Anda di halaman 1dari 15

PERANCANGAN PABRIK PENCUCIAN BATUBARA

Perancangan pabrik pencucian batubara sebagai penegasan:


1) Perencanaan mencakup pembuatan transport material (misal:
belt conveyor) bertujuan untuk mencari titik optimum atau yang
paling murah biaya operasionalnya
2) Termasuk yang dimaksud itu adalah, letak pabrik, dengan dasar-
dasar penggunaan alat peremuk, penggerus batubara, ciri
topograi, kapasitas dll!
") Tugas Perancangan pabrik pencucian batubara (#ashing plant)!
Pertanyaan a#al, mengapa harus ada pabrik pencucian batubara $
apakah mutlak ada atau tidak $
%alam realitas terkadang ada bongkah batubara besar! P&T' misalnya
menerima ukuran partikel (( ) *+ mm! %emikian pula semen
terkadang terdapat coal crushing plant.
Pada batubara dikenal dengan istilah partings (5, 1+ cm) seperti
adanya mineral: clay, sandstone! 'ntuk memisahkan ini, maka perlu
adanya pencucian batubara! Perlu diingat ,- batubara berkisar ) 1,.
bandingkan dengan clay minerals dll, sehingga dengan menggunakan
prinsip sink and float berdasarkan perbedaan ,- maka pemisahan dapat
dilakukan disamping memisahkan batubara kotor (ro# coal)!
/leh karena itu perlu ada pabrik pencucian batubara untuk mengatasi abu
batubara ataupun ganggue minerals (parting: inherent0e1traneous
partings)!
2ontohnya dengan whasebility test, maka akan diketahui kualitas batubara
sebenarnya, misal: kadar abu dari 3+4 turun menjadi 1+4!
Tujuan pabrik pencucian batubara adalah untuk menghilangkan mineral-
mineral ikutan: 51traneous0inherent mineral matter, ganggue minerals!
%isamping itu dengan adanya pabrik pencucian bukan hanya tujuan tersebut
tetapi kualitas juga terjamin ataupun memperbaiki kualitas batubara agar
memenuhi persyaratan yang diinginkan!
Pada proses pencucian tersebut sebagian besar untuk menghilangkan
pengotor yang umumnya senya#a anorganik impurities (clay, sandstone, dll)!
Pada pabrik pencucian batubara tersebut juga dilengkapi dengan crushing
plant, screening unit dan setling pond0tailing disposal!
(atubara ada yang carboneous middle, hitamnya batubara belum tentu
bagus tetapi bila hitam mengkilap berarti baik! %an apabila batubara memiliki
berat jenis yang tinggi berarti banyak partings (idealnya berat jenis 1,6 - 1,7)!
(ila ingin (( ,- 1,. berarti larutan 1,. yang digunakan yang mana ((
seijenis 81,. akan tenggelam tetapi (( 1,. akan terapung!
%ikenal istilah, coal yield yaitu Perolehan jumlah berat batubara bersih
terhadap batubara kotor yang dinyatakan dalam persen!
% 100 x
kotor coal
bersih coal
Yield Coal =
'ntuk mengetahui karakteristik batubara (( maka perlu diketahui, (pd! 29P)
1! :omposisi pariikel0distribusi
2! Perbedaan berat jenis dari mineral yang dipisahkan!
"! ,iat kimia permukaan
.! ;riability relative
*! :ekuatan batubara
6! :omposisi petrograi (maseral (()
7! <ank batubara
(atubara dari tambang akan selalu bervariasi, ukuran mineral
pengotor ada yang berukuran halus, sedang hingga berukuran 2,* cm! =akin
berat0tinggi berat jenis ((, berarti impurities juga meningkat! 'ntuk
menentukan metode dan alat yang digunakan maka perlu ada uji yang
lengkap antara lain whasebility test, data distribusi ukuran, data distribusi
berat jenis, petrograi, kandungan air, kandungan abu, kandungan sulur,
oshibility ash yang penting untuk P&T'!
whasebility test:
1! =enentukan berapa banyak batubara yang dihasilkan dengan berat
jenis tertentu (coal yield)!
