Anda di halaman 1dari 18

PROPOSAL PENYULUHAN

REHABILITASI PSIKOSOSIAL
Disusun oleh:
Mestikarini Astari K YARSI
KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN !I"A
RUMAH SAKIT !I"A ISLAM !AKARTA
A#USTUS
$%&'
0
SATUAN A(ARA PENYULUHAN
I) IDENTITAS
Topik :
Sub Topik : Rehabilitasi Psikososial
Hari/Tanggal :
Waktu :
Sasaran :
Tempat :
II) TU!UAN INSTRUKSIONAL UMUM
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang pentingnya mengetahui
Rehabilitasi Psikososial, diharapkan pasien dan keluarga pasien yang merupakan
sasaran dari penyuluhan ini memahami manfaat rehabilitasi psikososial.
III) TU!UAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah dilakukan penyuluhan selama 0 menit diharapkan para peserta dapat:
!. "emahami penatalaksanaan psikososial
I*) MATERI +TERLAMPIR,
*) MEDIA
!. #aptop
$. #%&
'. "i(rophone
). #eaflat
*I) METODE
!. %eramah
$. &iskusi
'. Tanya *a+ab
!
KE#IATAN PENYULUHAN
NO Ke-iatan Pen.uluhan Au/ian0e "aktu
!. Pembukaan "engu(apkan salam
"emperkenalkan diri
"en*a+ab salam
"emperhatikan
, menit
$. -si "enyampaikan
pengetahuannya
"endengarkan dan
memperhatikan
penyampaian materi
), menit
'. Penutup "enyimpulkan materi
"emberikan
kesempatan peserta
untuk bertanya
"enutup dan
mengu(apkan salam
"endengarkan dan
memperhatikan
.ktif menga*ukan
pertanyaan
"en*a+ab salam
!0 menit
$
BAB I
PENDAHULUAN
A) LATAR BELAKAN#
Ski/ofrenia merupakan suatu deskripsi sindroma dengan 0ariasi penyebab
1banyak yang belum diketahui2 dan per*alanan penyakit 1tak selalu bersifat kronis atau
deteriorating2 yang luas, serta se*umlah akibat yang tergantung pada perimbangan
pengaruh genetik, fisik, dan sosial budaya. Pada umumnya ditandai oleh
penyimpangan yang fundamental dan karakteristik dari pikiran dan persepsi, serta
oleh afek yang tidak +a*ar 1inappropiate2 atau tumpul 1blunted2. 3esadaran yang
*ernih 1clear consciousness2 dan kemampuan intelektual biasanya tetap terpelihara,
+alaupun kemunduran kognitif tertentu dapat berkembang kemudian.

&i .merika Serikat pre0alensi ski/ofrenia seumur hidup dilaporkan se(ara ber0ariasi
! sampai !,, 4. Sesuai dengan angka tersebut, penelitian Epidemological Catchment
Area (ECA) yang disponsori oleh National Institue of Mental Helath (NIHM)
melaporkan pre0alensi seumur hidup sebesar !,' 4. Pre0alensi ski/ofrenia antara
laki5laki dan +anita adalah sama, tetapi terdapat perbedaan dalam onset dan
per*alanan penyakit. #aki5laki mempunyai onset lebih a+al daripada +anita. 6sia
pun(ak onset untuk laki5laki adalah !, sampai $, tahun dan untuk +anita usia pun(ak
adalah $, sampai ', tahun. 7nset ski/ofrenia sebelum usia !0 tahun atau sesudah ,0
tahun adalah sangat *arang.
Penanganan pasien ski/ofrenia dibagi se(ara garis besar men*adi terapi
somatik dan psikososial. Walaupun medikasi antipsikotik adalah inti dari pengobatan
ski/ofrenia, penelitian telah menemukan bah+a inter0ensi psikososial dapat
memperkuat perbaikan klinis. "odalitas psikososial harus diintegrasikan se(ara
(ermat ke dalam regimen obat dan harus mendukung regimen tersebut. Sebagian
besar pasien ski/ofrenia mendapatkan manfaat dari pemakaian kombinasi pengobatan
antipsikotik dan psikososial.

B) BATASAN DAN PEN#ERTIAN
Referat ini membahas mengenai penatalaksanaan psikososial ski/ofrenia.
'
BAB II
$)& De1inisi Ski2o1renia
Ski/ofrenia merupakan suatu deskripsi sindroma dengan 0ariasi penyebab 1banyak
yang belum diketahui2 dan per*alanan penyakit 1tak selalu bersifat kronis atau
deteriorating2 yang luas, serta se*umlah akibat yang tergantung pada perimbangan
pengaruh genetik, fisik, dan sosial budaya.

