Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROTEKNIK

PEMBUATAN PREPARAT IRISAN METODE NON EMBEDDING


AKAR, BATANG, DAN DAUN Piper ornatum









Oleh
Siti Farida (4401411020)
Pendidikan Biologi
Rombel 2



FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
SEMARANG
2014
A. Judul Praktikum
Pembuatan Preparat Irisan dengan Metode Non Embedding Akar, Batang,
dan Daun Piper ornatum.
B. Tanggal Praktikum
15 Mei 2014
C. Tujuan
1. Membuat preparat irisan melintang akar, batang dan daun Piper ornatum
dengan metode non embedding.
2. Mengamati struktur preparat irisan melintang akar, batang dan daun Piper
ornatum dengan metode non embedding yang sudah dibuat.
D. Landasan Teori
Preparat irisan adalah preparat yang objeknya merupakan irisan dari
bagian objek yang diamati. Tujuan pembuatannya adalah untuk menyediakan
preparat mikroskopis yang dapat memperlihatkan struktur bagian yang diiris
secara lengkap seperti keadaan sebenarnya. Jika bahan yang bersangkutan
diiris secara langsung menggunakan silet tajam dengan bantuan gabus
sebagai penahan pada waktu proses pengirisan, maka preparat disebut sebagai
preparat non-embedding (Rudyatmi, 2013).
Jaringan adalah kumpulan sel-sel yang berhubungan erat satu sama lain
dan mempunyai struktur dan fungsi yang sama. Tumbuhan berpembuluh
matang dapat dibedakan menjadi beberapa tipe yang sama semua
dikelompokkan menjadi jaringan. Jaringan pada tumbuhan dapat
dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu jaringan maristem dan
jaringan dewasa (Mulyani, 2010).
Organ pokok penyusun tumbuhan secara garis besar adalah batang, daun dan
akar.
1. Batang
Batang merupakan organ tumbuhan yang tumbuh di permukaan tanah.
Fungsi utamanya adalah menyalurkan air dan garam mineral dari akar ke
daun dan ke sluruh tubuh, tempat penyimpanan cadangan makanan, serta
menempelnya daun, bunga dan buah. Jaringan penyusun batang, antara
lain epidermis, korteks, stele, endodermis, perisikel, empulur, xilem, floem
dan kambium.
2. Daun
Daun merupakan modifikasi dari batang, yaitu bagian tumbuhan yang
paling banyak mengandung klorofil sehingga kegiatan fotosintesis paling
banyak berlangsung di daun. Fungsi daun antara alin sebagai tempat
berlangsungnya fotosinteis, menyerap CO
2
dari udara, sebagai tempat
pengeluaran air melalui transpirasi, gutasi serta untuk repirasi. Daun
tersusun atas beberapa jaringan, antara lain epidermis, mesofil, berkas
pengangkut, xilem, floem, palisade, spons dan stomata.
3. Akar
Akar merupakan bagian tanaman yang umumnya hidup di bawah
permukaan tanah. Fungsi akar pada tumbuhan antara lain sebagai tempat
melekatnya tumbuhan pada media tumbuh, menyerap air dan garam
mineral, memperkokoh tanaman, tempat penyimpanan cadangan makanan
dan sebagai alat pernapasan. Jaringan akar tesusun atas epidermis, korteks,
emdodermis, stele, perisikel, xilem, floem dan empulur.
E. Cara Kerja
Sampel bahan diiris secara melintang yaitu akar, batang, daun Piper
ornatum menggunakan silet tajam dibantu dengan gabus yang telah disiapkan
sedemikian rupa sehingga organ yang bersangkutan terletak diantara belahan
sebuah gabus.
Fiksasi dengan 3 ml fiksatif FAA di dalam botol flakon selama 24 jam.
Pencucian dilakukan dengan cara memindahkan fiksatif ke dalam botol
flakon sisa dan menggantinya dengan 3 ml alcohol 70% sebanyak 3 kali,
setiap pencucian digoyangkan. Diwarrnai dengan safranin 1 % dalam alcohol
70% selama 24 jam. Mencuci dengan alcohol sisa 70% sebanyak 3 kali.
Didehidrasi dengan alkohol bertingkat (80%,90%,dan absolut) dengan cara
memindahkan 3 ml alcohol 70% sisa ke botol flakon sisa, diganti dengan
alkohol 80sehingga sisa zat sebelumnya dapat. Alcohol 70% diambil
menggunakan spet dan dimasukkan ke botol alcohol 70% sisa. Melakukan hal
yang sama untuk alcohol 80%,90%, dan absolut. Dealkoholisasi prosedurnya
sama dengan proses dehidrasi tetapi bahan yang digunakan adalah larutan
alkohol : xylol = 3:1, alkohol : xylol = 1:1, alkohol : xylol = 1:3, xylol murni
I dan xylol murni II secara berturut-turut dengan volume 3 ml selama 2 menit.
Objek segera diambil sebanyak 3 irisan dan disusun secara sejajar 1 cm
dari tepi kiri gelas benda menggunakan kuas dan diletakkan diatas gelas
benda untuk dilakukan mounting, masing-masing organ pada gelas benda
yang berbeda. Objek ditetesi dengan kanada balsam dan ditutup dengan gelas
penutup dibantu dengan jarum pentul. Objek diberi label di bagian kanan
gelas benda. Melakukan pengamatan dan analisis preparat yang telah
dihasilkan.
F. Hasil Pengamatan
Nama preparat Foto (M = 40x10) Keterangan

