Anda di halaman 1dari 13

MANAJEMEN STRATEGIK

VISI DAN MISI PERUSAHAAN, EFE & IFE MATRIX


PT INDOSAT Tbk

Oleh:
Nurli Amalia J 040912206








FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2013

A. Profil PT Indosat Tbk
PT Indosat Tbk adalah perusahaan penyedia layanan telekomunikasi dan informasi
terkemuka di Indonesia yang menyediakan jasa layanan selular prabayar dan pascabayar
secara nasional. Indosat juga menyediakan jasa telekomunikasi tetap atau fixed voice
termasuk IDD, jasa tetap nirkabel dan jasa telepon tetap.

Sebagai tambahan, bersama anak Perusahaan, PT Indosat Mega Media (IM2) dan PT
Aplikanusa Lintasarta, Indosat menyediakan layanan fixed data atau Multimedia, Internet
& Data Komunikasi seperti IPVPN, leased line dan layanan internet. Indosat merupakan
pelopor dalam memperkenalkan layanan jaringan nirkabel yang menggunakan teknologi
kecepatan 3.5G HSDPA di Indonesia. Perusahaan berhasil melakukan dual listing saham
pada tahun 1994 dan kini Saham Biasa Perseroan tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDx:
ISAT) dengan American Depository Shares juga terdaftar di Bursa Efek New York
(NYSE: IIT).

B. Visi, Misi, dan Nilai
Visi
Menjadi pilihan utama pelanggan untuk seluruh kebutuhan informasi dan komunikasi

Misi
-Menyediakan dan mengembangkan produk, layanan dan solusi inovatif yang berkualitas
untuk memberikan nilai lebih bagi para pelanggan.
-Meningkatkanshareholders value secara terus menerus.
-Mewujudkan kualitas kehidupan yang lebih baik bagi stakeholder.

Nilai
Integritas
Mematuhi standar etika tertinggi dalam semua aspek kerja berdasarkan prinsip-prinsip
loyalitas, tanggung jawab dan dedikasi terhadap Perusahaan.

Kerjasama
Bekerja dalam tim dengan kinerja yang baik, memanfaatkan keahlian dan pengalaman
dari kolega dan mitra kami dalam suasana yang saling percaya.

Keunggulan
Bertekad untuk menghasilkan yang terbaik dalam hal apapun yang dilakukan dan
berupaya untuk menciptakan hasil yang melebihi harapan.

Kemitraan
Bertekad untuk menjadi mitra yang baik, menjalin hubungan kolaboratif, produktif, dan
saling menguntungkan

Fokus pada pelanggan
Berfokus pada upaya untuk melebihi harapan pelanggan
dalam hal apapun yang kami lakukan.

C. Analisis Matriks IFE dan EFE
Matriks IFE

Analisis Matriks IFE (I nternal Factor Evaluation) PT. Indosat Tbk.
Key Internal Factors Weight Rating Score
Kekuatan (Srength):
1. SDM kompeten
2. Brands yang sudah terkenal
3. Promosi secara besar-besaran
4. Segmentasi pasar yang tepat
5. Kualitas Pelayanan yang baik
Kepada para pelanggan

Kelemahan (Weaknessess):
6. Jaringan sulit diakses didaerah-
daerah terpencil
7. Kekurangan pendanaan dalam
persaingan


0,20
0,10
0,05
0,20
0,10



0,10

0,05



4
3
3
1
3



4

3



0,80
0,30
0,15
0,20
0,30



0,40

0,15


8. Pengembangan teknologi yang
masih tertinggal dibanding
pesaing
9. Net Income yang menurun
tahun 2012
10. Jaringan yang belum
menyeluruh
0,05


