Anda di halaman 1dari 35

1

BAB I
PENDAHULUAN

Paracetamol (Asetaminofen) merupakan metabolit fenasetin dengan efek
antipiretik yang sama. Efek antipiretik ditimbulkan oleh gugus aminobenzen.
Parasetamol mengandung tidak kurang dari 98.0% dan tidak lebih dari 101.0%
C
8
H
9
NO
2
, dihitung terhadap zat anhidrat. Parasetamol merupakan serbuk hablur,
putih, tidak berbau, rasa sedikit pahit. Kelarutannya larut dalam air mendidih dan
dalam natrium hidroksida 1N, mudah larut dalam etanol. BM Parasetamol 151.16.
(FI III, 1979).

Karakteristik Bahan Obat (Martindale Ed.36)
Nama Bahan Obat : Paracetamol
Sinonim : N-Acetyl-p-aminofenol, Acetaminophen
Struktur Kimia :




Efek Terapeutik : Analgesik, antipiretik

Farmakodinamik
Efek analgesik paracetamol dan fenisetin serupa dengan salisilat yaitu
menghilangkan/mengurangi nyeri ringan sampai sedang. Keduanya mnurunkan
suhu tubuh dengan mekanisme yang diduga juga berdasar efek sentral seperti
salisilat.
Efek anti inflamasi Sangay lemah, oleh karena itu paracetamol dan fenisetin
tidak digunakan sebagai anti rematik. Paracetamol merupakan penghambat
biosntesis PG yang lemah. Efek iritasi erosi dan pendarahan lambung tidak
terlihat pada kedua ini, demikian juga gangguan pernafasan dan keseimbangan
asam basa. (Ganiswara, 1995).

Farmakokinetik
Parasetamol diabsorpsi cepat dan sempurna melalui saluran cerna.
Konsentrasi tertinggi dalam plasma dicapai dalam waktu jam dan masa paruh
plasma antara 1-3 jam. Obat ini dimetabolisme oleh enzim mikrosom hati.
Sebagian asetaminofen (80%) dikonjugasi dengan asam glukuronat dan sebagian
kecil lainnya dengan asam sulfat. Selain itu obat ini juga dapat mengalami
hidroksilasi. Obat ini diekskresi melalui ginjal, sebagian kecil sebagai
Parasetamol (3%) dan sebagian besar dalam bentuk terkonjugasi. (Ganiswara,
1995).
2

Efek Samping
Efek samping dari Parasetamol adalah jarang dan biasanya ringan, meskipun
reaksi hematologis termasuk trombositopenia, leukopenia, pansitopenia,
neutropenia, dan agranulositosis telah dilaporkan. Kulit ruam dan reaksi
hipersensitivitas lainnya terjadi sesekali. Hipotensi telah dilaporkan jarang dengan
penggunaan parenteral. Overdosis dengan parasetamol dapat menyebabkan
kerusakan hati yang parah dan kadang-kadang nekrosis tubular ginjal akut.
(Martindale Ed.36).
Organoleptis
Warna : Putih
Bau : Tidak berbau
Rasa : Sedikit pahit

Karakteristik Fisika-Kimia
- Kelarutan
1 bagian parasetamol larut dalam 70 bagian air, 20 bagian air mendidih, dalam
7 sampai 10 bagian etanol (95%), dalam 13 bagian aseton, 40 bagian gliserol,
dan dalam 9 bagian propilenglikol, larut dalam alkali hidroksida membentuk
larutan jenuh dalam air dengan pH 5,1 sampai 6,5. (FI III, 1979).

- Mikroskopis
Bentuk kristal yakni hablur atau serbuk hablur. (FI III, 1979).

- Titik Lebur
Antara 168 - 172C.

- Higroskopisitas
Parasetamol menyerap kelembapan dengan jumlah yang tidak signifikan pada
suhu 25 C pada kelembapan relatif sampai 90 % (Pharmaceutical Grade).
pKa = 9,5 pada suhu 25 C. (Codex)

- Stabilitas
Parasetamol sangat stabil dalam aquadest. Waktu paruhnya yang didapar pada
pH 6 diperkirakan 21,8 tahun, degradasi dikatalis oleh asam dan basa dan
waktu paruhnya 0,73 tahun. Pada pH 2 dan 2,28 tahun pada pH 9. Hasil
degradasinya adalah p-aminofenol dan asam asetat. (Martindale Ed.36).


3

PERHITUNGAN DOSIS
Dosis literature (Martindale Ed.29):
0.5 to 1 g ; up to 4 g daily in divided doses children up to 1 year, 120 mg; 1 to 5
year, 250 mg; 6 to 12 year ; 250 to 500 mg

Konsumen yang dituju : 1 - 12 tahun
Anak-anak pada rentang 1 12 tahun lebih mudah untuk meminum obat dalam
bentuk cairan/larutan daripada bentuk tablet.
Dosis pemakaian
Anak 1 6 tahun : 120 250 mg
Anak 6 12 tahun : 250 500 mg
Lama pengobatan : 3 hari
Bila dalam 1 sendok takar 5 ml mengandung 120 mg Parasetamol, maka dosis
yang dipakai :
1 6 tahun = 1 2 sendok takar
6 12 tahun = 2 - 4 sendok takar
Dipilih dosis 120 mg/5 ml karena lebih efisien dalam pembuatan sediaan dan
pemakaiannya bisa untuk semua konsumen.

PERTIMBANGAN KEMASAN
Volume yang dibutuhkan :
1 6 tahun : 1 2 sendok takar (120 mg/5 ml)
1 hari = (5 ml 10 ml) 4 = 20 ml 40 ml
3 hari = (20 ml 40 ml) 3 = 60 ml 120 ml
6 12 tahun : 2 4 sendok takar (120 mg/5 ml)
1 hari = (10 20 ml) 4 = 40 ml 80 ml
3 hari = (40 80 ml) 3 = 120 ml 240 ml
Dipilih kemasan terkecil 120 ml karena lebih efektif dan efisien untuk semua
konsumen yang dituju (anak usia 1-12 tahun) dan karena pertimbangan jumlah
pemakaian (untuk 3 hari) dibuat untuk tidak bisa banyak karena pertimbangan
stabilitas bahan aktif pada penyimpanan yang terlalu lama serta agar bisa
meminimalisir sisa obat.

PERSYARATAN BENTUK SEDIAAN
Definisi Literatur
Sediaan sirup adalah sediaan cair berupa larutan yang mengandung sakarosa
kecuali dinyatakan lain, kadar sakarosa C
12
H
22
O
4
tidak kurang dari 64% dan
tidak lebih dari 66%. (Ansel, 1989).
Larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang
terlarut, misal : terdispersi secara molekular dalam pelarut yang sesuai atau
campuran pelarut yang saling tercampur. (FI IV, 1995).
4

Larutan oral adalah sediaan cair yang dibuat untuk pemberian oral,
mengandung satu atau lebih zat dengan atau tanpa bahan pengaroma, pemanis,
atau pewarna yang larut dalam air atau campuran kosolven air. (FI IV, 1995).

Syarat Sediaan Sirup
- Larutan berwarna jernih.
- Berasa manis.
- Mengandung satu jenis obat atau lebih dapat juga berupa cairan berwarna.

