Anda di halaman 1dari 3

Nutrisi Mineral

• Studi bagaimana tumbuhan memperoleh dan menggunakan nutrien mineral


disebut NUTRISI MINERAL
• kurang dari separuh pupuk itu yang dimanfaatkan oleh tanaman dan lainnya
tercuci masuk air permukaan, air tanah, terjerap pada partikel tanah atau menjadi
komponen polutan udara.
• Unsur esensial ( Arnon & Stout 1939) : 1. Apabila tidak ada unsur itu
tumbuhan tidak dapat menyelesaikan siklus hidupnya.; 2. Tidak dapat digantikan
oleh unsur lain; 3. Unsur itu harus terlibat dalam proses metabolisme
Nutrien dibagi dalam 4 grup/kelompok
• Grup 1. membentuk bagian dari senyawa karbon,
– N, membentuk a.a., amida, protein, asam nukleat, nukleotida, koensim,
heksoamin dsb.
– S, komponen sistein, sistin, metionin, protein. Bagian dari asam lipoat,
koensim A, biotin, pirofosfat tiamin, glutation, APS dsb.
• Grup 2. penting dalam reaksi penyimpnan energi atau menjaga integritas
struktural
– P, komponen dari fosfat gula, asam nukleat, nuleotida, koenzim,
fosfolipid, asam pitat, berperan penting dalam sintesis ATP
– Si, ditimbun sebagai silika amorf pd dinding sel,memberikan sifat
mekanis pada dinding, seperti kekakuandan elastisitas
– B, berkompleks dengan manitol, manan, asam polimanuronat,
komponen dinding sel, terlibat dalam prpses perpanjangan sel dan
metabolisme asam nukleat.
• Grup 3. berada pada jaringan sebagai ion, kofaktor ensim atau regulasi
potensi osmotik
– K, diperlukan sbg kofaktor dari lebih 40 enzim. Kation utama yang
mempengaruhi turgor dan menjaga elektronetralitas sel.
– Ca, pembentuk middle lamela dinding sel, diperlukan sebagai kofaktor
enzim yang terlibat dalam hidrolisis ATP dan fosfolipid. Berperan
sebagai pembawa pesan kedua dalam pengaturan proses metabolisme
– Mg, diperlukan banyak enzim terkait dng transfer fosfat. Komponen
klorofil
– Cl, Diperlukan dlm reaksi fotosintesis terkait dng evolusi O2
– Mn, Diperlukan untuk aktivitas dehidrogenase, dekarboksilase, kinase,
oksidase, dan peroksidase. Terlibat dlm enzim yang diaktivasi oleh
kation, dan evolusi O2 dalm fotosintesis
– Na, Terkait dengan regenerasi PEP dalam lintasan C4 dan CAM.
Pengganti K dlm beberapa fungsi
• Grup 4. penting dalam reaksi transpor electron
- Fe, Komponen sitokrom dan protein besi nonheme terkait dengan fotosintesis,
fiksasi N2 dan respirasi
- Zn, Pembentuk alkohol dehidrogenase, glutamat dehidrogenase, carbonik
anhidrase, dll
- Cu, Pembentuk asam askorbat oksidase, tirosinase, monoamin oksidase,
urease, sitokrom oksidase, fenolase, lakase dan plastosianin
- Ni, Pembentuk urease. Pada bakteri penambat N2 pembentuk hydrogenase
- Mo, pembentuk nitrogenase, nitrat reduktase, dan xantin dehidrogenase

1
KAHAT AIR DAN RESISTENSI TERHADAP KEKERINGAN
1. Strategi resistensi thd kekeringan bervariasi dng ikilim dan kondisi tanah
2. Berkurangnya luas permukaan daun adalah respon penyesuaian awal
terhadapkahat air.
3. Kahat air memacu gugur daun
4. Kahat air mendorong perpanjangan akar kedalam tanah yang lebih dalam dan
lebih lembab
5. Stomata tertutup kahat air sebagai respon terhadap asam absisat
6. Kahat air membatasi fotosintesis dalam kloroplas
7. Pengaturan osmosis sel membantu tumbuhan menjaga keseimbangan sir.
8. Kahat air meningkatkan resistensi aliran air fase liquid
9. Kahat air meningkatkan timbunan lilin permukaan daun
10. Kahat air merubah pelepasan energi daun
11. Cekaman osmosis menginduksi metabolisme CAM pada beberapa tumbuhan
12. Cekaman osmosis merubah ekspresi gen
13. Gen yang responsif terhadap cekaman diregulasi oleh proses yang tergantung
pada ABA dan yang tidak tergantung pada ABA

