Anda di halaman 1dari 38

PEM Elektroliser Page 1

Bab I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Meningkatnya harga minyak dunia secara langsung mempengaruhi harga
bahan bakar minyak di dalam negeri dan juga berdampak pada kenaikan harga
kebutuhan pokok, hal ini menimbulkan keresahan di berbagai lapisan masyarakat.
Hal ini pun berdampak pada menurunnya perkonomian nasional. Kondisi
demikian membuat sebagian orang mencari bahan bakar alternatif selain minyak
bumi dan berusaha menghemat konsumsi bahan bakar. Sehingga cadangan
minyak bumi tidak habis dan dapat dirasakan manfaatnya oleh generasi-generasi
berikutnya. Berbagai cara dilakukan untuk menghemat bahan bakar. Bahkan,
beragam alat untuk menghemat bahan bakar pun bermunculan di pasaran. Namun
disamping harganya cukup mahal, juga hasilnya kurang maksimal. Salah satu hal
yang menarik perhatian adalah penggunaan hidrogen sebagai bahan bakar
terbarukan. Di alam, hidrogen selalu berada dalam bentuk gabungan (compound)
dengan unsur lain. Dalam hal ini objek molekul yang diamati adalah air,
mengingat ketersediaan air yang cukup melimpah.
Air bahkan menutupi hampir 70% permukaan bumi dan persediaannya
mencapai 1,4 triliun km3 atau setara dengan 330 juta mil.Sebagian besar air
terdapat di lautan dan di lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung).
Air bergerak mengikuti suatu siklus, yaitu penguapan, hujan, aliran air di atas
permukaan tanah (seperti mata air, sungai, dan muara yang mengalir menuju ke
laut), demikian seterusnya.

1.2 Identifikasi Masalah

Proses mendapatkan hidrogen dari sumber energi lain (reforming). Dari
berbagai sistem hydrogen reforming yang ada, elektrolisis merupakan metode
yang paling sederhana. Bagaimana prinsip kerja/mekanisme kerja suatu
PEM Elektroliser Page 2

elektroliser, dalam hal ini PEM Elektroliser bagaimana pula efisiensi kerjanya
serta pengaruhnya terhadap lingkungan.

1.3 Tujuan Percobaan

Menentukan tegangan dekomposisi air
Menentukan laju produksi hidrogen pada berbagai jenis elektroliser
Menentukan efisiensi energi dan efisiensi faraday
Mengamati berbagai pengaruh lingkungan terhadap efisiensi elektroliser
















PEM Elektroliser Page 3

Bab II Teori Dasar

2.1 Mengenali unsur Hidrogen
Hidrogen (bahasa Latin: hydrogenium, dari bahasa Yunani: hydro: air,
genes: membentuk) adalah unsur kimia pada tabel periodik yang memiliki simbol
H dan nomor atom 1. Pada suhu dan tekanan standar, hidrogen tidak berwarna,
tidak berbau, bersifat non-logam, bervalensi tunggal, dan merupakan gas diatomik
yang sangat mudah terbakar. Dengan massa atom 1,00794 amu, hidrogen adalah
unsur teringan di dunia.
Hidrogen juga adalah unsur paling melimpah dengan persentase kira-kira 75%
dari total massa unsur alam semesta. Kebanyakan bintang dibentuk oleh hidrogen
dalam keadaan plasma. Senyawa hidrogen relatif langka dan jarang dijumpai
secara alami di bumi, dan biasanya dihasilkan secara industri dari berbagai
senyawa hidrokarbon seperti metana.

2.1.1 Pembakaran

Hidrogen sangatlah mudah terbakar di udara bebas. Gambar diatas merupakan peristiwa
meledaknya pesawat Hindenburg pada tanggal 6 Mei 1937.
Gas hidrogen sangat mudah terbakar dan akan terbakar pada konsentrasi serendah
4% H
2
di udara bebas. Entalpi pembakaran hidrogen adalah -286 kJ/mol.
Hidrogen terbakar menurut persamaan kimia:
2 H
2
(g) + O
2
(g) 2 H
2
O(l) + 572 kJ (286 kJ/mol)
Ketika dicampur dengan oksigen dalam berbagai perbandingan, hidrogen meledak
seketika disulut dengan api dan akan meledak sendiri pada temperatur 560 C.
Lidah api hasil pembakaran hidrogen-oksigen murni memancarkan gelombang
PEM Elektroliser Page 4

ultraviolet dan hampir tidak terlihat dengan mata telanjang. Oleh karena itu,
sangatlah sulit mendeteksi terjadinya kebocoran hidrogen secara visual. Kasus
meledaknya pesawat Hindenburg adalah salah satu contoh terkenal dari
pembakaran hidrogen. Karakteristik lainnya dari api hidrogen adalah nyala api
cenderung menghilang dengan cepat di udara, sehingga kerusakan akibat ledakan
hidrogen lebih ringan dari ledakan hidrokarbon. Dalam kasus kecelakaan
Hidenburg, dua pertiga dari penumpang pesawat selamat dan kebanyakan kasus
meninggal disebabkan oleh terbakarnya bahan bakar diesel yang bocor.
H
2
bereaksi secara langsung dengan unsur-unsur oksidator lainnya. Ia bereaksi
dengan spontan dan hebat pada suhu kamar dengan klorin dan fluorin,
menghasilkan hidrogen halida berupa hidrogen klorida dan hidrogen fluorida.

2.1.2 Isotop
Hidrogen memiliki tiga isotop alami, ditandai dengan
1
H,
2
H, dan
3
H. Isotop
lainnya yang tidak stabil (
4
H to
7
H) juga telah disintesiskan di laboratorium
namun tidak pernah dijumpai secara alami.

1
H adalah isotop hidrogen yang paling melimpah, memiliki persentase
99.98% dari jumlah atom hidrogen. Oleh karena inti atom isotop ini hanya
memiliki proton tunggal, ia diberikan nama yang deskriptif sebagai
protium, namun nama ini jarang sekali digunakan.

2
H, isotop hidrogen lainnya yang stabil, juga dikenal sebagai deuterium
dan mengandung satu proton dan satu neutron pada intinya. Deuterium
tidak bersifat radioaktif, dan tidak memberikan bahaya keracunan yang
signifikan. Air yang atom hidrogennya merupakan isotop deuterium
dinamakan air berat. Deuterium dan senyawanya digunakan sebagai
penanda non-radioaktif pada percobaan kimia dan untuk pelarut
1
H-
spektroskopi NMR.Air berat digunakan sebagai moderator neutron dan
pendingin pada reaktor nuklir. Deuterium juga berpotensi sebagai bahan
bakar fusi nuklir komersial.

3
H dikenal dengan nama tritium dan mengandung satu proton dan dua
neutron pada intinya. Ia memiliki sifat radioaktif, dan mereras menjadi
PEM Elektroliser Page 5

Helium-3 melalui pererasan beta dengan umur paruh 12,32 tahun.
Sejumlah kecil tritium dapat dijumpai di alam oleh karena interaksi sinar
kosmos dengan atmosfer bumi; tritium juga dilepaskan selama uji coba
nuklir.Ia juga digunakan dalam reaksi fusi nuklir,sebagai penanda dalam
geokimia isotop,dan terspesialisasi pada peralatan self-powered
lighting.Tritium juga digunakan dalam penandaan percobaan kimia dan
biologi sebagai radiolabel.