SPESIFIKASI SEDIAAN YANG DIINGINKAN
Bentuk sediaan : Sirup
Kadar bahan aktif : < 90%
Dosis : 120 mg/5 ml
pH Sediaan : 6.0
Viskositas : -
Wadahpenyimpanan : Botol
Kemasan terkecil : 120 ml
Warna : Oranye
Bau : Jeruk
Rasa : Manis

RANCANGAN FORMULA
SENYAWA AKTIF EFEK / KHASIAT EFEK SAMPING

Parasetamol
(Asetaminofen)

Analgesik
Antipiretik
Gangguan Pencernaan
Hipersensitifitas
Kelainan Darah
Hepatoksisitas
Mual, Muntah, Anorexia

KARATERISTIK FISIKA KIMIA KET. KHUSUS

1. Karateristik Fisika
Kelarutan dalam air :
Larut dalam air mendidih dan dalam NaOH 1 N
dan mudah larut dalam etanol
Bentuk : Serbuk hablur, putih, tidak berbau,
rasa seperti pahit
Tahan pemanasan
Mudah terbasahi
TL : 168 - 172 C.
BJ : 1,21 1,23 g/cm
3

2. Karateristik Kimia
Stabil pada pH 3.8 6.1
pKa 9.5
Tidak mudah teroksidasi

Digunakan untuk peroral

5

BAHAN AKTIF TERPILIH : Parasetamol
Alasan : Karena bahan aktif Parasetamol memilikisedikit efek samping
dibandingkan analgetik lainnya.
BENTUK SEDIAAN TERPILIH : Sirup
Alasan : - Absorbsi lebih cepat.
- Mudah penggunaannya untuk bayi, anak-anak dan orang yang
sulit menelan.
- Merupakan campuran homogen (satu fase).
- Dapat menutupi rasa dan bau tidak enak dari bahan aktif.
- Rasanya manis.

BAGAN RANCANG FORMULASI









FORMULA STANDAR
Acetaminophen Elixir (Formularium Nasional Edisi II)
Tiap 5 ml mengandung :
Acetaminophen 120 mg
Glycerolum 2,5 ml (50%)
Propilenglikol 500 l (10%)
Sorbitol solution 70% 1,25 ml (25%)
Aethanolum 500 l (10%)
Zat tambahan yang cocok q.s
Aqua ad 5 ml (5%)

Stabil pada pH 6
Paracetamol
Sukar larut
dalam air
Serbuk hablur
warna putih
Tidak berbau
Berasa pahit
Perlu pemanis
(Sakarin-Na)
Perlu perasa
(Orange Essence)
Perlu pewarna
(Orange Essence)

Perlu ditambah
kosolven
- Propilenglikol
- PEG 400
- Gliserin

Perlu dapar
(dapar fosfat)

Dibuat sediaan
larutan
Fase air
Media pertumbuhan
mikroba
Perlu pengawet
(Propilenglikol)
6

Perhitungan Konstanta Dielektrik Formula Standar :
= (10% 32.1) + (15% 12.4) + (50% 46) + (5% 80)
= 49.90

BAHAN BAHAN TAMBAHAN
PELARUT/KOSOLVEN
Bahan Pemerian Kelarutan Ket. Lain
Aqua
Destilata

Propilen
Glikol



Gliserin


Cairan jernih, tidak
berwarna, tidak
berbau, tidak berasa.
Jernih, kental, tidak
berbau, tidak
berwarna, sedikit
pedas, mirip gliserin.

Jernih, tidak berbau,
tidak berwarna,
kental, higroskopis,
manis, (0.6
sukrosa).



Dapat larut dalam
aseton, kloroform,
etanol 95%, air,
dan gliserin.

Dapar becampur
dengan air dan
methanol, serta
alkohol.



BJ : 1.038 g/cm
3
Pada 20
0
C
Solvent for oral
Solutions : 10-25%
Pengawet : 15-30%
BJ : 1.26 g/cm
3
Pada 20
0
C
Rentang pemakaian
pelarut organik
untuk formulasi
pemanis pada elixir
Sebagai pengawet
pada konsentrasi <
20%
Sebagai pemanis
dalam elixir alkohol
< 20%
Sebagai pelarut
parenteral < 50%

BAHAN PENGAROMA
Bahan Pemerian Kelarutan Ket. Lain
Red
Cherry
Berasal dari varietas
riper fruit segar yang
berwarna merah dan
berasa cherry asam
(juice and syrup)
Cherry juice dari riper fruit
segar dan kadar tidak lebih
dari 1% malic acid pH 3-4.
Simpan ditempat sejuk dan
terhindar dari cahaya
Orange
Essence
Berasal dari buah segar
yang berwarna orange
segar dan berasa jeruk.
Memiliki rasa jeruk alami
7


BAHAN PENGAWET
Bahan Pemerian Kelarutan Ket. Lain
Propilen
Glikol
Jernih, kental, tidak
berbau, tidak
berwarna, sedikit
pedas, mirip gliserin.
Dapat larut dalam
aseton, kloroform,
etanol 95%, air,
dan gliserin.
BJ : 1.038 g/cm
3
Pada 20
0
C
Solvent for oral
Solutions : 10-25%
Pengawet : 15-30%
Natrium
benzoate

Granul
putih/kristalin,
sedikit hidroskopis,
tidak berbau/berbau,
tidak manis dan asin
Pada suhu 20
0
C
Etanol 95% 1:75
Etanol 90% 1:50
Berdasarkan
penelitian FAO,
tidak bersifat
karsinogenik
Nipagin Kristal tidak
berwarna/serbuk
kristalin, berwarna
putih, tidak berbau
lemah, rasa sedikit
terbakar
Pada suhu 20
0
C :
Glicerin 1:60
Air 1:4000,
Propilenglikol 1:5

Nipasol Kristal putih, tidak
berbau, tidak berasa
Pada suhu 20
0
C :
Gliserin 1: 250
Air 1 : 2500
Propilenglikol 1:39
Etanol 1 : 1,1


BAHAN PEWARNA
Bahan Pemerian Kelarutan Ket. Lain
Allura red Serbuk merah tua Larut dalam air Berdasarkan penelitian
FAO, tidak bersifat
karsinogenik
Amaranth Serbuk coklat
kemerahan,
hampir tidak
berbau dan berasa
Larut dalam air
= 1 : 13 sangat
sedikit larut
dalam alkohol


BAHAN PEMANIS
Bahan Pemerian Kelarutan Ket
Saccharin
Na
Serbuk kristal yang
berwarna, tidak berbau/ bau
lemah, efloresen, manis,
kemanisan 200 kali lebih
Dalam etanol 1:102
Etanol 95% 1:50
Propilen glikol
1,3:3
Oral sirup :
0,04-0,25%
8

manis dari sukrosa. Air 1:1.2
Glycerin Larutan jernih, tidak
berwarna, tidak berbau,
kental, higroskopis, manis,
tingkatan kemanisan 0,6
lebih manis dari sukrosa
Sangat larut dalam
etanol 95%, air,
metanol, larit
dalam eter 1:500,
dalam etil asetat
1:11
Sebagai pemanis
dalam larutan
elixir alkohol
<20%
Sucrosa Kristal tidak berwarna,
kristal serbuk putih, tidak
berbau, manis
Dalam etanol 1:400
Etanol 95% 1: 170
Propan-2-ol 1:400
Air 1:0,5
Air mendidih 1: 0,2
Sebagai pemanis
67% w/w


Sorbitol Tidak berwarna, warna
putih/ hampir tidak
berwarna, kristal, serbuk
higroskopis, tingkat
kemanisan 50-60% dari
kemanisan sukrosa
Etanol 95% 1:25
Etanol 82% 1:8,3
Agak larut dalam
metanol
Air = 1: 0,5
BJ = 1,49g/cm
3

