Anda di halaman 1dari 20

TUGAS MAKALAH

KEBUTUHAN METABOLISME
Dwi Okky Fitriarko
20110660013
POGAM STUDI D3 KEPEA!ATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNI"ESITAS MUHAMMADI#AH SUABA#A
201$
BAB I
PENADAHULUAN
A. Latar Belakang
Metabolisme sekunder adalah senyawa metabolit yang tidak esensial bagi
pertumbuhan organisme dan ditemukan dalam bentuk yang unik atau berbeda-
beda antara spesies yang satu dan lainnya. Setiap organisme biasanya
menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang berbeda-beda, bahkan
mungkin satu jenis senyawa metabolit sekunder hanya ditemukan pada satu
spesies dalam suatu kingdom. Senyawa ini juga tidak selalu dihasilkan, tetapi
hanya pada saat dibutuhkan saja atau pada fase-fase tertentu.
Fungsi metabolit sekunder adalah untuk mempertahankan diri dari
kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan, misalnya untuk mengatasi
hama dan penyakit, menarik polinator, dan sebagai molekul sinyal. Singkatnya,
metabolit sekunder digunakan organisme untuk berinteraksi dengan
lingkungannya.
Sejak jaman prasejarah manusia telah memanfaatkan ekstrak tanaman
untuk mengobati dan membunuh. Banyak erita rakyat yang mengisahkan
pemanfaatan ekstrak tanaman untuk penyembuhan berbagai penyakit. !ontoh-
ontoh penggunaannya sebagai bahan yang dapat mematikan adalah mulai dari
kaang alabar dan tanaman yang bernama hemlok sebagai raun yang
digunakan untuk menghukum mati sampai urare, raun anak panah yang
digunakan oleh penduduk asli di Amerika Selatan untuk berburu. "ada jaman
modern senyawa organik yang diisolasi dari kultur mikrorganisme, seperti
halnya dari tanaman, telah banyak digunakan untuk mengobati berbagai
penyakit #misalnya antibiotika penisilin dan tetrasiklin$.
Senyawa-senyawa organik yang berasal dari sumber-sumber alami ini
menyusun suatu kelompok besar yang disebut produk-produk alami #natural
produts$, atau yang lebih dikenal sebagai metabolit sekunder.
"engetahuan tentang metabolisme yang sifatnya fundamental dan %ital bagi
makhluk hidup telah mengantarkan ke suatu tingkat pemahaman yang
mendalam tentang proses-proses yang berkaitan.
Manfaat metabolisme sekunder adalah sebagian besar tanaman penghasil
senyawa metabolit sekunder memanfaatkan senyawa tersebut untuk
mempertahankan diri dan berkompetisi dengan makhluk hidup lain di
sekitarnya. &anaman dapat menghasilkan metabolit sekunder #seperti 'uinon,
fla%onoid, tannin,dll$ yang membuat tanaman lain tidak tumbuh di sekitarnya.
(al ini disebut alelopati. Berbagai senyawa metabolit sekunder telah digunakan
sebagai obat atau model pembuat obat baru, ontonya adalah aspirin yang
dibuat berdasarkan asam salisilat yang seara alami terdapat pada tumbuhan
tertentu.
Manfaat lain dari metabolit sekunder adalah sebagai pestisida dan
insektisida, ontohnya adalah rotenone dan rotenoid. Beberapa metabolit
sekunder lainnya yang telah digunakan dalam memproduksi sabun, parfum,
minyak herbal, pewarna, permen karet dan plasti alami adalah resin,
antosianin, tannin, saponin, dan minyak %olatile.
A. &ujuan
&ujuan dari makalah metabolisme ini adalah untuk)
*. +apat mengetahui arti dan manfaat dari metabolisme sekunder
,. +apat mengetahui beberapa jenis golongan metabolit sekunder
-. +apat mengetahui struktur dari beberapa jenis metabolit sekunder
B. .umusan Masalah
*. Apa pengertian metabolisme sekunder/
,. 0olongan apa saja yang terdapat pada metabolit sekunder/
-. Apakah manfaat yang terdapat pada metabolit sekunder/
1. Apakah ontoh-ontoh dari golongan metabolit sekunder/
BAB II
PEMBAHASAN
Senyawa metabolit sekunder merupakan sumber bahan kimia yang tidak
akan pernah habis, sebagai sumber ino%asi dalam penemuan dan pengembangan
obat-obat baru ataupun untuk menunjang berbagai kepentingan industri. (al ini
terkait dengan keberadaannya di alam yang tidak terbatas jumlahnya. Sejalan
dengan hal itu dan diikuti oleh keberadaan organisme yang juga tidak terbatas
jumlahnya, maka topik penelitian bahan alam juga tidak akan pernah habis. 2ni
didukung pula oleh fakta bahwa di muka bumi ini terdapat kurang lebih ,34.444
jenis tumbuhan tingkat tinggi, akan tetapi tidak lebih dari 4,15 dari jumlah
tumbuhan tersebut telah diselidiki oleh peneliti untuk berbagai kepentingan.