2.1.3 Keberadaan alami
Hidrogen adalah unsur yang paling melimpah di alam semesta ini dengan
persentase 75% dari barion berdasarkan massa dan lebih dari 90% berdasarkan
jumlah atom. Unsur ini ditemukan dalam kelimpahan yang besar di bintang-
bintang dan planet-planet gas raksasa. Awan molekul dari H
2
diasosiasikan
dengan pembentukan bintang. Hidrogen memainkan peran penting dalam
pemberian energi bintang melalui reaksi proton-proton dan fusi nuklir daur CNO.
Di seluruh alam semesta ini, hidrogen kebanyakan ditemukan dalam keadaan
atomik dan plasma yang sifatnya berbeda dengan molekul hidrogen. Sebagai
plasma, elektron hidrogen dan proton terikat bersama, dan menghasilkan
konduktivitas elektrik yang sangat tinggi dan daya pancar yang tinggi
(menghasilkan cahaya dari matahari dan bintang lain). Partikel yang bermuatan
dipengaruhi oleh medan magnet dan medan listrik. Sebagai contoh, dalam angin
surya, partikel-partikel ini berinteraksi dengan magnetosfer bumi dan
mengakibatkan arus Birkeland dan fenomena Aurora. Hidrogen ditemukan dalam
keadaan atom netral di medium antarbintang. Sejumlah besar atom hidrogen
netral yang ditemukan di sistem Lyman-alpha teredam diperkirakan mendominasi
rapatan barionik alam semesta sampai dengan pergeseran merah z=4.
Dalam keadaan normal di bumi, unsur hidrogen berada dalam keadaan gas
diatomik, H
2
, Namun, gas hidrogen sangatlah langka di atmosfer bumi (1 ppm
berdasarkan volume) oleh karena beratnya yang ringan yang menyebabkan gas
hidrogen lepas dari gravitasi bumi. Walaupun demikian, hidrogen masih
merupakan unsur paling melimpah di permukaan bumi ini. Kebanyakan hidrogen
PEM Elektroliser Page 6

bumi berada dalam keadaan bersenyawa dengan unsur lain seperti hidrokarbon
dan air. Gas hidrogen dihasilkan oleh beberapa jenis bakteri dan ganggang dan
merupakan komponen alami dari kentut. Penggunaan metana sebagai sumber
hidrogen akhir-akhir ini juga menjadi semakin penting.

2.1.4 Penemuan dan penggunaan
Gas hidrogen, H
2
, pertama kali dihasilkan secara artifisial oleh T. Von Hohenheim
(dikenal juga sebagai Paracelsus, 14931541) melalui pencampuran logam
dengan asam kuat. Dia tidak menyadari bahwa gas mudah terbakar yang
dihasilkan oleh reaksi kimia ini adalah unsur kimia yang baru. Pada tahun, Robert
Boyle menemukan kembali dan mendeskripsikan reaksi antara besi dan asam
yang menghasilkan gas hidrogen. Pada tahun 1766, Henry Cavendish adalah
orang yang pertama mengenali gas hidrogen sebagai zat diskret dengan
mengidentifikasikan gas tersebut dari reaksi logam-asam sebagai "udara yang
mudah terbakar". Pada tahun 1781 dia lebih lanjut menemukan bahwa gas ini
menghasilkan air ketika dibakar. Pada tahun 1783, Antoine Lavoisier memberikan
unsur ini dengan nama hidrogen (dari Bahasa Yunani hydro yang artinya air dan
genes yang artinya membentuk) ketika dia dan Laplace mengulang kembali
penemuan Cavendish yang mengatakan pembakaran hidrogen menghasilkan air.
Hidrogen pertama kali dicairkan oleh James Dewar pada tahun 1898 dengan
menggunakan penemuannya, guci hampa.Dia kemudian menghasilkan hidrogen
padat setahun kemudian. Deuterium ditemukan pada tahun 1931 Desember oleh
Harold Urey, dan tritium dibuat pada tahun 1934 oleh Ernest Rutherford, Mark
Oliphant, and Paul Harteck. Air berat, yang mengandung deuterium menggantikan
hidrogen biasa, ditemukan oleh Urey dkk. pada tahun 1932. Salah satu dari
penggunaan pertama H
2
adalah untuk sinar sorot.
Balon pertama yang diisikan dengan hidrogen diciptakan oleh Jacques Charles
pada tahun 1783.Hidrogen memberikan tenaga dorong untuk perjalanan udara
yang aman dan pada tahun 1852 Henri Giffard menciptakan kapal udara yang
diangkat oleh hidrogen.Bangsawan Jerman Ferdinand von Zeppelin
mempromosikan idenya tentang kapal udara yang diangkat dengan hidrogen dan
PEM Elektroliser Page 7

kemudian dinamakan Zeppelin dengan penerbangan perdana pada tahun 1900.
Penerbangan yang terjadwal dimulai pada tahun 1910 dan sampai pecahnya
Perang dunia II, Zeppelin telah membawa 35.000 penumpang tanpa insiden yang
serius.
Penerbangan tanpa henti melewati samudra atlantik pertama kali dilakukan kapal
udara Britania R34 pada tahun 1919. Pelayanan penerbangan udara dipulihkan
pada tahun 1920 dan penemuan cadangan helium di Amerika Serikat memberikan
peluang ditingkatkannya keamanan penerbangan, namun pemerintah Amerika
Serikat menolak menjual gas tersebut untuk digunakan dalam penerbangan. Oleh
karenanya, gas H
2
digunakan di pesawat Hindenburg, yang pada akhirnya
meledak di langit New Jersey pada tanggal 6 Mei 1937. Insiden ini ditayangkan
secara langsung di radio dan direkam. Banyak yang menduga terbakarnya
hidrogen yang bocor sebagai akibat insiden tersebut, namun investigasi lebih
lanjut membuktikan sebab insiden tersebut karena terbakarnya salut pabrik oleh
keelektrikan statis. Walaupun demikian, sejak itu keragu-raguan atas keamanan
penggunaan hidrogen muncul.

2.1.5 Aplikasi
Sejumlah besar H
2
diperlukan dalam industri petrokimia dan kimia. Penggunaan
terbesar H
2
adalah untuk memproses bahan bakar fosil dan dalam pembuatan
ammonia. Konsumen utama dari H
2
di kilang petrokimia meliputi hidrodealkilasi,
hidrodesulfurisasi, dan penghidropecahan (hydrocracking). H
2
memiliki beberapa
kegunaan yang penting. H
2
digunakan sebagai bahan hidrogenasi, terutama dalam
peningkatan kejenuhan dalam lemak takjenuh dan minyak nabati (ditemukan di
margarin), dan dalam produksi metanol. Ia juga merupakan sumber hidrogen pada
pembuatan asam klorida. H
2
juga digunakan sebagai reduktor pada bijih logam.
[63]

Selain digunakan sebagai pereaksi, H
2
memiliki penerapan yang luas dalam
bidang fisika dan teknik. Ia digunakan sebagai gas penameng di metode
pengelasan seperti pengelasan hidrogen atomik. H
2
digunakan sebagai pendingin
rotor di generator pembangkit listrik karena ia mempunyai konduktivitas termal
yang paling tinggi di antara semua jenis gas. H
2
cair digunakan di riset kriogenik
PEM Elektroliser Page 8

yang meliputi kajian superkonduktivitas. Oleh karena H
2
lebih ringan dari udara,
hidrogen pernah digunakan secara luas sebagai gas pengangkat pada kapal udara
balon.
Baru-baru ini hidrogen digunakan sebagai bahan campuran dengan nitrogen
(kadangkala disebut forming gas) sebagai gas perunut untuk pendeteksian
kebocoran gas yang kecil. Aplikasi ini dapat ditemukan di bidang otomotif, kimia,
pembangkit listrik, kedirgantaraan, dan industri telekomunikasi.
[68]
Hidrogen
adalah zat aditif (E949) yang diperbolehkan penggunaanya dalam ujicoba
kebocoran bungkusan makanan dan sebagai antioksidan.
Isotop hidrogen yang lebih langka juga memiliki aplikasi tersendiri. Deuterium
(hidrogen-2) digunakan dalam reaktor CANDU sebagai moderator untuk
memperlambat neutron. Senyawa deuterium juga memiliki aplikasi dalam bidang
kimia dan biologi dalam kajian reaksi efek isotop. Tritium (hidrogen-3) yang
diproduksi oleh reaktor nuklir digunakan dalam produksi bom hidrogen,
[71]

sebagai penanda isotopik dalam biosains, dan sebagai sumber radiasi di cat
berpendar.
Suhu pada titik tripel hidrogen digunakan sebagai titik acuan dalam skala
temperatur ITS-90 (International Temperatur Scale of 1990) pada 13,8033 kelvin.

