Anda di halaman 1dari 14

DAFTAR ISI

1.Pendahuluan
2. Proses Pengolahan Air Limbah RS.Sari Mutiara Medan
3. Sistem Kelistrikan IPAL RS. Sari Mutiara Medan
4. Spesifikasi Peralatan dan ahan
!. Pengoperasian IPAL
". Pera#atan IPAL
$. Permasalahan %ang Mungkin &imbul dan 'ara Penanganann%a
(. Penutup
Lampiran-lampiran
Keputusan Menteri )egara Lingkungan *idup )omor K+P,!(-M+)L*-12-1..!
tentang aku Mutu Limbah 'air agi Kegiatan /umah Sakit.
1. PENDAHULUAN
Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah 0 IPAL 1 RS. Sari Mutiara
Medan telah dilaksanakan pada tahun 222!. &eknologi IPAL %ang digunakan
adalah teknologi proses pengolahan air limbah se3ara biologis menggunakan
mikroorganisme 0mikroba1 anaerob dan aerob 0 &eknologi iofilter Anaerob,
aerob 1. Keuntungan dari penggunaan teknologi ini antara lain efisiensi
pengolahan air limbah tinggi4 bia%a operasional relatif rendah 5ika dibandingkan
dengan proses biologis lumpur aktif4 pera#atan mudah4 tidak menghasilkan
ban%ak lumpur4 tahan terhadap fluktuasi 5umlah limbah dan lahan %ang
diperlukan untuk pembangunan sedikit.
Kapasitas pengolahan IPAL RS. Sari Mutiara Medan adalah sebesar
42m-hari.Angka ini diambil dari data 5umlah penggunaan air dan ren3ana
pengolahan limbah 3air %ang ter3antum di dokumen 6KL,6PL RS. Sari Mutiara
Medan dan prediksi 5umlah limbah 3air dari setiap bed rumah sakit tersebut.
Penentuan kapasitas IPAL di5elaskan se3ara rin3i pada dokumen design
engineering. &arget air hasil olahan IPAL adalah memenuhi aku Mutu %ang
ditetapkan oleh pemerintah4 dalam hal ini Kementerian Lingkungan *idup.
7alam buku petun5uk pengoperasian IPAL ini diuraikan mengenai proses
pengolahan air limbah RS. Sari Mutiara Medan4 3ara pengoperasian IPAL4 3ara
pera#atan IPAL dan 3ara penanggulangan permasalahan %ang mungkin dapat
timbul selama pengoperasian. 7iharapkan buku ini dapat digunakan sebagai
pedoman tekhnis bagi operatos %ang akan bertugas melaksanakan pengolahan
air limbah.
2. PROSES PENGOLAHAN AIR LIMBAH RS. SARI MUTIARA MEDAN
6ntuk mengumpulkan air limbah %ang tersebar dari berbagai sumber di
sekeliling /umah Sakit dilakukan dengan sistem pemompaan. Sistem ini
dibangun dengan membuat beberapa unit bak,bak penampungan limbah %ang
dilengkapi pompa otomatis untuk memba#a limbah menu5u IPAL rumah sakit
%ang berasal %ang berasal dari beberapa unit operasional rumah sakit seperti
ruang operasi4 ruang inap4dapur4 kantin4 laboratorium dikumpulkan dalam bak
pengumpul terdekat di3ampur dengan air o8er flo# 0limpasan1 dari septe3 tank4
kemudian dari bak pengumpul tersebut4 limbah dipompa menu5u bak e9ualisasi
di dekat IPAL. Se3ara detail sistem pengolahan limbah tersebut dapat dilihat
pada gambar 1.