$)$ Pe/o3an /ia-nostik
8erikut ini merupakan pedoman diagnostik untuk ski/ofrenia

:
Harus ada sedikitnya satu ge*ala berikut ini yang amat *elas 1dan biasanya dua ge*ala
atau lebih bila ge*ala5ge*ala itu kurang ta*am atau kurang *elas2:
1a2 - hought echo : isi pikiran diri sendiri yang berulang atau bergema dalam
kepalanya 1tidak keras2, dan isi pikiran ulangan, +alaupun isinya sama, namun
kualitasnya berbeda.
- hought insertion or !ithdra!al : isi pikiran yang asing dari luar masuk ke dalam
pikirannya 1insertion2 atau isi pikirannya diambil keluar oleh sesuatu dari luar
dirinya 1!ithdra!al29 dan
- hought broadcasting : isi pikirannya tersiar keluar sehingga orang lain atau umum
mengetahuinya.
1b2 5 "elusion of control : +aham tentang dirinya dikendalikan oleh suatu kekuatan
tertentu dari luar9 atau
5 "elusion of influence : +aham tentang dirinya dipengaruhi oleh suatu kekuatan
tertentu dari luar9 atau
5 "elusion of passi#it$ : +aham tentang dirinya tidak berdaya dan pasrah terhadap
sesuatu kekuatan dari luar.
5 "elusional perception : pengalaman indera+i yang tidak +a*ar, yang bermakna
sangat khas bagi dirinya, biasanya bersifat mistik atau muk*i/at.
1(2 Halusinasi auditorik:
5 suara halusinasi yang berkomentar se(ara terus menerus terhadap perilaku pasien,
atau
5 mendiskusikan perihal pasien diantara mereka sendiri 1diantara berbagai suara yang
berbi(ara2.
)
5 *enis suara halusinasi lain yang berasal dari salah satu bagi tubuh
1d2 Waham 5 +aham menetap *enis lainnya, yang menurut budaya setempat dianggap
tidak +a*ar dan sesuatu yang mustahil, misalnya perihal keyakinan agama atau
politik tertentu, atau kekuatan dam kemampuan diatas manusia biasa 1misalnya
mampu mengendalikan (ua(a, atau komunikasi dengan makhluk asing dari dunia
lain2.
.tau paling sedikit dua ge*ala diba+ah ini yang harus selalu ada se(ara *elas:
1e2 Halusinasi yang menetap dari pan(a5indera apa sa*a, apabila disertai baik oleh
+aham yang mengambang maupun setengah berbentuk tanpa kandungan afektif
yang *elas, ataupun disertai ide5ide berlebihan 1o#er- #alued ideas2 yang menetap,
atau apabila ter*adi setiap hari selama berminggu5minggu atau berbulan5bulan terus
berulang.
1f2 .rus pikiran yang terputus 1brea%2 atau mengalami sisipan 1interpolation2, yang
berakibat inkoherensi atau pembi(araan yang tidak rele0an, atau neologisme9
1g2 Perilaku katatonik, seperti keadaan gaduh gelisah 1e:(itement2, posisi tubuh tertentu
1posturing2, atau fleksibilitas (erea, negati0isme, mutisme, dan stupor9
1h2 ;e*ala5ge*ala <negatif=, seperti sikap sangat apatis, bi(ara yang *arang, dan respon
emosional yang menumpul atau tidak +a*ar, biasanya yang mengakibatkan
penarikan diri dari pergaulan sosial dan menurunnya kiner*a sosial9 tetapi harus *elas
bah+a semua hal tersebut tidak disebabkan oleh depresi atau medikasi neuroleptika9
.danya ge*ala5ge*ala khas tersebut diatas telah berlangsung selama kurun +aktu satu
bulan atau lebih.
Harus ada suatu perubahan yang konsisten dan bermakna dalam mutu keseluruhan
1o#erall &ualit$2 dari beberapa aspek kehidupan perilaku pribadi 1personal beha#iour2,
bermanifestasi sebagai hilangnya minat, hidup tak bertu*uan, tidak berbuat sesuatu, sikap
larut dalam diri sendir 1self absorbed atitude2, dan penarikan diri se(ara sosial.
$) 4 Penatalaksanaan Ski2o1renia
$)4)& Tera5i So3atik +Me/ika3entosa,
7bat5obatan yang digunakan untuk mengobati ski/ofrenia disebut antipsikotik.
.ntipsikotik beker*a mengontrol halusinasi, delusi dan perubahan pola fikir yang ter*adi pada
ski/ofrenia. Pasien mungkin dapat men(oba beberapa *enis antipsikotik sebelum
mendapatkan obat atau kombinasi obat antipsikotik yang benar5benar (o(ok bagi pasien.
