Anda di halaman 1dari 2

Perbedaan Struktur Gigi Decidui dan Permanen

Setelah membahas tentang erupsi gigi decidui, eksfoliasi dan erupsi gigi permanen, kami
bahas mengenai perbedaan struktur antara gigi decidui dan gigi permanen. Perbedaannya adalah
sebagai berikut :
1. Bagian enamel gigi decidui lebih tipis daripada gigi permanen. Hal ini dikarenakan pada enamel
gigi-gigi decidui terbentuk pula membrane dari Nasmyth, yaitu merupakan gabungan dari
primary enamel cuticle yang dibentuk ameloblast sebelum erupsi dan secondary enamel cuticle
yang dibentuk oleh reduced enamel epithelium (lapisan sel-sel kubis sisa dari enamel organ)
pada waktu erupsi. Membrane dari Nasmyth ini akan hilang karena dignakan untuk mengunyah.
Hal ini akan mengurangi ketebalan enamel pada gigi-gigi decidui.
2. Bagian fosa oklusal dari dinding pulpa gigi decidui lebih tebal daripada gigi permanen.
3. Servikal ridge (tonjolan kecil dan memanjang pada permukaan gigi bagian servikal) gigi decidui
lebih menonjol. Hal ini menandakan kalsifikasi enamel pada gigi decidui tidak merata/tidak
halus.
4. Enamel rod pada bagian lereng serviks gigi decidui menuju ke arah oklusal, sedangkan pada gigi
permanen menuju ke arah gingiva. Hal ini menandakan arah pembentukan enamel yang berbeda.
5. Gigi decidui memiliki leher yang lebih kecil.
6. Akar gigi decidui lebih panjang dan ramping dibanding dengan ukuran mahkota giginya.
7. Akar gigi decidui lebih mekar pada bagian di dekat serviks.
8. Tanduk pulpa gigi decidui lebih tinggi dan rongga pulpanya lebih besar. Hal ini terjadi karena
pada usia muda (saat gigi decidui belum terganti dengan gigi permanen), tidak ada pembentukan
dentin sekunder yang dapat mempersempit rongga pulpa pada gigi decidui normal (jika tidak
terjadi kerusakan/terkena jejas/trauma pada gigi).
9. Bagian apikal saluran akar gigi decidui lebih besar sedikit. Hal ini karena saat erupsi, saluran
akar gigi ini, tepatnya pada bagian foramen apikal, belum sepenuhnya mengecil membentuk
lubang (masih dalam keadaan terbuka). Selain itu, penumpukan sementum di sekitar akar gigi
tidak terjadi pada waktu muda. Penumpukan sementum ini bisa terjadi jika usia semakin tua.
10. Ruang dentin bagian insisal gigi decidui lebih sempit (dentin gigi decidui lebih tipis daripada
dentin gigi permanen). Seperti yang telah dijelaskan di atas, saat usia masih muda, pembentukan
dentin sekunder sedikit/tidak ada. Pembentukan dentin sekunder ini akan bertambah seiring usia.
Dentin sekunder ini banyak terdapat pada gigi permanen dan menyebabkan dentin gigi permanen
lebih tebal.