Anda di halaman 1dari 8

Laporan Praktikum

Kimia Organik II
Nitrobenzena
Tanggal Percobaan:
Jumat, 13-Juni-2014


Disusun Oleh:
Aida Nadia (1112016200068)
Kelompok 4 Kloter 1:
Amaliyyah mahmudah
Hanna Aulia
Rista Firdausa Handoyo

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2014
I. Abstrak
Telah dilakukan praktikum mengenai Sintesis Nitrobenzena. Netrobenzene
merupakan senyawa organik dengan rumus kimia C6H5NO2. Meskipun kadang-kadang
digunakan sebagai aditif penyedap atau parfum, nitrobenzena sangat beracun dalam jumlah
besar. Dilaboratorium, nitrobenzen kadang digunakan sebagai pelarut, terutama untuk
reagen elektrofilik. Nitrobenzena disiapkan oleh nitrasi benzena dengan campuran asam
sulfat pekat, air, dan asam nitrat. Campuran ini kadangkadang disebut "asam campuran."
Berdasarkan hasil praktikum maka didapatkan bahwa residu yang dihasilkan berwarna
kuning pucat seberat 5 gram yang merupakan padatan nitrobenzena, dan menghasilkan
filtrat sebanyak 130 mL yang berwarna kuning bening. Campuran reaksi yang dimasukkan
dalam corong pemisah dikocok dengan kuat,fungsinya untuk mendapat campuran yang
homogen. Perbedaan lapisan yang terbentuk antara nitrobenzene dan asam, diakibatkan
karena perbedaan berat jenisnya. Berat jenis asam lebih besar dari pada berat jenis benzene.
Kata kunci : nitrobenzena, asam

II. Pendahuluan
Nitrobenzena adalah suatu pelarut organik yang banyak digunakan dalam bidang
farmasi, yang digunakan dalam melarutkan bahan-bahan obat yang pastinya sukar
larut dalam pelarut-pelarut organik lain,selain itu sebagian besar dari produksi nitrobenzen
ini juga banyak digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan anilin. Nitrobenzena
juga dikenal sebagai flavoring agent dan juga banyak digunakan sebagai parfum
dalamsabun dan pelarut dalam cat untuk sepatu. Nitrobenzen merupakan senyawaaromatik
yang terbentuk dari reaksi antara asam nitrat dan benzene dan dapat digunakan
indikator untuk mempercepat reaksi terbentuknya nitrobenzena (Ika, 2013).
Nitrobenzena adalah suatu zat cair berwarna kuning muda, berbau buah badam
pahit. Senyawa ini beracun terutama dalamkeadaan uap. Jenis reaksinya adalah substitusi
yang mudah dari hidrogen pada benzena dengan gugus nitro dari reaksi antaraasam sulfat
dan asam nitrat (Theofani, 2013).
Pada senyawa nitrobenzena terdapat bahan dasar benzena yang mana benzena itu
sendiri adalah senyawa siklik dengan atom karbon yang yang saling mengikat dan ikatan
rangkap terkonjugasi. Keistimewaannya adalah kemantapan yang tinggi dari sistem siklik
pada benzena dan turunannya. Salah satu turunan dari benzena adalah nitrobenzena dengan
rumus molekulnya : C6H5NO2 atau C6H5NOO (Syafruddin, 2012).
Seperti hidrokarbon alifatik dan alisiklik, benzene dan hidrokarbon aromatik lain
bersifat nonpolar. Mereka tak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik seperti
dietil eter, karbon tertraklorida, atau heksana. Benzene sendiri digunakan secara luas secara
meluas sebagai pelarut. Senyawa ini memiliki sifat yang berguna yakni membentuk
azeotrop dengan air (Fessenden dan Fessenden, 1982).
Pengeringan udara (temperature lingkungan). Sebagai endapan dapat dikeringkan
secukupnya untuk penentuan analitik tanpa harus melalui temperature yang tinggi.
Misalnya, MgNH4PO4.6H2O kadang-kadang dikeringkan dengan mencuci menggunakan
suatu campuran alcohol dan eter dan menyaring air dari endapan selama beberapa menit.
Namun, prosedur ini normalnya tidak disarankan karena bahaya dari penghilangan air yang
tidak tuntas dengan pencucian (Underwood, 2002: 78).
Banyak sekali reaksi yang digunakan dalam analisis anorganik kualitatif
melibatkan pembentukan endapan. Endapan adalah zat yang memisahkan diri sebagai suatu
fase padat keluar dari larutan. Endapn mungkin berupa kristal (kristalin) atau koloid, dan
dapat dikeluarkan darilarutan dengan penyaringan atau pemusingan (centrifuge). Endapan
terbentuk jika larutan menjadi terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan. Kelarutan(S)
suatu endapan, menurut definisi adalah sama dengan konsentrasi molar darilarutan
jenuhnya. Kelarutan bergantung pada berbagai kondisi, seperti suhu,tekanan, konsentrasi
bahan-bahan lain dalam larutan itu, dan pada komposisi pelarutnya (Svehla, 1985:72).