Oral solutions =
20-35%
Subtituen untu
gliserin dan
propilen glikol =
25-90%

ALASAN PEMILIHAN BAHAN
Kosolven
Bahan aktif Paracetamol memiliki sifat sukar larut dalam air, sehingga air
yang tersedia tidak cukup untuk melarutkan Parasetamol yang diperlukan. Oleh
karena itu, digunakan kosolven sebagai berikut :
Propilenglikol
Propilenglikol dipilih karena kemampuannya melarutkan Parasetamol yang
tinggi (1:9). Selain itu, dengan kadar antara 15%-30% dapat berfungsi juga
sebagai pengawet. Sehingga tidak diperlukan pengawet lagi.
PEG 400
PEG 400 dipilih sebagai kosolven karena memiliki kemampuan melarutkan
bahan aktif Parasetamol yang tinggi yaitu 1:8.
Gliserin
Gliserin dipilih karena stabil dalam campuran propilenglikol dan air. Selain itu,
dapat berfungsi sebagai pengawet dengan kadar > 20%,dan sebagai pemanis.
Serta aman digunakan untuk anak-anak.
Pemanis
Sakarin Na
Bahan obat Parasetamol memiliki rasa yang pahit, sehingga tidak acceptable
untuk anak-anak. Jika digunakan sukrosa, dibutuhkan jumlah yang cukup
banyak. Oleh karena itu, digunakan sakarin Na yang memiliki kekuatan 300
9

sukrosa. Kadar sakarin Na sebagai pemanis dalam oral syrup sebesar 0,045% -
0,25%.
Sorbitol
Sorbitol selain dapat berfungsi sebagai kosolven juga dapat berfungsi sebagai
pemanis dengan tingkat kemanisan 50-60% dari kemanisan sukrosa. Selain itu
juga aman untuk digunakan.
Dapar
Dapar fosfat
Dipakai dapar fosfat karena aman digunakan dan dapat memenuhi pH stabil
Parasetamol ( pH = 6 ).
Pewarna dan Perasa
Orange Essence
Karena memiliki kelarutan yang tinggi pada air, aman digunakan dan memiliki
warna menarik dan rasa jeruknya yang nyaman dan banyak disukai anak-anak.
Pengawet
Tidak digunakan pengawet tambahan karena penggunaan gliserin dengan kadar >
20% dan propilenglikol 15% 30% dapat berfungsi sebagai pengawet.

FORMULA 1
No. Nama Bahan Fungsi Rentang % Pakai 60 ml
1. Paracetamol Bahan aktif 120mg/5ml 1.44 g
2. Propilen glikol Kosolven
Pengawet
10 - 25% 19.17% 11.93 g
3. PEG 400 Kosolven 10 - 25% 15% 10.13 g
4. Gliserin Kosolven
Pemanis
20 - 50% 31.67% 23.98 g
5. NaH
2
PO
4
.2H
2
O Dapar 1.4 g
6. Na
2
HPO
4
.2H
2
O Dapar 0.098 g
7. Sakarin-Na Pemanis 0.15 g
8. Orange Pasta Pewarna
Pengaroma
2 gtt
9. Aquadest Pembawa 34.16% ad 60 ml

Perhitungan ADI untuk Formula 1 :
ADI Propilenglikol : 25 mg/kgBB (HPE hal.625)
Umur BB (kg) 25 mg/kgBB
1 6 tahun 10 15 kg 250 375 mg
6 12 tahun 16 23 kg 400 575 mg
10

Umur 1 6 tahun :
ADI = 250 375 mg
Propilenglikol = 19.17% 60 ml = 11.50 ml
= 11.50 ml 1.038 g/ml = 11.93 g
Sehari = (10 20) ml/60 ml 11.93 g = 1.98 g 3.97 g

Umur 6 12 tahun :
ADI = 400 575 mg
Propilenglikol = 19.17% 60 ml = 11.50 ml
= 11.50 ml 1.038 g/ml = 11.93 g
Sehari = (20 40) ml/60 ml 11.93 g = 3.97 g 7.95 g

Kesimpulan : Melebihi ADI, tetapi kelebihan ini dapat ditoleransi karena tidak
dikonsumsi untuk sehari hari, melainkan hanya pada waktu sakit saja.
ADI Gliserin : 1.0 1.5 g/kg BB (HPE hal.285)
Umur BB (kg) 1.0 1.5 g/kgBB
1 5 tahun 10 15 kg 10 15 g / 15 22.5 g
6 12 tahun 16 23 kg 16 23 g / 23 34.5 g


Umur 1 5 tahun :
ADI = 10 15 g / 15 22.5 g
Gliserin = 31.67% 60 ml = 19 ml
= 19 ml 1.2620 g/ml = 23.98g
Sehari = (10 20) ml/60 ml 23.98g = 3.99 g 7.99 g

Umur 6 12 tahun :
ADI = 16 23 g / 23 34.5 g
Gliserin = 31.67% 60 ml = 19 ml
= 19 ml 1.2620 g/ml = 23.98g
Sehari = (20 40) ml/60 ml 23.98g = 7.99 g 15.98 g

Kesimpulan : Tidak melebihi ADI, sehingga dapat dikonsumsi dengan aman.

ADI PEG 400 : 10 mg/kg BB (HPE hal.521)
Umur BB (kg) 10mg/kgBB
1 5 tahun 10 15 kg 100 150 mg
6 12 tahun 16 23 kg 160 230 mg

Umur 1 5 tahun :
ADI = 100 150 mg
PEG 400 = 15% 60 ml = 9 ml
= 9 ml 1.125 g/ml = 10.13g
Sehari = (10 20) ml/60 ml 10.13 g = 1.68 g 3.38 g
11

Umur 6 12 tahun :
ADI = 160 230 mg
PEG 400 = 15% 60 ml = 9 ml
= 9 ml 1.125 g/ml = 10.13 g
Sehari = (20 40) ml/60 ml 10.13 g = 3.38 g 6.75 g

Kesimpulan : Melebihi ADI, tetapi kelebihan ini dapat ditoleransi karena tidak
dikonsumsi untuk sehari hari, melainkan hanya pada waktu sakit saja.

Perhitungan Konstanta Dielektrik Formula Standar :
= (10% 32.1) + (15% 12.4) + (50% 46) + (5% 80)
= 49.90

Perhitungan Koefisien Dielektrik Formula 1 :
= (19.17% 32.1) + (15% 12.4) + (31.67% 46) + (34.16% 80)
= 49.90 (mendekati koef.dielektrik resep standar Paracetamol Elixir)

FORMULA 2
No. Nama Bahan Fungsi Rentang % Pakai 60 ml
1. Paracetamol Bahan aktif 120mg/5 ml 1.44 g
2. Propilen glikol Kosolven
Pengawet
10 - 25% 25% 15.57 g
3. Sorbitol Kosolven
Pemanis
10 - 25% 20% 18.08 g
4. Gliserin Kosolven
Pemanis
20 - 50% 45% 33.95 g
5. NaH
2
PO
4
.2H
2
O Dapar 1.4 g
6. Na
2
HPO
4
.2H
2
O Dapar 0.098 g
7. Sakarin-Na Pemanis 0.15 g
8. Orange Pasta Pewarna
Pengaroma
2 gtt
9. Aquadest Pembawa 10% ad 60 ml

Perhitungan ADI untuk Formula 2 :
ADI Propilenglikol : 25 mg/kg BB (HPE hal.625)
Umur BB (kg) 25 mg/kgBB
1 5 tahun 10 15 kg 250 375 mg
6 12 tahun 16 23 kg 400 575 mg



12

Umur 1 5 tahun :
ADI = 250 375 mg
Propilenglikol = 25% 60 ml = 15 ml
= 15 ml 1.038 g/ml = 15.57 g
Sehari = (10 20) ml/60 ml 15.57 g = 2.59 g 5.19 g

Umur 6 12 tahun :
ADI = 400 575 mg
Propilenglikol = 25% 60 ml = 15 ml
= 15 ml 1.038 g/ml = 15.57 g
Sehari = (20 40) ml/60 ml 15.57 g = 5.19 g 10.38 g

Kesimpulan : Melebihi ADI, tetapi kelebihan ini dapat ditoleransi karena tidak
dikonsumsi untuk sehari hari, melainkan hanya pada waktu sakit saja.
ADI Gliserin : 1.0 1.5 g/kgBB (HPE hal.285)
Umur BB (kg) 1.0 1.5 g/kgBB
1 5 tahun 10 15 kg 10 15 g / 15 22.5 g
6 12 tahun 16 23 kg 16 23 g / 23 34.5 g

Umur 1 5 tahun :
ADI = 10 15 g / 15 22.5 g
Gliserin = 45% 60 ml = 27 ml
= 27 ml 1.2620 g/ml = 34.07 g
Sehari = (10 20) ml/60 ml 34.07 g = 5.67 g 11.35 g

Umur 6 12 tahun :
ADI = 16 23 g / 23 34.5 g
Gliserin = 45% 60 ml = 27 ml
= 27 ml 1.2620 g/ml = 34.07 g
Sehari = (20 40) ml/60 ml 34.07 g = 11.35 g 22.71 g

Kesimpulan : Tidak melebihi ADI, sehingga dapat dikonsumsi dengan aman.

