Anda di halaman 1dari 14

TEORI BENTUK DAN RUANG

A. BENTUK
Menurut Virtuvirus, tidak ada istilah bentuk. Bentuk bagi virtuvius, biala mau dikaitkan
dengan fungsi
1. Wujud dasar Ruang
Wujud dasar ruang menurut D.K .ching (1996) terdiri dari 3 buah yaitu:
a. Lingkaran
Merupakan susunan sederetan titik yang mebentuk lengkungan dengan jarak
tertentu
Dan seimbangan terhadap sebuah titik tertentu didalam lengkugan.
Petimabangan dalam memilih wujud dasar lingkarang adalah :
1. Kendala dalam penataan bentuk lengkung.
2. Pengembangan bentuk relatif banyak.
3. Orientasi aktivitas cendrung memusat.
4. Fleksibilitas ruang tepat untuk penataan organisasi ruang dengan pola
memusat.
5. Karakter dinamis.
b. Bujur sangaka
Merupaka sebuah bidang datar yang mempunyai empat buah sisi panajng dan
empat buah susut siku siku. Pertimbangan dalam memilih wujud dasar bujur
sangkar adalah:
1. Penataan dan pengembangan bentuk relatif mudah.
2. Kegiatan dengan berbagai orientasi dapat diwadahi
3. Bentuknya yang tegas
4. Karakter bentuk formal dan netral
5. Penataaan perabot relatif mudah karena bentuknya yang sama panjang.
c. Segitiga
Sebuah Bidang datar yang dibatasi oleh tiga sisi dan mempunyai 3buah sudut.
Pertimbangan dalam memlih wujud segtiga adalah:
1. Sulit untuk menata ruangnya karena akan menimbulkan banyak ruang ruang
sisa.
2. Condong berorientasi pada satu sudut.
3. Karakter kaku dan kurang formal
4. Flexibilitasnya kurang serta perlu penataan yang lebih terencana untuk
mengatai adanya ruang sisa.
B. RUANG
Ruang merupakan sebuah wadah untuk menampung suatu kegiatan. Ruang memiliki
dimensi untuk dapat difungsikan secara efektif dan efisien.
Menurut D.K. Ching (1996) menyebutkan bahwa organisasi ruang dapat dibagi
menjadi 5 bagian, yaitu:
a. Organisasi Terpusat
Sebuah ruang dominan yang terpusat dengan pengelompokan sejumlah ruang
sekunder.
Organisasi terpusat dengan bentuk yang relatif padat dan secara geometri teratur
dapat digunakan untuk :
1. Menetapkan titik titik menjadi point oof interest dari suatu ruang
2. Berfungsi sebagai suatu bentuk obyek didalam daerah atau volume ruang
yang tetap





b. Organisasi Linear
Suatu urutan dalam satu garus dari ruang ruang yang berulang. Bentuk
organisasi linear bersifat fleksibel dan dapat menanggapi terhadap berbagai
macam kondisi tapak. Bentuk ini dapat disesuaikan dengan adanya perubahan
perubahan topografi, Mengitari suatu badan air atau sebatang pohon, ata
mengarahkan ruang ruangnya untuk memperoleh sinar matahari dan
pemandangan. Dapat berbentuk lurus, bersegmen, atau melengkung.
Konfigurasunya dapat berbentuk horizontal sepanjang tapaknya, diagonal menaiki
suatu kemiringan atau berdiri tegak seperti sebuah menara.
Bentuk organisasi linear dapat digunakan untuk:
1. Menghubungkan ruang ruang yang memiliki ukuran, bentuk dan fungsi
yang sama atau berbeda beda.
2. Mengarahkan orang untuk menuju ke ruang ruang tertentu.





c. Organisasi Radial
Organisasi radial adalah sebuah bentuk yang ekstrovert yang mengembangkan
keluar lingkupnnya serta memadukan unsur unsur baik organisasi terpusat
maupun linear. Variasi tertentu dari organisasi radial adalah pola baling baling
dimana lengan lengan linearnya berkembang dari sisi sebuah ruang tepusat
berbentuk segiempat atau bujur sangkar. Susunan ini menghasilkan suatu pola


dinamis yang secara visual mengarah kepada gerak berputar mengelilingi
pusatnya.
Bentuk organisasi radial dapat digunakan untuk:
1. Membagi ruang yang dapat dipilih melalui entrance
2. Memberi pilihan kepada orang untuk menuju ke ruang ruang yang
diinginkan.
3.





