Anda di halaman 1dari 9

1.

GABUS DAN ALBUMIN Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Kimia Dasar 2
yang diampu oleh : Yudhie Suchyadi, S.Si Disusun oleh Muhammad Fakhruddin H (0661 12
097) UNIVERSITAS PAKUAN BOGOR FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM PROGRAM STUDI FARMASI 2013 Gabus dan Albumin | 1
2. KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga karya ilmiah yang berjudul GABUS DAN
ALBUMIN ini berhasil diselesaikan. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan
kepada Rasulullah SAW dan para sahabat. Penulis menyadari bahwa karya ilmiah ini masih
jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan.
Semoga karya ilmiah ini bermanfaat. Bogor, April 2013 Muhammad Fakhruddin H Gabus dan
Albumin | 2
3. DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.... 2 DAFTAR
ISI......... 3 PENDAHULUAN LATAR
BELAKANG 4 RUMUSAN
MASALAH... 5 TUJUAN
MAKALAH.. 5 TINJAUAN PUSTAKA IKAN
GABUS 6
ALBUMIN... 9 OLAHAN
GABUS 20
KESIMPULAN.. 22 DAFTAR
PUSTAKA 23 Gabus dan Albumin | 3
4. PENDAHULUAN Latar Belakang Seringkali kita merasa tak peduli dengan makanan yang kita
makan apakah bermanfaat atau berbahaya, hal ini yang membuat kita sering terkena
penyakit atau sering kali tak sadar bahwa apa yang kita makan bisa jadi merupakan obat
yang sangat mujarab bagi penyakit. Ada berbagai macam makanan yang kita makan, dari
mulai makanan yang berasal dari tumbuhan, hewan atau makanan olahan yang telah
dicampur berbagai zat, baik itu pemanis, pengawet atau pewarna. Sedikit yang kita ketahui
secara pasti makanan yang dapat member manfaat atau yang memberi sekarat. Sejatinya
jika kita ingin sehat, maka makanan yang kita makan sebaiknya kita sendiri yang
mengolahnya, tetapi tidak semua orang memiliki waktu untuk mengolah makanannya
sendiri, tidak sedikit orang memilih makanan yang cepat atau siap santap, baik itu dari
restoran, rumah makan atau makanan instan. Tentunya dari makanan ini belum tentu
mengandung zat yang dibutuhkan tubuh kita. Saat ini sedang ramai membahas mengenai
makanan-makanan yang baik bagi kesehatan dan ada juga yang dapat memberikan zat yang
dapat melawan penyakit. Dari sekian banyak rincian bahasan makanan yang dapat
memberikan manfaat, ada salah satu yang sangat dekat dengan kita tentunya, yaitu ikan,
lebih jelasnya ini adalah ikan gabus. Selama ini yang kita ketahui secara umum kandungan
zat penting yang ada pada ikan adalah protein, tapi seiring perkembangan zaman yang
semakin maju pertumbuhan ilmu pengetahuannya, telah banyak dilakukan penelitian,
ternyata dalam protein ikan gabus terkandung albumin yang cukup tinggi. Banyak orang
yang tak asing dengan istilah albumin. Namun, sedikit yang mengenal apa Gabus dan
Albumin | 4
5. dan manfaat albumin bagi tubuh kita dan bagi produksi makanan serta bagi dunia farmasi.
Rumusan Masalah Rumusan Masalah pada makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Apa
manfaat dari albumin yang terkandung pada ikan gabus? 2. Berapa kandungan albumin pada
ikan gabus? 3. Apa saja kelebihan dari ikan gabus? Tujuan Makalah Berdasarkan latar
belakang masalah, tujuan makalah ini ialah : dapat meberikan informasi mengenai makanan
yang dapat membantu melawan penyakit, yang dibahas dalam makalah ini adalah ikan
gabus, baik manfaat ikan gabus secara umum, dan manfaat ikan gabus secara khusus setelah
dilakukan penelitian. Gabus dan Albumin | 5
6. TINJAUAN PUSTAKA Ikan gabus adalah sejenis ikan predator yang hidup di air tawar. Ikan ini
dikenal dengan banyak nama di pelbagai daerah: bocek dari riau, kocolan (Betawi), bogo
(Sunda), dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris juga disebut dengan berbagai nama seperti
common snakehead, snakehead murrel, chevron snakehead, striped snakehead dan juga
aruan. Nama ilmiahnya adalah Channa striata (Bloch, 1793). Ikan darat yang cukup besar,
dapat tumbuh hingga mencapai panjang 1 m. Berkepala besar agak gepeng mirip kepala ular
(sehingga dinamai snakehead), dengan sisik-sisik besar di atas kepala. Tubuh bulat gilig
memanjang, seperti peluru kendali. Sirip punggung memanjang dan sirip ekor membulat di
ujungnya. Sisi atas tubuh dari kepala hingga ke ekor berwarna gelap, hitam kecoklatan atau
kehijauan. Sisi bawah tubuh putih, mulai dagu ke belakang. Sisi samping bercoret-coret tebal
(striata, bercoret-coret) yang agak kabur. Warna ini seringkali menyerupai lingkungan
sekitarnya. Mulut besar, dengan gigi-gigi besar dan tajam. Gabus dan kerabatnya termasuk
hewan Dunia Lama, yakni dari Asia (genus Channa) dan Afrika (genus Parachanna).
