Anda di halaman 1dari 22

UPAYA POKOK KESEHATAN MATA

Penyusun :
Charisha Nadia (030.09.051)
Ibrahim Achmad (030.09.117)
M. Agung Santara (030.09.)















BAB I
PENDAHULUAN

Mata merupakan panca indra manusia yang berfungsi sebagai alat penglihatan. Dengan
mata kita dapat melihat sesuatu dan mampu melakukan setiap jenis pekerjan. Untuk itu sangat
diperlukan kemampuan penglihatan yang baik agar dapat mendapatkan hasil yang diinginkan.
penglihatan merupakan salah satu alat tubuh manusia yang mempunyai fungsi sangat penting
untuk memungkinkan manusia menerima informasi dari lingkungan kehidupan sekitarnya
sehingga mampu beradaptasi dan mempertahankan hidup dalam lingkungannya dan
menghindarkan diri dari berbagai ancaman yang mungkin terjadi. Dengan demikian kesehatan
indera penglihatan merupakan salah satu unsur terpenting dalam upaya meningkatkan kualitas
SDM agar terwujud manusia Indonesia yang cerdas, produktif serta mampu berperan dalam
berbagai bidang pembangunan.
1,4

Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia
(SDM). Indra Penglihatan merupakan syarat penting bagi upaya peningkata kualitas SDM,
karena mata merupakan jarul informasi utama (83%). Keterbelakangan melakukan koreksi
refraksi terutama pada anak usia sekolah akan sangat mempengaruhi kemampuan menyerap
materi pembelajaran dan berkurangnya potensi untuk meningkatkan kecerdasan karena 30%
informasi diserap dengan melihat dan mendengar.
2,5

Untuk mewujudkan drajat kesehatan mata yang optimal telah ditetapkan visi, yaitu
gambaran prediksi atau keadaanmasyarakat indonesia pada masa yang akan datang berupa Mata
Sehat 2020/Vision 2020 The Right to Sight (pemenuhan hak untuk melihat dengan optimal
bagi setiap individu). Untuk itu di tetapkan misi mewujutkan mata sehat melalui : promosi
kesehatan dalam rangka pemberdayaan masyarakat tentang mata sehat ; menanggulangi
gangguan penglihatan dan kebutuhan di masyarakat ; memfasilitasi pemerataan pelayanan
kesehatan mata yang bermutu dan terjangkau, menggalang kemitraan dengan masyarakat dan
pihak-pihak terkait di dalam dan di luar negri untuk mewujutkan mata sehat 2020.
2,5

Kesehatan Indera Penglihatan merupakan syarat penting untuk meningkatkan kualitas
sumber daya manusia dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, dalam kerangka
mewujudkan manusia Indonesia yang cerdas, produktif, maju, mandiri, dan sejahtera lahir batin.
1


WHO memperkirakan terdapat 45 juta penderita kebutaan di dunia, di mana sepertiganya
berada di Asia Tenggara. Survei kesehatan indera penglihatan dan pendengaran tahun 1993-
1996, menunjukkan angka kebutaan 1,5%. Penyebab utama kebutaan adalah katarak (0,78%),
glaukoma (0,20%), kelainan refraksi (0,14%), dan penyakit-penyakit lain yang berhubungan
dengan lanjut usia (0,38 %). Besarnya jumlah penderita katarak di Indonesia saat ini berbanding
lurus dengan jumlah penduduk usia lanjut yang pada tahun 2000 diperkirakan sebesar 15,3 juta
(7,4% dari total penduduk). Jumlah dimaksud cenderung akan bertambah besar karena
berdasarkan laporan Biro Pusat Statistik tahun 1993 , jumlah penduduk usia lanjut di Indonesia
pada tahun 2025 akan mengalami peningkatan sebesar 414% dibandingkan dengan keadaan pada
tahun 1990.
1
Berdasarkan laporan hasil Riskesdas/ Riset Kesehatan Dasar Nasional tahun 2007,
prevalensi nasional Kebutaan adalah 0,9% (berdasarkan hasil pengukuran, visus < 3/60).
Sebanyak 11 provinsi mempunyai prevalensi Kebutaan diatas prevalensi nasional, yaitu Nangroe
Aceh Darussalam, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa
Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Gorontalo. Prevalensi nasional
penderita Katarak sendiri pada penduduk umur >30 tahun adalah 1,8%.
2