d. Organisasi Cluster
Kelompok ruang berdasarkan kedekatan hubungan atau bersama sama
memanfaatkan satu ciri hubungan visual. Tidak adanya tempat utama didalam
pola organisasi berbentuk kelompok, maka tingkat kepentingan sebuah ruang
harus ditegaskan lagi melalui ukuran bentuk dan orientasi didalam polanya.
Bentuk organisasi cluster dapat digunakan untuk :
1. Membentuk ruang dengan kontur yang berbeda beda.
2. Mendapatkan view yang sama dari tapak dengan kualitas yang sama bagi
masing masing ruang
3. Membentuk tatanan yang memiliki bentuk, fungsi dan ukuran yang berbeda
beda.






e. Oraganisasi Grid
Kekuatan yang mengorganisir suatu grid dihasilkan dari keteraturan dan
kontinuitas pola polanya yang meliputi unsurunsur ytang diorganisir. Sebuah
grid dapat mengalami perubahanperubahan bentuk yang lain. Pola grid dapat
diputus untuk membentuk ruang utama yang menampung bentuk bentuk alami
tapaknya. Sebagian Grid dapat dipisahkan dan dapat diputar terhadap sebuah titil
dalam pola dasarnya. Lewat dari daerahnya, Grid dapat mengubah kesannya dari
suatu obyek titik ke garis, Kebidang dan akhirnya ke ruang.


Bentuk organisasi grid dapat digunakan untuk:
1. Mendapatkan kejelasan orientasi dalam sirkulasi
2. Memberi kemudahan dalam penyusunan struktur dan konstruksi bangunan.





3. Elemen Pembentuk Ruang
K.W. Smithies (1981) dalam bukinya Principles of design in architecture,
menyebutkan elemen pembentuk ruang dapat dikelompokan menjadi :
a. Tekstur
Tekstur dalam ruang tidak hanya terpusat pada tingkatan halus ke pasar tapi
meliputi juga dekorasi dan pahatan.
b. Warna
Penerapan warna sering hanya menjadi sebatas pada komposisi dan penerapan
corak, satu hal yang tidak boleh dilupakan bahwa warna dalam sebuah
komposisi bisa dihasilkan oleh kilauan textur dan transparansi sebuah
permukaan. Grandjean (1973), membuat sebuah riset yang menggambarkan
keterkaitan antara warna dalam sebuah ruang yang dikaitkan dengan efek
psikologis manusia didalamnya yang mendukung interaksi.
c. Irama
Irama diartikan sebagai pergerakan yang bercirikan pada unsur-unsur atau
motif berualng yang terpola dengan interval yang teratur maupun tidak teratur.
d. Orientasi
Pengarah dalam sebuah ruang dapat berupa elemen vertikal dan horizontal
yang salah satunya dapat dibentuk oleh susunan struktur.
e. Proporsi
Dalam proporsi merupakan hubungan antara bidang dengan volume juga
perbandingan antara bagian bagian sebuah komposisi.
f. Solid and void
Solid and void dihasilkan oleh hubungan antara material padat denga bidang
bidang bukaan seperti jendela dan pintu.
g. Bentuk dan wujud