PL. Batang Piper
ornatum
Non-embd
15-5-2014




1. Empulur
2. Epidermis
3. Korteks
4. Endodermis
5. Berkas
pembuluh
angkut (Xylem
dan Floem)









1
2 3
4
5
M: 40x10

PL. Akar
Piper ornatum
Non-embd
15-5-2014



1. Epidermis
2. Korteks
3. Berkas Pembuh
angkut (Xylem
dan Floem
4. Silinder Pusat
5. Endodermis





PL. Daun
Piper ornatum
Non-embd
15-5-2014







1. Epidermis
2. Ibu tulang daun










G. Pembahasan
Berdasarkan hasil analisi preparat, pembuatan preparat ada yang
sudah baik dan ada yang belum. Preparat lintang batang masih tebal
sehingga antar bagian sulit dibedakan ketika pengamatan di bawah
1
2
3
5
4
3
1
2
mikroskop. Selain itu, preparat batang sulit ditutup karena gelas penutup
tertahan oleh irisan batang yang tebal. Preparat lintang akar sudah cukup
tipis dan bagian-bagian preparat sudah bisa dibedakan satu dengan yang
lain. Preparat sudah cukup tipis dan transparan. Preparat lintang daun
masih tebal dan pewarnaan kurang baik sehingga bagian-bagian jaringan
tidak begitu jelas terwarna. Beberapa irisan tampak rusak karena proses
pengambilan dari flakon ke gelas benda.
Setelah preparat ditutup masih terdapat gelembung udara di sekitar
preparat dan ada ruang udara di antara irisan dengan kanada balsam, hal
ini disebabkan oleh irisan yang masih teralu tebal. Penetesan kanada
balsam terlalu banyak sehingga kanada balsam melebar keluar dari gelas
penutup dan membuat tampilan preparat tidak rapi. Posisi preparat tidak
tepat 1 cm dari sisi pendek gelas benda tetapi ada yang kurang dan ada
yang lebih.
Baik atau tidaknya preparat yang dibuat dipengaruhi oleh berbagai
faktor antara lain ketipisan irisan preparat, kualitas zat warna, lamanya
waktu pewarnaan dan keterampilan menggunakan alat-alat seperti spet,
pipet dan lain sebagainya. Keterampilan menggunakan mikroskop juga
sangat penting untuk menghasilkan gambar pengamatan yang baik.
Beberapa foto preparat tampak kurang fokus karena pengaturan mikroskop
maupun pengaturan kamera. Ada beberapa preparat yang diamati langsung
dengan mikroskop hasilnya bagus, tetapi ketika diambil foto menggunakan
kamera tampak lebih gelap dan warna tidak kontras. Hal ini dapat
disebabkan oleh pengaturan yang tidak baik atau memang kualitas kamera
yang kurang baik. Jadi dalam membuat preparat memadukan berbagai
keterampilan yang saling mendukung hasil pembuatan preparat.

H. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat ditarik kesimpulan sebagai
berikut:
1. Preparat irisan tumbuhan dapat dibuat dengan metode non-embedding.
2. Hasil pembuatan preparat ada yang sudah baik dan ada yang belum.
I. Saran
Berdasarkan praktikum yang dilakukan, saran yang dapat diberikan adalah
sebagi berikut:
1. Pengirisan organ tumbuhan harus benar-benar tipis agar serangkaian
proses pembuatan dapat berjalan maksimal.
2. Penetesan kanada balsam jangan terlalu banyak dan penutupan harus
dilakukan dengan hati-hati agar tidak ada gelembung udara.

J. Daftar Pustaka
Mulyani, Sri. 2006. Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta: Kanisius.
Rudyatmi, Ely. 2013. Bahan AjarMikroteknik. Semarang: JurusanBiologi
FMIPAUNNES.