Anda di halaman 1dari 36

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam mempelajari mikroskop ada dua mineral yang dikenal, yang
pertama mineral transparan dan mineral bijih. Mineral transparan merupakan
mineral penyusun batuan yang bersifat non logam atau non opak yang
mempunyai sifat optis meneruskan cahaya terbias (refraksi). Sedangkan, mineral
bijih atau opak merupakan mineral logam atau opak, dijumpai sebagai endapan
logam atau bijih (mineralisasi), mempunyai sifat optis tidak meneruskan cahaya
atau tidak tembus cahaya tetapi memantulkan (refleksi).
Bagi seorang ahli tambang eksplorasi atau tambang umum dan geologi,
harus mengerti dan memahami tentang studi genesa endapan logam atau bijih
(mineralisasi) secara komprehensif, sebab berhubungan dengan eksplorasi
(pencarian), eksploitasi (penambangan), dan pengolahan (jenis logam atau
komposisi (oksida, sulfida), komposisi dan presentase).

1.2 Maksud dan Tujuan
1..1 Maksud
Maksud dari pratikum ini adalah agar kita dapat mengidentifikasi
mineral bijih atau logam.
1.. !ujuan
"dapun tujuan dari praktikum ini adalah#
1. "gar kita dapat mengidentifikasi sifat$sifat optis mineral bijih.
. "gar kita dapat membedakan antara mineral transparan dan bijih.
%. "gar kita dapat mengaplikasikan cara penggunaan mikroskop pada
saat pengamatan mineral bijih.
1.3 Alat dan Bahan
1.%.1 "lat
1. Mikroskop &olarisasi tipe 'lympus
. "lat !ulis Menulis
%. &ensil (arna
). Mistar %* cm
+. ,angka
-. .amera
1.%. Bahan
1. Sayatan &oles
. Problem Set
%. .ertas ")
BAB II
TINJAUAN PUTA!A
2.1 M"neral B"j"h
Mineral Bijih adalah mineral$mineral yang bernilai ekonomis, mengandung
unsur logam dan dapat diekstrak untuk kepentingan umat manusia. Mineral
industri adalah semua batuan, mineral atau substansi yang terbentuk secara
alami yang bernilai ekonomis, tidak termasuk di dalamnya adalah bijih logam,
mineral fuels, dan batumulia. (/oetstaller, 1011 dalam 23ans, 100%).
Batasan mineral bijih dengan mineral opak, maupun mineral penyerta
sering membingungkan. &ada kenyataannya sebagaian besar mineral bijih tidak
tembus cahaya (opak), sedangkan mineral penyerta merupakan mineral$mineral
yang tembus cahaya (transparan).
Mineral bijih harus dapat diekstrak logamnya, misalnya kalkopirit dapat
diekstrak tembaganya. (4raig, 1010).
(alaupun suatu mineral mengandung unsur logam, tetapi kalau tidak
dapat diekstrak, maka tidak dikategorikan sebagai mineral bijih. Beberapa
pengarang menggunakan istilah mineral bijih sebagai sinonim mineral opak,
karena istilah tersebut bisa mencakup mineral$mineral seperti pirit maupun
pirhotit yang tidak bermanfaat tetapi hampir selalu ada pada endapan bijih.
(23ans, 100%).
&enamaan mineral bijih terkait dengan keekonomian mineral, sedangkan
penamaan mineral opa5ue terkait dengan sifat mineral terhadap ketembusan
cahaya.
2.2 De#$s"t l$ga%
6ogam$logam yang berguna biasanya terikat di dalam mineral bijih
bersama$sama dengan unsur kimia lainnya. Mineral$mineral ini biasanya
tersebar dalam batuan dan terdiri dari mineral pembentuk batuan yang tidak atau
sedikit sekali mengandung unsur logam. Biasanya mineral$mineral non logam
dikenal sebagai gangue. 4ampuran mineral bijih dan mineral gangue akan
membentuk mineral bijih. .ebanyakan mineral bijih mempunyai kilap logam
seperti galenit, kalkopirit, cuprit, ada juga yang tidak mempunyai kilap logam
misalnya malakhit, bauksit, sfalerit dan biasanya bergabung dengan unsur$unsur
lain seperti "l, Si, S, '. 'leh karenanya orang dapat mengambil satu unsur
logam dari beberapa jenis mineral, misalnya tembaga dapat diambil dari mineral
kalkopirit, malakhit, cuprit, a7urit. Sebaliknya dari satu mineral bijih orang dapat
memisahkan lebih dari satu unsur logam yang berguna, misalnya dari galenit
dapat diambil logam timbale, perak atau dari stannit dapat diambil timah dan
tembaga. &roses itu yang dikatakan sebagai ore dressing, dan ini akan
menentukan besar nilai jual logam yang bersangkutan. (Sukandarrumidi, **8).
Mineral bijih dapat pula dikelompokkan menjadi mineral primer
(hipogene) dan mineral sekunder (supergene). (Sukandarrumidi, **8).
a. Mineral hipogene dimaksud sebagai mineral yang terbentuk bersama$sama
dengan mineral lain dan belum mengalami pelapukan.
b. Mineral supergene adalah mineral yang merupakan hasil proses pelapukan.
2.3 Penga%atan M"neral B"j"h
". Sifat Bijih
Sifat fisik adalah penampakan secara fisik dari suatu mineral bijih.
1. Bentuk dan habitat
Mineral mineral yang keras cenderung untuk membentuk .ristal
yang berkembang dengan baik contohnya adalah pirit, hematite,
9olframit, arenopit, cobalit dan magnetit.Mineral yang lunak
perkembangan kristalnya kurang baik contohnya kalkopirit, galena, dan
tetrahidrit. (:l3a ;ia <rfan, **-).
:ntuk mendapatkan gambaran yang lebih baik perlu dilakukan
etsa terhadap permukaan dibidang poles. .arena bidang poles yang
diamati berupa bidang dimensi maka bentuk yang tampak adalah
bentuk .ristal yang berpotongan dengan permukaan bidang poles.
<stilah istilah untuk menunjukan bentuk dan habitat sama dengan yang
dipergunakan dalam mineralogi seperti bentuk euhedral, subhedral,
anhedral, acicular, tabular, spheroidal, granular, reticulate, radial,
bladed, foliate, konsentris, colloforn, fibrous. (:l3a ;ia <rfan, **-).
. 4lea3age dan fracture
4lea3age atau belahan adalah sifat fisik suatu mineral bijih yang
mempunyai kecenderungan untuk membelah atau pecah sepanjang
bidang tertentu yang searah dengan kohesi terkecil. Belahan ini pada
umunya sejajar dengan permukaan .ristal. (:l3a ;ia <rfan, **-).