Kebutaan bukan hanya mengganggu produktivitas dan mobilitas penderitanya, tetapi juga
menimbulkan dampak sosial ekonomi bagi lingkungan, keluarga, masyarakat dan negara lebih-
lebih dalam menghadapi pasar bebas. Menurut Konsultan WHO, Dr. Konyama, kebutaan akan
menjadi masalah kesehatan masyarakat bila prevalensinya 0,5%-1%. Bila prevalensi kebutaan >
1% maka kebutaan telah menjadi masalah sosial. Sebaliknya bila angka kebutaan < 0,5 % maka
kebutaan hanya menjadi masalah klinik (medik).
1

Dari masalah kesehatan mata dan kebutaan tersebut mengisyaratkan bahwa upaya
kesehatan mata/pencegahan kebutaan dasar sebagai salah satu kegiatan pokok di Puskesmas akan
melengkapi fungsi Puskesmas dalam memecahkan masalah kesehatan masyarakat khususnya
berupa angka kesakitan mata dan kebutaan, sehingga tidak lagi menjadi masalah kesehatan
masyarakat.




BAB II
PENGERTIAN

Upaya Kesehatan Mata / Pencegahan Kebutaan (UKM / PK) Dasar adalah upaya
kesehatan dasar dibidang UKM / PK yang dilaksanakan di tingkat Puskesmas, diselenggarakan
secara khusus ataupun terpadu dengan kegiatan pokok Puskesmas lainnya, di dalam ataupun di
luar gedung oleh tenaga kesehatan Puskesmas dengan didukung oleh peran serta aktif
masyarakat dan ditujukan kepada individu, keluarga, masyarakat di wilayah kerja Puskesmas.
3
Yang dimaksud dengan kegiatan di dalam gedung dalam UKM / PK adalah kegiatan
yang terpadu dengan kegiatan pokok Puskesmas lain atau secara khusus, meliputi pemeriksaan
diagnostik kelainan mata, seperti pemeriksaan retraksi, tonometri, funduskopi, tes buta warna
dan lapang pandang.
3

Sedangkan yang dimaksud dengan kegiatan di luar gedung dalam UKM / PK adalah
kegiatan yang terpadu dengan kegiatan pokok Puskesmas lainnya ataupun secara khusus meliputi
skrining mata, penanggulangan kebutaan katarak, glaucoma dan lain-lain.
3

Peran serta masyarakat adalah peran serta aktif masyarakat baik sebagai pemberi maupun
penerima pelayanan dengan memobilisasi sumber daya yang tersedia dalam pemecahan masalah
kesehata mata masyarakat setempat melalui perencanaan, pelaksanaan, penilaian, pembinaan,
dan pengembangan UKM/PK setempat.
3

Tenaga professional mencakup tenaga profesional umum dan khusus. Tenaga profesional
umum yaitu dokter dan perawat, dokter gigi, analis (tenaga Laboratorium), asisten apoteker, dan
sebagainya. Tenaga profesional khusus yaitu tenaga kesehatan dengan pendidikan khusus atau
tambahan di bidang kesehatan mata, seperti perawat mahir mata. Selain itu terdapat pula tenaga
non professional yaitu kader/ tenaga relawan seperti pemuka masyarakat, dokter kecil, dan
sebagainya
3







BAB III
TUJUAN


A. Tujuan Umum
Meningkatnya derajat kesehatan mata dalam rangka meningkatkan kualitas
sumberdaya masyarakat.

B. Tujuan Khusus
1. Meningkatnya kesadaran, sikap dan perilaku masyarakat pemeriksaan dirinya
dibidang kesehatan mata dan pencegahan kebutaan.
2. Menurunnya prevalensi kesehatan mata dan kebutaan sehingga tidak lagi menjadi
masalah kesehatan masyarakat.
3. Meningkatnya jangkauan pelayanan refraksi sehingga masyarakat yang mengalami
gangguan fungsi penglihatan dapat terlayani.
