2.1.6 Pembawa energi
Hidrogen bukanlah sumber energi, kecuali dalam konteks hipotesis pembangkit
listrik fusi nuklir komersial yang menggunakan deuterium ataupun tritium, sebuah
teknologi yang perkembangannya masih sedikit.Energi matahari berasal dari fusi
nuklir hidrogen, namun proses ini sulit dikontrol di bumi.Hidrogen dari cahaya
matahari, organisme biologi, ataupun dari sumber listrik menghabiskan lebih
banyak energi dalam pembuatannya daripada pembakarannya. Hidrogen dapat
dihasilkan dari sumber fosil (seperti metana) yang memerlukan lebih sedikit
energi daripada energi hasil pembakarannya, namun sumber ini tidak dapat
diperbaharui, dan lagipula metana dapat langsung digunakan sebagai sumber
energi.
PEM Elektroliser Page 9

Rapatan energi per volume pada hidrogen cair maupun hidrogen gas pada tekanan
yang praktis secara signifikan lebih kecil daripada rapatan energi dari bahan bakar
lainnya, walaupun rapatan energi per massa adalah lebih tinggi. Sekalipun
demikian, hidrogen telah dibahas secara meluas dalam konteks energi sebagai
pembawa energi. Sebagai contoh, sekuestrasi CO
2
yang diikuti dengan
penangkapan dan penyimpanan karbon dapat dilakukan pada produksi H
2
dari
bahan bakar fosil. Hidrogen yang digunakan pada transportasi relatif lebih bersih
dengan sedikit emisi NOx, tapi tanpa emisi karbon.Namun, biaya infrastruktur
yang diperlukan dalam membangun ekonomi hidrogen secara penuh sangatlah
besar.

2.1.7 Keselamatan
Hidrogen mendatangkan beberapa bahaya kesehatan pada manusia, mulai dari
potensi ledakan dan kebakaran ketika tercampur dengan udara, sampai dengan
sifatnya yang menyebabkan asfiksia pada keadaan murni tanpa oksigen. Selain
itu, hidrogen cair adalah kriogen dan sangat berbahaya oleh karena suhunya yang
sangat rendah.Hidrogen larut dalam beberapa logam dan selain berpotensi
kebocoran, juga dapat menyebabkan perapuhan hidrogen. Gas hidrogen yang
mengalami kebocoran dapat menyala dengan spontan. Selain itu api hidrogen
sangat panas, namun hampir tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, sehingga
dapat menyebabkan kasus kebakaran yang tak terduga.
Data hal keselamatan hidrogen dapat dikacaukan oleh beberapa sebab. Sifat-sifat
fisika dan kimia hidrogen sangat bergantung pada nisbah
parahidrogen/ortohidrogen yang memerlukan beberapa hari untuk mencapai
kesetimbangan (biasanya data yang diberikan merupakan data pada saat hidrogen
mencapai kesetimbangan). Parameter ledakan hidrogen, seperti tekanan dan
temperatur kritis ledakan sangat bergantung pada geometri wadah penampung
hidrogen.



PEM Elektroliser Page 10

2.2 Memproduksi Hidrogen

2.2.1.a Skala Laboratorium
Dalam skala laboratorium hidrogen biasanya dibuat dari hasil samping reaksi
tertentu misalnya mereaksikan logam dengan asam seperti mereaksikan antara
besi dengan asam sulfat.
Fe(s) + H2SO4(aq) -> FeSO4(aq) + H2(g)
Sejumlah kecil hidrogen dapat juga diperoleh dengan mereaksikan kalsium
hidrida dengan air. Reaksi ini sangat efisien dimana 50% gas hidrogen yang
dihasilkan diperoleh dari air.
CaH2(s) + 2 H2O(l) -> Ca(OH)2(aq) + 2 H2(g)
Elektrolisis air juga sering dipakai untuk menghasilkan hidrogen dalam skala
laboratorium, arus dengan voltase rendah dialirkan dalam air kemudian gas
oksigen akan terbentuk di anoda dan gas hidrogen akan terbentuk di katoda.
2 H2O(l) -> 2 H2(g) + O2(g)

2.2.1.b Skala industri
Dalam skala industri hidrogen dapat dibuat dari hidrokarbon, dari produksi secara
biologi melalui bantuan alga dan bakteri, melalui elektrolisis, ataupun termolisis.
Produksi hidrogen dari hidrokarbon masih menjadi primadona disebabkan dengan
metode ini bisa dihasilkan hidrogen dalam jumlah yang melimpah sehingga
metode yang lain perlu dikembangkan lagi akar meningkatkan nilai ekonomi
hidrogen.

2.2.2 Pembuatan Hidrogen dari Hidrokarbon
Hidrogen dapat dibuat dari gas alam dengan tingkat efisiensi sekitar 80%
tergantung dari jenis hidrokarbon yang dipakai. Pembuatan hidrogen dari
hidrokarbon menghasilkan gas CO2, sehingga CO2 ini dalam prosesnya dapat
dipisahkan. Produksi komersial hidrogen menggunakan proses steam reforming
menggunakan methanol atau gas alam dan menghasilkan apa yang disebut sebagai
syngas yaitu campuran gas H2 dan CO.
PEM Elektroliser Page 11

CH4 + H2O -> 3H2 + CO + 191,7 kJ/mol
Panas yang dibutuhkan oleh reaksi diperoleh dari pembakaran beberapa bagian
methane. Penambahan hasil hidrogen dapat diperoleh dengan menambahkan uap
air kedalam gas hasil reaksi yang dialirkan dalam reactor bersuhu 130 C.
CO + H2O -> CO2 + H2 40,4 kJ/mol
Reaksi yang terjadi adalah pengabilan oksigen dari molekul air ke CO untuk
menjadi CO2. Reaksi ini menghasilkan panas yang dapat dipakai untuk menjaga
suhu reactor.

2.2.3 Pembuatan Hidrogen dari air Melalui elektrolisis
Hidrogen dapat dibuat dari proses elektrolisis air dengan menggunakan suplai
energi yang dapat diperbaharuhi misalnya angina, hydropower, atau turbin.
Dengan cara elektrolisis maka produksi yang dijalankan tidak akan menghasilkan
polusi. Proses elektrolisis menjadi salah satu proses yang memiliki nilai ekonomi
yang urah dibandingkan dengan menggunakan bahan baku hidrokarbon. Salah
satu teknik elektrolisis yang mendapatkan perhatian cukup tinggi adalah
elektrolisis dengan menggunakan tekanan tinggi dalam teknik ini elektrolisis
dijalankan untuk menghasilkan gas hidrogen dan oksigen dengan tekanan sekitar
120-200 Bar. Teknik lain adalah dengan dengan menggunakan elektrolisis
temperature tinggi dengan teknik ini konsumsi energi untuk proses elektrolisis
sangat rendah sehingga bisa meningkatkan efisiensi hingga 50%. Proses
elektrolisis dengan menggunakan metode ini biasanya digabungkan dengan
instalasi reactor nulklir disebabkan karena bila menggunakan sumber panas yang
lain maka tidak akan bisa menutup biaya peralatan yang tergolong cukup mahal.
2.2.4 Pembuatan hidrogen melalui proses biologi
Beberapa macam alga dapat menghasilkan gas hidrogen sebagai akibat proses
metabolismenya. Produksi secara biologi ini dapat dilakukan dalam bioreactor
yang mensuplay kebutuhan alga seperti hidrokarbon dan dari hasil reaksi
menghasilkan H2 dan CO2 Dengan menggunakan metode tertentu CO2 dapat
dipisahkan sehingga kita hanya mendapatkan gas H2nya saja.
2.3 Dekomposisi air dengan gelombang radio
PEM Elektroliser Page 12

Dengan menggunakan gelombang radio maka kita dapat menghasilkan hidrogen
dari air laut dengan dasar proses dekomposisi. Jika air ini diekspos dengan sinar
terpolarisasi dengan frekuensi 13,56 MHz pada suhu kamar maka air laut dengan
konsentrasi NaCl antara 1-30% dapat terdekomposisi menjdi hidrogen dan
oksigen.

2.4 Termokimia
Terdapat lebih dari 352 proses termokimia yang dapat dipakai untuk proses
splitting atau termolisis dengan cara ini kita tidak membutuhkan arus listrik akan
tetapi hanya sumber panas. Beberapa proses termokimia ini adalah CeO2/Ce2O3,
Fe3O4/FeO, S-I, Ce-Cl, Fe,Cl dan lainnya. Reaski yang terjdi pada proses ini
adalah:
2H2O -> 2H2 + O2
Dan semua bahan yang dipergunakan dapat didaur ulang kembali menuju proses
yang baru.