Sebagian besar dari penelitian itupun masih sangat dangkal sifatnya atau belum
menyeluruh, lagi pula terbatas pada tumbuhan yang terdapat di daerah beriklim
sedang. +ari ,34.444 jenis tumbuhan tingkat tinggi seperti dikemukan di atas
315 diantaranya terdapat di hutan-hutan tropika dan 2ndonesia dengan hutan
tropikanya yang mengandung lebih dari -4.444 jenis tumbuhan tingkat tinggi
sangat berpotensial untuk diteliti dan dikembangkan oleh para peneliti 2ndonesia.
"enelitian bahan alam biasanya dimulai dari ekstraksi, isolasi dengan
metode kromatografi sehingga diperoleh senyawa murni, identifikasi unsur dari
senyawa murni yang diperoleh dengan metode spektroskopi, dilanjutkan dengan
uji akti%itas biologi baik dari senyawa murni ataupun ekstrak kasar. Setelah
diketahui struktur molekulnya biasanya dilanjutkan dengan modifikasi struktur
untuk mendapatkan senyawa dengan akti%itas dan kestabilan yang diinginkan.
+isamping itu dengan kemajuan bidang bioteknologi, dapat juga dilakukan
peningkatan kualitas tumbuhan atau organisme melalui kultur jaringan atau
pembentukan menjadi tumbuhan transgenik yang tentunya juga akan
menghasilkan berbagai jenis senyawa metabolit sekunder baru yang beraneka
ragam dan mungkin juga dengan struktur molekul yang berbeda dengan yang
ditemukan dari tumbuhan awalnya. +engan demikian peluang penelitian dalam
bidang bahan alam adalah juga tidak terbatas.
"eranan senyawa bahan alam bagi manusia tidak terlepas dari tinjauan
sejarah kajian riset kimia bahan alam itu sendiri, yang telah sejak lama dilakukan
oleh manusia. 6arl 7ilhelm Shele #*81,-*89:$ merupakan ahli kimia pertama
yang berhasil melakukan pemisahan #isolasi$ senyawa kimia dari bahan alam
seperti gliserol, asam-asam oksalat, laktat, tartarat dan sitrat. Selanjutnya diikuti
Frederih 7. Serturner #*89--*91*$ yang memisahkan morfina dari opium dan
"elletier serta a%enton yang berhasil memisahkan strihina, brusina, kuinin,
sinkonina, dan kafein lima belas tahun kemudian. ;ntuk pemisahan beribu-ribu
senyawa kimia yang lain dari bahan alam segera menyusul dan terus berjalan
sampai sekarang.
Senyawa-senyawa metabolit sekunder yang telah berhasil diisolasi, oleh
manusia selanjutnya didayagunakan sebagai bahan obat seperti morfin sebagai
obat nyeri, kuinin sebagai obat malaria, reserpin sebagai obat penyakit tekanan
darah tinggi dan %inkristin serta %inblastin sebagai obat kanker. Selain sebagai
bahan obat, senyawa metabolit sekunder juga didayagunakan oleh manusia untuk
menunjang kepentingan industri seperti industri kosmetik dan industri pembuatan
pestisida dan insektisida. ;ntuk di 2ndonesia, pemanfaatan senyawa bahan alam
yang ditemukan para peneliti 2ndonesia sebagai bahan baku obat antara lain
2tebein sebagai anti tumor, Artoindonesianin sebagai anti malaria, +iptoindonesin,
2ndonesiol serta banyak lagi. Sedangkan potensi lain yang sedang dikembangkan
peneliti 2ndonesia untuk menunjang kepentingan industri adalah potensi bahan
alam sebagai penghasil minyak atsiri.
Metabolisme primer berlangsung dalam suatu daur atau siklus #misalnya
siklus asam sitrat$. Senyawa organik dari metabolisme primer merupakan
pusatnya dan senyawa-senyawa metabolisme sekunder merupakan abang-
abangnya. Metabolisme sekunder dapat dibedakan seara akurat dari metabolit
primer berdasarkan kriteria berikut) penyebarannya lebih terbatas, terdapat
terutama pada tumbuhan dan mikroorganisme serta memiliki karakteristik untuk
tiap genera, spesies atau strain tertentu. Metabolit ini dibentuk melalui alur
#pathway$ yang khusus dari metabolit primer. Sebaliknya, metabolit primer
sebarannya luas, pada semua benda hidup dan sangat erat terlibat dalam proses-
proses kehidupan yang esensial. Metabolit sekunder tidaklah bersifat esensial
untuk kehidupan, meski penting bagi organisme yang menghasilkannya.
(al yang menarik untuk diperhatikan ialah bahwa metabolit sekunder
dibiosintesis terutama dari banyak metabolit-metabolit primer) asam amino, asetil
oen<im-A, asam me%alonat, dan <at antara #intermediate$ dari jalur shikimat
#shikimi aid$. 2ni merupakan titik awal elaborasi metabolit sekunder yang
mengarah ke klasifikasi serta bahasannya sebagai kelompok-kelompok yang
bersifat diskrit.