0,10

0,05
3


2

2
0,15


0,20

0,10
Total 1,00 2,75

1. SDM kompeten
PT Indosat memiliki SDM yang cukup handal. Hal ini dikarenakan perekrutan untuk mencari
bibit sdm yang unggul dan setelah diterima akan diberi pelatihan secara berkala untuk
meningkatkan kinerjanya.
2. Brands yang sudah terkenal
Indosat telah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia, terutama bagi remaja-remaja. Hal
ini dikarenakan promosi dan adanya layanan yang pas untuk konsumennya
3. Promosi secara besar-besaran
Indosat sudah sejak dulu kala memulai strategi bisnisnya dengan promosi secara besar-
besaran dan intens sehingga hal ini dapat meningkatkan brandingnya
4. Segmentasi pasar yang tepat
Segmentasi perusahaan ini adalah untuk kalangan menengah ke bawah khususnya. Namun
Indosat juga membidik pasar menengah ke atas.
5. Kualitas Pelayanan yang baik Kepada para pelanggan
Indosat selalu menghadirkan solusi yang tepat untuk permasalahan yang dihadapi
konsumennya dengan menciptakan program-program yang terjangkau dan tetap
mempertahankan layanannya dengan baik.

6. Jaringan sulit diakses didaerah-daerah terpencil
Indosat masih belum dapat sepenuhnya mengakses daerah-daerah terpencil dikarenakan
kurangnya BTS yang diletakkan di daerah terpencil tersebut. Dibutuhkan dana yang tidak
sedikit untuk membangun BTS.


7. Kekurangan pendanaan dalam persaingan
Dibandingkan oleh pesaing-pesaingnya, modal Indosat cenderung masih lumayan kecil.
Untuk dapat meningkatkan performa perusahaan, Indosat membutuhkan penambahan modal
khususnya untuk membangun infrastruktur.



8. Pengembangan teknologi
Bagian RnD pada perusahaan Indosat masih harus mengembangkan kreatifitasnya untuk
menciptakan program yang dapat memuaskan konsumennya. Teknologi yang dimiliki Indosat
masih harus diperbaiki lagi jika dibandingkan oleh pesaingnya Telkomsel dan XL.
9. Net Income yang menurun tahun 2012
Laba bersih yang didapat perusahaan ini semakin menurun ke tahun 2012. Walaupun
pendapatan secara keseluruhan meningkat, namun laba bersih menurun. Hal ini dikarenakan
beban yang semakin meningkat sehingga mengurangi laba bersih yang didapat.
10. Jaringan yang belum menyeluruh
Karena kurangnya pendanaan pada Indosat, sehingga menyebabkan kurangnya infrastruktur
seperti BTS yang harus dibangun di daerah terpencil. Hal ini menyebabkan jaringan yang
tidak menyeluruh di Indonesia.

Kesimpulan matriks IFE Indosat :
Sesuai dengan matriks IFE di atas, PT Indosat memiliki skor 2,75. Hal ini mengindikasikan
bahwa perusahaan ini telah cukup baik dalam mengelola kekurangan yang dimiliki dan
semakin meningkatkan kekuatan yang dimiliki.

Matriks EFE
Analisis Matriks EFE (External Factor Evaluation) PT. Indosat Tbk.
Key External Factors Weight Rating Score
Peluang (Opportunitties):
1. Populasi penduduk Indonesia
yang makin bertambah
2. Keadaan Wilayah Indonesia
yang berupa kepulauan

0,08

0,10


2

3


0,16

0,30

3. Pertumbuhan ekonomi
Indonesia yang semakin
meningkat
4. Dunia bisnis yang makin
berkembang
5. Makin murahnya harga telepon
genggam
6. Kemajuan teknologi di bidang
telekomunikasi
7. Layanan bundling dengan
vendor telepon seluler
8. Semakin maraknya
penggunaan nada sambung
pribadi
Ancaman :
9. Aturan dari pemerintah yang
bersifat membatasi
10. Adanya produk layanan baru
dari pesaing
11. Munculnya perusahaan-
perusahaan baru di bidang
telekomunikasi
12. Muncul dan berkembangnya
teknologi cdma
13. Persaingan tarif yang sangat
ketat
14. Perang kekuatan jaringan