Seluruhnya kurang lebih terdapat 30 spesies dari kedua genus tersebut. Di Indonesia
terdapat beberapa spesies Channa; yang secara alami semuanya menyebar di sebelah barat
Garis Wallace. Namun kini gabus sudah diintroduksikan ke bagian timur pula. Salah satu
kerabat dekat gabus adalah ikan toman (Channa micropeltes), yang panjang tubuhnya dapat
melebihi 1 m dan beratnya lebih dari 5 kg. Gabus dan Albumin | 6
7. Ikan gabus biasa didapati di danau, rawa, sungai, dan saluran-saluran air hingga ke sawah-
sawah. Ikan ini memangsa aneka ikan kecilkecil, serangga, dan berbagai hewan air lain
termasuk berudu dan kodok. Seringkali ikan gabus terbawa banjir ke parit-parit di sekitar
rumah, atau memasuki kolam-kolam pemeliharaan ikan dan menjadi hama yang memangsa
ikan-ikan peliharaan di sana. Jika sawah, kolam atau parit mengering, ikan ini akan berupaya
pindah ke tempat lain, atau bila terpaksa, akan mengubur diri di dalam lumpur hingga
tempat itu kembali berair. Oleh sebab itu ikan ini acap kali ditemui berjalan di daratan,
khususnya di malam hari di musim kemarau, mencari tempat lain yang masih berair.
Fenomena ini adalah karena gabus memiliki kemampuan bernapas langsung dari udara,
dengan menggunakan semacam organ labirin (seperti pada ikan lele atau betok) namun
lebih primitif. Pada musim kawin, ikan jantan dan betina bekerjasama menyiapkan sarang di
antara tumbuhan dekat tepi air. Anak-anak ikan berwarna jingga merah bergaris hitam,
berenang dalam kelompok yang bergerak bersamasama kian kemari untuk mencari
makanan. Kelompok muda ini dijagai oleh induknya. Ikan gabus juga merupakan ikan
pancingan yang menyenangkan. Dengan umpan hidup berupa serangga atau anak kodok,
gabus relatif mudah dipancing. Namun giginya yang tajam dan sambaran serta tarikannya
yang kuat, dapat dengan mudah memutuskan tali pancing.Untuk masyarakat desa yang
khususnya petani, ikan gabus sangat membantu memusnahkan hama, misalnya: sawah yang
banyak di huni oleh hama keong, sering kali berujung dengan gagal panen, akibat dari ulah
keong yang sering memakan padi, terutama di usia muda. Namun beberapa petani
menemukan cara yang cukup mudah dan sangat membantu, yaitu, dengan mengembang
biakan ikan gabus di sawah-sawah yang sedang di garapnya, dengan demikian Gabus dan
Albumin | 7
8. keong-keong yang banyak merugikan petani sedikit demi sedikit akan berkurang, Akan tetapi
ikan ini juga dapat sangat merugikan, yakni apabila masuk ke kolam-kolam pemeliharaan
ikan (Meskipun beberapa kerabat gabus di Asia juga sengaja dikembangbiakkan sebagai ikan
peliharaan). Gabus sangat rakus memangsa ikan kecil-kecil, sehingga bisa menghabiskan
ikanikan yang dipelihara di kolam, utamanya bila ikan peliharaan itu masih berukuran kecil.
Ikan gabus juga menjadi spesies penganggu no.1 di Sulawesi dan Irian Jaya karena mereka
telah memusnahkan speesies ikan asli. Sejak beberapa tahun yang lalu di Amerika utara, ikan
ini dan beberapa kerabat fishes diwaspadai dekatnya sebagai yang ikan sama-sama
berbahaya, yang termasuk snakehead dapat mengancam kelestarian biota perairan di sana.