Senyawa metabolit sekunder diklasifikasikan menjadi - kelompok utama,
yaitu)
*. &erpenoid #Sebagian besar senyawa terpenoid mengandung karbon dan
hidrogen serta disintesis melalui jalur metabolisme asam me%alonat$.
!ontohnya monoterpena, seskuiterepena, diterpena, triterpena, dan polimer
terpena.
,. Fenolik #Senyawa ini terbuat dari gula sederhana dan memiliki inin ben<ena,
hidrogen, dan oksigen dalam struktur kimianya$. !ontohnya asam fenolat,
kumarina, lignin, fla%onoid, dan tanin.
-. Senyawa yang mengandung nitrogen. !ontohnya alkaloid dan glukosinolat.
Maam-maam golongan metabolit sekunder, yaitu)
A% Go&o'(a' F)'o&at*F)'o&
Senyawa golongan fenol adalah golongan senyawa dengan struktur
aromatik dengan mengandung gugus =( pada rantai aromatik. >adi pada fenol
gugus =( langsung terikat pada inti ben<ene. Ada - golongan Fenol
berdasarkan atom ( yang digantikan oleh gugus =( yaitu )
*. Fenol Mono%alent
Suatu senyawa fenol yang jika satu atom ( pasa inti aromati diganti oleh *
gugus =(.
,. Fenol +i%alent
Suatu senyawa fenol yang jika dua atom ( pada inti aromati diganti oleh ,
gugus =( dan merupakan fenol bermartabat dua.
-. Fenol &ri%alent
Suatu senyawa fenol yang jika tiga atom ( pada inti aromatok diganti oleh -
gugus =(.
B% Go&o'(a' F&a+o'oi,
Fla%onoid adalah senyawa polifenol yang banyak terdapat di alam.
Fla%onoid merupakan golongan senyawa bahan alam dari senyawa fenolik
yang banyak merupakan sebagai pigmen tumbuhan. Fla%onoid terdapat pada
grup-grup dari unsur-unsur polifenol yang terdapat pada kebanyakan
tumbuhan, biji, kulit buah atau kulit, kulit kayu, dan bunga. Sejumlah besar
tumbuhan obat mengandung fla%onoid. Fla%onoid digolongkan berdasarkan
struktur kimianya, menjadi fal%onol, fla%on, fla%anon, isofla%on,
anthoyanidin, dan khalkon. Saat ini lebih dari :.444 senyawa yang berbeda
masuk ke dalam golongan fla%onoid. Menurut perkiraan ,5 dari seluruh
karbon yang difotosintesis oleh tumbuhan atau ? *@ *4 A tonBtahun karbon
diubah menjadi fla%onoid atau senyawa yang berkaitan erat dengannya.
6ebanyakan fla%onoid terdapat dalam buah, sayuran, dan minuman #teh, kopi,
bir, anggur, dan minumam buah$. +i alam, senyawa fenolik kerap dijumpai
terikat pada protein, alkaloid, dan terdapat di antara terpenoid. Fla%onoid
mengau pada hasil metabolit sekunder dari tumbuhan yang mempunyai
struktur phenylben<opyrone, biasa dikenal dari akti%itas antioksidannya.
Senyawa fla%onoida adalah suatu kelompok senyawa fenol yang terbesar
yang ditemukan dialam. Senyawa-senyawa ini merupakan <at warna merah,
ungu dan biru dan sebagai <at warna kuning yang ditemuykan dalam tumbuh-
tumbuhan. Fla%onoida mempunyai kerangka dasar karbon yang terdiri dari *3
atom karbon, dimana dua inin ben<en #!
:
$ terikat pada suatu rantaipropana
#!
-
$ sehingga membentuk suatu susnan !
:
C !
-
C !
:.
Susunan ini dapat
menghasilkan tiga jenis struktur senyawa fla%onoida. !ontoh senyawa
fla%onoida, diantaranya isofla%onoida.
Fla%onoid merupakan sejenis senyawa fenol terbesar yang ada, senyawa
ini terdiri dari lebih dari *3 atom karbon yang sebagian besar bisa ditemukan
dalam kandungan tumbuhan. Fla%onoid juga dikenal sebagai %itamin " dan
itrin, dan merupakan pigmen yang diproduksi oleh sejumlah tanaman sebagai
warna pada bunga yang dihasilkan.
Spektrum 2. yang direkam pada spektrometer 2.-184 Shimad<u. *( dan
*-!-DM. spektra teratat sebesar -44 dan 83 M(<, masing-masing, pada
instrumen AM Bruker -44 dan &MS digunakan sebagai internal. Standar *(
dan *-! - DM. spektrum diperoleh dalam ampuran !+!l- dan !+-=+
sebagai pelarut.