Bentuk lebih sering dimaksudkan sebagai pengertian massa atau isi tiga
dimensi sementara wujud secara khusus lebih mengarah pada aspek
penting bentuk yang mewujudkan penampilannya ata perletakan garis
kontur yang membatasi suatu gambar atau bentuk.
4. Skala Ruang
DK ching (1996) menyebutkan pada bentuk tiga dimensi sebuah ruang tinggi
mempunyai pengaruh terkuat pada skala ruang daripad lebar atau panjangnya.
Jika dinding dinding sebuah runag memberikan batasan, maka tinggi langit
langit menetukan kualitas perlindungan dan kekerabatan.
a. Ruang interior
Edward the white (1987) dalam buku tata aturnya pada ruang interior
membagi pengaruh skala ruang terhadap psikologis manusia didalamnya
menjadi 4 bagian yaitu:
1. Intim
Skala ruang dengan dimensi atap yang sangat dekat dengan ukuran tubuh
manusia sehingga menghasilkan efek keakraban dan suasana yang intim
2. Normal
Perbandingan dimensi ruang yang sangat seimbang, tidak memberi kesan
mendalam.
3. Monumental
Perbandingan ketinggian ruang yang sangat ekstrem. Memberi kesan yang
menjauh bagi pengunjung didalamnya. Tidak digunakan dalam desain.
b. Ruang eksterior
Pada Ruang eksterior efek psikologi melalui elemen skala dilihat dari perbandingan
antara lebar (D) bangunan dan tinggi (H) bangunan. D/H = 1, adalah titik genting
dimana kualitas ruang eksterior berubah secara radikal. Artinya jika :
1. D/H < 1, interaksi bersama mulai menguat, suatu perasaan tertutup
didalam bangunan itu sampai ke suatu jenis claustrophobia sebagaimana
perbandingan antara D/H menjadi lebih kecil lagi.
2. D/H = 1, kesimbangan diantara tinggi bangunan dan ruang diantara
bangunan bangunan.
3. D/H >1, jarak-jarak diantara bangunan menjadi agak lebih besar.

3. SIRKULASI
Sirkulasi mempunyai pengertian sebagai peredaran disatu tempat k etempat
lain. Sedangkan Sirkulasi adalah suatu type gerakan melalui ruang.
Ruang tempat kita bergerak/ ruang sirkulasi diartikan sebagai tali pergerakan
yang terlihat menghubungkan ruang ruang suatu bangunan atau bagian yang
satu dengan yang lain didalam maupun diluar bangunan.
3.1 Macam sistem sirkulasi
a. Sistem sirkulasi manusia
Suatu kegiatan yang dilakukan oleh semua pelaku Rumah belajar modern untuk
mencapai ke suatu tempat didalam bangunan rumah belajar modern, dengan berjalan
atapun berlalri melalui ruang-ruang sirkulasi yang direncanakan.
b. Sistem Sirkulasi Kendaraan
Suatu aktivitas manusia dengan menggunakan kendaraan baik pengelola , pengunjung
dan servis untuk mencapai bangunan Rumah belajar modern melalui jalur jalur
yang direncanakan
3.2 Unsur unsur Sirkulasi
Suatu komponen alur gerak dalam suatu bangunan sebagai suatu unsur positif yang
mempengaruhi persepsi kita tentang bentuk dan ruang ruang bangunan serta pegeraknnya
adalah:

















