Anda di halaman 1dari 2

MANUSIA PEMUJA UANG

PUISI PENGINGAT HIDUP


OLEH SENIMAN BOROK EN
UANG KAU BEGITU DOMINAN
TIDAK HANYA DUSUN, KAMPUNG, KECAMATAN,
KABUPATEN BAHKAN NEGARAPUN KAU PEGANG PERANAN
DIBANDINGKAN MORAL KAU SANGAT DI AGUNGKAN
KAMPUNGKU, SUDIMORO YANG DULU TENANG
SEKARANG KERANJINGAN DENGAN UANG
PILKADES YANG PILIH JABATAN KAMPUNGAN KAU YANG KENDALIKAN
MANA MORAL YANG DULU KAU BANGGAKAN
INGIN PEGANG JABATAN, DITANYA MANA UANG
OH DUSUNKU, OH KAMPUNGKU, OH DESAKU
SEMUA MANUSIANYA HANYA INGIN UANG
TANPA MELIHAT DARI MANA IA DATANG
HARGA DIRIMU HANYA KAU PERTARUHKAN
DENGAN UANG 50-RIBUAN, 100- RIBUAN BAHKAN 500-RIBUAN
OH SUDIMOROKU YANG DULU TENANG
MENGAPA KAU HALALKAN POLITIK UANG
BEGITU RENDAH HARGA DIRIMU KAU TUKAR DENGAN UANG
DENGAN PECAHAN 50-RIBUAN, 100-RIBUAN BAHKAN 500- RIBUAN
BAHKAN HANYA DENGAN SEMANGKU BAKWAN ATAU SEGELAS ES DEGAN
OH SUDIMOROKU YANG DULU KU BANGGAKAN
JANGAN HARAP KAU PEGANG JABATAN
WALAUPUN LEVEL KAMPUNGAN
TANPA ADANYA UANG YANG PEGANG PERANAN
WAHAI JIWA YANG KAYA UANG
KAU MAINKAN KAMPUNGKU YANG DULU BERMORAL
KAU RUSAK JIWA YANG DULU TENANG
KAU BENTUK JADI JIWA YANG JALANG
DENGAN SECUIL UANG YANG TIDAK PUNYA HARAPAN
OH UANG, BANYAK MANUSIA YANG MEMUJA DIKAU
TANPA KAU PIKIR ARAH KEDEPAN
KAU RUSAK MANUSIA MANUSIA YANG DULU PUNYA HARAPAN
DENGAN SECUIL UANG BAHKAN SEMANGKUK BAKWAN
KAU MATIKAN KEBEBASAN, KAU PASUNG HARAPAN
DEMI JABATAN LIMA TAHUNAN
YANG BERJULUK KEPALA DESA, JABATAN KAMPUNGAN.
WAHAI PENGUASA DESAKU
KAU PERMAINKAN DESAKU DENGAN UANG
KAU BIARKAN UANG BEREDAR TANPA ATURAN
SEMUA SERBA UANG, TIDAK JAUH BEDA DENGAN
SEBUTAN MANUSIA PEMUJA UANG, BAGAIKAN SETAN GENTAYANGAN