Anda di halaman 1dari 21

Tugas Alat Industri Kimia

BEDAH ANATOMI PROSES di PUSRI


UNIT SINTESA












OLEH :

YULIANA STEVANI 03101003016
ELISABETH S WAU 03101003025
THERESIA LAURA E R 03101003046
MARTHA RIA 03101003050












FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK KIMIA
UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDERALAYA



Tugas Alat Industri Kimia

BAB I
PENDAHULUAN
Pabrik Pupuk Urea pertama di Indonesia adalah PT Pupuk Sriwijaya yang
berada di Palembang Sumatera Selatan merupakan Badan Usaha Milik Negara
(BUMN) PT PUSRI didirikan kira kira 7 km dari pusat kota Palembang,
tepatnya di tepi Sungai Musi, di daerah Sungai Selayur. Kelayakan pemilihan
lokasi ini ditunjang oleh keadaan geografis Sumatera Selatan yang memiliki
kekayaan alam berupa gas alam yang tersedia dalam jumlah yang cukup banyak.
Fokus utama PT PUSRI adalah proses pembuatan pupuk dengan produk utama
yaitu Pupuk Urea. Pabrik terdiri dari tiga bagian yaitu Pabrik Ammonia, Pabrik
Urea dan Pabrik Utilitas.
Profil PT. Pusri adalah Badan Usaha Milik negara yang
bergerak dibidang produksi dan pemasaran pupuk.
Secara legal, PT Pusri resmi didirikan 24 Desember
1959 dan merupakan produsen produk pupuk urea
pertama di Indonesia. PT. Pusri memiliki 4 unit
pabrik masing-masing pabrik terdiri dari 3 bagian.
Lokasi Pabrik 7 km dari pusat kota Palembang, tepatnya di tepi
Sungai Musi, di daerah Sungai Selayur. Kelayakan
pemilihan lokasi ini ditunjang oleh keadaan
geografis Sumatera Selatan yang memiliki kekayaan
alam berupa gas alam yang tersedia dalam jumlah
yang cukup banyak.
Fokus Utama/Bisnis Pembuatan pupuk urea
Pengadaan Bahan Baku Bahan baku pembuatan urea adalah ammonia dan
CO
2
dari unit ammonia PT PUSRI.
Produk yang Dihasilkan Produk utama terdiri dari pupuk urea serta Amoniak,
sedangkan produk samping terdiri dari Amoniak
Ekses, Oksigen, Nitrogen, Dry Ice, dan CO
2.
Unit Proses yang Dipilih Unit sintesa urea


Tugas Alat Industri Kimia

NH3 cair
Gas CO2
GB-151 (CO2 Comp.)
DC-151
REACTOR

DA-151
CO2 STRIPPER
DA-152
SCRUBBER
FA-152
STEAM DRUM
EA-151 EA-152
CARB. CARB.
COND. COND.
NO.1 NO.2
FA-151
SATURATION
DRUM

EA-101 dan EA-102
AMMONIA
PREHEATER
Recycle
Carmamate
from HAC
to HAC
Urea soln to HPD
steam
steam
condensate
condensat
e
FIC-106
FIC-
104

HC-
102

Vent
to
Atm.

HC-103
HCV-101
HC-105
HC-104
air
LIC-104
BAB II
URAIAN PROSES
Pada unit sintesa ini, urea disintesis dari amonia cair, gas CO
2
, dan
larutan karbamat hasil proses recovery. Unit ini terdiri dari reaktor (U-DC151),
stripper (U-DA151), carbamate condenser No. 1 (U-EA151), carbamate
condenser No. 2 (U-EA152), dan scrubber (U-DA152).











