Anda di halaman 1dari 6

PENGANGGARAN PERUSAHAAN

“Bab 6. Peramalan (Forecastting) Penjualan”

(tugas terstruktur)

Oleh:
Pramita Enggar W (0710223111)

JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI


UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2009
A. PERAMALAN (FORECASTTING)
Hal pertama yang sering dilakukan oleh manajemen sebelum melakukan
peramalan (forecastting) penjualan adalah melihat kecenderungan (trend)
penjualan yang telah terjadi. Untuk melihat trend tersebut, dilakukan analisis
data histories dan hasil yang diperoleh akan menunjukkan apa yang terjadi di
balik trend-trend angka tersebut.
Forecastting adalah perkiraan mengenai sesuatu yang belum terjadi.
Peramalan selalu bertujuan agar ramalan (forecast) yang dihasilkan mampu
meminimumkan pengaruh ketidakpastian yang dihadapi perusahaan.

Hubungan Forecast Dengan Rencana


Forecast bukan merupakan suatu rencana. Forecast adalah ramalan
tentang apa yang akan terjadi pada waktu yang akan datang, sedangkan
rencana merupakan hasil yang akan dilakukan selama waktu tertentu.
Sehingga, ramalan dapat digunakan sebagai acuan untuk membuat suatu
rencana.
Untuk membuat suatu rencana penjualan, manajemen perusahaan tidak
hanya mempertimbangkan ramalan, tetapi juga kapasitas produksi, fasilitas,
elastisitas harga, dan lain sebagainya. Manajemen mungkin menerima,
memodifikasi, atau menolak ramalan penjualan yang dihasilkan.

Pengaruh Kebenaran Asumsi


Untuk melakukan peramalan masa depan, seorang analis penjualan
harus berhati-hati dalam memilih metode peramalan dan asumsi yang
digunakan. Pemilihan metode peramalan akan sangat bergantung dari asumsi
yang digunakan, apakah data akan tumbuh secara linear atau tidak. Pendekatan
linear mengasumsikan besarnya perubahan bersifat konstan, sedangkan model
parabola mengasumsikan besarnya perubahan yang terjadi adalah tidak
konstan.
Asumsi mempumyai pengaruh terhadap ketepatan forecast yang dibuat.
Jika asumsi yang dibuat tepat atau mendekati kenyataan, maka forecast yang
dihasilkan juga akan mendekati kebenaran, sebaliknya jika asumsinya tidak
tepat akan menyebabkan forecast yang dihasilkan akan mengalami
penyimpangan.

2
Pemilihan Metode Forecast
Terdapat banyak metode yang dapat digunakan untuk malakukan
peramalan, namun tidak seluruh metode sesuai untuk setiap masalah. Tidak
ada satu metode yang universal dan sesuai untuk semua masalah. Oleh karena
itu, harus dapat dilakukan pemilihan metode yang paling sesuai, yakni metode
yang dapat meminimumkan kesalahan forecastting.
Untuk memilih metode forecastting penjualan dipengaruhi berbagai
faktor berikut:
 Sifat produk yang dijual
 Metode distribusi yang dipakai (langsung-tak langsung)
 Besarnya perusahaan dibanding pesaing-pesaingnya
 Tingkat persaingan yang dihadapi
 Data historis yang tersedia
 Sifat permintaan produk yang bersangkutan

B. TEKNIK FORECASTTING
Forecast penjualan dilakukan dengan memanfaatkan berbagai teknik
forecastting, mencakup pengukuran secara kuantitatif yaitu dengan
menggunakan metode statistik dan matematik, dan pengukuran secara
kualitatif yang biasanya menggunakan judgement (pendapat). Penggunaan
salah satu teknik saja dianggap masih kurang relevan, sehingga menghendaki
perpaduan antara analisa yang ilmiah dilengkapi dengan pendapat pribadi
perencana.
Secara sistematik, teknik-teknik atau metode-metode forecast
dikelompokkan menjadi:
1. Forecastting Berdasarkan Pendapat (Judgement Method)
Forecast secara kualitatif sering digunakan untuk membuat
ramalan penjualan maupun ramalan kondisi bisnis secara umum.
Sumber-sumber pendapat yang biasanya dipakai sebagai dasar
melakukan forecastting adalah; (1) salesman, (2) manager area, (3)
konsultan dan (4) survei konsumen.