Limbah 3air dari kantin ditampung di P1 dan dari kamar mandi dan o8er flo#
septik tank %ang berlokasi di u5ung /S dikumpulkan di P24 kemudian limbah di
kedua P tersebut dipompa dengan P1 dan P2 menu5u ke P3. 7ari P3 limbah
dipompa dengan P3 menu5u bak pemisah min%ak kemudian diteruskan ke
e9ualisasi. Limbah 3air %ang ditampung di P3 dan dari kamar mandi dan o8er
flo# septik tank berikutn%a %ang terkumpul di P44 P! dan P" dipompa
dengan P34 P44 P! dan P" menu5u bak pemisah min%ak kemudian diteruskan ke
e9ualisasi4 sedangkan limbah %ang terkumpul di P$ langsung dipompa menu5u
bak pemisah min%ak kemudian diteruskan ke e9ualisasi. Limbah %ang terkumpul
di P( dan P. dipompa dengan P( dan P. langsung dipompa menu5u bak
pemisah min%ak kemudian diteruskan ke e9ualisasi. Se3ara detail sistem
pengumpulan air limbah ini dapat dilihat seperti pada :ambar 1.
7i bak pemisah min%ak air limbah akan diteruskan ke bak e9ualisasi untuk
dihomogenkan lalu diolah ke dalam IPAL4 sedangkan kandungan min%ak akan
mengapung ke permukaan membentuk lapisan min%ak. Lapisan min%ak ini akan
terakumulasi sehingga makin lama akan semakin tebal 0ban%ak1. ;ika lapisan
sudah 3ukup ban%ak4 lapisan min%ak dapat diangkat se3ara periodik dari dalam
bak. 'ontoh foto lapisan min%ak %ang terbentuk di bak pemisah min%ak di salah
satu IPAL %ang sudah dibangun dapat dilihat pada :ambar 2.
G A M B A R .
Gambar 1 < Sistem 5aringan Pengolahan Limbah 'air RS. Sari Mutiara Medan

GAMBAR 2.1 GAMBAR 2.2
ak pemisah min%ak baru ak pemisah min%ak %ang sudah dipakai
Gambar 2 < =oto ak pemisah lemak
7i bak pengumpul ini dilengkapi dengan sistem pemisahan padatan %ang
berbentuk sekat didalam bak. Se3ara rutin bak pengumpul ini harus di3ek untuk
melihat kondisi4 di ruang pertama apakah ada kotoran baik %ang mengapung
maupun %ang mengendap di dasar bak. ;ika ada kotoran-padatan %ang
tertampungn dalam bak pertama ini4 maka kotoran tersebut harus diambil untuk
dibersihkan agar tidak mengganggu aliran air limbah dan untuk menghindarkan
ter5adin%a pen%umbatan pada pompa di P. Se3ara sistematis gambar bak
pengumpul dan sistem %ang terpasang dengan tangki septik tank ini dapat dilihat
seperti pada gambar 3 sebegai berikut <
G A M B A R .
Gambar ! :ambar bak pengumpul dan sistem pemasangan dengan septik tank
;aringan air hu5an akan dipisahkandari air limbah. Saluran air hu5an dibuat
tersendiri dan terpisah dari air limbah4 dan pada beberapa tempat saluran air
hu5an ini dilengkapi dengan bak kontrol. Air *u5an disalurkan menu5u saluran
umum %ang berada di depan rumah sakit se3ara gra8itasi dengan menggunakan
pipa P>'.
7idalam unit IPAl tersebut4 pertama air limbah masuk ke dalam bak e9ualisasi
untuk menghomogenkan karateristik dari limbah4 sebab limbah %ang dihasilkan
setiap saat akan berbeda karateristik dan 5umlahn%a. 7engan demikian
perubahan karateristik limbah %ang se3ara fluktuatif dari sumbern%a dapat
dikurangi dan kondisi limbah %ang dipompa ke IPAL relatif stabil baik 5umlahn%a
maupun karateristikn%a. ak e9ualisasi ini 5uga berfungsi sebagai pengendap
padatan %ang mungkin masih terba#a selama pemompaan dari P ke bak
e9ualisasi4 sehingga se3ara periodik bak e9ualisasi 5uga perlu dibersihkan dari
padatan. Selain itu bak e9ualisasi 5uga berfungsi sebagai bak pengurai sen%a#a
organik %ang berbentuk padatan4 sludge digestion 0pengurai lumpur1 dan
penampung lumpur.
