Anda di halaman 1dari 20

BAB 1

PENDAHULUAN

Terbukanya dunia global diantara bangsa-bangsa bukan merupakan hal positif
saja yang dapat diperoleh, melainkan dampak negatif pun harus dinikmati. Bermula
dengan meluasnya ekonomi dan bisnis internasional dan terbuka lebar di belahan dunia,
semakin mendorong terjadinya resiko bisnis yang semakin besar. Hal tersebut tidak
dapat dipungkiri karena memang transaksi atas kegiatan ekonomi dan bisnis global
banyak dipengaruhi oleh banyak faktor yang tidak pasti, misalnya saja kurs mata uang.
Kurs mata uang merupakan faktor penting yang menetukan harga sebuah transaksi antar
Negara yang melakukan kegiatan ekonomi dan bisnis. Ketika
nilai kurs (dollar) menguat, maka akan memberikan sinyak bagi negara-negara yang
melakukan transaksi dengan mata uang dollar akan mengurangi impornya atau
transaksinya, kondisi ini akan merugikan bagi importir.
Kurs mata uang memang krusial posisinya dalam transaksi internasional
sehingga beberapa pelaku bisnis memberikan solusi dengan melakukan kontrak
derevatif, dimana hal ini akan menjawab ketidakpastiaan bisnis yang selama ini menjadi
polemik diantara mereka. Kontrak derevatif melalui lindung nilai akan mengurangi
resiko bisnis karena kontrak ini akan memberikan jaminan bagi pelaku bisnis atas
pergerakan kurs mata uang yang terjadi.




BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 DERIVATIF DAN LINDUNG NILAI
Derivatif biasanya berhubungan dengan investasi (efek), oleh sebab itu terlebih
dahulu harus dipahami tentang investasi (efek) yang ada dalam PSAK No. 50 tentang
Akuntansi Investasi Efek Tertentu.
Efek (security) adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat
berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak
investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek.
2.1.1 Akuntansi Investasi Efek
Pada saat pemerolehan, perusahaan harus mengklasifikasikan efek utang dan
efek ekuitas ke dalam salah satu dari tiga kelompok berikut ini:
a) dimiliki hingga jatuh tempo (held to maturity),
b) diperdagangkan (trading),
c) tersedia untuk dijual (available for sale).
Pada setiap tanggal pelaporan, kelayakan pengelompokan tersebut harus dikaji
kembali.
a) Efek yang Diklasifikasikan dalam Kelompok Dimiliki hingga Jatuh Tempo
Jika perusahaan mempunyai maksud untuk memiliki efek utang hingga jatuh
tempo, maka investasi dalam efek utang tersebut harus diklasifikasikan dalam
kelompok dimiliki hingga jatuh tempo dan disajikan dalam neraca sebesar
biaya perolehan setelah amortisasi premi atau diskonto.
Perusahaan dapat merubah tujuan dimiliki hingga jatuh tempo jika perubahan
maksud tersebut disebabkan oleh kondisi berikut ini:
o terdapat bukti mengenai penurunan signifikan risiko kredit perusahaan
penerbit efek.
o terjadi perubahan peraturan perpajakan yang menghapuskan atau menaikkan
tarif pajak final yang berlaku atas bunga dari efek utang.
o terjadi penggabungan usaha atau penjualan dalam jumlah besar.
o terjadi perubahan dalam persyaratan atau peraturan perundangan yang
secara signifikan mengubah definisi investasi yang diizinkan atau tingkat