3
2. Forecastting dengan Perhitungan Secara Statistik
Beberapa teknik perhitungan statistik dalam forecastting yang
dibahas meliputi:
a. Analisis Trend
Trend kerap disebut Secular Trend yang berarti rata-rata
perubahan dalam jangka panjang dan cenderung menuju ke satu
arah, meningkat (positif) atau menurun (negatif).
Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk membuat
garis trend, antara lain:
 Trend Bebas
Dapat dikatakan, penerapan trend ini tidak menggunakan
rumus matematika. Cara ini paling praktis, namun juga terdapat
kelemahan karena konsistensi cara semacam ini sangat kurang.
Dua orang dengan menggunakan data yang sama bisa
menghasilkan garis trend yang berlainan.
 Trend Setengah Rata-Rata (Semi Average)
Formula yang digunakan:

Y = a + b (X)

a = rata-rata kelompok 1 (X1) atau kelompok 2 (X2),


bergantung tahun dasar
b = (rata-rata kelompok 2 – rata-rata kelompok 1)/n
= (X2 – X1)/n
n = jumlah tahun dihitung dari periode dasar (jarak periode
antara X1 dan X2)
 Trend Matematis (Moment & Least Square)
 Analisis trend moment
Formula yang digunakan:

Y = a + b (X)
Persamaan (i) : ∑Y = n.a + b. ∑X
Persamaan (ii) : ∑XY = a.∑X + b. ∑X

4
 Analisis trend least square
Formula yang digunakan:

Y = a + b (X)
a = ∑Y/n
Keterangan:
2
Yb==Variabel
∑XY / ∑XDependen
X = Variabel Independen (periode)
a = Nilai Konstanta
b = Koefisien Regresi
n = Jumlah Data (periode)
b. Analisis Growth
Formula yang digunakan:

Pn = Po (1+i)n

Keterangan:
Pn = Volume penjualan tahun ke-n
Po = Volume penjualan tahun dasar
n = Periode atau tahun
i = Interest (tingkat pertumbuhan penjualan)
c. Analisis Regresi Korelasi
Korelasi adalah hubungan antara satu variabel dengan variabel
yang lain. Analisis korelasi digunakan untuk menggali
hubungan sebab akibat antara beberapa variabel.
Untuk mencari koefisien korelasi dapat digunakan rumus :

n.∑XY – (∑X).(∑Y)
r= {n.∑X2-(∑X)2}{n.∑Y2-(∑Y)2}
{

d. Analisis Dengan Teknik-Teknik Khusus


 Analisis Industri

5
Analisis ini berfokus pada kegiatan memperkirakan market
share yang dimiliki perusahaan. Semakin besar market share
yang dimiliki, menunjukkan posisi persaingan perusahaan yang
lebih kuat dibanding perusahaan lain.
Untuk menghitung besarnya market share digunakan
formula:

Penjualan Perusahaan
Market Share = X 100%
Penjualan Industri

Analisis industri ini meliputi:


a. Menentukan proyeksi demand industri untuk mengetahui
prospek perkembangan industri produk di masa mendatang
b. Menilai posisi perusahaan dalam industri sejenis, yang
terukur dengan besarnya market share yang diperoleh
perusahaan
c. Proyeksi posisi perusahaan di masa mendatang, melalui
perhitungan Expected Market Share.
 Analisis Lini Produk (Product Line)
Analisis ini digunakan pada perusahaan –perusahaan yang
menghasilkan lebih dari satu macam produk. Masing-masing
macam produk tersebut tidak dapat diambil kesamaannya dan
harus dibuat forecast secara terpisah.
 Analisis Penggunaan Akhir
Analisa ini digunakan pada perusahaan yang memproduksi
barang tak langsung pakai, melainkan masih memerlukan
proses lebih lanjut untuk menjadi produk akhir. Permintaan
akan produk ini dipengaruhi langsung oleh produk akhir yang
berasal dari produk tersebut atau produk akhir yang
menggunakannya.