Anda di halaman 1dari 2

IV

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN


4.1. Hasil Pengamatan
Cara Kerja dan Fumigasi Mesin Tetas
Perhitungan
Panjang mesin tetas = 49 cm = 0,49 m
Lebar mesin tetas = 49 cm = 0,49 m
Tinggi mesin tetas = 42,5 cm = 0,425 m
Volume mesin tetas = p x l x t = 0,49 m x 0,49 m x 0,425 m
= 0,102 m
3

Konsentrasi = 3 kali
Kebutuhan KMnO
4
= 0,102 x 60 = 2,16 gram
2,83
Kebutuhan Formalin = 0,102 x 120 = 4,32 ml
2,83

Nomor
Mesin Tetas
Volume
Ruangan
(cm
3
)
Kekuatan
Fumigasi
(kali)
Dosis Fumigasi Lama waktu
fumigasi
(menit)
KMnO
4
(g)
Formalin
40% (ml)
1. 102042,5 3 2,16 4,32 20




4.2. Pembahasan
Fumigasi yang kami gunakan pada umumnya berupa campuran
formalin 40% dan kalium permanganat (KMnO
4
), formalin 40% merupakan
larutan gas Formaldehid, bila terkena larutan formalin kulit akan terasa pedih dan
terkelupas. Bila gas Formaldehid terkena mata dan hidung akan terasa pedih, gas
Formaldehid akan menguap bila larutan formalin dipanaskan.
Maka dari itu, penggunaan fumigasi dilakukan dengan menuangkan serbuk
KMnO
4
sebanyak 2,16 gram ke dalam petridish, kemudian tuangkan formalin
40% sebanyak 4,32 liter ke dalam petridish tersebut, kemudian petridish tersebut
masukan ke dalam mesin tetas selama 20 menit.


Perlakukan fumigasi yang tidak benar seperti terlalu lama atau dosis terlalu
keras akan menyebabkan kematian embrio yang sangat dini.