Anda di halaman 1dari 5

Asam salisilat (asam ortohidroksibenzoat) merupakan asam yang bersifat iritan lokal, yang

dapat digunakan secaratopikal. Terdapat berbagai turunan yang digunakan sebagaiobat luar,
yang terbagi atas 2 kelas, ester dari asam salisilat dan ester salisilat dari asam organik. Di
samping itu digunakan pula garam salisilat. Turunannya yang paling dikenal asalah asam
asetilsalisilat.
Asam salisilat merupakan turunan dari senyawa aldehid. Senyawa ini juga biasa disebut
o-hidroksibensaldehid, o-formilfenol atau 2-formilfenol. Senyawa ini stabil, mudah terbakar
dan tidak cocok dengan basa kuat, pereduksi kuat, asam kuat, dan pengoksidasi kuat.
Turunan yang terpenting dari asam salisilat ini adalah asam asetil salisilat yang lebih dikenal
sebagai asetosal atau aspirin.Berbeda dengan asam salisilat, asam asetil salisilat memiliki
efek analgesik antipiretik dan anti inflamasi yang lebih besar jika dibandingkan dengan asam
salisilat. Penggunaan obat ini sangat luas di masyarakat dan digolongkan ke dalam obat
bebas. Selain sebagai prototip, obat ini juga digunakan sebagai standar dalam menilai efek
obat sejenis.
Salisilat termasuk dalamgolongan obat anti inflamasi nonsteroid ( AINS).Mekanisme kerja
adalahmenghambat sintesis Prostaglan-din dengan menghambat kerjaenzim siklooksigenase padapusat
termoregulator dihipothalamus dan perifer.Salisilat sudah digunakan lebihdari 100
tahun. Salisilat digunakan sebagai analgetik,antipiretik, anti inflamasi, antifungi.
Sifat-sifat fisik dari asam salisilat
1 Penampakan Tidak berwarna menjadi kuning pada larutan dengan bau kenari
pahit
2 Titik lebur 1-2
0
C
3 Titik didih 197
0
C
4 Kerapatan 4,2
5 Tekanan uap 1 mmHg pada 33
0
C
6 Daya ledak 1,146 g/cm
3

7 Titik nyala 76
0
C
Sifat-sifat lain yang dimiliki oleh asam salisilat adalah sebagai berikut:
1. Panas jika dihirup, di telan dan apabila terjadi kontak dengan kulit.
2. Iritasi pada mata
3. Iritasi pada sauran pernafasan
4. Iritasi pada kulit

Asam salisilat bebas hanya memiliki efek antipiretik dan analgetik yang rendah. Karena
timbulnya ransangan pada mukosa lambung akibat diperlukannya dosis tinggi, maka asam
salisilat hanya dipergunakan dalam bentuk garamnya. Turunannya yang terpenting adalah
asam asetil salisilat yang aktivitas analgetik, antipiretik tetapi juga antiflogistiknya besar.


