Anda di halaman 1dari 29

1

KONSELING PADA IBU HAMIL



A. Definisi Kehamilan
Pendapat beberapa ahli, pengertian dari kehamilan adalah sebagai
berikut:
1. Kehamilan adalah masa dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin,
yang lama kehamilan normal 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari),
dihitung dari hari pertama haid terakhir ( Syaifudin, 2001 : 89).
2. Kehamilan adalah masa dimana mulainya penanaman konsepsi sampai
lahirnya janin, lamanya dalam keadaan normal 280 hari atau 40 minggu
atau 10 bulan ( lunar month)( Mochtar, 1998 : 43).
3. Kehamilan adalah suatu proses yang merupakan mata rantai yang
berkesinambungan terdiri dari ovulasi ( pelepasan ovum ), mikrasi
spermatozoa dan ovum, konsepsi, nidasi pembentukan plasenta dan
tumbuh kembang hasil konsepsi sampai aterm ( Manuaba ,1998 : 98).
4. Kehamilan adalah suatu proses kehamilan akan terjadi bila 4 aspek
penting terpenuhi , yaitu adanya ovum dan spermatozoa serta terjadinya
konsepsi dan nidasi ( Depkes RI, 1993 : 30 ).
5. Kehamilan adalah suatu masa yang dimulai dari konsepsi sampai anak
lahir dengan lamanya 280 hari dihitung dari HPHT ( Prawiri Hardjo,
Sarwono, 2000 :125 )

Dibagi dalam 3 Trimester :
1. Trimester I, kehamilan sampai 14 minggu
2. Trimester II, kehamilan 14 minggu 28 minggu
3. Trimester III, kehamilan 28 minggu 36 minggu dan sesudah 36 minggu

B. Perubahan Fisik ibu hamil
1. Vagina
Selama proses kehamilan, peningkatan valkularisasi dan hyperemia
timbul di kulit dan otot-otot perineum serta vulva dan terdapat
pelunakan jaringan ikat yang normalnya banyak terdapat pada struktur
struktur ini sekret yang banyak sekali dan warna ungu vagina disebabkan
hyperemia (F. Gary Luningham, 2005:186). Getah dalam vagina besarnya
bertambah dalam kehamilan reaksinya asam pH 3,5-6,0 yang disebabkan
oleh terbentuknya audum lakhtum sebagai hasil penghancuran glikogen yang
berada dalam sel-sel epitel vagina oleh bacil-bacil doderlien. Sifat asam ini
mempunyai sifat bakterisida (FK Unpad, 1983:143).
2. Kulit
Selain striae gravidarum pada kulit terdapat pula hiperpigmentasi antara
lain pada areola Mammac, papilla mammae dan linea alba. Linea albayang
tampak hitam disebut linea nigra. Hiperpigmentasi yang terdapat pada kulit
muka disebut Chloasmagravidarum (FK Unpad, 1984:146).
2

3. Dinding perut
Pada primigravida sering timbul garis-garis memanjang atau serong
perut yang disebut striae gravidarum tetapi kadang pula terdapat pada
payudara dan paha, pada primigravida warnanya membiru disebut striae
livide sedangkan pada multigravida selain biru juga terdapat warna garis
putih agak mengkilat seperti jaringan perut yang disebut linea albican
(FK Unpad, 1983 : 143-144).
4. Ovarium
Pada salah satu ovarium dapat ditemukan corpus luteum gravidatatis,
tapi setelah bulan IV Corpus Luteum menyusut (FK Unpad, 1984 : 143).
5. Payudara
Selama kehamilan payudara membesar disebabkan hypertrofi dari
alveoli yang menyebabkan hypersensitifitas pada mammae, hyperpigmentasi
areola mammae, grandula montgomery makin tampak, puting susu semakin
menonjol dan pengeluaran ASI belum berlangsung karena prolaktin berfungsi
ditambah oleh PIH tidak ada (Bobak dkk, 2004:III).
6. Uterus
Untuk mengakomodasi pertumbuhan janin, rahim membesar
disebabkan oleh otot polos rahim hipertrofik dan hiperplasma. Serabut-
serabut kolagennya menjadi higroskopik. Endometrium menjadi desidua.
Ukuran uterus pada kehamilan cukup bulan 30 x 25 x 25 cm dengan
kapasitas lebih dari 4000 cc dengan berat naik dari 30 gr menjadi 1000 gram.
7. Sistem Sirkulasi Darah
Dalam kehamilan volume darah ibu bertambah secara fisiologi karena
adanya pencairan darah yang disebut hidraemia. Volume darah akan
bertambah banyak kira-kira 25% dengan puncaknya pada kehamilan 32
minggu diikuti dengan cardiac output yang meninggi sebanyak 30%. Volume
eritrosit yang mengalami peningkatan secara keseluruhan tetapi
penambahan volume plasma juga jauh lebih besar hingga konsentrasi
Hbdalam darah menjadi lebih rendah (Winkjosastro H, 1999).
8. Sistem Pencernaan
Dengan pengaruh dari hormon estrogen asam lambung meningkat
yang menyebabkan hipersaliva, darah lambung terasa panas, morning
sickness dan terjadi emesis gravidarum. Sedangkan pengaruh hormon
progesterone menyebabkan gerakan usus menurun dan terjadi obstipasi.
9. Sistem Urinarius
Pada trimester pertama kandung kemih tertekan oleh uterus yang mulai
membesar sehingga sering timbul kencing. Keadaan ini akan hilang dengan
makin tuanya usia kehamilan, bila kepala janin mulai turut PAP, kadang
kemih tertekan kembali dan keluhan sering kencing juga timbul. Ada
gangguan progesteron menyebabkan pembesaran uterus kanan dan kiri
akan tetapi uterus kanan lebih besar karena kurangnya tekanan
dibandingkan dengan uterus kiri dan uterus lebih sering memutar ke arah
kanan. Disamping itu polluria disebabkan oleh peningkatan sirkulasi darah di
3

ginjal sehingga kiltrasi glomerosus juga meningkat sampai 69% tetapi
reabsorbsi di tubuh tidak berubah (Hanifa Winkjosastro 2002:97).
10. Metabolisme
Terjadinya peningkatan BMR antara 15-20% mempengaruhi system
endokrin yaitu somatromamotitoprin, peningkatan plasma insulin dan
hormon-hormon adrenal akibatnya terjadi peningkatan kebutuhan kalori dan
sebagai manifestasinya menjadi lapar, sering haus, sering kencing seperti
glukosuria. Keseimbangan asam basa berkisar 155 mEg/liter, peningkatan
kebutuhan protein antara gr/kg BB sehingga terjadi peningkatan BB 6,5
16,5 kg, rata-rata 12,5 kg (Hanifa Winkjosastro, 2002 : 99)
11. Sistem Respirasi
Kebutuhan O
2
meningkat selama kehamilan antara 20-25% disebabkan
oleh pembesaran uterus sehingga diafragma menjadi kurang leluasa
bergerak (Winkjosastro, H : 2002).

C. Perubahan Psikologis ibu hamil
1. Pada trimester 1 yaitu :
a. Penerimaan keluarga khususnya pasutri terhadap kehamilannya
b. Perubahan sehari-hari
c. Mencari tanda kehamilan
d. Merasa tidak sehat dan membenci kehamilannya
e. Merasakan kekecewaan, pendakan, kecemasan dan kesedihan
f. Hasrat hubungan seks berbeda
g. Khawatir kehilangan bentuk tubuh
h. Ketidakstabilan mirip sindrom pra-haid : mudah marah, ayunan suasana
hati, irasionalitas, cengeng.
i. Perasaan was-was, takut, gembira

2. Pada trimester 2 yaitu :
a. Ibu merasa sehat
b. Perut belum terlalu besar sehingga belum dirasa beban
c. Sudah menerma kehamilannya
d. Mulai merasa gerak bayi
e. Merasaka kehadiran bayi sebagai seorang di luar dirinya
f. Merasa terlepas dari masa cemas dan tidak nyaman
g. Libido meningkat.