,
.ntipsikotik pertama diperkenalkan ,0 tahun yang lalu dan merupakan terapi obat5obatan
pertama yang efekitif untuk mngobati ski/ofrenia. Terdapat tiga kategori obat antipsikotik
yang dikenal saat ini, yaitu antipsikotik tipikal dan atipikal.
$)4)$ Tera5i Psikososial
Penatalaksanaan ski/ofrenia yang berhasil membutuhkan perhatian yang lebih besar
daripada sekedar penatalaksanaan farmakologis. Hal yang penting dilakukan adalah
inter0ensi psikososial. Hal ini dilakukan dengan menurunkan stresor lingkungan atau
mempertinggi kemampuan penderita untuk mengatasinya, dan adanya dukungan sosial.
-nter0ensi psikososial diyakini berdampak baik pada angka relaps dan kualitas hidup
penderita.
.da beberapa ma(am metode yang dapat dilakukan antara lain :
&) Psikoe/ukasi
Terapi ini memberikan edukasi kepada pasien dan perhatian mereka terhadap
penyakitnya. Hal ini meningkatkan pengetahuan mereka tentang ge*ala dan terapi, pelayanan
yang tersedia dan ren(ana pemulihan. Sehingga mereka dapat memonitor tanda peringatan
relaps se(ara dini dan membuat ren(ana bagaimana merespon tanda ini serta bela*ar untuk
men(egah relaps. -nformasi dan edukasi dapat diberikan melalui 0ideo, pamflet, !ebsites,
atau diskusi dengan dokter.
$) Tera5i keluar-a
8erbagai terapi berorientasi keluarga berguna dalam pengobatan ski/ofrenia. 3arena
pasien ski/ofrenia selalu dipulangkan dalam keadaan remisi parsial. 3eluarga seringkali
mendapatkan manfaat dari terapi keluarga yang singkat dan intensif. Pemusatan perhatian
terapi adalah situasi yang segera serta mengidentifikasi dan menghindari situasi yang
kemungkinan menimbulkan kesulitan. >ika masalah memang berasal dari dalam keluarga
maka pusat terapi harus pada peme(ahan masalah se(ara tepat.

Setelah pemulangan pasien dari rumah sakit, topik penting yang dibahas di dalam
terapi keluarga adalah proses pemulihan, khususnya lama dan ke(epatannnya. Sering kali
anggota keluarga, mendorong keluarganya yang menderita ski/ofrenia untuk melakukan
akti0itas teratur terlalu (epat. Ren(ana yang terlalu optimistik tersebut berasal dari
ketidaktahuan tentang sifat ski/ofrenia ataupun dari penyangkalan tentang keparahan
penyakit. .hli terapi harus membantu keluarga dan pasien mengerti dengan penyakit
ski/ofrenia tanpa harus merasa ke(il hati. .hli terapi dapat menerangkan episode psikotik itu
sendiri dan peristi+a5peristi+a yang memi(u ter*adinya episode tersebut. Tetapi dalam
prakteknya ahli terapi sering tidak memperdulikan episode psikotik, sehingga seringkali
menambah rasa malu penderita terhadap peristi+a tersebut dan tidak dapat mengambil
manfaat dari peristi+a tersebut sebagai bahan diskusi, pendidikan dan pengertian. 8agi
anggota keluarga seringkali ditakuti oleh ge*ala psikotik. Terapi keluarga selan*utnya
diarahkan kepada berbagai ma(am strategi penurunan stres dan penyelesaian masalah serta
melibatkan kembali pasien dalam akti0itas.
Tu*uan terapi keluarga adalah:
!. Pendidikan pasien dan keluarga tentang sifat5sifat gangguan ski/ofrenia.
$. "engurangi rasa bersalah penderita atas timbulnya penyakit ini. 8antu penderita
memandang bah+a ski/ofrenia adalah gangguan *i+a.
'. "empertinggi toleransi keluarga akan perilaku disfungsional yang tidak berbahaya.
3e(aman dari keluarga dapat berkaitan erat dengan relaps.
). "engurangi keterlibatan orang tua dalam kehidupan emosional penderita. 3eterlibatan
yang berlebihan *uga dapat meningkatkan resiko relaps.
,. "engidentifikasi perilaku problematik pada penderita dan anggota keluarga lainnya dan
memper*elas pedoman bagi penderita dan keluarga.
&i dalam sesi terapi keluarga dengan pasien ski/ofrenia, ahli terapi harus
mengendalikan intensitas emosi dari setiap sesi. ?kspresi emosi yang berlebihan dapat
merusak pemulihan pasien ski/ofrenia dan mengurangi keberhasilan sesi terapi selan*utnya.