Jenis-jenis snakehead sebetulnya masuk ke Amerika sebagai ikan akuarium. Kemungkinan
karena kecerobohan, maka kini snakehead juga ditemui di alam, di sungai-sungai dan kolam
di Amerika. Dan karena sifatnya yang buas dan invasif, Pemerintah Amerika khawatir ikan-
ikan itu akan cepat meluas dan merusak keseimbangan alam perairan. protein ikan (g/100g)
protein ikan (g/100g) 30 25 20 15 10 5 0 gabus bandeng mas lele Gabus dan Albumin | 8
9. Ikan gabus mengandung tinggi protein sebanyak 25 %, bandingkan dengan bandeng : 20-
22%. Salah satu bentuk protein itu albumin. (Agus Heri : 2012) Diketahui bahwa ikan ini
sangat kaya akan albumin, salah satu jenis protein penting. Albumin diperlukan tubuh
manusia setiap hari, terutama dalam proses penyembuhan luka-luka. Pemberian daging ikan
gabus atau ekstrak proteinnya telah dicobakan untuk meningkatkan kadar albumin dalam
darah dan membantu penyembuhan beberapa penyakit. Penderita penyakit berat perlu
memperoleh albumin dari luar tubuh untuk mencegah organ-organ penting di tubuh rusak
akibat terbenam cairan. Apalagi sintesis albumin di tubuh sedikit. Sumber albumin antara
lain telur, daging, susu, kacang kacangan dan ikan gabus. Riset telah dilakukan oleh para
ilmuan menujukkan kandungan albumin pada gabus tinggi, sebesar 62,24 g/kg, bandingkan
dengan telur yang hanya 9,34 g/kg. Albumin merupakan plasma protein tubuh yang
jumlahnya separuh dari total protein di tubuh sebesar 7,2 9 g/dl. Sebagai plasma protein
peran albumin yang mengandung 16 asam amino itu demikian vital mulai dari penyusun sel,
antibodi, enzim, hingga hormon. Albumin disintesis oleh sel hati dan dikeluarkan langsung ke
pembuluh darah tanpa disimpan. (Nurpudji Astuti : 2013) Albumin juga merupakan protein
utama dalam plasma manusia dan menyusun sekitar 60 % dari total protein plasma. Albumin
yang terdapat pada plasma sekitar 40 % dan 60 % di ruang ekstraseluler. Hati menghasilkan
12 gram albumin per hari yang merupakan 25% dari total sintesis protein hepatik dan
separuh dari seluruh protein yang disekresikan organ. Albumin disintesis dalam hati sebagai
preproalbumin, yang memiliki peptida N-terminal yang akan dihapus sebelum protein baru
lahir dilepaskan Gabus dan Albumin | 9
10. dari retikulum endoplasma kasar. Produk, proalbumin, pada gilirannya dibelah di vesikel
Golgi untuk menghasilkan disekresikan albumin.Albumin memiliki sejumlah fungsi. Pertama,
sebagai pengangkut molekul-molekul kecil melewati plasma dan cairan sel. Fungsi ini erat
kaitannya dengan bahan metabolismeasam lemak bebas dan bilirubuindan berbagai
macam obat yang kurang larut dalam air tetapi harus diangkat melalui darah dari satu organ
ke organ lainnya agar dapat dimetabolisme atau diekskresi. Fungsi kedua yakni memberi
tekanan osmotik di dalam kapiler. Fungsi albumin Memelihara tekanan onkotik. Tekanan
onkotik yang ditimbulkan oleh albumin akan memelihara fungsi ginjal dan mengurangi
edema pada saluran pencernaan, dan dimanfaatkan dengan metode hemodilusi untuk
menangani penderita serangan stroke akut. Mengusung hormon tiroid Mengusung hormon
lain, khususnya yang dapat larut dalam lemak Mengusung asam lemak menuju hati
Mengusung obat-obatan dan memperpendek waktu paruh obat tersebut Mengusung
bilirubin Mengikat ion Ca2+ Sebagai larutan penyangga (buffer) Sebagai protein radang fase-
akut negatif. Konsentrasi albumin akan menurun sebagai pertanda fase akut respon
kekebalan tubuh setelah terjadi infeksi, namun bukan berarti bahwa tubuh sedang dalam
keadaan kekurangan nutrisi Plasma albumin adalah komponen dari tes fungsi hati (LFT),
tetapi dapat dipesan secara terpisah. Albumin dapat diukur dalam serum (kuningtop tube),
tabung polos tanpa aditif (merah-top tube), atau heparin plasma Gabus dan Albumin | 10
11. (hijau-top tube). Interval referensi 36-52 g / L. (Batas atas meningkat dari 47 g / L pada
tanggal 15 Juni 2007). Salah satu metode yang digunakan adalah hijau Bromocresol pada
Roche Modular atau Olympus AU2700 analyzer. Darah tingkat albumin rendah (
hipoalbuminemia ) dapat disebabkan oleh: Penyakit hati, sirosis hati adalah yang paling
umum Kelebihan ekskresi oleh ginjal (seperti pada sindrom nefrotik ) Kerugian Kelebihan
usus (protein enteropati kehilangan, misalnya, penyakit Mntrier ini ) Luka bakar (rugi
plasma tanpa adanya penghalang kulit) Redistribusi (hemodilusi [seperti dalam kehamilan],
peningkatan permeabilitas pembuluh darah atau penurunan izin limfatik) Negara penyakit
akut (disebut sebagai negatif protein fase akut ) Mutasi menyebabkan analbuminemia
(sangat jarang) Tingkat Albumin Rendah Kadar albumin kurang dari normal berpotensi
menunjukkan masalah pada hati. Kondisi yang menyebabkan peradangan sendi seperti
arthritis, infeksi seperti gigi busuk, dan infeksi kandung kemih membuat kadar albumin
menurun. Gizi buruk dan malabsorpsi adalah faktor-faktor lain yang bertanggung jawab pada
penurunan kadar albumin. Penyebab lain penurunan tingkat albumin adalah penyakit ginjal.
