Anda di halaman 1dari 6

Cooling Tower

Menara pendingin adalah suatu menara yang digunakan


untuk mendinginkan air pendingin yang telah menjadi panas pada
proses pendinginan, sehingga air pendingin yang telah dingin itu dapat digunakan
untuk proses pendinginan selanjutnya. Adapun prinsip umum kerja dalam cooling
tower adalah kontak langsung antara permukaan air dengan udara kering. Apabila
air panas berkontak dengan udara yang lebih dingin, maka air akan mengalami
penurunan temperatur (pendinginan). Penurunan temperature ini disebabkan oleh
penguapan sebagian cairannya dan kehilangan panas sensibelnya udara akan
menjadi panas dan mengalami pelembaban.
Dalam menara pendingin, aliran air panas didinginkan denganmerubah
panas laten dan panas sensible uap air dengan aliran udara kering pada arus yang
berlawanan. Air panas dimasukkan dari atas menara dan dikeluarkan dari bagian
dasar menara. Aliran udara mengalir secara counter current terhadap aliran air.
Pada bagian atas menara panas ditransfer dari air panas ke udara, temperatur air
lebih tinggi daripada lapisan antar muka pada film gas-cair (interface) dan
temperatur interface biasanya lebih tinggi daripada temperatur udara. Panas
sensibel ini dipindahkan dari air ke udara.Pada bagian dasar menara temperatur air
dan interface , keduanya lebih rendah daripada udara dengan panas sensibel
ditransfer cairan dan udara keinterface dimana diserap sebagai panas laten dalam
proses penguapan air.
Di dalam suatu proses pendinginan air panas hasil proses diperlukan media
pendingin yang sangat efektif dan efisien. Di dalam menara pendingin, untuk
proses pendinginan biasanya menggunakan media pendingin yang dapat
mendinginkan zat panas yang ingin kita dinginkan, biasanya mempunyai nilai
panas laten dan sensible yang besar, agar zat panas tersebut cepat dingin atau
berubah fasenya dengan temperature yang lebih kecil sehingga memudahkan
proses.
Di dalam menara pendingin terdapat bahan isian, dimana bahan isian ini
berfungsi untuk memperbesar permukaan bidang kontak antara permukaan air
panas yang akan didinginkan dengan udara dingin yang dihembuskan dalam
menara secara searah atau berlawanan arah.
Dengan adanya bahan isian yang digunakan untuk pendinginan harus
mempunyai sifat-sifat diantaranya :
1) Mempunyai permukaan bidang kontak yang luas
2) Mempunyai sifat pembasahan yang baik
3) Mempunyai volume rongga yang besar
4) Tahan terhadap panas, korosi, dan reaksi kimia
5) Murah dan mudah didapat.
Saat ini terdapat banyak jenis CT, namun Wet Cooling Tower (WCT)
dengan berbagai variannya telah digunakan secara luas. Teori fundamental yang
paling umum digunakan untuk menganalisa (WCT) dipublikasikan oleh Merkel
tahun 1925.
Teori ini dikhususkan untuk kasus dimana terjadi perpindahan kalor dan
perpindahan massa secara simultan antara aliran air dan aliran udara. Hasil
perhitungan dengan Teori Merkel cukup akurat sehingga sampai sekarang tetap
dipakai. Dalam penerapannya teori merkel membutuhkan teknik penyelesaian
integrasi tertentu karena karakteristik perubahan temperatur dan kesetimbangan
kelembaban antara aliran udara pendingin dengan air panas terjadi sepanjang arah
kontak antara keduanya yang terjadi di dalam packing cooling tower. Terdapat
Penjelasan detail Teori Merkel dapat dilihat, misalnya, pada Mohiuddin (1996
a
),
Stoecker et.al. (1983), ASHRAE (1985), Hawkins et.al. (1987), Hewitt et.al.
(1994), dan McAdams (1985).
Teori Merkel menyatakan bahwa bila udara yang mengalir diatas
permukaan yang terbasahi oleh air dan keduanya berbeda temperatur maka akan
terjadi perpindahan kalor sensible. Perpindahan massa juga akan terjadi karena
tekanan parsial air dan udara berbeda. Perpindahan massa tersebut juga
menyebabkan perpindahan energi kalor, ini terjadi karena air pada interface akan
ber-evaporasi, dan kalor laten evaporasi akan berpindah dengan bercampurnya
uap air ke dalam aliran udara. Dengan kata lain, perpindahan kalor sensibel karena
perbedaan temperatur dan perpindahan kalor latent akibat penguapan disatukan
dan dipakai sebagai driving force untuk menghitung koefisien perpindahan kalor
dan koefisien perpindahan massa dalam proses pendinginan ini. Baker, seperti
dikutip Hawkins et.al. (1987), membuktikan bahwa temperatur bola basah dari
udara adalah batas temperatur terendah dari proses pendinginan, yang dikenal
sebagai Approach. Asumsi simplifikasi dalam pemakaian Teori Merkel adalah
dengan menganggap resistansi termal pada interface air dan udara diabaikan, laju
aliran massa air di sembarang cross-section WCT adalah konstan, dan Bilangan
Lewis bernilai numerik satu.
Stoecker et.al. (1983), Elsarrag (2006), Kloppers et.al. (2005), Lemouari
et.al (2007), dan Mohiuddin
1
(1996) menggunakan persamaan dengan pernyataan
BilanganMerkel (Me) untuk WCT karena persamaan tersebut khusus diturunkan
untuk merepresentasikan perpindahan kalor dan perpindahan massa yang terjadi
secara simultan antara air dan aliran udara,