Se*umlah penelitian menun*ukkan bah+a terapi keluarga efektif dalam menurunkan relaps.
.ngka relaps tahunan tanpa terapi keluarga $,5,04 sedangkan dengan terapi keluarga ,5
!04.
4) Tera5i 5erilaku6ko-niti1 +Cognitive behavioural therapy,
@
Cogniti#e beha#ioral therap$ 1%8T2 men(akup berbagai inter0ensi. Pada intinya
adalah gagasan bah+a *ika pasien dapat tampil dengan model kognitif dari ge*ala5ge*ala
mereka, mereka akan dapat mengembangkan strategi coping yang lebih adaptif, sehingga
dapat mengurangi distres, meningkatkan fungsi sosial, dan bahkan mungkin menurunnya
ge*ala. %8T, melibatkan pertemuan regular antara terapis dan pasien, kemudian yang sering
1namun tidak selalu2 psikolog klinis 1profesi lain termasuk pera+at psikiatri komunitas dan
psikiater yang men*adi lebih terlibat sebagai terapis terlatih2.
Paket terapi ini menekankan terhadap agenda per*an*ian terapeutik yang umum, dan
perhatian yang sungguh5sungguh. ?lemen yang relatif tidak spesifik membentuk suatu
komponen penting dalam semua paket terapi, termasuk informasi dasar tentang ski/ofrenia
dan terapi farmakologisnya, strategi untuk menangani ke(emasan dan depresi, dan inter0ensi
untuk menangkal ge*ala negatif dan disfungsi sosial. Strategi yang lebih spesifik untuk
memenuhi target ge*ala positif termasuk memformulasikan, bersama dengan pasien,
alternatif, model pen*elasan yang lebih adaptif untuk delusi dan halusinasi. 8agaimanapun
*uga terdapat perbedaan penting pada detil antara penelitian yang telah dipublikasikan,
(ontohnya sehubungan dengan memperhatikan lamanya inter0ensi atau ker*asama dengan
keluarga. Perbedaan *uga dibuat antara %8T pada ski/ofrenia akut dan kronis, +alaupun
hasilnya disa*ikan dalam kedua tersebut.
Ren(ana pengobatan untuk ski/ofrenia harus ditu*ukan pada kemampuan dan
kekurangan pasien. Terapi perilaku kognitif digunakan pada pasien dengan ge*ala yang
menetap. Terapi ini menga*arkan pasien ski/ofrenia untuk menilai pikiran dan persepsi
mereka sebenarnya, tidak mendengar suara5suara 1halusinasi2 dan tidak bersikap apatis.
Terapi ini efektif mengurangi ge*ala yang berat dan resiko relaps. Selain itu, terapi perilaku
kognitif *uga membantu dalam menghadapi situasi penuh stres, memperbaiki kemampuan
berpikir dan memori serta bela*ar untuk bersosialisasi.
Terapi perilaku menggunakan hadiah ekonomi dan latihan keterampilan sosial untuk
meningkatkan kemampuan sosial, kemampuan memenuhi diri sendiri, latihan praktis dan
komunikasi interpersonal. Perilaku adaptif didorong dengan pu*ian atau hadiah yang dapat
ditebus seperti hak istime+a atau pas *alan di rumah sakit. &engan demikian perilaku
maladaptif seperti berbi(ara lantang, berbi(ara sendiri dan postur tubuh yang aneh dapat
diturunkan.

Penelitian menun*ukkan bah+a terapi perilaku kognitif merupakan terapi pilihan
untuk ge*ala depresi dan an:ietas. Terapi ini *uga efektif mengurangi penyalahgunaan obat.
A
') Reha7ilitasi sosial /an 8okasional
Rehabilitasi yang fokus pada kemampuan sosial dan beker*a bisa menghilangkan atau
mengurangi ge*ala penyakit *i+a. Hal ini membantu mereka agar lebih bermanfaat dalam
komunitasnya.

Rehabilitasi ini bisa dilakukan se(ara indi0idual ataupun berkelompok,
tergantung pada kebutuhan.

Program rehabilitasi men(akup konseling 0okasional, latihan
ker*a, permainan simulasi, peker*aan rumah, konseling pengaturan keuangan, kemampuan
komunikasi, bela*ar menggunakan transfortasi umum dan praktek sosial.
Terapi keterampilan sosial 1social s%ills therap$2 dapat se(ara langsung membantu
dan berguna bagi pasien serta se(ara alami meningkatkan keberhasilan terapi farmakologis.