Perhitungan Konstanta Dielektrik Formula Standar :
= (10% 32.1) + (15% 12.4) + (50% 46) + (5% 80)
= 49.90

Perhitungan Koefisien Dielektrik Formula 2 :
= (25% 32.1) + (20% 62) + (45% 46) + (10% 80)
= 49.12 (mendekati koef.dielektrik resep standar Paracetamol Elixir)



13

FORMULA 3
No. Nama Bahan Fungsi Rentang % Pakai 60 ml
1. Paracetamol Bahan aktif 1.44 g
2. Propilen glikol Kosolven
Pengawet
10 - 25% 21.67% 13.49 g
3. PEG 400 Kosolven
Pemanis
10 - 25% 13.33% 8.99 g
4. Gliserin Kosolven
Pemanis
20 - 50% 35% 26.50 g
5. NaH
2
PO
4
.2H
2
O Dapar 1.4 g
6. Na
2
HPO
4
.2H
2
O Dapar 0.098 g
7. Sakarin-Na Pemanis 0.25 g
8. Sukrosa Pemanis 0.10 g
9. Orange Pasta Pewarna
Pengaroma
2 gtt
10. Aquadest Pembawa 30% ad 60 ml

Perhitungan ADI untuk Formula 3 :
ADI Propilenglikol 25 mg/kgBB (HPE hal.625)
Umur BB (kg) 25 mg/kgBB
1 5 tahun 10 15 kg 250 375 mg
6 12 tahun 16 23 kg 400 575 mg

Umur 1 5 tahun :
ADI = 250 375 mg
Propilenglikol = 21.67% 60 ml = 13 ml
= 13 ml 1.038 g/ml = 13.49 g
Sehari = (10 20) ml/60 ml 13.49 g = 2.24 g 4.49 g

Umur 6 12 tahun :
ADI = 400 575 mg
Propilenglikol = 21.67% 60 ml = 13 ml
= 13 ml 1.038 g/ml = 13.49 g
Sehari = (20 40) ml/60 ml 13.49 g = 4.49 g 8.99 g

Kesimpulan : Melebihi ADI, tetapi kelebihan ini dapat ditoleransi karena tidak
dikonsumsi untuk sehari hari, melainkan hanya pada waktu sakit saja.

ADI PEG 400 : 10 mg/kg BB (HPE hal.521)
Umur BB (kg) 10 mg/kgBB
1 5 tahun 10 15 kg 100 150 mg
6 12 tahun 16 23 kg 160 230 mg

14

Umur 1 5 tahun :
ADI = 100 150 mg
PEG 400 = 13.33% 60 ml = 8 ml
= 8 ml 1.125 g/ml = 9 g
Sehari = (10 20) ml/60 ml 9 g = 1.5 g 3 g

Umur 6 12 tahun :
ADI = 160 230 mg
PEG 400 = 13.33% 60 ml = 8 ml
= 8 ml 1.125 g/ml = 9 g
Sehari = (20 40) ml/60 ml 9 g = 3 g 6 g

Kesimpulan : Melebihi ADI, tetapi kelebihan ini dapat ditoleransi karena tidak
dikonsumsi untuk sehari hari, melainkan hanya pada waktu sakit saja.

ADI Gliserin : 1.0 1.5 g/kg BB (HPE hal.285)
Umur BB (kg) 1.0 1.5 g/kg BB
1 5 tahun 10 15 kg 10 15 g / 15 22.5 g
6 12 tahun 16 23 kg 16 23 g / 23 34.5 g

Umur 1 5 tahun :
ADI = 10 15 g / 15 22.5 g
Gliserin = 45% 60 ml = 27 ml
= 27 ml 1.2620 g/ml = 34.07 g
Sehari = (10 20) ml/60 ml 34.07 g = 5.67 g 11.35 g

Umur 6 12 tahun :
ADI = 16 23 g / 23 34.5 g
Gliserin = 45% 60 ml = 27 ml
= 27 ml 1.2620 g/ml = 34.07g
Sehari = (20 40) ml/60 ml 34.07g = 11.35 g 22.71 g

Kesimpulan : Tidak melebihi ADI, sehingga dapat dikonsumsi dengan aman.

Perhitungan Konstanta Dielektrik Formula Standar :
= (10% 32.1) + (15% 12.4) + (50% 46) + (5% 80)
= 49.90

Perhitungan Koefisien Dielektrik Formula 3 :
= (21.67% 32.1) + (13.33% 62) + (35% 46) + (30% 80)
= 48.70 (mendekati koef.dielektrik resep standar Paracetamol Elixir)




15

SCALE UP (FORMULA 1 )
Dipilihnya formula 1 untuk Scale Up dikarenakan kelarutan dari
paracetamol dalam pelarutnya lebih menunjukkan hasil yang lebih baik dari
formula 2 dan formula 3 serta jika dilihat dari koefisien dielektriknya, formula 1
sangat mendekati dari koefisien dielektrik formula standar.

No. Nama Bahan Fungsi Rentang % Pakai 150 ml
1. Paracetamol Bahan aktif 3.6 g
2. Propilen glikol Kosolven
Pengawet
10 - 25% 19.17% 29.84 g
3. PEG 400 Kosolven 10 - 25% 15% 25.32 g
4. Gliserin Kosolven
Pemanis
20 - 50% 31.67% 59.95 g
5. NaH
2
PO
4
.2H
2
O Dapar 3.5 g
6. Na
2
HPO
4
.2H
2
O Dapar 0.25 g
7. Sakarin-Na Pemanis 0.625 g
8. Orange Pasta Pewarna
Pengaroma
2 gtt
9. Aquadest Pembawa 34.16% ad 150 ml

Perhitungan ADI untuk Formula Scale Up:
ADI Propilenglikol 25 mg/kg BB (HPE hal.625)
Umur BB (kg) 25mg/kgBB
1 5 tahun 10 15 kg 250 375 mg
6 12 tahun 16 23 kg 400 575 mg

Umur 1 5 tahun :
ADI = 250 375 mg
Propilenglikol = 19.17% 150 ml = 28.77 ml
= 28.77 ml1.038 g/ml = 29.86g
Sehari = (10 20) ml/60 ml 29.86 g = 4.97 g 9.95 g

Umur 6 12 tahun :
ADI = 400 575 mg
Propilenglikol = 19.17% 150 ml = 28.77 ml
= 28.77 ml 1.038 g/ml = 29.86 g
Sehari = (20 40) ml/60 ml 29.86 g = 9.95g 19.90 g

Kesimpulan : Melebihi ADI, tetapi kelebihan ini dapat ditoleransi karena tidak
dikonsumsi untuk sehari hari, melainkanhanya pada waktu sakit saja.
16