2.5 Konsep Elektrokimia
Dalam arti yang sempit elektrokimia adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam sel elektrokimia.
Sel jenis ini merupakan sistem yang terdiri atas 2 buah elektrode dan larutan
elektrolit, peristiwa yang terjadi didalamnya adalah proses perpindahan
elektron (reaksi redoks) , dengan catatan : proses pelepasan elektron
(oksidasi) terjadi pada anoda dan proses penarikan elektron (reduksi)
terjadi pada katoda.
Pada elektrokimia kedua setengah sel (oksidasi dan reduksi) terjadi secara
terpisah pada elektroda-elektroda.
Ada 2 macam sel elektrokimia :
Sel Volta/sel elektrokimia : reaksi redoks yang terjadi secara spontan ( reaksi
kimia yang dapat menghasilkan arus listrik)
Sel Elektrolisis : Arus listrik yang dialirkan kedalamnya menimbulkan reaksi
redoks /kimia
PEM Elektroliser Page 13

Elektrolisis
Pada sel elektolisis arus listrik dari sumber diluar sel dialirkan kedalam larutan
di dalam sel. Ion-ion positip (kation) bermigrasi ke elektroda negatip dan
ion-ion negatip (anion) bermigrasi ke elektroda positip
Elektrolit yang digunakan bisa sebagai leburan dan sebagai larutan.
Pada proses penggunaan elektrolit kemungkinan terjadi reduksi atau oksidasi
dari molekul-molekul air harus pula diperhatikan. Misal ; pengendapan
logam pada katoda , maka potensial elektron dan atau konsentrasi ion
dalam larutan perlu diperhatikan.
Elektroda yang digunakan dapat bersifat elektroaktif/ lamban.
Redoks (singkatan dari reaksi reduksi/oksidasi) adalah istilah yang menjelaskan
berubahnya bilangan oksidasi (keadaan oksidasi) atom-atom dalam sebuah reaksi
kimia.
Hal ini dapat berupa proses redoks yang sederhana seperti oksidasi karbon yang
menghasilkan karbon dioksida, atau reduksi karbon oleh hidrogen menghasilkan
metana(CH
4
), ataupun ia dapat berupa proses yang kompleks seperti oksidasi gula
pada tubuh manusia melalui rentetan transfer elektron yang rumit.
Istilah redoks berasal dari dua konsep, yaitu reduksi dan oksidasi. Ia dapat
dijelaskan dengan mudah sebagai berikut:
Oksidasi menjelaskan pelepasan elektron oleh sebuah molekul, atom, atau
ion
Reduksi menjelaskan penambahan elektron oleh sebuah molekul, atom,
atau ion.
Walaupun cukup tepat untuk digunakan dalam berbagai tujuan, penjelasan di atas
tidaklah persis benar. Oksidasi dan reduksi tepatnya merujuk pada perubahan
bilangan oksidasi karena transfer elektron yang sebenarnya tidak akan selalu
terjadi. Sehingga oksidasi lebih baik didefinisikan sebagai peningkatan bilangan
oksidasi, dan reduksi sebagai penurunan bilangan oksidasi. Dalam prakteknya,
transfer elektron akan selalu mengubah bilangan oksidasi, namun terdapat banyak
reaksi yang diklasifikasikan sebagai "redoks" walaupun tidak ada transfer elektron
dalam reaksi tersebut (misalnya yang melibatkan ikatan kovalen).
PEM Elektroliser Page 14

Reaksi non-redoks yang tidak melibatkan perubahan muatan formal (formal
charge) dikenal sebagai reaksi metatesis.

2.6 Sifat Fisika Dan Kimia Hidrogen
Sifat Fisika
Titik lebur : -259,14
0
C
Titik didih : -252,87
0
C
Warna : tidak berwarna
Bau : tidak berbau
Densitas : 0,08988 g/cm3 pada 293 K
Kapasitas panas : 14,304 J/gK
Sifat Kimia
Panas Fusi : 0,117 kJ/mol H2
Energi ionisasi 1 : 1312 kJmol
Afinitas electron : 72,7711 kJ/mol
Panas atomisasi : 218 kJ/mol
Panas penguapan : 0,904 kJ/mol H2
Jumlah kulit : 1
Biloks minimum : -1
Elektronegatifitas : 2,18 (skala Pauli)
Konfig electron : 1s1
Biloks maksimum : 1
Volume polarisasi : 0,7
3

Struktur : hcp (hexagonal close packed) (padatan H2)
Jari-jari atom : 25 pm
Konduktifitas termal : 0,1805 W/mK
Berat atom : 1,0079
Potensial ionisasi : 13,5984 eV
Gas hidrogen adalah gas yang mudah terbakar. Gas hidrogen bersifat eksplosif
jika membentuk campuran dengan udara dengan perbandingan volume 4%-75%
dan dengan klorin dengan perbandingan volume 5%-95%. Disebabkan gas
PEM Elektroliser Page 15

hidrogen sangat ringan maka api yang disebabkan pembakaran gas hidrogen
cenderung bergerak ke atas dengan cepat sehingga mengakibatan kerusakan yang
sangat sedikit jika dibandingkan dengan api yang berasal dari pembakaran
hidrokarbon. Reaksi spontanitas ini biasanya di picu oleh adanya kilatan api,
panas, atau cahaya matahari. Entalpi pembakaran gas hidrogen adalah -256 kJ/mol
dengan reaksi:
2 H2(g) + O(g) -> 2H2O(l) + 572 kJ
Hidrogen sangat reaktif dan bereaksi dengan setiap unsur yang bersifat oksidator
dan bersifat lebih elektronegatif dibandingkan hidrogen seperti golongan halide.
Hidrogen dapat bereaksi secara spontan dengan klorin dan florin pada temperature
kamar membentuk hidrogen halide. Hidrogen juga dapat membentuk senyawa
dengan unsur yang kurang bersifat elektronegatif misalnya logam dengan
membentuk hidrida.
Kelarutan hidrogen dalam pelarut organic sangat kecil jika dibandingkan dengan
kelarutannya dalam air.
Hidrogen dapat terserap dalam metal seperti baja. Penyerapan hidrogen oleh baja
ini menyebabkan baja bersifat mudah patah sehingga menyebabkan kerusakan
dalam pembuatan peralatan. Dengan sifat ini maka ilmuwan dapat menyimpan ga
hidrogen dalam logam platinum.
Pada suhu normal hidrogen terdapat dalam bentuk diatomiknya akan tetapi pada
suhu yang sangat tinggi hidrogen terdisosiasi menjadi atom-ataomnya. Atom
hidrogen sangat reaktif dan dapat bereaksi dengan oksida logam seperti perak,
tembaga, timbale, bismuth, dan raksa untuk menghasilkan logam bebasnya.
Atom hidrogen juga dapat bereaksi dengan senyawa organic untuk membentuk
kompleks seperti dengan C2H4 membentuk C2H6 dan C4H10.
Pada tekanan yang sangat tinggi hidrogen bisa memiliki sifat seperti logam

2.7 Kegunaan Hidrogen

2.7.1 Dalam kimia organik. Hidrogen sering dipakai untuk reaksi hidrogenasi
senyawa alkena atau alkuna untuk sintesis senyawa organic. Senyawa hidrida
PEM Elektroliser Page 16

misalnya MgH2, NaH, LiH dll sering dipakai untuk reagen pereduksi senyawa
organic dan hal ini sering dipakai dalam proses sistesis senyawa organic misalnya
untuk reduksi senyawa aldehid atau keton.
2.7.2 Dibidang Industri. Hidrogen banyak digunakan dalam industri kimia
maupun industri petrokimia. Penggunaan terbesar hidrogen adalah untuk proses
peng-upgrading-an bahan bakar fosil dan untuk pembuatan gas NH3 sebagai
bahan dasar untuk industri pupuk. Dalam industri makanan hidrogen banyak
dipakai untuk meningkatkan kejenuhan minyak menjadi lemak seperti banyak
dipergunakan dalam industri margarine. Untuk industri petrokimia maka hidrogen
banyak dipakai untuk proses hidrodealkilasi, hidrodesulfurasi, dan hidrocracking.
Hidrogen juga dipakai sebagai bahan dasar untuk industri penghasil methanol dan
industri penghasil HCl. Di industri pertambangan hidrogen dipakai untuk agen
pereduksi biji logam.
2.7.3 Dalam bidang fisika dan teknik. Hidrogen dipakai sebagai shielding gas
untuk pengelasan. Hidrogen juga dipakai sebagai zat pendingin rotor dalam
generator listrik di stasiun penghasil listrik. Disebabkan hidrogen memiliki
konduktifitas termal yang tingga maka hidrogen cair dipakai dalam studi-studi
kriyogenik meliputi penelitian superkonduktor. Karena hidrogen sangat ringan
maka banyak dipakai sebagai gas pengangkat dalam balon dan pesawat udara
kecil untuk tujuan penelitian.
Hidrogen di campur dengan nitrogen dipakai sebagai gas pelaca kebocoran yang
dapat diaplikasikan dalam bidang otomotif, kimia, stasiun pembangkit listrik,
aerospace, dan telekomonikasi.
Isotop hidrogen seperti Deuterium dipakai dalam aplikasi reaksi nuklir sebagai
medium yang dapat memperlambat laju netron yang dihasilkan dari reaksi fisi dan
fusi. Deuterium juga dipakai untuk penanda reagen yang akan direaksikan untuk
proses sintesis. Tritium dihasilkan dari reactor nuklir dipakai untuk produksi bom
hidrogen dan sebagai label dalam cat luminasi.



