Anda di halaman 1dari 13

Makalah kanker prostat

KANKER PROSTAT


OLEH:

HASANUDDIN
RUDI ISWANTO
A.YUDI A.S
firdaus
L3

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
MAKASSAR
2011

KATA PENGANTAR


Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Ilahi Rabbi Allah SWT, yang telah
memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan sebuah makalah
yangberjudul KANKER PROSTAT . Shalawat beriring salam kami sampaikan kepada
junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabat beliau sekalian serta orang-
orang mukmin yang tetap istiqamah dijalan-Nya.
Adapun makalah ini ditulis untuk memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah
EPIDEMIOLOGI PENYAKIT TIDAK MENULAR. Dalam penulisan makalah sampai
selesai, penulis banyak mendapat bimbingan dan arahan dari banyak pihak. Oleh karena itu
pada kesempatan ini,penulis mengucapkan terima kasih banyak kepada pihak pihak yang
membantu. Kami menyadari dalam penyusunan masih banyak kekurangan, maka dari itu
kami sangat mengharapkan sumbangan pikiran serta masukan( saran ) dari berbagai pihak
untuk penyempurnaan dimasa yang akan datang.

Makassar, Desember 2011
Penyusun



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
a) LATAR BELAKANG 1
BAB II PEMBAHASAN 2
a) PENGERTIA 2
b) ANATOMI PROSTAT PRIA 2
c) PENYEBAB 3
d) GEJALAH 3
e) PEMERIKSAAN 3
f) PENGOBATAN 6
BAB III PENUTUP 13
a) SIMPULAN 13
b) SARAN 13
DAFTAR
PUSTAKA 14












BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Para lanjut usia, dikhawatirkan akan menjadi persoalan besar bagi Indonesia.
Sebab, dilihat dari jumlahnya pada tahun 2020 diperkirakan akan meningkat sebesar
414 persen (Biro Pusat Statistik, 2006). Padahal upaya penyejahteraan termasuk
peningkatan kualitas kesehatan kelompok ini masih belum memadai. Secara
alamiah, proses menjadi tua mengakibatkan kemunduran kemampuan fisik dan
mental. Secara umum, lebih banyak gangguan organ tubuh dikeluhkan oleh para
warga senior baik pria maupun wanita, lebih banyak pula yang menderita penyakit
kronis (Astawan M, 2007).
Seiring dengan perjalanan usia, khususnya bagi pria usia lanjut harus
meningkatkan kewaspadaan pada kondisi kesehatan tubuhnya. Sebab, semakin
bertambahnya usia, fungsi organ-organ tubuh terus menurun. Salah satu gangguan
kesehatan yang kerap dialami pria berusia lanjut adalah gangguan prostat. Yang
lebih parah adalah kanker prostat karena kanker prostat merupakan kanker
pembunuh nomor dua pada pria setelah kanker paru-paru (Jar, 2004). Baik
gangguan prostat maupun kanker prostat harus sama-sama diwaspadai karena
dampak negatif yang ditimbulkannya cukup mengerikan. Pria yang terkena
gangguan prostat misalnya, dapat mengalami gangguan seksual, sedangkan kanker
prostat dapat menyebabkan kematian (Siswono, 2003).
Risiko terjadinya kanker prostat ditentukan oleh dua hal yaitu faktor genetik dan
faktor lingkungan. Faktor risiko lain yang tidak kalah penting adalah usia di atas 50
tahun, pembesaran prostat jinak, infeksi virus, riwayat kanker prostat dalam
keluarga, pola hidup, dan pola makan (Widjojo, 2007). Salah satu faktor risiko
tersebut yaitu pola makan, menurut Umbas Rainy (2002) diet tinggi lemak dan pola
makan berkalsium tinggi (Notrou P, 2007) merupakan faktor yang mempunyai kaitan
erat dengan meningkatnya risiko kanker prostat.