Gambar 4.34. Diagram Alir Seksi Sintesa
2.1. Reaktor (U-DC151)
Sintesis urea terjadi di dalam reaktor. Reaktor merupakan sebuah menara
yang dilengkapi dengan 9 buah baffle plates dan dinding bagian dalamnya dilapisi
dengan Stainless Steel 316 L. Sistem dalam reaktor menggunakan prinsip overflow,


Tugas Alat Industri Kimia

dimana larutan urea yang terbentuk setelah mengalami proses sintesa akan keluar
melalui sebuah pipa di bagian atas reaktor ke bagian bawah reaktor dengan
memanfaatkan gaya berat dan kemudian keluar dari reaktor.
Sebelum ke reaktor, amonia cair dari ammonia reservoir (U-FA401)
dipompa dengan ammonia boost-up pump (U-GA 404A.B) dan ammonia feed pump (U-
GAI01 AC) ke ammonia preheater untuk pemanasan sebelum amonia masuk ke
dalam reaktor. Ammonia preheater ada dua buah yaitu ammonia preheater No.1 (U-
EA101) dan ammonia preheater No. 2 (U-EA102). Pada ammonia preheater No. 1,
amonia dipanaskan dengan menggunakan bantuan air panas (hot water), sedangkan
pada ammonia preheater NO. 2, amonia dipanaskan dengan menggunakan steam
condensate.
Karbondioksida yang sebagian besar berasal dari ammonia plant ditekan
sampai 180 kg/cm
2
g dengan sebuah kompresor CO
2
4 tingkat (kompresor
sentrifugal) yang terdiri dari dua casing suction. CO
2
dari kompresor kemudian
masuk ke stripper, carbamate condenser, baru masuk ke reaktor.
Larutan karbamat hasil recovery dipompa dengan Recycle Solution Feed
Pump (UGA102R) dari HPAC (High Pressure Absorber Decomposer) baru (U-
EA451) masuk ke carbamate condenser No. 2(U-EA 152) dan scrubber. Dari
scrubber larutan karbamat masuk ke carbamate condenser No. 1 (U-EA 151), lalu
dari carbamate condenser No. 1 dan No.2 masuk ke reaktor.
Di dalam reaktor terjadi reaksi yang sangat eksotermis antara ammonia
dan CO membentuk ammonium carbamate, kemudian ammonium carbamate
mengalami dehidrasi menjadi urea dan air. Reaksi yang terjadi, yaitu:
2 NH
3
+ CO
2
NH
2
COONH
4
H = -28,5 kcal/mol
NH
2
COONH
4

NH
2
CONH
2
+ H
2
0 H = 3-6 kcal/mol
Konversi reaksi yang diharapkan sebesar 68 %. Setelah konversi reaksi
tercapai, larutan sintesis urea kemudian dialirkan ke stripper. Untuk mencapai
konversi reaksi sebesar 68 %, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan
antara lain:


Tugas Alat Industri Kimia


2.1.1. Kemurnian bahan baku
Amonia yang digunakan sebaiknya memiliki kadar lebih besar dari
99 %. Kemurnian gas karbondioksida dapat berubah-ubah sesuai hasil CO
2

dari pabrik amonia. CO2 yang terlalu rendah dapat mengakibatkan
penambahan kapasitas kompresor karbondioksida dan energinya, serta
dapat mengakibatkan penambahan kadar gas buang sehingga konsumsi steam
juga akan semakin tinggi.
2.1.2. Tekanan
Untuk mencapai konversi reaksi sebesar 68 %, maka tekanan operasi diatur
pada 175 kg/cm
2
. Pada tekanan operasi yang tinggi, akan menimbulkan
akibat yang serius pada efisiensi stripping. Pada tekanan operasi yang tinggi,
suhu operasi di stripper akan naik sehingga proses hidrolisa urea akan
meningkat dan juga terjadi pembentukan biuret.
Reaksi pembentukan biuret:
2 NH
2
CONH
2
NH
Z
CONHCONH
2
+ NH
3

2.1.3. Temperatur
Temperatur operasi optimum yang digunakan berkisar antara 190-195
o
C.
Semakin naik temperatur operasi, konversi akan semakin meningkat. Tetapi,
pada temperatur yang melebihi temperatur optimum, konversi mulai
menurun, karena adanya korosi material reaktor dan keseimbangan tekanan
yang semakin meningkat.
2.1.4. Kelebihan amonia
Rasio konversi akan naik jika ditambahkan dengan amonia berlebih. Selain
itu, kelebihan amonia ini juga sangat efektif untuk menjaga agar kandungan
biuret rendah. Untuk mencapai konversi reaksi sebesar 68 %, maka rasio
NH
3
/CO
2
adalah 4,0.