PEM Elektroliser Page 17

2.8 Senyawaan Hidrogen

2.8.1 Hidrida
Istilah hidrida dipakai untuk menyatakan bahwa bilangan oksidasi hidrogen yang
bereaksi dengan unsur yang lain adalah -1 dan dinotasikan sebagai H-. Beberapa
contoh senyawa hidrida adalah LiH, NaH, LiAlH4, BeH2 dan lainnya. Ikatan
dalam senyawa hidrida dapat bersifat kovalen hingga sangat bersifat ionic dan
hidrida ini bisa menjadi bagian molekul, oligomer, polimer, padatan ion, layer
dalam absorbsi kimia, atau bahkan menjadi bagian dari suatu logam. Hidrida
bereaksi sebagai basa lewis dan bersifat sebagai reduktor dan bisa juga bisa
bereaksi dengan radikal hidrogen dan proton. Berbagai macam unsur dapat
membentuk hidrida dan sekarang menjadi subyek penelitian yang penting untuk
menemukan logam yang dapat menyimpan hidrogen untuk pembangkit listrik atau
baterai. Hidrida juga memerankan peranan yang penting dalam sintesis senyawa
organic disebabkan bersifat sebagai reduktor.

2.8.2 Hidrokarbon
Dalam bidang organic senyawabhidrokarbon didefinisikan sebagai senyawa yang
pada dasarnya terdiri dari hidrogen dan karbon, akan tetapi pengertian ini semakin
meluas disebabkan beberapa hidrokarbon juga mengandung unsur lain seperti
fosfor, nitrogen, belerang dan bahkan logam (organometalik). Golongan
hidrokarbon sangat luas diantaranya alkana, alkena, alkuna, alkohol, ester, asam
karboksilat, aldehid, keton, amida, senyawa aromatic dan berbabagai macam
makromolekul seperti golongan proten, dan karbohidrat.
Umumnya hidrokarbon merupakan sumber energi utama yang ada di bumi akan
tetapi dengan pertimbangan kondisi bumi saat ini maka penggunaan energi ini
mulai sedikit-demi sedikit dialihkan ke sumber energi yang ramah lingkunga.
Hidrokarbon juga merupakan sumber atau bahan dasar untuk membuat berbagai
macam senyawa organic yang lain misalnya industru petrokimia menjadi dasar
untuk pembuatan senyawa kimia yang lain.

PEM Elektroliser Page 18

2.8.3 Hidrogen Halida
Hidrogen halide adalah senyawa kimia yang dihasilkan dari reaksi antara hidrogen
dengan unsur halide yaitu golongan 7 misalnya HF, HCl, HBr, dan HI. Senyawa
HAt jarang ditemukan di alam dan bersifat tidak stabil. Senyawa hidrogen halide
(HX) bersifat asam disebabkan kecenderungan mereka melepaskan H+ dalam
larutan. Kecuali HF maka hidrogen halide yang lain adalah asam kuat. Dalam
larutan sesama molekul halide dapat membentuk ikatan hidrogen dimana ikatan
ini menyebabkan beberapa senyawa memiliki titik didih yang lebih tinggi dari
yang diperkirakan. Kecenderungan hidrogen bereaksi dengan halide ini disebakan
mereka memiliki perbedaan kelektronegatifitas yang cukup besar. Berikut
perbandingan ukuran atom dan momen dipole beberapa hidrogen halide.


2.8.4 H
2
O
Air merupakan oksida dari hidrogen dengan rumus H
2
O dan air menjadi molekul
yang paling banyak terdapat di bumi. Di alam air terdapat dalam tiga wujud yaitu
cair, padat, dan gas, tidak bewarna, dan berbau. Terdapat banyak sekali senyawa
kimia yang larut dalam air sehingga tidak dipungkiri air merupakan pelarut yang
paling banyak dipakai. Air juga merupakan senyawa yang penting bagi kehidupan
manusia dan makhluk lain yang ada dibumi bisa dibayangkan kehidupan makhluk
hidup tanpa air bukan?
Molekul air memiliki dua atom hidrogen dan satu atom Oksigen yang terikat
secara kovalen. Oksigen mengikat hidrogen dengan kuat disebabkan oksigen
memiliki elektronegatifitas yang tinggi sehingga dihasilkan kutub positif dan
PEM Elektroliser Page 19

negative dalam molekul air sehingga hal ini menyumbangkan bahwa molekul air
memiliki momen dipole. Sesama molekul air dapat membentuk ikatan hidrogen
sehingga meningkatkan titik didih air. Air dapat didiskripsikan sebagai molekul
yang memiliki kepolaran sehingga dapat terdeprotonasi dengan reaksi:
2 H
2
O (l) H
3
O
+
(aq) + OH
?
(aq)
Konstanta disosiasi ini atau Kw adalah 10-14 pada 25 C.

2.8.9 Sel bahan bakar
Sel bahan bakar (bahasa Inggris: fuel cell) adalah sebuah alat elektrokimia yang
mirip dengan baterai, tetapi berbeda karena dia dirancang untuk dapat diisi terus
reaktannya yang terkonsumsi; yaitu dia memproduksi listrik dari penyediaan
bahan bakar hidrogen dan oksigen dari luar. Hal ini berbeda dengan energi
internal dari baterai. Sebagai tambahan, elektroda dalam baterai beraksi dan
berganti pada saat baterai diisi atau dibuang energinya, sedangkan elektroda sel
bahan bakar adalah katalitik dan relatif stabil.
Reaktan yang biasanya digunakan dalam sebuah sel bahan bakar adalah hidrogen
di sisi anode dan oksigen di sisi kathoda (sebuah sel hidrogen). Biasanya, aliran
reaktan mengalir masuk dan produk dari reaktan mengalir keluar. Sehingga
operasi jangka panjang dapat terus menerus dilakukan selam aliran tersebut dapat
dijaga kelangsungannya.
Sel bahan bakar seringkali dianggap sangat menarik dalam aplikasi modern
karena efisiensi tinggi dan penggunaan bebas-emisi, berlawanan dengan bahan
bakar umum seperti methane atau gas alam yang menghasilkan karbon dioksida.
Satu-satunya hasil produk dari bahan bakar yang beroperasi menggunakan
hidrogen murni adalah uap air. Namun ada kekhawatiran dalam proses pembuatan
hidrogen yang menggunakan banyak energi. Memproduksi hidrogen
membutuhkan "carrier" hidrogen (Biasanya bahan bakar fosil, meskipun air dapat
dijadikan alternatif), dan juga listrik, yang diproduksi oleh bahan bakar
konvensional. Meskipun sumber energi alternatif seperti energi angin dan surya
dapat juga digunakan, namun sekarang ini mereka sangat mahal.

PEM Elektroliser Page 20

2.10 Elektroliser PEM (Polymer Electrolite Membran)
Meskipun persediaan hidrogen di alam berlimpah, namun tidak dapat
diperoleh secara langsung. Hidrogen selalu berada dalam bentuk gabungan
(compound) dengan unsur lain. Untuk mendapatkan hidrogen, perlu dilakukan
pemisahan hidrogen dari compound-nya. Proses mendapatkan hidrogen dari
sumber energi lain ini disebut reforming dan alat yang digunakannya disebut
reformer.
Dari berbagai hidrogen reforming yang ada, elektrolisis merupakan
metode yang paling sederhana.
Elektrolisis air adalah peristiwa penguraian senyawa air (H
2
O) menjadi
oksigen (O
2
) dan hidrogen gas (H
2
) dengan menggunakan arus listrik yang
melalui air tersebut. Reformer ini disebut Elektroliser.