BAB I
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
Kanker prostat adalah keganasan yang terjadi di dalam kelenjar prostat.
Beberapa dokter mempercayai bahwa kanker prostat dimulai dengan perubahan
sangat kecil dalam ukuran dan bentuk sel-sel kelenjar prostat. Perubahan ini dikenal
sebagai PIN (prostatic intraepithelial neoplasia). Hampir setengah dari semua orang
yang memiliki PIN setelah berusia di atas 50 tahun. Orang yang mengalami PIN
mengalami perubahan tampilan sel-sel kelenjar prostat pada mikroskop. Perubahan
ini dapat berupa tingkat rendah (hampir normal) atau bermutu tinggi (abnormal).

B. Anatomi Prostat Pria
Kelenjar prostat merupakan suatu kelenjar di dalam sistem reproduksi laki-
laki yang letaknya tepat di bawah kandung kemih dan di depan rektum atau anus.
Ukuran kelenjar prostat sebesar buah kenari dan mengelilingi sebagian dari uretra.
Kelenjar prostat akan menghasilkan cairan yang membentuk sebagian komponen air
mani (semen).



C. PENYEBAB
Penyebab kanker prostat belum diketahui dengan pasti, tetapi ada beberapa
hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker prostat,
diantaranya faktor usia dan riwayat keluarga. Faktor hormonal, diet tinggi lemak, dan
toksin juga disebut-sebut sebagai faktor risiko kanker prostat walaupun kaitannya
belum jelas.
D. GEJALA
Kanker prostat stadium dini, tidak menunjukkan gejala. Setelah kanker
berkembang, baru muncul gejala tetapi tidak khas. Gejala yang muncul menyerupai
gejala BPH (Benign Prostatic Hyperplasia), yaitu penyakit pembesaran prostat jinak
yang sering dijumpai pada pria lanjut usia. Akibatnya, kedua penyakit ini sulit
dibedakan sehingga diperlukan pemeriksaan yang dapat mendeteksi dini sekaligus
membedakan antara kanker prostat dan BPH.

Berikut ini beberapa gejala yang sering ditemui pada penderita kanker prostat.
1. Sering ingin buang air kecil, terutama pada malam hari.
2. Kesulitan untuk memulai buang air kecil atau menahan air seni.
3. Aliran air seni lemah atau terganggu.
4. Perasaan nyeri atau terbakar saat buang air kecil.
5. Adanya darah pada air seni atau air mani.
6. Gangguan seksual lain, seperti sulit ereksi atau nyeri saat ejakulasi.
7. Sering nyeri atau kaku pada punggung bawah, pinggul, atau paha
atas.
E. PEMERIKSAAN

Pria berusia lebih dari 50 tahun dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan
PSA total (Prostate Specific Antigen) dan pemeriksaan colok dubur atau DRE
(Digital Rectal Examination) setiap tahun. Apabila ada anggota keluarga yang
menderita kanker prostat, dianjurkan melakukan skrining sejak usia 40 tahun.
Pemeriksaan PSA
PSA adalah enzim yang dikeluarkan oleh kelenjar prostat dan berfungsi
mengencerkan cairan ejakulasi untuk memudahkan pergerakan sperma. Pada
keadaan normal, hanya sedikit PSA yang masuk ke dalam aliran darah. Namun,
apabila terjadi peradangan atau kerusakan jaringan prostat maka kadar PSA dalam
darah meningkat.

Lalu, bagaimana untuk membedakan peningkatan PSA karena BPH atau kanker
prostat? Untuk membedakan apakah peningkatan kadar PSA disebabkan oleh BPH
atau kanker prostat, maka dianjurkan pemeriksaan rasio free-PSAPSA total atau
rasio c-PSAPSA total terutama bagi mereka yang memiliki kadar PSA totalnya
antara 2,610 ng/ ml.
Mengenal Metode AS (Active Surveillance)
Untuk menghindari over-diagnosa maupun over-treatment dari kanker prostat,
maka telah dilakukan riset yang bernama START (Surveillance Therapy Against
Radical Treatment), yang dipimpin oleh Dr. Laurence Klotz (Chief Urologist dari
Sunnybrook Health Sciences Center, Toronto, Kanada).