3. Pada trimester 3 yaitu :
a. Disebut periode menunggu dan waspada sebab merasa tidak sabar
menunggu kelahiran
b. Gerakan bayi dan membesarnya perut
c. Kadang merasa lahir bayinya lahir sewaktu-waktu
d. Meningkatnya kewaspadaan timbulnya tanda dan gejala persalinan
e. Rasa tidak nyaman
4

f. Kehilangan perhatian yang didapatkan selama hamil
g. Semakin ingin menyudahi masa kehamilan
h. Tidak sabaran dan resah
i. Bermimpi dan berkhayal tentang bayinya.

D. Asumsi
Sebagian besar komplikasi obstetri yang mengancam jiwa bisa diprediksi
atau dicegah. Maka menajemen merupakan proses pemecahan yang
digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan
berdasarkan teori ilmiah penemuan penemuan, keterampilan dalam
rangkaian tahapan yang logis untuk pengambilan keputusan yang berfokus
pada klien ( Vanrney 1997 )

E. Pendekatan secara resiko tidak memberi hasil karena :
1. sebagian besar wanita yang mengalami komplikasi tergolong sebagai
beresiko rendah
2. 71% dari wanita yang mengalami persalinan penyulit sebelumnya tidak
diprediksikan.
3. 88% dari wanita yang mengalami perdarahan pasca persalinan tidak
memiliki riwayat yang prediktif.
Pendekatan secara resiko tidak bisa memberi hasil, sebab sejumlah
besar wanita (90% yang tergolong memilki resiko tinggi ternyata tidak
mengalami komplikasi apapun.

F. Asuhan antenatal yang mungkin tidak bermanfaat bahkan
merugikan :
1. menimbang BB secara rutin
2. penilaian tentang letak janin sebelum minggu ke 36
3. opname dan istirahat untuk kehamilan kembar
4. membatasi kegiatan seksual selama hamil (memakai kondom)
5. aspirinb untuk mencegah Eclampsia
6. suplemen kalsium untuk kaki kram
7. pembatasan gizi untuk mencegah preeklampsi atau eclampsia
8. pemberian diuretika untuk tekanan darah tinggi karna kehamilan
9. mengurangi makan garam untuk mencegah tekanan darah tinggi karena
kehamilan

G. Tujuan asuhan antenatal:
1. memantau kemajuan kehamilan
2. memantau kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin
3. mempertahankan kesehatan fisik , mental dan sosial
4. deteksi dini adanya ketidaknormalan
5

5. mempersiapkan persalinan cukup bulan dan selamat baik ibu maupun
bayinya.
6. Agar masa nifas normal
7. Asi Eksklusif
8. Mempersiapkan ibu dan keluarga setelah bayi lahir.

H. Pemeriksaan Antenatal
Paling sedikit 4 kali kunjungan
1. satu kali pada triwulan / trimester pertama
2. satu kali pada triwulan / trimester kedua
3. dua kali pada triwulan / trimester ketiga

I. Standar Minimal Asuhan 7 T:
1. Timbang BB
2. Ukuran tekanan Darah
3. Ukur Tinggi Fundus Uteri
4. Imunisasi TT
5. Pemberian Tablet besi (minuman 90 tablet selama hamil )
6. Test terhadap PMS
7. Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan

J. Kebutuhan fisik ibu hamil trimester I,II,dan III
1. Oksigen
Pada dasarnya kebutuhan oksigen semua manusia sama yaitu:
a. Udara yang bersih
b. Tidak kotor / polusi udara
c. Tidak bau, dsb.
Pada prinsipnya hindari ruangan / tempat yang dipenuhi oleh polusi
udara (terminal, ruangan yang sering dipergunakan untuk merokok).
2. Nutrisi
Kebutuhan gizi ibu hamil meningkat 15 % dibandingkan dengan
kebutuhan wanita normal. Peningkatan gizi ini dibutuhkan untuk pertumbuhan
ibu dan janin. Makanan dikonsumsi ibu hamil 40 % digunakan untuk
pertumbuhan janin dan sisanya (60 %) digunakan untuk pertumbuhan ibunya.
Secara normal kenaikan berat badan ibu hamil 11-13 kg.
Asupan makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil berguna untuk :
a. Pertumbuhan dan perkembangan janin
b. Mengganti sel-sel tubuh yang rusak
c. Sumber tenaga
d. Mengatur suhu tubuh dan cadangan makanan
Beberapa hal harus diperhatikan ibu hamil untuk menjalani proses
kehamilan yang sehat, antara lain :
a. Konsumsilah makanan dengan porsi yang cukup dan teratur
b. Hindari makanan yang terlalu asin dan pedas
6

c. Hindari makanan yang mengandung lemak cukup tinggi
d. Hindari makanan dan minuman yang mengandung alcohol
e. Hindari makanan yang mengandung bahan pengawet dan zat pewarna
f. Hindari merokok
Hal penting yang harus diperhatikan ibu hamil adalah makanan yang
dikonsumsi terdiri dari susunan menu yang seimbang yaitu menu yang
mengandung unsur-unsur sumber tenaga, pembangun, pengatur dan
pelindung.
a. Sumber Tenaga (Sumber Energi)
Ibu hamil membutuhkan tambahan energi sebesar 300 kalori perhari sekitar
15 % lebih banyak dari normalnya yaitu 2500 s/d 3000 kalori dalam sehari.
Sumber energi dapat diperoleh dari karbohidrat dan lemak.
b. Sumber Pembangun
Sumber zat pembangun dapat diperoleh dari protein. Kebutuhan protein yang
dianjurkan sekitar 800 gram/hari. Dari jumlah tersebut sekitar 70 % dipakai
untuk kebutuhan janin dan kandungan.
c. Sumber Pengatur dan Pelindung
Sumber zat pengatur dan pelindung dapat diperoleh dari air, vitamin dan
mineral. Sumber ini dibutuhkan tubuh untuk melindungi tubuh dari serangan
penyakit dan mengatur kelancaran proses metabolism tubuh. Kebutuhan
makanan sehari-hari untuk ibu hamil, yaitu :
- Kalori : 2500 Kkal
- Protein : 85 g
- Kalsium (Ca) : 1,5 g
- Zat besi (Fe) : 15 mg
- Vitamin A : 6000 IU
- Vitamin B : 1,8 mg
- Vitamin C : 100 mg
- Riboflavin : 2,5 mg
- As nicotin : 18 mg
- Vitamin D : 400-800 IU\
Pada umumnya kebutuhan makanan bagi ibu hamil untuk setiap
trimester berbeda-beda, hal ini berhubungan dengan kondisi ibu pada setiap
trimester tersebut. Pada kehamilan trimester pertama (0-14 minggu),
umumnya nafsu makan ibu berkurang, sering timbul rasa mual dan muntah.
Pada kondisi ini, ibu harus tetap berusaha untuk makan agar janin tumbuh
baik. Makanlah makanan dengan porsi kecil tapi sering, seperti sup, susu,
telur, biskuit, buah-buahan segar dan jus.
Pada trimester kedua (s/d usia 28 minqgu), nafsu makan sudah pulih
kembali kebutuhan makan harus lebih banyak dari biasanya meliputi zat
sumber tenaga, pembangun, pelindung dan pengatur. Hal ini untuk
kebutuhan janin.
Pada trimester ketiga (sampai usia 40 minggu) nafsu makan sangat baik,
tetapi jangan kelebihan, kurangi karbohidrat, tingkatkan protein, sayur-
7