maksimum investasi yang diizinkan dalam jenis efek tertentu, sehingga
perusahaan harus melepaskan efek dalam kelompok dimiliki hingga jatuh
tempo.
o terjadi perubahan peraturan pemerintah mengenai modal minimum industri
tertentu yang mengakibatkan perusahaan mengurangi aktivitas usahanya
atau skala operasinya dan menjual efek dalam kelompok dimiliki hingga
jatuh tempo.
o terjadi perubahan dalam peraturan pemerintah yang mengakibatkan
bertambahnya bobot risiko atas investasi efek utang dalam perhitungan rasio
tertentu, misalnya dalam perhitungan solvabilitas perusahaan asuransi atau
perhitungan rasio kecukupan modal perbankan.
b) Efek yang Diklasifikasikan dalam Kelompok Diperdagangkan dan Tersedia
untuk Dijual
Investasi efek utang yang tidak diklasifikasikan ke dalam dimiliki hingga jatuh
tempo dan efek ekuitas yang nilai wajarnya telah tersedia, harus
diklasifikasikan ke dalam salah satu kelompok berikut ini dan diukur sebesar
nilai wajarnya dalam neraca:
Diperdagangkan. Efek yang dibeli dan dimiliki untuk dijual kembali
dalam waktu dekat harus diklasifikasikan dalam kelompok
diperdagangkan. Efek dalam kelompok diperdagangkan biasanya
menunjukkan frekuensi pembelian dan penjualan yang sangat sering
dilakukan. Efek ini dimiliki dengan tujuan untuk menghasilkan laba dari
perbedaan harga jangka pendek.
Tersedia untuk dijual. Efek yang tidak diklasifikasikan dalam kelompok
diperdagangkan dan dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo,
harus diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual.

Pelaporan Perubahan Nilai Wajar
Laba atau rugi yang belum direalisasi atas efek dalam kelompok diperdagangkan
harus diakui sebagai penghasilan. Laba atau rugi yang belum direalisasi atas efek
dalam kelompok tersedia untuk dijual (termasuk efek yang diklasifikasikan sebagai
aktiva lancar) harus dimasukkan sebagai komponen ekuitas yang disajikan secara

terpisah, dan tidak boleh diakui sebagai penghasilan sampai saat laba atau rugi
tersebut dapat direalisasi.

Penurunan Nilai Efek
Untuk efek individual dalam kelompok tersedia untuk dijual atau dimiliki hingga
jatuh tempo, perusahaan harus menentukan apakah penurunan nilai wajar di bawah
biaya perolehan (termasuk amortisasi premi dan diskonto) merupakan penurunan
yang bersifat permanen atau tidak. Jika ada kemungkinan investor tidak dapat
memperoleh kembali seluruh jumlah biaya perolehan yang seharusnya diterima
sehubungan dengan persyaratan perjanjian efek utang, maka penurunan yang bersifat
permanen dianggap telah terjadi. Jika penurunan nilai wajar dinilai sebagai
penurunan permanen, biaya perolehan efek individual harus diturunkan hingga
sebesar nilai wajarnya, dan jumlah penurunan nilai tersebut harus diakui dalam
laporan laba rugi sebagai rugi yang telah direalisasi. Biaya perolehan yang baru tidak
boleh diubah kembali. Kenaikan selanjutnya dalam nilai wajar efek dalam kelompok
tersedia untuk dijual harus dimasukkan ke dalam komponen ekuitas secara terpisah,
sebagaimana dinyatakan dalam paragraf 14. Penurunan selanjutnya dari nilai wajar,
jika bukan merupakan
penurunan nilai sementara, juga harus dimasukkan ke dalam komponen ekuitas
secara terpisah.
2.1.2 Penyajian
Perusahaan dengan neraca yang aktiva dikelompokkan menjadi aktiva lancar,
aktiva tetap dan aktiva lain-lain kewajibannya dikelompokkan manjadi kewajiban
jangka pendek dan jangka panjang (classified balance sheet) harus melaporkan semua
efek yang diperdagangkan sebagai aktiva lancar. Efek dalam kelompok dimiliki hingga
jatuh tempo dan efek dalam kelompok tersedia untuk dijual disajikan sebagai aktiva
lancar atau aktiva tidak lancar berdasarkan keputusan manajemen. Khusus untuk efek
utang dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo dan kelompok tersedia untuk dijual
yang jatuh tempo pada tahun berikutnya harus dikelompokkan sebagai aktiva lancar.
Dalam laporan arus kas, arus kas yang digunakan untuk atau berasal dari
pembelian, penjualan, dan jatuh tempo efek dalam kelompok tersedia untuk dijual dan
dimiliki hingga jatuh tempo, harus diklasifikasikan sebagai arus kas aktivitas investasi,