Fla%onoid diperoleh dalam bentuk padatan amorf.
-% Go&o'(a' Sa.o'i'
Saponin adalah suatu glikosida yang mungkin ada pada banyak maam
tanaman. Saponin ada pada seluruh tanaman dengan konsentrasi tinggi pada
bagian-bagian tertentu, dan dipengaruhi oleh %arietas tanaman dan tahap
pertumbuhan. Fungsi dalam tumbuh-tumbuhan tidak diketahui, mungkin
sebagai bentuk penyimpanan karbohidrat, atau merupakan waste produt dari
metabolisme tumbuh-tumbuhan. 6emungkinan lain adalah sebagai pelindung
terhadap serangan serangga.
Sifat-sifat saponin adalah sebagai berikut)
*. Mempunyai rasa pahit
,. +alam larutan air membentuk busa yang stabil
-. Menghemolisa eritrosit
1. Merupakan raun kuat untuk ikan dan amfibi
3. Membentuk persenyawaan dengan kolestrol dan hidroksisteroid lainnya
:. Sulit untuk dimurnikan dan diidentifikasi
8. Berat molekul relatif tinggi, dan analisis hanya menghasilkan formula
empiris yang mendekati.
Berdasarkan atas sifat kimiawinya, saponin dibagi dalam , kelompok, yaitu)
*. Steroids dengan ,8 ! atom.
,. &riterpenoids, dengan -4 ! atom.
Maam-maam saponin berbeda sekali komposisi kimiawinya, yaitu
berbeda pada aglikon #sapogenin$ dan juga karbohidratnya, sehingga tumbuh-
tumbuhan tertentu dapat mempunyai maam-maam saponin yang berlainan,
seperti)
Euillage saponin ) ampuran dari - atau 1 saponin
Alfalfa saponin ) ampuran dari paling sedikit 3 saponin
Soy bean saponin ) terdiri dari 3 fraksi yang berbeda dalam sapogenin, atau
karbohidratnya, atau dalam kedua-duanya.
D% Go&o'(a' Mi'yak At/iri
Minyak atsiri, atau dikenal juga sebagai minyak eterik #aetheric oil$,
minyak esensial #essential oil$, minyak terbang #volatile oil$, serta minyak
aromatik #aromatic oil$, adalah kelompok besar minyak nabati yang berwujud
airan kental pada suhu ruang namun mudah menguap sehingga memberikan
aroma yang khas. Minyak atsiri merupakan bahan dasar dari wangi-wangian
atau minyak gosok #untuk pengobatan$ alami. +i dalam perdagangan, hasil
sulingan #destilasi$ minyak atsiri dikenal sebagai bibit minyak wangi.
"ara ahli biologi menganggap minyak atsiri sebagai metabolit sekunder
yang biasanya berperan sebagai alat pertahanan diri agar tidak dimakan oleh
hewan #hama$ ataupun sebagai agensia untuk bersaing dengan tumbuhan lain
#lihat alelopati$ dalam mempertahankan ruang hidup. 7alaupun hewan kadang-
kadang juga mengeluarkan bau-bauan #seperti kesturi dari beberapa musang
atau airan yang berbau menyengat dari beberapa kepik$, <at-<at itu tidak
digolongkan sebagai minyak atsiri.
Minyak atsiri bersifat mudah menguap karena titik uapnya rendah. Selain
itu, susunan senyawa komponennya kuat memengaruhi saraf manusia
#terutama di hidung$ sehingga seringkali memberikan efek psikologis tertentu.
Setiap senyawa penyusun memiliki efek tersendiri, dan ampurannya dapat
menghasilkan rasa yang berbeda. 6arena pengaruh psikologis ini, minyak
atsiri merupakan komponen penting dalam aromaterapi atau kegiatan-kegiatan
liturgi dan olah pikiranBjiwa, seperti yoga atau ayur%eda.
Sebagaimana minyak lainnya, sebagian besar minyak atsiri tidak larut
dalam air dan pelarut polar lainnya. +alam parfum, pelarut yang digunakan
biasanya alkohol. +alam tradisi timur, pelarut yang digunakan biasanya
minyak yang mudah diperoleh, seperti minyak kelapa. Seara kimiawi, minyak
atsiri tersusun dari ampuran yang rumit berbagai senyawa, namun suatu
senyawa tertentu biasanya bertanggung jawab atas suatu aroma tertentu.
Sebagian besar minyak atsiri termasuk dalam golongan senyawa organik
terpena dan terpenoid yang bersifat larut dalam minyak #lipofil$.
