Anda di halaman 1dari 3

Komposisi Kimia Batang Pisang

Komposisi utama di dalam batang semu pohon pisang yaitu selulosa, holoselulosa,
lignin, dan abu. Bagian basah dalam batang semu pisang sekitar 96%. Komposisi
holoselulosa dalam batang semu pohon pisang didominasi oleh monosakarida. Glukosa
adalah monomer utama pada bahan baku ini dengan kandugan 71,76%. Selain itu, xylose
11,20%, arabinose 7,34%, galactose 2,02%, mannose 0,58 % dan galacturonic acid 7,09 %.
Secara keseluruhan, 97,90% holoselulosa diubah oleh monosakarida-monosakarida tersebut.
Selain itu juga terdapat mineral-mineral seperti Fe, Na, Mg, dan lain-lain.
Berdasarkan penelitian pada tanggal 1 Desember 2012 bagian tanaman pohon pisang
yang bermanfaat sebagai obat pada umumnya adalah getahnya.Setelah dilakukan uji
laboratorium pada tanggal 19 Desember 2012 di Laboratorium Universitas Muhammadiyah
Malang, getah pisang mengandung senyawa saponin, antrakuinon, kuinon, alkaloid,
flavonoid, tanin dan asam askorbat.
No Zat Presentase Struktur Kimia Fungsi
1 Asam Tanin 7,99%

Sebagai antiseptik atau
anti-bakteri, anti-enzim
dan anti mikroba yang
menghambat
pertumbuhan bakteri
2 Saponin 24%

Mengandung antibiotik
yang dapat
mempercepat
penyembuhan luka
3 Antraquinon 4,7% Menghilangkan rasa
sakit dan antibiotik serta
mampu merangkan
terbentuknya sel baru
pada kulit
4 Alkaloid 2,28%

Mengandung atom
nitrogen yang berasal
dari asam amino
5 Flavonoid 0,08%

Anti inflamasi (anti
radang) berperan
sebagai anti oksidan dan
membantu mengurangi
rasa sakit
6 Asam
Askorbat
6,67%

Menjaga kekuatan
jaringan ikat (yang
berfungsi mempercepat
penyembuhan luka, luka
bakar, serta patah
tulang)

Tabel 1. Komposisi Zat yang Terkadung dalam Getah Pohon Pisang dan Peranannya dalam
Menyembuhkan Luka Bakar
(sumber : Journal of STIKes Bhakti Mulia, Nursing. Pengaruh Getah Batang Pisang
terhadap Kecapatan Penyembuhan Luka Bakar
Cara Konsumsi dan Pemakaian
Pada batang semu pohon pisang banyak mengandung getah. Sari dari getah tersebut
mengandung kalsium dan magnesium seperti yang terdapat pada minuman isotonik atau
minuman berenergi. Mula-mula, batang semu pohon pisang dicuci dan dipotong menjadi tiga
bagian sama rata. Kemudian, batang semu digiling hingga didapatkan sari ekstrak getah dari
setiap potongan batang itu. Setelah diekstraksi, sari getah yang didapatkan tersebut disaring
dan disimpan pada suhu -18
o
C. Bakteri rentan tumbuh di dalam ekstrak getah tersebut, maka
disarankan untuk dilakukan pemanasan selama 5 menit terlebih dahulu pada suhu 85
o
C.
Selain itu, diperlukan pula beberapa pemanasan lain untuk menghilangkan
polyphenoloxidase. Ekstrak getah dapat dikonsumsi dengan dicampurkan dengan air dan
sodium. Sodium adalah salah satu syarat pembuatan minuman berenergi. Minimum
komposisi sodium dalam minuman berenergi yaitu 460 mg/L. Sedangkan sodium dalam
ekstrak getah batang semu pohon pisang yaitu 88 mg/L.
Getah dapat dimanfaatkan unutk menyembuhkan luka bakar serta antiseptik pada
luka. Cara penggunaannya hanya dengan menempelkan getah tersebut ke bagian kulit yang
mengalami luka. Penempelan sebaiknya pada awal proses penyembuhan luka terutama pada
masa inflamasi. Fase penyembuhan luka kira-kira 3-4 hari pasca luka bakar.

Dosis
Minimum komposisi sodium minuman berenergi adalah 460 mg/L sehingga
diperlukan tambahan sodium hingga melebihi angka tersebut. Dosis untuk pengolesan pada
luka bakar yaitu 2 gram. Dibutuhkan waktu penyembuhan kira-kira sembilan hari hingga
benar-benar sembuh.


Daftar pustaka

B.A, Anhwange. et al. 2009. Chemical Composition of Musa Sapientum (Banana)
Peels.Electric Journal of Environmental, Agricultural and Food Chemistry 8 (6).
Feriotti, D.G. dan Iguti, A.M. 2010. Proposal for Use of Pseudostem from Banana Tree
(Musa cavendish). Brazil : Maua Institute of Technology.
JR, Klotoe, dkk. 2012. Hemostatic Potential of The SAP of Musa sapientum L. (Musaceae).
Journal of Applied Science 02 (06).
Muhibuddin, Nanang. et al. Pengaruh Getah Batang Pisang (Musa Paradisiaca Linn)
Terhadap Kecepatan Penyembuhan Luka Bakar Derajat II. Journal of STIKKes
Bhakti Mulia Pare Kediri from Nursing Faculty.
Saravanan, K. et al. Polyphenols of Pseudostem of Different Banana Cultivars and their
Antioxidant Activities. J. Agr. Food Chem. 59, 3613-3623 (2011).

Nama : Nindya Sulistyani/ 1206212501/ bioproses 2012