Anda di halaman 1dari 5

TUGAS MATA KULIAH INTERFACING

TEKNIK KOMPUTER
2007-2008

OLEH:
REINHARD ROVERDY
13071282
1. Pengertian DAC
Dalam bidang Elektronika, digital-to-analog converter (DAC atau D/A) adalah
sebuah piranti untuk mengubah sebuah masukan digital (umumnya adalah biner)
menjadi sebuah sinyal analog (arus, tegangan atau muatan elektrik). DAC adalah
penghubung antara rangkaian digital dengan rangkaian analog. DAC pada dasarnya
mengkonversi masukan (berupa bilangan biner) ke dalam suatu besaran fisik,
biasanya berupa tegangan suatu tegangan listrik. Pada umumnya tegangan keluaran
adalah suatu fungsi linear dari sejumlah masukan. Kebanyakan sistem menerima
suatu kata digital sebagai sinyal masuk dan menterjemahkan atau mengubahnya
menjadi tegangan atau arus analog. Kata digital biasanya dinyatakan dalam berbagai
kode, yang paling umum adalah biner murni atau disebut BCD (Binary Coded
Decimal)

2. pengertian actuator

Aktuator atau penggerak, dalam pengertian listrik adalah setiap alat yang mengubah
sinyal listrik menjadi gerakan mekanis. Biasanya digunakan sebagai proses olah data
yang dihasilkan oleh suatu sensor atau controller.
Relai merupakan salah satu jenis aktuator. Relai adalah alat yang dioperasikan dengan
listrik dan secara mekanis mengontrol penghubungan rangkaian listrik, bermanfaat
untuk kontrol jarak jauh dan untuk pengontrolan alat tegangan dan arus tinggi dengan
sinyal kontrol tegangan dan arus rendah. Bekerja berdasarkan pembentuk magnet
yang menggerakkan elektromekanis penghubung (konektor) rangkaian sehingga
dapat menghasilkan kondisi kontak ON dan kontak OFF atau kombinasi dari
keduanya.

3. jenis-jenis dan fungsi masing-masing DAC

 modulasi lebar pulsa, tipe DAC yang paling sederhana. Stabil arus atau tegangan
diaktifkan menjadi rendah pass filter analog dengan durasi ditentukan oleh kode input
digital. Teknik ini sering digunakan untuk kontrol kecepatan motor listrik, dan sekarang
menjadi umum dalam kesetiaan tinggi audio.
 Oversampling DAC DAC atau interpolating seperti delta-sigma DAC,
menggunakan teknik konversi kepadatan pulsa. teknik oversampling memungkinkan
penggunaan resolusi yang lebih rendah DAC internal. Sederhana 1-bit DAC sering dipilih
karena hasilnya secara inheren oversampled linier. . DAC digerakkan dengan kepadatan
pulsa termodulasi sinyal, dibuat dengan menggunakan sebuah low-pass filter, langkah
non-linearitas (aktual 1-bit DAC), dan umpan balik negatif loop, dalam sebuah teknik
yang disebut delta-sigma modulasi. Hal ini menyebabkan yang efektif-pass filter tinggi
yang bekerja pada kuantisasi (pengolahan sinyal) suara, dengan demikian pengarah suara
ini keluar dari bunga frekuensi rendah ke frekuensi tinggi dari bunga kecil, yang disebut
membentuk kebisingan (frekuensi sangat tinggi karena oversampling. Kuantisasi noise
pada frekuensi tinggi ini dihapus atau sangat dilemahkan dengan menggunakan analog
low-pass filter pada output (kadang-kadang sederhana low-pass RC sirkuit sudah cukup).
Kebanyakan DAC resolusi sangat tinggi (lebih besar dari 16 bit) adalah dari jenis ini
karena tingginya linearitas dan biaya rendah. Oversampling tingkat yang lebih tinggi
dapat bersantai spesifikasi output low-pass filter dan memungkinkan penindasan lebih
lanjut kebisingan kuantisasi. Kecepatan lebih dari 100 ribu sampel per detik (misalnya,
192 kHz) dan resolusi dari 24 bit dapat dicapai dengan Delta-Sigma DAC. Pendek
dibandingkan dengan modulasi lebar pulsa menunjukkan bahwa 1-bit DAC dengan
sederhana orde pertama integrator harus dijalankan pada 3 THz (yang secara fisik
unrealizable) untuk mencapai bermakna 24 bit resolusi, memerlukan tatanan yang lebih
tinggi low-pass filter di suara-membentuk loop. Sebuah integrator adalah pass filter
rendah dengan respons frekuensi berbanding terbalik dengan frekuensi dan menggunakan
salah satu integrator seperti dalam suara-membentuk loop orde pertama delta-sigma
modulasi. Beberapa tatanan yang lebih tinggi topologi (seperti MASH) digunakan untuk
mencapai derajat yang lebih tinggi kebisingan-membentuk dengan topologi stabil.
 pembobotan biner DAC, yang berisi satu resistor atau sumber arus untuk setiap bit
dari DAC dihubungkan ke titik penjumlahan. tegangan atau arus yang tepat untuk jumlah
nilai output yang benar Ini adalah salah satu metode konversi tercepat tetapi menderita
karena miskin akurasi presisi tinggi diperlukan untuk setiap individu tegangan atau arus.
Seperti resistor presisi tinggi dan sumber arus mahal, sehingga jenis konverter ini
biasanya terbatas pada resolusi 8-bit atau kurang.
 R-2R tangga DAC, yang merupakan pembobotan biner DAC yang menggunakan
struktur menjuntai mengulang nilai-nilai resistor R dan 2R. Hal ini meningkatkan presisi
karena relatif mudah menghasilkan dihargai sama cocok resistor (atau sumber arus).
Namun, perlahan-lahan melakukan konverter lebar karena semakin besar RC-konstanta
untuk setiap menambahkan link R-2R.
 kode termometer DAC, yang berisi resistor yang sama atau segmen sumber arus
untuk setiap nilai keluaran DAC. 8-bit DAC termometer akan 255 segmen, dan 16-bit
DAC termometer akan segmen 65.535. Ini mungkin yang tercepat dan presisi tertinggi
DAC arsitektur tapi dengan mengorbankan biaya tinggi. Kecepatan konversi> 1 milyar
sampel per detik telah dicapai dengan jenis DAC.
 Hybrid DACs , yang menggunakan kombinasi teknik-teknik di atas dalam satu
konverter. Kebanyakan DAC Sirkuit terpadu jenis ini karena kesulitan mendapatkan
biaya rendah, kecepatan tinggi dan presisi tinggi dalam satu perangkat.