sayuran dan buah-buahan, lemak harus tetap dikonsumsi. Selain itu kurangi
makanan terlalu manis (seperti gula) dan terlalu asin (seperti garam, ikan
asin, telur asin, tauco dan kecap asin) karena makanan tersebut akan
memberikan kecenderungan janin tumbuh besar dan merangsang timbulnya
keracunan saat kehamilan.
3. Personal Hygiene
Personal hygiene adalah kebersihan yang dilakukan untuk diri sendiri.
Kebersihan badan mengurangkan kemungkinan infeksi, karena badan yang
kotor banyak mengandung kuman-kuman.
a. Cara merawat gigi
Perawatan gigi perlu dalam kehamilan karena hanya gigi yang baik
menjamin pencernaan yang sempurna. Caranya antara lain :
1) Tambal gigi yang berlubang
2) Mengobati gigi yang terinfeksi
3) Untuk mencegah caries
4) Menyikat gigi dengan teratur
5) Membilas mulut dengan air setelah makan atau minum apa saja
6) Gunakan pencuci mulut yang bersifat alkali atau basa
b. Manfaat mandi
1) Merangsang sirkulasi
2) Menyegarkan
3) Menghilangkan kotoran yang harus diperhatikan
4) Mandi hati-hati jangan sampai jatuh
5) Air harus bersih
6) Tidak terlalu dingin atau tidak terlalu panas
7) Gunakan sabun yang mengandung antiseptic
c. Perawatan rambut
Rambut harus bersih, keramas satu minggu 2-3 kali
d. Payudara
Pemeliharaan payudara juga penting, puting susu harus dibersihkan
kalau terbasahi oleh colustrum. Kalau dibiarkan dapat terjadi eczema pada
puting susu dan sekitarnya. Puting susu yang masuk diusahakan supaya
keluar dengan pemijatan keluar setiap kali mandi.
e. Perawatan vagina / vulva
Wanita yang hamil jangan melakukan irrigasi vagina kecuali dengan
nasihat dokter karena irrigasi dalam kehamilan dapat menimbulkan emboli
udara. Hal hal yang harus diperhatikan adalah
1) Celana dalam harus kering
2) Jangan gunakan obat / menyemprot ke dalam vagina
3) Sesudah bab / bak dilap dengan lap khusus
f. Perawatan kuku
Kuku bersih dan pendek
4. Pakaian
8

Pakaian yang dikenakan ibu hamil harus nyaman, mudah menyerap
keringat, mudah dicuci, tanpa sabuk / pita yang menekan dibagian perut /
pergelangan tangan, pakaian juga tidak baik terlalu ketat dileher, stoking
tungkai yang sering digunakan oleh sebagian wanita tidak dianjurkan karena
dapat menghambat sirkulasi darah. Pakaian wanita hamil harus ringan dan
menarik karena wanita hamil tubuhnya akan tambah menjadi besar. Sepatu
harus terasa pas, enak dan aman, sepatu bertumit tinggi dan berujung lancip
tidak baik bagi kaki, khususnya pada saat kehamilan ketika stabilitas tubuh
terganggu dan cedera kaki yang sering terjadi. Kaos kaki ketat tidak boleh
digunakan.
5. BH
Desain BH harus disesuaikan agar dapat menyangga payudara dan nyeri
punggung yang tambah menjadi besar pada kehamilan dan memudahkan ibu
ketika akan menyusui. BH harus tali besar sehingga tidak terasa sakit dibahu.
Pemakaian BH dianjurkan terutama pada kehamilan dibulan ke 4 sampai ke
5 sesudah terbiasa boleh menggunakan BH tipis/ tidak memakai BH sama
sekali jika tanpa BH terasa lebih nyaman. Ada dua pilihan BH yang biasa
tersedia, yaitu BH katun biasa dan BH nylon yang halus.
6. Korset
Korset yang khusus untuk ibu hamil dapat membantu menekan perut
bawah yang melorot dan mengurangi nyeri punggung. Korset ibu hamil
didesain untuk meyangga bagian perut diatas sympisis pubis di sebelah
depan dan masing-masing di sisi bagian tengah pinggang disebelah
belakang. Pemakaian korset tidak boleh menimbulkan tekanan (selain
menyangga dengan ketat tapi lembut) pada perut yang membesar dan
dianjurkan pada wanita hamil yang mempunyai tonus otot perut yang rendah.
Untuk kehamilan dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan tekanan pada
uterus dan wanita hamil tidak dianjurkan untuk mengenakannya.
7. Eliminasi
Masalah buang air kecil tidak mengalami kesulitan, bahkan cukup lancar,
untuk memperlancar dan mengurangi infeksi kandung kemih yaitu minum dan
menjaga kebersihan sekitar kelamin perubahan hormonal mempengaruhi
aktivitas usus halus dan besar, sehingga buang air besar mengalami
obstipasi (sembelit). Sembelit dapat terjadi secara mekanis yang disebabkan
karena menurunnya gerakan ibu hamil, untuk mengatasi sembelit dianjurkan
untuk meningkatkan gerak, banyak makan makanan berserat (sayur dan
buah-buahan). Sembelit dapat menambah gangguan wasir menjadi lebih
besar dan berdarah.
8. Seksual
Masalah hubungan seksual merupakan kebutuhan biologis yang tidak
dapat ditawar, tetapi perlu diperhitungkan bagi mereka yang hamil, kehamilan
bukan merupakan halangan untuk melakukan hubungan seksual. Pada hamil
muda hubungan seksual sedapat mungkin dihindari, bila terdapat keguguran
berulang atau mengancam kehamilan dengan tanda infeksi, pendarahan,
9

mengeluarkan air. Pada kehamilan tua sekitar 14 hari menjelang persalinan
perlu dihindari hubungan seksual karena dapat membahayakan. Bisa terjadi
bila kurang higienis, ketuban bisa pecah, dan persalinan bisa terangsang
karena, sperma mengandung prostaglandin. Perlu diketahui keinginan
seksual ibu hamil tua sudah berkurang karena berat perut yang makin
membesar dan tekniknya pun sudah sulit dilakukan. Posisi diatur untuk
menyesuaikan pembesaran perut.
9. Mobilisasi, Body Mekanik
Ibu hamil harus mengetahui bagaimana caranya memperlakukan diri
dengan baik dan kiat berdiri duduk dan mengangkat tanpa menjadi tegang.
Body mekanik (sikap tubuh yang baik) diinstruksikan kepada wanita hamil
karena diperlukan untuk membentuk aktivitas sehari-hari yang aman dan
nyaman selama kehamilan. Karena sikap tubuh seorang wanita yang kurang
baik dapat mengakibatkan sakit pinggang. Alternatif sikap untuk mencegah
dan mengurangi sakit pinggang :
a. Gerakan atau goyangkan panggul dengan tangan diatas lutut dan sambil
duduk di kursi dengan punggung yang lurus atau goyangkan panggul
dengan posisi berdiri pada sebuah dinding.
b. Untuk berdiri yang lama misalnya menyetrika, bekerja di luar rumah yaitu
letakkan satu kaki diatas alas yang rendah secara bergantian atau
menggunakan sebuah kotak.
c. Untuk duduk yang lama caranya yaitu duduk yang rendah menapakkan
kaki pada lantai lebih disukai dengan lutut lebih tinggi dari pada paha.
d. Menggunakan body mekanik dimana disini otot-otot kaki yang berperan.
Untuk menjangkau objek pada lantai atau dekat lantai yaitu dengan
cara membengkokan kedua lutut punggung harus lurus, kaki
terpisah 12-18 inchi untuk menjaga keseimbangan.
Untuk mengangkat objek yang berat seperti anak kecil caranya yaitu
mengangkat dengan kaki, satu kaki diletakkan agak kedepan dari
pada yang lain dan juga telapak lebih rendah pada satu lutut
kemudian berdiri atau duduk satu kaki diletakkan agak kebelakang
dari yang lain sambil ibu menaikkan atau merendahkan dirinya.
e. Menyarankan agar ibu memakai sepatu yang kokoh atau menopang dan
tumit yang rendah tidak lebih dari 1 inchi
10. Exercise / Senam Hamil
Secara umum, tujuan utama persiapan fisik dari senam hamil sebagai
berikut:
1) Mencegah terjadinya deformitas (cacat) kaki dan memelihara fungsi hati
untuk dapat menahan berat badan yang semakin naik, nyeri kaki,
varices, bengkak dan lain-lain.
2) Melatih dan mengusai teknik pernafasan yang berperan penting dalam
kehamilan dan proses persalinan. Dengan demikian proses relaksasi
dapat berlangsung lebih cepat dan kebutuhan 02 terpenuhi.
10

3) Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut,
otot-otot dasar panggul dan lain-lain.
4) Membentuk sikap tubuh yang sempurna selama kehamilan.
5) Memperoleh relaksasi yang sempurna dengan latihan kontraksi dan
relaksasi.
6) Mendukung ketenangan fisik
Beberapa persyaratan yang harus diperhatikan untuk melakukan senam
hamil sebagai berikut :
1) Kehamilan normal yang dimulai pada umur kehamilan 5 bulan (22
minggu)
2) Diutamakan kehamilan pertama atau pada kehamilan berikutnya yang
menjalani kesakitan persalinan / melahirkan anak premature pada
persalinan sebelumnya
3) Latihan harus secara teratur dalam suasana yang tenang
4) Berpakaian cukup longgar
5) Menggunakan kasur/ matras
11. Istirahat / Tidur
Wanita hamil harus mengurangi semua kegiatan yang melelahkan, tapi
tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk menghindari pekerjaan yang
tidak disukainya. Wanita hamil juga harus menghindari posisi duduk, berdiri
dalam waktu yang sangat lama. Ibu hamil harus mempertimbangkan pola
istirahat dan tidur yang mendukung kesehatan sendiri, maupun kesehatan
bayinya. Kebiasaan tidur larut malam dan kegiatan-kegiatan malam hari
harus dipertimbangkan dan kalau mungkin dikurangi hingga seminimal
mungkin. Tidur malam + sekitar 8 jam/ istirahat/ tidur siang 1 jam.
12. Imunisasi
Kehamilan bukan saat untuk memakai program imunisasi terhadap
berbagai penyakit yang dapat dicegah. Hal ini karena kemungkinan adanya
akibat yang membahayakan Janin. Imunisasi harus diberikan pada wanita
hamil hanya imunisasi TT untuk mencegah kemungkinan tetanus
neonatorum. Imunisasi TT harus diberikan sebanyak 2 kali, dengan jarak
waktu TT1 dan TT2 minimal 1 bulan, dan ibu hamil harus sudah diimunisasi
lengkap pada umur kehamilan 8 bulan.
13. Travelling
Wanita hamil harus berhati-hati melakukan perjalanan yang cenderung
lama dan melelahkan, karena dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan
mengakibatkan gangguan sirkulasi serta Oedema tungkai karena kaki
tergantung jika duduk terlalu lama. Sabuk pengaman yang dikenakan
dikendaraan jangan sampai menekan perut yang menonjol. Jika mungkin
perjalanan yang jauh sebaiknya dilakukan dengan pesawat udara. Ketinggian
tidak mempengaruhi kehamilan, bila kehamilan telah 35 minggu ada
perusahaan penerbangan yang menolak membawa wanita hamil ada juga
yang menerima dengan catatan keterangan dokter yang menyatakan cukup
sehat untuk bepergian. Berpergian dapat menimbulkan masalah lain, seperti
11

konstipasi / diare karena asupan makanan dan minuman cenderung berbeda
seperti biasanya karena akibat perjalanan yang melelahkan.
14. Persiapan Laktasi
Persiapan menyusui pada masa kehamilan merupakan hal yang penting
karena dengan persiapan dini ibu akan lebih baik dan siap untuk menyusui
bayinya. Untuk itu ibu hamil sebaiknya masuk dalam kelas Bimbingan
Persiapan Menyusui (BPM). Suatu pusat pelayanan kesehatan seperti RS,
RB dan Puskesmas harus mempunyai kebijakan yang berkenaan dengan
pelayanan ibu hamil yang menunjang keberhasilan menyusui.
Pelayanan pada BPM terdiri atas :
1) Penyuluhan
Keunggulan ASI
Manfaat rawat gabung
Perawatan puting susu
Perawatan bayi
Gizi ibu hamil dan menyusui
Keluarga berencana
2) Dukungan psikologis pada ibu untuk menghadapi persalinan dan
keyakinan dalam keberhasilan dalam menyusui
Persiapan psikologis ibu untuk menyusui pada saat kehamilan sangat
berarti, karena keputusan atau sikap yang positif harus sudah terjadi pada
saat kehamilan atau bahkan jauh sebelumnya. Banyak ibu yang memiliki
masalah. Oleh karenanya bidan harus dapat membuat ibu tertarik dan
simpati.
Langkah-langkah yang harus diambil dalam mempersiapkan ibu secara
kejiwaan untuk menyusui adalah
a) Setiap ibu untuk percaya dan yakin bahwa ibu akan sukses dalam
menyusui bayinya.
b) Meyakinkan ibu akan keuntungan ASI dan kerugian susu buatan/
formula.
c) Memecahkan masalah yang timbul dalam menyusui.
d) Mengikutsertakan suami atau anggota keluarga lain yang berperan.
e) Memberikan kesempatan ibu untuk bertanya.
3) Pelayanan pemeriksaan payudara, perawatan puting susu dan senam
hamil.
Tujuan pemeriksaan payudara adalah untuk mengetahui lebih dini
adanya kelainan, sehingga diharapkan dapat dikoreksi sebelum persalinan.
Pemeriksaan payudara dilaksanakan pada kunjungan pertama ibu, dimulai
dari inspeksi, palpasi. Untuk menunjang keberhasilan menyusui maka pada
saat kehamilan puting susu ibu perlu diperiksa kelenturannya dengan cara:
a) Sebelum dipegang periksa dulu bentuk puting susu
b) Cubit areola di sisi puting susu dengan ibu jari dan telunjuk
c) Dengan perlahan puting susu dan areola ditarik, untuk membentuk
dot, bila puting susu mudah ditarik, berarti lentur. Tertarik sedikit
12

berarti kurang lentur. Masuk ke dalam berarti puting susu terbenam
Puting susu dapat dikoreksi dengan :
(1) Gerakan Hofman (Sekarang tidak dianjurkan lagi)
(2) Penggunaan pompa putting
Bila pompa puting tidak tersedia dapat dibuat dari modifikasi jarum suntik
10 cc, bagian ujung jarum dipotong dan kemudian pendorong dimasukkan
dari arah potongan tersebut. Kemudian tarik putting perlahan sehingga ada
tahanan dan dipertahankan selama 30 detik sampai 1 menit. Lakukan
beberapa kali dalam sehari.
Langkah langkah Menyusui Yang Benar
1) Sebelum menyusui ASI dikeluarkan sedikit, kemudian dioleskan pada
puting susu.
2) Bayi diletakkan menghadap payudara.
a) Ibu harus duduk atau berbaring dengan santai. Bila duduk lebih baik
menggunakan kursi yang rendah dan punggung ibu bersandar pada
kursi.
b) Bayi dipegang pada belakang bahunya dengan satu lengan, kepala
bayi terletak pada lengkung siku ibu ( kepala tidak boleh
menengadah, dan bokong menengadah, dan bokong bayi ditahan
dengan telapak tangan ).
c) Satu tangan bayi diletakan di belakang badan ibu dan yang satu
didepan
d) Perut bayi menempel badan ibu, badan dan kepala bayi sedikit
melengkung sehingga dapat melingkari perut ibu, tidak hanya
membelokkan kepala bayi
e) Kuping dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus
f) Ibu menatap bayi dengan kasih sayang.
3) Payudara dipegang dengan ibu jari di atas puting dan jari yang lain
menopang di bawahnya, jangan menekan puting susu atau areolanya
saja seperti memegang rokok.
4) Bayi diberi rangsangan untuk membuka mulut dengan cara menyentuh
pipi atau sudut mulut bayi dengan puting.
5) Setelah bayi membuka mulut, dengan cepat payudara dimasukan ke
mulut bayi.
a) Usahakan seluruh areola dapat masuk ke dalam mulut bayi,
sehingga puting susu berada di bawah langit langit dan lidah bayi
akan menekan.
b) Setelah bayi mulai menghisap payudara dengan irama perlahan
namun kuat, maka payudara tak perlu dipegang atau disangga lagi.
6) Melepas isapan
Bila satu payudara telah terasa kosong, jangan biarkan bayi terus
menghisap sebab udara akan masuk. Lepaskan isapan dan ganti dengan
payudara yang lain.
Cara melepaskan isapan bayi :
13

a) Jari kelingking ibu dimasukan ke mulut bayi melalui sudut mulut
atau,
b) Dagu bayi ditekan ke bawah
7) Setelah menyusui, ASI dikeluarkan sedikit, kemudian dioleskan pada
puting susu.


15. Persiapan Kelahiran Bayi
Sangatlah penting bekerjasama dengan ibu, keluarga dan masyarakat
dalam mempersiapkan persalinan serta membuat rencana tindakan
sekiranya terjadi komplikasi-komplikasi. Rencana persalinan adalah rencana
tindakan yang dibuat oleh ibu, anggota keluarganya dan bidan. Rencana ini
tidak harus dalam bentuk tertulis dan biasanya memang tidak tertulis.
Rencana ini lebih hanya sekedar diskusi untuk memastikan bahwa ibu dapat
menerima asuhan yang ia perlukan. Dengan adanya rencana persalinan
akan mengurangi kebingungan dan kekacauan pada saat persalinan dan
meningkatkan kemungkinan bahwa ibu akan menerima asuhan yang sesuai
serta tepat waktu.

