Anda di halaman 1dari 31

KELOMPOK 6

KELOMPOK 7
KELOMPOK 8
KELOMPOK 9
KELOMPOK 10
PEMBIMBING : Dr. Tony Setiab!"i P".D# S$K% &K'
()K*LT)S KEDOKTE+)N *NI,E+SIT)S T+IS)KTI %)K)+T)
PEND)-*L*)N
Proses menua (aging) adalah proses alami yang disertai adanya penurunan kondisi fisik,
psikologis maupun social yang saling berinteraksi satu sama lain. Keadaan itu cenderung
berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum maupun kesehatan jiwa secara khusus
pada lanjut usia.
Masalah kesehatan jiwa lanjut usia termasuk juga dalam masalah kesehatan yang dibahas
pada pasien-pasien eriatri dan Psikogeriatri yang merupakan bagian dari erontologi, yaitu
ilmu yang mempelajari segala aspek dan masalah lanjut usia, meliputi aspek fisiologis,
psikologis, social, cultural, ekonomi dan lain-lain.
Geriatri adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari masalah kesehatan pada
lanjut usia yang menyangkut aspek promotof,, pre!entif, kuratif dan rehabilitatif serta psikososial
yang menyertai kehidupan lanjut usia.
Psikogeriatri atau psikiatri geriatri adalah cabang ilmu kedokteran yang memperhatikan
pencegahan,diagnosisi,dan terapi gangguan fisik dan psikologik atau psikiatrik pada lanjut
usia ."aat ini disiplin ini sudah berkembang menjadi suatu cabang psikiatri,analog dengan
psikiatri anak(#rocklehurst,$llen,%&'().)iagnosisi dan terapi gangguan mental pada lanjut usia
memerlukan pengetahuan khusus,karena kemungkinan perbedaan dalam manifestasi
klinis,patogenesis dan patofisiologi gangguan mental antara patogenesis dewasa muda dan lanjut
usia (*einberg,%&&+, Kolb-#rodie,%&'-)..aktor penyulit pada pasien lanjut usi juga perlu
dipertimbangkan,antara lain sering adanya penyakit dan kecacatan medis kronis
penyerta,pemakaian banyak obat (polifarmasi) dan peningkatan kerentanan terhadap gangguan
kognitif ( *einberg,%&&+,unadi,%&'/).
"ehubungan dengan meningkatnya populasi usia lanjut (lihat tulisan mengenai demografi
di bagian lain buku ini),perlu mulai dipertimbangkan adanya pelayanan psikogeriatri di rumah
sakit yang cukup besar .#angsal akut,kronis dan day hospital,merupakan tiga layanan yang
mungkin harus sudah,merupakan tiga layanan yang mungkin harus sudah mulai difikirkan
( #rocklehurst,$llen,%&'().0entang bagaimana kerjasama antara bidang psikogeriatri dan geriatri
dapat dilihat pada bab mengenai pelayanan kesehatan pada usia lanjut.
PEMB)-)S)N
I. (a.tor/(a.tor Ke0e"atan %i1a Lan0ia
$da beberapa faktor yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan jiwa lansia. .aktor-faktor
tersebut hendaklah disikapi secara bijak sehingga para lansia dapat menikmati hari tua mereka
dengan bahagia. $dapun beberapa faktor yang dihadapi para lansia yang sangat mempengaruhi
kesehatan jiwa mereka adalah sebagai berikut 1
%. Penurunan Kondisi .isik
-. Penurunan .ungsi dan Potensi "eksual
2. Perubahan aspek Psikososial
Penrnan Kon!i0i (i0i.
"etelah seseorang memasuki masa lansia umumnya mulai dihinggapi adanya kondisi fisik yang
bersifat patologis berganda (multiple pathology), misalnya tenaga berkurang, enerji menurun,
kulit makin keriput, gigi makin rontok, tulang makin rapuh, dsb. "ecara umum kondisi fisik
seseorang yang sudah memasuki masa lansia mengalami penurunan secara berlipat ganda. 3al
ini semua dapat menimbulkan gangguan atau kelainan fungsi fisik, psikologik maupun sosial,
yang selanjutnya dapat menyebabkan suatu keadaan ketergantungan kepada orang lain. )alam
kehidupan lansia agar dapat tetap menjaga kondisi fisik yang sehat, maka perlu menyelaraskan
kebutuhan-kebutuhan fisik dengan kondisi psikologik maupun sosial, sehingga mau tidak mau
harus ada usaha untuk mengurangi kegiatan yang bersifat memforsir fisiknya. "eorang lansia
harus mampu mengatur cara hidupnya yang baik, misalnya makan, tidur, istirahat dan bekerja
secara seimbang.
Penrnan (n20i !an Poten0i Se.0a3
Penurunan fungsi dan potensi seksual pada lanjut usia sering kali berhubungan dengan berbagai
gangguan fisik seperti 1
%. angguan jantung
-. angguan metabolisme, missal diabetes mellitus
2. 4aginitis
/. #aru selesai operasi 1 misalnya prostatektomi
+. Kekurangan gi5i, karena pencernaan kurang sempurna atau nafsu makan sangat kurang
6. Penggunaan obat-obat tertentu, seperti antihipertensi, golongan stereoid, tran7uilier
(. .aktor psikologis yang menyertai lansia antara lain 1
8asa tabu atau malu bila mempertahankan kehidupan seksual pada lansia
"ikap keluarga dan masyarakat yang kurang menunjang serta di perkuat oleh
tradisi dan budaya
Kelelahan atau kebosanan karena kurang 4ariasi dalam kehidupannya.
Pasangan hidup telah meninggal
)isfungsi seksual karena perubahan hormonal atau masalah kesehatan jiwa
lainnya cemas, depresi, pikun, dsb.
Perba"an )0$e. P0i.o0o0ia3
Pada umumnya setelah orang memasuki lansia maka ia mengalami penurunan fungsi kognitif
dan psikomotor. .ungsi kognitif meliputi proses belajar, persepsi, pemahaman, pengertian,
perhatian dan lain-lain sehingga menyebabkan reaksi dan perilaku lansia menjadi makin lambat.
"ementara fungsi psikomotorik (konatif) meliputi hal-hal yang berhubungan dengan dorongan
kehendak seperti gerakan, tindakan, koordinasi, yang berakibat bahwa lansia menjadi kurang
cekatan.
)engan adanya penurunan kedua fungsi tersebut, lansia juga mengalami perubahan aspek
psikososial yang berkaitan dengan keadaan kepabrikan lansia. #eberapa perubahan tersebut
dapat di bedakan berdasarkan + tipe kepribadian lansia sebagai berikut1
0ipe kepribadian konstruktif (Construction personality), biasanya tipe ini tidak banyak
mengalami gejolak, tenang dan mantap sampai sangat tua.
0ipe kepribadian mandiri (Independent personaliy), pada tipe ini ada kecenderungan
mengalami post power sindrome, apalagi jika pada masa lansia tidak di isi dengan
kegiatan yang dapat memberikan otonomi pada dirinya.
0ipe kepribadian 0ergantung (Dependent personality ), pada tipe ini bisanya sangat
dipengaruhi kehidupan keluarga, apabila kehidupan keluarga selalu harmonis maka pada
masa lansia tidak bergejolak, tetapi jika pasangan hidup meninggal maka pasangan yang
di tinggalkan akan menjadi merana, apalagi jika tidak segera bangkit dari kedudukannya.