III. Material dan Metode Kerja
A. Material
* Alat:
Gelas kimia
Labu bulat
Gelas ukur
Pipet tetes
Batang pengaduk
Stopwatch
Wadah/ panci untuk ice bath
Kertas saring
Statif dan klem

* Bahan:
Asam sulfat
Asam nitrat
Benzena
Air
NaOH 10%
Padatan CaCl2
Es batu

B. Metode Kerja
1. Masukkan asam sulfat pekat sebanyak 40 mL kedalam labu bulat, letakkan di ice
bath.
2. Tambahkan 35 mL asam nitrat kedalam larutan asam sulfat tadi, masih di ice bath
labu bulat tersebut.
3. Masih pada ice bath, tambahkan 30 mL benzene (sedikit - demi sedikit/ skala
ukuran 2-3 mL masukkan perlahan demi perlahan sampai 30 mL), kocok perlahan.
4. Buatlah penangas air dengan volume 700 mL sampai suhunya 60
0
C, panaskan
campuran larutan selama 1,5 jam (terbentuk 2 lapisan).
5. Dinginkan larutan tadi pada suhu ruang.
6. Masukkan larutan kedalam corong pisah, kocok dan pisahkan kedua lapisan tadi.
Catatan: lapisan atas tinggal di corong pisah.
7. Tambahkan air 100 mL ke dalam corong pisah, kocok larutan dan pisahkan kembali
lapisan yang terbentuk. Catatan: tinggalkan lapisan atas.
8. Tambahkan NaOH 10% sebanyak 20 mL kocok larutan dan pisahkan lagi.
9. Lapisan atas masukkan ke dalam gelas kimia dan tambahkan dengan padatan CaCl2
6-8 gram (sambil di aduk), selanjutnya di saring endapannya.

III. Hasil Praktikum dan Pembahasan
A. Hasil Praktikum
Hasil pengamatan:
Hasil Pengamatan
Asam sulfat pekat - Volume 40 mL
- Larutan tidak berwarna
Asam nitrat - Volume 35 mL
- Larutan berasap, mudah menguap, dan
tidak berwarna

Asam sulfat + Asam nitrat di lakukan
pereaksian didalam ice bath

- Hasil larutan tidak larut.
- Larutan tidak berwarna, berasap, dan
panas (eksoterm)

Kedua larutan tadi + Benzena, kocok
perlahan
- Volume 30 mL
- Terbentuk 2 lapisan:
(Lapisan atas: putih keruh)
(Lapisan bawah: tidak berwarna)

Di buat penangas air

- Volume 700 mL
- Suhunya sampai 60
0
C

Campuran larutan dipanaskan di dalam
penangas air yang telah dibuat
- Waktu: 1,5 jam
- Terbentuk 2 lapisan
Lapisan atas: berwarna jingga pekat
Lapisan bawah: berwarna jingga
Larutan tadi didinginkan - Didinginkan pada suhu ruang yaitu
28
0
C
Larutan dimasukkan ke corong pisah,
dikocok, dan dipisahkan 2 lapisan tadi,
lapisan atas ditinggal di corong pisah

- Lapisan bawah: kuning tua

Ditambahkan air kedalam corong pisah,
dikocok larutan, dan dipisahkan
kembali, lapisan atas ditinggal lagi

- Volume air : 100 mL
- Lapisan bawah: kuning
Ditambahkan NaOH 10%, dikocok
larutan, dan dipisahkan lagi

- Volume NaOH 10% : 20 mL
- Lapisan bawah: kuning muda
Kertas saring ditimbang

- Massa: 0,61 gram.
Lapisan atas dimasukkan kedalam gelas
kimia, dan ditambahkan dengan
padatan CaCl2 (sambil diaduk) dan
disaring

- Massa CaCl2 : 7 gram
- Hasil penyaringan:
*Residu berwarna kuning pucat,
Massa residu 5 gram.
*Filtrat berwarna kuning bening,
Volume filtrat 130 mL.