Sisi air, besar gaya jatuh air , Fa =

.V. g (N). Sedangkan dari sisi udara, besar


gaya udara , Fu =

. V. g (N) dengan

: massa jenis air (kg/m3);

massa
jenis udara (kg/m3); V = volume (m3); g = percepatan grafitasi (m/s2). Karena,
maka air akan jatuh ke bawah dan udara akan naik ke atas. Gambar diatas.
memperlihatkan volume differensial sebuah cooling tower aliran berlawanan
dengan laju alir air yang masuk dari bagian puncak sebesar L dan laju alir udara
yang masuk dari bagian dasar sebesar G. Untuk memudahkan perhitungan
sejumlah kecil air yang menguap diabaikan saja, sehingga L dan G tetap konstan
pada cooling tower.
Air masuk kesuatu bagian pada suhu t dan meninggalkan bagian tersebut
pada suhu yang sedikit lebih rendah yaitu ( t-dt ). Udara masuk bagian tersebut
dengan entalphi dan meninggalkan dengan entalphi ( ha + dha ). Total area
permukaan basah mencakup luas permukaan tetesan-tetesan air termasuk pula
kepingan-kepingan logam basah atau bahan pengisi lainnya. Laju perpindahan
kalor yang dilepaskan dari air, dq sama dengan laju kalor yang diterima(4) :
dq Gdh Lc dt a p .(1)

Dengan : dq = laju kalor yang dilepaskan (W); G = laju udara yang masuk
(kg/det); dha= perubahan entalphi udara (kJ/kg udara kering); L = laju air masuk
(kg/det); cp = kalor spesifik udara kering pada tekanan konstan = 1,006 (kJ/kg.K);
dt = perubahan suhu air (0C). Konsep tentang potensial entalphi sangat berguna
untuk menentukan jumlah perpindahan kalor total ( sensibel dan laten ) pada
proses-proses yang menyangkut hubungan langsung antara udara dan air. Rumus
untuk dq total melalui suatu deferensial permukaan dA didapat dengan
penggabungan antara persamaan :

.....(2)

koefisien konfeksi (kW/m2.K);

entalphi udara jenuh pada suhu air


(kJ/kg udara kering);

= entalphi udara (kJ/kg udara kering);

kalor jenis
udara basah (kJ/kg.K). Untuk mencari besarnya laju kalor yang dipindahkan oleh
seluruh bagian cooling tower maka persamaan (2) harus diintegrasikan, baik

maupun

berubah-ubah menurut variable integrasi A. dengan


mengkombinasikan persamaan (1) dan (2) akan menghasilkan :

(3)
Dengan : L = laju air masuk (kg/det); = perubahan suhu air (oC);

= entalphi
udara jenuh pada suhu air (kJ/kg udara kering);

= entalphi udara (kJ/kg udara


kering);

= koefisien konveksi (kW/m2.K); = bagian dari luas permukaan


(m2);

= kalor jenis udara basah (kJ/kg.K) dengan

dan

berturut-turut
adalah suhu air masuk dan suhu meninggalkan cooling tower. Sehingga
didapatkan persamaan:

(4)
Dengan

adalah perbedaan harga tengah entalphi untuk suatu bagian


kecil dari volume.





















Cooling tower