TEORI WARNA
Warna adalah Getaran elektromagnetis. Warna dapat ditangkap oleh mata manusia dalam
kekuatan cahaya antara 3900-8100 angstrom. Kemampuan mata dalam menangkap cahay
tergantung pada beberapa hal berikut ini: a) sumber cahaya atau sinar, b) Oigmen Pemantul
cahaya, 4 ) sensasi Manusianya.
Menurut newton, warna merupakan bagian sinar dalam spektrum yang tergantung pada
gelombang cahayanya. Sumber warna dalah dari matahari. Bila suatu sinar mengenai suatu
benda sinar tersebut akan diserap, sedangkan yang tidak diserap akan dipantulkan.
Jumlah cahaya yang diserap tergantung pada keadaan permukaan benda. Jika suatu benda
hijau diberi warna merah, maka benda akan menjadi hitam. Hal ini disebabkan oleh karena
semua sinar yang menerangi benda hanya sinar merah,maka akibatnya tidak ada warna hijau
yang dipantulkan. Dengan demikian hitam tidak memantulkan sinar sama sekali. Jika pada
suatu benda disinari dan yang terlihat adalah warna merah ini berarti bahwa hannya warna
merah lah yang mempunyai kemampuan untuk menembus benda tersebut. Kondisi dimana
semua warna dapat menembus benda, maka benda akan berwarna putih. Dengan demikian
warna putih adalah gabungan dari semua warna.
Urutan warna dalam spektrum warna ini terdiri dari warna merah,
jingga,kuning,hijau,biru,nila dan ungu yang kemudian lebih deikenal dengan islilah lingkaran
warna. Pencampuran antara warna murni dan warna putih atau hitam akan menghasilkan
skala warna lain yang disebut warna-warna pastel. Jadi warna murni dicampur putih akan
menghasilkan warna Muda (tinti). Warna murni dicampur hitam akan menghasilkan warna
tua (shade), sedangkan warna murni dicampur dengan warna abu- abu akan menghasilkan
warna tanggung (tone).
KARAKTER WARNA
Penerapan warna pada komposisi secara psokis dapat:
a. Memberi kesan tertentu pada ruang
b. Mempengaruhi dan mendorong kemauan kerja
c. Mendorong untuk memusatkan perhatian
d. Kemdorong kesenangan kerja
e. Membantu penerapan
f. Mempertinggi keselamatn kerja
g. Membantu penerangan
h. Mempertinggi keselamatan kerja
i. Membantu orientasi kerja
j. Membantu aspek kebersihan.
Karakter warna ditentukan oleh Hal hal berikut:
a. Hue : corak atau nada warna, yaitu kesan pertam terhadap suatu waena
dengan mengabaikan nilai atau intensitas warna. Contoh Hijau daun
b. Value : Nilai terang gelap warna, diukur terhadap hitam dan putih dengan
mengabaikan hue dan intesitas warna. Contoh warna Kuning jeruk.
c. Intensitas : Kuat lemahnya warna diukur terhadap warna abu abu yang netral.
Pembagian warna dapat diatur Sebagai berikut:
1. Kemurnian
a. Warna pokok atau warna primer dari tiga warna.
1. Merah
2. Kuning
3. Biru
b. Warba sekunder, merupakan pencapuran warna primer, jadi :
1. Jingga dalah pencapuran antara warna merah dan kuning
2. Hujau adalah pencampuran antara kuning dan biru
3. Ungu adalah pencampuran antara warna merah dan biru.
Warna-warna panas dan dingin akan menimbulkan harmonis dan disharmonis
biladigabungkan. Warna akan disharnoni bila terjadi penggabungan warna panas dan warna
panas atau warna dingin dengan warna dingin. Contoh : warna merah akan harmoni dengan
warna merah jingga atau merah violet pada dasarnya yang ada warna merahnya. Warna akan
menjadi disharmoni jika warna panas digabung dengan warna dingin misalnya warna
kemerahan dan warna kehijauan.
Warna memiliki karakter tententu yang dapat memberikan kesan tertentu seperti :
Jenis warna
Warna Karakter
Kuning Bebas, ceria
Kuning hijau Tenang, menyegarkan
Hijau Tenang, ramah dan cendikia
Hijau Biru Angkuh, mantap
Biru Keras, dingin
Biru Ungu Sombong, Khayal yang tinggi
Ungu Eksklusif,ekstrim
Ungu merah Tegang, Peka
merah Panas, melelahkan urat syaraf
jingga Gembira, bergairah
Jingga kuning Lincah, bergairah
Abu abu menenangkan
Biru hitam Menakan
Coklat Hitam Menolak, menghindar
Coklat Kehangatan, alami
putih Kesucian,
kemurnian,kebersihan,spritual,cinta
Hitam Formal, kematian,dukacita,keanggunan,
misteri.