Bahkan jika hati mampu memproduksi cukup albumin, namun jika tubuh kehilangan
kemampuan menyerap protein yang cukup, jumlah albumin di dalam darah menjadi kurang
dari normal. Pada manusia, albumin diproduksi oleh retikulum endoplasma di dalam hati
dalam bentuk proalbumin, kemudian diiris oleh badan Golgi untuk Gabus dan Albumin | 11
12. disekresi memenuhi sekitar 60% jumlah serum darah dengan konsentrasi antara 30 hingga
50 g/L dengan waktu paruh sekitar 20 hari. Albumin memiliki berat molekul sekitar 65 kD
dan terdiri dari 584 asam amino tanpa karbohidrat. Gen untuk albumin terletak pada
kromosom 4, dengan panjang sekitar 16.961 nukleotida dengan 15 ekson yang terbagi ke
dalam 3 domain simetris, sehingga diperkirakan merupakan triplikasi dari domain primordial
yang tunggal. Tiap domain terbagi lagi menjadi masingmasing 2 sub-domain. Mutasi pada
gen ini dapat mengakibatkan berbagai macam protein dengan fungsi yang tidak beraturan
(bahasa Inggris: anomalous protein) oleh karena perubahan sifat pada domain pencerapnya,
oleh karena itu, spesi reaktif oksigen, spesi dengan biomolekul lain reaktif seperti nitrogen
dan produk dari produk peroksidasi lipid, hasil terjadi reaksi secara fisiologi dan patofisiologi
dengan adanya albumin. Perkiraan urutan albumin serum manusia adalah : MKWVTFISLL
FAQYLQQCPF VATLRETYGE FHDNEETFLK CLLPKLDELR EFAEVSKLVT ECCEKPLLEK LGMFLYEYAR
FKPLVEEPQN SRNLGKVGSK CTESLVNRRP TALVELVKHK AASQAALGL FLFSSAYSRG
EDHVKLVNEV MADCCAKQEP KYLYEIARRH DEGKASSAKQ DLTKVHTECC SHCIAEVEND
RHPDYSVVLL LIKQNCELFE CCKHPEAKRM CFSALEVDET PKATKEQLKA VFRR DAHKSE
TEFAKTCVAD ERNECFLQHK PYFYAPELLF RLKCASLQKF HGDLLECADD EMPADLPSLA
LRLAKTYETT QLGEYKFQNA PCAEDYLSVV YVPKEFNAET VMDDFAAFVE VAHRFKDLGE
ENFKALVLIA ESAENCDKSL HTLFGDKLCT DDNPNLPRLV RPEVDVMCTA FAKRYKAAFT
ECCQAADKAA GERAFKAWAV ARLSQRFPKA RADLAKYICE NQDSISSKLK ADFVESKDVC
KNYAEAKDVF LEKCCAAADP HECYAKVFDE LLVRYTKKVP QVSTPTLVEV LNQLCVLHEK
TPVSDRVTKC FTFHADICTL SEKERQIKKQ KCCKADDKET CFAEEGKKLV Yang dicetak miring
pertama 24 asam amino sinyal dan propeptide bagian tidak diamati dalam ditranskripsi,
diterjemahkan, dan diangkut protein tapi ada dalam gen. Ada 609 asam amino dalam urutan
ini dengan hanya 585 asam amino dalam produk akhir diamati dalam darah. Gabus dan
Albumin | 12
13. Berikut ini adalah tabel pemeriksaan kadar albumin pada tubuh melalui laboratorium.
Deskripsi : Pemeriksaan albumin merupakan pengukuran kadar albumin dalam darah.
Albumin merupakan jenis protein yang paling banyak di dalam tubuh dan memiliki fungsi
penting bagi tubuh. Albumin diproduksi oleh hati, dan memiliki waktu paruh 20 hari.