ADI Gliserin : 1.0 1.5 g/kg BB (HPE hal.285)
Umur BB (kg) 1.0 1.5 g/kg BB
1 5 tahun 10 15 kg 10 15 g / 15 22.5 g
6 12 tahun 16 23 kg 16 23 g / 23 34.5 g

Umur 1 5 tahun :
ADI = 10 15 g / 15 22.5 g
Gliserin = 31.67% 150 ml = 47.50 ml
= 47.50 ml 1.2620 g/ml = 59.95g
Sehari = (10 20) ml/60 ml 59.95 g = 9.99 g 19.98 g

Umur 6 12 tahun :
ADI = 16 23 g / 23 34.5 g
Gliserin = 31.67% 150 ml = 47.50 ml
= 47.50 ml 1.2620 g/ml = 59.95 g
Sehari = (20 40) ml/60 ml 59.95 g = 19.98 g 39.97 g

Kesimpulan : Tidak melebihi ADI, sehingga dapat dikonsumsi dengan aman.
ADI PEG 400 : 10 mg/kg BB (HPE hal.521)
Umur BB (kg) 10 mg/kgBB
1 5 tahun 10 15 kg 100 150 mg
6 12 tahun 16 23 kg 160 230 mg

Umur 1 5 tahun :
ADI = 100 150 mg
PEG 400 = 15% 150 ml = 22.5 ml
= 22.5 ml 1.125 g/ml = 25.31g
Sehari = (10 20) ml/60 ml 25.31 g = 4.22 g 8.44 g

Umur 6 12 tahun :
ADI = 160 230 mg
PEG 400 = 15% 150 ml = 22.5 ml
= 22.5 ml 1.125 g/ml = 25.31 g
Sehari = (20 40) ml/60 ml 25.31 g = 8.44 g 16.87 g

Kesimpulan : Melebihi ADI, tetapi kelebihan ini dapat ditoleransi karena tidak
dikonsumsi untuk sehari hari, melainkan hanya pada waktu sakit saja.






17

CARA PERACIKAN
FORMULA 1
1. Timbang Paracetamol sejumlah 1.44 g.
2. Timbang PEG 400 di cawan penguap sejumlah 10.13 g.
3. Timbang Propilenglikol di cawan penguap sejumlah 11.93 g.
4. Timbang Gliserin di cawan penguap sejumlah 23.98 g.
5. Masukkan (2) ke dalam beaker glass kemudian masukkan (1) sedikit demi
sedikit ad larut dan homogen.
6. Masukkan (3) ke dalam campuran (5) ad larut dan homogen.
7. Masukkan (4) ke dalam campuran (6) ad larut dan homogen.
8. Kalibrasi beaker glass 60 ml.
9. Timbang Saccharin-Na sebanyak 0.25 g, masukkan ke dalam beaker glass
yang telah dikalibrasi kemudian larutkan dengan aquadest q.s ad larut dan
homogen.
10. Timbang NaH
2
PO
4
.2H
2
O sebanyak 1,4 g dan Na
2
HPO
4
.2H
2
O 0.098 g,
masukkan ke dalam (9). Tambahkan aquadest q.s ad larut dan homogen.
11. Tambahkan 2 tetes essence jeruk pada campuran (10) aduk ad homogen.
12. Masukkan campuran (7) ke dalam campuran (11), aduk ad larut dan
homogen.
13. Kemudian tambahkan air ad 60 ml, aduk ad homogen.
14. Masukkan ke dalam botol 60 ml, beri label dan masukkan ke dalam kemasan
sekunder yang telah dilengkapi brosur dan sendok takar.

FORMULA 2
1. Timbang Paracetamol sejumlah 1.44 g.
2. Timbang Propilenglikol di cawan penguap sejumlah 15.57 g.
3. Timbang Sorbitol di cawan penguap sejumlah 18.08 g.
4. Timbang Gliserin di cawan penguap sejumlah 33.95 g.
5. Masukkan (2) ke dalam beaker glass kemudian masukkan (1) sedikit demi
sedikit ad larut dan homogen.
6. Masukkan (3) ke dalam campuran (5) ad larut dan homogen.
7. Masukkan (4) ke dalam campuran (6) ad larut dan homogen.
8. Kalibrasi beaker glass 60 ml.
9. Timbang Saccharin-Na sebanyak 0.25 g, masukkan ke dalam beaker glass
yang telah dikalibrasi kemudian larutkan dengan aquadest q.s ad larut dan
homogen.
10. Timbang NaH
2
PO
4
.2H
2
O sebanyak 1,4 g dan Na
2
HPO
4
.2H
2
O 0.098 g,
masukkan ke dalam (9). Tambahkan aquadest q.s ad larut dan homogen.
11. Tambahkan 2 tetes essence jeruk pada campuran (10) aduk ad homogen.
12. Masukkan campuran (7) ke dalam campuran (11), aduk ad larut dan
homogen.
18

13. Kemudian tambahkan air ad 60 ml, aduk ad homogen.
14. Masukkan ke dalam botol 60 ml, beri label dan masukkan ke dalam kemasan
sekunder yang telah dilengkapi brosur dan sendok takar.

FORMULA 3
1. Timbang Paracetamol sejumlah 1.44 g.
2. Timbang PEG 400 di cawan penguap sejumlah 8.99 g.
3. Timbang Propilenglikol di cawan penguap sejumlah 13.49 g.
4. Timbang Gliserin di cawan penguap sejumlah 26.50 g.
5. Masukkan (2) ke dalam beaker glass kemudian masukkan (1) sedikit demi
sedikit ad larut dan homogen.
6. Masukkan (3) ke dalam campuran (5) ad larut dan homogen.
7. Masukkan (4) ke dalam campuran (6) ad larut dan homogen.
8. Kalibrasi beaker glass 60 ml.
9. Timbang Saccharin-Na sebanyak 0.25 g, masukkan ke dalam beaker glass
yang telah dikalibrasi kemudian larutkan dengan aquadest q.s ad larut dan
homogen.
10. Timbang NaH
2
PO
4
.2H
2
O sebanyak 1,4 g dan Na
2
HPO
4
.2H
2
O 0.098 g,
masukkan ke dalam (9). Tambahkan aquadest q.s ad larut dan homogen.
11. Tambahkan 2 tetes essence jeruk pada campuran (10) aduk ad homogen.
12. Masukkan campuran (7) ke dalam campuran (11), aduk ad larut dan
homogen.
13. Kemudian tambahkan air ad 60 ml, aduk ad homogen.
14. Masukkan ke dalam botol 60 ml, beri label danmasukkan ke dalam kemasan
sekunder yang telah dilengkapi brosur dan sendok takar.

FORMULA SCALE UP
1. Timbang Paracetamol sejumlah 3.6 g.
2. Timbang PEG 400 di cawan penguap sejumlah 25.32 g.
3. Timbang Propilenglikol di cawan penguap sejumlah 29.84 g.
4. Timbang Gliserin di cawan penguap sejumlah59.95 g.
5. Masukkan (2) ke dalam beaker glass kemudian masukkan (1) sedikit demi
sedikit ad larut dan homogen.
6. Masukkan (3) ke dalam campuran (5) ad larut dan homogen.
7. Masukkan (4) ke dalam campuran (6) ad larut dan homogen.
8. Kalibrasi beaker glass 150 ml.
9. Timbang Saccharin-Na sebanyak 0.625 g, masukkan ke dalam beaker glass
yang telah dikalibrasi kemudian larutkan dengan aquadest q.s ad larut dan
homogen.
10. Timbang NaH
2
PO
4
.2H
2
O sebanyak 3.5 g dan Na
2
HPO
4
.2H
2
O 0.25 g,
masukkan ke dalam (9). Tambahkan aquadest q.sad larut dan homogen.
11. Tambahkan 2 tetes essence jeruk pada campuran (10) aduk ad homogen.
19

12. Masukkan campuran (7) ke dalam campuran (11), aduk ad larut dan
homogen.
13. Kemudian tambahkan air ad 60 ml, aduk ad homogen.
14. Masukkan ke dalam botol 60 ml, beri label dan masukkan ke dalam kemasan
sekunder yang telah dilengkapi brosur dan sendok takar.