=racture atau pecahan adalah sifat fisik suatu mineral yang
mempunyai kecenderungan untuk pecah tidak beraturan (setelah
mele9ati batas batas elastic dan plastisnya). 4lea3age dalam bidang
poles ditandai dengan satu set atau lebih rekahan parallel baik distinct
maupun indistinct. Mineral dapat menunjukan satu sampai tiga set
rekahan parallel tergantunng jumlah bidang rekah yang terdapat dalam
mineral dan orientasi bidang poles. 4ontoh pada galena , triangular, pits
terjadi akibat tiga arah rekahan yang berbeda. Biasanya terjadi pada
belahan kubus, octahedral, rhombohedral dan dodecahedral . Belahan
prismatic menghasilkan pola rectangular, segitiga atau diamond$
shapped. Belahan pinakoid mengahsilkan suatu set rekahan paralel.
(:l3a ;ia <rfan, **-).
%. .embaran atau t9inning
&ada mineral isotrop, kembaran dapat ditunjukkan oleh
perubahan orientasi belahan sedangkan pada mineral isotrop dapat juga
ditentukan oleh perbedaan 9arna pada bagian dan posisi tertentu. :ntuk
mendapatkan bentuk kembaran yang jelas dapat dilakukan etsa. (:l3a
;ia <rfan, **-).
). !ekstur Bijih
!ekstur bijih adalah hubungan antar mineral dalam suatu bijih.
Dari tekstur ini dapat diketahui gambaran a9al pembentuk bijih,
metamorfosa, lingkungan pengendapan, deformasi, dan pelapukan bijih.
(:l3a ;ia <rfan, **-).
!ekstur terbagi atas #
!ekstur &rimer # terjadi saat pembentukan bijih
!ekstur Sekunder # terjadi setelah pembentukan bijih baik akibat
proses placement, pengaruh lingkungan
pengendapan, atau deformasi mekanis
+. .ekerasan
.ekerasan dari suatu mineral dapat ber3ariasi menurut orientasi
butiran mineral. (:l3a ;ia <rfan, **-).
"da % jenis kekerasan identifikasi mineral yaitu #
1. Scratch hardness # dengan cara menggoreskan permukaan mineral
dengan jarum baja diba9ah pengamatan mikroskopi . kekerasan
relati3e oleh S.B !almaga dibagi tujuh tingkat , "rgentit$>alena$
.alkopirit$!etrahidrit$/iccolite$Magnetit$6imenit.
. Microhardness # menggunakan microhardnesss indenter. "da dua
jenis indenter yaitu .nop dan ?ickers. Dengan cara ini mineral
dapat ditentukan secara kuantitatif .
%. &olishing hardness # berkaitan dengan reistentsi mineral terhadap
abrasi. &ada saat dipoles , mineral yang lebih lunak akan lebih cepat
terkikis daripada mineral yang keras sehingga terlihat reliefnya
lebih tinggi diba9ah mikroskopi.
B. Sifat 'ptik
1. /ikol sejajar
&engamatan sifat$sifat optik tanpa mempengaruhi analisator.
a. (arna
Sebagian besar mineral bijih memiliki kisaran 9arna putih
sampai abu abu dengan perbedaan yang sedikit sekali. :ntuk
membedakan dibutuhkan banyak latihan . !etapi mineral mineral
dengan perbedaan 9arna yang sedikit sekali dapat dibedakan jika
letaknya berdampingan. (arna 9arna mineral akan sedikit berbeda
tergantung dari jenis mineral asosiasinya . :ntuk lebih memunculkan
perbedaan 9arna dapat digunakan medium immersinya. (:l3a ;ia
<rfan, **-).
b. ;eflekti3itas
;eflekti3itas sangat tergantung pada perbedaan antara indeks
biasnya dengan indeks bias medium (udara, minyak, dll). :ntuk
mengukur relfekti3itas dipergunakan alat microphotoeters dan
photoelectric . Mineral mineral transparent tanpa gelap diba9ah
mikroskop refle@i karena hanya sedikit sekali memantulkan sinar.
(:l3a ;ia <rfan, **-).
c. &leokrisme
:ntuk menentukan sifat ini dilakukan dengan memutar meja
objek mikroskop. &leokrisme dipengaruhi oleh sifat isometric mineral
dan bidang polesnya . Sistem .ristal lain yang isotrop tidak
menunjukkan perubahan 9arna atau kecermelangan selama meja
mikroskop diputar maka mineral tersebut tidak memiliki pleokrisme.
,ika terjadi perubahan harus dilihat apakah perubahan yang terjadi
sangat jelas atau sedikit saja. &leokrisme pada suatu mineral dapat
dibagi menjadi pleokrisme lemah sedang atau kuat. (:l3a ;ia <rfan,
**-).
&leokrisme merupakan fungsi dari indeks bias medium
immerse. Semakin besar indeks bias medium semakin kuat
pleokrismenya. &leokrisme juga merupakan fungsi dan orientasi
kristalografis. (:l3a ;ia <rfan, **-).
Sebagai conto pada .ristal he@agonal atau tetragonal. Bidang
yang tegak lurus sumbu 4 tidak akan menunjukan pleokrisme
sedangkan bidang yang sejajar sumbu 4 akan menunjukan pleokrisme
maksimum. (:l3a ;ia <rfan, **-).
. /ikol silang
&engamatan sifat$sifat optik dengan menggunakan isolator.
a. <sotrop A anisotrop
,ika suatu bidang poles diamati dengan manggunakan poliarisator dan
anilasator secara bersamaan (nikol silang) dan menunjukan salah satu
sifat. (:l3a ;ia <rfan, **-).
Sifat tersebut antara lain#
1. !etap gelap selama mikroskop diputar %-*B.
. Sangat lemah teriluminasi (agak gelap benar) tetapi tidak
menunjukan perubahan baik dalam intensitas iluminasi atau
9arna selama mikroskop diputar %-*B. Maka bidang poles
mineral tersebut bersifat isotrop sedangkan jika terjadi perubahan
9arna atau teriluminasi selama meja mikroskop diputar, maka
bidang poles tersebut bersifat anisotrop. Sifat anisotrop ini dapat
lemah dan kuat tergantung pada refleksitas pada sumbu sumbu
optisnya. Setiap mineral dengan sistem kristal isometrik secara
teoritis mempunyai sistem kristal isometrik. .arena setiap bidang
yang tegak lurus terhadap sumbu optisnya pasti isotrop apapun
sistim kristalnya. Cal yang perlu diperhatikan adalah mineral
seperti pirit yang isometric dapat menunjukan sifat isotropi pada
bidang poles yang tidak terlalu baik.
b. (arna interspensi
&ada nikol saling mineral anisotrop dapat menunjukan perubahan
iluminasi atau perubahan 9arna (9arna interpensi). &ada
beberapa mineral sifat ini sangat berguna sebagai petunjuk
identifikasi. (:l3a ;ia <rfan, **-).
