Anda di halaman 1dari 2

BAB 11

PEMBAHASAN
A. Pengertian Sanad, matan dan Perawi Hadits
1. Sanad
Untuk memahami tentang sanad hadits, perlu terlebih dahulu memahami riwayah al-
Hadits atau al-riwayah, yaitu kegiatan penerimaan dan penyampaian hadits, serta
penyandaran hadits itu kepada mata rantai para periwayat (rawi)-nya dengan bentuk-
bentuk tertentu.
Ada tiga unsur yang harus dipenuhi dalam periwayatan hadits, yaitu:
a. Kegiatan menerima hadits dari periwayat hadits
b. Kegiatan menyampaikan hadits kepada rang lain
!. Ketika hadits itu disampaikan, maka susunan mata rantai periwayatan disebutkan.
"engan mengikuti pen#elasan di atas, maka amatlah tepat bila memperhatikan keterangan
al-Khatib, bahwa rang yang melakukan periwayatan hadits disebut ar-rawi (periwayat),
apa yang diriwayatkan disebut al-riwayah, susunan periwayatannya disebut sanad atau
isnad dan kalimat yang disebutkan setelah sanad disebut matan.
$adi, #elaslah bahwa sanad hadits itu sama dengan mata rantai periwayat hadits, dan
diikut sertakan dengan hadits yang hendak disampaikan kepada seserang. Sebagai
susunan mata rantai periwayat, maka sanad hanya ter#adi di dalam akti%itas periwayatan.
1

"alam keterangan lain, ada yang men#elaskan bahwa kata &sanad' menurut bahasa adalah
&sandaran'. Sedangkan menurut istilah adalah:
silisilah para perawi yang menukilkan hadits dari sumbernya yang pertama.
"ari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dinamakan sanad ialah
silsilah(rangkaian para perawi hadits yang menyampaikannya kepada matan hadits
sehingga bisa terhubung kepada sumber pertama hadits.
)
). *atan
*enurut bahasa, kata matan berasal dari bahasa Arab artinya punggung #alan.
+
Kata
matan atau al-matn menurut bahasa berarti ma irtafaa min al-ardhi (tanah yang
meninggi). Sedangkan menurut istilah adalah
&suatu kalimat tempat berakhirnya sanad'
Ada #uga yang menyebutkan bahwa matan adalah
1
Sadullah Assaidi, Hadits-Hadits Sekte, cet.1, (Yogyakarta:Pustaka Pelajar, 1996), hlm.

!. "u#$ier Su%arta, Ilmu Hadits, cet.ke&', ((akarta )tara:*aja+ali Pers, ,11), hlm.
-
.ustami# "./sa !.A.Salam, Metodologi Kritik Hadits, cet.1, ((akarta:P0 *aja 1ra2#do
Persada, ,,3), hlm. 49.
&la%ad,-la%ad, hadits yang di dalamnya mengandung makna-makna tertentu.'
"ari kedua pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa, matan adalah materi atau la%ad,
hadits itu sendiri.
+. -awi
Kata &rawi' atau &al-rawi' berarti rang yang meriwayatkan atau memberitakan hadits
(naqil al-hadits).
.aktr perlunya kritik *atan
/ada dasarnya, kritik ekstern sudah !ukup kita #adikan sebagai tlak ukur keshahihan
riwayat. Akan tetapi setelah diadakan studi masa periwayatan, di mana riwayat itu
melewati seluruh rangkaian sanad sampai kepada para penyusun kitab hadis,