BAGAN CARA PERACIKAN
FORMULA 1


























Paracetamol (2g) +
propilenglikol (23 ml)
Paracetamol (2g) +
propilenglikol (23 ml)
PEG 400 (18 ml)
Campuran II Campuran I
Campuran IV
Campuran III
Campuran V
+ Red Cherry q.s.
Aquadest ad 120 ml
Sakarin-Na (0,3 g) +
Aq (10 ml)
NaH
2
PO
4
.2H
2
O (6.39
g) + Na
2
HPO
4
.2H
2
O
(0.15 g) + Aq (25 ml)
20

FORMULA 2


















FORMULA 3


















Paracetamol (2.88g) +
propilenglikol (30 ml)
Campuran II
Campuran I
Campuran IV
Campuran III
+ Red Cherry q.s.
Aqua (5 ml)
Gliserin (54 ml)
Sorbitol (24 ml)
Sukrosa (10 g)
Campuran V
Aquadest ad 120 ml
Na
2
HPO
4

NaH
2
PO
4

Aqua (5 ml)
Paracetamol (2.88g) +
propilenglikol (26 ml)
PEG 400 (16 ml)
Gliserin (42 ml) Campuran I
Campuran IV
Campuran II
Campuran III
+ Red Cherry
Sakarin-Na (0,12 g) + Aq (5 ml)
NaH
2
PO
4
+ Na
2
HPO
4
+ Aq
Aquadest ad 120 ml
Sukrosa (10 g) + aq (5 ml)
21

LARUTAN DAPAR
Larutan dapar fosfat umumnya digunakan larutan dapar fosfat, larutan dapar
berat dan larutan dapar lain yang mempunyai kapasitas dapar rendah. Jika
disebutkan pH dalam paparan obat jadi pengaturan pH dilakukan dengan
penambahan asam basa atau larutan dapar yang tertera pada daftar berikut ini
hingga pH dikehendaki :
1. Larutan Dapar Borat
Larutan H
3
BO
3

1.9%(ml)
Larutan Na
2
B
4
O
7
.10H
2
O
2.65% (ml)
pH
1
2
3
4
5
6
7
8
9
9,5
9,85
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0,5
0,15
9,05
8,95
8,80
8,65
8,50
8,30
8,05
7,65
7,00
6,80
6,30

2. Larutan Dapar Fosfat
Larutan NaH
2
PO
4
. 2H
2
O
2.55 % (ml )
Larutan Na
2
HPO4. 12H
2
O
0.97% (ml)
pH
1
2
3
4
5
6
7
8
9
9,5
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0,5
7,6
7,3
7,05
6,85
6,65
6,45
6,25
6,05
5,7
5,3




22

3. Larutan Dapar Isotonis
Larutan Na
2
HPO
4

80% (ml)
Larutan Na
2
HPO
4

0.97% (ml)
pH NaCl yang diperlukan
untuk isotonis (g/100 ml)
90
80
70
60
50
40
30
20
10
5
10
20
30
40
50
60
70
80
90
95
5,9
6,2
6,5
6,6
6,8
7,0
7,2
7,4
7,7
8,0
0,52
0,51
0,50
0,40
0,46
0,45
0,44
0,43
0,42
0,41

Dalam Farmakope Indonesia edisi IV hal.114 tercantum atau disebutkan tentang
dapar fosfat sitrat :
Dapar fosfat sitrat pH 7,2 campur 87,0 ml larutan natrium fosfat dibasa
dodekahidrat p 7,15 % dengan 13,0 ml larutan asam sitrat p 21 %.
Dapar fosfat sitrat pH 7,6 campur 6,35 ml asam sitrat 0,1 M dengan natrium
fosfat dibasa dodekahidrat 0,2 M secukupnya hingga 100 ml.
Dapar Fosfat
1. Na
2
HPO
4

Pemerian : hablur tidak berwarna, tidak berbau, rasa asin dalam udara kering
rapuh
Kelarutan : larut dalam 5 bagian air, sukar larut dalam etanol (95%)
Inkompatibilitas : dengan alkaloida, antipyrine, kloralhidrat, ion asetat
pyrogaliol, resorsinol dan asam glukonat dan ciproxo
ADI : untuk sediaan oral, maksimal penggunaaan adalah 100 mmol phospat
perhari.

2. NaH
2
PO
4

Pemerian : tidak berbau, tidak berwarna, slighly deliquescent crystal (bentuk
hidrat), granul (bentuk anhidrat).
Kelarutan : larut dalam 1 bagian air, sangat larut dalam etanol (95%)
Inkompatibilitas : dengan asam mineral biasanya dengan bahan alkali dan
karbonat
ADI: up to 100 mmol of phosphat daily.



23

PERHITUNGAN DAPAR
Spesifikasi sediaan menggunakan pH : 6,0 dan pH yang dipilih adalah pH 6.
pKa dapar fosfat dalam suhu 25C
pKa 1 = 2,1 H
3
PO
4
NaH
2
PO
4

pKa 2 = 7,2 NaH
2
PO
4
Na
2
HPO
4

pKa 3 = 12,3 Na
2
HPO
4
Na
3
PO
4


pKa yang digunakan adalah pKa 2 karena paling dekat dengan pH spesifikasi
sediaan (pH 6) dengan NaH
2
PO
4
sebagai asam dan Na
2
HPO
4
sebagai garam.
pH = pKa + log [garam] / [asam]
6 = 7,21 + log [Na
2
HPO
4
] / [NaH
2
PO
4
]
-1,21 = log [Na
2
HPO
4
] / [NaH
2
PO
4
]
0,0617 = [Na
2
HPO
4
] / [NaH
2
PO
4
]
[Na
2
HPO
4
] = 0,0617 [NaH
2
PO
4
]

Kapasitas Dapar :
pKa : 7,21 Ka = 6,166 10
-8

pH : 6 [H
3
O
+
] = 10
-6



Persamaan Van Slyke :
= 2,3 C Ka [H
3
O
+
] / (Ka + [H
3
O
+
] )
2
0,02 = 2,3 C 6,166 10
-8
10
-6
/ (6,166 10
-8
+ [10
-6
] )
2

C = 0,1589 M

C = [garam] + [asam]
0,1589 = 0,0617 [asam] + [asam]
[asam] = [NaH
2
PO
4
] = 0,1497 M
[Na
2
HPO
4
] = 0,0617 [NaH
2
PO
4
]
= 0,0617 0,1497
= 9,24 10
-3
M

PERHITUNGAN MASSA (gram) DAPAR
NaH
2
PO
4.
2H
2
O (MR : 156) dalam 60 ml
M = gram/MR (1000/V )
0,1497 M = gram/156 (1000 ml/60 ml)
NaH
2
PO
4.
2H
2
O = 1,4 gram
24

Na
2
HPO
4.
2H
2
O (MR : 178) dalam 60 ml
M = gram/MR (1000/V )
9,24 10
-3
M = gram/178 (1000 ml/60 ml)
Na
2
HPO
4.
2H
2
O = 0,098 gram

PERHITUNGAN EXPIRED DATE
Paracetamol pH : 6 t = 21,8 (Martindale)
Dengan menggunakan rumus :
k =


k =



k = 0,0318

FI III : Syarat konsentrasi < 90 %
0,0318 =



t = 3,31 tahun
Jadi, masa kadaluarsa Paracetamol 3,31 tahun dari tanggal pembuatan.
Tanggal pembuatan sediaan : 30 September 2013
Tanggal kadaluarsa : 17 Februari 2016

Akan lebih baik jika tanggal kadaluarsa dibuat 2 tahun karena kondisi
penyimpanan dan distribusi dimungkinkan tidak berstandar.