2! =engetahui proses pemisahan
"! Tingkat kesulitan pemisahan
.! %ensity larutan yang digunakan
*! :adar abu >s coal yield
=isal: 2? @ 7+4, berarti "+4 adalah pengotor! 2? berkaitan dengan lebar
conveyor, kapasitas (2, aspek biaya, dll! %ari pabrik pencucian ada juga
operasi tambahan, misal peremukan dengan menggunakan breaker,
pengayakan, dsb!
?ang dipertimbangkon dalam #ashability test:
1! =etode pencucian, dengan metode pencucian akan mengetahui
proses apa yang digunakan! (memisahkan split, paringA! ,plit istilah
dari material-material yang terbentuk secara alamiah atau dengan
cara mekanis sehingga bentuknya berupa material relati pipih!
Partings adalah material yang bercampur dengan batubara sebagai
material sisipan dan setempat-setempat)
2! Bpakah masih diperlukan pabrik #ashability test $ Perlunya blending,
direct marketing, coal #ashing, dll!
"! Bda lokasi, ada lahan untuk perencanaan coal #ashing plant (perlu
ada sumber air)!
MAS AL AH L OKAS I
Pada prinsipnya masalah lakasi 29P mempertimbangkan hal-hal sbb :
1! Carak (</=-29P, 29P-=arketing, #ater resistances, dll)!
2! ,umber air yang optimal dan jumlah penyediaan yang konstan!
"! Persediaan bahan bakar
.! &etak lokasi po#er plant atau jaringan listrik, steam po#er, #ater
po#er!
*! (agaimana cara memperoleh supply
6! %ischrage material yang dibuang
7! Transport unti (lori, lokomoti, trolley lokomoti, cable #ay, truck,
conveyor, ect) !
1! &okasi 29P dekat Tambang
Cadi, dalam Penentuan di atas bila pabrik dekat tambang, maka tujuan utama
untuk :
o =ereduksi ongkos angkut dan proses apabila dekat dengan sumber!
Tetapi apabila dekai tambang (misal) harus dihitung ongkos angkut!
o (ah#a produksi masih mengandung air yang berlebih!
o Bda kemungkinan di daerah dekat tambang tidak banyak air
o :emungkinan ada tempat untuk pembuangan material yang halus (((
dan pengotornya: batubara kotor) umurnnya dekat tambang, apabila
cukup terial maka dapat dengan pr
-
oses shoot pada alat speader o
tails!
Bpabila dekat tarnbang, ada keuntungan yang lain yait' tidak perlu
adanya suatu stock pile! 2ontohnya, kegiatan tersebut di crushing plant dan
di temporary stock pile! ,ebagai tambahan okibat adanya loading dan
loadhng
proses maka material batubara cenderng semakin mengahasilkan ine
material sehingga merugikan untuk proses selanjutnya!
Pada tambang biasanya terdapat crushing plant, temporary stock pile, ine
dan course bin, ect! Terkadang banyak membutuhkan conveyor unit (e! D
"+4, kemiringan ma1 1E4, tebal 2-" kall ukuran material besar)!
2! &okasi 29P dekat ,umber =ata Bir
?ang jadi permosalahon adalah sumber air yang kontinu baik berasal
dari sungai ataupun danau, dari tambang sendiri, sumur (tunnels) yang
berasal dari gunung-gunung, hasil penampungan dari tailing ((angka
(elitung)! %isamping jumlah, kualitas air juga perlu (untuk plani, kebutuhan
rutin :! T! Pabrik, pencegahan kebakaran, dll)!
Bir juga dapat digunakan sebagai hydro electrical po#er sebagai
sumber energi 29P! Penggunaan air dengan rasio air:batubara soma
dengon 2+ : 1, berarti apabila kapasitas 29P 2++ ton0jam berarti
memerlukan kuantitas air 2++ 1 2+ @ .+++ ton0jam! /leh sebob itu di 29P
ada yang diistilahkan Acirculating #aserA dan A=ake #aterA sebab dalam
batubara tidak ada penambahan reagen! Bdapun Aluococity agentA untuk
mernbuat air mejadi jernih!
Persyaratan untuk penggunaan air pada 29P adalah suatu keharusan
untuk menghernat penggunaan air! Penggunaan air tergantung dari cara olah
dan tonase sisa jumlah air0sumber air! ;aktor jarak pun berpengaruh, jumlah
air yang disirkulasi ditambah dengan air tambahan (make up #ater), harus
diketahui pula jumlah air yang dipakai kembali! Bpabila sumber air dari
sungai, umumnya sungai tersebut berada poda bagian ba#ah0elevasi yang
lebih rendah dari 29P, perlu juga ada A#ater storageA atau air kolam dan dari
masukan run o yang berasal dari air hujan, termasuk charging area dan
bendungan-bendungan!