Tugas Alat Industri Kimia

2.1.5. Ai r
Agar tercapai konversi reaksi yang diinginkan, maka rasio H
2
O/CO
2
sebaiknya sebesar 0,46.
2.1.6. Waktu tinggal
Untuk menghindarkan larutan balik dari sintesa, maka diupayakan
pemasangan baffle plate pada reaktor, sehingga waktu tinggal di dalam
reaktor cukup 36 menit.
2.2. Stripper (U-DA151)
Larutan sintesis urea yang keluar dari reaktor akan masuk ke
stripper. Pada stripper, larutan urea yang mengandung 33% urea akan
dikontakkan dengan gas CO
2
dari CO
2
kompresor. Tujuan stripping ini adalah
untuk menguraikan larutan karbamat dalam larutan urea menjadi amonia dan
CO
2
dengan bantuan steam condensate, dimana gas yang dihasilkan kemudian
distrip oleh CO
2
ke carbamate condenser. Larutan urea yang keluar dari stripper
mengandung 47% urea.
Larutan sintesis urea masuk pada bagian atas stripper, dan akan kontak
dengan gas karbondioksida yang masuk pada bagian bawah stripper. Stripper
beroperasi pada temperatur 176 C, sedangkan tekanannya sama dengan tekanan
operasi pada reaktor. Pada bagian bawah stripper, amonium karbamat dan
ammonia berlebih yang terkandung di dalam larutan sintesis urea, diuraikan dan
dipisahkan dengan stripping CO
2
dan pemanasan steam dalam pemanas ienis
Falling Film. Gas CO
2
(karbon dioksida) akan menstrip ammonia berlebih,
sedangkan larutan amonium karbamat akan terurai menjadi gas NH
3
dan CO
2
dengan bantuan steam. Gas yang terbentuk kemudian dikirim ke carbamate
condenser No.1 (U-EA151) dan carbamate condenser No. 2 (U-EA152).
Sedangkan larutan sintesis urea yang masih mengandung amonia berlebih sebanyak
12-13 % berat dikirim ke unit purifikasi.
Operasi pada stripper dipengaruhi beberapa faktor, antara lain:
2.2.1. Pengaruh tray
Tray

di bagian atas stripper mempengaruhi proses stripper. Tray ini berfungsi
untuk memisahkan kelebihan amonia dan mengatur rasio mol NH
3
/CO
2
dari


Tugas Alat Industri Kimia

larutan untuk mendapatkan level yang sesuai pada saat operasi di stripper.
2.2.2. Tekanan dan temperatur operasi
Kandungan amonia berlebih dalam larutan sintesis urea yang keluar dari
stripper akan naik bila stripper dioperasikan pada tekanan yang lebih tinggi.
Temperatur yang melebihi temperatur operasi dapat menaikkan hidrolisa urea
dan pembentukan biuret di st ri pper.
2.2.3. Tekanan steam
Tekanan steam yang digunakan adalah 20 kg/cm
2
g. Apabila tekanan steam
lebih besar dari 20 kg/cm
2
g maka pembentukan biuret semakin naik dan
korosi pada stripper akan semakin cepat. Apabila tekanan steam kurang
dari 20 kg/cm
2
g, amonia berlebih dalam larutan sintesis urea akan semakin
bertambah.
2.2.4. Level di stripper
Pada umumnya, level di bagian bawah stripper diupayakan serendah mungkin
pada level tertentu. Jika level terlalu tinggi, maka waktu tinggal akan semakin
bertambah, dan juga akan menambah hidrolisa urea dan pembentukan
biuret. Sedangkan jika terlalu rendah akan menyebabkan CO
2
ikut lolos
bersama larutan.
2.3. Carbamate condenser No. 1 dan No. 2 (U-EA151 dan U-EA152)
Di dalam carbamate condenser, gas yang dihasilkan dari stripper,
dikondensasikan dan diserap oleh larutan karbamat dari unit recovery untuk
dikembalikan ke dalam reaktor. Carbamate condenser pada unit sintesis ini ada 2
dan dioperasikan secara paralel. Gas dan cairan pada bagian bawah carbamate
condenser kemudian dialirkan ke reaktor. Adanya kondensasi amonia dan
pembentukan carbamate akan menghasilkan panas di carbamate condenser.
Panas yang dihasilkan ini dimanfaatkan untuk membentuk steam tekanan rendah
di carbamate condenser No. I dan untuk memanaskan larutan urea dari stripper pada
carbamate condenser No. 2 sebelum masuk ke unit purifikasi.
2.4. Scrubber (U-DA152)
Gas sintesa dalam reaktor selama reaksi berlangsung ada sebagian
yang lolos melalui bagian atas reaktor. Gas lolos yang mengandung amonia dan