BAB IV
KEGIATAN DAN SASARAN

1. Kegiatan
a. Perencanaan terpadu di bidang kesehatan mata dan pencegahan kebutaan
b. Pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan mata dan pencegahan kebutaan
c. Pelayanan kesehatan paripurna dan terpadu pada masyarakat
Pelayanan medik terpadu penyakit mata dan pencegahan kebutaan pada
pelayanan klino mobil
Penyuluhan terpadu
d. Pelayanan kesehatan mata terpadu pada pelayanan di Puskesmas (Pelayanan rawat
jalan medik terpadu, pelayanan kesehatan reproduksi)
e. Evaluasi penyelenggaraan upaya kesehatan mata dan pencegahaan kebutaan

KEGIATAN URUTAN KEGIATAN PELAKSANA
Promosi kesehatan Pendekatan pada institusi/kelompok
potensial wilayah puskesmas untuk
dukungan dan bantuan pencarian kasus
kegiatan donor Mata
Penyuluhan kesehatan mata kepada anggota
keluarga dan provider ditiap tatanan di
masyarakat:
i. Masalah penyakit mata dan
kebutuaan antara lain:ketajaman
refraksi, penyakit
keturunan,defisiensi vitamin A,
kelainan refraksi, penyakit
keturunan, dan lain-lain.
ii. Obat-obat toksik terhadap mata,
melakukan pemanfaatan fungsi
Pimpinan puskesmas

Perawat, bidan, polindes,
perawat kesehatan
,masyarakat & unit
kesehatan kerja

Perawat bidan, polindes,
perwat kesehatan
masyarakat dan unit
kesehatan kerja, petugas
Gizi
penglihatan.
iii. Pemeliharaan kesehatan mata
ditingkat individu dan keluarga
secara aktif oleh setiap anggta
keluarga.
iv. Pemeliharaan keseahtan mata
dikelompok masyarakat seperti anak
sekolah, kelompok pekerja dsbnya,
yang secara aktif oleh institusi.
Pendidikan dan
pelatihan
Masyarakat secara aktif dalam upaya
perubahan perilaku yang sehat dalam
menjaga kesehatan mata. Pendidikan dan
pelatihan berkala bagi provider puskemas
pelayanan paripurna terhadap penyakit mata
dan gangguan penglihatan. Pendidikan
berkelanjutan dokter untuk peningkatkan
pengetahuan dan keterampilan dan
pelayanan kesehatan mata pada lini
terdepan.
Dokter spesialis mata
Dokter puskesmas
Ikatan profesi
Perawat
bidan
Perlindungan khusus Pemantauan penggunaan obat yang toksik
terhdap mata dan pemantauan fungsi
penglihatan
Pemberian kapsul vitamin A bagi balita dan
ibu hamil di KIA dan posyandu
Penggunaan alat pelindung diri pada para
pekerja terutama disektor informal seperti
kacamata Las, perlindungan UV.
Pencegahan penularan penyakit mata oleh
petugas kesehatan

Penapisan dan penemuan kasus baru mata
Perawat kesehatan kerja
Petugas kesehatan
didalm puskesmas
Dokter dibantu dengan
perawat

Penapisan dan penemuan kasus resiko
kebutaan: baik penyakit mata(glaukoma)
maupun penyakit sistemik(Diabetes Melitus)
Tindakan deteksi dini: pemeriksaan visus,
Tonometri, Funduskopi, tersbuta warna, tes
lapang pandang.
Rujukan dari
lapangan untuk
tindakan pengobatan
pada pelayanan rawat
jalan.
Melakukan rujukan untuk tindakan medik
pada kasus-kasus yang ditemukan di
Masyarakat dan keluarga
Menerima rujukan dari upaya pembinaan
kesehatan masyarakat dan keluarga unutk
masalah infeksi dan masalah kesehatan mata
sederhana/kesehatan mata masyarakat
seperti Blefaritis, Kalazion, Hordeolum,
Konjugtivitis, Leukoma, Keratitis , dll.
Perkesmas
Dokter dibantu perawat
Pelayanan rawat jalan
puskesmas
Diagnosis dan pemberian terapi pada
penggunaan pelayanan yang datang
langsung ke unit rawat jalan.
Menerima rujukan dari unit pelayanan
puskesmas/dokter yang lainnya, dan
melakukan pemeriksaan dan terapi awal bila
diperlukan

Rujukan ke pelayana
yang lengkap
Rujukan lanjur pelayanan sekunder untuk:
diagnostik dan tindakan yang tidak dapat
diselesaikan di puskesmas: glaukoma,
katarak anak sehubungan dengan penyakit
lain(TORCH), DM
Ulkus Kornea
Laserasi/perforasi Mata
Laserasi Palpebra
Entropion/Trichiasis
Spesialis Mata dan Tim
pelayanan puskesmas
Klinomobil dengan
pelayanan khusus
Trauma Bakar
Mata merah penurunan visus akut
Katarak, Pterigium
Pemulihan Penyakit mata kronis dan perawatan paska
tindakan invasif
Dokter & perawat,
pengguna pelayanan
kesehatan dan keluarga
Evaluasi Penilaian :
Wilayah; angka penyakit mata dan
gangguan penglihatan pelayanan
UKS/Kelompok Khusus/Masyarakat Binaan
pelayanan puskesmas
Tim pengelola UKM/PK
perkesmas/Petugas UKS

