dalam persamaan di atas dapat


dinyatakan dengan
1& k'
.
KETAJAMAN FUNGSI W
0arga yang berkaitan dengan banyaknya partikel
yang dapat ditempatkan pada suatu keadaan seperti
yang ditunjukkan pada persamaan #.#< mende+enisikan
titik stasioner untuk nilai &. )ilai nilai di sekitar titik
stasioner = akan lebih mudah dianalisis dengan
menguraikan nilai log & dalam bentuk deret aylor di
sekitar titik tersebut. Uraiannya adalah "
maks s
s
s
maks
2 2
s
2
s
s
maks
log#
log# log# n
n
n log#
...
n 2

+
' ;

+ +
' ;

Dimana
maks
#
adalah titik stasioner dan & adalah bobot
kon,gurasi dimana jumlah partikel yang ditempatkan
164
Bab II. Statistik Maxwell-Boltzmann
berbeda sebesar
s
n
. $uku suku tambahan dalam
persamaan di atas adalah harganya dapat didekati
sama dengan nol, sehingga yang perlu dihitung hanya
sampai suku kedua saja.
Dari persamaan #.1:
s
s s
g log#
log
n n

sehingga
2
2
s s
log# 1
n n

8isalkan
sm
n
adalah nilai n pada titik stasioner, maka "
2
s 1
maks 2
s
sm
n
log# log#
n



2
s 1
maks 2
s
sm
n
# # ex%
n

_


,

Untuk melihat ketajaman +ungsi & , selanjutnya


misalkan rasio
s sm s
n & n
2
1
maks sm s 2
s
# # ex% n
_


,

'ika kita sederhanakan bah%a de&iasinya sama untuk


semua keadaan s, maka
( )
2 2
1 1
maks sm maks 2 2
s
# # ex% n # ex% N
_


,

1seembly yang kita bicarakan total sistimnya N


umumnya lebih besar dari
2$
1$
sehingga sekalipun
165
Bab II. Statistik Maxwell-Boltzmann
perbedaan +raksinya adalah dalam orde
(
1$
(dengan
kata lain
(
1$

), maka harga & akan turun sebesar


( )
2$ 16 21)$
1
maks maks 2
# # ex% 1$ 1$ # 1$

, ,
9aju penurunan nilai & dengan perbedaan +raksi dalam
orde
1$
1$
ditunjukkan pada gambar untuk N =
2$
1$
166
Bab II. Statistik Maxwell-Boltzmann
Dari perhitungan di atas nampak bah%a maksimum
nilai & bentuk gra,knya sangat tajam dan ini
merupakan suatu bukti bah%a nilai tersebut yang
memiliki peluang terbesar.
DISTRIBUSI MAXWELL BOLTZMANN
Dalam penggunaan +ungsi distribusi selanjutnya
lebih memudahkan jika dinyatakan dalam bentuk
di+erensial. $ebagai contoh jika dn menyatakan jumlah
sistim yang ada dalam ruang +ase d , bentuk
di+erensialnya dapat dinyatakan dengan
( )
dn ex% Bd +
167
#
maks
#
1$
1$
2 1 0
Bab II. Statistik Maxwell-Boltzmann
$ebagai contoh, jika
g
g! "d
menyatakan jumlah
keadaan dengan energi berada diantara

dan d + ,
maka persamaan #.#< dapat dinyatakan dengan
( )
n! "d ex% g! "d +
yang menyatakan jumlah sistem dengan energi
diantara

dan d + . $ecara sederhana kita dapat


mengganti
g! "
pada persamaan #./6, sehingga kita
dapat tuliskan persamaan di atas menjadi
( )
( )
1& 2
3 & 2
2 N
n! "d ex% & k' d
k'


Persamaan di atas tak lain adalah persamaan distribusi
8a>%ell-(olt?maan dalam bentuk di+erensial.
168