Hasil riset internasional tersebut menemukan bahwa ketika metode AS
diterapkan kepada pasien kanker prostat jinak (slow growing prostate cancer), maka
kankernya tidak menyebar dan secara keseluruhan tingkat kematiannya kurang dari
2%. Penelitian ini sangat penting karena kebanyakan pria dengan kanker prostat
sangat berat untuk melakukan operasi pengangkatan prostat. Kebanyakan dari
mereka stres memikirkan dampak dari disfungsi ereksi maupun inkontinensia (tidak
dapat menahan kencing) dalam jangka panjang.

Metode AS (active surveillance) adalah kondisi dimana pria dengan tanda-tanda
pra kanker prostat dan secara aktif melakukan pemantauan atas perkembangan
kankernya. Pasien ini tidak perlu menjalani pengobatan medis apa pun, seperti
operasi atau radioterapi selama parameter masih terkendali. Namun, apabila terjadi
peningkatan PSA, baru kemudian dilakukan tindakan medis.
Ciri-ciri pasien yang dapat melakukan metode AS antara lain sebagai berikut.
1. Nilai PSA kurang atau sama dengan 10.
2. Biopsi menunjukkan low-volume cancer dengan nilai tes Gleason 6
atau kurang
* Gleason score adalah pemeringkat kanker dari 2 sampai 10 yang
menunjukkan agresivitas kankernya. Semakin tinggi angka, maka semakin
agresif kankernya.
3. Pasien divonis mengidap kanker prostat grade antara T1c dan T2a.
* T1 dan T2 adalah stadium kanker paling rendah, yaitu ketika sel-sel kanker
masih terbatas hanya ada di dalam kelenjar prostat.
Pasien yang mengikuti metode AS ini baru mendapat tindakan medis seperti
operasi atau radioterapi apabila nilai PSA meningkat drastis, hasil biopsi
menunjukkan peningkatkan volume kanker, atau pun keberadaan sel-sel kanker
yang lebih ganas.

Hasil uji statistik menunjukkan bahwa pasien kanker prostat yang melakukan
metode AS, sekitar 65%-nya akan tetap berada pada kondisi kanker yang tidak
mengganas.

Tabel Stadium Kanker Prostat
Stadium Keterangan
I Sangat awal dan tanpa gejala; sel kanker terbatas pada prostat
II
Sel kanker terbatas pada prostat, tapi terlihat jelas (terdeteksi oleh
pemeriksaan colok dubur dan/atau hasil test PSA yang tinggi)
III
Sel-sel kanker ditemukan di luar kantung prostat (membran yang
menutupi prostat); menyebar terbatas pada jaringan sekitarnya
dan/atau vesikula seminalis (kelenjar yang memproduksi cairan
mani)
IV
Sel-sel kanker telah menyebar (metastasis) ke kelenjar getah
bening regional, tulang, ataupun organ jauh (misalnya, hati, paru-
paru)




F. PENGOBATAN
Hingga saat ini pengobatan yang tepat untuk penderita kanker prostat masih
diperdebatkan. Secara umum, pilihan pengobatan penderita kanker prostat
tergantung pada stadium kankernya.
1. Kanker prostat stadium awal biasanya dilakukan prostatektomi
(pengangkatan prostat) dan terapi penyinaran.
2. Kanker yang telah menyebar biasanya dilakukan terapi hormon,
pengangkatan testis, atau kemoterapi.
Berikut ini beberapa pengobatan yang biasa dilakukan untuk penderita kanker
prostat:
PEMBEDAHAN untuk KANKER PROSTAT
Salah astu jenis pembedahan yang biasa dilakukan adalah prostatektomi
radikal. Prostatektomi radikal adalah operasi yang dilakukan untuk mengobati kanker
prostat. Cara ini paling sering digunakan untuk kanker yang belum menyebar ke luar
kelenjar prostat. Dalam operasi ini, ahli bedah melakukan pengangkatan seluruh
kelenjar prostat disertai beberapa jaringan di sekitarnya, termasuk vesikula
seminalis.