G A M B A R " .
Gambar " < :ambar bak pemisah min%ak dan bak e9ualisasi
7ari ak e9ualisasi selan5utn%a limbah dipompa ke ak kontaktor anaerob
0 iofilter Anaerob1 dengan arah aliran dari atas ke ba#ah. 7i dalam bak
kontaktor anaerob tersebut diisi dengan media khusus dari bahan plastik tipe
sarang ta#on.
=oto bak kontaktor anaerob di salah satu IPAL rumah sakit %ang ditun5uk pada
:ambar ".
Penguraian ?at,?at organik %ang ada dalam air limbah dilakukan oleh bakteri
anaerob atau fakultatif aerobik. Setelah beberapa hari operasi4 pada permukaan
media filter akan tumbuh lapisan film mikroorganisme. Mikroorganisme inilah
%ang akan menguraikan ?at organik %ang belum sempat terurai pada bak
pengendap.
G A M B A R # .
Gambar # < :ambar Potongan /eaktor Anaerob
G A M B A R $
Gambar $ < =oto /eaktor Anaerob %ang terisi Media Sarang &a#on
Air limbah dari bak kontaktor 0biofilter1 anaerob dialirkan ke bak kontaktor
aerob. 7i dalam bak kontaktor aerob ini diisi dengan media khusus dari bahan
plastik tipe sarang ta#on4 sambil diaerasi atau dihembus dengan udara sehingga
mikroorganisme %ang ada akan menguraikan ?at organik %ang ada dalam air
limbah serta tumbuh dan menempel pada permukaan media. 7engan demikian
air limbah akan kontak dengan mikroorganisme %ang tersuspensi dalam air
maupun %ang menempel pada permukaan media %ang mana hal tersebur dapat
meningkatkan efisiensi penguraian ?at organik serta memper3epat proses
nitrifikasi4 sehingga efisiensi penghilangan ammonia men5adi lebih besar. Proses
ini dinamakan Aerasi Kontak 0'onta3t Aeration1. =oto bak aerasi di IPAL rumah
sakit ditun5uk pada gambar (.
G A M B A R % .
Gambar % < :ambar Potongan /eaktor Pengolahan Lan5ut
G A M B A R & ..
Gambar & < =oto Proses aerasi air limbah di bak aerasi
7ari bak aerasi4 air dialirkan ke bak pengendap akhir. 7i dalam bak ini lumpur
aktif %ang mengandung mikroorganisme diendapkan dan sebagian air dipompa
kembali ke bagian bak pengendap a#al dengan pompa sirkulasi lumpur.
Sedangkan air limpasan 0outlet-o8er flo#1 sebagian dialirkan ke bak %ang
senga5a dipelihara ikan sebagai bio inikator melalui flo# meter4 dan sebagian lagi
dialirkan ke bak khlorinasi-kontaktor khlor. =oto flo# meter4 bak kontaktor
khlor dan kolam ikan di salah satu IPAL rumah sakit ditun5ukkan pada gambar ..
7i dalam bak kontaktor khlor ini air limbah dikontakkan dengan sen%a#a khlor
untuk membunuh mikroorganisme Patogen. Penambahan Khlor dilakukan
dengan menggunakan khlor tablet. Air olahan %akni air %ang keluar setelah
proses khlorinasi dapat langsung dibuang ke sungai atau saluran umum. 7engan
kombinasi proses anaerob dan aerob tersebut selain dapat menurunkan ?at
organik 0 @74 '@7 14 amonia4 padatan tersuspensi 0 SS 14 phospat dan lainn%a
dapat 5uga turun se3ara signifikan.
G A M B A R ' .
Gambar ' < =oto =lo# Meter4 kolam io Indikator dan ak Kontaktor Khlor
Skema proses pengolahan air limbah RS. Sari Mutiara Medan dengan sistem
biofilter anaeron A aerob dapat dilihat pada gambar 12.
G A M B A R 1( .