Manfaat Pemeriksaan : Deteksi dan evaluasi beberapa kondisi seperti gangguan fungsi hati
dan ginjal, serta malnutrisi. Persyaratan & Jenis Sampel : 500 (250) uL Serum, Plasma
EDTA/Heparin Stabilitas Sampel : 4 C : < 3 hari, -20 C : 4 bulan, -70 C : tak terhingga
Persiapan Pasien : - Hari Kerja : Setiap hari Metode : Bromcresol Green (BCG) Nilai Rujukan :
Dewasa : 3,4-4,8 g/dL; 0-4 hari : 2,8-4,4 g/dL; 5 hari-14 tahun : 3,8-5,4 g/dL; 15-18 tahun :
3,2-4,5 g/dL Tempat Rujukan : Catatan : - Albumin bermanfaat dalam pembentukan jaringan
sel baru. Karena itu di dalam ilmu kedokteran, albumin dimanfaatkan untuk mempercepat
Gabus dan Albumin | 13
14. pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah, misalnya karena operasi, pembedahan, atau
luka bakar. Faedah lainnya, albumin bisa menghindari timbulnya sembab paru-paru dan
gagal ginjal serta sebagai carrier faktor pembekuan darah. Berat molekul albumin bervariasi
tergantung spesiesnyaterdiri dari 584 asam amino. Golongan protein ini paling banyak
dijumpai pada telur (albumin telur), darah (albumin serum), dalam susu (laktalbumin). Berat
molekul albumin plasma manusia 69.000, albumin telur 44.000, dalam daging mamalia
63.000. Standar kadar albumin dalam tubuh manusia adalah 3,5 5 g/dl. Rendahnya kadar
albumin menyebabkan tekanan osmotik darah menurun sehingga pengangkutan asam
lemak, obat, hormone, dan enzim terganggu. Namun jika seseorang mengkonsumsi albumin
secara berlebihan tidak akan memberikan efek negatif, karena ketika pasokan albumin
berlebih, tubuh akan menyimpannya sebagai masa otot. (Florentinus Nurtitus : 2008)
Kehadiran albumin dari luar tubuh memang penting bagi penderita penyakit berat. Namun
kendala utamanya adalah biaya untuk mendapat albumin mahal, di rumah sakit pasien
dengan penyakit berat sering diberikan albumin dalam bentuk infus, harga infus albumin ini
bisa mencapai Rp 4,5 juta untuk 4 kali pemakaian. Harga mahal itu karena infuse albumin
memakai protein plasma dari darah manusia. Alternatifnya adalah mengkonsumsi albumin
yang berasal dari bahan lain. Pilihannya jatuh pada albumin ikan gabus yang beredar di pasar
dalam bentuk kapsul, cair, dan gel. Khasiatnya sama dengan kadar albumin mencapai 21%
dan harga lebih murah. Sebagai gambaran 30 kapsul albumin (@500 mg) seharga Rp
180.000,- setara manfaatnya dengan sebotol infus albumin. Gabus dan Albumin | 14
15. Sejatinya sejak lama masyarakat Indonesia memanfaatkan gabus. Masyarakat Sulawesi
Selatan dan Papua mengolah gabus atau ikan haruan menjadi sup asam pedas. Di
Banjarmasin kerupuk gabus sangat terkenal. Penduduk pulau jawa memasak Channa striata
dengan cara digoreng. Namun jika ingin merasakan khasiat albumin menggoreng gabus
bukan pilihan tepat. (TRUBUS : 2013) Proses menggoreng berlangsung pada suhu tinggi lebih
dari 100 0C. kondisi itu merusak sebagian besar protein yang terkandung dalam gabus,
termasuk albumin. Albumin dari gabus sangat amis, untuk mengatasinya, bisa mengolah
albumin gabus dengan rempah. (Florentinus Nurtitus : 2008) Pembuatan albumin dari gabus
dengan cara praktis dapat dilakukan sendiri. Berikut cara untuk membuat albumin : 1. cuci
bersih ikan gabus yang akan digunakan. 2. potong ikan gabus menjadi bagian yang lebih
kecil, buang kepala dan ekor. ( memotong gabus menjadi lebih kecil akan memperluas luas
permukaan daging yang terkena panas dan air, sehingga laju ekstraksi melalui pengukusan
lebih tinggi) 3. kukus ikan selama 50 menit dengan api sedang. 4. tekan ikan hasil kukusan
dengan alat khusus. Pastikan cairan pada ikan keluar. tandanya ikan mongering. 5. saring
cairan tadi, sehingga cairan tidak tercampur apapun. 6. endapkan cairan itu selama 6 menit.