0ipe Kepribadian #ermusuhan (Hostility personality), pada tipe ini setelah memasuki
lansia tetap merasa tidak puas dengan kehidupannya, banyak keinginan yang kadang-
kadang tidak di perhitungkan secara seksama sehingga menyebabkan kondisi
ekonominya menjadi morat-marit.
0ipe Kepribadian Kritik )iri (Self Hate Personality), pada lansia tipe ini umumnya
terlihat sengsara, karena perilakunya sendiri sulit dibantu oleh orang lain atau cenderung
susah dirinya.
II. Pe4eri.0aan P0i.iatri. $a!a *0ia Lan5t
Penggalian riwayat psikiatrik dan pemeriksaan status mental pada penderita usi lanjut
harus mengikuti format yang sama dengan yang berlaku pada dewasa muda .Karena tingginya
pre!alensi gangguan kognitif pada usi lanjut,dokter9calon dokter harus menentukan apakah
penderita mengerti sifat dan tujuan pemeriksaan .:ika penderita mengalami gangguan
kognitif,riwayat pra-morbid dan riwayat sakit harus didapatkan dari anggota keluarga atau
mereka yang merawatnya.;amun,penderita juga tetap harus diperiksa tersendiri(walaupun
terlihat adanya gangguan yang jelas)untuk mempertahankan pri!asi hubungan dokter dan
penderita dan untuk menggali adakah pikiran bunuh diri atau gagasan paranoid dari penderita
yang mungkin tidak diungkapkan dengan kehadiran sanak saudara atau seorang perawat (Kaplan
et al %&&(,3amilton,%&'+).
1' +i1ayat $0i.iatri.
#isa didapatkan dari alo- atau oto- anamnesisi.8iwayat psikiatrik lengkap termasuk
identifikasi awal (nama,usia,jenis kelamin,status perkawinan),keluhan utama,riwayat penyakit
sekarang ,riwayat penyakit dahulu (termasuk gangguan fisik yang pernah diderita ),riwayat
pribadi dan riwayat keluarga.Pemakainan obat (termasuk obat yang dibeli bebas).yang sedang
atau pernah digunakan penderita juga penting untuk diketahui.
Penderita yang berusia diatas 6+ tahun (atau di atas 6< tahun di $sia) sering memiliki
keluhan subyektif adanya gangguan daya ingat yang ringan,seperti tidak dapat mengingat
kembali nama orang atau keliru meletakkan benda-benda.angguan daya ingat yang
berhubungan dengan usia tersebut perlu dibedakan dengan adanya kecemasan pada saat
dilakukanpemeriksaan9wawancara (*einberg,%&&+,3amilton,%&'+).8iwayat medis penderita
harus meliputi semua penyakit berat ,terutama gangguan kejang,kehilangan kesadaran ,nyeri
kepala ,masalah penglihatan dan kehilangan pendengaran.8iwayat penggunaan alkohol dan
pemakaian 5at yang lama perlu diketahui karena bisa menyebabkan kelainan saat ini (Kolb-
#rodie,%&'-,Kaplan et al,%&&(,)ir Kes *a,%&'-).
8iwayat keluarga harus termasuk penjelasan tentang sikap orang tua penderita dan
adaptasi terhadap ketuaan mereka.:ika mungkin informasi tentang kematian orang tua,riwayat
gangguan jiwa dalam keluarga.
"ituasi sosial penderita sekarang harus dinilai."iapa yang harus merawat penderita,apakah
penderita mempunyai anak.#agaimana karakteristik hubungan orangtua-anak.8iwayat sosial
ekonomi dipakai untuk menilai peran ekonomi dalam mengelola pemyakit penderita dalam
membuat anjuran terapi yang realistik (unadi,%&'-,Kaplan et al,%&&()
8iwayat perkawinan,termasuk penjelasan tentang pasangan hidup dan karakteristik
hubungan.:ika penderita adalah janda atau duda,harus digali bagaimana rasa duka citanya dulu
saat ditinggal mati oleh pasanganya.:ika kehilangan pasangan hidup terjadi dalam satu tahun
terakhir,penderita dalam keadaan resiko tinggi mengalami peristiwa fisik atau psikologik yang
merugikan ()ir Kes *a,%&'-).
8iwayat seksual penderita termasuk akti!itas seksual,orientasi
libido,mastrubasi,hubungan gelap diluar perkawinan dan gejala disfungsi seksual ()ir Kes *a,=
&'-).
6' Pe4eri.0aan 0tat0 4enta3
Pemeriksaan status mental meliputi bagaimana penderita berfikir(proses pikir),merasakan
dan bertingkah laku selama pemeriksaan.Keadaan umum penderita adalah termasuk
penampilan ,akti!itas psikomotorik,sikap terhadap pemeriksaan dan akti!itas bicara.
angguan motorik,antara lain gaya berjalan menyeret,posisi tubuh membungkuk,gerakan
jari seperti memilin pil,tremor dan asimetris tubuh perlu dicatat (Kaplan et al,%&&%().#anyak
penderita depresi mungkin lambat dalam bicara dan gerakannya.*ajah seperti topeng terdapat
pada penderita penyakit parkison (Kaplan et al,%&&(,3amilton,%&'+).
#icara penderita dalam keadaan teragitasi dan cemas mungkin tertekan.Keluar air mata
dan menangis ditemukan pada gangguan depresi dan gangguan kognitif,terutama si penderita
merasa frustasi karena tidak mampu menjawab pertanyaan pemeriksa (*einberg,%&&+,Kaplan et
al,%&&(,3amilton,%&'+).$danya alat bantu dengar atau indikasi lain bahwa penderita menderita
gangguan pendengaran,misalnya selalu minta pertanyaan diulang,harus dicatat (unadi,%&'/).
"ikap penderita pada pemeriksa untuk bekerjasama,curiga,bertahan dan tak berterima
kasih dapat memberi petunjuk tentang kemungkinan adanya reaksi transferensi.Penderita lanjut
usia dapat bereaksi pada dokter muda seolah-olah dokter adalah seorang tokoh yang lebih tua
,tidak peduli terhadap adanya perbedaan usia (*einberg,%&&+,>aitman,%&&<)
Peni3aian 7n20i. Penderita lanjut usia harus diperiksa tentang kemampuan mereka untuk
mempertahankan kemandirian dan untuk melakukan akti!itas dalam kehidupan sehari-
hari.$kt!itas tersebut adalah termasuk ke toilet,menyiapkan makanan,berpakaian
,berdandan dan makan.)erajat kemampuan fungsional dari perilaku sehari-hari adalah
suatu pertimbangan penting dalam menyusun rencana terapi selanjutnya
(*einberg,%&&+,>aitman,%&&<).
Moo!#$era0aan !an a7e..)i negara lain,bunuh diri adalah salah satu penyebab utama
kematian pada golongan usia lanjut.?leh karenanya pemeriksaan ide bunuh diri pada
penderita lanjut usi sangat penting.Perasaan kesepian ,tidak berguna, putus asa dan tidak
berdaya adalah gejala depresi.Kesepian merupakan alasan yang paling sering dinyatakan
oleh para lanjut usia yang ingin bunuh diri .)epresi merupakan resiko yang tinggi untuk
bunuh diri (*einberg,%&&+,Kolb-#rodie,%&'-,unadi,%&'/,
Gan22an $er0e$0i . 3alusinasi dan ilusi pada lanjut usia merupakan fenomena yang
disebabkan oleh penurunan ketajaman sensorik.Pemeriksa harus mencatat apakah
penderita mengalami kebingungan terhadap waktu atau tempat selama episode halusinasi
dapat disebabkan oleh tumor otak dan patologo fokal yang lain.Pemeriksaan yang lebih
lanjut diperlukan untuk menegakkan diagnosis pasti (3almiton,%&'+).