0,06


0,05

0,09

0,06

0,04

0,03



0,06

0,09
0,11

0,06

0,09
0,08
4


4

3

2

3

1



2

4

1


2

4

3
0,24


0,20

0,27

0,12

0,12

0,03



0,12

0,36

0,11


0,12

0,36

0,24

Total 1,00 2,75
Analisis Matriks External Factors Evaluation (EFE)

1. Populasi Penduduk Indonesia yang Makin Bertambah
Hasil proyeksi BPS menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia selama dua puluh lima
tahunmendatang terus meningkat yaitu dari 205,1 juta pada tahun 2000 menjadi 273,2 juta
pada tahun2025. Sementara itu, Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian dalam situs
resminyamenyatakan bahwa penduduk Indonesia diestimasikan berjumlah 229 juta pada tahun
2008.Kenaikan jumlah penduduk tersebut berbanding lurus dengan naiknya jumlah pengguna teleponseluler
di Indonesia. Jumlah pengguna telepon seluler pada saat sekarang ini telah mencapaikurang lebih 96.410.000,
teledensitas 36,39 % dengan tingkat prosentase pertumbuhan pelanggantelepon seluler mencapai 28,26 %
pertahun.
Selain diakibatkan oleh kenaikan jumlah penduduk, peningkatan jumlah pengguna seluler
jugadipengaruhi oleh kecenderungan pelanggan untuk memakai lebih dari satu macam kartu seluler, jadi ada
yang dipakai sebagai primary dan secondary number.Sebagai contoh riil, sejalan dengan pertumbuhan jumlah
penduduk, jumlah pelanggan Indosatmengalami kenaikan sebesar 49% pada tahun 2010, Telkomsel sebesar
36%, dan XL sebesar 59%.

2. Keadaan Wilayah Indonesia yang Berupa Kepulauan
Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat beragam keadaan geografisnya.
Menurutdata Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia tahun 2004, jumlah pulau di Indonesia
adalahsebanyak 17.504 buah. Dengan kondisi seperti itu tentu memberikan tantangan sekaligus
peluangtersendiri bagi Indosat untuk menjadi salah satu provider seluler yang dapat memenuhi
kebutuhantelekomunikasi. Hal ini terjadi dapat dijelaskan dengan kecenderungan masyarakat Indonesiauntuk
selalu menjalin komunikasi dengan keluarga, relasi dan teman-teman di seluruh pelosokIndonesia secara
nyaman, real time, namun tetap dengan biaya yang terjangkau, yang masih sulitdiwujudkan apabila harus
bertatap muka langsung ke daerah tempat mereka tinggal ataupundengan cara korespondensi melalui surat
yang akan memakan waktu yang lama.Kebutuhan masyarakat ini direspon dengan baik oleh perusahaan-
perusahaan penyedia jasatelekomunikasi, terutama Indosat yang membuktikan keseriusannya dengan terus-
menerusmeningkatkan kualitas dan kuantitas jaringannya dengan membangunkan BTS(Base
TransceiverStation) yang berfungsi menjembatani perangkat komunikasi pengguna dengan jaringan
menuju jaringan lain.

3. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meningkat
Mengutip Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam rapat paripurna DPR tanggal19
Januari 2010 yang menyatakan bahwa kondisi makro ekonomi Indonesia pada 2012 relatif stabil. Ekonomi
Indonesia tumbuh 6,1 persen dan pendapatan perkapita meningkat Rp 21,7 juta.Pertumbuhan ekonomi
tersebut secara langsung maupun tidak langsung turut mempengaruhikenaikan jumlah pelanggan seluler di
Indonesia begitu pula sebaliknya. Masyarakat sebagaikonsumen sekaligus pengguna (user) teknologi kini
semakin terbantu dengan meningkatnyakemampuan sistem telekomunikasi. Hal ini dirasakan sangat besar
pengaruhnya terhadap kondisiperekonomian masyarakat.Pada kondisi sekarang ini, pertumbuhan ekonomi
masyarakat yang cukup pesat adalah kontribusidari sistem telekomunikasi yang semakin canggih.
Dengan perkembangan sistem telekomunikasi, aktivitas ekonomi seperti jual-beli kini menjadi jauh
lebih mudah. Istilah yang sering dipakai untukmenjelaskan aktivitas ini adalahe-commerce, di mana
pembeli dan penjual kini dapat bertransaksimelalui telepon atau menggunakan internet sebagai
media perantara.Sistem perdagangan inidapat meningkatkan efisiensi sumber daya yang harus
disediakan perusahaan sekaligus memberidampak positif bagi naiknya omzet atau pendapatan perusahaan
tersebut karena sistemmenawarkan kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi pada
pelanggan.

4. Dunia Bisnis yang Makin Berkembang
Dunia bisnis yang makin berkembang tentu membutuhkan tingkat komunikasi yang semakin
tinggi.Seiring perkembangan jaman, manusia terutama di bidang bisnis dituntut untuk bisa lebih aktif.Aktivitas
yang tinggi ini membutuhkan sarana komunikasi yang mobile pula. Tidak hanyakomunikasi melalui telepon,
tetapi kini juga dibutuhkan internet yang mobile, dan mudah dibawakemana-mana. Hal inilah yang
mendorong para operator seluler termasuk Indosat untuk berlomba-lomba memberikan produk unggulan dan
inovasi-inovasi baru untuk internet mobile. Sekarang hampir semua orang tak hanya butuh telepon seluler
untuk komunikasi, tetapi juga sebagai saranabisnis.

5. Makin Murahnya Harga Telepon Genggam
Telepon seluler telah mengubah peta industri telekomunikasi secara radikal. Dimana telepon
yangdulunya merupakan barang mewah, sehingga hanya kelompok tertentu yang bisa
menikmatinya,sekarang dengan mudah mendapatkannya, murah lagi.Berdasarkan data cellular trends di
kuartal tiga 2009, penggunaan telepon seluler di Indonesiamengalami peningkatan sebesar 48% dibanding
tahhun 2008. Pasokan ponsel sebesar 8 jutasampai kuartal tiga tahun 2009. Sebanyak 90% telepon seluler
yang paling banyak dibeli dandigunakan konsumen adalah yang harganya di bawah satu juta rupiah.
Disamping itu juga para produsen telepon seluler kini makin berlomba-lomba menciptakan produk
yang canggih, denganfitur yang lengkap, dan harga yang sangat terjangkau masyarakat. Jika dulu telepon
seluler denganfitur yang lengkap dihargai dengan mahal, sekarang orang tidak perlu susah mencari
teleponseluler canggih yang murah. Apalagi dengan masuknya produk-produk China yang memasang
harga jauh di bawah harga telepon seluler produksi Eropa.

6. Kemajuan Teknologi di Bidang Telekomunikasi
Teknologi yang ada saat ini sudah sangat berkembang pesat. Dahulu, telepon seluler hanyadigunakan
oleh kalangan tertentu saja, namun saat ini telepon seluler sudah menjadi kebutuhanutama bagi semua orang.
Ponsel pun sudah semakin berkembang fungsinya. Jika dahulu hanyadigunakan untuk bertelepon, kemudian
ada teknologi sms, mms, video call, dan sebagainya. Saat ini yang menjadi tren adalah internet via
ponsel. Dengan ponsel yang dilengkapi dengan fasilitas internet, pengguna bisa melakukan
browsing, chatting, games, dan sebagainya. Namun haltersebut juga tergantung pada provider ponsel yang
digunakan.Naiknya pangguna internet lewat telepon seluler, juga terjadi karena munculnya gaya
barubersilaturahmi di Indonesia. Di mana yang semula silaturahmi bisa dilakukan lewat tatap
muka,saat ini bisa dipersingkat dan dipermudah hanya dengan memanfaatkan situs jejaring di internet