6andungan senyawa kimia yang terdapat dalam bahan alam #daun,
batang, akar, biji$ untuk minyak atsiri dibagi menjadi dua kelompok yakni
kelompok pertamaF minyak atsiri yang komponen-komponennya mudah
dipisahkan yang kemudian menjadi bahan awal sintesis #minyak sereh, minyak
daun engkeh, minyak permen, dan minyak terpentin$ dan kelompok keduaF
minyak atsiri yang komponen-komponennya tidak mudah dipisah #minyak akar
wangi, minyak nilam, minyak endana, minyak kenanga$, dimana minyak atsiri
ini dapat langsung digunakan. 6omponen senyawa kimia utama dari kedua
kelompok tersebut sebagian dapat dilihat pada tabel berikut )
E% Go&o'(a' A&ko&oi,
Alkaloid adalah suatu golongan senyawa organik yang terbanyak
ditemukan dialam. (ampir seluruh senyawa alkaloida berasal dari tumbuh-
tumbuhan dan tersebar luas dalam berbagai jenis tumbuhan. Semua alkaloida
mengandung paling sedikit satu atom nitrogen yang biasanya bersifat basa dan
dalam sebagian besar atom nitrogen ini merupakan bagian dari inin
heterosiklik.
(ampir semua alkaloida yang ditemukan dialam mempunyai keaktifan
biologis tertentu, ada yang sangat beraun tetapi ada pula yang sangat berguna
dalam pengobatan. Misalnya kuinin, morfin dan stiknin adalah alkaloida yang
terkenal dan mempunyai efek sifiologis dan psikologis. Alakaloida dapat
ditemukan dalam berbagai bagian tumbuhan seperti biji, daun, ranting dan kulit
batang. Alakloida umumnya ditemukan dalam kadar yang keil dan harus
dipisahkan dari ampuran senyawa yang rumit yang berasal dari jaringan
tumbuhan.
Alkaloida tidak mempunyai tatanam sistematik, oleh karena itu, suatu
alkaloida dinyatakan dengan nama tri%ial, misalnya kuinin, morfin dan stiknin.
(ampir semua nama tri%ial ini berakhiran Cin yang menirikan alkaloida.
Beberapa ontoh senyawa alkaloida.
F% Go&o'(a' St)roi,
Steroid terdiri atas beberapa kelompok senyawa dan penegelompokan ini
didasarkan pada efek fisiologis yang diberikan oleh masing-masing senyawa.
6elompok-kelompok itu adalah sterol, asam- asam empedu, hormon seks,
hormon adrenokortikoid, aglikon kardiak dan sapogenin. +itinjau dari segi
struktur molekul, perbedaan antara berbagai kelompok steroid ini ditentukan
oleh jenis substituen .
*
, .
,
, .
-
yang terikat pada kerangka dasar karbon.
sedangkan perbedaan antara senyawa yang satu dengan yang lain pada suatu
kelompok tertentu ditentukan oleh panjang rantai karbon .
*
, gugus fungsi yang
terdapat pada substituen .
*
, .
,
, .
-
, jumlah serta posisi gugus fungsi oksigen
dan ikatan rangkap dan konfigurasi dari pusat-pusat asimetris pada kerangka
dasar karbon tersebut.
"erobaan-perobaan biogenetik menunjukkan bahwa steroid yang
terdapat dialam berasal dari triterpenoid. Steroid yang terdapat dalam jaringan
hewan beasal dari triterpenoid lanosterol sedangkan yang terdapat dalam
jaringan tumbuhan berasal dari triterpenoid sikloartenol setelah triterpenoid ini
mengalami serentetan perubahan tertentu. tahap- tahap awal dari biosintesa
steroid adalah sama bagi semua steroid alam yaitu pengubahan asam asetat
melalui asam me%alonat dan skualen #suatu triterpenoid$ menjadi lanosterol
dan sikloartenol.
Str0kt0r 0101 /)'yawa /t)roi,2
G% Go&o'(a' Ta'i'
&anin merupakan suatu substansi yang banyak dan tersebar, sehingga
sering ditemukan dalam tanaman. &anin diketahui mempunyai beberapa
khasiat, yaitu sebagai astringen, anti diare, anti bakteri dan antioksidan. 2stilah
tanin sendiri berasal dari bahasa "eranis, yaitu GtanningH. "ada mulanya
senyawa tannin lebih dikenal sebagai Gtanning substance dalam proses
penyamakan kulit hewan untuk dibuat sebagai kerajinan tangan.
"ada umumnya tanin merupakan senyawa polifenol yang memiliki berat
molekul #BM$ yang ukup tinggi #lebih dari *444$ dan dapat membentuk
kompleks dengan protein. Berdasarkan strukturnya, tanin diklasifikasikan
menjadi dua kelas yaitu tanin terhidrolisis dan tanin terkondensasi.
1. Ta'i' T)r3i,ro&i/i/
&anin terhidrolisis biasanya berikatan dengan karbohidrat yang dapat
membentuk jembatan oksigen, sehingga dapat dihidrolisis dengan
menggunakan asam sulfat atau asam klorida. 0allotanin merupakan salah
satu ontoh tanin terhidrolisis, di mana gallotanin ini merupakan senyawa
berupa gabungan dari karbohidrat dan asam galat. Selain itu, ontoh lainnya
adalah ellagitanin #tersusun dari asam heksahidroksidifenil$.