8eberapa ge*ala ski/ofrenia yang paling terlihat adalah menyangkut hubungan pasien dengan
orang lain, termasuk kontak mata yang buruk, respon lambat yang tidak la/im, ekspresi +a*ah
yang aneh, tidak adanya spontanitas dalam situasi sosial, persepsi yang tidak akurat atau tidak
adanya persepsi emosi terhadap orang lain.
9) Tera5i Kelo35ok
Terapi kelompok bagi ski/ofrenia biasanya memusatkan pada ren(ana, masalah, dan
hubungan dalam kehidupan nyata. 3elompok mungkin terorientasi se(ara perilaku,
terorientasi se(ara psikodinamika atau tilikan, atau suportif. Terapi kelompok efektif dalam
menurunkan isolasi sosial, meningkatkan rasa persatuan, dan meningkatkan tes realitas bagi
pasien ski/ofrenia. 3elompok yang memimpin dengan (ara suportif, bukannya dalam (ara
interpretatif, tampaknya paling membantu bagi pasien ski/ofrenia.
Terapi kelompok ini men(akup dari yang usaha yang menekankan pada dukungan dan
peningkatan terhadap kemampuan sosial, penyembuhan spesifik yang bersifat simtomatis,
hingga pada konflik intrapsikis yang belum terpe(ahkan. >ika dibandingkan dengan terapi
indi0idual, dua kekuatan utama dari terapi kelompok ini adalah kesempatan untuk
mendapatkan umpan balik dengan segera dari teman sebaya pasien dan kesempatan bagi
masing5masing pasien dan ahli terapi untuk mengobser0asi respon psikologis, emosional, dan
perilaku pasien terhadap orang5orang yang memperoleh transferensi yang ber0ariasi. 8aik
persoalan indi0idu dan interpersonal dapat diselesaikan dengan psikoterapi kelompok.
Prinsip memilih pasien untuk terapi aktifitas kelompok adalah homogenitas yang
di*abarkan antara lain:
B
&) #e:ala sa3a
Setiap terapi aktifitas kelompok memiliki tu*uan spesifik bagi anggotanya, bisa untuk
sosialisasi, ker*asama ataupun mengungkapkan isi halusinasi. Setiap tu*uan spesifik tersebut
akan dapat di(apai bila pasien memiliki masalah atau ge*ala yang sama, sehingga mereka
dapat beker*asama atau berbagi dalam proses terapi.
>ika sekelompok orang yang sedang mempunyai masalah mau men(eritakan
pengalamannya, dan men(urahkan emosinya kepada orang lain, maka akan ter(ipta perasaan
empati satu sama lain. #e+at terapi ini mereka dia*ak berkumpul, dan saling membagikan
(erita maupun perasaan yang sedang dialaminya terutama mengenai masalah yang sedang
dihadapinya. Tanpa sadar momen ini akan meman(ing inisiatif dan pemikiran terpendam dari
masing5masing anggota untuk keluar.
$) Kate-ori sa3a
&alam artian pasien memiliki nilai skor hampir sama dari hasil kategorisasi. Pasien
yang dapat diikutkan dalam terapi aktifitas kelompok adalah pasien akut skor rendah sampai
pasien tahap promotion. 8ila dalam satu terapi pasien memiliki skor yang hampir sama maka
tu*uan terapi akan lebih mudah ter(apai.
4) !enis kela3in sa3a
Pengalaman terapi aktifitas kelompok yang dilakukan pada pasien dengan ge*ala
sama, biasanya laki5laki akan lebih mendominasi dari pada perempuan. "aka lebih baik
dibedakan.
') Kelo35ok u3ur ha35ir sa3a
Tingkat perkembangan yang sama akan memudahkan interaksi antar pasien.
9) !u3lah e1ekti1 ;6&% oran- 5er6kelo35ok tera5i
Terlalu banyak peserta maka tu*uan terapi akan sulit ter(apai karena akan terlalu
ramai dan kurang perhatian terapis pada pasien. 8ila terlalu sedikitpun, terapi akan terasa sepi
interaksi dan tu*uanya sulit ter(apai.
3elebihan dari (ara ini adalah bisa diterapkan dalam kondisi apa pun. &isamping itu,
*uga melatih seseorang untuk sedikit demi sedikit memun(ulkan pemikiran5pemikiran
kreatifnya sehingga tidak mudah menyerah dengan keadaan. &i sini, berbagai ide sangat
!0
dihargai dan pasti didengarkan terutama ketika perasaan sebagai satu saudara sudah didapat.
7rang yang memiliki tipe intro0ert akan terpan(ing untuk men(urahkan dan mengeluarkan
pendapatnya dalam diskusi kelompok.