!etapi sifat ini jarang digunakan karena #
1. (arna interferensi hanya akan konstan jika nikol betul betul
silang
. Sulit menentukan istilah standar yang tepat untuk 9arna yang
tampak
%. (arna interferensi yang berbeda untuk tiap mikroskop
terutama dari jenis yang lama
). Sangat diperlukan iluminasi yang konstan untuk hasil yang
tepat
c. ;efleksi dalam
Beberapa mineral biji yang sedikit transparan membuat
sebagian sinar yang jatuh pada permukaannya dapat menembus
lebih dalam. Sinar yang menembus tersebut ada yang kembali
dipantulkan melalui rekahan atau batas batas butir .ristal .
hasilnya adalah pancaran cahaya yang menyebar dari dalam
.ristal dapat juga berupa satu lebih pancaran cahaya. (:l3a ;ia
<rfan, **-).
Sifat ini sangat berguna untuk identifikasi karena hanya
mineral mineral tertentu yang menunjukannya. ;efleksi dalam
snagat jelas pada nikol silang dan pencahayaan yang kuat. &ada
butiran yang halus sifat ini sangat sulit terlihat . .omposisi kimia
juga mempengaruhi sifat ini seperti Sphalerit dnegan kandungan
besi rendah akan menunjukan sifat dalam yang jelas. (:l3a ;ia
<rfan, **-).
d. !ekstur Bijih
!ekstur bijih adalah hubungan antara mineral dalam suatu
endapan bijih . Dalam hal ini dapat diketahui gambaran
pembentukan a9al bijih, metamorfosa, lingkungan pengendapan,
kemungkinan pengolahannya , deformasi dan pelapukan dari
bijih. Cal yang perlu diperhatikan dalam pengamatan tekstur
bijiih adalah banyak tekstur yang mempunyai kemiripan
penampakan tapi proses pembentukannya mungkin saja berbeda.
(:l3a ;ia <rfan, **-).
:ntuk memperjelas tekstur bijih yang terbentuk akibat
dari proses hidroternal maka akan diberikan tahapan yang terjadi
selama pembentukan deposit hidroternal sebagai berikut #
a. Masuknya larutan hidronternal bersuhu tinggi kedalam
lingkungan yang lebih rendah sehingga terjadi presipitasi dan
terbentuknya mineral a9al.
b. &uncak dari pengaruh hal tersebut terhadap pasukan mineral
dan pemanasan akan menyebablan asosiasi mineral yang
terbentuk lebih a9al dapat terubah akibat penambahan unsure
lain atau dapat juga terjadi asosiasi mineral baru yang lebih
stabil pada suhu yang lebih tinggi
c. &enurunan akt3itas mineral akibat akan perbedaan komposisi
kimia dari larutan hidrotermal , mineral mineral yang terbentuk
pada tahap pertama akan kedua akan ikut berubah. Selain itu
itu unsure unsure yang belum terbentuk pada tahap
sebelumnya akan mengalami presipitasi
BAB III
P&'EDU& !E&JA
"dapun prosedur kerja dalam pengamatan ortoskop nikol silang sebagai berikut#
1. /yalakan mikroskop hingga stabil dan siap pakai,
. Sambung tabung halogen ke mikroskop untuk membantu dalam pengamatan
sayatan poles,
%. ,ika sudah stabil dan siap semua, pasang mineral atau sayatan poles di meja
objek,
). Sentringkan mikroskop hingga sayatan poles dan mineral di dalamnya dapat
diamati,
+. 6ihat mineral pada saat nikol sejajar kemudian pasang analisator dan
polarisator,
-. =oto mineral tersebut, setelah itu tentukan 9arna, pleokrisme, anisotrofisme
dan refleksi dalam,
8. Deskripsi mineral tersebut sesuai dengan kenampakan di mikroskop,
1. >anti sayatan poles,
0. :langi prosedur kerja %$8 untuk mineral selanjutnya.
BAB I(
PEMBAHAAN
Prakt"ku% M"kr$sk$# M"neral Trans#aran dan B"j"h
"cara # <dentifikasi Mineral Bijih /ama # &utri 6issa Sugiri
CariA!anggal # Selasa, % ,uni *1) Stambuk # *0% *1 *1*
/o. :rut # *1
/o. &eraga # $
&embesaran 'bjektif # *@
&embesaran 'kuler # 1*@
(arna # 4oklat &udar
&leokrisme # $
"nisotrofisme # <sotrop
;efleksi Dalam # $
.ekerasan # -$-,+ (&isau Baja)
Mineral "sosiasi # emas, 9olframite, galena, scheelite, kalkopyrite, cobalt,
uranite, sphalerite, arsenopyrite, barit, pyrrhotite,
fluorite, ilmenit dan pentlandite.
.enampakan 6ain #
Bentuk # Subhedral
:kuran # +* @ )* mm
Belahan # Satu "rah
&ecahan # Campir ;ata
4iri$ciri &aling .husus #
!ipe 2ndapan # 1. Cipotermal terbentuk pada temperatur %**B4$-**B4
pada kedalaman %***$1+*** m.
. Mesotermal terbentuk pada temperatur **B4$%**B4
pada kedalaman 1**$)+** m.
%. 2pitermal terbentuk pada temperatur +*B4$**B4
pada permukaan hingga kedalaman 1+** m.
!ekstur 2ndapan # ;eplecement
/ama Mineral # &D;<!2
.omposisi .imia # =eS

/ikol Sejajar /ikol Silang


&D;<!2
.eterangan # &ada pengamatan mikroskop yang pertama digunakan
pembesaran objektif *@ dan pembesaran 1*@ . .enampakan 9arna pada mineral ini
coklat pudar pada sayatan poles batubara. !idak mempunyai pleokrisme atau
perubahan 9arna pada saat meja objek diputar 0*B. "nisotrofismenya isotrop, tidak
memiliki refleksi dalam. .ekerasan mineral ini -$-,+ atau setara dengan pisau baja.
Mineral asosiasinya 2mas, 9olframite, scheelite, pyrrhotite, pentlandite, pyrite,
arsenopyrite, kalkopyrite, sphalerite, galena, uranite, kobalt, fluorite, barite,
magnetite, dan ilmenite . Bentuk mineral ini subhedral , ukuran dari mineral ini lebar
+* mm dan panjang )* mm. "dapaun belahannya satu arah dan &ecahanya hamper
rata. 4iri$ciri paling khusus, tipe endapannya ada tiga jenis. !ipe endapan
hipotermal terbentuk pada suhu %**B4$-**B4 pada kedalaman %***$1+*** m.
&embentukannya pada atau dekat batuan plutonik asam. &ada umunya pada batuan
prakambium , jarang pada batuan muda . sering ditemukan pada sesar naik. !ipe
endapan mesotermal pada suhu **B4$%**B4 dan pada kedalaman 1**$)+** m.