Seara singkat, apabila tanin mengalami hidrolisis, akan terbentuk
fenol polihidroksi yang sederhana, misalnya piragalol, yang merupakan
hasil dari terurainya asam gallat dan katekol yang merupakan hasil dari
hidrolisis asam protokatekuat. &anin terhidrolisiskan biasanya berupa
senyawa amorf, higroskopis, berwarna okelat kuning yang larut dalam air
#terutama air panas$ membentuk larutan koloid bukan larutan sebenarnya.
Makin murni tanin, makin kurang kelarutannya dalam air dan makin mudah
diperoleh dalam bentuk kristal.
2. Ta'i' T)rko',)'/a/i
&anin terkondensasi biasanya tidak dapat dihidrolisis, melainkan
terkondensasi di mana menghasilkan asam klorida. &anin terkondensasi
kebanyakan terdiri dari polimer fla%onoid. &anin jenis ini dikenal dengan
nama "roanthoyanidin yang merupakan polimer dari fla%onoid yang
dihubungan dengan melalui ! 9 dengan !1, ontohnya Sorghum
proyanidin yang tersusun dari atehin dan epiatehin.
6lasifikasi &anin berdasarkan warna dari garam ferri #Fe!l
-
$, dapat
digolongkan menjadi dua, yaitu )
a. 6atekol
Berwarna hijau dengan , gugus fenol. Misalnya ) Flobatanin dan
"irokatekol. Memiliki sifat-sifat sebagai berikut )
Apabila dipanaskan akan menghasilkan katekol
Apabila didihkan dengan (!l akan menghasilkan flobapin yang berwarna
merah.
Apabila ditambahkan Fe!l
-
akan berwarna hijau.
Apabila ditambahkan larutan Br akan terbentuk endapan.
!ontoh 6atekol ) Asam kirotamat #pada kina$ dan asam katekotanat #pada
gambir$.
b. "irogalatanin #pirogalol$
Berwarna biru dengan Fe!l
-
dengan - gugus fenol. Memiliki sifat-
sifat sebagai berikut)
Apabila dipanaskan akan terurai menjadi pirogalol.
Apabila dididihkan dengan (!l akan dihasilkan Asam gallat dan Asam
ellag.
Apabila ditambahkan dengan Fe!l
-
akan berwarna biru.
Apabila ditambahkan brom tidak akan terbentuk endapan.
!ontoh "irogalatanin ) 0allotanin #pada gallae$ dan Illagitanin #pada
Granati cortex$
Si+at4/i+at Ta'i'
;ntuk membedakan tanin dengan senyawa metabolit sekunder lainnya,
dapat dilihat dari sifat-sifat dari tanin itu sendiri. Sifat-sifat tanin, antara lain )
*. Sifat Fisika.
Sifat fisika dari tanin adalah sebagai berikut )
Apabila dilarutkan ke dalam air, tanin akan membentuk koloid dan akan
memiliki rasa asam dan sepat.
Apabila diampur dengan alkaloid dan glatin, maka akan terbentuk
endapan.
&anin tidak dapat mengkristal.
&anin dapat mengendapkan protein dari larutannya dan bersenyawa
dengan protein tersebut sehingga tidak dipengaruhi oleh en<im protiolitik.
,. Sifat 6imia
Sifat kimia dari tanin adalah sebagai berikut )
&anin merupakan senyawa kompleks yang memiliki bentuk ampuran
polifenol yang Sulit untuk dipisahkan sehingga sulit membetuk kristal.
&anin dapat diidentifikasi dengan menggunakan kromotografi Senyawa
fenol yang ada pada tanin mempunyai aksi adstrigensia, antisepti dan
pemberi warna.
-. Sifat sebagai pengkhelat logam.
Fenol yang ada pada tanin, seara biologis dapat berguna sebagai
khelat logam. Mekanisme atau proses pengkhelatan akan terjadi sesuai
dengan pola subtitusi dan p( senyawa fenol itu sendiri. (al ini biasanya
terjadi pada tanin terhidrolisis, sehingga memiliki kemampuan untuk
menjadi pengkhelat logam.
6helat yang dihasilkan dari tanin ini dapat memiliki daya khelat yang
kuat dan dapat membuat khlelat logam menjadi lebih stabil dan aman di
dalam tubuh. Damun, dalam mengkonsumsi tanin harus sesuai dengan
kadarnya, karena apabila terlalu sedikit #kadarnya rendah$ tidak akan
memberikan efek, namun apabila mengkonsumsi terlalu banyak #kadar
tinggi$ dapat mengakibatkan anemia karena <at besi yang ada dalam darah
akan dikhelat oleh senyawa tanin tersebut.
Ma'+aat Ta'i'
Sebagai senyawa metabolit sekunder, tanin memiliki banyak manfaat
dan kegunaan. Manfaat dan kegunaan tanin adalah sebagai berikut )
*. Sebagai anti hama untuk menegah serangga dan fungi pada tanaman.