Gejala yang terjadi selama proses elektrolisis dapat dipelajari dalam sel
elektrolisis sederhana seperti pada gambar 1. Larutan elektrolit diletakkan dalam
sebuah bejana, kedalam bejana dicelupkan dua buah elektroda yang masing-
masing dihubungkan dengan kutub positif (bertindak sebagai anoda) dan kutub
positif (sebagai katoda) sebuah baterai.
Bila diberikan potensial listrik ion-ion di dalam elektrolit akan bermigrasi
ke arah elektroda yang prioritasnya berlawanan dengan muatan ion tersebut. Pada
katoda, dua molekul air bereaksi dengan menangkap dua elektron, tereduksi
menjadi gas H
2
dan ion hidrokida (OH
-
). Sementara itu pada anoda, dua molekul
air lain terurai menjadi gas oksigen (O
2
), melepaskan 4 ion H
+
serta mengalirkan
elektron ke katoda. Ion H
+
dan OH
-
mengalami netralisasi sehingga terbentuk
kembali beberapa molekul air. Reaksi keseluruhan yang setara dari elektrolisis air
dapat dituliskan sebagai berikut.

PEM Elektroliser Page 21


Gambar 1. Sel Elektrolisis sederhana

PEM Elektrolizer bekerja berdasarkan proses reduksi-oksidasi yang terjadi pada
elektroda. Ketika tegangan DC diberikan pada elektroda, air akan teroksidasi di
anoda membentuk oksigen, proton (ion hidrogen) dan elektron bebas. Hidrogen
terkumpul secara langsung di anoda, sedangkan proton bermigrasi melalui
membrane elektrolit polimer ke katoda untuk kemudian tereduksi menjadi
hidrogen dengan mengikat electron yang disuplai rangkaian eksternal. Reaksi
yang terjadi pada sistem selengkapnya adalah sebagai berikut :

Dari konsep elektrokimia yang telah diuraikan diatas terlihat bahwa sautu atom
hidrogen memberikan kontribusi satu elektron terhadap arus yang mengalir,
sehingga hubungan antara arus yang mengalir dengan volume hidrogen yang
dihasilkan dapat ditentukan dengan menghitung energy listrik yang digunakan dan
jumlah hidrogen yang dihasilkan. Hubungan ini telah dirumuskan dalam Hukum-I
Faraday tentang elektrolisis yang secara matematis dinyatakan dengan persamaan
berikut,








PEM Elektroliser Page 22

Bab III Prosedur Percobaan

3.1 Alat dan Bahan
1. PEM Elektroliser
2. Sumber daya variable
3. Dua buah multimeter
4. Tangki air
5. Tangki hydrogen
6. Stopwatch
7. Kabel-kabel penghubung

3.2 Prosedur Percobaan
1. Menentukan Tegangan Dekomposisi Air
Menyusun rangkaian seperti pada gambar 3
Mengisi tangki air dengan air deionisasi (aquades murni)
Mengisi tangki hidrogen dengan aquades
Menaikkan tegangan dari 0 sampai maksimum 2 V dengan interval 0,1 V.
mencatat nilai arus yang terukur untuk setiap nilai tegangan dan
mengamati tangki hidrogen, apakah pada tegangan tersebut sudah mulai
dihasilkan hidrogen, lalu memberikan tanda pada tegangan berapa
hidrogen mulai terlihat.
Memberi tenggang waktu sekitar 20 detik untuk setiap pengukuran.

2. Menentukan Efisiensi Energi dan Efisiensi Faraday Elektroliser PEM
Menyusun rangkaian seperti gambar 3
Mengisi tangki hydrogen dengan air sampai penuh, sebelumnya
terlebih dahulu membuang semua hidrogen yang tersisa
Memberikan tegangan elektroda sedikit diatas tegangan
dekomposisi air (misal 1,6 V ). Memutuskan untuk sementara,
menyiapkan stopwatch.
PEM Elektroliser Page 23

Jangan memberikan tegangan > 2 V
Menghubungkan elektroliser dengan sumber tegangan, mencatat
penunjukkan arus dan tegangan, dalam waktu yang bersamaan
memulai mengukur waktu yang dibutuhkan elektroliser untuk
menghasilkan sejumlah hydrogen, misal setiap satu strip pada
tangki hydrogen ( 5 cm
3
).
Melanjutkan pengukuran dengan mencatat waktu, arus dan
tegangan setiap kali dihasilkan sejumlah hidrogen yang sama
sampai tangki hidrogen penuh
Mengulangi pengukuran dengan dua nilai tegangan elektroda yang
berbeda (tidak lebih dari 2 V)















PEM Elektroliser Page 24

Bab IV Data Percobaan

1. Menentukan Tegangan Dekomposisi Air


2. Menentukan Efisiensi Energi dan Efisiensi Faraday Elektroliser PEM
Tegangan
(Volt)
Kuat arus
(Ampere)
Waktu
(sekon)
Volume
(dm
3
)
Volume
(m
3
)
1,6 0,07 0 0 0
1,6 0,07 420 0,55 0,00055
1,6 0,07 476 1,10 0,00110
1,6 0,07 520 1,65 0,00165
1,6 0,07 570 2,20 0,00220
1,6 0,07 610 2,75 0,00275
1,6 0,07 675 3,30 0,00330
1,6 0,07 750 3,85 0,00385






Tegangan
(Volt)
Kuat arus
(Ampere)
1,4 0
1,5 0,02
1,6 0,04
1,7 0,06
1,8 0,07
1,9 0,09
2 0,11
PEM Elektroliser Page 25

Bab V Pengolahan Data

1. Buat kurva karakteristik I-V elektroliser dari hasil pengukuran (1) diatas.
Dari kurva tersebut tentukan tegangan dekomposisi air.

Dari kurva diatas dapat diketahui tegangan dekomposisi air = 1.5 volt

2. Bandingkan hasil yang diperoleh dengan hasil referensi, berikan
pembahasan terhadap hasil yang diperoleh.
diketahui :
tegangan dekomposisi air (literatur) = 1,23 volt
tegangan dekomposisi air (percobaan) = 1.5 volt
maka,
KSR =


=






1.4, 0
1.5, 0.02
1.6, 0.04
1.7, 0.06
1.8, 0.07
1.9, 0.09
2, 0.11
0
0.05
0.1
0.15
0 0.5 1 1.5 2 2.5
I

(
A
m
p
e
r
e
)

V (Volt)
Kurva Karakteristik Tegangan terhadap
Kuat Arus
PEM Elektroliser Page 26

3. Buat kurva volume hidrogen yang dihasilkan terhadap waktu untuk setiap
nilai tegangan yang diberikan, hitung laju produksi hidrogen masing-
masing.

Kurva diatas menunjukkan laju produksi (volume) hidrogen yang
meningkat untuk setiap nilai tegangan yang diberikan dengan semakin
bertambahnya waktu.

