Anda di halaman 1dari 10

PERALATAN INDUSTRI PROSES

Kebutuhan Steam Distilasi Minyak Atsiri



Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Peralatan Industri Proses
Semester Empat Program Diploma III Jurusan Teknik Kimia

Dosen : Dr. Ir. Ahmad Rifandi, M.Sc.


Disusun oleh :
Neng Sri Widianti NIM. 121411020
Kelas 2A












PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA
JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2014


K
e
b
u
t
u
h
a
n

S
t
e
a
m

M
i
n
y
a
k

A
t
s
i
r
i

2

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI................................................................................................................... 2
DAFTAR TABEL .......................................................................................................... 2
PENDAHULUAN
Minyak Atsiri ................................................................................................................... 3
Kayu Manis Sebagai Bahan Baku Minyak Atsiri ............................................................ 3
Proses Distilasi Minyak Atsiri ......................................................................................... 5
PERHITUNGAN
Menghitung Kebutuhan Steam per Kg Bahan Baku ........................................................ 7
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................... 10

DAFTAR TABEL

Nomor Judul Halaman
1. Karakteristik Tumbuhan Kayu Manis ......................................................................... 4
2. Komponen Kimia Kulit Kayu Manis .......................................................................... 4
3. Komposisi Senyawa Penyusun Minyak Atsiri ............................................................ 5
4. Karakteristik Senyawa Sinamaldehida ........................................................................ 7
5. Perbandingan Senyawa Sinamaldehida dengan Air .................................................... 8


K
e
b
u
t
u
h
a
n

S
t
e
a
m

M
i
n
y
a
k

A
t
s
i
r
i

3

PENDAHULUAN
Minyak Atsiri
Minyak atsiri, atau dikenal juga sebagai minyak eteris (aetheric oil), minyak
esensial, minyak terbang, serta minyak aromatik, adalah kelompok besar minyak nabati yang
berwujud cairan kental pada suhu ruang namun mudah menguap sehingga memberikan
aroma yang khas. Minyak atsiri merupakan bahan dasar dari wangi-wangian atau minyak
gosok (untuk pengobatan) alami (http://boddhileader.wordpress.com).
Minyak atsiri memiliki bau mirip tanaman asalnya yang diambil dari bagian-bagian
tanaman seperti daun, buah, biji, bunga, akar, rimpang, kulit kayu, bahkan seluruh bagian
tanaman. Minyak atsiri selain dihasilkan oleh tanaman, dapat juga sebagai bentuk dari hasil
degradasi oleh enzim atau dibuat secara sintetis.
Adapun sifat-sifat minyak atsiri sbb:
Memiliki bau khas, umumnya bau ini mewakili bau tanaman asalnya .
Memiliki rasa getir, berasa tajam, menggigit, memberi rasa hangat sampai panas atau
justru dingin ketika dikulit, tergantung dari jenis komponen penyusunnya.
Bersifat tidak bisa disabunkan dengan alkali dan tidak berubah menjadi bau tengik, ini
berbeda dengan minyak lemak.
Tidak dapat bercampur dengan air, tetapi dapat memberikan baunya pada air walaupun
kelarutannya sangat kecil.
Sangat mudah larut dalam pelarut organik.
Proses produksi minyak atsiri dapat ditempuh melalui 3 cara, yaitu: (1) pengempaan
(pressing), (2) ekstraksi menggunakan pelarut (solvent extraction), dan (3) penyulingan
(distillation). Penyulingan merupakan metode yang paling banyak digunakan untuk
mendapatkan minyak atsiri. Penyulingan dilakukan dengan mendidihkan bahan baku di
dalam ketel suling sehingga terdapat uap yang diperlukan untuk memisahkan minyak atsiri
dengan cara mengalirkan uap jenuh dari ketel pendidih air (boiler) ke dalam ketel
penyulingan (http://minyakatsiriindonesia.wordpress.com/atsiri/).
Kayu Manis Sebagai Bahan Baku Minyak Atsiri
Salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai bahan baku minyak atsiri adalah kayu
manis. Tanaman kayu manis (Cinnamomum sp) termasuk ke dalam famili Lauraceae yang