Tahapan yang sebaiknya dilakukan adalah sebagai berikut

:
!. 8uatlah satu kelompok ke(il yang terdiri dari kurang lebih lima orang atau lebih dan
mereka telah saling mengenal .
$. 8ukalah seluruh kesulitan, beban hidup yang dialami berkaitan dengan fokus perkara
yang akan dibahas.
'. &engarkanlah dan hormatilah la+an bi(ara untuk men(urahkan semua perasaannya satu5
persatu sampai tuntas, bahkan sampai menangis5pun boleh *ustru itu sangat efektif dan
bagus untuk mengeluarkan emosi.
). 8ukalah sesi di mana seluruh indi0idu bebas untuk menimpali dan memotong la+an
bi(aranya dengan tu*uan utama memberikan satu solusi yang berguna. .rahkan bersama
untuk memikirkan apa yang terbaik bagi kelompok dan masyarakat.
3ekuatan utama terletak pada kemampuan 0erbal dan (urhat dari anggota, karena
proses penyembuhan ter*adi di sini. Segala luka5luka batin dan beban yang menggan*al
dikeluarkan se(ara lugas dan ini membuat pertahanan diri manusia mulai terbuka sehingga
orientasi ke arah diri sendiri atau ego5nya berkurang.
6ntuk membantu orang dengan kepribadian yang benar5benar tertutup, bisa *uga
diberi sesi khusus sebelum diskusi dimulai. Cakni mempersilahkan menggambar pengalaman
yang paling traumatis dalam hidupnya pada suatu kertas besar kemudian saling men(eritakan
pengalamannya. -ni sangat membantu, khususnya untuk yang bertipe intro0ert agar
men(urahkan emosi yang belum terselesaikan dan mempersiapkan masuk dalam topik
pembi(araan.
.da beberapa ma(am kegiatan pengganti selain menggambar. "isalnya menggunakan
tanah liat dibentuk men*adi sema(am benda yang me+akili perasaannya. &engan (ara yang
sama mereka akan mengungkapkan apa yang dialami saat itu.
Setelah tahapan ini berhasil, kelompok terapi tersebut diharapkan membentuk satu
grass root yang kokoh, kemudian dibuat *aringan yang tersusun dari tim5tim diskusi dengan
tilikannya masing5masing yang men*adi komponen dan elemen inti dari +adah ini.
!!
<) Kelo35ok Menolon- Diri Sen/iri +self-help group,
3elompok menolong diri sendiri adalah orang yang ingin mengatasi masalah atau
krisis kehidupan tertentu. 8iasanya disusun dengan tugas tertentu, kelompok tersebut tidak
berusaha untuk menggali psikodinamika indi0idu se(ara sangat mendalam atau untuk
mengubah fungsi kepribadian se(ara bermakna. Tetapi kelompok menolong diri sendiri telah
meningkatkan kesehatan dan kese*ahteraan emosional banyak orang.
Suatu karakteristik yang membedakan kelompok menolong diri sendiri adalah
homogenitasnya. .nggota staf menderita gangguan yang sama, dan mereka berbagi
pengalaman mereka, baik dan buruk, berhasil dan tidak berhasil, satu sama lainnya. &engan
melakukan hal tersebut, mereka saling mendidik satu sama lainnya, memberikan dukungan
yang saling menguntungkan dan menghilangkan perasaan terasing yang biasanya dirasakan
oleh orang yang ditarik ke tipe kelompok tersebut.
3elompok menolong diri sendiri menekankan keterpaduan yang (ukup kuat pada
kelompok tersebut. 3arena anggota kelompok memiliki masalah dan ge*ala yang sama,
ikatan emosional yang kuat dan karakteristik kelompok sendiri adalah berkembang, sehingga
anggotanya dapat menyandang kualitas kesembuhan magis. %ontoh dari 3elompok menolong
diri sendiri adalah Alcoholic Anon$mous 1..2, 'amblers Anon$mous 1;.2 dan (#ertreaters
Anon$mous 17.2.
Pergerakan kelompok menolong diri sendiri adalah semakin naik. 3elompok
memenuhi kebutuhan anggota kelompoknya dengan memberikan penerimaan, dukungan
yang saling menguntungkan dan bantuan dalam menghadapi pola perilaku maladaptasi atau
keadaan perasaan yang biasanya belum berhasil dengan kesehatan mental tradisional dan
profesional medis. 3elompok menolong diri sendiri dan kelompok terapi telah mulai untuk
bergabung: kelompok menolong diri sendiri telah memungkinkan anggotanya menghentikan
pola perilaku yang tidak diinginkan9 kelompok terapi membantu anggotanya mengerti
mengapa dan bagaimana mereka seharusnya atau adanya.