,. Sebagai pelindung tanaman ketika masa pertumbuhan dari bagian
tertentu tanaman, misalnya pada bagian buah, saat masih muda akan
terasa pahit dan sepat.
-. Sebagai adstrigensia pada 02 dan kulit.
1. ;ntuk proses metabolisme dari beberapa bagian tanaman.
3. +apat mengendapkan protein sehingga digunakan sebagai antiseptik.
:. Sebagai antidotum #keraunan alkaloid$.
8. Sebagai reagen pendeteksi gelatin, alkaloid, dan protein.
9. Sebagai penyamak kulit dan pengawet.
Str0kt0r Ta'i'
Struktur &anin
H% Go&o'(a' K01ari'
6umarin merupakan senyawa atsiri yang terbentuk terutama dari turunan
glukosa nonatsiri saat penuaan atau pelukaan. (al ini penting terutama ada
tumbuhan alfalfa dan semanggi manis di mana kumarin menyebabkan
timbulnya aroma yang khas sesaat setelah kedua tumbuhan itu dibabat. "ara
peneliti telah mengembangkan aglur semanggi tertentu yang mengandung
sedikit kumarin dan strain lainnya yang mengandung kumarin dalam bentuk
terikat. Semua galur itu seara ekonomi sangat penting karena kumarin bebas
dapat berubah menjadi produk yang beraun, dikumarol, jika semanggi rusak
selama penyimpanan. +ikumarol adalah senyawa antipenggumpalan yang
menyebabkan penyakit semanggi manis #penyakit perdarahan$ pada hewan
ruminansia #pemamah biak seperti sapi$ yang memakan tumbuhan yang
mengandung dikumarol.
6umarin merupakan metabolit turunan sikimat yang terbentuk ketika
fenil alanin dideaminasi dan dihiroksilasi menjadi asam trans-hidroksisinamat.
2katan rangkap asam ini segera dikon%ersi menjadi bentuk is melalui
isomerisasi yang dikatalisasi oleh ahaya, menghasilkan pembentukan senyawa
yang mempunyai gugus fenol dan asam yang berdekatan. 0ugus-gugus ini
kemudian bereaksi seara intramolekuler untuk membentuk lakton dan inti
kumarin basa, diirikan oleh senyawa kumarin itu sendiri, berperan dalam
memberikan aroma jerami yang segar. 6ebanyakan senyawa kumarin
dioksigenasi pada posisi !, yang dihasilkan dari hidroksilasi para asam sinamat
untuk membentuk asam kumarat, namun sebelumnya mengalami hidroksilasi
orto, isomerisasi dan pembentukan lakton.
"enyebaran kumarin terbatas didunia tanaman dan pernah digunakan
untuk menggolongkan tanaman menurut keberadaan senyawa ini
#kemotaksonomi$. 6umarin umumnya ditemukan pada family Apiaeae,
.utaeae, Asperaeae, dan Fabaeae.
Beberapa kumarin merupakan senyawa fitoaleksin dan disintesis seara
de no%o oleh tanaman setelah diinfeksi oleh bakteri atau fungi. Sebagian besar
senyawa fitoaleksin bersifat antimikroba. Sebagai ontoh, kentang #Solanum
tuberosum$ mensintesis skopolatin jika diinfeksi fungi.
Sudah sejak lama diketahui bahwa hewan yang diberi makan semanggi
manis #Melilotus officinale, Fabaeae$ akan mati akibat hemoragi. Senyawa
beraun yang menyebabkan efek samping ini adalah bishidroksikumarin
#drimer kumarin terhidroksilasi$ dikumarol.
Senyawa psoralen adalah kumarin yang memiliki inin furan dan
kadang-kadang disebut furokumarin atau furanokumarin karena adanya inin
ini. !ontoh senyawa ini antara lain psoralen, bergapten, xantotoksin dan
isopimpinelin. 6arena memiliki banyak gugus kromofor, senyawa ini mudah
mengabsorb ahaya dan berfluoresensi biruBkuning dibawah ahaya ultra%iolet
dengan panjang gelombang -,4--94 nm. Senyawa ini mungkin diproduksi oleh
tanaman sebagai mekanisme perlindungan terhadap dosis tinggi ahaya
matahari. Beberapa kumarin dibuat menjadi sediaan tabir surya dan kosmetik
untuk tujuan ini. Senyawa psoralen adalah senyawa khas family jeruk
#.utaeae$ dan seledri #Apiaeae$. Beberapa tanaman golongan ini dikenal
sebagai Gsemak pembakarH karena kandungan psoralennya diketahui
menyebabkan fototoksisitas.
Mekanisme fototoksisitas ini belum sepenuhnya dimengerti, tetapi
diketahui bahwa senyawa psoralen bersifat karsinogenik dan mutagenik akibat
terbentuknya aduksi dengan basa pirimidin +DA, seperti timin, melalui
sikloadisi . .eaksi ini dapat terjadi dengan satu #monoaduksi$ atau dua
#diaduksi$ basa piriidin dan mengakibatkan tautan-silang +DA.