2. Sasaran
a. Pengguna pelayanan kesehatan puskesmas terutama golongan dengan resiko tinggi
dan masalah kesehatan mata
b. Kelompok masyarakat bedasarkan tatanan yaitu keluarga, institusi (sekolah, dan
sebagai nya), tempat kerja, tempat umum, dan sebagainya.
c. Masyarakat dalam wilayah kerja puskesmas yang berpartisipasi dalam program
pembinaan peran serta masyarakat terpadu.

Keterpaduan Upaya Kesehatan Mata/Pencegahan Kebutaan Dasar dengan
Kegiatan Pokok Puskesmas Lainnya
Kegiatan
Pokok
Sasaran Tugas Perincian Kegiatan Tenaga Alat
KIA Prakonsep
si

Promotif
Preventif

Penyuluhan
individu/kelompok di
bidang kesehatan
mata

Tenaga
perawatan,
dokter,
kader, dukun
bersalin
Poster,
leaflet,
demonstrasi
makanan
sehat (gizi)
Hamil Promotif Penyuluhan Tenaga Poster,
Preventif
Case finding
o Kelainan
mata luar
o Gangguan
pengelihata
n
Rujukan

individu/kelompok di
bidang kesehatan
mata
Anamnesa keluhan
mata


Rujuk ke
laboratorium, swab
vagina (bila ada
keluhan fluor albus
untuk pencegahan
infeksi gonokokus
pada bayi yang
dilahirkan)
Rujuk ke pengobatan
bila ada
keluhan/kelainan
mata
perawatan,
dokter,
kader, dukun
bersalin
leaflet,
demonstrasi
makanan
sehat (gizi)
Pen light
Kapas lidi
Steril
Piringan
biak agar-
agar
Thayer-
Martin atau
piringan
coklat
Persalinan Promotif
Preventif
Case finding
Rujukan ke
pengobatan
Penyuluhan kesehatan
mata

Anamnesa keluhan
mata
Pemeriksaan mata
Bila ada
keluhan/kelainan
Tenaga
perawatan,
dokter,
dukun
bersalin
Poster,
leaflet,
demonstrasi
makanan
sehat (gizi)
Pen Light
Nifas Promotif
Preventif
Case finding

Penyuluhan kesehatan
mata
Anamnesa keluhan
mata
Tenaga
perawatan,
dokter,
kader, dukun
Poster,
leaflet,
demonstrasi
makanan
Rujukan Pemeriksaan mata
Rujuk ke lab : swab
vagina (bila ada fluor
albus)
Rujukan ke
pengobatan bila ada
keluhan/kelainan
bersalin sehat (gizi)
Pen Light
Oftalmosko
p

Bayi Promotif
Preventif

Case finding
o Kelainan
mata

Rujukan
Crede pada bayi baru
lahir

Anamnesa
Pemeriksaan mata


Rujuk ke lab : bila
ada secret pada
konjungtiva
Rujuk ke pengobatan
bila ada
keluhan/kelainan
Sanitarian
Tenaga
perawatan
dokter
Poster,
leaflet,
demonstrasi
makanan
sehat (gizi)
AgNO
3
1 %
tetes mata
atau
tetrasiklin
salep mata
Alat-alat lab
(lihat ibu
hamil)
Balita Promotif

Preventif

Case finding
o Kelainan
refraksi
o Kelainan
mata luar
o Kelainan
bawaan
Penyuluhan
individu/kelompok
Pembagian kapsul vit.
A dosis tinggi tiap 6
bulan
Anamnesa keluhan
mata
Pemeriksaan mata



Tenaga
perawatan
Dokter
Kader
Poster,
leaflet,
demonstrasi
makanan
sehat (gizi)
Kapsul Vit.
A 200.000
IU

Pen Light
(katarak,
juling, dll)
Rujukan


Rujuk ke lab
Rujuk ke pengobatan
bila ada kelainan
KB W.U.S
(Wanita
Usia
Subur)
Promotif
Preventif