Lalu ambil lapisan paling bawah yang berwarna kuning bening. Cairan itulah yang
dikonsumsi. 7. simpanlah albumin dalam plastic sebagai persediaan. 8. simpan albumin
dalam lemari pembeku dengan suhu 100 C. Gabus dan Albumin | 15
16. Bobot tubuh ikan gabus ternyata dapat mempengaruhi kandungan albuminnya, ini di
buktikan dengan riset yang dilakukan oleh Susi Rohmawati dan rekan dari jurusan biologi
FMIPA Universitas Negri Malang. Periset menggunakan gabus berbobot 100 400 g. hasil
penelitian ilmiah itu menunjukkan kandungan albumin pada gabus dengan bobot 200 400
g berbeda nyata. Kandungan albumin gabus berbobot 400 g sebanyak 24,9 g; sementara
pada gabus berbobot 200 g hanya 12,4 g. Semakin tinggi bobot gabus, semakin banyak pula
kandungan albuminnya, sebab albumin terbanyak terdapat pada tubuh gabus. Dan pilih
gabus yang hidup liar, gabus liar yang mengkonsumsi pakan alami dipercaya memiliki
albumin lebih banyak. Berbeda dengan gabus yang hidup di keramba. Dan cirri dari gabus
yang baik adalah mata jernih dan cembung, insang merah bukan cokelat gelap dan tidak
busuk, lender tubuh encer atau tidak kental, dan tubuh lentur atau kenyal tidak lembek.
(Eddy Suprayitno : 2013) Tingkat Normal Albumin dalam Urin Seperti kita ketahui, ginjal
menyaring darah dari kotoran yang kemudian dikeluarkan dalam bentuk urin. Urin tidak
boleh mengandung albumin. Molekul albumim berukuran besar sehingga tidak akan
melewati filter ginjal dan akan kembali dalam aliran darah. Namun, albumin umumnya tetap
ditemukan dalam jumlah kecil, bahkan pada ginjal yang sehat. Hanya saja, adanya albumin
dalam jumlah signifikan dalam urin dianggap sebagai tanda awal disfungsi ginjal. Secara
keseluruhan, kisaran normal albumin urin adalah sekitar 0 8 mg / dl. Gabus dan Albumin |
16
17. Banyak penderita gagal ginjal yang mencari ikan gabus karena kandungan albuminnya yang
sangat tinggi. Sel darah merah kita memang diproduksi di dalam sumsum tulang belakang,
tapi untuk memproduksinya diperlukan hormon erythropoietin (EPO) yang berfungsi sebagai
controller. Yang menjadi masalah adalah, EPO ini diproduksi di ginjal sehingga penderita
gagal ginjal juga akan kekurangan EPO yang berakibat tidak langsung pada produksi sel
darah merah. Itu sebabnya penderita gagal ginjal sering kelihatan pucat. Jalan keluar untuk
penderita gagal ginjal adalah dengan melakukan transfusi darah secara berkala agar Hb bisa
naik lagi. Cara lainnya adalah dengan memasukkan hormon EPO melalui injeksi. Suntikan
hormon EPO ini sering disalahgunakan oleh atlet balap sepeda (salah satunya Lance
Armstrong) karena bisa menambah Hb dalam waktu singkat yang berarti menambah daya
endurance dari si atlet. Kalau ada acara lomba balap sepeda, biasanya suntikan EPO susah
dicari di Pasar Pramuka karena diborong habis oleh peserta balap. Harga suntikan EPO
berkisar 250 ribu 1,5juta bergantung pada seberapa cepat kita ingin Hb naik. Selain EPO,
penderita gagal ginjal juga harus mengkonsumsi protein yang sangat tinggi. Selain karena
diperlukan untuk produksi Hb, juga karena sebagian besar protein akan terbuang pada
proses cuci darah. Biasanya penderita gagal ginjal akan diminta untuk makan putih telur 3 - 5
butir perhari. Kuningnya harus dibuang karena kuning telur itu bisa menyebabkan plak di
pembuluh darah. Sebagai variasi, supaya tidak bosan, makanya ikan gabus juga di sarankan
untuk dikonsumsi. Sebaiknya ikan gabus dikukus, direbus, atau dibuat sup. Jangan digoreng
atau dibakar karena nilai gizinya akan jauh berkurang. Kalau penderita gagal ginjal sudah
kekurangan albumin, itu berakibat habisnya uang penderita. Karena suntikan EPO ataupun
transfusi darah Gabus dan Albumin | 17
18. sangat mahal, ditambah harus menambah serum albumin yang juga sangat mahal. (Indra
Djohari : 2013) Ikan gabus juga di nobatkan oleh para dokter dan pelayan kesehatan sebagai
sang penyelamat hati. Kerusakan lever akibat asupan parasetamol berlebih mampu
diredam oleh ikan gabus. Obat pereda sakit kepala, demam, flu yang dijual bebas di apotek,
toko obat, atau warung seluruhnya mengandung parasetamol, obat analgetik, antipiretik.