7. Layanan Bundling Bekerja S ama dengan Vendor Telepon Seluler
Antara perusahaan telepon seluler dengan penyedia jasa telekomunikasi seluler kini
terdapat kerjasama yang baik. Salah satunya dengan adanya paket/bundling produk telepon
seluler dengan kartuSIM GSM/CDMA. Hal ini tentunya merupakan peluang bagi Indosat dan
perusahaan sejenis untuk lebih menambah pangsa pasarnya. Contohnya ialah munculnya
produk Indosat Blackberry (kerjasama antara Indosat dengan Blackberry).

8. Semakin Maraknya Penggunaan Nada Sambung Pribadi dalam Kaitannya dengan Industri
Musik
Industri musik saat ini mulai merambah dunia telekomunikasi seluler. Nada tunggu
telepon kinidapat berupa lagu-lagu yang sedang diminati masyarakat. Hal ini merupakan
peluang bagi Indosat atau perusahaan sejenis untuk bekerja sama dengan perusahaan musik
(rekaman) guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan nada dering. Tercatat
masing-masing telah mempunyai produk ini, seperti I-Ring di Indosat, NSP di Telkomsel
atau XL RBT di XL.
9. Aturan-aturan dari Pemerintah yang Bersifat Membatasi
Pemerintah melalui seperangkat aturan yang dikeluarkan dapat secara langsung
membatasi ruanggerak perusahaan. Salah satu contohnya ialah bahwa pelanggan telekomunikasi di
Indonesia taklagi diizinkan mendapat penawaran gratis untuk pengiriman SMS lintas operator. Program ini
telahdilarang keras Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).Larangan dan teguran
pun telahdilayangkan BRTI kepada sejumlah operator telekomunikasi yang dianggap masih
memberikanlayanan pesan pendek off-net gratis tersebut. Meski larangan telah dilayangkan sejak setahun
yanglalu, namun BRTI menilai masih banyak operator yang berkelit dari larangan ini.Saat ini operator yang
dinilai masih menawarkan SMS gratis lintas operator adalah Telkomsel,Indosat, XL Axiata, Natrindo Telepon
Seluler (Axis), dan Hutchison CP Telecom Indonesia (Tri/3).Saat mengeluarkan surat itu Desember 2008 lalu,
alasan BRTI melarang penawaran SMS gratislintas operator tak lain karena program ini bisa mengganggu
jaringan operator lain yang menerimaSMS tersebut. Sebab, skema tarif SMS berbeda dengan jasa panggilan
suara (voice call). Skema tarif SMS berupa sender keep all (SKA), yang artinya biaya SMS diambil semuanya
oleh operatorpengirim. Lain hal dengan voice call yang menganut aturan interkoneksi.Dalam surat itu, BRTI
juga memberikan kesempatan bagi operator yang tergabung dalam AsosiasiTelekomunikasi Seluler Indonesia
(ATSI) untuk membuat kode etik penawaran SMS, khususnyamasalah bahasa pemasaran yang dinilai
menipu pelanggan dengan iming-iming kata gratis.Adanya peraturan seperti itu tentunya mengurangi
kesempatan perusahaan untuk lebih menarikbanyak pelanggan yang menginginkan tarif semurah-murahnya.