CEKAMAN PANAS DAN KEJUTAN PANAS


• Suhu Daun yang Tinggi dan Kahat Air mengarah pada Cekaman Panas
• Pada Suhu tinggi, Fotosintesis dihambat sebelum Respirasi
• Tumbuhan Teradaptasi pada Suhu Dingin Beraklimasi Buruk pada Suhu
Tinggi
• Suhu Tinggi mengurangi Stabilitas Membran
• Beberapa Adaptasi Melindungi Daun dari Panas Berlebihan
• Pada Suhu Tinggi, Tumbuhan Menhasilkan Protein Kejutan Panas
• Faktor Transkripsi Memediasi Akumulasi HSP dalam Respon terhadap
Kejutan Panas.
• HSPs memediasi termotoleran
• Adaptasi pada Cekaman Panas dimediasi oleh Calsium sitosol.

PENDINGINAN DAN PEMBEKUAN


• Sifat Membran Berubah dalam Merespon Cedera dingin
• Pembentukan Kristal Es dan Dehidrasi Protoplas Membunuh Sel.
• Pembatasan Pembentukan Es berkontribusi pada toleransi terhadap
pembekuan
• Beberapa Tumbuhan Berkayu dapat beraklimasi terhadap Suhu Amat
Rendah.
• Resistan terhadap Suhu Beku terkait dengan Supercooling dan Dehidrasi
Lambat.
• Beberapa bacteria yang Hidup pada Permukaan Daun meningkatkan
kerusakan frost
• ABA dan Sintesis Protein terkait dengan Aklimasi untuk pembekuan
• Banyak gen diinduksi ketika aklimasi dingin
• Faktor Transkripsi meregulasi Ekspresi Gen yang diinduksi oleh dingin.

CEKAMAN GARAM
• Akumulasi Garam di Tanah Menganggu Fungsi Tumbuhan dan Struktur
Tanah

2
• Salinitas Menekan Pertumbuhan dan Fotosintesis pada Jenis yang Sensitif
• Cedera Garam Melibatkan kedua Pengaruh Osmosis dan Ion Spesifik
• Tumbuhan menggunakan Strategi berbeda untuk Menghindari Cedera Garam
• Eksklusi Ion adalah Kritikal untuk Aklimasi dan Adaptasi terhadap Cekaman
Salinitas
• Sodium Ditransportasikan Melewati Membran Plasma dan Tonoplas

Ke-17 Elemen itu diambil oleh tumbuhan dalam bentuk :


oksida : CO2, H2O, NO3-, SO42-, H2PO4-, HPO42-, MoO42-, BO3-,
B4O72-,
kathion : K+, Ca2+, Mg2+, Fe2+, Mn2+, Cu2+, Zn2+.
halida : Cl-
Hidrida : NH4
FUNGSI
Nutrient dapat berfungsi sebagai (1). komponen struktural
senyawa organik mis. N,P,S, sebagai kompoen protein, DNA,
(2).Dapat berfungsi sebagai aktivator ensim (Mg dan nutrient
mikro (kecuali Cl.), (3). Berfungsi sbg pembawa muatan listrik
dan osmoregulator (K, Cl.), (4). Sebagai komponen rantai signal
(5).Sebagai penjaga konformasi protein ensim, (6). Sebagai
pembeda tipe sel pada suatu jaringan, atau dalam kompartemen sel

Ada 3 kemungkinan nasib nutrients yang diabsorpsi, yang diterangkan dalam teori
Kompetisi ini, yaitu :
1. Dalam sitoplasma
2. Dalam vakuola dan
3. ditranslokasikan