Padahal dosis parasetamol berlebih dapat menyebabkan kerusakan hati, gagal hati hingga
hepatitis reaktif atau hepatitis yang disebabkan zat berbahaya. Dosis parasetamol maksimal
sehari sekitar 2 g, dan untuk cara mengkonsumsinya harus dibagi dua. Di Inggris parasetamol
sudah dilarang dijual bebas di pasaran. Sementara di Indonesia, parasetamol banyak
ditemukan pada obat sakit kepala, obat flu, dan beberapa obat lain yang bisa diperoleh di
apotek maupun di warung. (Arijanto Jonosewojo : 2011) Pada tahun 2008 telah dilakukan
riset tentang bahan alami pelindung hati (hepatoprotektor) dari kerusakan akibat
parasetamol oleh Agus Heri Santoso STP MSi. Menurut beliau kadar albumin serum turun
jika kita mengalami keadaan malnutrisi protein atau menderita penyakit hati kronis.
Kekurangan albumin itu dapat ditutupi dengan pemberian albumin dari luar tubuh.
Contohnya albumin yang berasal dari ikan gabus. Pada risetnya, beliau menggunakan 25
tikus wistar jantan umur 9 minggu sebagai bahan percobaan. Tikus itu terbagi pada 5
kelompok perlakuan. Kelompok pertama sebagai kontrol mendapat 30 ml albumin per kg
berat badan tanpa parasetamol setiap hari. Kelompok kedua dan ketiga masing masing
mendapat 30 dan 60 ml/kg BB per hari albumin dan 500 mg/kg BB per hari parasetamol.
Kelompok keempat mendapat kurkumino 30 mg/kg BB/hari dan 500 mg/kg BB/hari
parasetamol. Kelompok kelima diberi parasetamol tanpa albumin dan kurkumino. Gabus dan
Albumin | 18
19. Perlakuan selama 7 hari berturut-turut. Pada hari ke-8 atau 24 jam setelah perlakuan
terakhir dilakukan pembiusan dan pembedahan untuk pengambilan darah dan hati hewan
percobaan. Darah diambil untuk mendapatkan serum yang kemudian dianalisis. Hati
dibutuhkan untuk menganalisis kadar albuminnya, antioksidan, serta nilai SGOT dan SGPT.
SGOT (Serum Glutamik Oksaloasetik Transminase) dan SGPT (Serum Glutamik Piruvik
Transminase) merupakan enzim yang dipakai hati untuk bekerja. Kenaikan nilai keduanya di
dalam hati menunjukkan adanya kerusakan pada organ lever tersebut. Pada hati yang sehat
kadar SGPT mencapai 17-30,2 /l dan SGOT 45,7-80,8 /l. Hail riset meunjukkan kandungan
albumin tikus pada kelompok satu sebesar 3,6 g/dl, kelompok kedua 3,5 g/dl, tiga (3,6 g/dl),
empat (3,8 g/dl), dan lima (3,4 g/dl). Kadar albumin ideal diatas 3 g/dl. Hal ini menunjukkan
pemberian ekstrak ikan gabus dapat menjaga stabilitas kadar albumin serum pada kasus
keracunan parasetamol. Dan terbukti mampu menjaga kesehatan hati. Kadar SGOT paling
rendah ada pada kelompok tiga yang mendapat dosis ekstrak ikan gabus sebanyak 60ml/kg
BB/hari yaitu 96,4 /l; sementara SGPT-nya 61,2 /l. bandingkan kelompok lima yang tidak
mendapatkan albumin, angka SGOT-nya 141 /l dan SGPT 65 /l. Hal ini menunjukkan
bahwa pemberian ekstrak gabus dapat menahan kenaikan SGOT akibat keracunan
parasetamol. Semakin tinggi kadar albumin maka ada kecenderungan semakin rendah kadar
SGOT dan SGPT. (Bondan Setyawan : 2013) No 1 Perlakuan Kadar SGOT /l Kadar SGPT /l
Ekstrak ikan gabus 30ml/kgBB/hari 102,2 55,2 109,2 61,8 tanpa parasetamol 2 Ekstrak ikan
gabus 30ml/kgBB/hari Gabus dan Albumin | 19
20. dan parasetamol 3 Ekstrak ikan gabus 60ml/kgBB/hari 96,4 61,2 dan 111 57,6 tanpa 141 65
dan parasetamol 4 Kurkumino 30ml/kgBB/hari parasetamol 5 Tanpa ekstrak kurkumino tapi
dan dengan parasetamol Sebenarnya ikan gabus tidak hanya dapat dijadikan sebagai sumber
albumin berupa cairan atau ekstrak saja, tetapi dapat diolah lebih menarik dengan berbagai
macam jenis makanan dan tanpa menghilangkan khasiat utamanya sebagai sumber albumin.