:ualitas perlu dikeiahui termasuk komposisi air tambang yang pada
umumnya bersiat asam sehingga mudah teriadi korosi pada peralatan!
"! &okasi 29P dekat PembuanFan Tailing
:euntungan pengolahan batubara adalah pada batubara sebagian
besar adalah Aro# coalA dan hanya sebagian kecil 11 ganggue mineralA! Pada
milling plantA .+4 adalah tailing dan hanya 1+4 mineral berharga! /leb
sebab itu maka persoalan batubara adalah spesiik!
Permasalahan 29P:
o (atubara ber#arna hitam
o (atubara memiliki density rendah
%ari dua permasalahan pada batubara relevansinya dengan masalah
tailing disposal adalah:
o ,angat mudah mengotori sungai! disekitor tempat disposal apabila
tidak tertangani dengan baik! /leh karena itu perlu
o Penanganan limba, baik bila dolor (plat plant)! (ila ada yang 29P
secara cermat guna mengatasi hal tersebut dengan
mengoptimalkan penggunaan Atailing disposal areaA!
o 'ntuk metode pemijangan tailing 29P dapat dengan cara AgraivityA
dapat dengan sendirinya dan dapat pula melalui media air, ataupun
dengan alat elevator! %isamping hal-hal tersebut
o =asalah luas lotion yang digunakan untuk tailing disposal juga perlu
diperhatikan!
o Garus ada perhatian terhadap polusi air! Bda kemungkinan
discharge materials hasil pencucian ke bekas tambang!
:emungkinan pemanaatan air tailing pada 29P batubara
yaitu:
o 'ntuk Amine illingA
o <etreaiment
o <oo balance0keperluan sipil
o Tailing dapat dipakai untuk industri yang lain
.! &okasi 29P dikarakterisasikan dengan Topograi
Pada pendirian pabrik (( apabila lokosi pada elevasi kontinu atau
relai datar, maka perlu ada tanah yang relati ditinggikan untuk proses
material handling pada mills! :arena dapat mengurangi ongkos produksi
dan konstruksi! Bkan tetapi kemiringan 2*
o
H "*
o
harus dicegah, normalnya
*
o
-1*
o
! Paling baik bila datar (plat plant)! (ila ada yang bertigkat disebut
(tools plant)!
(iasanya 29P didirikan poda lokasi datar sehingga dapat melebar
ke atas, yang penting sedapat mungkin gravity pada crushing plant!
%alam pengolahan (( saat ini, lotasi sering digunakan ada juga
menggunakan spiral concentration! Bpabila ada persyaratan ukuran butir
berarti perlu adanya crushing uit hanya pada crushing unit untuk
mineral atau bijih! Pada crushing unit batubara dikenal suatu alat %T<
(%ouble Tooth <oll) sebab alat ini memiliki kapasitas besar dengan
reduction ratio yang kecil!
SIFAT - SIFAT KONSTRUKSI
:ebanyakan dipengaruhi oleh slope stability dan tipe dari pabrik (tools or
lat)! Bpa yang terkait adalah jumlah tanah yang harus dipindahkon! Pada
pondasi ada kemiringan, maka perlu dinding dan pondasi serta desain ATall
=ills 9orking PlantA, bagaimana penyarigganya uniuk,alBt-alat berat,
sistem penerangan yang eisien! %isamping itu masih dipikirkan masalah
perluasan kapasitas pabrik! =engenai aktor operasi (elevasi, reelevasi)
penggunaan pernompoan reirkulasi, perlu adanya laboratorium, dan
asilitas reparasi (genset, control room), tempat penggantian (untuk
reparasi lokal)!
Bpakah plat atau bertingkat terganitung dari adanya:
o 5levasi mula dari air
o 5levasi mula dari batubara
o 5levasi akhir dari tailing
o 5levasi akhir dari 29P
o 5levasi intermediet dari ro#-#! 2oal
o Interest, bunga, amortisasi
o (iaya tambahan atau upah buruh (e! <endah, pega#ai
kurang pendidikan, dsb)
Pengambilan keputusan konstruksi sistem lat:
1! Pengambilan batubara dapat dengan penggunaan conveyor yang
miring bila lokasi jauh, maka (( dari run o mine perlu disediakan
stock pile!