(n20i 8i0o0$a0ia3."uatu penurunan kapasitas !isuospasial adalah normal dengan
lanjutnya usia.Meminta penderita untuk mencotoh gambar atau menggambar mungkin
membantu dalam penilaian.Pemeriksaan neuropsikologis harus dilaksanakan jika fungsi
!isuospasial sangat terganggu (Kaplan et al, %&&(,3amilton,%&'+).
Pro0e0 ber$i.ir. angguan pada progresi pikiran adalah neologisme,gado-gado
kata,sirkumstansialitas,asosiasi longgar,asosiasi bunyi,flight of ideas,dan
retardasi.3ilangnya kemampuan untuk dapat mengerti pikiran abstrak mungkin tanda
awal dementia.
@si pikiran harus diperiksa adanya obsesi ,preokupasi somatik,kompulsi atau
waham.agasan tentang bunuh diri atau pembunuhan harus dicari .Pemeriksaan harus
menentukan apakah terdapat waham dan bagaimana waham tersebut mempengaruhi
kehidupan penderita.*aham mungkin merupakan alasan untuk dirawat.Pasien yang sulit
mendengar mungkin secara keliru diklasifikasikan sebagai paranoid atau
pencuriga(*einberg,%&&+,Kaplan et al,%&&(,3amilton,%&'+,>aitman,=&&<).
Sen0ori4 !an .o2ni0i. "ensorium mempermasalhkan fungsi dari indra
tertentu,sedangkan kognisi mempermasalahkan inrformasi dan intelektual
(*einberg,%&&+,3amilton,%&'+).
Ke0a!aran.@ndikator yang peka terhadap disfungsi otak adalah adanya perubahan
kesadaran ,adanya fluktuasi tingkat kesadaran atau tampak letargik.Pada keadaan yang
berat penderita dalam keadaan somnolen atau stupor (Kaplan et al,%&&(,3amilton,%&&+)
Orienta0i.angguan orientasi terhadap waktu,tempat dan orang berhubungan dengan
gangguan kognisi.angguan orientasi sering ditemukan pada gangguan
kognitif,gangguan kecemasan,gangguan buatan,gangguan kon!ersi dan gangguan
kepribadian,terutama selam periode stres fisik atau lingkungan yang tidak mendukung
(Kaplan et al,%&&(,3amilton,%&'+).Pemeriksa harus menguji orientasi terhadap tempat
dengan meminta penderita menggambar lokasi saat ini.?rientasi terhadap orang mungkin
dinilai dengan dua cara 1apakah penderita,mengenali namnya sendiri,dan apakah juga
mengenali perawat dan dokter.?rientasi waktu diuji dengan menanyakan
tanggal,tahun,bulan dan hari.
Daya in2at.)aya ingat dinilai dalam hal daya ingat jangka panjang,pendek dan
segera.0es yang diberikan pada penderita dengan memberikan angka enam digit dan
penderita diminta untuk mengulangi maju mundur .Penderita dengan daya ingat yang tak
terganggu biasanya dapat mengingat enam angka maju dan lima angka mundur .)aya
ingat jangka panjang diuji dengan menanyakan tempat dan tanggal lahir,nama dan hari
ulang tahun anak-anak penderita.)aya ingat jangka pendek dapat diperiksa dengan
beberapa cara ,misalnya dengan menyebut tiga benda pada awal wawancara dan meminta
penderita mengingat kembali benda tersebut akhir wawancara.$tau dengan memberikan
cerita singkat pada penderita dan penderita diminta untuk mengulangi cerita tadi secara
tepat9persisi (3amilton,%&'+).
(n20i inte3e.ta3#.on0entra0i#in7or4a0i !an .e9er!a0an."ejumlah fungsi intelektual
mungkin diajukan untuk menilai pengetahuan umum dan fungsi intelektual.Menghitung
dapat diujikan dengan meminta penderita untu mengurangi ( dari angka %<< dan
mengurangi ( lagi dari hasil akhir dan seterusnya sampai tercapai angka -.Pemeriksa
mencatat respons sebagai dasar untuk penguji selanjutnya.Pemeriksa juga dapat meminta
penderita intuk menghitung mundur dari -< ke %,dan mencatat waktu yang diperlukan
untuk menyelesaikan pemeriksaan tersebut (Kaplan et al,%&&(,3amilton,%&'+).
Me4ba9a !an 4en3i0.Penting bagi klinisi untuk memeriksa kemampuan membaca
menulis dan menetukan apakah penderita mempunyai defisit bicara khusus.Pemeriksaan
dapat meminta penderita membaca kisah singkat dengan suara keras atau menulis kalimat
sederhana untuk menguji gangguan membaca atau menulis pada penderita .$pakah
menulis dengan tangan kiri atau kanan juga perlu dicatat(3amilton,%&'+).
III. :iri Pa0ien Geriatri !an P0i.o2eriatri
$da / ciri yang dapat dikategorikan sebagai pasien eriatri dan psikogeriatri, yaitu 1
Keterbatasan fungsi tubuh yang berhubungan dengan makin meningkatnya usia.
$danya akumulasi dari penyakit-penyakit degeneratif
>anjut usia secara psikososial yang dinyatakan krisis bila 1
b. Ketergantungan pada orang lain (sangat memerlukan pelayanan orang lain )
c. Mengisolasi diri atau menarik diri dari kegiatan kemasyarakatan karena berbagai
sebab, diantaranya setelah menjalani masa pensiun, setelah sakit .cukup berat dan
lama, setelah kematian pasangan hidup dan lain-lain
3al- hal yang dapat menimbulkan gangguan keseimbangan (homeostasi) sehingga
membawa lansia kearah kerusakan 9 kemerosotan (deteriorisasi) yang progresif terutama
aspek psikologis yang mendadak, misalnya bingung, panik, depresif, apatis dsb. 3al itu
biasanya bersumber dari munculnya stressor psikososial yang paling berat, misalnya
kematian pasangan hidup, kematian sanak keluarga dekat, terpaksa berurusan dengan
penegak hokum, atau trauma psikis.
I,. Pen!e.atan Da3a4 Pe3ayanan P0i.o2eriatri
)alam pendekatan pelayanan kesehatan pada kelompok lanjut usia sangat perlu ditekankan
pendekatan yang dapat mencakup sehat fisik, psikologis, spiritual dan sosial. 3al tersebut karena
pendekatan dari satu aspek saja tidak akan menunjang pelayanan kesehatan pada lanjut usia yang
membutuhkan suatu pelayanan yang komprehensif. Pendekatan inilah yang dalam bidang
kesehatan jiwa (mental health) disebut pendekatan eklektik holistik, yaitu suatu pendekatan yang
tidak tertuju pada pasien semata-mata, akan tetapi juga mencakup aspek psikososial dan
lingkungan yang menyertainya. Pendekatan 3olistik adalah pendekatan yang menggunakan
semua upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan lanjut usia, secara utuh dan menyeluruh.