Gambar 1( ! 7iagram Proses pengolahan air limbah /S. Sari Mutiara Medan
. SISTEM )ELISTRI)AN IPAL RS. SARI MUTIARA MEDAN
Peralatan pompa dan blo#er IPAL RS. Sari Mutiara Medan digerakkan dengan
menggunakan listrik PL). Pompa meliputi pompa sirkulasi air limbah4 pompa
air limbah di bak e9ualisasi dan pompa,pompa di bak pengumpul. 7a%a masing,
masing pompa dan blo#er berkisar 122 A 3!2 #att4 listrik 1 phase.
Panel listrik utama 0IPAL1 ditempatkan di samping IPAL4 panek ini 5uga untuk
mengontrol pompa P$4 sedangkan untuk pompa,pompa P14 P24 P34 P44 P!4 P"4
P( dan p0 masing,masing dilengkapi dengan M' listrik tersendiri serta
diberikan 5aringan listrik %ang terpisah dari 5aringan listrik rumah sakit. *al ini
dilakukan untuk mempermudah dalam operasional dan pera#atan pompa.
'ontoh foto panel listrik utama di salah satu IPAL rumah sakit ditun5ukkan pada
gambar 12.
G A M B A R 11 .
Gambar 11 < 7iagram ;aringan listrik
G A M B A R 12 .
Gambar 12 < Panel listrik utama IPAl
". SPESIFI)ASI PERALATAN DAN BAHAN
1. lo#er udara
Merk < *i A lo#
Listrik B 122 #att 1 phase
&%pe B *i,lo# 122
2. Pompa air limbah dan pompa bak
pengumpul C
&%pe < Pompa 3elup-
submersible
Kapasitas < !2 A 122 lt-meter
&otal head < ! A ( m
Listrik < 122 A 2!2 #att
Material < =iber glass dan
&e3hnopolimer
3. =lo# meter
&%pe < /otari
7iameter < 2D
Pengukuran < analog
4. Media tumbuh mikroba
&%pe < Sarang ta#on
Material < P>' sheet
!. Sistem kelistrikan
Panel
Kabel utama
Kabel ke pompa
Main breaker
Pilot lamp
Indikator
Arde
1 bh4 panel boE M' ( buah
)FF 3 E 4 mm
)FF 3 E 24! mm
32 ampere
Standard4 hi5au merah4 kuning
>olt meter4 ampere meter4 frekuensi
:round rod4 tembaga-kuningan
". ak Pengumpul Air
Limbah
eton
&ebal
Pembesian
K 2!2
1! 3m
esi (mm4 5arak 1! 3m4 1 lapis
Sesuai gambar
Kelengkapan Pompa submersible
#. PENGOPERASIAN IPAL
1. Sebelum IPAL dioperaikan seluruh peralatan mekanik dan elektrik harus
dipastikan dalam keadaan ber5alan dengan baik.
2. Air limbah %ang berasal dari kegiatan rumah sakit dialirkan ke bak
penampung air limbah atau bak e9ualisasi melalui bak pengumpul P1
sampai P.. ak e9ualisasi dilengkapi dengan pompa air limbah %ang beker5a
se3ara otomatis %akni 5ika permukaan air limah lebih tinggi melampaui batas
le8el minimum maka pompa air limbah akan ber5alan dan air limbah akan
dipompa ke bak reaktor anaerob pada sistem IPAL. ;ika permukaan air
limbah di dalam bak e9ualisasi men3apai le8el minimum pompa air limbah
se3ara otomatis akan berhenti 0mati1. 7ebit pompa air limbah sudah diatur
sesuai dengan kapasitas IPAL %akni 42m per hari.
3. Pada saat pertama kali IPAL dioperasikan 0start up14 bak IPAL %akni bak
reaktor biofilter anaerob4 reaktor biofilter aerob 0reaktor pengolahan lan5ut2
harus sudah terisi air limbah sepenuhn%a.
4. Setelah itu dilakukan proses aerasi dan proses sirkulasi air dari bak
pengendapan akhair ke bak pengendapan a#al di dalam reaktor aerob.