K
e
b
u
t
u
h
a
n

S
t
e
a
m

M
i
n
y
a
k

A
t
s
i
r
i

4

terdiri dari 47 marga dan lebih dari 1900 spesies yang berbentuk pohon-pohonan dan semak
(Rismunandar, 1993). Karakteristik dari tumbuhan kayu manis, ditunjukkan pada tabel 1.
Tabel 1 : Karakteristik Tumbuhan Kayu Manis










Menurut Wijesekera (1978) dalam Historical Overview of the Cinnamon Indutry
(http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/36362) menyebutkan bahwa dari aspek fitokimia,
kayu manis memiliki sifat yang unik yaitu seluruh bagian tanaman mengandung minyak atsiri
dengan komposisi yang berbeda. Komponen utama minyak atsiri dari kulit kayu
Cinnamomum zeylanicum adalah sinamaldehida, sedangkan komponen utama minyak atsiri
dari daun dan dari kulit akar masing-masing adalah eugenol dan kamfor.
Kandungan kimia kulit kayu manis diperlihatkan oleh tabel 2 dibawah ini :
Tabel 2 : Komponen Kimia Kulit Kayu Manis

K
e
b
u
t
u
h
a
n

S
t
e
a
m

M
i
n
y
a
k

A
t
s
i
r
i

5

Minyak atsiri yang berasal dari kayu manis mempunyai warna kuning jernih sampai
kecoklatan, dimana komponen utamanya adalah sinamaldehid. Minyak atsiri kayu manis ini
banyak digunakan sebagai bahan kosmetik, parfum, flavor makanan dan minuman, serta
sebagai antiseptik dan antimikroba dalam bidang kedokteran. Komponen penyusun Minyak
Atsiri dari kulit kayu manis diperlihatkan dalam tabel 3.
Tabel 3. Komposisi Senyawa Penyusun Minyak Atsiri










Proses Distilasi Minyak Atsiri
Penyulingan Dengan Air
Prinsip Kerja : Ketel penyulingan diisi air
sampai volume hampir setengahnya, lalu
dipanaskan. Sebelum air mendidih, bahan
baku dimasukkan dalam ketel. Bahan
baku biasanya yang tidak rusak oleh
panas uap air misalnya bunga atau daun
yang mudah bergerak dalam air.




K
e
b
u
t
u
h
a
n

S
t
e
a
m

M
i
n
y
a
k

A
t
s
i
r
i

6

Penyulingan Dengan Uap dan Air
Prinsip Kerja : Ketel diisi air sampai batas
saringan/angsang. Bahan Baku diletakkan
diatas angsang sehingga tidak kontak
langsung dengan air yang mendidih tetapi
berhubungan dengan uap air. Air yang
menguap akan membawa partikel minyak
atsiri dan dialirkan ke alat pemisah.


Penyulingan Dengan Uap
Pada proses penyulingan untuk memperoleh minyak atsiri, digunakan sistem distilasi
uap. Sistem ini baik digunakan untuk bahan tumbuhan yang mengandung senyawa dengan
titik didih yang relatif lebih tinggi dan keras seperti cengkeh dan kayu manis (Guenther,
1987).
Prinsip Kerja : Pada sistem ini, air
sebagai sumber uap panas dihasilkan
dalam boiler yang letaknya terpisah
dari ketel penyulingan. Uap yang
dihasilkan mempunyai tekanan lebih
tinggi dari tekanan udara luar.
Penyulingan dengan uap sebaiknya
dimulai dengan tekanan uap yang
rendah (kurang lebih 1 atm), kemudian secara berangsur angsur tekanan uap
dinaikkan menjadi kurang lebih 3 atm. Jika permulaan penyulingan dilakukan pada
tekanan tinggi, maka komponen kimia dalam minyak akan mengalami dekomposisi.
Jika minyak dalam bahan dianggap sudah tersuling, maka tekanan uap perlu
diperbesar lagi yang bertujuan untuk menyuling komponen kimia yang bertiti k didih
tinggi (Armando, 2009)