)ilandasi oleh pemikiran diatas, maka pendekatan pelayanan kesehatan jiwa pada lanjut usia
meliputi1
Pendekatan #iologis, yaitu pendekatan pelayanan kesehatan lansia yang menitikberatkan
perhatian pada perubahan-perubahan biologis yang terjadi pada lansia. Perubahan-
perubahan tersebut mencakup aspek anatomis dan fisiologis serta berkembangnya kondisi
patologis yang bersifat multiple dan kelainan fungsional pada pasien-pasien lanjut usia.
Pendekatan Psikologis, yaitu pendekatan pelayanan kesehatan lansia yang menekankan
pada pemeliharaan dan pengembangan fungsi-fungsi kognitif, afektif, konatif dan
kepribadian lansia secara optimal.
Pendekatan "osial #udaya, yaitu pendekatan yang menitikberatkan perhatiannya pada
masalah-masalah sosial budaya yang dapat mempengaruhi lansia
Pen!e.atan P0i.o3o2i0
(n20i Ko2niti7
Kemampuan Belajar (Learning)
>anjut usia yang yang sehat dalam arti tidak mengalami demensia atau gangguan
$l5emeir, masih memiliki kemampuan belajar yang baik. 3al ini sesuai dengan prinsip
belajar seumur hidup (long study) bahwa manusia itu memiliki kemampuan untuk belajar
sejak dilahirkan sempai akhir hayat. ?leh karena sudak seyogyanya jika mereka tetap
diberikan kesempatan untuk mempelajari sesuatu hal yang baru. @mplikasi praktis dalam
pelayanan kesehatan jiwa lanjut usia baik yang bersifat promotif-pre!entif, kuratif dan
rehabilitatif adalah untuk memberikan kegiatan yang berhubungan dengan proses belajar
yang sudah disuaikan dengan kondisi masing-masing lanjut usia yang dilayani.
Kemampuan Pemahaman (Comprehension)
Pada lanjut usia, kemampuan pemahaman atau menangkap pengertian dipengaruhi oleh
fungsi pendengarannya. )alam pelayanan terhadap lanjut usia agar tidak timbul salah
paham sebaiknya dilakukan kontak mata, saling memandang. )engan kontak mata,
mereka akan dapat membaca bibir lawan bicaranya, sehingga penurunan pendengarannya
dapat diatasi dan dapat lebih mudah memahami maksud orang lain. "ikap yang hangat
dalam berkomunikasi akan menimbulkan rasa aman dan diterima. Mereka akan lebih
tenang, lebih senang, merasa aman, merasa diterima, merasa dihormati dan sebagainya.
Kinerja (Performance)
Pada lanjut usia yang sangat tua memang akan terlihat penurunan kinerja baik secara
kuantitatif maupun kualitatif. Penurunan itu bersifat wajar sesuai perubahan organ-organ
biologis ataupun perubahan yang sifatnya patologis. )alam pelayanan kesehatan jiwa
lanjut usia, mereka perlu diberikan latihan-latihan ketrampilan untuk tetap
mempertahankan kinerja.
Pemecahan asalah (Pro!lem Sol"ing)
Pada lanjut usia masalah-masalah yang dihadapi tentu semakin banyak. #anyak hal yang
dahulunya dengan mudah dapat dipecahkan menjadi terhambat karena terjadi penurunan
fungsi indra pada lanjut usia. 3ambatan yang lain dapat berasal dari penurunan daya
ingat, pemahaman dan lain-lain, yang berakibat bahwa pemecahan masalah menjadi lebih
lama. )alam menyikapi hal ini maka dalam pendekatan pelayanan kesehatan jiwa lanjut
usia perlu diperhatikan ratio petugas kesehatan dan pasien lanjut usia.
Daya Ingat (emory)
)aya ingat adalah kemampuan psikis untuk menerima, mencamkan, menyimpan dan
menghadirkan kembali rangsangan9peristiwa yang pernah dialami seseorang. )aya ingat
merupakan salah satu fungsi kognitif yang banyak berperan dalam proses berfikir,
memecahkan masalah, maupun kecerdasan (intelegensia), bahkan hampir semua tingkah
laku manusia itu dipengaruhi olah daya ingat. Pada lanjut usia, daya ingat merupakan
salah satu fungsi kognitif yang seringkali paling awal mengalami penurunan. Pada lanjut
usia yang menderita demensia, gangguan yang terjadi adalah mereka tidak dapat
mengingat peristiwa atau kejadian yang baru dialami, akan tetapi hal-hal yang telah lama
terjadi, masih diingat. Keadaan ini sering menimbulkan salah paham dalam keluarga.
?leh sebab itu dalam proses pelayanan terhadap lanjut usia, sangat perlu dibuatkan tanda-
tanda atau rambu-rambu baik berupa tulisan, atau gambar untuk membantu daya ingat
mereka. Misalnya dengan tulisan :AMBCD$0, 0$;$> -6 $P8@> -<<- dan
sebagainya, ditempatkan pada tempat yang strategis yang mudah dibaca 9 dilihat.
oti"asi
Moti!asi adalah fenomena kejiwaan yang mendorong seseorang untuk bertingkah laku
demi mencapai sesuatu yang diinginkan atau yang dituntut oleh lingkungannya. Moti!asi
dapat bersumber dari fungsi kognitif dan fungsi afektif. Motif Kognitif lebih menekankan
pada kebutuhan manusia akan informasi dan untuk mencapai tujuan tertentu. Motif ini
mendorong manusia untuk belajar dan ingin mengetahui. Motif $fektif lebih menekankan
aspek perasaan dan kebutuhan indi!idu untuk mencapai tingkat emosional tertentu. Motif
ini akan mendorong manusia untuk mencari dan mencapai kesenangan dan kepuasan baik
fisik, psikis dan sosial dalam kehidupannya dan indi!idu akan menghayatinya secara
subyektif. Pada lanjut usia, moti!asi baik kognitif maupun afektif untuk
mencapai9memperoleh sesuatu cukup besar, namun moti!asi tersebut seringkali kurang
memperoleh dukungan kekuatan fisik maupun psikologis, sehingga hal-hal diinginkan
banyak berhenti di tengah jalan.
Pengam!ilan Keputusan
Pengambilan keputusan termasuk dalam proses pemecahan masalah. Pengambilan
keputusan pada umumnya berdasarkan data yang terkumpul, kemudian dianalisa,
dipertimbangkan dan dipilih alternatif yang dinilai positif (menguntungkan ) kemudian
baru diambil suatu keputusan. Pengambilan keputusan pada lanjut usia sering lambat atau
seolah-olah terjadi penundaan, oleh sebab itu, mereka membutuhkan petugas atau
pendamping yang dengan sabar sering mengingatkan mereka. Keputusan yang diambil
tanpa dibicarakan dengan mereka, akan menimbulkan kekecewaan dan mungkin dapat
memperburuk kondisinya. ?leh karena itu dalam pengambilan keputusan, kaum tua tetap
dalam posisi yang dihormat
Ke!ija#sanaan
#ijaksana (wisdom) adalah aspek kepribadian (personality), merupakan kombinasi dari
aspek kognitif, afektif dan konatif. Kebijaksanaan menggambarkan sifat dan sikap
indi!idu yang mampu mempertimbangkan antara baik dan buruk serta untung ruginya
sehingga dapat bertindak secara adil atau bijaksana. Kebijaksanaan sangat tergantung dari
tingkat kematangan kepribadian seseorang. $tas dasar hal tersebut, dalam melayani lanjut
usia termasuk psikogeriatik mereka harus memperoleh pelayanan yang penuh bijaksana
sehingga kebijaksanaan yang ada pada masing-masing indi!idu yang dilayani tetap
terpelihara.