Penggunaan Asam Salisilat
Asam salisilat adalah obat topikal murah yang digunakan untuk mengobati sejumlah
masalah kulit, seperti jerawat, kutil, ketombe, psoriasis, dan masalah kulit lainnya. Asam
salisilat juga bisa digunakan untuk mengawetkan makanan, antiseptik, dan campuran dalam
pasta gigi. Asam salisilat digunakan pula sebagai bahan utama untuk aspirin. Ketika
digunakan untuk jerawat, asam salisilat akan mencegah sel-sel kulit mati menutup folikel
rambut sehingga mencegah penyumbatan pori-pori yang dapat menyebabkan jerawat. Asam
salisilat juga membantu menghilangkan sel-sel kulit mati dari lapisan kulit. Untuk mengobati
kutil, diperlukan dosis asam salisilat yang tinggi. Asam salisilat akan melunakkan kutil
sehingga lebih mudah diangkat. Asam salisilat juga banyak terkandung dalam beberapa
sayuran seperti brokoli, paprika, dan mentimun.
Efek Samping Asam Salisilat
Asam salisilat mudah digunakan dan bisa diperoleh di hampir semua toko obat atau
apotek. Namun, seperti halnya obat lain, asam salisilat juga memiliki efek samping, mulai
dari yang ringan hingga berat. Beberapa efek samping ringan yang sering terjadi adalah kulit
kering. Jika hal ini terjadi, pelembab ringan yang bebas minyak biasanya dapat membantu
mengatasi kulit kering ini. Iritasi kulit adalah efek samping yang umum terjadi akibat asam
salisilat. Jika Anda mengalami iritasi kulit ringan, kurangi penggunaan asam salisilat.
Namun, jika iritai kulit yang terjadi parah, maka hentikan secara total penggunaan asam
salisilat. Efek samping lain yang serius, biasanya disebut dengan keracunan asam salisilat,
termasuk diantaranya adalah sakit kepala yang parah, napas cepat, atau telinga berdengung.
Manfaat Asam Salisilat
Banyak manfaat dan kegunaan asam salisilat. Anda bisa menggunakan asam salisilat
sebagai obat tanpa memerlukan resep dari dokter. Asam salisilat aman digunakan dan hanya
memiliki sedikit efek samping yang biasanya akan hilang seiring dengan waktu. Asam
salisilat juga mengandung Beta Hydroxy Acid (BHA), yang merupakan bahan populer untuk
memerangi kerutan dan keriput.
Peringatan
Bila menggunakan asam salisilat, pastikan untuk memerhatikan secara seksama
kondisi kulit Anda. Asam salisilat bisa menyebabkan masalah kulit serius bagi orang berkulit
sensitif. Sebagian besar obat jerawat mengandung asam salisilat sekitar 0,5 2 persen.
Hindari penggunaan asam salisilat bersamaan dengan produk yang mengandung alkohol,
sabun abrasif, kosmetik yang dapat membuat kulit kering, atau obat jerawat topikal yang
mengandung benzoil peroksida atau sulfur. Wanita hamil dianjurkan untuk berkonsultasi
terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan asam salisilat.[]
Metil Salisilat
Kegunaan metil salisilat :
1. Obat obatan
2. Parfum
3. Flavoring
4. Pelarut untuk derivate selulosa
5. Tinta Copy, printing ( pencetak )
Metil salisilat terdapat pada tanaman dan pertama kali dikenal sebagai bahan pewangi
westergen. Metil salisilat merupakan salah satu turunan ester yang digunakan dalam
pengobatan , yang lain adalah etil salisilat, aspirin dan fenil ester.
Sifat sifat metil salisilat :
1. Berwarna kuning /merah
2. Berupa minyak
3. Dapat bercampur dengan alcohol
4. Berbau seperti westergen
5. Indeks bias 1,535-1,538
6. Titik leleh -8,3C
7. Titik didih 222,2C
8. Larut dalam eter dan asam asetat glacial
9. Larut dalam alcohol 70%
10. bj sintetik 1,18 sampai 1,85 gr/mol
11. bj alami 1,176 sampai 1,8 gr/mol

Metil salisilat yang juga disebut minyak gandapura, digunakan untuk membentuk cita
rasa dalam obat gosok untuk mengurangi nyeri otot. Beberapa cara digunakan untuk
mengganggu kesetimbangan reaksi tersebut agar hasil produksinya meningkat. Reaksi
esterifikasi dapat digeser kearah reaksi sempurna jika digunakan salah satu pereaksi (asam/
alkohol) secara berlebihan atau air yang terbentuk dibuang dari campuran reaksi.
Metil salisilat ini yang merupakan turunan (derivat) dari asam salisilat dapat dilakukan
dengan jalan memanaskan metanol dan asam salisilat dan dengan jalan mencampurkan asam
sulfit dengan distilasi dari sisa tumbuhan menjalar atau kulit pohon batula lerda.
Esterifikasi asam karboksilat dengan suatu alkohol merupakan reaksi reversible. Bila
asam karboksilat diesterkan menggunakan alkohol berlebihan untuk membuat reaksi
kebalikannya, yakni hidrolisis berkataliskan, digunakan air berlebihan. Kelebihan air akan
menggeser kesetimbangan kearah sisi asam karboksilat.
Produksi ester secara industri dilakukan dengan mereaksikan anhidrida asam dengan
alkohol. Ester paling penting yang dibuat dengan cara ini ialah asam asetil salisilat, atau
aspirin. Asam asetil salisilat dibuat dari anhidrida asetat dan asam salisilat.
Ester dapat diperoleh dari reaksi esterifikasi dengan cara merefluks sebuah asam
karboksilat bersama sebuah alcohol dengan katalis asam dan dapat juga diperoleh dari
alkoholisis asam klorida, asam anhidrida dan nitril. Asam yang digunakan sebagai katalis
biasanya asam sulfat atau asam lewis dan asam hidroklorida.