2! Bir sangat vital, ada kemungkinan sungai ada diba#ah, apa sistem
pompa langsung ke pabrik atau perlu reservoir perlu diperkirakan
kepada biaya!
"! Pada umumnya penggunaan pompa lebih eisien!
.! 5levasi akhir dari tailing kalau dapat secara gravity
*! 5levasi akhir batubara tercuci! 9ashing coal perlu stock pile yang
menggunakan conveyor! Bpabila menginginkan kapasitas tinggi,
maka perlu penggunaan conveyor yang berkapasitas tinggi!
(atubara hasil pencucian basah 8* mm tidak perlu dikeringkan
tetapi J* mm perlu dikeringkan!
6! Bda kernungkinan intermediet elevasi untuk mengangkat batubara!
(ila menggunakan jigging per
-
lu menggunakan elevator bila ada
produk itermediet!
7! Interest, amortisasiK amortisasi untuk biaya pencucian (( per ton
nya
E! ,upervisi atau penga#as
=aterial untuk konstruksi antara lain, rangko boia, batu-batu unluk
pondosi, beton bertulang, dinding menggunakan balako, semen blok,
keramik, seng, pondasi pipa beton, kayu, besi! Bdanya jendelo, cahoya
matahari cukup, dan cat ruangan konstruksi guna mencegah korosi!
PENEMPATAN ALAT-ALAT
%idalam penempatan alat-alat sebaiknya dilakukan dengan cara
pengelompokan! Gal ini disebab oleh hal-hal sbb:
1! =isalnya, agar pengangkutan batubara antar peralatan adalah dekat
dan bila memungkinkan dilakukan secara gravitasi agar lebih ekonomis!
2! %alam penempatan peralatan sedemikian rupa agar pega#asan
kerjanya menjadi mudah atau nyaman bagi penga#as! (ada ruangK jalan
yang longsor, ruang perbaikan yang relati luas, rnemungkinkan
perbaikan peralatan di tempat tsb tanpa ada gangguan berarti)!
"! %engan adanya penempatan alat-alat yang baik maka pemanaatan
atau penggunaan kabel-kabel untuk motor menjadi pendek (mengurangi
pemakaian kabel yang semra#ut, mudah perbaikan bila ada kerusakan
dan ekonomis)!
.! Blat-alat di dalam 29P idak pernah terus-menerus dalam kondisi baik
pasti ada keausan pada alat-alat tertentu! Bpabila rusak perlu direparasi
sehingga apakah ada tempat reparasi di lokasi tersebut atau bengkel
yang jauh dari lokasi (seperti tanggapan pada no!2), perlu ada ruang
yang memungkinkan untuk reparasi atau dekat dengan lokasi!
*! ,uatu kegiatan 29P terkadang tidak kontinu kapasitas produksinya
sehingga perlu ada rencana penambahan demikian pula khususnya
untuk pabrik pencucian batubara! Tidak sernua juga perlu pencucian
batubara, jadi sesuai kebutuhan yang diperlukan! /leh karena itu
misalnya E atau 1+ tahun akan datang terjadi penambahan produksi
ore, maka perlu diperhatikan aspek Aadvanced o cup on planningA
terutama lokasi-lokasi untuk pengembangan (land planning)!
,eperti diketahui, pemakaian belt conveyor akan eekti apabila ukuran
material ma1! .+ cm maka lebar dari (2 tersebut adalah " 1 .+ cm @
12+ cm! Bpabila pada tahun tertentu ukuran (2 tsb trlalu besar, misal
*++ ton0jam sernentara kebutuhan 1++ ton0jam, berarti pada
pengembangan pabrik selanjutnya tidak perlu ada penambahan alat (2
termasuk diantaranya remodelling! (karena (2 memiliki lebar yang
ma1imal, maka perubahan kapasitas dapat diantisipasi tanpa ada
penambahan unit (2 yang baru karna kapasitas (2 msh cukup untuk
itu!
6! (ilamana batubara kering crushing plant menghasilkan debu, maka
lokasi0ruangan tsb diatasi dengan Adust collectorA! Bpabila terdapat clay,
maka perlij ada proses AdeslimingA
garis besarnya pengelompokkan alat-alat ada dua macam, pertama
Pada pengelompokkan secara mendatar (plan vie#) da pengelompokkan
secara melintang (elevation vie#)!