K. Ketidaknyamanan ibu hamil

Ketidaknyamanan ibu hamil trimester I
1. Mual/muntah
Penyebab:
1) Perubahan hormonal (peningkatan kadar hcG, estrogen/
progesterone, gula darah rendah)
2) Kelebihan asam gastric/asam klorida
3) Peristaltic lambat (mengakibatkan estrogen dan progesterone
meningkat)
4) Perubahan dalam metabolism
5) Pembesaran uterus
6) Faktor emosional yang labil
7) Alergis (sekresi corpus luteum, antigen dari ayah, keracunan
histamin)
Cara meringankan/mencegah:
1) Hindari bau atau faktor penyebab
2) Makan porsi kecil tapi sering, bahkan setiap 2 jam
3) Makan biskuit kering atau roti bakar sebelum bangun pagi
4) Makan sesuatu yang manis (permen) atau minuman (jus buah)
sebelum tidur malam dan sesudah bangun pagi
5) Duduk tegak setiap kali selesai makan
6) Hindari makanan yang berminyak dan berbumbu merangsang
7) Makan-makanan kering dan minum diantara waktu makan
14

8) Bangun dari tidur secara perlahan dan hindari melakukan gerakan
secara tiba-tiba
9) Hindari menggosok gigi setelah makan
10) Istirahat sesuai dengan kebutuhan dengan mengangkat kaki dan
kepala agak ditinggikan Hirup udara segar, pastikan cukup udara di
dalam rumah


Terapi
Gunakan obat-obatan hanya bila tindakan secara non farmakologis
gagal dan hanya untuk jangka pendek, misalnya:
antihistamine : dimenhydrinate, doxylamine succinate
metoclorpramide hydrochloride
hindari buclizine. Meclizine (bersifat teratogenik)
jika berat : terapi vitamin B6
keterangan lebih lanjut hubungi dokter
Tanda-tanda bahaya
1) Pertambahan berat badan (BB) yang tidak memadai
2) Kehilangan BB yang sidnifikan
3) Malnutrisi
4) Hiperemesis gravidarum (mual muntah yang berlebihan selama
kehamilan)
5) Dehidrasi
6) Ketidakseimbangan elektrolit
7) Pastikan tidak ada appendicitis dan pancreatitis
2. Ptyalism (Salivasi/ kelenjar liur yang berlebihan)
Hal ini meningkat sejak 2-3 minggu usia kehamilan dan berhenti saat
persalinan.
Patogenesis tidak diketahui, mungkin disebabkan oleh :
1) Meningkatnya keasaman mulut oleh asupan pati yang akhirnya
menstimulasi kelenjar salivary untuk meningkatkan sekresi
2) Ptyalism sering juga menimbulkan mual, sehingga ibu hamil sering
menghindari makan.
Pengobatan : Gunakan pencuci mulut astringent, permen karet, permen
yang keras
3. Fatique (kelelahan)
Penyebab tidak diketahui. Mungkin berhubungan dengan penurunan laju
metabolisme basal pada awal kehamilan Efek dari fatique yaitu meningkatnya
intensitas respon psikologi wanita selama waktu ini
Cara meringankan atau mencegah
1) Yakinkan bahwa hal ini normal terjadi dalam kehamilan
2) Dorong ibu untuk sering beristirahat
15

3) Aktivitas sedang dan nutrisi yang baik dapat mengurangi kelelahan
Terapi
1) Tidak perlu memberikan obat-obatan
2) Suplemen vitamin dan zat besi dapat membantu untuk kesehatan
Tanda-tanda bahaya
1) Terdapat gejala anemia (lelah, konjungtiva mata pucat dll)
2) Ketidakmampuan untuk melakukan kegiatan/ aktivitas sehari-hari
Tanda dan gejala depresi
Tanda dan gejala adanya infeksi atau penyakit kronis

4. Pica (ngidam makanan)
1) Mungkin berkaitan dengan persepsi individu wanita mengenai apa
yang bisa mengurangi mual dan muntah
2) Indra pengecap menjadi tumpul sehingga mencari makanan yang
lebih merangsang
3) Tidak seharusnya menimbulkan kekhawatiran asal cukup bergizi
dan makanan yang diidamkan bukan makanan yang tidak baik
5. Sakit punggung bagian atas
Penyebab: meningkatnya ukuran dan volume payudara yang merupakan
salah satu tanda presuratif kehamilan
Pembesaran mungkin menghasilkan ketegangan otot jika payudara tidak
cukup ditopang
Cara mengurangi : gunakan bra yang pas dan menopang
6. Leucorrhea
Peningkatan sejumlah lendir dan kelenjar endoservical sebagai akibat
dari peningkatan kadar estrogen Perubahan peningkatan sejumlah glikogen
pada sel epitel vagina menjadi asam laktat oleh doderlein basilus
Cara meringankan :
1) Tingkatkan kebersihan dengan mandi setiap hari
2) Memakai pakaian dalam yang terbuat dari katun agar lebih kuat
daya serapnya
3) Hindari pakaian dalam yang terbuat dari nilon
Terapi
1) Hindari pencucian vagina (douching)
2) Gunakan bedak tabur untuk mengeringkan (polider), tetapi jangan
terlalu berlebihan
3) Cara tradisional : merendam vagina dengan air rebusan daun sirih
Tanda bahaya
1) Jika sangat banyak,/ berbau menyengat/ warna kuning/ abu-abu
(servicitis, vaginitis)
2) Pengeluaran cairan (selaput ketuban pecah)
3) Perdarahan pervagina (abruption plasenta, placenta previa, lesi
pada servix/ vagina, bloody show)
7. Nocturia (sering BAK)
16

Peningkatan berat fundus uterus, dengan melembutkan isthmus (tanda
hegar) menyebabkan meningkatnya antefleksi membesarnya uterus, yang
menekan langsung kandung kemih
Cara meringankan
1) Penjelasan mengenai terjadinya
2) Kosongkan saat terasa dorongan untuk BAK
3) Perbanyak minum pada siang hari
4) Jangan kurangi minum pada malam hari kecuali jika nocturia
mengganggu tidur dan menyebabkan keletihan
5) Batasi minum bahan diuretic alamiah seperti kpoi, teh, cola dengan
kafein dll
Tanda bahaya
Wanita hamil menghadapi resiko lebih besar terhadap infeksi saluran
kemih dan pyelonephritis karena ginjal dan kandung kemih mengalami
perubahan
8. Diarrhea
1) Mungkin akibat dari peningkatan hormone
2) Efek samping dari infeksi virus
Cara meringankan
1) Cairan pengganti rehidrasi oral
2) Hindari makanan berserat tinggi seperti sereal kasar, sayur-sayuran,
buah-buahan, laktosa yang mengandung makanan
3) Makan sedikit tapi sering untuk memastikan kecukupan gizi
9. Dispareunia (rasa sakit pada saat berhubungan seksual)
1) Terjadi selama kehamilan
2) Akibat pembesaran uterus, hal ini menyebabkan penurunan
sirkulasi, pelvic/vagina kongesti
3) Masalah fisik mungkin disebabkan oleh pembesaran abdomen/
masuknya bagian terbawah janin ke dalam pelvic
4) Faktor psikologis : miskonsepsi dan takut menyakiti janin
Cara mengurangi
1) Perubahan posisi, hal ini akan meredakan masalah yang
disebabkan oleh pembesaran abdomen/rasa sakit dari penetrasi
yang dalam
2) Diskusi miskonsepsi dan ketakutan, agar wanita tidak khawatir
berlebihan
3) Kedua pasangan sebaiknya membuka informasi pada cara
alternative untuk kepuasan seksual masing-masing

Ketidaknyamanan ibu hamil trimester II
1. Sakit punggung bagian bawah
Terjadi pada trimester kedua dan ketiga kehamilan
Dasar anatomis dan fisiologis :
17