KOMPOSISI WARNA
Komposisi warna adalah susunan beberapa warna yang menghasilkan suatu paduan yang
menyenangkan. Komposisi warna dapat dilakukan dal;am beberapa cara, yaitu :
1. Monochromatic
Menggunakan satu warna sebagai pokok komposisi. Mono artinya satu, Chroma
artinya warna
2. Complementari
Sebagai pokok komposisi digunakan 2 warna atau lebih yang diletaknya dalam
lingkaran. Warna saling berhadapan dan berlawanan sifat. Misalnya warna sejuk
dan warna panas.
Compementari di bagi dalam :
a. Direct Complement : saling berhadapan langsung
b. Split Complement : 2 warna berdekatan berhadapan dengan satu
warna lain.
c. Couble complement : dua warna saling berhadapan
d. Triad : Skema 3 warna yang saling kontras jaraknya
dalam lingkaran warna sama jauhnya
e. Alternate Complement : Skema 4 warna merupakan kombinasi triad dan
direct complement.
3. Analogues
Merupakan elemen warna yang letaknya berurutan dalam lingkaran warna. Jumlah
warna tidak lebih banyak dari 6 warna. Warna- warna yang digunakan bisa
berwarna sejuk atau panas. Penggunaan warna dapat merupakan kombinasi antara
warna-warna pokok,warna pastel,warna hitam atau putih.
4. Polychromatic
Menggunakan warna yang lebih banyak selain warna warna yang telah
disebutkan diatas. Kesan yang diberikan akan ramai. Poly artinya banyak, chroma
artinya warna.
Pemilihan dan penentuan warna dalam perancangan antara lain ditentukan oleh faktor :
a. Tujuan dari ruang dan perabot
b. Kesan yang diharapkan muncul (besar, Kecil, berat,gemuk,dll.
c. Teperatur dan lingkungan
d. Mobilitas dariu barang dan keadaan lingkungan
e. Keadaan Penerangan
f. Kepentingan Pemakai
g. Usia pemakai atau sasaran
BAHAN
Bahan yang kita manfaatkan dalam desain dapat menimbulkan kesan terntentu.
Bahan logam : menimbulkan kesan dingin, keras, padat.
Bahan kayu : menimbulkan kesan hangat
Bahan kaca : menimbulkan kesan tembus pandang dan memantulkan cahaya dan
dapat menimbulkan kesan hidup dan ringan.
Bahan Beton : menimbulkan kesan masif dan padat dan bisa menimbulkan.
TEXTUR
Tekstur atau garis menunjukan kualitas permukaan benda, baik benda alami maupun
benda buatan manusia. Setiap benda memiliki textur atau gatra.
Karakter permukaan bahan dapat dikategorikan berdasarkan :
a. Perabaan, manghasilkan permukaan yang keras, lunak,kesat, atau licin
b. Penglihatan, menghasilakan permukaan yang kusam,mengkilap,gelap atau terang.

Karakter Pemukaan bisa juga bertentangan misalnya :
a. Batu kasar dan keras
b. Karpet kesat dan lunak
c. Kaca dan marmer licin dan keras
d. Kain satin licin dan lunak
Adanya hubungan antara textur dan bentuk serta textur dan fungsi dapat mengasilkan
tanggapan estetika yang kuat serta meningkatkan mutu desain. Gabungan beberapa textur
menghasilkan efek yang sama seperti gabungan warna terhadap perasaan kita. Tekstur dapat
memberi rasa dekat atau jauh dan memberi rasa kesatuan atau bahkan merusak desain secara
keseluruhan
MOTIF.POLA/PATTER
Motif adalah orrnamen-ornamen dua atau tiga dimensi yang disusun menjadi pola atau ragam
tertentu. Motif dapat dibentuk oleh textur dan bentuk. Motif mempunyai arah gerak, maka
penempatannya harus sejalan dengan irama ruang. Pemanfaatan terlalu banyak motif/
pola/pattern akan menimbulkan kesan kacau.
Struktur juga dapat membentuk pattern (pola). Cahaya dan bayangan akan memperkuat
struktur sedemikian sehingga manusia merasa bagian dari struktur tersbut
Setiap obyek dalam ruangan merupakan bagian dari pola ruangan :
a. Elemen arsitektural misalnya Pintu, jendela,kolom,panil-panil, pembagian jendela.
b. Elemen perabot dalam ruang misalnya Kaki kursi, Kaki meja.
c. Pola-pola perabot misalnya Jok kursi, tirai,gorden.

Pola dapat membuat ruang menjadi harmonis atau dapat juga menimbulkan kesan
ramai yang membingungkan. Akan tetapi suatu ruang tanpa adanya pola akan terasa
hampa. Kepekaan dan kecermatan dalam menyusun dan mengatur pola suatu
gubahan manjadi sangat penting dan diperlukan.