dan dilaporkan sebesar nilai bruto untuk setiap kelompok efek di dalam laporan arus
kas. Arus kas untuk atau dari pembelian, penjualan, dan jatuh tempo efek dalam
kelompok diperdagangkan harus diklasifikasikan sebagai arus kas aktivitas operasi.
2.1.3 Pengungkapan
Untuk efek dalam kelompok tersedia untuk dijual dan kelompok dimiliki hingga
jatuh tempo, informasi berikut ini harus diungkapkan dalam catatan atas laporan
keuangan untuk setiap kelompok utama efek:
a. nilai wajar agregat,
b. laba yang belum direalisasi dari pemilikan efek,
c. rugi belum direalisasi dari pemilikan efek,
d. biaya perolehan, termasuk jumlah premi dan diskonto yang belum diamortisasi.
Lembaga keuangan (bank, koperasi kredit, lembaga pembiayaan dan asuransi)
perusahaan harus mengungkapkan setiap jenis efek utama yang dimilikinya sebagai
berikut:
a. efek ekuitas,
b. efek utang yang dikeluarkan oleh pemerintah,
c. efek utang perusahaan,
d. efek utang yang dijamin hipotik, dan
e. efek utang lainnya.

Setelah memahami tentang akuntansi investasi, maka akan dilanjutkan dengan
penjelasan akan akuntansi derivatif yang terdapat pada PSAK No. 55 tentang Akuntansi
Instrumen Derivatif Dan Aktivitas Lindung Nilai.

Definisi Instrumen derivatif adalah instrumen keuangan atau perjanjian lainnya
yang memiliki tiga karakteristik sebagai berikut:
memiliki (1) satu atau lebih variabel pokok yang mendasari
underlying) dan (2) satu atau lebih jumlah nosional (notional
amount) atau syarat pembayaran atau keduanya. Persyaratan
perjanjian tersebut menentukan besarnya nilai penyelesaian
perjanjian (settlements), dan pada beberapa kasus, menentukan
apakan suatu penyelesaian diperlukan.
Persyaratan perjanjian tidak memerlukan investasi awal bersih

(initial net investment), atau memerlukan investasi awal bersih
dalam jumlah yang lebih kecil dibandingkan dengan jumlah yang
dibutuhkan oleh jenis perjanjian lainnya yang diperkirakan akan
menghasilkan efek yang sama terhadap perubahan dalam faktor-
faktor pasar.
Persyaratan perjanjian mengharuskan atau memungkinkan
penyelesaian sekaligus (net settlement), atau instrumen derivatif
dapat segera diselesaikan dengan sarana terpisah di luar perjanjian
tersebut, atau persyaratan perjanjian mengakibatkan penyerahan
aktiva sehingga penyelesaian yang terjadi secara substansial tidak
berbeda dengan net settlement.
Instrumen
Derivatif
Yang
Melekat
Instrumen derivatif melekat harus dipisahkan dari kontrak utama dan
diperlakukan sebagai instrumen derivatif menurut pernyataan ini jika
dan hanya jika seluruh kriteria berikut terpenuhi:
Karakteristik dan risiko instrumen derivatif melekat tidak secara
jelas dan erat berhubungan dengan karakteristik dan risiko
ekonomis kontrak utama.
Instrumen derivatif mencakup instrumen derivatif melekat dan
kontrak utama tidak dinilai kembali sesuai dengan nilai wajarnya
berdasarkan prinsip akuntansi yang diterima umum.
Instrumen terpisah dengan kondisi yang sama dengan instrumen
derivatif melekat, menurut paragraf 5-12, adalah instrumen
derivatif yang tunduk pada persyaratan pernyataan ini. (Investasi
awal bersih untuk instrumen derivatif majemuk tidak boleh
dianggap sebagai investasi awal bersih untuk derivatif melekat).
Untuk tujuan penerapan, instrumen derivatif melekat dengan variabel
pokok berupa tingkat bunga atau index tingkat bunga yang
mempengaruhi jumlah pembayaran bunga bersih yang akan dibayar atau
diterima atas kontrak utama yang dibebani bunga dianggap memiliki
hubungan yang jelas dan erat dengan kontrak utama kecuali memenuhi
salah satu kondisi berikut:
Instrumen majemuk yang secara kontraktual dapat diselesaikan