&embentukannya umunya pada atau dekat batuan beku instrusif. Mungkin
berasosiasi dengan rekahan tektonik regional. :mum pada sesar normal maupun
sesar naik. !ipe endapan epitermal terbentuk pada suhu +*B4$**B4 dan pada
permukaa hingga kedalaman 1+** m. !erbentuk pada batuan sedimen atau batuan
beku, terutama yang berasosiasi dengan batuan intrusi3e dekat permukaan atau
ekstrusif, biasanya disertai oleh sesar turun, kekar dan sebagai berikut. !ipe
teksturnya replecement atau penggantian dimana proses ubahan dibentuk oleh
penggantian sebagian atau seluruhnya tubuh mineral menjadi mineral baru. Mineral
ini bernama pyrite dengan komposisi kimia =eS
.
&ada pengamatan nikol sejajar mineral pyrite nampak 9arnanya
coklat pudar dan hamper menempati ruang maksudnya 3olume (ukuran) mineral ini
lebih besar disbandingkan mineral dasar yang ada diba9ahnya. !erdapat garis yang
menunjukkan satu arah.
&ada pengamatan nikol silang mineral pyrite /ampak ber9arna
pink keunguan. /amun kenampakkan bentuk masih sama dengan pada saat
pengamatan nikol sejajar. Canya saja pada pengamatan nikol silang menggunakan
analisator dan polarisator.
&yrite terbentuk dari kristalisasi magma atau lebih tepatnya fasa
hidrotermal dimana larutan sisa magma yang bersifat "5ueous sebagai hasil
diferensiasi magma . Mineral pyrite terbentuk pada endapan hipotermal pada suhu
%**B4 E -**B4, endapan mesostermal pada suhu **B4$%**B4 , dan endapan
epitermal pada suhu +*B4$**B4 . Mineral ini terdapat pada endapan rendah$tinggi.
Mineral ini banyak terdapat pada batuan beku granosiorite, batuan beku pegmatite,
batuan sedimen dan batuan metamorf. Mineral ini berasosiasi dengan emas, galena,
kobalt, sphalerite, dan lain sebagainya. Bahan ini digunakan sebagai ornamen dan
hiasan. 4ara penambangannya dapat dilakukan secara terbuka (open pit).
.edalaman %***$ 1+*** m
%**$-**
&embentukan
&ada atau dekat batuan plutonik asam. &ada
umumnya pada batuan prakambrium, jarang pada
batuan muda.Sering ditemukan pada sesar naik
Fona bijih
=racture$filling dan replacement, tubuh bijih
umumnya tidak beraturan, kadang tabular. .adang
terdapat ore disseminated pada batuan samping
6ogam bijih "u, Sn, Mo,(,4u,&b,Fn,"s
Mineral bijih
Magnetit, spekularit, pirhotit, kasiterit, arsenopirit,
molibdenit, bornit, kalkopirit, 9olframit, scheelite,
pirit,galena, sfalerit$=e.
>arnet, plagioklas,biotit, musko3it, topas, tormalin,
epidot, kuarsa, kloorit$fe, karbonat
:bahan batu samping
"lbitisasi, tourmalinisasi, kloritisasi, seritisasi pada
batuan silikaan
!ekstur dan struktur
.ristal kasar, kadang berlapis, inklusi fluida hadir
pada kuarsa
Fonasi
!ekstur dan mineralogy makin kedalam berubah
secara gradual, "u telurida kadang hadir sebagai
bonan7a.
(!abel ).1 4iri$ciri umum endapan Cipotermal (6ingren 10%%))
(!abel ). 4iri$ciri umum endapan Mesotermal (6ingren 10%%))

.edalaman 1**$)+** m
!emperatur **$%**
&embentukan
:mumnya pada atau di dekat batuan beku intrusi3e.
Mungkin berasosiasi dengan rekahan tektonik
regional. :mum pada sesar normal maupun sesar
naik
Fona bijih
Sebagai endapan replacement yang luas dan fracture$
infilling. Batas tubuh bijih bergradasi dari massif ke
diseminasi. Seing membentuk bijih tabular,
stock9ork, pipa, saddle$reefs, beddingsurface. Strike
dan dip =issure agak teratur.
6ogam bijih "u,"g,4u,"s,&b,Fn,/i,4o,(,Mo,:, dll
Mineral bijih
/ati3e "u, "g, kalkopirit, bornit, pirit, sfalerit, galena
enargit, kalkosit, bournonite, argentite,
pitchblende,niccolite,cobaltite, tetrahedritesulphosalt,
(gangue)
Mineral temperature tinggi jarang (garnet,
tourmaline, topas dll), albit, kuarsa serisit, klorit,
karbonat, siderite, epidot, monmorilonit.
:bahan batu samping .loritisasi intens, karbonisasi atau seritisasi.
!ekstur dan struktur
.ristal lebih halus dibamding hipotermal, pirit jika
hadir sangat halus, lensa yang besar bisanya massif.
Fonasi
>radual, secara pasti terjadi perubahan mineralogy
kearah kedalaman
.edalaman &ermukaan hingga 1+** m
!emperatur +*$**
&embentukan
&ada batuan sedimen atau batuan beku, terutama
yang berasosiasi dengan batuan intrusi3 dekat
permukaan atau ekstrusi3, biasanya disertai oleh sesar
turun, kekar dsb.
Fona bijih
urat$urat yang simpel, beberapa tidak beraturan
dengan pembentukan kantong$kantong bijih, juga
seringkali terdapat pada pipa dan stock9ork. ,arang
terbentuk sepanjang permukaan lapisan, dan sedikit
kenampakan replacement (penggantian)
6ogam bijih &b, Fn, "u, "g, Cg, Sb, 4u, Se, Bi, :
Mineral bijih
/ati3e "u, "g, elektrum, 4u, Bi, &irit, markasit,
sfalerit, galena, kalkopirit, 4innabar, jamesonite,
stibnite, realgar, orpiment, ruby sil3ers, argentite,
selenides, tellurides
Mineral penyerta
(gangue)
kuarsa, chert, kalsedon, ametis, serisit, klorit rendah$
=e, epidot, karbonat, fluorit, barite, adularia, alunit,
dickite, rhodochrosite, 7eolit
:bahan batu samping
sering sedikit, chertification (silisifikasi), kaolinisasi,
piritisasi, dolomitisasi, kloritisasi
!ekstur dan struktur
4rustification (banding) sangat umum, sering sebagai
fine banding, cockade, 3ugs, urat terbreksikan.
:kuran butir(kristal) sangat ber3ariasi
Fonasi
Makin ke dalam akin tidak beraturan, seringkali
kisaran 3ertikalnya sangat kecil.