Gambar Ilustrasi: Prostatektomi


Berikut ini jenis-jenis prostatektomi radikal.

1. Prostatektomi Radikal Retropubik
Pendekatan pengobatan yang paling umum dengan cara dibuat sayatan di
bagian bawah perut. Dokter akan mengangkat sedikit kelenjar getah bening dekat
prostat dan diteliti di bawah mikroskop. Jika kanker telah menyebar ke getah bening,
maka dokter mungkin menghentikan operasi.

Perlu diketahui bahwa saraf pengendali ereksi sangat dekat dengan prostat.
Sebisa mungkin dokter akan menghindari pengangkatan saraf ini untuk menghindari
risiko impotensi setelah operasi (disebut prosedur nerve-sparing). Namun, jika
kanker telah menyebar, dokter harus mengangkatnya. Bahkan jika saraf terhindar,
diperlukan setidaknya waktu beberapa bulan setelah operasi untuk dapat ereksi.

2. Pendekatan Radikal Perineal

Dalam pendekatan perineal, ahli bedah membuat irisan pada kulit antara
anus dan skrotum. Karena operasi ini seringkali lebih pendek, mungkin akan
digunakan untuk laki-laki yang tidak memerlukan prosedur nerve-sparing dan yang
tidak perlu melakukan pengangkatan kelenjar getah bening. Mungkin juga digunakan
jika Anda memiliki masalah medis lainnya yang membuat operasi retropubik sulit
untuk dilakukan.

Operasi retropubik atau pun perineal dapat berlangsung dari 1,5 hingga 4
jam. Selanjutnya, pasien perlu tinggal di rumah sakit sekitar 3 hari. Rata-rata waktu
pemulihan yang dibutuhkan sekitar 35 minggu.


3. Laparoskopi Radikal Prostatektomi (LRP)

Apabila kedua pendekatan di atas, retropubik atau pun perineal seorang
dokter perlu membuat sayatan panjang untuk mengangkat prostat (open approach),
maka pada metode LRP merupakan sebuah metode baru yang melibatkan
pembuatan beberapa sayatan kecil dan penggunaan instrumen khusus yang
panjang untuk menghapus prostat.

Keunggulan metode LRP adalah rasa sakit berkurang, pasien tidak terlalu
banyak kehilangan darah, periode rawat inap yang lebih singkat, serta waktu
pemulihan lebih cepat. Prosedur nerve-sparing juga dimungkinkan dengan LRP.

4. Robotic Assisted Laparoskopi Radikal Prostatektomi
(RoboticAssisted LRP)
Robotic Assisted LRP adalah pendekatan baru yang lebih canggih adalah
penggunaan robot untuk melakukan operasi LRP. Yang dibutuhkan disini adalah
keterampilan dan pengalaman dokter bedah Anda.

5. Reseksi Transurethral Prostat (TURP)
Merupakan prosedur yang dilakukan untuk mengurangi gejala, seperti
sulitnya mengalirkan urine pada pria yang tidak dapat menjalani operasi di atas. Hal
ini tidak dilakukan untuk menyembuhkan penyakit atau mengangkat kankernya.
Operasi ini lebih sering digunakan untuk meredakan gejala PIN. Operasi TURP
memakan waktu sekitar satu jam. Anda biasanya dapat meninggalkan rumah sakit
setelah 12 hari dan dapat bekerja kembali dalam waktu 12 minggu.
RESIKO & EFEK SAMPING PROSTATEKTOMI RADIKAL
Semua jenis operasi untuk kanker prostat memiliki resiko dan efek samping.
Pembedahan sendiri mengandung resiko yang dapat mencakup:
permasalahan seputar obat anestesi, resiko kecil terjadinya serangan jantung,
stroke, pembekuan darah di kaki, infeksi, dan pendarahan. Resiko ini tergantung
pada berbagai faktor mulai dari kesehatan Anda secara keseluruhan, usia Anda, dan
keahlian dari dokter yang merawat Anda.