Prinsip reaksi pembuatan methyl salisilat adalah esterifikasi yaitu reaksi antara asam
salisilat dengan methanol. Reaksi esterifikasi adalah suatu reaksi antara asam karboksilat dan
alkohol membentuk ester. Turunan asam karboksilat membentuk ester asam karboksilat.
Ester asam karboksilat ialah suatu senyawa yang mengandung gugus -CO2 R dengan R dapat
berupa alkil maupun aril. Esterifikasi dikatalisis asam dan bersifat dapat balik(Fessenden,
1981).
Pada percobaan ini akan disintesis metil salisilat. Ester dapat diperoleh langsung dari
asam karboksilat dengan alkohol dengan adanya katalis asam dan dapat diperoleh juga dari
alkoholis asam klorida, asam anhidrat dan nitril. Tahapan reaksi esterifikasi dapat
diilustrasikan asam asetat dan etanol:
1. Protonisasi gugus karbonil
2. Adisi alkohol dan pemindahan suatu proton ke salah satu gugus hidroksil.
3. Eliminasi air dan deprotonisasi.
Reaksi pada percobaan ini bersifat reversibel maka kesetimbangan harus dibuat
condong ke kanan untuk diperoleh ester dalam jumlah banyak.
Pada kondisi ideal, komposisi campuran kesetimbangan tidak dipengaruhi ada tidaknya
katalis, tapi percobaan telah menunjukkan bahwa nilai konstanta kesetimbangan akan
menjadi dua kali lipat. Jika ditambahkan sejumlah besar katalis asam maka katalis ini akan
mengubah lingkungan dalam sistem dan sebagian dihilangkan melalui hidrasi air yang
terbentuk dalam reaksi ini.
Asam salisilat berupa hablur putih biasanya jarum halus serta rasanya agak kemanis-
manisan, tajam dan stabil di udara. Warnanya putih dan tidak berbau serta sukar larut dalam
air dan benzen namun mudah larut dalam etanol dan eter atau air yang mendidih.
Ester dihasilkan apabila asam karboksilat dipanaskan bersama alkohol dengan bantuan
katalis asam. Katalis ini biasanya adalah asam sulfat pekat. Terkadang jugadigunakan gas
hidrogen klorida kering, tetapi katalis-katalis ini cenderung melibatkan ester-ester aromatik
(yakni ester yang mengandung sebuah cincin benzen) (Clark, 2007).
Metil salisilat (minyak Wintergreen) adalah produk alami dari berbagai jenis tanaman.
Beberapa tanaman yang menghasilkan itu disebut Wintergreen. Tanaman yang mengandung
metil salisilat organik ini menghasilkan ester (kombinasi dari asam organik dengan alkohol )
kemungkinan besar sebagai anti- herbivora pertahanan. Metil salisilat merupakan salah satu
bahan baku utama dalam pembuatan balsem. Selain dapat diperoleh dari alam, metal salisilat
juga dapat dibuat secara sintetik dari reaksi asam salisilat dengan methanol menggunakan
katalis asam sulfat pekat.
Uraian Bahan
1. Air suling (Ditjen POM, 1979)
Nama resmi : Aqua destillata
Nama lain : Air suling
RM / BM : H
2
O / 18,02
Pemerian : Cairan jernih; tidak berwarna; tidak berbau; tidak
mempunyai rasa.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Kegunaan : Sebagai larutan pembilas.