• DAC yang tersegmentasi, yang mengkombinasikan prinsip kode termometer


untuk bit paling signifikan dan berbobot biner prinsip bit yang paling signifikan.
Dengan cara ini, suatu kompromi yang diperoleh antara presisi (dengan
menggunakan prinsip kode termometer) dan jumlah resistor atau sumber arus
(dengan menggunakan prinsip pembobotan biner. Pembobotan biner lengkap
desain berarti 0% segmentasi, termometer dikodekan lengkap desain berarti 100%
segmentasi.
4. pengertian ADC

Suatu piranti yang dirancang untuk mengubah sinyal - sinyal analog menjadi bentuk
sinyal digital. Atau dapat pula disimpulkan ADC ini dapat merubah nilai suatu
masukan yang berupa tegangan listrik dalam voltase atau sinyal analog lainnya
menjadi keluaran berupa nilai digital. Dalam penggunanaanya ADC ini adalah
tegangan maksimum yang dapat dikonversikan dari rangkaian pengkondisian sinyal,
resolusi, ketepatan dan waktu konversinya.

Dalam sistem digital ADC ini berupa rangkaian yang dapat merubah suatu masukan yang
berupa tegangan dalam satuan voltage, kemudian ADC ini mengubahnya menjadi nilai
digital yang berupa nilai biner. Dapat dilihat dari LED yang menyala dari 8 bit yang telah
ada jika salah satu LED menyala dihitung satu sehingga besarnya keluaran dari suatu
tegangan dapat dihitung melalui konversi bilangan.

5. jenis-jenis ADC dan fungsi-fungsinya

1.Tipe Integrating
Tipe Integrating menawarkan resolusi tertinggi dengan biaya terendah. ADC tipe ini tidak
dibutuhkan rangkaian sample hold. Tipe ini memiliki kelemahan yaitu waktu konversi
yang agak lama, biasanya beberapa milidetik.

2.Tipe Tracking
Tipe tracking menggunakan prinsip up down counter (pencacah naik dan turun). Binary
counter (pencacah biner) akan mendapat masukan clock secara kontinyu dan hitungan
akan bertambah atau berkurang tergantung pada kontrol dari pencacah apakah sedang
naik (up counter) atau sedang turun (down counter). ADC tipe ini tidak menguntungkan
jika dipakai pada sistem yang memerlukan waktu konversi masukan keluaran singkat,
sekalipun pada bagian masukan pada tipe ini tidak memerlukan rangkaian sample hold.
ADC tipe ini sangat tergantung pada kecepatan clock pencacah, semakin tinggi nilai
clock yang digunakan, maka proses konversi akan semakin singkat.

3.Tipe flash / paralel


Tipe ini dapat menunjukkan konversi secara lengkap pada kecepatan 100 MHz dengan
rangkaian kerja yang sederhana. Sederetan tahanan mengatur masukan inverting dari
tiap-tiap konverter menuju tegangan yang lebih tinggi dari konverter sebelumnya, jadi
untuk tegangan masukan Vin, dengan full scale range, komparator dengan bias dibawah
Vin akan mempunyai keluaran rendah. Keluaran komparator ini tidak dalam bentuk biner
murni. Suatu dekoder dibutuhkan untuk membentuk suatu keluaran yang biner. Beberapa
komparator berkecepatan tinggi, dengan waktu tunda (delay) kurang dari 6 ns banyak
digunakan, karena itu dihasilkan kecepatan konversi yang sangat tinggi. Jumlah
komparator yang dibutuhkan untuk suatu konversi n bit adalah 2^n – 1.

4.Tipe successive approximation


Tipe successive approximation merupakan suatu konverter yang paling sering ditemui
dalam desain perangkat keras yang menggunakan ADC. Tipe ini memiliki kecepatan
konversi yang cukup tinggi, meskipun dari segi harga relatif mahal. Prinsip kerja
konverter tipe ini adalah, dengan membangkitkan pertanyaan-pertanyaan yang pada
intinya berupa tebakan nilai digital terhadap nilai tegangan analog yang dikonversikan.
Apabila resolusi ADC tipe ini adalah 2^n maka diperlukan maksimal n kali tebakan

6. jenis-jenis dan fungsi masing-masing dari aktuator

1. Aktuator tenaga elektris, biasanya digunakan solenoid, motor arus searah. sifat mudah
diatur dengan torsi kecil sampai sedang.
2. Aktuator tenaga hidrolik. torsi yang besar konstruksinya sukar.
3. Aktuator tenaga pneumatik. sukar dikendalikan
4. Aktuator Lainnya : piezoelectric,magnetic,ultra sound, SMA