Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM BOTANI FARMASI

FOTOSINTESIS DAN PLASMOLISIS



















OLEH
MADE RIRIN SUTHARINI
1308505024



JURUSAN FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS UDAYANA


LAPORAN PRAKTIKUM 1
PENGELUARAN OKSIGEN DALAM FOTOSINTESIS

I. Tujuan
Membuktikan adanya oksigen sebagai hasil fotosintesis dan untuk mengetahui
pengaruh cahaya tampak terhadap aktivitas fotosintesis

Tinjauan Pustaka
1. Hydrilla verticillata
Hydrilla (Esthwaite rumput air atau Hydrilla) adalah
genus tanaman air, biasanya hanya satu spesies, Hydrilla
verticillata, meskipun beberapa ahli botani membaginya
dalam beberapa spesies.
Hydrilla memiliki beberapa metode reproduksi. Dalam tubuh air, cabang atau akar fragmen
dari tanaman yang rusak dapat hanyut ke daerah baru. Selain itu, dapat menyebar ke lokasi
baru dari pabrik fragmen melekat pada perahu dan trailer. Turions - kecil, kompak tunas yang
terbentuk di axils daun sepanjang batang - istirahat bebas dan melayang ke daerah-daerah
baru. Studi di University of Minnesota telah menunjukkan bahwa turions bentuk monoecious
cenderung bertahan di iklim utara. Bentuk dioecious tampaknya kurang toleran dingin.Umbi-
umbian, yang terbentuk pada akar dan dapat tertidur selama beberapa tahun, dapat
menyebarkan tumbuhan baru. Hydrilla dapat tumbuh dalam berbagai kondisi, termasuk
cahaya rendah, atau masih mengalir air, dangkal atau mendalam. Ini keluar-bersaing luas air
yang invasif milfoil-Eurasia dengan lebih cepat pertumbuhan dan reproduksi. Ini merupakan
ancaman serius bagi danau dan sungai di mana-mana karena adaptasi nya