(!abel ).% 4iri$ciri umum endapan 2pitermal (6ingren 10%%))
"S<S!2/ &;".!<."/
(";M" C"/<SM"C) (&:!;< 6<SS" S:><;<)
Prakt"ku% M"kr$sk$# M"neral Trans#aran dan B"j"h
"cara # <dentifikasi Mineral Bijih /ama # &utri 6issa Sugiri
CariA!anggal # Selasa, % ,uni *1) Stambuk # *0% *1 *1*
/o. :rut # *
/o. &eraga # 1
&embesaran 'bjektif # *@
&embesaran 'kuler # 1*@
(arna # 4oklat Muda
&leokrisme # $
"nisotrofisme # <sotrop
;efleksi Dalam # Sedang
.ekerasan # ,+ (.uku Manusia)
Mineral "sosiasi # 2mas, 9olframite, pirit, scheelite, calcophyrite, cobalt,
uranite, sphalerite, arsenophyrit, pyrrhotite, fluorite,
barit, ilmenit, dan pentlandite.
.enampakan 6ain #
Bentuk # Subhedral
:kuran # %*@+* mm
Belahan # !iga "rah
&ecahan # !idak ;ata
4iri$ciri &aling .husus #
!ipe 2ndapan # Cipotermal terbentuk pada temperatur %**B4$-**B4
pada kedalaman %***$1+*** m.
!ekstur 2ndapan # ;eplecement
/ama Mineral # >"62/"
.omposisi .imia # &bS
/ikol Sejajar /ikol Silang
>"62/"
.eterangan # &ada pengamatan mikroskop yang kedua digunakan pembesaran
objektif *@ dan pembesaran 1*@ . kenampakan 9arna pada mineral ini coklat muda.
!idak mempunyai pleokrisme atau perubahan 9arna pada saat meja objek diputar
0*B. "nisotrofismenya isotrop, refleksi dalamnya sedang. .ekerasannya ,+ atau
setara dengan kuku manusia. Mineral asosiasinya 2mas, 9olframite, pirit, scheelite,
calcophyrite, cobalt, uranite, sphalerite, arsenophyrit, pyrrhotite, fluorite, barit,
ilmenit, dan pentlandite. Bentuk mineral ini subhedral, ukuran dari mineral ini lebar
%* mm dan panjang +* mm. Belahannya tiga arah dan &ecahanya tidak rata. 4iri$ciri
paling khusus, tipe endapan mineral ini hipotermal. Mineralsasi hipotermal adalah
proses pembentukan mineral pada suhu %**B4$-**B4 yang berada pada lingkungan
jauh dengan permukaan pada kedalaman kurang dari %***$1+*** m. !ekstur
endapan mineral ini ;eplecement atau penggantian dimana proses ubahan dibentuk
oleh penggantian sebagian atau seluruhnya tubuh mineral menjadi mineral baru.
/ama mineral ini bernama galena , dan komposisi kimia &bS.
&ada pengamatan nikol sejajar /ampak 9arnanya coklat muda
agak kekuningan dengan bentuk setengah kotak tidak teratur dan bentuknya lebih
besar dibandingkan permukaan mineral. !erdapat seperti celah pada pinggir mineral
ber9arna coklat agak tua.
&ada pengamatan nikol sejajar /ampak pada mineral ber9arna
pink keunguan dimana bentuk mineral masih sama dengan nikol sejajar hanya saja
sama dengan nikol sejajar hanya saja clahnya dominan hitam. Dan ditengah
9arnanya adak pink keputih putihan.
Mineral galena terbentuk dari proses endapan hipotermal. Dimana
suhu pembentukannya %**B4 E -**B4 yang berada pada kedalaman %***$1+*** m.
Mineral galena berasosiasi dengan emas, 9olframite, scheelite, pyrrhotite,
pentlandite, dyrite, arsenopirite, kalkopirite, sphalerite, uranite, cobalt, fluorite,
barite, magnetite, dan ilmemite . Mineral ini terdapat pada batua beku. .eterdapatan
mineral ini di daerah pegunungan, perbukitan, bukit dan lembah. .egunaan dari
mineral ini sebagai bahan industri dan digunakan dalam peralatan komunikasi
9ireless. 4ara penambangannya dapat dilakukan dnegan cara tambang terbuka (open
pit ).
.edalaman %***$ 1+*** m
%**$-**
&embentukan
&ada atau dekat batuan plutonik asam. &ada
umumnya pada batuan prakambrium, jarang pada
batuan muda.Sering ditemukan pada sesar naik
Fona bijih
=racture$filling dan replacement, tubuh bijih
umumnya tidak beraturan, kadang tabular. .adang
terdapat ore disseminated pada batuan samping
6ogam bijih "u, Sn, Mo,(,4u,&b,Fn,"s
Mineral bijih
Magnetit, spekularit, pirhotit, kasiterit, arsenopirit,
molibdenit, bornit, kalkopirit, 9olframit, scheelite,
pirit,galena, sfalerit$=e.
>arnet, plagioklas,biotit, musko3it, topas, tormalin,
epidot, kuarsa, kloorit$fe, karbonat
:bahan batu samping
"lbitisasi, tourmalinisasi, kloritisasi, seritisasi pada
batuan silikaan
!ekstur dan struktur
.ristal kasar, kadang berlapis, inklusi fluida hadir
pada kuarsa
Fonasi
!ekstur dan mineralogy makin kedalam berubah
secara gradual, "u telurida kadang hadir sebagai
bonan7a.
(!abel ).) 4iri$ciri umum endapan Cipotermal (6ingren 10%%))
(!abel ).+ 4iri$ciri umum endapan Mesotermal (6ingren 10%%))
.edalaman 1**$)+** m
!emperatur **$%**
&embentukan
:mumnya pada atau di dekat batuan beku intrusi3e.
Mungkin berasosiasi dengan rekahan tektonik
regional. :mum pada sesar normal maupun sesar
naik
Fona bijih
Sebagai endapan replacement yang luas dan fracture$
infilling. Batas tubuh bijih bergradasi dari massif ke
diseminasi. Seing membentuk bijih tabular,
stock9ork, pipa, saddle$reefs, beddingsurface. Strike
dan dip =issure agak teratur.
6ogam bijih "u,"g,4u,"s,&b,Fn,/i,4o,(,Mo,:, dll
Mineral bijih
/ati3e "u, "g, kalkopirit, bornit, pirit, sfalerit, galena
enargit, kalkosit, bournonite, argentite,
pitchblende,niccolite,cobaltite, tetrahedritesulphosalt,
(gangue)
Mineral temperature tinggi jarang (garnet,
tourmaline, topas dll), albit, kuarsa serisit, klorit,
karbonat, siderite, epidot, monmorilonit.
:bahan batu samping .loritisasi intens, karbonisasi atau seritisasi.
!ekstur dan struktur
.ristal lebih halus dibamding hipotermal, pirit jika
hadir sangat halus, lensa yang besar bisanya massif.