(n20i )7e.ti7
.ungsi $fektif (emosi9perasaan) adalah fenomena kejiwaan yang dihayati secara subyektif
sebagai sesuatu yang menimbulkan kesenangan atau kesedihan. $feksi (emosi9perasaan) pada
dasarnya dibedakan atas 1
EF #iologis, meliputi perasaan indera (panas, dingin, pahit, asin dsb), perasaan !ital
(lapar, haus, kenyang dsb) dan perasaan naluriah (kasih sayang, cinta, takut dsb)
EF Psikologis, meliputi 1 perasaan diri, perasaan sosial, perasaan etis, estetis, perasaan
intelek serta perasaan religius.
Pada usia lanjut umumnya afeksi atau perasaan tetap berfungsi dengan baik dan jika ada yang
mengalami penurunan seringkali adalah afeksi biologis, sebagai akibat dari penurunan fungsi
organ tubuh. "edangkan afeksi psikologis relatif tetap berperan dengan baik, bahkan makin
mantap, kecuali bagi mereka yang mempunyai masalah fisik ataupun mental. Asia lanjut kadang-
kadang menunjukkan hidup emosi yang kurang stabil, hal ini dapat ditangkap sebagai tanda
bahwa terdapat masalah atau ada hal-hal yang sifatnya patologis yang tidak mudah diamati,
karena itu perlu dikonsultasikan kepada para ahli.
Penurunan fungsi afektif nampak jelas pada usia lanjut yang sangat tua (diatas &< tahun),
penurunan tersebut sering diikuti oleh tingkah laku regresi, misalnya mengumpulkan segala
macam barang kedalam tempat tidur. Pada umur tersebut, sering terjadi fungsi mentalnya
semakin buruk dan sering tidak tertolong dengan upaya terapi. $da juga yang mengatakan lima
tahun terakhir pada usia lanjut yang sangat tua tersebut sering terjadi tragedi penurunan segala
fungsi mental yang semakin memburuk dan sering tidak tertolong dalam upaya terapi.
"ehubungan dengan fungsi afektif dalam pelayanan kesehatan jiwa usia lanjut perlu diperhatikan
hal-hal sebagai berikut1
a. :ika petugas menjumpai lansia dengan emosi yang labil atau menurun fungsi mental lainnya,
maka perlu diwaspadai kemungkinan adanya masalah mental emosional atau hal-hal yang
patologis. Antuk itu perlu pemeriksaan para ahli.
b. :ika petugas mendapatkan lansia yang sangat tua ("ery old) disertai penurunan fungsi mental
yang drastis, maka perlu dilakukan upaya-upaya terapi dan pelayanan yang sesuai dengan
kondisi lansia tersebut.
(n20i Konati7 &P0i.o4otor'
Konatif atau psikomotor adalah fungsi psikis yang melaksanakan tindakan dari apa yang telah
diolah melalui proses berpikir dan perasaan ataupun kombinasinya. Konatif mengandung aspek
psikis yang melakukan dorongan kehendak baik yang positif maupun yang negatif, disadari
maupun tidak disadari.
Pada usia lanjut umumnya dorongan dan kemauan masih kuat, akan tetapi kadang-kadang
realisasinya tidak dapat dilaksanakan, karena membutuhkan organ atau fungsi tubuh yang siap9
mampu melaksanakannya. Misalnya usia lanjut yang ingin sekali untuk dapat memenuhi
kebutuhan dirinya (acti"ity daily li"ing) tanpa bantuan orang lain. @a ingin dapat makan dengan
cepat, keluar masuk kamar mandi sendiri. ;amun keinginan tersebut yang tanpa mengingat
kondisi dirinya yang sudah menurun justru akan sering menimbulkan kecelakaan pada usia
lanjut.
$tas dasar hal tersebut implikasi yang perlu diperhatikan dalam pelayanan terhadap usia lanjut
termasuk psikogeriatiknya yang berhubungan dengan fungsi konatif, usia lanjut perlu dibantu
untuk memilih hal yang penting agar mereka tidak ragu dalam berbagai keinginannya. Perlu pula
diperhatikan keadaan yang dapat menimbulkan resiko bagi usia lanjut.
Ke$riba!ian
Kepribadian adalah semua corak kebiasaan manusia yang terhimpun dalam dirinya dan
digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap segala rangsangan baik dari luar
maupun dari dalam. Gorak kebiasaan ini merupakan kesatuan fungsional yang khas pada
seseorang. Perkembangan kepribadian itu bersifat dinamis artinya selama indi!idu masih tetap
belajar dan bertambah pengetahuan, pengalaman serta keterampilannya, ia akan semakin matang
dan mantap. Pada usia lanjut yang sehat, kepribadiannya tetap berfungsi baik, kecuali mereka
dengan masalah kesehatan jiwa atau tergolong patologik.
)alam pelayanan usia lanjut termasuk psikogeriatik, hendaknya memperhatikan fungsi-fungsi
psikologik diatas agar pelayanan yang dilakukan dapat membantu mempertahankan dan
memperbaiki kondisi fisik, psikologik dan sosial usia lanjut.
Pen!e.atan So0ia3 B!aya
$hli sosiologi membuat Hdisengagement theory of agingH yang berarti bahwa ada proses
pelepasan ikatan atau penarikan diri secara pelan-pelan tapi pasti dan teratur daripada indi!idu-
indi!idu atau masyarakat terhadap satu sama lainnya, dan proses ini adalah terjadi secara alamiah
dan tak dapat dihindarkan, dan hal ini akan terjadi dan berlangsung sampai kepada penarikan diri
yang terakhir, yaitu mati.
0eori lainnya adalah HGontinuity 0heoryH yang berdasarkan atas asumsi bahwa HidentityH adalah
fungsi daripada hubungan dan interaksi dengan orang lain. "eseorang yang lebih sukses akan
tetap memelihara interaksi dengan masyarakat setelah masa pensiunnya, melibatkan diri dengan
wajar dengan masalah-masalah masyarakat, keluarga dan hubungan perseorangan. Mereka tetap
memelihara identitasnya dan kekuatan egonya.
0eori lainnya ialah H$cti!ity 0heoryH yaitu yang menjelaskan bahwa orang yang masa mudanya
sangat aktif dan terus juga memelihara keaktifannya setelah dia menua. $hli jiwa mengatakan
bahwa H sense of integrityH dibangun semasa muda dan akan tetap terpelihara sampai tua.
Iricson, membuat suatu ringkasan tentang fase-fase perkembangan manusia sejak bayisampai
tua, yang mana tiap fase menerangkan tentang adanya krsisis-krisis untuk memilih antara kearah
mana seseorang akan berkembang. )alam fase terakhir disebut bahwa ada pilihan antara 1 H
sense of integrityH dan H "ense of despairH karena adanya rasa takut akan kematian.
Pada masa tua terjadi krisis antara deferensiasi egonya (ego differentitation) melawan preokupasi
peranannya dalam bekerja (work role preoccupation). 3al ini dipengaruhi oleh pikiran-pikiran
tentang pensiun.
:uga ditambahkan bahwa pada masa ini ada krisis, seseorang itu dapat membangun suatu
hubungan-hubungan yang memuaskan dengan orang lain dan mengembangkan akti!itas-akti!itas
yang kreatif untuk melawan pikiran-pikiran yang terpusat kepada kemunduran-kemunduran
fisiknya.