4. Hitung efisiensi energi dan efisiensi faraday elektroliser dari setiap data
yang diperoleh.
Hukum faraday I :



Dimana :
V = volume gas hidrogen yang dihasilkan secara teoritis (m
3
)
R = 8,314 J/mol.K
p = 1Pa = 1 N/m
2

F = 96.485 C/mol
T = temperatur ruang dalam Kelvin
I = arus, Ampere
t = waktu, sekon
z = jumlah elektron untuk membebaskan satu molekul


0
0.001
0.002
0.003
0.004
0.005
0 200 400 600 800
V
o
l
u
m
e

(
m
3
)

Wakut (sekon)
Kurva volume hidrogen terhadap waktu
untuk setiap nilai tegangan yang
diberikan
PEM Elektroliser Page 27

Tegangan
(Volt)
Kuat
arus
(A)
waktu(s)
Volume
hasil(m3)
Volume
hitung(m3)
Efisiensi Faraday
1,6 0,07 0 0 0 0
1,6 0,07 420 0,00055 345,80 0,000001590495661229560
1,6 0,07 476 0,00110 391,91 0,000002806757049228630
1,6 0,07 520 0,00165 428,14 0,000003853893332979320
1,6 0,07 570 0,00220 469,31 0,000004687776685729230
1,6 0,07 610 0,00275 502,24 0,000005475476866527990
1,6 0,07 675 0,00330 555,76 0,000005937850468590360
1,6 0,07 750 0,00385 617,51 0,000006234742992019870
















PEM Elektroliser Page 28

Tugas Pendahuluan
1. Turunkan persamaan 2.1.
2. Dari persamaan 2.2, berikan analisis, faktor-faktor apa saja yang dapat di
kontrol agar elektrolizer dapat bekerja secara optimal.
3. Selain elektrolizer, tuliskan beberapa contoh reformer hidrogen yang lain,
lengkap dengan mekanisme kerjanya.
4. Berikan beberapa contoh mesin/equipment yang telah menggunakan
hydrogen sebagai bahan bakarnya.
5. Berikan bahasan singkat mengenai prospek penggunaan hidrogen sebagai
bahan bakar terbarukan, sejauhmana pengembangannya dan factor-faktor
apa saja yang dapat merupakan kendala dalam penggunaan hidrogen
sebagai bahan bakar.
- Jawaban -
1. Penurunan persamaan 2.1
Keterangan :
w = massa zat yang diendapkan (g).
Q = jumlah arus listrik = muatan listrik (C)
e = tetapan = (gek : F)
I = kuat arus listrik (A)
t= waktu (dt).
gek = massa ekivalen zat (gek).
Ar = massa atom relatif
F = bilangan faraday = 96 500 C.
Massa ekivalen = massa zat yang sebanding dengan 1 mol elektron



;

;



PEM Elektroliser Page 29


)

(

)
Sehingga,



2. faktor-faktor yang dapat di kontrol agar elektrolizer dapat bekerja secara
optimal :
temperatur ruang
tekanan ruang

3. Contoh reformer hidrogen berikut mekanisme kerjanya.

Hybrid Hydro Cyclo (HHC)

Teknologi HHC adalah optimalisasi air menjadi gas hidrogen sebagai bahan
bakar alternatif yang di-hybrid-kan dengan bahan bakar minyak pada
berbagai jenis mesin untuk meningkatkan daya pembakaran internal mesin.

Dengan HHC, alat yg di pasang di badan mobil atau motor untuk
menghasilkan gas hidrogen. Dengan menggunakan metode elektrolisis air
sistem water circle dengan daya listrik rendah akan menghasilkan sistem
pengkabutan air.

Alat HHC ini akan memadatkan bahan bakar pada saat langkah isap mesin
yang digabungkan dengan BBM sehingga diperoleh daya bakar internal
mesin yg jauh lebih optimum.

Dengan demikian, gas buang berupa CO yg merupakan gas beracun, menjadi
PEM Elektroliser Page 30

sangat rendah dan akan keluar air (H2O) sebagai ciri pembakaran optimum
sehingga ramah lingkungan.


4. Beberapa contoh mesin/equipment yang telah menggunakan hidrogen
sebagai bahan bakarnya.
Generator Electrolizer
Hemat BBM dengan metode elektrolisis / Brown Energy (Electrolyzer)
electrolizer, Otomotive

Banyak sekali artikel-artikel mengenai penghematan BBM ini, mulai dari
menambahkan boster pada pengapian, sampai metoda electrolisa ini.
Gambar disamping adalah salah satu model Electrolizer yang dapat
menghemat penggunaan BBM pada kendaraan bermotor hingga 50% lebih
dan meningkatkan performa kendaraan hingga 20%.

Alat yang disebut electrolizer ini menghasilkan HHO (2 part Hydrogen + 1
Oxygen) gas yang sangat mudah terbakar yang kemudian HHO ini
dimasukan ke intake manifold pada kendaraan bermotor. Dengan adanya
campuran BBM + HHO yang kaya ini memungkinkan pembakaran
menjadi lebih sempurna sehingga BBM menjadi efisien.

Berikut adalah diagram sederhana Electrolyzer :

PEM Elektroliser Page 31


Sebenarnya teknologi ini sudah lama ada penemunya adalah Dr. Yule
Brown maka sering disebutnya sebagai brown's gas atau Bronwn Energy
dan sudah banyak yang mencoba membuatnya baik di luar negeri maupun
di indonesia , seperti di Jogjakarta adalah Bapak Joko beliau juga
membuat generator electrolyzer ini dan telah menerapkanya ke lebih 1000
kendaraan di Jogja.

Selain untuk kendaraan berbahan bakar premium, alat ini juga dapat di
gunakan pada kendaraan bermesin Diesel yang berbahan bakar solar.




Hybrid Hydro Cyclo (HHC)
PEM Elektroliser Page 32

keprihatinan atas kondisi bumi yang tercemarkan karena ulah manusia telah
mendorong peduli lingkungan hidup untuk menemukan tekonogi ramah
lingkungan. Salah satunya adalah temuan Hybrid Hydro Cyclo (HHC).

Teknologi HHC adalah optimalisasi air menjadi gas hidrogen sebagai bahan
bakar alternatif yang di-hybrid-kan dengan bahan bakar minyak pada
berbagai jenis mesin untuk meningkatkan daya pembakaran internal mesin.

Keberhasilan teknologi HHC ini telah di buktikan pada uji emisi gas buang
kendaraan. Uji emisi yang dilakukan Dinas Perhubungan Kota Bogor
menunjukkan adanya penurunan emisi gas buang. Motor yang telah dipasang
HHC menunjukkan emisi gas buang berada di bawah nilai ambang batas
yang ditetapkan.


Lebih lanjut, bahwa sumber energi yang didapat dari proses elektrolisis air
menjadi gas hidrogen akan berdampak secara ekonomis dan ramah
lingkungan.

Dengan HHC, alat yg di pasang di badan mobil atau motor untuk
menghasilkan gas hidrogen. Dengan menggunakan metode elektrolisis air
sistem water circle dengan daya listrik rendah akan menghasilkan sistem
pengkabutan air.

Alat HHC ini akan memadatkan bahan bakar pada saat langkah isap mesin
yang digabungkan dengan BBM sehingga diperoleh daya bakar internal
mesin yg jauh lebih optimum.

Dengan demikian, gas buang berupa CO yg merupakan gas beracun, menjadi
sangat rendah dan akan keluar air (H2O) sebagai ciri pembakaran optimum
sehingga ramah lingkungan.

PEM Elektroliser Page 33

Hidrogen Reformator untuk Kendaraan Fuel Cell
Sebuah sel bahan bakar hidrogen onboard, pembaharu mobil adalah perangkat
yang dapat mengambil bahan bakar hidrokarbon cair (seperti bensin, propana ,
biodiesel , etanol dan biobutanol ) dan "mengubah" mereka menjadi gas hidrogen
yang dapat digunakan untuk daya sel bahan bakar hidrogen kendaraan. The trick
is to make them small enough to fit within the confines of a vehicle without
sacrificing cargo and/or passenger space. Caranya adalah dengan membuat
mereka cukup kecil untuk muat dalam batas-batas kendaraan tanpa mengorbankan
kargo dan / atau ruang penumpang. Further, they need to have quick enough
startup-to-hydrogen-production-speed to make them useful and acceptable for
normal everyday transportation. Selanjutnya, mereka harus memiliki cukup cepat
startup-untuk-hidrogen-produksi-kecepatan untuk membuat mereka berguna dan
dapat diterima untuk transportasi sehari-hari normal.