25

BAB II
EVALUASI SEDIAAN

1. Organoleptis
Pada uji organoleptis ini sediaan yang telah jadi diuji bau, rasa, dan warnanya
dengan menggunakan panca indera.

2. Penentuan Viskositas (Alat : Viskometer)
Cara Kerja:
Masukkan zat uji dalam wadah viscometer.
Pasang alat pemutar viscometer.
Letakkan wadah viscometer di tengah alat.
Usahakn alat pemutar mengambang di dalam wadah viscometer
sehingga bagian bawah alat tidak menyentuh permukaan wadah dan
bagian atas alat sudah terendam seluruhnya.

3. Penentuan Berat Jenis (Alat : Piknometer)
Cara Kerja :
Gunakan alat piknometer yang telah dibersihkan dan dalam keadaan kering.
Timbang piknometer kosong di timbangan analitik.
Setelah ditimbang kosong, isi piknometer dengan air hingga terisi penuh,
kemudian timbang botol berisi air.
Buang air dalam piknometer, kemudian isi piknometer dengan larutan sirup
dan timbang larutan sebanyak tiga kali pada larutan sirup yang berbeda.
Setelah ditimbang semua nya, hitung BJ masing masing kemudian di cari
rata-rata dan standart devisiasi-nya.

4. Penetapan pH (Alat : pH meter)
Cara Kerja :
Nyalakan alat pH meter.
Celupkan elektrode glass ke dalam pH kalibrasi yang mendekati pH
sediaan.
Masukkan sediaan dalam beaker glass kurang lebih 50ml.
Celupkan elektrode glass ke dalam sediaan untuk mengetahui pH sediaan
yang akan di ukur.
Tekan tombol pH pada alat pH meter.
Catat angka pH yang muncul pada monitor pH meter.
26

HASIL EVALUASI SEDIAAN
1. Organoleptis
Formula Bau Rasa Warna
Formula 1 Jeruk Agak pahit Oranye
Formula 2 Jeruk Manis Oranye
Formula Scale Up Jeruk Manis Oranye

2. Viskositas
Formula Viskositas
Formula Scale Up I : 0,38 dpas
II : 0,4 dpas
Rata-rata : 0,39 dpas

3. Berat Jenis
Piknometer kosong (g) : 32,61 g
Piknometer + air (g) : 56,96 g
Berat air (g) : 24,35 g
BJ aquadest : 1 g/ml
Volume piknometer : 24,619 ml
Formula Piknometer
+ sirup (g)
Berat sirup (g) BJ sediaan
(g/ml)
Formula Scale Up
(150 ml)
60,55 g 27,94 g 1,135 g/ml

4. pH
Formula pH sediaan
Formula 1 5,29
Formula 2 5,65
Formula Scale Up 6,19



27

RANCANGAN ETIKET/LABEL, KEMASAN, DAN BROSUR
1. Komposisi
Parasetamol 120 mg/5 ml
2. Farmakologi
Sebagai analgesik, bekerja dengan meningkatkan ambang rangsang rasa sakit
dan sebagai antipiretik, diduga bekerja langsung pada pusat penghantar panas
di hipotalamus.

3. Indikasi
Efektif untuk menurunkan demam dan menghilangkan nyeri.

4. Kontraindikasi
Penderita yang hipersensitif terhadap Parasetamol, penderita dengan gangguan
kerusakan fungs hati.

5. Efek Samping
Reaksi hipersensitif, dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan hati. Pada over
dosis dapat menimbulkan mual, muntah, anoreksia, dan sakit perut.

6. Perhatian
Hati hati pada penderita dengan gangguan fungsi hati dan ginjal.
Bila setelah 3 hari penggunaan demam atau nyeri masih terasa, segera
hubungi dokter.
Penggunaan obat ini pada penderita yang mengkonsumsi alkohol dapat
meningkatkan resiko kerusakan fungsi hati.

7. Dosis
Anak : 1 6 tahun = 1-2 sendok takar: 4 kali sehari
: 6 12 tahun = 2-4 sendok takar: 4 kali sehari
8. Penyimpanan
Dalam wadah tertutup rapat, simpan di tempat sejuk, terlindung dari cahaya
matahari langsung.
9. Kemasan
Batch No : 001013
Exp Date : 17 Februari 2016
Reg. No : DBL1177700101A1


28

10. Rancangan Kemasan Sekunder











11. Rancangan Primer













29

12. Rancangan Brosur



























30

BAB III
PEMBAHASAN

Pada praktikum farmasi sediaan liquid kali ini kami membuat sediaan dalam
bentuk larutan yaitu sediaan sirup berupa larutan dengan bahan aktif Paracetamol.
Alasan kami membuat sediaan larutan yaitu :
1. Cocok untuk penderita yang sukar menelan tablet dan anak-anak.
2. Absorpsi obat lebih cepat di bandingkan dengan sediaan oral lain.
3. Homogenitas lebih terjamin.
4. Dosis/takaran dapat disesuaikan.

Parasetamol memiliki kelarutan 1:70 dalam air namun bersifat sangat stabil
dalam larutan sehingga dimungkinkan untuk membuat sediaan larutan
parasetamol. Berdasarkan perhitungan dosis pemakaian dan volume kemasan
terkecil, jumlah air yang dibutuhkan terlalu besar dan melebihi kapasitas volume
kemasan. Untuk menyesuaikan jumlah air sehingga tidak melebihi kapasitas
volume sediaan maka dilakukan peningkatkan kelarutan parasetamol dalam air
dengan menggunakan pelarut campur (kosolven). Kosolven yang dipilih adalah
non alkoholik karena sediaan ini ditujukan bagi anak-anak usia 1 12 tahun dan
diusahakan tidak mengandung alkohol karena dapat mendepresi sistem saraf
pusat.
Pada formulasi sediaan ini, kosolven yang digunakan adalah gliserin, PEG
400, dan propilenglikol. Kombinasi pelarut ini memang umum digunakan dalam
sediaan sirup. Penentuan konsentrasi propilenglikol dan gliserin ditentukan dari
tingkat kelarutan parasetamol dalam propilenglikol dan gliserin dengan mengubah
formula sesuai dengan tingkat kelarutan, kelarutannya dibuat lebih kecil agar tidak
terjadi kejenuhan pada saat pelarutan. Selain itu kelarutan paracetamol dapat
diperkirakan dan dibuat berdasarkan formula paracetamol yang telah
dipublikasikan.
Pada praformulasi sirup Paracetamol ini, setelah menganalisis sifat fisiko-
kimia bahan aktif maka kami merancang tiga formula yang berbeda. Dari
formulasi pertama, kedua dan ketiga untuk sirup yang kami buat terdapat bahan
tambahan yaitu pelarut (kosolven), pengawet, pemanis, perasa, pewarna, dan
larutan dapar dengan fungsi spesifiknya masing-masing.

Dari ketiga formulasi tersebut kami merancang berdasarkan kelarutan bahan
aktif dalam kosolven dan tetapan dielektriknya yang paling mendekati formula
standar Paracetamol Elixir dalam Formularium Nasional.