,. Bebera$a Ma0a3a" !i Bi!an2 P0i.o2eriatri
Ke0e$ian
Kesepian atau loneliness,biasanya dialami oleh seorang lanjut usia pada saat
meninggalnya pasangan hidup atau teman dekat ,terutama bila dirinya sendiri saat itu juga
mengalami penurunan status kesehatan,misalnya menderita berbagai penyakit fisik
berat,gangguan mobilitas atau gangguan sensorik,terutama gangguan pendengaran
(#rocklehurst-$llen,%&'()
3arus dibedakan antara kesepian dengan hidup sendiri.#anyak diantara lansia yang
hidup sendiri tidak mengalami kesepian,karena akti!itas sosial yang masih tinggi,taetapi dilain
pihak terhadap lansia yang walaupun hidup dilingkungan yang beranggotakan cukup banyak
,mengalami kesepian.
Pada penedreita kesepian ini peran dari organisasi sosial sangat berarti,karena bisa
bertindak menghibur,memberikan moti!asi untuk lebih meningkatkan peran sosial
penderita,disamping memberikan bantuan pengerjaan pekerjaan dirumah bila bila memang
terdapat disabilitas penderita dalam hal-hal tersebut.
De$re0i
Menurut kriteria baku yang dikeluarkan oleh )"M-@@@ 8 Jang dikeluarkan oleh $sosiasi
Psikiater $merika,diagnosis depresi harus memenuhi kriteria dibawah ini (4an der
Gammen,%&&%)
Tabe3 1.Kriteria DSM/III +;&<987' nt. !ia2no0i0 !e$re0i
%. Perasaan tertekan hampir sepanjang hari
-. "ecara nyata berkurang perhatian atau keinginan untuk berbagi kesenangan,atau atas semua atau
hampir semua akti!itas.
2. #erat badan turun atau naik secara nyata,atau turun atau naiknya selera makan secara nyata
/. @somnia atau justru hipersomnia
+. $gitasi atau retardasi psikomotorik.
6. 8asa capai9lemah atau hilangnya kekuatan.
(. Perasaan tidakn berharga,rasa bersalah yang berlebihan atau tidak tepat (seiring bersifat delusi)
'. 3ilangnya kemampuan untuk berpikir,berkosentrasi atau membuat keputusan.
&. Pikiran berulang tentang kematian (bukan sekedar takut mati),pikiran berulang untuk lakukan
bunuh diri tanpa rencana yang jelas,atau upaya bunuh diri atau rencana khusus untuk melakukan
bunuh diri
)itambah lagi
- 0akdapat duibuktikan bahwa perasaan9gangguan tersebut disebabkan oleh gangguan organik
- angguan tersebut bukan suatu reaksi normal atas kematian seseorang yang dicintainya
(Komplikasi duka-cita)
- Pada saat gangguan tersebut tidak pernah terjadi ilusi atau halusinasi selama berturut-turut - minggu
tanpa adanya gejala perasaan hati yang nyata(misal sebelum gejala perasaan hati tersebut atau
setelah perasaan hati menjadi lebih baik).
- 0idak merupakan superimposing pada suatu ski5ofrenia,gangguan ski5ofreniform,gangguan
delusional atau psikotik.

Tabe3 6.Pro2no0i0 !e$re0i $a!a 0i 3an5t
Prognosis baik Prognosis buruk
Asia K (< tahun
8iwayat keluarga adanya penderita depresi atau
manik
8iwayat pernah depresi berat (sembuh sempurna)
sebelum usia + tahun
Kepribadian ekstro!ert dan tempramen yang datar
(0ak berubah-ubah)
AsiaL(< tahun dengan wajah tua
0erdapat penyakit fisik serius M disabilitas
8iwayat depresi terus menerus selama - tahun
0erbukti adanya kerusakan otak,misal gejala
neurologik dadanya dementia
Dia2no0i0
$namnesis merupakan hal yang sngat penting dalam diagnosis depresi dan harus
diarahkan pada pencarian terjadinya berbagai perubahan dari fungsi terdahulu dan terdapatnya +
atau lebih gejala depresi mayor seperti disebutkan pada defenisi depresi di atas.$loanamnesis
dengan keluarga atau informan lain bisa sangat membantu.
ejala depresi pada usi lanjut sering hanya berupa apatis dan penarikan diri dari aktifitas
sosial,gangguan memori,perhatian serta memburuknya kognitif secara nyata.0anda disfori atau
sedih yang jelas seringkali tidak terdapat ."eringkali sukar untuk mengorek adanya penurunan
perhatian dari hal-hal yang sebelumnya disukai,penurunan nafsu makan,akti!itas atau sukar
tidur.
)epresi pada usia lanjut seringkali kurang atau tidak terdiagnosis karena hal-hal berikut 1
Penyakit fisik yang diderita seringkali mengacaukan gambaran depresi,antara lain mudah
lelah dan penurunan berat badan.
olongan lanjut usia sering kali menutupi rasa sedihnya dengan justru menunjukan
bahwa dia lebih aktif.
Kecemasan,obsesionalitas,histeria dan hipokondria yang sering merupakan gejala depresi
justru sering menutupi depresinya.Penderita dengan hipokondria,misalnya justru sering
dimasukkan ke bangsal Penyakit )alam atau #edah (misalnya karena diperlukan
penelitian untuk konstipasi dan lain sebagainya)
Masalah sosial yang juga di derita seringkali membuat gambaran depresi menjadi lebih
rumit.
Mengingat hal-hal tersebut diatas,maka dalam setiap asesmen geriatri seringkali
disertakan form pemeriksaan untuk depresi,yang seringkali berupa skala depresi geriatrik ()")
atau skala penilian (depresi)3amilton (3amilton 8ating "caleN38").
Penata3a.0anaan
Penatalaksanaan terdiri atas penatalaksanaan psikologik,penatalaksanaan dan pencegahan
sosial dan penatalaksanaan farmakologik.8ujukan ke psikiater dianjurkan apabila penderita
menunjukan gejala (4an der Gammen,%&&%).
Masalah diagnostik yang serius
8isiko bunuh diri tinggi
Pengabaian diri (self neglect)yang serius
agitasi,delusi atau halusinasi berat
tidak memberikan tanggapan atau tak patuh terhadap pengobatan yang diberikan
Memerlukan tindakan9rawat inap di institusi atau pelayanan psikiatrik lain.
)iantara obat-obat depresi harus dipilih dan disesuaikan dengan keadaan dan gejala yang
diderita.Antuk penderita yang secara fisik aktif,sebaiknya tidak diberikan obat yang memberikan
efek sedatif,sebaliknya penderita yang agiant golongan obat tersebut mungkin diperlukan
Tabe3 =.Berba2ai $i3i"an obat anti!e$re0an
$ntidepresan trisiklik
Jang bersifat sedatif 1 $mitriptilin
)otipin
"edikit bersifat sedatif 1 @mipramin
;ortriptilin
Protriptilin
$ntidepresan yang lebih baru
#ersifat sedatif 1 0rasodon
Mianserin
Kurang sedatif 1 Maprotilin
>ofepramin
.lukfosamin

)ari 4an der Gammen,%&&%
*alaupun obat golongan litium mungkin bisa memberikan efek,terutama penderita
dengan depresi manik,obat ini sebaiknya hanya diberikan setelah berkonsultasi pada
psikiater.?bat juga harus diberikan dengan dosis awal rendah dan berhati-hati bila terdapat
penurunan fungsi ginjal.