Berikut adalah olahan ikan gabus yang lebih menarik : Jus merupakan pilihan lain
mengkonsumsi ikan gabus. Prosesnya sederhana. Ambil ikan gabus segar, lalu pisahkan
antara daging dengan tulang. Daging kemudian dikukus sekitar bersama bahan lain
penghilang bau amis seperti pandan wangi, daun jeruk dan jahe, sebelum kemudian di
blender dengan air secukupnya. Untuk pemakaian dalam sehari diperlukan 2 kg ikan gabus
segar. Biskuit merupakan panganan yang banyak digemari anak-anak, ini bisa menjadi salah
satu cara orang tua untuk menjaga suplai albumin dalam tubuh anak. Bahannya merupakan
daging sisa dari pembuatan ekstrak albuminyang dicampur dengan bahan kue, seperti terigu
dan mentega. Pada pembuatan biscuit suhu oven haruslah di bawah 40 0 C supaya albumin
tidak rusak. Gabus dan Albumin | 20
21. Es krim. Merupakan kreasi Prof Dr Ir Eddy Suprayitno, beliau memanfaatkan serbuk albumin
ikan gabus sebagai stabilizer dalam pembuatan es krim. Dari riset beliau diperoleh
pemberian 1% albumin ikan gabus dengan susu sapi segar sebagai bahan utama es krim
menghasilkan kadar lemak sebesar 12,47% dan bertekstur lembut. Dan kadar lemak tersebut
telah memenuhi standar mutu kadar lemak sebesar 8,0%. Riset albumin berkaitan langsung
dengan penyakit hingga kini masih minim. Riset labih banyak menyorot pengaruh albumin
terhadap nutrisi di tubuh. Salah satu penelitian itu mengungkapkan peran albumin dalam
hubungannya dengan status gizi penderita human immunodeficiency virus (HIV). Riset
Restiana dan kawan kawan dari bagian gizi Fakultas Kedokteran Universitas Hassanuddin
membeberkan pemberian kapsul ikan gabus sebagai protein alternatif selama 5 pekan dapat
meningkatkan energi dan protein, serta meningkatkan kadar albumin dan memperbaiki
status gizi pasien HIV. Gabus dan Albumin | 21
22. KESIMPULAN 1. Manfaat albumin yang terkandung dalam ikan gabus sebenarnya dapat
disamakan dengan albumin albumin dalam bentuk infus yang harga infus albumin ini bisa
mencapai Rp 4,5 juta untuk 4 kali pemakaian. Harga mahal itu karena infus albumin
memakai protein plasma dari darah manusia. Yaitu untuk menahan kenaikan SGOT akibat
keracunan parasetamol, Pelindung hati (hepatoprotektor), proses penyembuhan luka-luka,
alternatif pada penderita gagal ginjal dan masih banyak lagi manfaat lainnya dalam albumin
ikan gabus. 2. Riset telah dilakukan oleh para ilmuan menujukkan kandungan albumin pada
gabus tinggi, sebesar 62,24 g/kg, bandingkan dengan telur yang hanya 9,34 g/kg. 3. banyak
kelebihan dan manfaat yang terkandung dalam ikan gabus, selain fungsi atau manfaat
utamanya sebagai sumber albumin, ikan gabus juga dapat dijadikan berbagai olahan
makanan yang lebih menarik, diantaranya yaitu jus, biskuit dan es krim, yang dengan tidak
menghilangkan manfaat albumin yang terkandung didalamnya. Gabus dan Albumin | 22
23. DAFTAR PUSTAKA Fishbein, Morris M.D. dkk . 1974. Medical and Health Encyclopedia. New
York : H.S STUTTMAN CO., INC. http://en.wikipedia.org/wiki/Human_serum_albumin
http://senyum-itb.blogspot.com/2013/02/manfaat-kandungan-albuminikan-gabus.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_gabus Mohamadi-Nejad A, Musavi-Movahedi AA,
Hakimelahi GH, Sheibani N (September 2002). "Analisis termodinamika interaksi albumin
serum manusia dengan glukosa: wawasan ke kisaran diabetes
http://id.wikipedia.org/wiki/Albumin http://prodia.co.id/kimia/albumin
http://amazine.co/17498/berapakah-kadar-normal-albumin-dala darah-urin/ TRUBUS 521.
April 2013/XLIV Gabus dan Albumin | 23