31

Perbedaan ketiga formulasi tersebut bertujuan untuk mendapatkan
perbandingan (komparasi) hasil yang lebih maksimal. Pada praktikum liquid di
laboratorium kami membuat formula 1 sejumlah 60 ml, formula 2 sejumlah 60 ml,
serta formula Scale Up sejumlah 150 ml.
Dari hasil sediaan yang kami dapatkan dari formula sirup 1 dan 2, diperoleh
evaluasi sediaan dari segi organoleptis rasa yakni formulasi 2 memiliki rasa sirup
yang lebih manis dibandingkan dengan sirup formulasi 1. Antara formula 1 dan 2
memiliki perbedaan dari penggunaan kosolvennya, di mana pada formula 1
menggunakan kosolven Propilenglikol, PEG 400, dan Gliserin. Sedangkan pada
formula 2 menggunakan kosolven Propilenglikol, Sorbitol, dan Gliserin. Formula
2 menggunakan Sorbitol yang memiliki dua fungsi bukan hanya sebagai kosolven
tapi juga dapat berfungsi sebagai pemanis. Sehingga secara organoleptis rasa,
formula 2 dapat diterima daripada formula 1. Namun pada pembuatan formula
Scale Up, kami memilih formula 1 tapi dengan penambahan pemanis Sakarin-Na
yang lebih banyak yakni sekitar 0.42%. Sehingga dari hasil sediaan formulasi
Scale Up, dapat diperoleh hasil organoleptis yang lebih maksimal. Hal ini
dikarenakan formula 1 memiliki kelarutan yang lebih baik dibanding dengan yang
lain, untuk pengukuran nilai pH-pun pada formula 1 lebih memenuhi standar
yakni mendekati nilai pH dari pH stabilitas parasetamol.
Pengujiian organoleptis sediaan dibuat melalui quisioner untuk mengetahui
seberapa acceptable sedian sirup yang kami buat. Untuk itu kami meminta seluruh
anggota kelompok kami yang berjumlah 11 orang untuk mencoba sediaan dan
mengisi quisioner tersebut. Adapun format quisioner tersebut adalah sebagai
berikut:
Nama :
Indikator Rasa ()
Sangat manis
Manis
Hambar
Agak pahit
Pahit

Indikator Warna ()
Sangat menarik
Menarik
Cukup menarik
Biasa saja
Tidak menarik

Bau :

32

Dari pengumpulan data quisioner dari koresponder diperoleh persentase sebagai
berikut :
Formula 1 :
Organoleptis rasa
Indikator Jumlah Koresponden Persentase
Sangat manis - 0%
Manis - 0%
Hambar 1 9.09%
Agak pahit 7 63.63%
Pahit 3 27.27%

Organoleptis warna
Indikator Jumlah Koresponden Persentase
Sangat menarik 2 18.18%
Menarik 6 54.54%
Cukup menarik 3 27.27%
Biasa saja - 0%
Tidak menarik - 0%

Organoleptis bau : 100% koresponden berpendapat bahwa formula 1 berbau
jeruk (sesuai dengan spesifikasi).

Formula 2 :
Organoleptis rasa
Indikator Jumlah Koresponden Persentase
Sangat manis 1 9.09%
Manis 9 81.81%
Hambar 1 9.09%
Agak pahit - 0%
Pahit - 0%

Organoleptis warna
Indikator Jumlah Koresponden Persentase
Sangat menarik 2 18.18%
Menarik 3 27.27%
Cukup menarik 5 45.45%
Biasa saja - 0%
Tidak menarik - 0%

Organoleptis bau : 100% koresponden berpendapat bahwa formula 2 berbau
jeruk sesuai dengan spesifikasi.

33

Formula Scale Up :
Organoleptis rasa
Indikator Jumlah Koresponden Persentase
Sangat manis 1 9.09%
Manis 10 90.90%
Hambar - 0%
Agak pahit - 0%
Pahit - 0%

Organoleptis warna
Indikator Jumlah Koresponden Persentase
Sangat menarik 4 36.36%
Menarik 6 54.54%
Cukup menarik 1 9.09%
Biasa saja - 0%
Tidak menarik - 0%

Organoleptis bau : 100% koresponden berpendapat bahwa formula 1 berbau
jeruk sesuai dengan spesifikasi.

Berdasarkan hasil evaluasi organoleptis sediaan menunjukkan adanya
keseragaman organoleptis tampak pada warna dan bau antara ketiga formula
kecuali pada formula 1 yang memiliki rasa agak pahit.
Dari hasil evaluasi viskositas dan pH pada pembuatan formula 1 dan 2
didapatkan hasil viskositas yang berbeda. Formula 2 lebih baik dari formula 1
karena penambahan air dari luar lebih sedikit (10%), dan begitu juga pada pH
yang disyaratkan yaitu mendekati 6,5. Pada tabel pH hasil perbandingan antara
formula 1 dan 2 didapatkan hasil 5,29 dalam 60 ml (formula 1) dan 5,65 dalam 60
ml (formula 2).
Adapun pada peningkatan produksi (formula Scale Up) dibuat dengan
volume 150 ml larutan. Pada evaluasi pengukuran pH diperoleh pH 6,19.
Perubahan pH signifikan jauh dari pH spesifikasi pada formula 2 kemungkinan
disebabkan bahan tambahan yang bersifat asam misalnya sorbitol. Di sini terjadi
perubahan pH yang bisa diatasi dengan cara menambahkan basa atau asam
(NaH
2
PO
4
+ Na
2
HPO
4
) yang dilarutkan dengan aquadest konsentrasi 1N.
Sehingga larutan diadjust dengan menambahkan sedikit asam dengan pH terbaca
5,65 untuk mencapai hasil mendekati dengan spesifikasi pH yaitu 6,0.
Berdasarkan hasil perhitungan ADI secara teoritis terdapat bahan
Propilenglikol dan PEG 400 yang melebihi batas ADI namun tidak terlalu
dipermasalahkan karena obat tidak dikonsumsi sehari-hari, sehingga masih bisa
ditoleransi.
34

BAB IV
KESIMPULAN

1. Spesifikasi Sediaan (Scale Up):
Bentuk Sediaan : Sirup
Kadar Bahan Aktif : Parasetamol 120 mg/5 ml
Warna : Oranye
Bau : Jeruk
Rasa : Manis
pH Sediaan : 6.19
Berat jenis : 1,135 g/ml (20C)
Viskositas : 0,39 dpas

2. Dari formula 1 dan 2 memiliki kekurangan dan kelebihan maing-masing. Dari
segi organoleptis formula 2 memberikan hasil sesuai rancang spesifikasi
sediaan, namun pH-nya agak jauh dari spesifikasi. Sebaliknya pada formula 1,
organoleptis rasanya tidak sesuai dengan rancanga spesifikasi, namun
memiliki pH yang hampir mendekati spesifikasi. Untuk itu pada formula
optimasi (pemilihan formula terbaik) dipilih formula 1 dengan modifikasi
penambahan pemanis yang lebih banyak.











35

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2002. British Pharmacopoeia. London : The Stationery Office.
Ansel, Howard C. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, Edisi Keempat.
Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia.
Budavari, Susan. 2001. The Merck Index, An Encyclopedia of Chemicals, Drugs,
and Biologicals, 13
th
Edition. Whitehouse Station, NJ : Merck & Co. Inc.
DepKes. RI. 1978. Formularium Nasional, Edisi Kedua.
__________ 1979. Farmakope Indonesia, Edisi Ketiga.
__________ 1995. Farmakope Indonesia, Edisi Keempat.
Ganiswara, Sulistia G. 1995. Farmakologi dan Terapi, Edisi 4. Jakarta : UI Press.
ISFI. 2008. ISO Informasi Spesialite Obat Indonesia Volume 43. Jakarta : PT.
ISFI Penerbitan.
Lund, Walter. 1994. The Pharmaceutical Codex Principles and Practice of
Pharmaceutics, 12
th
Ed. London : The Pharmaceutical Press.
Rowe, Raymond C. 2009. Handbook of Pharmaceutical Excipients Sixth Edition.
USA : Pharmaceutical Press and American Pharmacist Association.
Sweetman, Sean C. Martindale: The Complete Drug Reference 36th Edition.
2009. USA : The Phamaceutical Press.