Fonasi
>radual, secara pasti terjadi perubahan mineralogy
kearah kedalaman

.edalaman &ermukaan hingga 1+** m
!emperatur +*$**
&embentukan
&ada batuan sedimen atau batuan beku, terutama
yang berasosiasi dengan batuan intrusi3 dekat
permukaan atau ekstrusi3, biasanya disertai oleh sesar
turun, kekar dsb.
Fona bijih
urat$urat yang simpel, beberapa tidak beraturan
dengan pembentukan kantong$kantong bijih, juga
seringkali terdapat pada pipa dan stock9ork. ,arang
terbentuk sepanjang permukaan lapisan, dan sedikit
kenampakan replacement (penggantian)
6ogam bijih &b, Fn, "u, "g, Cg, Sb, 4u, Se, Bi, :
Mineral bijih
/ati3e "u, "g, elektrum, 4u, Bi, &irit, markasit,
sfalerit, galena, kalkopirit, 4innabar, jamesonite,
stibnite, realgar, orpiment, ruby sil3ers, argentite,
selenides, tellurides
Mineral penyerta
(gangue)
kuarsa, chert, kalsedon, ametis, serisit, klorit rendah$
=e, epidot, karbonat, fluorit, barite, adularia, alunit,
dickite, rhodochrosite, 7eolit
:bahan batu samping
sering sedikit, chertification (silisifikasi), kaolinisasi,
piritisasi, dolomitisasi, kloritisasi
!ekstur dan struktur
4rustification (banding) sangat umum, sering sebagai
fine banding, cockade, 3ugs, urat terbreksikan.
:kuran butir(kristal) sangat ber3ariasi
Fonasi
Makin ke dalam akin tidak beraturan, seringkali
kisaran 3ertikalnya sangat kecil.
(!abel ).- 4iri$ciri umum endapan 2pitermal (6ingren 10%%))
"S<S!2/ &;".!<."/
(";M" C"/<SM"C) (&:!;< 6<SS" S:><;<)
Prakt"ku% M"kr$sk$# M"neral Trans#aran dan B"j"h
"cara # <dentifikasi Mineral Bijih /ama # &utri 6issa Sugiri
CariA!anggal # Selasa, % ,uni *1) Stambuk # *0% *1 *1*
/o. :rut # *%
/o. &eraga # 1
&embesaran 'bjektif # 1*@
&embesaran 'kuler # 1*@
(arna # 4oklat .emerahan
&leokrisme # $
"nisotrofisme # <sotrop
;efleksi Dalam # Sedang
.ekerasan # %,+$) (.a9at Baja)
Mineral "sosiasi # 2mas, 9olframite, pirit, scheelite, pyrrhotite, galena,
uranite, cobalt, calcophyrite, arsenophyrit, fluorite, barit,
magnetite dan ilmenit.
.enampakan 6ain #
Bentuk # Subhedral
:kuran # *@+* mm
Belahan # Dua "rah
&ecahan # !idak ;ata
4iri$ciri &aling .husus #
!ipe 2ndapan # Cipotermal terbentuk pada temperatur %**B4$-**B4
pada kedalaman %***$1+*** m.
!ekstur 2ndapan # ;eplecement
/ama Mineral # S&C"62;<!2
.omposisi .imia # FnS
/ikol Sejajar /ikol Silang
S&C"62;<!2
.eterangan # &ada pengamatan mikroskop yang ketiga digunakan pembesaran
objektif 1*@ dan pembesaran 1*@. kenampakan 9arna pada mineral ini coklat
kemerahan . !idak mempunyai pleokrisme atau perubahan 9arna pada saat meja
objek diputar 0*B. "nisotrofismenya isotrop, refleksi dalamnya sedang. .ekerasan
mineral ini %,+$) atau setara dengan ka9at baja. Mineral asosiasinya 2mas,
9olframite , pyrite , scheelite , pyrrhotite, galena , uranite, kobalt , kalkopyrite,
arsenopyrite , fluorite , barite , magnetite dan ilmenite. Bentuk mineral ini subhedral
ukuran dari mineral ini lebar * mm dan panjang +* mm. /ampak Belahannya dua
arah yang berbeda. &ecahanya tidak rata. 4iri$ciri paling khusus, tipe endapan
mineral ini hipotermal. Mineralsasi hipotermal adalah proses pembentukan mineral
pada suhu %**B4$-**B4 yang berada pada lingkungan jauh dengan permukaan pada
kedalaman kurang dari %***$1+*** m. !ekstur endapan mineral ini replecement atau
penggantian dimana proses ubahan dibentuk oleh penggantian sebagian atau
seluruhnya tubuh mineral menjadi mineral baru. /ama mineral ini sphalerite , dan
komposisi kimia FnS.
&ada pengamatan nikol sejajar /ampak 9arnanya coklat kemerahan
dengan bentuk persegi panjang ditengah. Dengan pinggiran ber9arna coklat pudar.
!erlihat belahan dua arah.
&ada pengamatan nikol silang nampak 9arnanya ungu tua dimana
bentuk persegi panjang ditengah ber9arna merah maroon dengan bintik hitam
dipinggirnya disertai dengan belahan yang mengarah kedua arah.
Sphalerite terbentuk dari proses endapan Cipotermal. Dimana suhu
pembentukannya %**B4 E -**B4 yang berada pada kedalaman %***$1+*** m.
Mineral sphalerite berasosiasi dengan emas, 9olframite, scheelite, pyrrhotite,
pentlandite, pyrite, arsenopirite, kalkopirite, galena, uranite, dan kobalt. .eterdapatan
mineral ini didaerah pegunungan, lembah, sungai atau dikaki pegunungan.
&emanfaatan sphalerite ini sebagai bahan indusrti dan cara penambangannya dapat
dilakukan dengan tambang terbuka (open pit ).

.edalaman %***$ 1+*** m
%**$-**
&embentukan
&ada atau dekat batuan plutonik asam. &ada
umumnya pada batuan prakambrium, jarang pada
batuan muda.Sering ditemukan pada sesar naik
Fona bijih
=racture$filling dan replacement, tubuh bijih
umumnya tidak beraturan, kadang tabular. .adang
terdapat ore disseminated pada batuan samping
6ogam bijih "u, Sn, Mo,(,4u,&b,Fn,"s
Mineral bijih
Magnetit, spekularit, pirhotit, kasiterit, arsenopirit,
molibdenit, bornit, kalkopirit, 9olframit, scheelite,
pirit,galena, sfalerit$=e.
>arnet, plagioklas,biotit, musko3it, topas, tormalin,
epidot, kuarsa, kloorit$fe, karbonat
:bahan batu samping
"lbitisasi, tourmalinisasi, kloritisasi, seritisasi pada
batuan silikaan
!ekstur dan struktur
.ristal kasar, kadang berlapis, inklusi fluida hadir
pada kuarsa
Fonasi
!ekstur dan mineralogy makin kedalam berubah
secara gradual, "u telurida kadang hadir sebagai
bonan7a.