'ntuk memperoleh kontur yang benar perlu diketahui dimensi alat,
maka perlu juga mengetahui kapasitas alat! Ini dapat diketahui dari cross
section alat! 2ross section alat: tampak depan, tampak belakang, dan atas!
:edua, didalam looking plant vie# maka luas lantai ataupun jarak antar alat-
alat atau luas tanah sekitar tsb harus memenuhi persyaratan sbb:
1! Garus mempunyai gangguan akibat penga#asan dan adjusment alat
tsb! A space, cross spaceA agar buruh dapat berjalan tanpa sempitnya
ruangan space tsb se#aktu mengadakan harus ada tempat yang
cukup untuk terjadinya
2! Garus rnempunyai A#alking spaceA (luasan untuk bekeria apabila terjadi
reparasi agar pengangkutan alat sependek-pendeknya!
"! (ila dapat didalam penempatan ini menggunakan conveyor dan loader!
.! =otor mesti digunakan untuk tiap-tiap alat pada 29P! /leh karena itu
motor memiliki Aspeed reducerA! Bpabila kecepatan tinggi khusus 'ntuk
meningkatkan kapasitas produksi!
*! 'ntuk kasus-kasus tertentu ada kemungkinan menggunakan elevator
atau pompa! Pemanaatan kedua alat tsb tidak di 29P!
6! Pengelompokkan alat-alat seperti classiier dan slime!
%idalam crushing plant pengontrolan debu yang dihasilkan tidak begitu
bermasalah dibandingkan dengan batubara! Partikel halus yang unit
crushing, unit screening, unit dihasilkan berukuran +,* 0!1 tidak boleh
lebih dari "+4 menghasilkan parikel halus seperti pada shearer
(/mbilin), penggunaan peralatan buldoLer (operasi ripping)!
Perlu ditegaskan bah#asanya unit-unit di 29P tidak mungkin
jalan0beroperosi bila tidak ada po#er (listrik)! Cadi perlu unit genset
mis: *+/:va!
7! Tersedianya unit-unit Aire protectionA! Tidak mungkin 29P beroperasi
tanpa ada gangguan termasuk bahaya kebakaran akibat kosleting
(dengan demikian perlu alat semiscil hydrant, automatic speader)!
E! %emi pengamanan investasi, maka unit-unit 29P perlu
diasuransikan!
3! Tersedianya unit- collector atau desliming, control room, genset,
gesshouse, gudang persediaan spare part, bengkel, ruang administrasi,
lob, ruang rapat, rumah tangga, dll!
CARA CARA MERENCANAKAN
1! ?ang penting didalam perencanaan adalah apa yang dinamakan dengan
A preliminary lay outA (lo# sheetK kapasiias, karakter
-
istik, #ashability
test) dan mataerial balanceA! ?ang timbul dari lo# sheet adalah jumlah
alat, material balance dan kapasitas alat kemudian diketahui!
2! Tipe alatK misal scree (luas areal, unit screening, data hasil produksi,
dan kapasitas alat)
"! %idalam preliminary lay out sudah ada deskripsi tentang letak alot-alot!
.! :ebutuhan po#er untuk pabrik
*! Cumlah motor, ukur-an, tipe yang digunakan (untuk motor ada speed
reduction)
6! Topograi! Topograi tidak saia digunakan dalam menentukan plat atau tall
mill #ashing plant, tetapi juga untuk menentukan jumlah serta siat dari
tanah yang akan digali, dan pondasi yang akan dipakai!
,elain preliminary out, ada juga preliminary scetss, tanpa ada skala
(tentang peletakan alat-alat)!
:unci :
o =aterial balance!, pernilihan alat yang benar (bel conveyor, loader,
shoot)
o (uat dulu peletakan alat-alat (jangan dipatenkan, dapat digunting
kemudian gambar-gambar alat diletakkan dengan sedikit lem , pandang
atas, samping belakang!
o Preliminary scale dan preliminary estimate, menghitung perkiraan biaya
investasi peralatan
o ,etelah itu baru detail dra#ing (1 : 1++)!