Sediaan yang menggunakan tanaman Apiaeae dan .utaeae yang
mengandung seyawa psoralen telah lama digunakan unuk meningkatkan
pigmentasi kulit pada penyakit %itiligo, suatu penyakit yang umum di derita di
&imur &engah dan terjadi akibat bagian kulit yang kekurangan pigmen
melanin. Jantotoksin murni digunakan untuk mengobati %itiligo yang parah
dan psoriasis serta diberikan seara oral dalam kombinasi denagn ;K-A. (asil
pengobatan ini timbul pewarnaan dan pigmentasi pada daerah kulit yang tidak
berpigmen serta perbikan kulit psroriasis dengan ara mengurangi proliferasi
sel. "engobatan ini bukannya tanpa resiko dan memerlukan peraturan yang
sekasama untuk menegah kanker kulit atau pembekakan katarak. &erapi
inidisebut ";KA #psoralen ? ;K-A$ atau terapi fotodinamik yakni suatu obat
diakti%asi dengan bantuan sinar ;K.
6umarin Merupakan kelompok senyawa fenol yang umumnya berasal
dari tumbuhan tinggi dan jarang ditemukan pada mikroorganisme, kumarin ini
mempunyai kerangka !:-!-.
Senyawa kumarin dibagi empat kelompok )
*. 6umarin sederhana dan turunannya yang berupa hasil hidroksidasi
alkoksida, glikosida. !ontohnya ) suberosin.
,. Furano kumarin jenis linear dan anguler, dimana terdapat subtitusi pada
posisi ben<oid. !ontohnya ) angeliin.
-. "yranokumarin analog dengan furano kumarin tapi memiliki inin
en<im pada subtituennya. !ontohnya ) @antyletin.
1. 6umarin yang tersubtitusi pada inin purin. Seperti 1-hidroksi kumarin.
F0'(/i K01ari'
Salah satu jenis kumarin yaitu preosen yang diisolasi pada tahun *A8:
dari tumbuhan Ageratum houstanianum menyebabkan metamorfosis dini pada
beberapa spesies serangga dengan turunnya tingkat hormon pemudaan
serangga sehingga menyebabkan pembentukkan feromon oleh serangga jantan
sehingga daya tarik seksual terhadap serangga betina berkurang. +engan
kemampuan seperti itu, preosen memiliki potensi sebagai insektisida yang
berpengaruh hanya terhadap spesies sasaran.
BAB III
PENUTUP
1% K)/i1.0&a'
6esimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut)
a. Metabolisme sekunder adalah senyawa metabolit yang tidak esensial bagi
pertumbuhan organisme dan ditemukan dalam bentuk yang unik atau
berbeda-beda antara spesies yang satu dan lainnya.
b. Manfaat metabolisme sekunder adalah sebagian besar tanaman penghasil
senyawa metabolit sekunder memanfaatkan senyawa tersebut untuk
mempertahankan diri dan berkompetisi dengan makhluk hidup lain di
sekitarnya. &anaman dapat menghasilkan metabolit sekunder #seperti
'uinon, fla%onoid, tannin,dll$ yang membuat tanaman lain tidak tumbuh di
sekitarnya.
. Senyawa metabolit sekunder diklasifikasikan menjadi -, yaitu) terpenoid,
fenolik, dan senyawa yang mengandung nitrogen.
d. Maam-maam golongan metabolit sekunder, yaitu) fenol, flafanoid,
saponin, minyak atsiri, tannin, alkaloid, steroid, dan kumarin.
e. Senyawa organik dari metabolisme primer merupakan pusatnya dan
senyawa-senyawa metabolisme sekunder merupakan abang-abangnya.
f. "eranan senyawa bahan alam bagi manusia tidak terlepas dari tinjauan
sejarah kajian riset kimia bahan alam itu sendiri, yang telah sejak lama
dilakukan oleh manusia.
2% Sara'
Saran untuk pembaa yaitu agar pembaa terlebih dahulu memahami dan
mengerti tentang struktur rumus umum dan pembaa memahami perbedaan
metabolit sekunder dengan metabolit primer.
DAFTA PUSTAKA
Heinrich, Michael, dkk, 2005, Farmakognosi dan Fitoterapi, Jakarta :
Buku Kedokteran EGC.
http)BBid.wikipedia.orgBwikiB6umarin
http)BBid.wikipedia.orgBwikiBMetabolisme
0unawan, +idit dan Sri Mulyani, ,441, Ilmu Obat Alam !armakognosi" #ili$ I,
>akarta) "enebar Swadaya.
.obinson, &., *AA3, %an$ungan Organik &umbuhan &inggi, edisi keenam, 8*-8,
"enerbit 2&B, Bandung
Sudjadi, ,4*4, %imia !armasi Analisis, A*, *,,, "ustaka "elajar, Logyakarta