(!abel ).8 4iri$ciri umum endapan Cipotermal (6ingren 10%%))
(!abel ).1 4iri$ciri umum endapan Mesotermal (6ingren 10%%))
.edalaman 1**$)+** m
!emperatur **$%**
&embentukan
:mumnya pada atau di dekat batuan beku intrusi3e.
Mungkin berasosiasi dengan rekahan tektonik
regional. :mum pada sesar normal maupun sesar
naik
Fona bijih
Sebagai endapan replacement yang luas dan fracture$
infilling. Batas tubuh bijih bergradasi dari massif ke
diseminasi. Seing membentuk bijih tabular,
stock9ork, pipa, saddle$reefs, beddingsurface. Strike
dan dip =issure agak teratur.
6ogam bijih "u,"g,4u,"s,&b,Fn,/i,4o,(,Mo,:, dll
Mineral bijih
/ati3e "u, "g, kalkopirit, bornit, pirit, sfalerit, galena
enargit, kalkosit, bournonite, argentite,
pitchblende,niccolite,cobaltite, tetrahedritesulphosalt,
(gangue)
Mineral temperature tinggi jarang (garnet,
tourmaline, topas dll), albit, kuarsa serisit, klorit,
karbonat, siderite, epidot, monmorilonit.
:bahan batu samping .loritisasi intens, karbonisasi atau seritisasi.
!ekstur dan struktur
.ristal lebih halus dibamding hipotermal, pirit jika
hadir sangat halus, lensa yang besar bisanya massif.
Fonasi
>radual, secara pasti terjadi perubahan mineralogy
kearah kedalaman

.edalaman &ermukaan hingga 1+** m
!emperatur +*$**
&embentukan
&ada batuan sedimen atau batuan beku, terutama
yang berasosiasi dengan batuan intrusi3 dekat
permukaan atau ekstrusi3, biasanya disertai oleh sesar
turun, kekar dsb.
Fona bijih
urat$urat yang simpel, beberapa tidak beraturan
dengan pembentukan kantong$kantong bijih, juga
seringkali terdapat pada pipa dan stock9ork. ,arang
terbentuk sepanjang permukaan lapisan, dan sedikit
kenampakan replacement (penggantian)
6ogam bijih &b, Fn, "u, "g, Cg, Sb, 4u, Se, Bi, :
Mineral bijih
/ati3e "u, "g, elektrum, 4u, Bi, &irit, markasit,
sfalerit, galena, kalkopirit, 4innabar, jamesonite,
stibnite, realgar, orpiment, ruby sil3ers, argentite,
selenides, tellurides
Mineral penyerta
(gangue)
kuarsa, chert, kalsedon, ametis, serisit, klorit rendah$
=e, epidot, karbonat, fluorit, barite, adularia, alunit,
dickite, rhodochrosite, 7eolit
:bahan batu samping
sering sedikit, chertification (silisifikasi), kaolinisasi,
piritisasi, dolomitisasi, kloritisasi
!ekstur dan struktur
4rustification (banding) sangat umum, sering sebagai
fine banding, cockade, 3ugs, urat terbreksikan.
:kuran butir(kristal) sangat ber3ariasi
Fonasi
Makin ke dalam akin tidak beraturan, seringkali
kisaran 3ertikalnya sangat kecil.
(!abel ).0 4iri$ciri umum endapan 2pitermal (6ingren 10%%))
"S<S!2/ &;".!<."/
(";M" C"/<SM"C) (&:!;< 6<SS" S:><;<)
Prakt"ku% M"kr$sk$# M"neral Trans#aran dan B"j"h
"cara # <dentifikasi Mineral Bijih /ama # &utri 6issa Sugiri
CariA!anggal # Selasa, % ,uni *1) Stambuk # *0% *1 *1*
/o. :rut # *)
/o. &eraga # 1
&embesaran 'bjektif # *@
&embesaran 'kuler # 1*@
(arna # Cijau .ebiruan
&leokrisme # $
"nisotrofisme # <sotrop
;efleksi Dalam # $
.ekerasan # %,+$) (.a9at Baja)
Mineral "sosiasi # &yrit, kuarsa, galena, tetrahidrit, bornit dan kalkopirit.
.enampakan 6ain #
Bentuk # Subhedral
:kuran # %* @ %* mm
Belahan # Dua "rah
&ecahan # Campir ;ata
4iri$ciri &aling .husus #
!ipe 2ndapan # Mesotermal terbentuk pada temperatur **B4$%**B4
pada kedalaman 1**$)+** m.
!ekstur 2ndapan # <nfilling
/ama Mineral # "F:;<!2
.omposisi .imia # 4u
%
('C)

(4')
%
/ikol Sejajar /ikol Silang
"F:;<!2
.eterangan # &ada pengamatan mikroskop yang keempat dengan
menggunakan pembesaran objektif *@ dan pembesaran 1*@. /ampak 9arna mineral
utama ber9arna hijau kebiruan. !idak memiliki pleokrisme atau perubahan 9arna
pada saat meja objektif diputar 0*B. "nisotrofismenya isotrop, tidak mempunyai
refleksi dalam. .ekerasanya %,+$) atau setara dengan ka9at baja. Mineral
asosiasinya pyrite, kuarsa, galena, tetrahidrit, bornit dan kalkopirit. Bentuk mineral
ini subhedral ukuran dari mineral ini lebar %* mm dan panjang %* mm . Belahannya
dua arah dan pecahannya hampir rata. 4iri$ciri paling khusus, tipe endapan mineral
ini mesotermal. Dimana endapan mineral mesotermal merupakan endapan mineral
yang terbentuk pada temperatur dan tekanan yang menengah. Bijih endapan mineral
ini terbentuk pada suhu sekitar **B4$%**B4 dengan kedalaman 1**$)+** m
diba9ah permukaan bumi. !ekstur endapan mineral ini infilling atau pengisian pada
umumnya terbentuk pada batuan yang getas, pada daerah dimana tekanan pada
umumnya relatif rendah, sehingga rekahan atau kekar cenderung bertahan. /ama
mineral ini a7urite, dan komposisi kimia 4u
%
('C)

(4')
%.
&ada pengamatan nikol sejajar nampak 9arna hijau
kebiruan dengan adanya bentuk seperti gelembung atau mineral utama seperti
pengisian pada mineral diba9ahnya dengan garis dua arah.
&ada pengamatan nikol silang nampak 9arna keunguan tua
dengan 9arna mineral utama ditengah coklat tua kehitaman dengan belahan yang
sama .
Mineral a7urite terbentuk dari endapan mineral mesotermal
merupakan endapan mineral yang trebentuk pada temperatur dan tekanan menengah.