RUANG
Ruang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia karena manusia bergerak dan
berada didalamnya. Ruang berarti jika ada manusia, oleh karena itu titik tolak dari
perancangan ruang harus didasarkan dari manusia. Hubungan antara manusia dan
ruang lingkungan dapat dibagi dua yaitu :
1. Hubungan dimensional ( Antrhropometris)
Berkait dengan dimensi-dimensi yang bherhubungan dengan tubuh manusia dan
pergerakannya atau kegiatan manusia
2. Hubungan Psikologi dan Emosional (Proxemics)
Menentukan ukuran ukuran kebutuhan ruang untuk kegiatan manusia.
Hubungan keduanya menyangkut persepsi Manusia terhadap ruang
lingkungannya.
Dalam Hubungan manusia dan ruang menurut edward T. Hall menguraikan bahwa
salah satu perasaan kita yang penting mengenai ruang ialah perasaan teritorial.
Perasaan ini memenuhi kebutuhan dasar akan identitas diri, kenyamanan dan rasa
aman pada pribdi manusia.
Untuk menyatakan bentuk dunianya, manusia menciptakan ruang tersendiri, dengan
dasar fungsi dan keindahan,yang disebut ruang arsitektur.
Ruang Arsitektur menyangkut :
1. Ruang dalam
Dibatasi oleh alas/lantai. Dinding dan langit langit/atap
2. Ruang luar :
Ruang yang terjadi dengan membatasi alam hanya pada bidang alas dan
didingnya, sedangkan atapnya dapat dikatakan tidak terbatas.
Ruang luar pada Kesan fisiknya, dibagi atas :
a. Ruang positif
Suatu ruang terbuka yang diolah dengan masa bangunan obyek tertentu
melingkupinya akan bersifat positif. Biasanya terkandung kepentingan dan kehendak
manusia
b. Ruang negatif
Ruang terbuka yang menyebr dan tidak berfungsi dengan jelas. Biasanya terjadi secar
spontan tanpa kegiatan tertentu.

Dalam Perancangan arsitektur dikenal pula jenis ruang hidup dan ruang mati
1. Ruang Hidup :
Merupakan bentuk yang benar ditinjau dari hubungan ruang ruang, struktur yang
terencana fungsional dan karakter massa.


STUKTUR
MACAM MACAM SISTEM STRUKTUR BANGUNAN TINGGI
1. Sistem gravitasi pada struktur bangunan Tinggi
Sistem yang menyokong kekuatan sebuah struktur bangunan gedung dilihat dari segi
gravitasinya. Terdaoat dua sistem lantai dan beton Pratekan.
a. Sistem Lantai
Sistem ini terdiri dari empat jenis yaitu:
1. Flat plate
Struktur plat yang rata-rata tanpa balok/girder. Dimana beban vertikal
diteruskan langsung ke kolom
2. Flate slab
Struktur tanpa balok,dimana pada bagian kolomnya terdapat penebalan (drop
Panel) yang berfungsi untuk menahan/meredam gaya-gaya geser dan momen
bending negatif
3. Waffel system
Merupakan sistem two way joist,dimana pada bagian sekitar kolom bentuk
kubahnya diabaikan. Hal ini bertujuan untuk memperoleh kapasitas geser yang
lebih besar.
4. One way concrete ribbed slabs
Berbeda dengan waffle system yang two way joist,sistem one way concrete
merupakan sistem one way joist
b. Sistem beton Prategang
Konsep dasar dari beton prategang adalah memberikan tegangan pendahuluan
atau awal artinya tegangan yang diberikan terlebih dahulu untuk meningkatkan
kekuatan ( perfomance) struktur. Metoda Prategang (pratarik) adalah sebagai
berikut:
1. Tandon ditarik terlebih dahulu dan diangkur pada balok beton yang kuat.
2. Beton cor menutupi/menyelimuti tandon dalam suatu cetakan. Setelah beton
mengeras pratarik dilepas maka akan terjadi tegangan tekan dalam beton.
3. Metode ini banyak dipakai untuk produksi pracetak.








Sistem penahan gaya lateral struktur bangunan Gedung
berikut ini adalah berbagai sistem yang menyokong kekakuan struktur dalam kaitannya
dengan ketahanan struktur terhadap arah lateral.
a. Flat slab and colomn
Yaitu sistem slab dan kolom dimana plat itu tersendiri terdiri atas 3 jenis yaitu flat
slab, flat plate,dan waffle system. Sistem slab dan kolom ini mampu memberikan
kekakuan untuk struktur bangunan 10 lantai.
b. Flat slab and shear walls
Sistem slab and kolom tidak mampu memberikan kekakuan yang memadai untuk
bangunan gedung lebih dari 15 sampai dengan 20 lantai. Dalam hal ini shear walls
memiliki fungsi penahan gaya lateral utama.

















TEORI PENCAHAYAAN
TEORI PENGHAWAAN
TEORI UTILITAS
TEORI STRUKTURAL