Efek samping utama dari prostatektomi radikal adalah: inkontinensia dan impotensi.

Inkontinensia: Inkontinensia berarti Anda tidak dapat mengendalikan jalannya air
seni Anda (kebocoran urine). Ada 3 jenis inkontinensia, yaitu:

- Stress Inkontinensia: jenis ini paling umum terjadi setelah operasi prostat. Di sini
pria mengalami kebocoran urine saat mereka batuk, tertawa, bersin, atau olahraga.

- Overflow inkontinensia: bagi pria yang mengalami inkontensia overflow, mereka
membutuhkan waktu lama untuk berkemih dan aliran air seni biasanya lemah

- Urge inkontinensia: pria dengan keluhan ini biasanya memiliki kebutuhan
mendadak untuk pergi ke kamar mandi dan buang air kecil.

Dalam kasus yang jarang terjadi, laki-laki kehilangan semua kemampuan untuk
mengendalikan air seni mereka. Ini disebut inkontinensia kontinu.

Biasanya masalah inkontinensia akan berlalu dan seseorang mulai dapat
mengontrol air seninya secara normal alam waktu beberapa minggu atau bulan
setelah operasi. Dokter tidak bisa memprediksi berapa lama hal ini dapat terjadi
karena pemulihan fisik masing-masing orang berbeda. Pemulihan bisa dipercepat,
misalnya dengan latihan kegel untuk memperkuat kandung kemih Anda.
RADIOTERAPI untuk KANKER PROSTAT
Apabila risiko pembedahan terlalu tinggi, biasanya dilakukan radioterapi.
Jenis radioterapi yang biasa dilakukan dapat berupa.
1 Radioterapi eksternal, merupakan radioterapi yang dilakukan di rumah sakit secara
rawat jalan. Biasanya dilakukan sebanyak lima kali seminggu selama 68 minggu.
2 Pencangkokan butiran yodium, emas, atau iridium radioaktif secara langsung pada
jaringan prostat. Keuntungan terapi ini adalah efek radiasi terhadap kerusakan
jaringan di sekitar jaringan prostat menjadi minimal.
TERAPI HORMON untuk KANKER PROSTAT
Tujuan dari terapi hormon (disebut juga terapi penekanan androgen) adalah
untuk menurunkan kadar hormon pria (androgen). Androgen, yang sebagian besar
dibuat di testis, menyebabkan berkembangnya sel-sel kanker prostat. Menurunkan
kadar androgen sering membuat kanker prostat mengecil atau tumbuh lebih lambat.
Terapi hormon dapat mengontrol, tetapi tidak dapat menyembuhkan kankernya

Terapi hormon sering digunakan dalam pengobatan kanker prostat apabila.
1 Pria yang tidak memilih pembedahan atau pun radiasi untuk pengobatan kankernya.
2 Kasus dimana kanker telah menyebar ke organ lain atau pada kasus kanker
kambuhan.
3 Pria yang memiliki risiko tinggi untuk mengalami kekambuhan biasanya bersamaan
dengan radioterapi.
4 Kadang digunakan sebelum tindakan dilakukan pembedahan atau radioterapi
dengan tujuan untuk mengecilkan kankernya.