;) Inter8ensi Krisis +0risis su55ort,
Suatu krisis adalah respon terhadap peristi+a yang berbahaya dan dialami sebagai
keadaan yang menyakitkan. Sebagai akibatnya, krisis (endrung memobilisasi reaksi yang
!$
kuat untuk membantu orang menghilangkan gangguan dan kembali ke keadaan
keseimbangan emosional yang ada sebelum onset krisis. >ika hal tersebut ter*adi, krisis dapat
diatasi tetapi disamping itu, orang bela*ar bagaimana menggunakan reaksi adaptif. Selain itu,
dengan meme(ahkan krisis pasien mungkin berada dalam keadaan pikiran yang lebih baik,
lebih unggul dibandingkan onset kesulitan psikologis. Tetapi *ika pasien menggunakan reaksi
maladaptif, keadaan menyakitkan akan men*adi kuat, krisis akan mendalam dan perburukan
regresif akan ter*adi yang menghasilkan ge*ala psikiatrik. ;e*ala tersebut, selan*utnya akan
berkristalisasi ke dalam pola perilaku neurotik yang membatasi kemampuan pasien untuk
berfungsi se(ara bebas. Tetapi, kadang5kadang situasi tidak dapat distabilkan9 reaksi
maladaptif baru diperkenalkan9 dan akibatnya dapat dalam roporsi yang membahayakan yang
menyebabkan kematian oleh bunuh diri. &alam hal tersebut, krisis psikologis adalah
menyakitkan dan mungkin dipandang sebagai titik per(abangan untuk men*adi lebih baik
atau lebih buruk.
Situasi krisis adalah berhenti dengan sendirinya dan dapat berlangsung kapan sa*a dari
beberapa*am sampai minggu. 3risis seperti itu ditandai oleh fase a+al, dimana ke(emasan
dan ketegangan timbul. Dase tersebut diikuti oleh suatu fase dimana mekanisme meme(ahkan
masalah digerakkan. "ekanisme tersebut mungkin berhasil, tergantung pada apakah adaptif
atau maladaptif.
Pasien selama periode keka(auan adalah reseptif terhadap bantuan minimal dan
mendapatkan hasil yang berarti. &engan demikian semua *enis bantuan telah dian*urkan
untuk tu*uan tersebut. 8eberapa adalah terbuka yang lainnya membatasi +aktu yang tersedia
atau *umlah sesion.
Teori krisis membantu kia mengerti orang normal yang sehat yang berada dalam krisis
dan mengembangkan alat terapetik yang ditu*ukan untuk men(egah kesulitan psikologis di
masa depan.
-nter0ensi krisis dita+arkan kepada orang yang tidak mampu atau terganggu se(ara
parah oleh suatu krisis.
!'
Kriteria Pe3ilihan
3riteria yang digunakan untuk memilih pasien adalah ri+ayat penyakit situasi
berbahaya yang spesifik yang belum lama ter*adi yang menghasilkan ke(emasan, suatu
peristi+a pen(etus yang diperkuat oleh ke(emasan, bukti5bukti *elas bah+a pasien dalam
keadaan krisis psikologis seperti yang ditentukan sebelumnya, moti0assi tinggi untuk
mengatasi krisis, suatu potensi untuk membuat penyesuaian psikologis sama atau lebih tinggi
dari yang ada sebelum perkembangan krisis, dan dera*at tertentu pengalaman psikologis,
suatu kemampuan untuk mengenali alasan psikologis untuk kesulitan sekarang.
Pers.aratan /an Teknik
-nter0ensi krisis menghadapi orang di pertengahan krisis dimana pada intinya adalah
ke(epatan. Terapi memerlukan pengertian bersama tentang psikodinamika yang terlibat dan
kesadaran bagaimana hal tersebut bertanggung *a+ab untuk krisis. Partisipan adalah
beker*asama, bertu*uan untuk meme(ahkan krisis. &isamping itu, pasien dan *uga ahli terapi
se(ara aktif berperan serta dalam terapi.