secara terpisah, sehingga investor tidak akan menerima
pengembalian investasi awal menyeluruh (secara substansi).
Derivatif melekat setidaknya dapat menggandakan tingkat
pengembalian awal atas kontrak utama, dan juga menghasilkan
tingkat pengembalian minimal dua kali dari tingkat pengembalian
investasi yang berlaku di pasar untuk kontrak dengan kondisi yang
sama dengan kontrak utama dan yang melibatkan debitor dengan
kualitas kredit yang sama.
Pengakuan
Transaksi
Derivatif
Dan
Penilaian
Derivatif
Dan Saldo
Transaksi
Yang Di
Lindung
Nilainya
Suatu entitas harus mengakui seluruh instrumen derivatifnya di dalam
laporan posisi keuangan sebagai aktiva atau kewajiban berdasarkan hak
atau kewajiban menurut perjanjian. Seluruh instrumen derivatif harus
disajikan dengan nilai wajar.
Laba dan rugi dari instrumen derivatif diperhitungkan sebagai berikut :
Bukan untuk lindung nilai.
Laba atau rugi dari suatu instrumen derivatif yang tidak
diperlakukan sebagai instrumen lindung nilai harus diakui sebagai
pendapatan periode berjalan.
Lindung nilai atas nilai wajar.
Laba atau rugi dari suatu instrumen derivatif yang diperlakukan
sebagai dan memenuhi persyaratan sebagai instrumen lindung nilai
atas nilai wajar dan saling hapus rugi atau laba akibat risiko
terhadap aktiva/kewajiban yang dilindungi harus diakui sebagai
laba/rugi dalam periode akuntansi yang sama
Lindung nilai arus kas.
Bagian efektif dari laba atau rugi dari suatu instrumen derivatif
yang diperlakukan sebagai dan memenuhi persyaratan sebagai
instrumen lindung nilai arus kas harus dilaporkan sebagai bagian
dari ekuitas (hanya diakui dalam laporan rugi laba) pada periode
yang sama dengan periode dimana arus kas yang dilindungi
mempengaruhi laporan rugi laba. Sisa laba atau rugi dari instrumen
derivatif, apabila ada, harus diakui sebagai laba/rugi periode
berjalan.