Contoh obat-obatan terapi hormon untuk kanker prostat antara lain
leuprolide, goserelin, dan buserelin. Obat tersebut diberikan dalam bentuk suntikan
setiap 3 bulan sekali. Efek sampingnya adalah mual dan muntah, anemia,
osteoporosis, dan impotensi. Obat lainnya yang digunakan sebagai terapi hormon
adalah zat yang menghambat aktivitas androgen (misalnya flutamide atau
nilutamide). Efek sampingnya adalah impotensi, gangguan hati, diare, dan
ginekomastia (pembesaran payudara). Selain itu, ada obat yang mencegah kelenjar
adrenalin untuk membuat androgen, antara lain ketoconazole dan
aminoglutethimide.
KEMOTERAPI untuk KANKER PROSTAT
Tindakan kemoterapi pada pengobatan kanker prostat biasanya dilakukan
apabila kanker tersebut bersifat resisten terhadap terapi pengobatan lainnya. Obat-
obatan yang biasa dilakukan untuk mengobati kanker prostat diantaranya,
mitoxantronx, prednison, paclitaxel, dosetaxel, estramustin, dan adriamycin.
TARGET TERAPI untuk KANKER PROSTAT
Pasien kanker prostate stadium lanjut, kini tidak perlu khawatir lagi bilamana
kemoterapi ataupun radioterapi sudah tidak dapat lagi digunakan untuk melawan
sel-sel kankernya. Bagaimana bila system kekebalan tubuh Anda dapat
diberdayakan untuk melawan sel-sel kanker sendiri ?

Begitulah kira-kira prinsip kerja Provenge suatu vaksin baru untuk kanker
prostate stadium lanjut yang baru saja mendapat persetujuan dari US.FDA (2010).
Berdasarkan hasil riset, terjadi peningkatan harapan hidup rata-rata pasien kanker
prostate yang menggunakan Provenge, sebesar 4.5 bulan bahkan hingga 3 tahun.
Amat disayangkan obat ini masih sangat mahal harganya (USD 90.000 untuk full-
round treatment).