Persamaan reaksi
HNO3 + H
+
---> NO2
+
+ H2O

B. Pembahasan
Pada praktikum kali ini telah dilakukan percobaan mengenai Sintesis
Nitrobenzena.
Netrobenzene merupakan senyawa organik dengan rumus kimia C6H5NO2.
Meskipun kadang-kadang digunakan sebagai aditif penyedap atau parfum, nitrobenzena
sangat beracun dalam jumlah besar. Dilaboratorium, nitrobenzen kadang digunakan sebagai
pelarut, terutama untuk reagen elektrofilik. Nitrobenzena disiapkan oleh nitrasi benzena
dengan campuran asam sulfat pekat, air, dan asam nitrat. Campuran ini kadangkadang
disebut "asam campuran."
Produksi nitrobenzena adalah salah satu proses lebih berbahaya dilakukan dalam
industri kimia karena exothermicity reaksi (H = -117 kJ / mol) kapasitas untuk
nitrobenzena pada tahun 1985 adalah sekitar 1,7 106 ton Reaksi jalur memerlukan
pembentukan aduk antara ion nitronium Lewis asam (NO2 +) dan benzena. Ion nitronium
dihasilkan di situ dengan reaksi asam nitrat dan agen dehidrasi asam, biasanya asam sulfat:
HNO3 + H
+
---> NO2
+
+ H2O

Benzen tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik seperti dietil eter,
karbon tetra klorida, atau heksana. Benzen sendiri digunakan secara meluas sebagai
pelarut. Benzen meleleh pada suhu 5,5 C, sedangkan titik didihnya 80 C. Benzen mudah
terbakar dan harus ditangani dengan hati-hati. . Nitrobenzen dapat dibuat dengan
mereaksikan benzen dengan asam nitrat dengan bantuan asam sulfat pekat sebagai
katalisator. Reaksi tanpa katalis akan berjalan lambat. Katalis bertindak sebagai asam lewis
yang akan mengubah elektrofil lemah menjadi elektrofil kuat. Ion nitronium (NO
2+
dari
HNO3) merupakan elektrofil pada proses ini. Adanya substituen lain pada cincin aromatic
sebelum dinitrasi dapat mempercepat reaksi dan ada juga yang memperlambat reaksi.
Substituen CH3 akan mempercepat reaksi, karena ia akan membuat cincin lebih reaktif,
sedangkan substituen Cl
-
dapat memperlambat nitrasi.Pada saat mereaksikan benzene pada
campuran HNO3 dengan H2SO4, sambil digoyang agar campuran homogen dan dilakukan
dalam ember berisi air agar suhu tetap terjaga dan tidak terjadi penguapan. Nitrobenzene
yang masih kotor dicuci dengan aquades sehingga dihasilkan warna kuning bening.
Campuran reaksi yang dimasukkan dalam corong pemisah dikocok dengan kuat,fungsinya
untuk mendapat campuran yang homogen. Perbedaan lapisan yang terbentuk antara
nitrobenzene dan asam, diakibatkan karena perbedaan berat jenisnya. Berat jenis asam
lebih besar dari pada berat jenis benzene. Pencucian dengan aquades berfungsi mengikat
pengotor yang mungkin masih terikat dari pereaksi atau pelarut.



IV. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan:
1. Netrobenzena merupakan senyawa organik dengan rumus kimia C6H5NO2.
2. Benzena tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik seperti dietil eter,
karbon tetra klorida, atau heksana.
3. Benzen sendiri digunakan secara meluas sebagai pelarut.
4. Benzen meleleh pada suhu 5,5 C, sedangkan titik didihnya 80 C.
5. Benzen mudah terbakar dan harus ditangani dengan hati-hati.

V. Referensi
Fessenden dan Fessenden. 1982. Kimia Oragnik Edisi Ketiga Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Irwandi, Dedi. 2014. Experiments of Organic Chemistry. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta P.IPA-FITK Press.
JR., R.A. DAY dan UNDERWOOD,A.L. 2002. Analisis Kimia Kuantitatif Edisi Keenam.
Jakarta: Erlangga.
Svehla, G. 1985. Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro Bagian I Edisi ke
Lima. Jakarta: PT.Kalman Media Pusaka.


Ika. 2013. Sintesis Nitrobenzena. http://www.scribd.com/doc/133334949/Sintesis-
nitrobenzen-Dhean#download . c
Syafruddin, S.H. 2012. Sintesis Nitrobenzena.
http://www.scribd.com/doc/88688975/SINTESIS-NITROBENZEN#download.
Diakses pada tanggal 04 Juli 2014 pada pukul 14.21WIB.
Theofani, M.S. 2013. Pengaruh Pemberian Aspirin Dosis Toksik Per Oral Terhadap
Gambaran Histopatologi Gaster, Duodenum, dan Jejunum Tikus Wistar.
http://www.scribd.com/doc/137170174/SINTESIS-NITROBENZEN#download .
Diakses pada tanggal 04 Juli 2014 pada pukul 14: 30 kyaknya WIB.