Gan22an 9e4a0
angguan cemas dibagi dalam beberapa golongan ,yaitu fobia,gangguan panik,gangguan
cemas umum,gangguan stres pasca trauma dan gangguan obsesif-kompulsif.Puncak @nsidensi
antara usi -<-/< tahun,dan pre!alensi pada lansia lebih kecil dibandingkan pada dewasa
muda.Pada usia lanjut seringkali gangguan cemas ini merupakan kelanjutan dari dewasa
muda.$witan yang terjadi pada usia lanjut biasanya berhubungan9sekunder akibat
depresi,penyakit medis,efek samping obat atau gejala penghentian mendadak dari suatu obat
(8euben et al,%&&6).
ejala dan pengobatan pada usia lanjut hampir serupa dengan pada usia dewasa
muda,oleh karenanya tidak akan disinggung lebih mendalam.
P0i.o3o2i0 $a!a 0ia 3an5t
#erbagai bentuk psikosis bisa terdapat pada usia lanjut,baik sebagai kelanjutan keadaan
pada dewasa muda atau yang timbul pada usia lanjut.Pada dasarnya jenis dan Penatalaksanaanya
hampir tidak berbeda dengan yang terdapat pada populasi dewasa muda.*alaupun beberapa
jenis khusus akan disinggung sedikit berikut ini.
Para7renia.$dalah suatu bentuk ski5ofrenia lanjut yang sering terdpat pada lanjut usia yang
ditandai dengan waham (#iasanya waham curiga dan menuduh),sering penderita merasa
tetangga mencuri barang-barangnya atau tetangga berniat membunuhnya (#rocklehurst-
$llen,%&'().#iasanya terjadi pada indi!idu yang terisolasi atau menarik diri pada kegiatan
sosial.$pabila waham tersebut menimbulkan keributan antar tetangga atau bahkan
skandal,pemberian terapi dengan deri!at fenotiasin sering bisa menenangkan (#rocklehurst-
$llen,%&'().
Sin!ro4a Dio2ene0.$dalah suatu keadaan dimana seorang lanjut usia menunjukkan
penampakan perilaku yang sangat terganggu .8umah atau kamar sangat kotor,bercak dan bau
urin dan feses dimana-mana(karena sering penderita terlihat bermain-main dengan
feses9urin).0ikus berkeliaran dan sebagainya .Penderita menumpuk barang-barangnya dengan
tidak teratur (OnyusuhP).
@ndi!idu lanjut usi yang menderita keadaan ini biasanya mempunyai @Q yang tinggi,+<R kasus
intelektualnya normal (#rocklehurs-$llen,%&'().Mereka biasanya menolak untuk dimasukkan di
institusi.Apaya untuk mengadakan pengaturan9pembersihan rumah9kasar,biasanya akan
gagal,karena setelah beberapa waktu hal tersebut akan terulang kembali.
,I. Prin0i$/Prin0i$ Da3a4 Pe3ayanan P0i.o2eriatri
Psikogeriatri adalah cabang ilmu kedokteran jiwa yang mempelajari masalah kesehatan jiwa
pada lansia yang menyangkut aspek promotof, pre!entif, kuratif dan rehabilitatif serta
psikososial yang menyertai kehidupan lansia. )alam psikogeriatri terdapat perumusan kebijakan
dan program pelayanan bagi lanjut usia secara umum dan pelayanan kesehatan secara khusus.
?leh karena itu, dalam psikogeriatri dikenal adanya 2 (tiga) prinsip umum dan %< prinsip khusus.
= &Ti2a' Prin0i$ *44 :
0iga prinsip umum ini sangat penting dalam memoti!asi masyarakat untuk menentukan
kesepakatan politis dalam pembinaan dan pelayanan lanjut usia meliputi 1
1. Kebi5a.0anaan ba2i 4a0yara.at
Kebijaksanaan bagi pembinaan dan pelayanan lanjut usia mencerminkan tanggung jawab
pemerintah dalam mempertahankan lanjut usia dalam masyarakat serta memberi
pemuliaan bagi lanjut usia.
6. Keber"a0i3an !a3a4 4e4$erta"an.an "i!$
$dalah salah bila menganggap keberhasilan dalam mempertahankan hidup dan
pengaturan fertilitas sebagai suatu masalah. 3al tersebut seharusnya dipandang secara
positif sebagai kemenangan dan berkah dalam peradaban dan pembangunan abad ke -%.
>anjut usia adalah salah satu tanda keberhasilan pembangunan ")M yang sehat dan
bahagia sehingga dapat mencapai usia yang panjang.
=. Ke4a5an Ke4an0iaan
"etiap kebijaksanaan dalam memajukan kemanusiaan (humanity) harus tanpa
mendasarkan pada kelompok ras, agama dan umur. Pada abad melenium lanjut usia dan
kelompok yang lebih muda memiliki hak dan kewajiban yang sama sesuai dengan
kondisinya masing-masing, bahkan saat ini bukti pemuliaan terhadap lansia lebih nyata,
misalnya mendapat Kartu 0anda Penduduk seumur hidup, mendapatkan potongan harga
dalam berbagai transportasi, mendapat pelayanan yang lebih manusiawi dalam perjalanan
dan sebagainya.
10 &Se$3"' Prin0i$ K"00 1
Merupakan acuan dalam pengembangan program pembinaan dan pelayanan bagi lanjut usia
dengan memperhatikan sistem pelayanan serta kondisi sosial budaya setempat. %< prinsip
tersebut adalah sebagai berikut 1
1. Berba2ai .entn2an !ari .e4a5an 4a0yara.at.
"emua hak a5asi dan kehormatan juga berlaku bagi kelompok lanjut usia. )alam
hidupnya, lanjut usia telah menyumbangkan hidupnya bagi pembangunan, oleh karena itu
berhak pula untuk menikmati kemajuan yang dicapai pada saat ini.
6. In!i8i! Man3a &4an0ia 3an5t 0ia'
0ernyata para lanjut usia tidak sama satu sama lainnya, masing-masing dengan
keunikannya sendiri, oleh sebab itu kepada setiap lanjut usia perlu diperhatikan
kebutuhannya, kepribadiannya serta kekhususannya masing-masing.
=. Man!iri
>anjut usia perlu dijamin agar dapat mandiri dalam berbagai bidang seperti pelayanan
kesehatan, jaminan pemeliharaan dalam bidang sosial, ekonomi, transportasi, kegiatan,
perumahan, kesejahteraan sosial terutama bila mereka terkena kecacatan sehingga mereka
dapat mandiri.
>. Pi3i"an
>anjut usia diberikan jaminan agar mereka dapat turut menentukan kebijaksanaan
pemerintah dalam bidang pelayanan kesehatan dan sosial terutama bagi mereka yang
sudah tua dan cacat.
?. Pe3ayanan 4e3a3i .e3ar2a (Home Care)
Pelayanan bagi lanjut usia dapat diberikan di rumahnya sendiri karena dengan berdiam
bersama keluarga atau di rumahnya sendiri lanjut usia akan lebih bahagia dan sejahtera.
0inggal di panti merupakan alternatif terakhir bagi mereka yang memerlukan dengan
kerelaan dan ketulusan hati (bukan paksaan).
6. ).0e0ibi3ita0
Pelayanan masyarakat diberbagai bidang agar dapat dicapai dengan mudah oleh para
lanjut usia seperti pelayanan kesehatan, tempat rekreasi, fasilitas pendidikan dan lain-
lain. #ila mungkin mereka dibebaskan dari biaya pelayanan (sebagian fasilitas sudah
memberi kebebasan atau potongan 9 keringanan.