Bijih endapan mineral ini terbentuk pada suhu sekitar **B4$%**B4 dengan
kedalaman 1**$)+** m diba9ah permukaan bumi. Mineral ini berasosiasi dengan
pyrite, kuarsa, galena, tetrahidrit, bornit dan kalkopyrite. Mineral ini biasa ditemukan
didaerah pegunungan, lembah, dan daerah disekitar perbukitan atau daerah sungai.
.egunaan dari mineral ini adalah sebagai perhiasan, hiasan ornament, dan bahan
industri. 4ara penambangan mineral ini dengan cara tambang terbuka (open pit).

.edalaman %***$ 1+*** m
%**$-**
&embentukan
&ada atau dekat batuan plutonik asam. &ada
umumnya pada batuan prakambrium, jarang pada
batuan muda.Sering ditemukan pada sesar naik
Fona bijih
=racture$filling dan replacement, tubuh bijih
umumnya tidak beraturan, kadang tabular. .adang
terdapat ore disseminated pada batuan samping
6ogam bijih "u, Sn, Mo,(,4u,&b,Fn,"s
Mineral bijih
Magnetit, spekularit, pirhotit, kasiterit, arsenopirit,
molibdenit, bornit, kalkopirit, 9olframit, scheelite,
pirit,galena, sfalerit$=e.
>arnet, plagioklas,biotit, musko3it, topas, tormalin,
epidot, kuarsa, kloorit$fe, karbonat
:bahan batu samping
"lbitisasi, tourmalinisasi, kloritisasi, seritisasi pada
batuan silikaan
!ekstur dan struktur
.ristal kasar, kadang berlapis, inklusi fluida hadir
pada kuarsa
Fonasi
!ekstur dan mineralogy makin kedalam berubah
secara gradual, "u telurida kadang hadir sebagai
bonan7a.
(!abel ).1* 4iri$ciri umum endapan Cipotermal (6ingren 10%%))
(!abel ).11 4iri$ciri umum endapan Mesotermal (6ingren 10%%))
.edalaman 1**$)+** m
!emperatur **$%**
&embentukan
:mumnya pada atau di dekat batuan beku intrusi3e.
Mungkin berasosiasi dengan rekahan tektonik
regional. :mum pada sesar normal maupun sesar
naik
Fona bijih
Sebagai endapan replacement yang luas dan fracture$
infilling. Batas tubuh bijih bergradasi dari massif ke
diseminasi. Seing membentuk bijih tabular,
stock9ork, pipa, saddle$reefs, beddingsurface. Strike
dan dip =issure agak teratur.
6ogam bijih "u,"g,4u,"s,&b,Fn,/i,4o,(,Mo,:, dll
Mineral bijih
/ati3e "u, "g, kalkopirit, bornit, pirit, sfalerit, galena
enargit, kalkosit, bournonite, argentite,
pitchblende,niccolite,cobaltite, tetrahedritesulphosalt,
(gangue)
Mineral temperature tinggi jarang (garnet,
tourmaline, topas dll), albit, kuarsa serisit, klorit,
karbonat, siderite, epidot, monmorilonit.
:bahan batu samping .loritisasi intens, karbonisasi atau seritisasi.
!ekstur dan struktur
.ristal lebih halus dibamding hipotermal, pirit jika
hadir sangat halus, lensa yang besar bisanya massif.
Fonasi
>radual, secara pasti terjadi perubahan mineralogy
kearah kedalaman

.edalaman &ermukaan hingga 1+** m
!emperatur +*$**
&embentukan
&ada batuan sedimen atau batuan beku, terutama
yang berasosiasi dengan batuan intrusi3 dekat
permukaan atau ekstrusi3, biasanya disertai oleh sesar
turun, kekar dsb.
Fona bijih
urat$urat yang simpel, beberapa tidak beraturan
dengan pembentukan kantong$kantong bijih, juga
seringkali terdapat pada pipa dan stock9ork. ,arang
terbentuk sepanjang permukaan lapisan, dan sedikit
kenampakan replacement (penggantian)
6ogam bijih &b, Fn, "u, "g, Cg, Sb, 4u, Se, Bi, :
Mineral bijih
/ati3e "u, "g, elektrum, 4u, Bi, &irit, markasit,
sfalerit, galena, kalkopirit, 4innabar, jamesonite,
stibnite, realgar, orpiment, ruby sil3ers, argentite,
selenides, tellurides
Mineral penyerta
(gangue)
kuarsa, chert, kalsedon, ametis, serisit, klorit rendah$
=e, epidot, karbonat, fluorit, barite, adularia, alunit,
dickite, rhodochrosite, 7eolit
:bahan batu samping
sering sedikit, chertification (silisifikasi), kaolinisasi,
piritisasi, dolomitisasi, kloritisasi
!ekstur dan struktur
4rustification (banding) sangat umum, sering sebagai
fine banding, cockade, 3ugs, urat terbreksikan.
:kuran butir(kristal) sangat ber3ariasi
Fonasi
Makin ke dalam akin tidak beraturan, seringkali
kisaran 3ertikalnya sangat kecil.
(!abel ).1 4iri$ciri umum endapan 2pitermal (6ingren 10%%))
"S<S!2/ &;".!<."/
(";M" C"/<SM"C) (&:!;< 6<SS" S:><;<)
BAB (
PENUTUP
).1 !es"%#ulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan dari praktikum yang telah dilakukan
dapat ditarik kesimpulan bah9a untuk mengidentifikasi mineral bijih pada
batuan kita harus mengetahui dan membedakan sifat$sifat mineral, selain itu kita
juga perlu mengetahui ciri$ciri paling khusus pada mineral bijih adapun ciri$ciri
khususnya yaitu tipe endapan dan tekstur endapan.
).2 aran
"dapun saran yang dapat diberikan tolong pada saat praktikum
9aktunya disesuaikan agar praktikan mendapat pelajaran yang banyak serta
pemahaman yang sesuai dengan judul mata acara.
DA*TA& PUTA!A
4haerul, Muh. *1%. G&enuntun &raktikum Mikroskop Mineral !ransparan dan
BijihH. ,urusan !eknik &ertambangan. =!<. :M< # Makassar.
Cartosu9arno, Sutarto.*1%. G2ndapan MineralH. 6aboratorium &etrologi dan Bahan
>alian <ndustri$!eknik >eologi :ni3ersitas &embangunan /asional
G?eteranH# Dogyakarta.
Sukandarrumidi. **8. G>eologi Mineral 6ogamH. >adjah Mada :ni3ersity &ress#
Dogyakarta.
http#AAdearthurjr.blogspot.comA*1%A*+Aendapan$mineral.html
http#AAthegoldenjubilee.blogspot.comA*1A*%Aendapan$mineral$hipotermal.html
http#AAthegoldenjubilee.blogspot.comA*1A*%Aendapan$mineral$mesotermal.html

Anda mungkin juga menyukai