1) Kurvatur dari vertebra umbosacral yang meningkat saat uterus terus
membesar
2) Spasme otot karena tekanan terhadap akar syaraf
3) Kadar hormon yang meningkat, sehingga cartilage didalam sendi-
sendi besar menjadi lembek
4) Keletihan
Cara meringankan
1) Gunakan body mekanik yang baik untuk mengangkat benda
2) Hindari sepatu atau sandal hak tinggi
3) Hindari mengangkat beban yang berat
4) Gunakan kasur yang keras untuk tidur
5) Gunakan bantal waktu tidur untuk meluruskan punggung
6) Hindari tidur terlentang terlalu lama karena dapat menyebabkan
sirkulasi darah menjadi terhambat
Terapi
Jika terlalu parah gunakan penopang abdomen eksternal
2. Nocturia (sering BAK)
Terjadi lebih sering pada primigravida (ibu yang baru pertama kali hamil).
Bagian terbawah janin menurun ke pelvic dan menyebabkan tekanan
langsung pada kandung kemih. Tekanan membuat wanita merasa perlu BAK
3. Chloasma gravidarum
Kecenderungan genetic peningkatan kadar estrogen dan mungkin
progesteron dapat merangsang hormone melanogenic
Pencegahan
1) Hindari sinar matahari berlebihan selama masa kehamilan
2) Gunakan bahan pelindung non-alergis
Terapi farmakologis
1) Hindari penggunaan hydroqinones, karena dapat menimbulkan efek
samping yang berbahaya
4. Diarrhea
1) Mungkin akibat dari peningkatan hormone
2) Efek samping dari infeksi virus
Cara meringankan
1) Cairan pengganti rehidrasi oral
2) Hindari makanan berserat tinggi seperti sereal kasar, sayur-sayuran,
buah-buahan, laktosa yang mengandung makanan
3) Makan sedikit tapi sering untuk memastikan kecukupan gizi
5. Edema dependen
1) Peningkatan kadar sodium dikarenakan pengaruh hormonal
2) Kongesti sirkulasi pada ekstremitas bawah
3) Peningkatan kadar permeabilitas kapiler
4) Tekanan dari pembesaran uterus pada vena pelvic ketika duduk/
pada vena kava inferior ketika berbaring
Cara meringankan atau mencegah
18

1) Hindari posisi berbaring terlentang
2) Hindari posisi berdiri untuk waktu lama, istirahat dengan berbaring
ke kiri, dengan kaki agak ditinggikan
3) Angkat kaki ketika duduk/istirahat
4) Hindari kaos yang ketat/tali/pita yang ketat pada kaki
5) Lakukan senam secara teratur
Tanda bahaya
1) Jika muncul pada muka dan tangan dan disertai dengan proteinuria
serta hipertensi (waspada preeklampsi/eklampsia

6. Kram kaki
Dasar fisiologis penyebab masih belum jelas, bisa terjadi karena :
1) Kekurangan asupan kalsium
2) Ketidakseimbangan rasio kalsium-fosfor
3) Pemnbesaran uterus, sehingga memberikan tekanan pada
pembuluh dasar pelvic, dengan demikian dapat menurunkan
sirkulasi darah ke tungkai bagian bawah
Cara meringankan
1) Kurangi konsumsi susu (kandungan fosfornay tinggi) dan cari yang
high calcium
2) Berlatih dorsifleksi pada kaki untuk meregangkan otot-otot yang
terkena kram
3) Gunakan penghangat untuk otot
Terapi
1) Suplementasi dengan garam kalsium yang tidak mengandung fosfor
2) Gunakan antacid alumunium hidroksida untuk meningkatkan
pembentukan fosfor yang tidak melarut
Tanda bahaya
1) Tanda-tanda thrombophlebitis superficial/ trombosis vena yang
dalam
7. Insomnia
Terjadi mulai pada pertengahan masa kehamilan, Disebabkan oleh :
1) perasaan gelisah, khawatir atau pun bahagia
2) ketidaknyamanan fisik seperti membesarnya uterus, pergerakan
janin, bangun di tengah malam karena nocturia, dyspnea, heartburn,
sakit otot, stress dan cemas
Cara meringankan
1) Gunakan teknik relaksasi
2) Mandi air hangat, minum-minuman hangat (susu, the dengan susu)
sebelum pergi tidur
3) Melakukan aktivitas yang tidak menstimulasi sebelum tidur
Terapi
1) Gunakan antihistamin
2) Hindari obat-obatan tidur (dapat emlintasi sawar plasenta)
19

Tanda bahaya
1) Keletihan yang berlebihan
2) Tanda-tanda depresi
8. Striae gravidarum
1) Penyebab tidak jelas
2) Bisa timbul akibat perubahan hormon/gabungan antara perubahan
hormone dan peregangan
Cara meringankan
1) Gunakan emollient topical jika ada indikasinya
2) Gunakan pakaian yang menopang payudara dan abdomen
9. Hemorrhoids
1) Sering terjadi karena konstipasi
2) Dukungan yang tidak memadai pada vena hemorrhoid di area
anorectal
3) Kurangnya klep di pembuluh-pembuluh yang berakibat pada
perubahan secara langsung pada aliran darah
4) Progesterone menyebabkan relaksasi dindiong vena dan usus besar
5) Pembesaran uterus dapat meningkatkan tekanan-tekanan spesifik
pada vena hemorrhoid, tekanan mengganggu sirkulasi venous dan
menyebabkan kongesti pada vena pelvic
Cara meringankan/mencegah
1) Menghindari konstipasi
2) Menghindari ketegangan selama defekasi
3) Mandi air hangat/kompres hangat, air panas tidak hanya
memberikan kenyamanan tapi juga meningkatkan sirkulasi
4) Kompres es/ garam Epsom
5) Latihan kegel, untuk mengencangkan otot-otot perineal
6) Istirahat di tempat tidur dengan panggul diturunkan dan dinaikkan
10. Konstipasi
1) Peningkatan kadar progesterone menyebabkan peristaltic usus
menjadi lambat
2) Penurunan motilitas sebagai akibat dari relaksasi otot-otot polos
usus besar
3) Penyerapan air dari kolon meningkat
4) Efek samping penggunaan suplemen zat besi
Cara meringankan
1) Tingkatkan intake cairan, serat di dalam diet seperti: buah/juice
prem, minum cairan dingin/panas (terutama ketika perut kosong)
2) Istirahat cukup
3) Senam/exercise
4) Membiasakan BAB secara teratur
5) BAB segera setelah ada dorongan
Terapi
20

1) Gunakan pembentuk bahan padat (bongkahan)/emollients. Seperti :
supositoria dll
2) Hindari minyak mineral, lubrikasi, perangsang (stimulant) saline,
hiperosmotis, diphenylmethane, castor dll
Tanda bahaya
1) Rasa nyeri hebat di abdomen, tidak mengeluarkan gas (obstruksi)
2) Rasa nyeri di kuadran kanan bawah (appendicitis)
11. Heart burn (panas dalam perut)
1) Mulai terasa selama TM II dan makin bertambah bersamaan dengan
tambahnya usia kehamilan, hilang saat persalinan
2) Heart burn istilah lain untuk regurgitasi/refluks
3) Kandungan asam gastric (asam klorida dalam lambung) pada
esophagus bagian bawah oleh peristaltic balik. Keasaman
menyebabkan rasa terbakar pada kerongkongan dan tidak enak.
Penyebab:
1) Relaksasi cardiac spinkter lambung karena efek meningkatnya
jumlah progesterone
2) Menurunnya motilitas saluran cerna dihasilkan dari relaksasi otot
polos, yang kemungkinan karena meningkatnya progesteron dan
tekanan uterus
3) Kehilangan ruang fungsi lambung karena tempatnya digantikan dan
ditekan oleh pembesaran uterus
Cara meringankan
1) Makan porsi kecil tapi sering
2) Hindari makanan berlemak terlalu banyak, makanan yang digoreng/
makanan yang berbumbu merangsang
3) Hindari rokok, kopi, alcohol, cokelat (mengiritasi gastric)
4) Hindari berbaring setelah makan
5) Hindari minuman selain air putih saat makan
6) Kunyah permen karet
7) Tidur dengan kaki ditinggikan, sikap tubuh yang baik
Terapi
1) Gunakan antacid dengan kandungan sodium rendah (kombinasi
hidroxida alumunium dan magnesium)
2) Hindari kalsium karena dapat menimbulkan hiperaciditas
(peningkatan asam dalam lambung)
3) Hindari sodium bicarbonate, bismuth salicylate
Tanda bahaya
1) Kehilangan berat badan/keletihan yang amat berat
2) Nyeri epigastrium disertai sakit kepala hebat, hipertensi dan edema
patologis pada trimester III (preeklampsia)
3) Nyeri perut yang hebat (abruption placenta, persalinan prematur,
appendicitis)
12. Perut kembung
21