Tugas Alat Industri Kimia

karbondioksida ini kemudian masuk ke scrubber dan diserap oleh larutan
karbamat hasil seksi recovery. Amonia dan karbondioksida yang diperoleh
kembali, sebesar 60% masuk ke carbamate condenser No. 1, kemudian kembali
ke reaktor. Sisanya, gas melalui bagian atas scrubber dikirim ke High Pressure
Decomposer (HPD) untuk penyerapan NH
3
dan CO
2
lebih lanjut.
Temperatur operasi di bagian atas dan bagian bawah scrubber tidak
dapat dinyatakan secara tepat. Apabila temperatur bagian bawah scrubber tinggi
berarti penyerapan NH
3
dan CO
2
oleh larutan recycle cukup bagus.

























Tugas Alat Industri Kimia


Produk yang dihasilkan oleh pabrik urea adalah :
Urea ( NH
2
CONH
2
)
Nitrogen

: 46,0 % berat
Biuret : maks 0,5 % berat
Moisture : maks 0,3 % berat
Fe : maks 1 ppm
NH
3
bebas : maks 150 ppm
Abu : maks 15 ppm
Ukuran butir 6 18 mesh maksimum 95 %
25 US mesh ( lolos ) maksimum 2 %

Sifat sifat fisis :
Zat padat kristal berwarna putih pada suhu kamar
Melting point : 132,7 C
Kalor peleburan : 60 cal/g
Panas pelarutan dalam air : 58 cal/g
















Tugas Alat Industri Kimia


BAB III
INVENTARIS PERALATAN INDUSTRI di PUSRI

Nama alat Jumlah
Reaktor 1
Stripper 1
Scrubber 1
Carbamate
condenser
2
Steam drum 1
Preheater 1
Pompa 2










Tugas Alat Industri Kimia


3.1. SPESIFIKASI ALAT-ALAT INDUSTRI
Nama alat Reaktor
Fung Suatu alat proses tempat di mana terjadinya suatu reaksi
berlangsung, baik itu reaksi kimia atau nuklir dan bukan
secara fisika. Dengan terjadinya reaksi inilah suatu bahan
berubah ke bentuk bahan lainnya, perubahannya ada yang
terjadi secara spontan alias terjadi dengan sendirinya atau
bisa juga butuh bantuan energi seperti panas
Bahan konstruksi Logam(baja,alumunium, material tahan korosi)
Gambar

Prinsip kerja
Reaktor adalah tempat terjadinya rekasi sehingga, dengan
terjadinya reaksi inilah suatu bahan berubah ke bentuk
bahan lainnya, perubahannya ada yang terjadi secara
spontan alias terjadi dengan sendirinya atau bisa juga
butuh bantuan energi seperti panas. Perubahan yang
dimaksud adalah perubahan kimia, jadi terjadi perubahan
bahan bukan fasa misalnya dari air menjadi uap yang
merupakan reaksi fisika.




Tugas Alat Industri Kimia


Nama alat Stripper
Fungsi Memisahkan antara gas A dan B yang tercampur, saat gas
tersebut dimasukkan kedalam stripper maka gas tersebut
akan terpisah.
Bahan konstruksi Baja, stainless steel (berbentuk silinder atau tabung).
Gambar

Prinsip kerja
Amoniak dan gas asam-arang dimasukkan secara langsung
kepada bagian sintesa. Di reaksi eksotermik antara amoniak
dan gas asam-arang ammonium karbamat dibentuk. Reaksi
yang kedua adalah dehidrasi yang endotermik karbamat
kepada urea dan air. Gas dikembalikan ke reactor setelah
kondensasi di dalam yang tekanan tinggi kondensator
karbamat. Gas buangan, yang terpisah dari zat cair di atas
reactor, digosok di suatu yang tekanan tinggi dan suatu
pembasuh yang tekanan rendah.