Case finding
o Fluor
albus


Rujukan
Penyuluhan
kesehatan mata
Individu
Kelompok

Pemeriksaan mata
bila ada keluhan fluor
albus

Rujuk sediaan ke lab
Rujuk ke pengobatan
Tenaga
perawatan,
dokter
Poster,
leaflet, alat
lab (lihat
ibu hamil)
Gizi Balita Promotif




Preventif
Penyuluhan
kesehatan mata
Individu
Kelompok

Pembagian caps. vit.
A dosis tinggi tiap 6
bulan
Tenaga gizi,
perawatan,
dokter, kader
Poster,
leaflet,
demonstrasi
makanan
sehat (gizi)

Kapsul Vit.
A 200.000
IU
Ibu
hamil/me
nyusui
Promotif
Preventif
Penyuluhan kesehatan
mata
Individu
kelompok
Poster,
leaflet,
demonstrasi
makanan
sehat (gizi)
Kesehata Kelompo Promotif Penyuluhan kesehatan Sanitarian, Poster,
n
lingkunga
n
k
masyarak
at dan
lingkunga
nnya
Perusahaa
n (pabrik)
Preventif mata tenaga
perawatan,
dokter
leaflet, alat-
alat
pelindung
mata (lintas
sektoral)
P2M Kelompo
k
masyarak
at
Keluarga
Individu
Promotif
Preventif
Case holding
o Penyakit mata
luar
o Buta senja
o Gangguan
pengelihatan
Rujukan
Penyuluhan kesehatan
mata

Pemeriksaan mata
Pengobatan sederhana
(sama dengan
prokesa)

Juru
imunisasi,
petugas
malaria desa,
tenaga
perawatan,
dokter
Poster,
leaflet
Senter

PKM Kelompo
k
masyarak
at
Keluarga
Individu
Promotif
Preventif



Case finding
Penyuluhan kesehatan
mata
Nasehat perkawinan
(penyakit keturunan)


Bila ada keluhan
dirujuk
Tenaga
penyuluh
kesehatan,
perawatan,
dokter, kader

Kader (Guru
UKS dokter
kecil
Poster, alat
peraga
Pengobat
an
Individu Pengobatan





Pengobatan terhadap :
Konjungtivitis
Pterigium dan
Pinguekula
Defisiensi vitamin
A
Dokter,
perawat mata
Epilator
Loupe
Senter
Speculum
mata
Obat-obat














Rujukan
Trakhoma tanpa
Trikhiasis
Blefaritis
Hordeolum
Glaukoma
Tindakan sederhana :
Insisi hordeolum,
tarsotomi,
ekstraksi, corpus
alienum
ekstraokuler,
pterigium
ekstirpasi
Pertolongan
pertama gawat
mata
Glaukoma akut
Trauma kimia,
tumpul, tajam
Merujuk kasus
yang tak dapat
diatasi ke RS atau
BKMM.
mata
nonsteroid,
Diamox




Alat insisi
Corpus
alienum
spoed
Pantocain





Formulir
rujukan
P.H.N Keluarga
Instansi
Individu
Promotif
Preventif
Case finding
Kuratif
Rehabilitatif
Penyuluhan kesehatan
mata
Diagnostik 10
penyakit utama mata
Koreksi refraksi
sederhana s/d visus
5/10
Tenaga
perawatan,
kader
Kesehatan
Non
kesehatan
Idem 7
Pengobatan
Rujukan ke
pengobatan
UKS Anak
sekolah
Promotif
Preventif
Penyuluhan kesehatan
mata
Anamnesa
Pemeriksaan :
o Kelainan
refraksi
o Kelainan mata
luar
o Tes buta warna
o Defisiensi vit. A
Pengobatan
Rujuk ke Puskesmas
untuk mendapat
pengobatan
Tenaga
perawatan
(petugas
UKS),
dokter, kader
UKS kit
Buku
Ishihara
Gigi/Mulu
t
Individu
Anak
sekolah
Kelompo
k
masyarak
at
Promotif
Preventif
Penyuluhan gigi yang
berkaitan dengan
kesehatan mata
Penyuluhan hubungan
kelainan gigi sebagai
fokal infeksi mata
Dokter gigi,
perawat gigi,
kader