Motilitas gastrointestinal menurun, menyebabkab terjadinya perlambatan
waktu pengosongan menimbulkan efek peningkatan progesterone pada
relaksasi otot polos dan penekanan uterus pada usus besar
Cara meringankan
1) Hindari makanan yang mengandung gas
2) Mengunyah makanan secara sempurna
3) Pertahankan kebiasaan BAB yang teratur
4) Posisi knee chest (posisi seperti sujud tapi dada ditempelkan ke
lantai) dapat membantu ketidaknyamanan dari gas yang tidak keluar


13. Sakit kepala
1) Akibat kontraksi otot/spasme otot (leher, bahu dan penegangan
pada kepala), serta keletihan
2) Tegangan mata sekunder terhadap perubahan okuler, dinamika
cairan syaraf yang berubah
Cara meringankan
1) Teknik relaksasi
2) Memassase leher dan otot bahu
3) Penggunaan kompres panas/es pada leher
4) Istirahat
5) Mandi air hangat
Terapi
1) Gunakan paracetamol
2) Hindari aspirin, ibuprofen, narcotics, sedative/hipnotik
Tanda bahaya
1) Bila bertambah berat atau berlanjut
2) Jika disertai dengan hipertensi dan proteinuria (preeklampsi)
3) Jika ada migraine
4) Penglihatan berkurang atau kabur
14. Dispareunia (rasa sakit pada saat berhubungan seksual)
1) Akibat pembesaran uterus, hal ini menyebabkan penurunan
sirkulasi, pelvic/vagina kongesti
2) Masalah fisik mungkin disebabkan oleh pembesaran abdomen/
masuknya bagian terbawah janin ke dalam pelvic
3) Faktor psikologis : miskonsepsi dan takut menyakiti janin
Cara mengurangi
1) Perubahan posisi, akan meredakan masalah yang disebabkan oleh
pembesaran abdomen/rasa sakit dari penetrasi yang dalam
2) Diskusi miskonsepsi dan ketakutan, agar wanita tidak khawatir
berlebihan
3) Kedua pasangan sebaiknya membuka informasi pada cara
alternative untuk kepuasan seksual masing-masing
15. Sesak nafas
22

Adanya pembesaran uterus menyebabkan terjadinya penekanan
diafragma, hal inilah yang menyebabkan ibu hamil mengeluh sesak nafas.
Cara mengurangi
1) sarankan bagi ibu hamil untuk melakukan kegiatan olah raga untuk
ibu hamil. Olah raga untuk ibu hamil dapat membuat tubuh tetap
sehat dan bugar.
2) Sebaiknya ibu hamil selalu duduk dengan tegak agar ruang paru-
paru tidak tertekan dan mempunyai ruang lebih untuk bernafas.
3) Saat tidur usahakan agar kepala dan bahu diganjal pada satu atau
dua bantal.
4) Jika sesak dirasakan saat berdiri atau berjalan, istirahatlah,
bungkukkan badan dan sandarkan badan pada kursi atau bantal.

Ketidaknyamanan ibu hamil trimester III
1. konstipasi
2. Sering BAK
3. Kram kaki
4. Heart Burn
5. Edema Tungkai
6. sesak nafas
7. sakit pinggang
8. ptyalism
9. insomnia
10. perut Kembung
11. Dispareunia
12. Sakit Kepala
13. Hemorrhoids
14. Striae
Gravidarum
15. Diarrhea

L. Cara untuk menentukan usia kehamilan dan BB janin dalam
kandungan
1. Dihitung dari HPHT
2. Ditambahkan 4,5 bulan dari waktu ibu merasa janin hidup feelling life
3. Menurut Spiegelberg : dengan jalan mengukur tinggi fundus uteri dari
simpisis, maka diperoleh :

Tinggi fundus uteri menurut usia kehamilan dalam cm
UMUR KEHAMILAN TINGGI FUNDUS UTERI DIATAS SIMPISIS
22-28 minggu
28 minggu
30 minggu
32 minggu
34 minggu
36 minggu
38 minggu
40 minggu
24-25 cm
26,7 cm
29,5-30 cm
29,5-30 cm
31 cm
32 cm
33 cm
37,7 cm
(synopsis ginekologi bagian Obstetri Ginekologi UNPAD : 123)

TFU menurut tuanya kehamilan dalam minggu.
Sebelum bulan ke III fundus uteri belum dapat diraba dari luar.
Akhir bulan ke III (12 mgg) TFU 1-2 jari di atas simfisis
23

Akhir bulan ke IV (16 mgg) pertengahan antara simfisis-pusat
Akhir bulan ke V (20 mgg) 3 jari dibawah pusat
Akhir bulan ke VI (24 mgg) setinggi pusat
Akhir bulan ke VII (28 mgg) 3 jari di atas pusat
Akhir bulan ke VIII pertengahan-pusat
Akhir bulan ke IX (36 mgg) 3 jari di bawah PX
Akhir bulan ke X (40 mgg) pertengahan PX- pusat





M. Manajemen Asuhan Kebidanan
Manajemen asuhan kebidanan antenatal terdiri dari 7 langkah yang
berurutan, dimulai dengan pengumpulan data dasar hingga evaluasi:

Langkah tersebut sebagai berikut :
I. Mengumpulkan semua data yang dibutuhkan untuk nilai keadaan
pasien secara keseluruhan. (Tahap pengumpulan Data)
1. Anamnesa
a. Biodata, data demografi
b. Riwayat keseluruhan termasuk penyakit herediter
c. Riwayat Menstruasi
d. Riwayat obstetri dan ginekologi, nifas dan laktasi
e. Biopsikospiritual
f. Pengetahuan Pasien
2. Pemeriksaan Fisik ( sesuai kebutuhan ) dan tanda tanda vital.
3. Pemeriksaan Khusus
a. Inspeksi
b. Palpasi
c. Auskultas
d. Perkusi
4. Pemeriksaan penunjang
a. Laboratorium
b. Diagnostik Lain : USG dll

II. Interpratasi Data
Identifikasi masalah atau diagnosa berdasarkandata yang terkumpul dan
interprestasi yang benar.
Diagnosa kebenaran, yaitu : Diagnosa yang ditegakkan oleh profesi
(bidan) dan lingkup praktek kebidanan dan memenuhi Standar Nomen Klatur
(tata nama) dioagnosa kebidanan.
Standar Nomen Klatur Diagnosa Kebidanan :
Diakui dan telah disyahkan oleh profesi
24

Berhubungan langsung dengan praktis kebidanan
Memiliki ciri khas kebidanan
Didukung oleh Clinical Judgenment dalam praktek kebidanan
Dapat diselesaikan dengan pendekatan manajemen kebidanan
Contoh :
Ny. Lestari hamil 16 minggu (G2 P1 Ao) wasir berdarah. Dia sedih
karena suami tidak menginginkan kehamilan
D/G2 P1 Ao hamil 16 minggu. Masalah :
1. wasir berdarah
2. Sedih karena tidak menginginkan kehamilannya
Kedua hal tersebut tidak termasuk dalam Nomen Klatur standar
diagnose
III. Mengidentifikasi Diagnosa atau Masalah Potensial dan
Mengantisipasi Penanganannya.
Langkah ini bidan mengidentifikasi masalah. Diagnosa potensial
berdasarkan diagnosa masalah yang sudah terindentifikasi.
Langkah ini penting dalam melakukan asuhan yang aman.
Contoh :
Seorang ibu postpartum P
1
A
0
hari ke 3 dengan bendungan ASI
Diagnosa potensial: mastitis (Peradangan payudara)

IV. Menetapkan Kebutuhan Terhadap Tindakan Segera atau Masalah
Potensial
Baik itu untuk melakukan konsultasi, kolaborasi, dengan tenaga
kesehatan lain berdasarkan kondisi pasien.
Langkah ini sebagai cerminan keseimbangan dari proses manajemen
kebidanan.
Contoh :
Pada pemerikasaan antenatal ditemuka kadar HB : 9.5 gr %hamil 16
minggu, nafsu makan kurang, flour albus banyak, hijau muda, gatal dan
berbau.
Dengan data di atas kita bisa menentukan perlu tidaknya konsultasi atau
kolaborasi dengan dokter atau pelayanan diagnostik (laboratorium)
Bidan harus mampu menentukan tindakan yang paling tepat dan penting
untuk wanita tersebut.