Lindung nilai valuta asing.
Laba atau rugi dari lindung nilai instrumen derivatif atau instrumen
keuangan bukan-derivatif yang diperlakukan dan memenuhi
persyaratan sebagai instrumen nilai wajar valuta asing harus
diperhitungkan sebagai berikut:
Laba atau rugi dari instrumen derivatif atau instrumen lainnya
yang digunakan sebagai lindung nilai atas komitmen (ikatan)
yang didenominasi dalam valuta asing dan saling hapus rugi atau
laba dari komitmen usaha yang dilindung nilainya harus diakui
sebagai laba/rugi dalam periode akuntansi yang sama.
Laba atau rugi dari instrumen derivatif lindung nilai dalam suatu
lindung nilai atas surat berharga yang tersedia untuk dijual dan
saling hapus rugi atau laba dari surat berharga yang tersedia
untuk dijual yang dilindungi harus diakui sebagai laba/ rugi
dalam periode akuntansi yang sama.
Bagian efektif dari laba atau rugi dari instrumen derivatif
lindung nilai dalam suatu lindung nilai atas transaksi
diperkirakan akan terjadi yang didenominasi dalam valuta asing
harus diakui sebagai komponen ekuitas dan hanya diakui sebagai
laba/rugi dalam periode yang sama atau periode dimana
transaksi yang diperkirakan akan terjadi akan mempengaruhi
pendapatan, Sisa laba atau rugi dari instrumen lindung nilai
diakui sebagai laba/rugi periode berjalan.
Bagian efektif laba atau rugi dari instrumen derivatif dan
nonderivatif
lindung nilai dalam suatu lindung nilai atas investasi bersih
dalam kegiatan operasi luar negeri harus dilaporkan sebagai
bagian dari penyesuaian penjabaran kumulatif.
Lindung
Nilai atas
Nilai Wajar
Laba atau rugi atas nilai wajar yang memenuhi persyaratan lindung nilai
harus diperhitungkan sebagai berikut:
Laba atau rugi instrumen lindung nilai harus diakui dalam
pendapatan periode berjalan.

Laba atau rugi (perubahan nilai wajar) dari aktiva/kewajiban yang
dilindungi yang diakibatkan risiko yang dilindungi mengakibatkan
penyesuaian terhadap nilai tercatat dari aktiva/kewajiban yang
dilindungi dan diakui sebagai laba/rugi periode berjalan.

Apabila aktiva/kewajiban yang dilindungi diukur pada nilai wajar
dengan perubahan nilai wajar dilaporkan sebagai bagian ekuitas (seperti
surat berharga yang tersedia untuk dijual), penyesuaian untuk nilai
tercatat transaksi/saldo yang dilindung nilainya harus diakui sebagai
laba/rugi dan tidak sebagai bagian ekuitas untuk saling menghapuskan
laba atau rugi instrumen lindung nilai.

Suatu entitas dapat menghentikan secara prospektif pencatatan
akuntansi atas lindung nilai apabila satu dari kondisi berikut terjadi:
Salah satu kriteria sebelumnya tidak lagi dipenuhi.
Derivatif tidak berlaku lagi atau dijual, diakhiri atau dieksekusi.
Entitas membatalkan tujuan hubungan lindung nilai atas nilai
wajar.
Penurunan
Nilai
Suatu aktiva atau kewajiban yang dilindung nilainya dan diperhitungkan
sesuai dengan ketentuan sebelumnya tetap tunduk pada persyaratan
dalam penerapan prinsip akuntansi yang berlaku umum untuk penilaian
penurunan nilai (impairment) aktiva tersebut atau untuk pengakuan
peningkatan kewajiban hutang tersebut.
Lindung
Nilai Arus
Kas
Suatu entitas dapat memperlakukan instrumen derivatif sebagai lindung
nilai atas risiko fluktuasi jumlah arus kas pada masa yang akan datang
yang diakibatkan oleh risiko tertentu.
Lindung
Nilai atas
Transaksi
yang
Diperkiraka
n Akan
Terjadi
Suatu entitas harus menghentikan perlakuan akuntansi atas lindung nilai
sejak salah satu dari hal-hal berikut terjadi:
Salah satu kriteria tidak lagi dipenuhi.
Derivatif telah kadaluarsa, dijual, dihentikan atau direalisasi.
Entitas yang bersangkutan membatalkan perlindungan nilai arus
kas.