2. Fotosintesis
Setiap makhuk hidup memiliki beberapa ciri atau sifat dasar. Salah satu yang utama
adalah makhluk hidup perlu makanan dan mengeluarkan zat sisa. Apabila kita cermati, sifat
dasar tersebut mengarahkan kita kepada suatu mekanisme yang terjadi di dalam tubuh
makhluk hidup yang disebut dengan metabolisme.
Metabolisme yang terjadi pada setiap jenis makhluk hidup tentunya tidak sama.
Bergantung komponen penyusun makhluk hidup tersebut dari tingkat seluler hingga
organisme. Dalam proses metabolisme terjadi berbagai reaksi kimia baik untuk menyusun
maupun menguraikan senyawa tertentu. Proses penyusunan tersebut disebut anabolisme,
sedang proses penguraiannya disebut katabolisme.
Salah satu contoh proses metabolisme (anabolisme) yang sering kita dengar adalah
proses fotosintesis. Proses tersebut terjadi pada tumbuhan berklorofil, tepatnya pada jaringan
tiang / palisade dan bunga karang pada mesofil daun. Pada sel palisade atau bunga karang,
proses ini terjadi di dalam sebuah organel yaitu kloroplas. Seperti yang telah diketahui,
proses ini hanya dapat terjadi pada saat ada cahaya. Cahaya itu dapat berupa cahaya matahari
maupun cahaya lampu, yang penting dalam cahaya tersebut terdapat sinar putih yang
merupakan spektrum cahaya dari cahaya mejikuhibiniu (merah-jingga-kuning-hijau-biru-nila-
ungu). Selain cahaya matahari, proses fotosintesis juga membutuhkan karbon dioksida dan
air.
Cahaya hanya merupakan bagian dari energi cahaya yang memiliki panjang gelombang
tampak bagi mata manusia sekitar 390-760 nanometer. Sifat partikel cahaya biasanya
diungkapkan dalam pernyataan bahwa cahaya itu datang dalam bentuk kuanta dan foton,
yaitu paket energi yang terpotong-potong dan masing-masing mempunyai panjang
gelombang tertentu.
Pengaruh cahaya bukan hanya tergantung kepada fotosintesis (kuat penyinaran) saja,
namun ada faktor lain yang terdapat pada cahaya, yaitu berkaitan dengan panjang
gelombangnya. Penelitian yang dilakukan oleh Hendrick & Berthwick pada tahun 1984,
menunjukan cahaya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan adalah pada spectrum merah
dengan panjang gelombang 660 nm. Percobaan dengan menggunakan spectrum infra merah
dengan panjang gelombang 730 nm meberikan pengaruh yang berlawanan. Substansi yang
merspon spectrum cahaya adalah fitakram suatu protein warna pada tumbuhan yang
mengandung susunan atom khusus yang mengabsorpsi cahaya.
Cahaya memberikan energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman/pohon secara
langsung melalui tumbuhan hijau atau melalui organisme lain, hal ini tergantung kepada zat-
zat organik yang disintesa oleh tumbuhan hijau. Kualitas cahaya berkaitan erat dengan
panjang gelombang, dimana panjang gelombang ungu dan biru mempunyai foton yang lebih
berenergi bila dibanding dengan panjang gelombang jingga dan merah. Kualitas cahaya
dibedakan berdasarkan panjang gelombang menjadi :
a. Panjang gelombang 750-626 mu adalah warna merah.
b. Panjang gelombang 626-595 mu adalah warna orange/jingga.
c. Panjang gelombang 595-574 mu adalah warna kuning.
d. Panjang gelombang 574-490 mu adalah warana hijau.
e. Panjang gelombang 490-435 mu adalah warna biru.
f. Panjang gelombang 435-400 mu adalah warna ungu.
Semua warna-warni dari panjang gelombang ini mempengaruhi terhadap fotosintesis
dan juga mempengaruhi terhadap pertumbuhan dan perkembangan pohon baik secara
generatif maupun vegetatif, tetapi kuning dan hijau dimanfaatkan oleh tanaman sangat
sedikit, panjang gelombang yang paling banyak diabsorbsi berada di wilayah violet sampai
biru dan orange sampai merah. Dalam proses fotosintesis, warna biru menghasilkan
gelembung udara lebih banyak dibandingkan dengan warna merah, warna merah
menghasilkan gelembung lebih banyak dibandingkan warna kuning, dan warna hijau
menghasilkan gelembung paling sedikit.
Cahaya merupakan faktor lingkungan yang sangat penting sebagai sumber energi utama
bagi ekosistem. Struktur dan fungsi dari ekosistem utamanya sangat ditentukan oleh radiasi
matahari yang sampai di sistem ekologi tersebut, tetapi radiasi yang berlebihan dapat pula
menjadi faktor pembatas, menghancurkan sistem jaringan tertentu. Ada tiga aspek penting
yang perlu dibahas dari faktor cahaya ini, yang erat kaitannya dengan sistem ekologi, yaitu :
a) Kualitas cahaya atau komposisi panjang gelombang,
b) Intensitas cahaya atau kandungan energi dari cahaya,
c) Lama penyinaran, seperti panjang hari atau jumlah jam cahaya yang bersinar
setiap hari.
Intensitas cahaya atau kandungan energi merupakan aspek cahaya terpenting sebagai
faktor lingkungan, karena berperan sebagai tenaga pengendali utama dari ekosistem.
Intensitas cahaya ini sangat bervariasi baik dalam ruang/spasial maupun dalam
waktu/temporal. Intensitas cahaya terbesar terjadi di daerah tropika, terutama daerah kering
(zona arid), sedikit cahaya yang direfleksikan oleh awan. Di daerah garis lintang rendah,
cahaya matahari menembus atmosfer dan membentuk sudut yang besar dengan permukaan
bumi. Sehingga lapisan atmosfer yang tembus berada dalam ketebalan minimum.
Intensitas cahaya dalam suatu ekosistem adalah bervariasi. Kanopi suatu vegetasi akan
menahan dan mengabsorpsi sejumlah cahaya sehingga ini akan menentukan jumlah cahaya
yang mampu menembus dan merupakan sejumlah energi yang dapat dimanfaatkan oleh
tumbuhan dasar. Intensitas cahaya yang berlebihan dapat berperan sebagai faktor pembatas.
Cahaya yang kuat dapat merusak enzim akibat foto-oksidasi, ini menganggu metabolisme
organisme terutama kemampuan di dalam mensisntesis protein.