7. Men2i.t0erta.an Lan5t 0ia (Enganging the Elderly)
Mendorong ikatan antar generasi, semua anggota keluarga, tetangga, masyarakat serta
lanjut usia, agar semuanya saling membantu untuk meningkatkan kesejahteraan.
Mendorong mereka untuk membantu kaum muda yang cacat serta berperan sebagai
kakek atau nenek asuh yang bijaksana dan penuh ketauladanan.
8. Mobi3ita0
Para lanjut usia khususnya didaerah pedesaan sering tidak dapat menggunakan fasilitas
umum karena berkurangnya mobilitas mereka. Maka prioritas pertama adalah
memungkinkan bagi para lanjut usia untuk dapat bergerak lebih bebas dengan
menyediakan fasilitas untuk menjalankan fungsinya.
9. Pro!.ti8ita0
Kenyataan membuktikan bahwa sebagian besar para lanjut usia mempunyai tingkat
kesehatan yang baik, untuk itu mereka perlu didorong agar secara ekonomik masih
produktif. #erbagai kegiatan yang dapat memberikan kesempatan bagi lanjut usia untuk
produktif perlu difasilitasi sehingga tidak memberi peluang untuk menganggur dan
menarik diri dari kehidupan bermasyarakat, terkecuali bagi mereka yang kondisinya tidak
memungkinkan.
10. Me4e3i"ara !iri 0en!iri !an !i$e3i"ara o3e" .e3ar2a
Menyertakan lanjut usia dalam upaya pemeliharaan kesehatan dirinya serta membantu keluarga
yang ada anggota lanjut usia, agar mereka aktif merawat lanjut usia di rumah.
S)+)N
)emi menjaga kesejahteraan para lansia dalam menikmati hari tua mereka, maka dalam
pelayanan terhadap mereka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut 1
a. Kegiatan yang sifatnya kegiatan kognitif sebaiknya tetap diadakan sepanjang yang
bersangkutan (lansia) masih bersedia
b. Antuk membantu daya ingat para lansia, sebaiknya di tempat-tempat yang strategis
dalam pelayanan ditulis hari, tanggal dan sebagainya dengan huruf ukuran besar dan
jelas.
c. )itempat-tempat tertentu misalnya ruang tamu, kamar mandi, ruang makan, lemari
pakaian dan sebagainya sebaiknya diberi tulisan atau tanda khusus yang mudah dikenali
oleh para lansia.
d. #entuk tempat tidur, kursi, pintu, jendela dan sebagainya yang sering kali mereka
gunakan9lewati9pegang seyogyanya dibuat sederhana, kuat dan mudah dipergunakan. #ila
perlu diberi alat bantu yang memudahkan untuk berjalan, bangun, duduk dan sebagainya.
3al tersebut sangat penting untuk menambah rasa aman mereka dan memperkecil
bahaya.
e. #entuk kamar mandi khusus sebaiknya dibuat untuk keperluan mereka, misalnya bak
kamar mandi tidak terlalu dalam, tidak menggunakan tangga atau tanjakan. )emikian
pula jamban dibuatkan sehinga mudah digunakan mereka dan pada dinding sebaiknya
ada pegangan. #ila fasilitas terpenuhi mereka akan merasa aman dan bahayapun akan
berkurang.
f. Pengaturan tempat duduk waktu makan, istirahat bersama sebaiknya mempermudah
mereka untuk melakukan interaksi sosial. 3indari susunan kursi 9 tempat duduk yang
saling membelakangi, karena akan membuat para lansia tidak dapat berinteraksi dengan
leluasa. "atu kelompok diusahakan antara / sampai 6 orang untuk suatu kegiatan agar
lebih efisien.
g. #iasakan mereka untuk memiliki kebiasaan yang positif misalnya buang sampah,
meludah dan sebagainya pada tempat yang tersedia. 3indarkan mereka dari kebiasaan
buruk seperti mengisolasi diri, menarik diri dari pergaulan dengan rekan-rekannya dan
sebagainya.
KESIMP*L)N
#ahwa pelayanan geriatri di @ndonesia sudah saatnya diupayakan diseluruh jenjang pelayanan
kesehatan di @ndonesia.Antuk itu pengetahuan mengenai geriatri harus sudah merupakan
pengetahuan yang diajarkan pada semua tenaga kesehatan.)alam hal ini pengetahuan mengenai
psikogeriatri atau kesehatan jiwa pada usia lanjut merupakan salah satu diantara berbagai
pengetahuan yang perlu diketahui .0atacara pemeriksaan dasar psikogeriatri oleh karena itu
sering disertakan dalam pemeriksaan9asesmen geriatri,antara lain mengenai pemeriksaan
gangguan mental.Kognitif,depresi dan beberapa pemeriksaan lain.
D)(T)+ P*ST)K)
%. $merican psychiatric $ssociation.)iagnostic and statistical manual of mental disorder,2
rd
edits,re!ised.*ashington )G,%&'(.
-. #rocklehurs :G and $llen "G (%&'()."ociological and psychological gerontology.@n
#rocklehurs :G and $llen "G (eds).eriatric Medicine for students,2
rd
eds.Ghurchill
>i!ingstone.
2. #rocklehurs :G and $llen "G.Gare of the dying.@n #rocklehurst :G anf $llen "G
(eds).eriatric Medicine for students,Ghurchill >i!ingstone.
/. )irektorat Kesehatan :iwa.Pedoman Pengelolaan :iwa dan )iagnosis angguan :iwa di
@ndonesia.)ep Kes 8@,%&'-
+. unadi 3.Problematik usia lanjut ditinjau dari sudut kesehatan jiwa .:iwa S4@@ (/)1 '&-
&(,%&'/
6. 3amilton M..ishTs clinical psychophysiology.*right,bristol,%&'+
(. 3adi Martono."ocio cultural factors influencing the de!elopment of depression in elderly
patients admited to the acute geriatric wards in @ndonesia.*ord Gongress of
erontology,$delaide,%&&(.
'. Kaplan 3@,"adock #: and reb.eriatri."inpsi Psikiatri !ol %9(.$lih bahasa 1*ijaya
Kusuma,#ina 8upa $ksara,:akarta,'6(-''%,%&&(.
&. Kolb >G,#rodie 3K,Modern clinical psychiatry.*# "aunders Go.Philadelphia,%&'-
%<. >aitman >8 Paraphrenias and other psychoses.@n eriatric Medicine and erontology,-
nd
eds.Mcraw 3ill ;ew Jork,%<%&-%<-/,%&&<
%%. 8euben )#,Joshikawa 00 and #esdine 8*.eriatric psychiatry.@n 8euben
)#,Joshikawa 00 and #esdine 8* (eds) .eriatric 8e!iew "yllabus,Kendall-3unt
Publishing Goy,)ebu7ue,@owa,%&&6
%-. 4an der Gammen 0:M,8ai 0" and IUton-"mith $; (eds).Manual of eriatric
Medicine.Ghuchill >i!ingstone,Idinburgh,%&&%
%2. *einberg :.enatric psychiatry.@n .reedman $;,Kaplan 3@ anf "adock 8:
(eds).Gomprehensi!e 0eUtbook of Psychiatry,6
th
eds.0he *illiam-*ilkins Go.,-+<(-
%+-(,%&&+