10. Adanya Produk Layanan Baru dari Pesaing
Dunia penyedia jasa telekomunikasi sangat pesat berkembang, demikian juga dengan
fitur/layananyang disediakan. Beberapa pesaing mengeluarkan produk baru yang tentunya memaksa
Indosatuntuk lebih berinovasi dalam pengeluaran produknya atau mengikuti produk yang telahdikeluarkan
pesaing. Fitur layanan seperti MMS, GPRS, video call, transfer pulsa, kini telah menjadisuatu kewajaran bagi
perusahaan jasa telekomunikasi. Bahkan guna memenuhi gaya hidupmasyarakat, beberapa operator seluler
bekerja sama dengan perusahaan lain menciptakan fitur-fitur layanan baru. Contohnya Telkomsel yang
mengeluarkan layanan Facebook SMS, atau XLdengan XL Yahoo Zone nya. Indosat pun mengeluarkan fitur
mig33 untuk menandingi layanansejenis.
Produk layanan baru akan terus semakin berkembang sejalan dengan kemajuan teknologidan
tuntutan masyarakat. Apabila Indosat tetap berpuas diri dengan jenis layanan yang sudah ada,hal ini akan
menjadi ancaman karena di sisi lain perusahaan-perusahaan sejenis akan berlombadalam berinovasi untuk
merebut hati konsumen.

11. Munculnya Perusahaan-perusahaan Baru di Bidang Jasa Telekomunikasi di Indonesia
Seiring pasar yang makin luas, beberapa perusahaan jasa layanan telekomunikasi muncul
untukmemenuhi pasar yang ada. Beberapa diantaranya bahkan berani memasang tarif lebih murahdengan
tujuan mengambil pasar dari provider-provider terdahulu yang sudah ada. Hal ini tentunyamenjadi perhatian
Indosat untuk lebih meningkatkan mutu layanan sehingga konsumen tidaklari/beralih ke provider baru.

12. Muncul dan Berkembangnya Teknologi CDMA
Selain dengan perusahaan operator seluler GSM, kini Indosat harus bersaing juga dengan
munculnyaperusahaan telekomunikasi berbasis jaringan CDMA. Walaupun saat ini pengguna jaringan
CDMA diIndonesia masih lebih sedikit dibanding pengguna GSM, ke depannya sangat mungkin bagi
CDMAuntuk merebut pasar GSM. Adanya perluasan jangkauan CDMA merupakan salah satu faktor
pentingyang melandasi hal tersebut di samping keunggulan-keunggulan lainnya. Dengan kondisi seperti
ini,Indosat harus selalu berinovasi sebagaimana perusahaan operator seluler GSM yang lain.


13. Persaingan Tarif yang Sangat Ketat
Dewasa ini tarif layanan operator seluler makin murah dan kompetitif. Bahkan semakin
lamamengarah ke persaingan yang tidak sehat. Beberapa operator seluler bahkan memberikan tarif gratis. Hal
ini sangat merugikan dan menjadi ancaman bagi Indosat. Di satu sisi perusahaan harus ikut menurunkan
tarif layanannya, di sisi lain biaya perusahaan harus tetap dijaga agar penurunan initidak
terlalu berdampak pada kinerja/capaian laba perusahaan.

14. Perang Kekuatan Jaringan
Salah satu cara mengetahui kekuatan jaringan perusahaan telekomunikasi seluler, yaitu
denganmengetahui jumlah BTS yang dimilikinya. Bila para pesaing berlomba-lomba mendirikan
BTSsebanyak-banyaknya, bahkan cenderung liar, hal ini akan menjadi ancaman bagi Indosat.
Karenadengan makin bertambahnya jumlah BTS, berarti makin kuat pula jaringan yang dimiliki
suatuoperator seluler. Kendalanya, proses penambahan BTS tidak dapat dilakukan begitu saja
namunharus menuruti peraturan yang ada sejalan dengan kode etik bisnis telekomunikasi.

Kesimpulan analisis EFE :
Pada matriks EFE Indosat di atas, skor total yang diperoleh adalah 2,75. Hal ini
mengindikasikan perusahaan ini telah dengan cukup baik memanfaatkan peluang yang ada
dan mengatasi ancaman yang dapat menghambat jalannya proses bisnis bahkan mengubahnya
menjadi keuntungan.