II. Alat dan Bahan
Tabung
Toples
Pipa kapiler
Lampu senter berwarna hijau, merah, kuning, biru
Spite
Penggaris
Buffer karbonat (NaHCO
3
)
Air
Tanaman air (Hydrilla verticillata)

III. Cara Kerja
1. Sediakan lima tabung yang telah dilengkapi dengan tumbuhan air
(Hydrilla verticillata) yang telah dimasukkan ke dalam tabung dengan
posisi terbalik, dimana tangkai yang terpotong ada dalam posisi di atas.
Serta telah dihubungkan dengan pipa kapiler yang telah disambung dengan
spite. Seperti gambar di bawah ini:

2. Letakkan lampu berwarna hijau, merah, kuning, biru dengan jarak masing-
masing tiap toples 15 cm.
3. Tetesi buffer karbonat (NaHCO
3
) sedikit demi sedikit ke dalam tabung lalu
tarik perlahan lahan spite sampai ada gelembung udara yang tertarik.
4. Ukur panjang gelembung udara yang terbentuk menggunakan penggaris.
5. Catat panjang gelembung udara yang terbentuk dan lakukan kegiatan
tersebut selama 30 menit pada masing masing toples.
6. Cari volume oksigen yang terbentuk dengan menggunakan rumus:
Volume O
2
=


Di mana = 3,14; r = jari jari pipa kapiler (0,05 cm); t = total panjang
gelembung oksigen selama 30 menit
IV. Hasil
Tabel 1. Volume O
2

Jarak Merah Kuning Biru Hijau
15 cm 0,16 cm
3
0,38 cm
3
1,19 cm
3
1,31 cm
3



V. Pembahasan
Gelembung yang dihasilkan pada percobaan itu merupakan gas oksigen/O
2
. Gas ini
terbentuk karena proses fotolisis dimana air diuraikan menjadi gas oksigen yang akan muncul
berupa gelembung-gelembung dengan persamaan reaksi sebagai berikut :
2H
2
O 4H
+
+ O
2

Dari persamaan tersebut nampak dihasilkan molekul gas O
2
dari penguraian air.
Pengaruh Perbedaan Panjang Gelombang Pada Fotosintesis. Dilihat dari data diatas maka
dapat dilihat perbedaan dari volume yang dihasilkan dari setiap perlakuan berbeda yang
diberikan. Diamana didapatkan data pada tabung yang diberikan cahaya lampu warna merah
volumenya 0,16 cm
3
, tabung yang diberikan cahaya lampu warna kuning volumenya 0,38
cm
3
, tabung yang diberikan cahaya lampu warna biru volumenya 1,19 cm
3
, dan tabung yang
diberikan cahaya lampu warna hijau volumenya 1,31 cm
3
.
Dari semua radiasi lampu yang dipancarkan, hanya panjang gelombang tertentu yang
dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis, yaitu panjang gelombang yang berada
pada kisaran cahaya tampak (380-700 nm).
Dari data hasil percobaan yang diperoleh, didapatkan ketidakcocokan antara hasil
dengan teori, dimana dalam landasan teori menyebutkan susunan dengan jumlah gelembung
terbanyak yaitu biru > merah > kuning > hijau, namun dalam percobaan ini didapatkan
gelembung pada lampu warna hijau paling banyak, hal ini dapat diakibatkan karena beberapa
faktor, yaitu:
1. Pada saat penarikan spite untuk mendapatkan gelembung oksigen, tidak bersamaan
dengan pemberian buffer karbonat
2. Pemberian buffer karbonat dan penarikan spite yang tidak teratur
3. Terjadi pengendapan buffer karbonat karena selang waktu penarikan spite cukup lama
Gelembung oksigen yang dihasilkan dalam percobaan penyinaran menggunakan lampu
hijau seharusnya menghasilkan volume udara paling kecil, karena sebagian besar dari cahaya
hijau akan dipantulkan kembali oleh klorofil.

VI. Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum yang diperoleh maka dapat disimpulkan sebagai
berikut :
1. Fotosintesis adalah suatu proses metabolisme dalam tanaman untuk membentuk
karbohidrat dengan memakai karbondioksida (CO
2
) dari udara dan air (H
2
O) dari
dalam tanah dengan bantuan cahaya matahari dan klorofil.
2. Gelembung-gelembung yang timbul dari percobaan menunjukkan dalam fotosintesis
dihasilkan oksigen.
3. Perbedaan cahaya tampak (merah, kuning, biru, hijau) memberikan hasil yang
berbeda dalam jumlah volume O
2
yang dihasilkan























Daftar Pustaka

http://www.biologisel.com/2013/01/pengertian-fotosintesis_30.html
(akses: 13 Desember2013)
http://shinta2212.wordpress.com/2012/11/18/pengaruh-intensitas-cahaya-terhadap-laju-
fotosintesis-hydrilla/ (akses : 13 Desember 2013)
http://www.slideshare.net/FirdaKhaerini/laporan-percobaan-ingenhouzs
(akses :15 Desember 2013)