5. Bahasan singkat mengenai prospek penggunaan hidrogen.
Metode revolusioner menggunakan energi matahari untuk menghasilkan
hidrogen sebagai sumber energi yang bersih, aman, dan murah telah
dikembangkan para ilmuwan dari Israel, Swedia, Swiss, dan Perancis.
Teknik ini terutama ditujukan untuk mengekstrak seng murni lebih mudah,
cepat, dan ramah lingkungan guna mendorong produksi bahan bakar
hidrogen, menggantikan BBM yang semakin langka.
Hidrogen adalah salah satu kandidat sumber energi yang berpotensi
sebagai pegganti bahan bakar mesin kendaraan bermotor. Hidrogen dapat
ditemukan dalam jumlah yang sangat besar khususnya karena terkandung
di air. Selain itu, hidrogen tidak menghasilkan Polusi udara saat dibakar
dan menghasilkan energi yang lebih besar daripada bahan bakar lainnya.
Salah satu alasan utama mengapa hidrogen belum dapat memasuki pasaran
yang luas adalah harga produksi dan ongkos transportasi yang masih
tinggi. Meskipun bahan Baku utama untuk memproduksi hidrogen adalah
air, metode elektrolisis yang paling umum digunakan untuk menghasilkan
hidrogen sekarang masih terlalu mahal.
PEM Elektroliser Page 34

Perlu diketahui, elektrolisis akan memecah molekul-molekul air menjadi
atom-atom penyusunnya yaitu hidrogen dan oksigen dengan mengalirkan
Arus ke dalamnya. Proses ini relatif sederhana namun membutuhkan arus
yang sangat besar sehingga membutuhkan biaya yang tinggi.
Cara lainnya, memecah molekul air dengan memanaskannya, kurang
praktis karena membutuhkan suhu di atas 2.500 derajat Celcius.
Sebenarnya, beberapa tahun yang lalu telah diketahui bahwa seng murni
dapat digunakan untuk mengambil oksigen dari air sehingga lepas dari
hidrogen. Proses ini dapat dilakukan pada suhu 350 derajat Celcius.
Karena seng adalah logam yang berlimpah dan merupakan empat besar
logam yang diproduksi - selain besi, aluminium, dan tembaga -
menghasilkan hidrogen mungkin dapat dilakukan secara alami.
Masalahnya, untuk memperoleh seng murni dari seng oksida yang tersedia
di alam, baik dengan proses elektrolisis maupun meleburnya, hanya dapat
dilakukan dengan konsumsi energi yang besar pula. Di samping itu, proses
ekstraksinya menghasilkan polusi karena seringkali dilakukan dengan
membakar bahan bakar fosil untuk menghasilkan panas dan listrik.
Ramah lingkungan
Meskipun demikian para ilmuwan berhasil menggantinya dengan cara
yang ramah lingkungan menggunakan deretan cermin yang memantulkan
panas matahari ke satu titik. Reaktor yang dibangun di Weitzman Institute
di Israel ini dapat menghasilkan panas hingga 1.200 derajat Celcius.
Dengan menambahkan sedikit karbon, seng murni dapat dipisahkan pada
suhu tersebut.
Dengan cara ini tim ilmuwan dapat memperoleh sekitar 50 kilogram seng
murni setiap jam. Pendinginan seng murni menghasilkan bubuk seng yang
lebih mudah dipakai dan didistribusikan. Untuk menghasilkan hidrogen
murni, bubuk seng tinggal dicampur ke dalam air dan dipanaskan pada
suhu 350 derajat Celcius. Oksigen dalam air akan berikatan dengan seng
menjadi seng oksida dan sisanya adalah hidrogen murni yang siap
PEM Elektroliser Page 35

disimpan ke dalam tabung bahan bakar.

Sel bahan bakar hidrogen yang didengung-dengungkan secara luas sebagai
sumber energi yang bebas polusi bisa jadi tidak sebersih dugaan semula.
Demikian diungkapkan para ilmuwan dari California Institute of Technology di
Pasadena.
Menurut para peneliti itu, proses penyediaan hidrogen pada sel-sel bahan bakar
bisa membuat bumi lebih dingin, lebih berawan, dan menciptakan lubang ozon
yang lebih besar di kutub-kutub bumi. Mengapa? Karena dalam proses produksi
dan transportasinya, sekitar 10 hingga 20 persen gas itu akan lepas memenuhi
atmosfer, begitu ditulis dalam laporan penelitian di journal Science.
Peningkatan konsentrasi gas hidrogen itu ke udara tepatnya dua molekul
hidrogen dari level normal 0,5 ppm (parts per million) akan menciptakan lebih
banyak air (H
2
O) karena hidrogen (H
2
) akan bereaksi dengan Oksigen (O
2
).
Akibatnya langit bumi akan dipenuhi lebih banyak awan.
Lubang Ozon Membesar
Sel bahan bakar hidrogen dianggap sebagai bentuk energi multi guna, yakni bisa
dipakai untuk apa saja, mulai dari keperluan rumah tangga hingga menjadi bahan
bakar kendaraan. Hidrogen sekaligus dipercaya sebagai ramah lingkungan karena
tidak menghasilkan gas buangan. Bahan ini berpotensi menggantikan bahan bakar
fosil (minyak bumi dan gas) yang dituduh sebagai biang keladi polusi udara dan
menimbulkan efek rumah kaca karena gas buangannya menutupi atmosfer bumi.
Namun simulasi komputer yang dilakukan untuk menguji teori ini
memperlihatkan bahwa penggunaan hidrogen mengakibatkan suhu stratosferis
turun hingga 0,5 derajat Celcius, sehingga kedatangan musim semi di kutub Utara
dan Selatan akan terlambat. Selain itu lubang ozon yang terdapat di atas kedua
wilayah tersebut akan makin lebar, dalam dan bertahan lama.
Hilangnya lapisan ozon di bagian atas atmosfer membuat sinar matahari
menerobos langsung ke bumi dan akan meningkatkan resiko kanker kulit. Adapun
mengenai hilangnya lapisan ozon itu, banyak orang menyalahkan penggunaan
PEM Elektroliser Page 36

chlorofluorocarbon, bahan kimia yang digunakan pada lemari es. Bahan ini
sekarang telah dilarang penggunaannya.
Lapisan ozon yang bolong diharapkan bakal menutup lagi dalam waktu 20 hingga
50 tahun seiring dengan hilangnya chlorofluorocarbon dari atmosfer. Namun
masuknya hidrogen ke atmosfer dikatakan akan memperburuk kondisi ini. Bukan
menyehatkan, hidrogen barangkali justru memperparah penyakit yang diderita
bumi ini.

Analisa
Input tegangan pada percobaan pertama dari kurva karakteristik I-V
elektroliser dapat diketahui tegangan dekomposisi air = 1.5 volt. Tegangan
dekomposisi air adalah tegangan minimum untuk dapat medekomposisi
(mengurai) molekul air menjadi hidrogen dan oksigen, hidrogen inilah yang
digunakan untuk dimanfaatkan. Jadi, berdasarkan percobaan ini dibutuhkan
tegangan sebesar 1.5 volt untuk mendekomposisi molekul air menjadi hidrogen
dan oksigen.
Perbandingan nilai tegangan dekomposisi air (KSR) literatur dan
percobaannya menghasilkan KSR sebesar 21.95%. nilai KSR yang cukup besar,
hal ini dapat disebabkan kesalahan alat, karena pada saat praktikum power supply
yang digunakan tidak bekerja optimum, seperti tombol (arus dan tegangan) tidak
bekerja sebagaimana mestinya (rusak) sehingga praktikan mengalami kesulitan.
Kurva diatas menunjukkan laju produksi (volume) hidrogen yang meningkat
untuk setiap nilai tegangan yang diberikan dengan semakin bertambahnya waktu.
Efisiensi faraday menunjukkkan nilai yang meningkat dengan semakin
bertambahnya waktu.





PEM Elektroliser Page 37

Kesimpulan

PEM (Polymer Electrolite Membran) merupakan reformer yakni untuk
memperoleh hidrogen dengan meng-elektrolisis/memecah molekul air menjadi
hidrogen dan oksigen. PEM ini disebut elektroliser.
Untuk dapat mendekomposisi (menguraikan) molekul air menjadi hidrogen
dan oksigen dibutuhkan suatu tegangan minimum, tegangan minimum ini disebut
tegangan dekomposisi air. Jadi, berdasarkan percobaan ini dibutuhkan tegangan
sebesar 1.5 volt untuk mendekomposisi molekul air menjadi hidrogen dan
oksigen.
Kurva laju produksi (volume) hydrogen menunjukkan volume yang meningkat
untuk setiap nilai tegangan yang diberikan dengan semakin bertambahnya waktu.
Efisiensi faraday menunjukkkan nilai yang meningkat dengan semakin
bertambahnya waktu.
















PEM Elektroliser Page 38

Daftar Pustaka


Achmad, Hiskia, Elektrokimia dan Kinetika Kimia, Citra Aditya Bakti, Bandung

http://id.wikipedia.org/wiki/Elektrolisis_air

Sumber : Kompas Cyber Media

http://google/Tekan Emisi Gas dengan Elektrolisis Molekul Air