Tugas Alat Industri Kimia


Nama alat Scrubber
Fungsi Scrubber adalah suatu alat untuk menghilangkan beberapa
partikel dan/atau gas-gas pengotor serta pengendalian,
polusi mengendalikan emisi/ pancaran berupa gas, gas-gas
asam terutama. Scrubber dapat juga digunakan untuk
memperoleh panas dari gas-gas yang panas oleh kondensasi
gas cerobong. Menggunakan cairan untuk mencuci
pengotor-pengotor yang tak dikehendaki dari suatu arus gas
Bahan konstruksi Logam alloy
Gambar

Prinsip kerja
Ketika zat-zat pengotor-pengotor adalah yang diperbaiki
dengan meningkatkan waktu kontak di dalam scrubber
atau oleh peningkatan dari luas permukaan dari solusi
pembasuh oleh pemakaian suatu nosel semprot, menara-
menara yang dikemasi/memenuhi atau satu alat pernapasan.
Pembasuh-pembasuh basah boleh meningkatkan proporsi
air di dalam gas, menghasilkan suatu bulu-bulu cerobong
yang kasat mata, jika gas itu dikirim ke(pada suatu


Tugas Alat Industri Kimia

cerobong.

Nama alat Carbamate condenser
Fungsi Kondensasi dari fase gas ke fase cair.
Bahan konstruksi Carbon steel, satainless steel (berbentuk silinder atau
tabung)
Gambar

Prinsip kerja Di dalam carbamate condenser, gas yang dihasilkan dari
stripper, dikondensasikan dan diserap oleh larutan karbamat
dari unit recovery untuk dikembalikan ke dalam reaktor.
Gas dan cairan pada bagian bawah carbamate condenser
kemudian dialirkan ke reaktor. Panas yang dihasilkan ini
dimanfaatkan untuk membentuk steam tekanan rendah di
carbamate condenser No. I dan untuk memanaskan larutan
urea dari stripper pada carbamate condenser No. 2







Tugas Alat Industri Kimia



Nama alat Steam drum
Fungsi Steam drum menyediakan ruang untuk uap jenuh yang
dihasilkan dalam tabung dan untuk pemisahan uap air dari
uap.
Bahan konstruksi Baja/logam tahan korosi
Gambar

Prinsip kerja Steam drum juga berfungsi sebagai ruang penyimpanan
untuk ketel uap air yang didistribusikan dari drum uap ke
downcomer tabung. Selama operasi normal, steam drum
yang disimpan sekitar setengah penuh dengan air. Uap
yang baik drum berisi atau terhubung ke banyak penting
kontrol dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk
pengoperasian boiler.









Tugas Alat Industri Kimia



Nama alat Air preheater
Fungsi Air preheater atau air heater adalah istilah umum untuk
menjelaskan salah satu perangkat yang dirancang untuk
membuat udara panas sebelum digunakan pada proses
lain (misalnya, pembakaran dalam boiler) dengan tujuan
utama meningkatkan efisiensi thermal proses. Mereka
dapat digunakan untuk mengganti dgn cara recovery uap
panas atau sistem untuk menggantikan uap
Bahan konstruksi
Baja, logam tahan suhu tinggi, bahan komposit polimer.
Gambar

Prinsip kerja
Pemgembalian panas dari boiler cerobong gas panas
yang akan meningkatkan efisiensi dari boiler dengan
mengurangi panas berguna yang hilang di cerobong gas.
Akibatnya, gas pada cerobong gas juga dikirim ke gas
stack (atau corong) pada suhu yang lebih rendah. Hal ini
juga memungkinkan kontrol atas suhu gas yang
meninggalkan tumpukan.



Tugas Alat Industri Kimia



Nama Alat Pompa
Fungsi memberikan tekanan tinggi harus menyertakan metode untuk
melepaskannya cairan yang bertekanan lebih.
Prinsip Kerja Pistons dari silinder yang menyediakan aliran cairan. Putaran
pompa, beroperasi pada positif-prinsip yang ada, masing-masing
memberikan stroke yang pasti volume cair ke sistem.
Bahan Konstruksi Besi cor, elastik besi, baja karbon cast
Foto














Tugas Alat Industri Kimia




LAMPIRAN FLOWSHEET


Tugas Alat Industri Kimia




Tugas Alat Industri Kimia



Tugas Alat Industri Kimia

Anda mungkin juga menyukai