IFE






EFE

STRENGTH- S
1. SDM kompeten
2. Brands yang sudah
terkenal
3. Promosi secara besar-
besaran
4. Segmentasi pasar yang
tepat
5. Kualitas Pelayanan
yang baik Kepada para
pelanggan

WEAKNESS- W
1. Jaringan sulit diakses
didaerah-daerah terpencil
2. Kekurangan pendanaan
dalam persaingan
3. Pengembangan teknologi
yang masih tertinggal
dibanding pesaing
4. Net Income yang
menurun tahun 2012
5. Jaringan yang belum
menyeluruh
OPORTUNITIES- O
1. Populasi penduduk
Indonesia yang makin
bertambah
2. Keadaan Wilayah
Indonesia yang berupa
kepulauan
3. Pertumbuhan ekonomi
Indonesia yang
semakin meningkat
4. Dunia bisnis yang
makin berkembang
5. Makin murahnya
harga telepon
genggam
6. Kemajuan teknologi di
STRATEGI SO
(Kekuatan untuk meraih
keuntungan dari peluang
yang ada)
1. SDM dapat terus
menerus beradaptasi
dalam memesarkan
teknologi (S1-O1-O6).
2. Memperluas pangsa
pasar (S2-S4-O1-O2).
3. Meningkatkan
kapasitas produksi dan
peningkatan kualitas
layanan (S2-S5-O3 &
O5).
4. Peningkatan
STRATEGI WO
(memperkecil kelemahan
dengan memanfaatkan keun-
tungan dari peluang yang ada)
1. Perluasan jaringan di daerah
terpencil dan perbaikan
signal di perkotaan (W1-O1-
O3).
2. Perluasan wilayah dalam
pendistribusian produk (W2-
O3, O5, O6).
3. Pemanfaatan teknologi yang
canggih untuk memperluas
jaringan (W3-O6).


bidang telekomunikasi
7. Layanan bundling
dengan vendor telepon
seluler
8. Semakin maraknya
penggunaan nada
sambung pribadi



pemanfaatan media
elektronik untuk
meningkatkan
promosi. (S3-O6).
5. Meningkatkan
pemberian hadiah atau
bonus pada konsumen
(S3-S5-O3).
6. Membuat produk
sesuai dengan
kebutuhan dan
keinginan para
konsumen (S4-O4).
THREATS- T
1. Aturan dari
pemerintah yang
bersifat membatasi
2. Adanya produk
layanan baru dari
pesaing
3. Munculnya
perusahaan-
perusahaan baru di
bidang telekomunikasi
4. Muncul dan
berkembangnya
teknologi cdma
5. Persaingan tarif yang
sangat ketat
6. Perang kekuatan
jaringan

STARTEGI ST
(kekuatan untuk meng
hindari ancaman)
1. Inovasi produk baru
(S1,S2,T1).
2. Peningkatan promosi
tarif yang lebih murah
dengan pesaing secara
besar-besaran
(S3,S5,T2,T3,T5).
3. Memunculkan produk
lama dengan fitu-fitur
baru (S2-T3-T5).
STRATEGI WT
(memperkecil kelemahan dan
menghindari ancaman)
1. Tetap melakukan promosi
produk ke daerah-daerah
yang distribusinya kurang
(W1-T6).


Referensi :
1. www.indosat.com
2. Fred R. David, Francis Marion University, Florence, South Carolina Strategic
Management, Concepts And Cases, Thirteenth Edition
3. http://kupalima.wordpress.com/2008/03/24/
4. Annual report 2011 PT Indosat
5. http://jinggasuci.blogspot.com/2011/07/matriks-evaluasi-faktor-eksternal.html
6. http://jinggasuci.blogspot.com/2011/07/matriks-evaluasi-faktor-interal.html

Anda mungkin juga menyukai