Sebagai pertimbangan, pasien kanker prostate stadium lanjut dapat
menggunakan Typhonium Plus yang dapat membantu meningkatkan kekebalan
tubuh Anda dalam melawan sel-sel kanker, dengan biaya yang sangat terjangkau.
Berikut ini 10 cara alami mencegah kanker prostat, dari menggunakan
kebiasaan sehat sehari-hari sampai menggunakan pengobatan homeopati
yang manjur:
1. Minum air putih 8 sampai 12 gelas setiap hari. Air putih membantu
tubuh memperlancar pembuangan air kecil (urination) sehingga saluran kemih
tetap bersih.
2. Minum jus delima sebagai asupan tambahan harian, Selain dapat
mencegah, jus delima juga dapat menyembuhkan kanker prostat. Minum 8 0z
jus delima setiap hari dapat menurunkan tingkat PSA pria penderita kanker
prostat.
3. Lakukan diet sehat kanker prostat. Hindari mengkonsumsi daging
merah, dari penelitian diketahui bahwa ada korelasi yang kuat antara
konsumsi daging merah dengan kanker prostat. Kons umsilah makanan
sereal seperti gandum, oat dan dedak untuk mempertahankan asupan protein
yang berkualitas di dalam tubuh.
4. Makan banyak sayuran seperti brokoli, kubis brussel, kol, dan
kembang kol. Jenis buah-buahan tertentu dapat menurunkan resiko kanker
prostat seperti apel, buah beri, melon dan semangka yang mengandung
banyak fruktosa yang merupakan makanan pencegah kanker prostat. Tomat
juga terbukti dapat menyembuhkan gangguan-gangguan pada prostat karena
mengandung zat lycopene yang dapat mencegah kanker prostat dan
mengecilkan ukuran tumor prostat.
5. Tingkatkan asupan zinc Anda. Kelenjar prostat menggunakan seng
lebih banyak daripada bagian tubuh lainnya. Seng mengubah metabolisme
hormon steroid, sehingga mengurangi pembesaran prostat. Konsumsilah
minyak gandum dan biji labu kaya yang kaya mineral seng.
6. Perbanyak konsumsi vitamin yang dapat menyehatkan prostat seperti
vitamin D dan vitamin E yang merupakan antioksidan yang dapat
menghambat pertumbuhan kanker.
7. Konsumsilah makanan pelindung prostat dalam diet anda seperti
kedelai dan bawang putih. Kedelai mengandung genisten yang diyakini dapat
menghambat pertumbuhan kanker. Bawang putih memiliki senyawa yang
mengandung sulfur yang membantu melawan kanker.
8. Cobalah produk-produk herbal seperti palmetto, pygeum, cernilton, dan
Sengat Jelatang. Palmetto mengurangi pembesaran prostat dengan
menghambat DHT dan membantu menghilangkan kanker dengan
menurunkan tingkat estrogen. Pygeum, yang diperoleh dari kulit pohon,
mengandung bahan kimia yang juga dapat menghambat pembesaran prostat.
Cernilton terbuat dari serbuk sari gandum dan berhasil mengobati
peradangan prostat. Sengat Jelatang adalah obat tradisional yang
mengurangi pembesaran non-kanker prostat.
9. Pengobatan homeopati disebut-sebut banyak yang berhasil mencegah
kanker prostat. Tidak seperti terapi nutrisi lainnya, homeopati menggunakan
zat-zat (dalam dosis rendah) yang menyebabkan gejala penyakit dalam tubuh
untuk membantu menyembuhkan penyakit dengan gejala-gejala yang sama
yang ditemukan pada pasien. Obat homeopati untuk gangguan prostat adalah
Clematis, Chimaphilla Umbellata, Apis, Pulsatilla, Selenium, Staphysagria,
Baryta carb, Kalibic, dan Causticum.
10. Cari tahu apakah ada dokter atau praktisi terapi alternatif di daerah
Anda yang menggunakan terapi medan magnet. Dalam beberapa kasus
ditemukan bahwa duduk di medan magnet beberapa jam sehari dapat
menghambat pertumbuhan tumor. Jika Anda sudah mengidap kanker prostat
maka pengobatan ini bisa anda coba sebab tidak berbahaya bagi tubuh.

BAB III
PENUTUP
SIMPULAN
Kanker prostat adalah keganasan yang terjadi di dalam kelenjar prostat. Beberapa
dokter mempercayai bahwa kanker prostat dimulai dengan perubahan sangat kecil
dalam ukuran dan bentuk sel-sel kelenjar prostat.Kanker prostat merupakan
penyebab kematian akibat kanker no 3 pada pria dan merupakan penyebab utama
kematin akibat kanker pada pria diatas 74 tahun.Kanker prostat jarang ditemukan
pada pria berusia kurang dari 40 tahun.
SARAN
Perlu informasi dan sosialisasi bagi para usia lanjut untuk mengkonsumsi
kalsium dalam jumlah aman dan tanda atau gejalah kanker prostat agar para usia
lanjut bisa mengobati lebih cepat.
Untuk menghindarkan diri dari Kanker Prostat?
Lakukan pemeriksaan PSA setiap tahun mulai usia 45 tahun, bila terdapat
riwayat kanker prostat pada keluarga
Waspada bila terjadi peningkatan kadar diatas 25%, segera konsultasikan
hasil test pada Dokter
Deteksi dini memberikan keberhasilan terapi yang lebih besar









DAFTAR PUSTAKA
Guyton A, Hall J, Edisi 9, Buku Ajar Fisiologi Kedokteran: Penerbit Buku Kedokteran
EGC
Holick M, 2004, Vitamin D: Importance in the Prevention of Cancer: Am J Clin Nutr
Notrou P, 2007, Tingkat Kalsium Tinggi dapat Naikkan Risiko Kanker Prostat. Dalam:
Antara News