Kesehata
n Jiwa
Individu
Keluarga
Promotif
Preventif


Case finding


Penyuluhan kesehatan
jiwa yang berkaitan
dengan kesehatan
mata

Deteksi kelainan mata
pada penderita
Tenaga
perawatan,
dokter, kader
Poster,
leaflet
Senter

Rujukan kelainan jiwa
Pengobatan mata
Pengobatan
Puskesmas, saran
rujukan
Lab Individu Case finding Pemeriksaan
laboratorium pada
specimen yang
berkaitan dengan
kesehatan mata
Petugas lab Alat-alat lab
Kesehata
n Olah
Raga
Individu Promotif
Preventif
Case finding


Pengobatan/rujuk
an
Penyuluhan
Deteksi kelainan mata
akibat olah raga
Peningkatan fungsi
pengelihatan
dikaitkan dengan olah
raga
Pengobatan pada
kelainan/kecelakaan
akibat olah raga
Dokter,
perawat,
kader

Kesehata
n Kerja
Individu
Kelompo
k
masyarak
at
Promotif
Preventif
Case finding





Pengobatan/rujuk
an
Penyuluhan

Deteksi dini kelainan
mata akibat kerja
Peningkatan fungsi
pengelihatan
dikaitkan dengan
kesehatan kerja
Pengobatan pada
kelainan mata akibat
kesehatan kerja
Dokter,
perawat,
kader

Rujukan kasus-kasus
yang tidak dapat
diatasi
Usila Individu
Keluarga
Kelompo
k
masyarak
at
Promotif
Preventif
Kuratif/rujukan
Rehabilitatif
Penyuluhan
Pelayanan kesehatan
usila
Rujukan kasus yang
tak dapat diatasi
Dokter,
perawat,
kader



Peningkatan Peran Serta Masyarakat
Kegiatannya dalam bentuk penyuluhan kesehatan termasuk pemasaran social, serta
melibatkan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian UKM/PK Dasar dalam
rangka menciptakan kemandirian masyarakat dalam memelihara kesehatan mata mereka.

Pengembangan Kesehatan Mata Masyarakat
Kegiatan dalam bentuk penampilan berbagai inovasi baru yang ditujukan pada pemecahan
masalah sesuai dengan perkembangan kebutuhan dan ketersediaan sumber daya setempat dalam
rangka menciptakan derajat kesehatan mata masyarakat yang optimal.

Pencatatan dan Pelaporan
Berbagai hal yang berkaitan dengan masukan, proses, dan keluaran upaya kesehatan
mata/pencegahan kebutaan dasar direkam secara terpadu dalam SP2TP.







BAB V
PELAKSANAAN KEGIATAN

PELAKSANAAN KEGIATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN PASAR MINGGU

No. Kegiatan Sasaran Tempat dan
Waktu
Pelaksana
1 Pemeriksaan penyakit Mata Semua pasien
yang berkunjung
ke Poliklinik
Mata
Poli Mata
Senin Jumat
08.30 - 12.00
Dokter Umum
Perawat
Pelaksana
Paramedis
2 Pengobatan Penyakit Mata Semua pasien
yang berkunjung
ke Poliklinik
Mata
Poli Mata
Senin Jumat
08.30 - 12.00
Dokter umum
3 Pemeriksaan oleh Spesialis Semua pasien
yang berkunjung
ke Poliklinik
Mata dan
memerlukan
pemeriksaan
oleh ahli
Poli Mata
Senin dan
Kamis
08.30 - 12.00
Dokter Spesialis
Mata
4 Pemeriksaan Khusus Mata :
Pemeriksaan Visus
Tonometri
Semua pasien
yang berkunjung
ke Poliklinik
Mata
Poli Mata
Senin Jumat
08.30 - 12.00
Dokter Umum

Pemeriksaan Khusus Mata :
Funduskopi
Semua pasien
yang berkunjung
ke Poliklinik
Mata
Poli Mata
Senin Jumat
08.30 - 12.00
Dokter Spesialis
Mata
Dokter Umum