!. Proses pembiakan mikroba dilakukan se3ara alami atau natural karena
didalam air limbah domestik dari rumah sakit sudah mengadung mikroba
atau mikroorganisme %ang dapat menguraikan polutan %ang ada di dalam air
limbah.
". 6ntuk pengoperasian mulai dari a#al operasi 0start up1 sampai men3apai
operasi stabil memerlukan #aktu pembiakan 0seeding1 sekitar 4 A ( minggu.
Gaktu adaptasi tersebut dimaksudkan untuk membiakkan mikroba agar
tumbuh dan menempel pada permukaan media biofilter.
$. pertumbuhan mikroba se3ara fisik dapat dilihat dari adan%a lapisan lendir
atau biofilm %ang menempel pada permukaan media.
(. setelah operasional ber5alan selama dua bulan perlu dilakukan pemeriksaan
kualitas air limbah untuk mengetahui effisiensi pengolahan. Pemeriksaan
kualitas dilakukan minimal 2 kali dalam 1 tahun.
.. unit IPAL %ang telah terpasang belum dilengkapi dengan bak pengering
lumpur4 oleh karena itu pengurasan lumpur dilakukan se3ara periodik dengan
menggunakan mobil tangki air kotor 0lumpur1 dan dibuang ke tempat
pengolahan air kotor 0tin5a1. Pengurasan lumpur didalam bak e9ualisasi
dilakukan minimal satu tahun sekali atau bila 5umlah lumpur sudah
menumpuk ban%ak dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan4 sedangkan
pemgurasan lumpur didalam bak reaktor anaerob maupun reaktor aerob
dilakukan apabila 5umlah lumpur sudah 3ukup ban%ak.
PENGOPERASIAN POMPA AIR LIMBAH DI BA) PENGUMPUL
ak pengumpul 1 A . dilengkapi dengan pompa submersible. Pompa ini dalam
keadaan biasa harus tersambung arus listrik. Apabila air limbah dalam bak
pengumpul sudah habis4 maka pompa se3ara otomatis akan mati. 7emikian 5uga
sebaikn%a apabila bak pengumpul terisi air limbah sampai le8el tertentu4 maka
pompa akan hidup kembali.
6ntuk pera#atan pompa di bak pengumpul4 disarankan untuk melakukan
pembersihan pompa setiap satu minggu sekali atau setiap ada kotoran di dalam
bak pengumpul. Pembersihan pompa %ang dilakukan dengan mengambil
sampah,sampah %ang ada di Impeler 0baling,baling1 dan semua kotoran maupun
min%ak %ang ada di dalam bak pengumpul. Apabila seal pompa dan beating
longgar4 maka seal dan bearing harus diganti.
PENGOPERASIAN POMPA AIR LIMBAH DAN POMPA SIR)ULASI
6nit IPAL dilengkapi dengan pompa air limbah %ang ditempatkan di bak
e9ualisasi dan satu buah sirkulasi 0pompa submersible1 %ang dioperasikan terus
menerus. Pompa air limbah se3ara otomatis akan ber5alan 5ika permukaan air
limbah didalam bak e9ualisasi 3ukup tinggi dan akan berhenti se3ara sendirin%a
5ika permukaan air didalam bak e9ualisasi turun sampai le8el minimum4
sedangkan pompa sirkulasi di5alankan se3ara kontin%u. 6ntuk pera#atan pompa
ini 5uga sama dengan pera#atan pompa di bank pengumpul4 harus selalu di3ek
apakah ada sumbatan sampah atau tidak4 ter5adi kebo3oran seal atau tidak dan
ter5adi kerusakan bering atau tidak. Kerusakan bearing dan kebo3oran seal dapat
men%ebabkan masukn%a air ke dalam kumparan listrik dan akan men%ebabkan
ter5adin%a induksi listrik.
$. PERA*ATAN IPAL
6nit IPAL ini tidak memerlukan pera#atan %ang khusus4 tetapi ada beberapa hal
%ang perlu diperhatikan antara lain <
*indari sampah padat ukuran besar 0plastik4 kain4 batu4 pembalut4 dll1 %ang
masuk ke dalam bak pengumpul.