ABOUT FLOW SHEET
Pada penggunaan lo#sheet ada beberapa prinsip yang perlu
diperhatikan yaitu:
1! 9aktu tailing dischrage harus keluar dari 29P (produk pencucian
batubara yaiu #ashing coal, discharge material, dan disline)! ,lime pada
umumnya mengandung batubara halus (ine coal) dan (( lainnya!
%ischrage material dikeluarkan terlebih dahulu pada a#al proses (bisa
hand sorting bila memungkinkan) ! keuntungannya ukuran material yang
keluar tidak mengalami siLe reduction dan terhindarnya siLe reduction
berarti menghemat ongkos produksi!
2! :onsentrasi ataupun pencucian batubara sangat tergantung kepada
siat isik atau density tetapi ada siat yang lain yang mesti diperhatikan,
yaitu ukuran! ,angat mungkin permisahan pada discharge material
dilakukan berdasarkan perbedaan siat isik atau permukaan material!
"! %idalam pros! Pembatubaraan ukuran butir sangat , dominan (pasaran
menginginkan ukuran dalam beberapa mikron ataupun mili dalam
persentase tertentu) sehingga penggunaan crsuher perlu diperhatikan
dengan cermat! %alam batubara tidak seluruhnya digerus bahkan
didalarn unit pengolahan crushing plant untuk batubara, dihindari
banyaknya partikel halus yang dihasilkan! =akin halus batubara maka
kadar abu semakin tinggi karena sudah terjadi liberasi (contoh pada
#ashbility test)!
.! =akin di dalom proses 29P adalah penting (perlu membuat urutan-
urutan menghidupkan0mematikon operasional motor listrik untuk tiap
unit peralatan! =isal :
%ari sketsa, apabila unit 29P mulai beroperasi, maka d M e dulu yang
perlu dihidupkan! =engapa$ Ini dikarenakan ada kemungkinan sisa
material produk peralotan masih tertinggal sehinggo d atau e dul u
yang pertama di operasikan (belt conveyor) berturut-berturut dengan
interval #aktu tertentu %, 2, (, hingga B! Bpabila b terpaksa dimatikan
misal :arena ada kecelakaan (pakaian buruh tertarik (2 maka 2
,
22, (,
a, B dimatikan (dalam laporan tugas dibuat apa saja yang perlu
didahulukan dan diabaikan)!
*! Garus diingat pada 29P proses heandling adalah bagian dari
operasional unit-unit 29P (yaitu penggunoan loader untuk mengangkut
material dari temporary stock pile ke eader), kemudan terdapat prinsip
irst in irst out, artinya yang paling pertama di proses pada 29P maka
yang paling pertaman keluar dari unit-unit 29P tsb!
6! (ilamana beneit menjadi tujuan dari pada 29P, maka kombinasi antara
yield dan eisiensi haruslah sebaik-baiknya (bilamana banyak partings,
maka perlu ada unit #ashing plant)
Pada 29P perlu ditunjang oleh bahan-bahan utama dan penunjang
antara lain air, termasuk didalamnya biaya pencucian, perlu juga ada
reservoir untuk penampungan air berguna sebagai persediaan air untuk
mengatasi kekeringan (musim kemarau)! (sekedar pengetahuan, dalam
curah hujan biasa disebutkan 1++ atau seterusnya mm curah hujan!
=aknanya adalah N mm tinggi curah huian dalam luasan alat 1 cm
2
)!
%emikian pula masalah kehilangan produksi harus0mutlak diatasi
sebab kehilangan produksi berarti ineisiensi proses pengolahan merupakan
kerugian yang tidak dapat dipandang kecil!
Bpabila memilih alat-alat dengan kapasitas besar biasanya lebih
murah dibandingkan unit-unit kecil! 2 1 "++ ton atau 2 1 .++ ton0jam, yang
penting adalah spesiikasi kapasitas produksi alat mendekati kap!
Produksi yang dir
-
encanakan dengan menganalisa hal!-hal sbb:
o %alam pendirian 29P apakah cukup banyak batubara yang diolah!
o (erapa biaya produksi dan biaya penjualan0pemasaran
o (ilamana perbedaan antara penjualan dan pembelian adalah kecil,
maka suatu keputusan yang lidak benar bila mengambil kebijakan A
mudah mudahan dikemudian hari!!!A! Cadi keputusan Ago or notA atau
jadi atau tidak jadi!
o Perlu memikirkan adanya teknologi baru dikemudian hari yang perlu
diketahui untuk pengembangan 29P disuatu saat!