V. Menyusun Rencana Asuhan yang Menyeluruh
Langkah ini ditentukan oleh hasil kajian pada langkah sebelumnya. Pada
langkah ini jika ada informasi / data yang tidak lengkap bisa dilengkapi. Juga
bisa mencerminkan rasional yang benar / valid.
Pengetahuan teori yang salah atau tidak memadai atau suatu data dasar
yang tidak lengkap bisa dianggap tidak valid dan akan menghasilkan asuhan
pasien yang tidak cukup dan berbahaya.
25


VI. Melaksanakan Perencanaan
Lengkap pelaksanaan rencana asuhan menyeluruh seperti langkah ke 5.
Langkah ini bisa dilakuakan oleh seluruh bidan atau sebahagian oleh wanita
tersebut. Jika belum ditugaskan oleh orang lain tetap bidan memikul
tanggung jawab tentang arah pelaksanaan.






VII. Evaluasi
Langkah ini sebagai pengecekan apakah rencana asuhan tersebut
efektif jika memang benar efektif dalam pelaksanaannya.
Didalam pendokumentasian / catatan asuhan dapat diterapkan dalam
bentuk SOAP.

S : Data Subjektif
Data dari pasien didapat dari anamnase atau allo anamnase

O : Obyektif
Hasil Pemeriksaan Pisik beserta pemeriksaan diagnostik dan pendukung
lain, juga catatan medik lain.

A : Analisis dan Interpretasi berdasarkan data yang terkumpul dibuat
kesimpulan
1. Diagnosa
2. Antisipasi Diagnosa / masalah potensial
3. Perlunya tindakan segera

P : Planning / Perencanaan
Merupakan gambaran pendokumentasian dari tindakan (Implentasi)
Evaluasi rencana didalamnya termasuk :
1.Asuhan mandiri
2.Kolaborasi
3.Tes Diagnostik / Lab
4.Konseling
5.Follow ups

Dengan mengamati proses asuhan Kebidanan Antenatal tersebut,
Bidan yang bertugas di Unit Antenatal mempunyai peran penting dalam
26

mengaplikasikan teori teori tersebut dalam upaya merealisasikan harapan
ibu dan keluarga untuk mendapatkan pelayanan yang profesional, kehamilan
dan persalinan yang aman, lancar dan normal.

Penilaian Klinik
Dimulai saat kontak pertama denga pasien dan secara optimal berakhir
pada 6 minggu setelah persalinan.







Langkah I : Data Dasar
A. Anamnesa
1. Biodata
- Nama Istri Suami
- Usia Istri Suami
- Agama Istri Suami
- Pekerjaan Istri Suami
- Suku / Bangsa Istri Suami
- Alamat Tinggal Istri Suami

Tujuan dilakukan hal di atas:
Nama :Untuk dapat mengenal atau memanggil ibu dan untuk mencegah
kekeliruan bila ada nama yang sama.
Umur :Untuk mengetahui apakah ibu tergolong dalam primi tua atau primi
muda.
Alamat :Untuk mengetahui dimana ibu menetap sehingga bisa diketahui
seberapa jauh pengaruh lingkungan terhadap pola kesehatan ibu.
Agama :Untuk memudahkan memberi nasehat dalam perawatan dan
memudahkan dalam pengaturan menu
Pekerjaan :Untuk mengetahui taraf sosial ekonomi ibu tersebut dan
mengetahui apakah pekerjaannya tidak mengganggu
kehamilannya.

2. Riwayat kehamilan ini :

- HPHt , Siklus Haid
- Gerakan Anak yang dirasakan
- Perdarahan Pervaginaan
- Keputihan
- Mual dan Muntah
27

- Masalah lain
- Memakai obat- obatan tertentu termasuk jamu

Tujuan dilakukan hal di atas:
HPHT : untuk mengetahui usia kehamilan
Gerakan anak yang dirasakan : untk mengatahui keadaan janin
Perdarahan pervaginaan: untuk mengetahui tanda bahaya pada ibu dan janin
Keputihan : untuk mewaspadai adanya diagnose potensial yang mungkin
akan terjadi
Serta untuk mengetahui kondisi fisik ibu hamil tersebut.




3. Riwayat Obstetri Lalu

- Jumlah Kehamilan, persalinan, keguguran
- Macam Persalinan, tindakan lain dan siapa penolongnya
- Jumlah anak yang hidup
- Riwayat Post Partum terdahulu
- BB bayi
- Menderita Pre eklamsi
- Masalah lain selama hamil atau nifas

Tujuan dilakukan hal di atas:
Untuk mewaspadai adanya masalah yang akan terjadi kembali pada
kehamilan sekarang seperti yang terjadi pada kehamilan atau persalinan
sebelumnya

4. Riwayat Penyakit : (Sendiri maupun Keluarga / Suami )

- Jantung
- Hypertensi
- DM
- Epilepsi
- TBC
- Penyakit Hati
- Ginjal
- Pernah Operasi / Kecelakaan
- Infeksi / virus lain
- Alergi
- Asma
- Penyakit Herediter lainnya

Tujuan dilakukan hal di atas:
Untuk mengidentifikasi serta mewaspadai adanya kemungkinan
penularan penyakit diatas dari ibu ke janin serta mengatasi masalah yang
akan timbul jika ibu hamil tersebut memiliki penyakit diatas.

28

5. Riwayat Sosial Ekonomi
- Status perkawinan
- Jumlah anggota keluarga
- Kebiasaan makan dan
minum
- Kehidupan sexsual
- Rencana persalinan dimana
- Respon ibu, keluarga terhadap
kehamilan
- Siapa pembuat keputusan
- Kebiasaan merokok dan
minuman keras
- Aktivitas sehari hari
- Penghasilan

Tujuan dilakukan hal di atas:
Untuk mengetahui kondisi fisik, psikologis ibu dan sejauh mana
persiapan/ kesiapan persalinan telah dilakukan sehingga bidan dapat
menentukan rencana asuhan yang tepat bagi ibu hamil tersebut.

B. Pemerikasaan Umum
1. Fisik
- T, S/N, Pernafasan BB, TB
- Muka edema agak pusing
- Gondok
- Tulang Belakang /
punggung
- Payudara
- Abdomen, Extremitas, Reflek
Patela
- Kulit
Pada Kunjungan berikut :
- Tensi
- BB
- Edema
- Masalah dari kunjungan pertama telah teratasi atau belum teratasi
2. Pemeriksaan Luar :
Pada setiap Kunjungan
- Mengukur TFU
- Palpasi letak janin
- Auskultasi dll



3. Pemeriksaan Dalam :
kunjungan I
- pemeriksaan genetalia
ekternal
- varices
- edema
- kondiloma
- haemoroid
4. Laboratorium
Kunjungan I
- Haemoglobin
- Golongan Darah
- Tes Serologi PMS
- Urine : Protein, glukosa dll

C. Memantau Tumbuh Kembang Janin
- Usia kehamilan dilihat dari tinggi FU. Dalam Cm / jari2 tangan
29

- Kapakan gerakan janin pertama kali dirasakan oleh ibu
- Frekuensi gerakan anak dalam 24 jam

D. Diagnosis
Dibuat untuk menentukan hal hal sebagai berikut :
a. Kehamilan normal
b. Kehamilan normal dengan masalah khusus
c. Kehamilan yang membutuhkan rujukan, konsultasi maupun
kolaborasi
d. Kehamilan dengan kegawatdaruratan yang membutuhkan

E. Rekam Medik Rujukan Segera
Seluruh hasil anamnesa dan pemeriksaan dicatat buku catatan / kartu
hamil.