2. Asam salisilat (Ditjen POM, 1979)
Nama resmi : Acidum Salicylicum
Nama Lain : Asam salisilat
Masa jenis : 1,44 gram/ml
RM / BM : C
7
H
6
O
3
/138,12
Suhu Lebur : 158,5
o
C dan 161
o
C
Pemerian :Hablur ringan tidak berwarna atau serbuk berwarna putih; hampir tidak
berbau; rasa agak manis dan tajam.
Kelarutan : Larut dalam 550 bagian air dan dalam 4 bagian etanol (95%) P; mudah
larut dalam kloroform P dan dalam eter P; larut dalam larutan ammonium asetat P, dinatrium
hidrogenfosfat P. kalium sitrat P, dan natrium sitrat P.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Kegunaan : Bahan utama dalam sintesis metil salisilat
3. Metanol (Ditjen POM, 1979)
Nama resmi : Methanolum
Nama lain : Metanol
RM / BM : CH
3
OH / 32,00
Massa jenis : 0,791
Jarak didih : Tidak kurang dari 95% tersuling pada suhu antara 64,5 dan 65,5
Pemerian : Cairan tidak berwarna, jernih, bau khas
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
Khasiat : Zat tambahan
Kegunaan :Bahan utama dalam sintesis metil salisilat
4. Asam sulfat (Ditjen POM, 1979)
Nama resmi : Acidum Sulfuricum
Nama lain : Asam Sulfat
Massa jenis : 1,84gram/ml
RM / BM :H
2
SO
4
/ 98,07
Pemerian : Cairan kental seperti minyak, korosif, tidak berwarna; jika
ditambahkan
ke dalam air menimbulkan panas.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat.
Kegunaan : Sebagai katalisator
5. NaHCO
3

Nama Resmi : Calcii Chloridum
Nama Lain : Natrium bicarbonat
RM / BM : NaHCO
3
/ 84,007
Pemerian :
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
Kegunaan : Pembuat suasana basa

Hidrolisis merupakan reaksi penguraian garam oleh air atau reaksi ion-ion garam dengan air.
Pada penguraian garam ini, dapat terjadi beberapa kemungkinan, yaitu :
Ion garam bereaksi dengan air menghasilkan ion H
Ion garam bereaksi dengan air menghasilkan ion H
+
, sehingga menyebabkan [H
+
]
dalaMm air bertambah dan akibatnya [H
+
] > [OH
-
], maka larutan bersifat asam.
Ion garam tersebut tidak bereaksi dengan air, sehingga [H
+
] dalam air akan tetap sama
dengan [OH
-
], maka air akan tetap netral (pH = 7).
Hidrolisis adalah reaksi kimia yang memecah molekul air (H
2
O)
menjadi kation hidrogen (H
+
) dan anion hidroksida (OH

) melalui suatu proses kimia. Proses


ini biasanya digunakan untuk memecah polimer tertentu, terutama yang dibuat
melalui polimerisasi tumbuh bertahap (step-growth polimerization). Kata "hidrolisis" berasal
dari bahasa Yunani hydro "air" +lysis "pemisahan".
Hidrolisis berbeda dengan hidrasi. Pada hidrasi, molekul tidak terpecah menjadi
dua senyawa baru. Biasa nya hidrolisis terjadi saat proses pencernaan karbohidrat

Sintesis (berasal dari bahasa Yunani syn = tambah dan thesis = posisi) yang biasanya berarti
suatu integrasi dari dua atau lebih elem yang ada yang menghasilkan suatu hasil baru. Istilah
ini mempunyai arti luas dan dapat digunakan ke fisika, ideologi, dan fenomenologi.
Dalam dialektik sintesis adalah hasil akhir dari percobaan untuk menggabungkan antara
thesis dan antithesis.
Dalam kimia, sintesis kimia adalah sebuah proses pembentukan sebuah molekul tertentu dari
"precursor" kimia.