Teknik yang digunakan adalah penenteraman, sugesti, manipulasi lingkungan dan
medikasi psikotropik. Pera+atan singkat di rumah sakit mungkin ditambahkan sebagai bagian
terapi. Semua manu0er terapi ditu*ukan untuk menurunkan ke(emasan pasien. #ama
inter0ensi krisis adalah ber0ariasi dari satu atau dua sesion sampai beberapa +a+an(ara
selama periode satu atau dua bulan. Persyaratan teknik untuk inter0ensi krisis adalah
penegakan suatu rapport yang (epat dengan pasien yang bertu*uan untuk men(iptakan ikatan
terapetik9 menin*au kembali langkah5langkah yang telah menyebabkan krisis9 mengerti reaksi
maladaptif yang digunakan pasien untuk menghadapi krisis9 memusatkan perhatian hanya
pada krisis9 bela*ar menggunakan (ara adaptif untuk menghadapi krisis9 menghindari
perkembangan ge*ala9 menggunakan perasaan transferensi yang positif terhadap ahli terapi,
untuk mentransformasikan peker*aan ke dalam pengalaman bela*ar9 menga*ari pasien
bagaimana menghindari situasi yang membahayakan yang kemungkinn menimbulkan krisis
di masa depan9 dan mengakhiri inter0ensi dengan segera setelah bukti5bukti menyatakan
bah+a krisis telah terpe(ahkan dan pasien *elas mengerti semua langkah yang menyebabkan
perkembangan dan peme(ahan krisis.
!)
Hasil Akhir
Hasil akhir terapi terletak pada kemampuan pasien untuk men*adi lebih siap untuk
menghindari atau *ika perlu untuk menghadapi bahaya di masa depan. &isamping itu,
berdasarkan beberapa pengamatan ob*ektif pasien, pengalaman terapetik telah
memungkinkan mereka mendapatkan tingkat fungsi emosional yang lebih tinggi dari sebelum
krisis. &engan demikian, inter0ensi krisis bukan hanya terapetik tetapi *uga pre0entif.
=) Konselin-
8erbi(ara dengan seseorang adalah salah satu penatalaksanaan ski/ofrenia yang
terpenting. &okter tempat pasien berkonsultasi akan memberi dukungan selama dan setelah
episode psikosis mun(ul.
>) Tera5i Psiko3otor
Terapi psikomotorik ialah suatu bentuk terapi yang mempergunakan gerakan tubuh
sebagai salah satu (ara untuk melakukan analisa berbagai ge*ala yang mendasari suatu bentuk
gangguan *i+a dan sekaligus sebagai terapi. .nalisa yang diperoleh dapat dipakai sebagai
bahan diskusi dinamika dari perilaku serta responnya dalam perubahan perilaku dengan
tu*uan mendapatkan perilaku yang paling sesuai dengan dirinya.
&%) Tera5i Rekreasi
Terapi reakreasi ialah suatu bentuk terapi yang mempergunakan media reakresi
1bermain, berolahraga, berdarma+isata, menonton TE, dan sebagainnya2 dengan tu*uan
mengurangi keterganguan emosional dan memperbaiki prilaku melalui diskusi tentang
kegiatan reakresi yang telah dilakukan, sehingg perilaku yang baik diulang dan yang buruk
dihilangkan.
&&) Tera5i Seni +Art therapy,
Terapi seni ialah suatu bentuk yang menggunakan media seni 1 tari, lukisan,
musik,pahat, dan lain5lain2 untuk mengekspresikan ketegangan5ketegangan pskis, keinginan
yang terhalang sehingga mendapatkan berbagai bentuk hasil seni dan menyalurkan dorongan5
!,
dorongan yang terpendam dalam *i+a seseorang. Hasil seni yang dibuat selain dapat
dinikmati orang lain dan dirinya *uga akan meningkatkan harga diri seseorang.
Pera+at *i+a yang selalu dekat dengan pasien diharapkan dapat memberikan berbagai
kegiatan yang terarah dan berguna bagi pasien dalam berbagai terapi tersebut.
!
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
4)& Kesi35ulan
!. Penatalaksanaan ski/ofrenia yang berhasil membutuhkan perhatian yang lebih besar
daripada sekedar penatalaksanaan farmakologis. Hal yang penting dilakukan adalah
inter0ensi psikososial. Hal ini dilakukan dengan menurunkan stressor lingkungan
atau mempertinggi kemampuan penderita untuk mengatasinya, dan adanya
dukungan sosial.
$. Penatalaksanaan psikososial bagi pasien ski/ofrenia terdiri atas:
5 psikoedukasi
5 terapi keluarga
5 terapi perilaku kognitif
5 rehabilitasi sosial dan 0okasional
5 terapi kelompok
5 kelompok menolong diri sendiri
5 inter0ensi krisis
5 konseling
5 terapi psikomotor
5 terapi rekreasi
5 terapi seni
4)$ Saran
!. Tenaga kesehatan hendaknya tidak hanya terpaku pada penatalaksanaan somatik
sa*a, tetapi *uga penatalaksanaan psikososial harus lebih diperhatikan.
$. Tenaga kesehatan, pasien sendiri dan keluarga hendaknya saling beker*asama dalam
penatalaksanaan ski/ofrenia agar diperoleh hasil yang maksimal.
!@