7iusahakan sedapat mungkin untuk men3egah masukn%a sampah padat
kedalam sistem IPAL.
ak kontrol harus dibersihkan se3ara rutin minimal satu minggi sekali atau
segera 5ika ter5adi pen%umbatan oleh sampah padat.
Menghindari masukn%a ?at,?at kimia bera3un %ang dapat mengganggu
pertumbuhan mikroba %ang ada didalam biofilter4 misaln%a 3airan limbah
perak nitrat4 merkuri atau logam berat lainn%a.
Perlu pengurasan lumpur didalam bak e9ualisasi dan bak pengendapan a#al
se3ara periodik untuk menguras lumpur %ang tidak dapat terurai se3ara
biologis. iasan%a dilakukan 24 bulan sekali atau disesuaikan dengan
kebutuhan.
Perlu pera#atan rutin terhadap pompa pengumpul4 pompa air limbah4 pompa
sirkulasi serta blo#er %ang dilakukan sesuai dengan prosedur diatas.
Pera#atan rutin pompa dan blo#er udara seperti %ang di5elaskan pada
prosedur diatas.
Perlu pera#atan rutin terhadap flo# meter. =lo# meter %ang digunakan
adalah t%pe rotar% dimana didalamn%a ada baling,baling kipas %ang akan
berputar 5ika ada aliran air. Apabila flo# meter mengalami gangguan4maka
putaran baling,baling kipas akan lambat sehingga pemba3aan flo# meter
lebih rendah dari angka aslin%a. Salah satu pen%ebabn%a adalah tumbuhn%a
lumut atau lapisan film pada baling,baling flo# meter. 6ntuk itu perlu
dilakukan pembersihan setiap " bulan sekali.
%. PERMASALAHAN +ANG MUNG)IN TIMBUL DAN ,ARA
PENANGANANN+A
-.ni/ P.rma/ala0an P.n1.bab ,ara M.n2a3a/i
ak penampung atau bak
kontrol air limbah luber
Pompa pengumpul air
limbah tidak ber5alan
atau saringan buntu.
'ek aliran listrik pompa4
3ek posisi pelampung
otomatis pompa4 bersih,
kan saringan dari kotoran
, kotoran.
Aliran air limbah ke
dalam reaktor lambat
atau pelan
Pompa air limbah
didalam bak e9ualisasi
kurang lan3ar4 tersumbat
kotoran.
'ek pompa air limbah4
3ek saringan air limbah4
5ika tersumbat harus
dibersihkan.
lo#er udara di bak
aerobik beker5a namun
tidak mengeluarkan
hembusan udara
Pipa saluran udara bo3or. Lepas pipa dan kemudian
sambung lagi sampai
tidak bo3or.
lo#er udara di bak
aerobik tidak beker5a
Listrik tidak mengalir. 'ek instalasi kelistrikan
ke blo#er.
&er5adi pengapungan di
bak aerobik
6dara kering. 'ek aliran distributor
udara dari blo#er.
Kualitas air limbah hasil
olahan tidak memenuhi
Proses peruraian limbah
berkurang karena akti,
Atur debit air limbah
rata,rata sesuai dengan
baku mutu lingkungan fitas mikroba melemah.
*embusan udara di unit
aerobik kurang. debit air
limbah melebihi kapa,
sitas IPAL.
kapasitas.
Periksa blo#er dan pipa
pengeluaran udara. Apa,
bila ter5adi kebo3oran4
perbaiki.
Air olahan %ang keluar
masih bau
Mikroba dalam IPAL
belum tumbuh. Suplai
udara kurang4 debit air
limbah melebihi kapa,
sitas IPAL.
&unggu sampai dengan
proses start up selesai.
'ek blo#er sudah beker5a
dengan baik atau tidak.
&. PENUTUP
7emikian buku pedoman pengoperasian IPAL ini disusun untuk dapat
memudahkan bagi operator dalam melaksanakan pengoperasian IPAL RS. Sari
Mutiara medan.