K
e
b
u
t
u
h
a
n

S
t
e
a
m

M
i
n
y
a
k

A
t
s
i
r
i

7

PERHITUNGAN
Menghitung kebutuhan steam per kg bahan baku.
Minyak atsiri yang diperoleh dari kulit kayu manis, didominasi oleh senyawa
Sinamaldehida. Tabel 4 memperlihatkan sifat-sifat dari senyawa sinamaldehida.
Tabel 4 : Karakteristik Senyawa Sinamaldehida











Untuk menghitung kebutuhan steam yang diperlukan dalam distilasi uap minyak
atsiri, digunakan persamaan gas ideal yaitu PV = nRT. Tekanan senyawa yang digunakan
adalah tekanan senyawa murni pada keadaan standar, yaitu tekanan uap senyawa murni pada
suhu 25
o
C. Tekanan uap sinamaldehida pada suhu 20
o
C adalah 0,02 mmHg dan pada suhu
25
o
C adalah 0,03 mmHg (http://www.caslab.com/ dan http://www.chemicalbook.com/).





K
e
b
u
t
u
h
a
n

S
t
e
a
m

M
i
n
y
a
k

A
t
s
i
r
i

8

Tabel 5. Perbandingan Senyawa Sinamaldehida dengan Air
Sinamaldehida Air
Suhu Standar 25
o
C 25
o
C
Tekanan Uap Murni 0,03 mmHg 23,76 mmHg
Massa Molekul 132,15 kg/kmol 18 kg/kmol
R (Tetapan Gas Ideal) 8,314 J/mol.K

Perhitungan :


Analisis :
Asumsi Volume air = Volume Sinamaldehida
R tetap
Suhu air = Suhu Sinamaldehida
Sehingga :


Nilai Tekanan sebanding dengan besar mol senyawa, maka :



Untuk massa bahan baku yang digunakan, karena kandungan Minyak Atsiri dalam
Bahan Baku Kulit Kayu Manis sebesar 3,4%, maka untuk menghasilkan 3,965 kg
sinamaldehida diperlukan bahan baku sebanyak :
y kg bahan baku = 3,965 kg sinamaldehida x



= 116,618 kg bahan baku

K
e
b
u
t
u
h
a
n

S
t
e
a
m

M
i
n
y
a
k

A
t
s
i
r
i

9

Maka,




= 3,667 kg air/kg bahan baku.
Jadi untuk setiap 1 kg bahan baku kulit kayu manis, diperlukan air (steam) sebanyak 3,667
kg.




















K
e
b
u
t
u
h
a
n

S
t
e
a
m

M
i
n
y
a
k

A
t
s
i
r
i

1
0

DAFTAR PUSTAKA
Fitriyeni, Ira. 2011. Kajian Pengembangan Industri Pengolahan Kulit Kayu Manis di
Sumatera Barat. Sekolah Pasca Sarjana : Institut Pertanian Bogor.
Yuliarto, Fuki Tri dkk. 2012. Pengaruh Ukuran Bahan dan Metode Destilasi Terhadap
Kualitas Minyak Atsiri Kulit Kayu Manis. Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan
Universitas Sebelas Maret : Universitas Sebelas Maret.
Nainggolan Marnaek. 2008. Isolasi Sinamaldehida dari Kulit Kayu Manis. Sekolah Pasca
Sarjana : Universitas Sumatera Utara, Medan.
http://www.chemicalbook.com/ProductMSDSDetailCB1168459_EN.htm
http://www.caslab.com/Cinnamaldehyde.php5
http://boddhileader.wordpress.com
http://minyakatsiriindonesia.wordpress.com/atsiri/

Anda mungkin juga menyukai