5 Penyuluhan individu Semua pasien
yang berkunjung
ke Poliklinik
Mata
Poli Mata
Senin Jumat
08.30 - 12.00
Dokter Spesialis
Mata
Dokter Umum
Perawat
Pelaksana
6 Penyuluhan Kelompok :
Retinopati Dabetikum
Penderita DM
pada Khususnya
Aula PKM
Ps.Minggu
Satu Kali
perbulan
08.00 12.00
Dokter Umum
yang ditunjuk
7 Penjaringan Kasus Katarak Khusus pasien
Katarak
Poli Mata
Senin Jumat
08.30 - 12.00
Dokter Spesialis
Mata
Dokter Umum
Perawat
Pelaksana
8 Rujukan Katarak Khusus pasien
Katarak
Poli Mata
Senin Jumat
08.30 - 12.00
Dokter Spesialis
Mata
Dokter Umum
Bekerja sama
dengan RSCM
9 Memberikan Resep Kacamata Semua pasien
yang telah
dilakukan
pemeriksaan
visus dan
memerlukan
kacamata
Poli Mata
Senin Jumat
08.30 - 12.00
Dokter Spesialis
Mata
Dokter Umum
10 Operasi :
Hordeolum
Pterigium
Corpus Alienum
Semua pasien
dengan keluhan
yang
memerlukan
Poli Mata
Senin dan
Kamis
08.30 - 12.00
Dokter Spesialis
Mata
Perawat
Pelaksana
tindakan bedah
minor
Terlatih
11 Melakukan pencatatan dan
pelaporan
Dokumen PKM
kecamatan Pasar
Minggu
Poli Mata
Senin Jumat
08.30 - 12.00
Perawat
Pelaksana


























BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN
Upaya Kesehatan Mata/ Pencegahan Kebutaan di Puskesmas merupakan unit
terdepan yang meliputi usaha-usaha peningkatan, pencegahan dan pengobatan mata
terhadap semua golongan umur dengan prioritas pada masyarakat berpenghasilan
rendah, khususunya kelompok yang rawan. Kegiatan ini bertujuan melayani pemeriksaan
kesehatan mata dasar dan semi spesialis / spesialis (khusus untuk Puskesmas Pembina)
untuk semua kasus mata, baik yang dirawat jalan ataupun rawat inap.
Kegiatannya mencakup melakukan penyuluhan kesehatan mata, pemeriksaan
mata khusus, rujukan ke Laboratorium untuk swab vagina bagi ibu hamil dengan keluhan
fluor albus atau untuk swab sekret mat pada bayi baru lahir dengan conjungtivitis,
tindakan crede pada bayi baru lahir, pemberian capsul vitamin A dosis tinggi pada Balita
setiap 6 bulan, skrining mata di masyarakat, pengobatan, pemeriksaan refraksi dan mata
luar, pemeriksaan tekanan intraokular, tes buta warna, tes anel, pemeriksaan funduskopi,
pemeriksaan lapang pandang, pemeriksaan laboratorium pada kasus-kasus tertentu,
memberikan resep kaca mata , melakukan operasi katarak, mengobati glaukoma akut,
memotivasi masyarakat dalam UKM/PK serta melakukan pencatatan dan pelaporan.
Diharapkan dengan dilaksanakan pelbagai kegiatan ini masalah Kesehatan Indera
Penglihatan di Indonesia tidak lagi menjadi masalah Kesehatan Masyarakat.

B. SARAN
1. Meningkatkan sarana dan prasarana pemeriksaan kesehatan mata di Puskesmas.
2. Menambah frekuensi penyuluhan tentang kesehatan mata dalam setiap bagian di
Puskesmas.
3. Mengadakan program anjuran pemeriksaan mata pada hari tertentu yang
ditujukan pada pasien yang datang ke puskemas baik yang mempunyai gejala
penyakit mata maupun tidak.
4. Meningkatkan peran serta setiap keluarga dalam ikut membantu memelihara
kesehatan mata seluruh anggota keluarga.
DAFTAR PUSTAKA

1. Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK USU. Pelayanan Kesehatan Mata Melalui
Puskesmas. Available: http://ebookbrowse.com/sss155-slide-pelayanan-kesehatan-mata-
melalui-puskesmas-pdf-d68637011. Accessed on 14 Juli 2014.
2. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI. Laporan
Hasil Riset Kesehatan Dasar Nasional 2007.
3. Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Standarisasi Pelayanan Kesehatan
Puskesmas di DKI Jakarta.
4. Djuhaeni H. Gondodiputro S. Penanggulangan Kebutaan Katarak Terpadu. Available at :
http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2009/09/penanggulangan_
kebutaan_katarak_terpadu.pdf. Accessed on 14 Juli 2014.
5. Azwar A. Kebijakan Pelayanan Kesehatan mata. Available at :
http://www.ditplb.or.id/profile.php?id=74. Accessed on 14 Juli 2014.