Jika, berdasarkan persyaratan dari prinsip akuntansi yang diterima
umum, suatu kerugian penurunan nilai aktiva diakui atau suatu
kewajiban tambahan diakui atas kewajiban yang berhubungan dengan
transaksi yang diperkirakan akan terjadi dan yang dilindungi, saldo laba
bersih setelah saling hapus yang tercatat dalam akumulasi pendapatan
komprehensif lain yang semula diakui dalam bagian ekuitas secara
terpisah harus segera direklasifikasi menjadi laba/rugi.
Demikian juga jika pemulihan kembali nilai aktiva atau kewajiban
terjadi sehubungan dengan transaksi yang diperkirakan akan terjadi,
saldo rugi setelah saling hapus yang tercatat dalam pendapatan
komprehensif lain yang semula diakui dalam bagian ekuitas secara
terpisah harus segera direklasifikasi menjadi laba/rugi dalam periode
berjalan.
Lindung
Nilai Valuta
Asing
Suatu entitas dapat melakukan lindung nilai atas risiko valuta asing :
Lindung nilai atas nilai wajar dari suatu komitmen yang belum
diakui (unrecognized firm commitment) atau dari surat berharga
yang tersedia untuk dijual.
Lindung nilai arus kas dari transaksi dalam valuta asing yang
diperkirakan akan terjadi atau transaksi antar-perusahaan dalam
valuta asing yang diperkirakan akan terjadi.
Lindung nilai atas nilai investasi bersih dalam kegiatan usaha di
luar negeri.
Lindung
Nilai Atas
Nilai Wajar
Valuta
Asing
Laba atau rugi atas transaksi lindung nilai atas nilai wajar valuta asing
yang memenuhi syarat dipertanggungjawabkan. Laba atau rugi atas
instrumen lindung nilai non-derivatif sehubungan dengan risiko valuta
asing merupakan laba atau rugi transaksi valuta asing seperti yang
dijelaskan dalam PSAK 10. Laba atau rugi transaksi dalam valuta asing
diakui dalam laporan laba/rugi periode berjalan bersama dengan
perubahan nilai tercatat komitmen yang dilindungi.
Lindung
Nilai atas
Arus Kas
Suatu instrumen keuangan non-derivatif tidak boleh diperlakukan
sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai arus kas dalam

dalam
Valuta
Asing
valuta asing.
Suatu instrumen derivatif yang dimaksudkan sebagai lindung nilai
terhadap risiko perubahan kurs valuta asing atas arus kas ekuivalen
dalam mata uang fungsional, sehubungan dengan, transaksi dalam
valuta asing yang diperkirakan akan terjadi (misalnya, penjualan ekspor
yang akan dilakukan kepada entitas diluar afiliasi dengan harga dalam
valuta asing) maupun transaksi dalam valuta asing dengan pihak yang
mempunyai hubungan istimewa (misalnya, penjualan yang akan
dilakukan kepada anak perusahaan di luar negeri atau royalti yang akan
diterima dari anak perusahaan di luar negeri) dapat diperlakukan sebagai
akuntansi lindung nilai jika seluruh kriteria berikut dipenuhi:

Unit operasional yang memiliki risiko valuta asing merupakan
salah satu pihak yang akan melakukan lindung nilai atas
instrumen
Transaksi yang dilindungi dilakukan dalam valuta yang bukan
merupakan mata uang fungsional unit operasional tersebut.
Seluruh kriteria dipenuhi, kecuali kriteria yang menyatakan
bahwa transaksi tersebut dilakukan dengan pihak di luar entitas
pelapor.
Jika transaksi yang dilindungi terdiri dari sekelompok transaksi
individual dalam valuta asing, arus kas masuk dan keluar dalam
valuta asing yang diperkirakan akan terjadi tidak boleh
dimasukkan ke dalam satu kelompok.
Lindung
Nilai Risiko
Valuta
Asing atas
Investasi
Bersih
pada
Kegiatan
Operasi
Luar Negeri
Suatu instrumen derivatif atau instrumen keuangan nonderivatif yang
dapat menimbulkan laba/rugi transaksi dalam valuta asing, dapat
diperlakukan sebagai lindung nilai atas risiko valuta asing dari suatu
investasi bersih pada unit operasional di luar negeri. Laba atau rugi
instrumen derivatif lindung nilai (atau laba atau rugi transaksi valuta
asing dari instrumen lindung nilai non-derivatif) yang ditujukan untuk
dan yang efektif sebagai lindung nilai ekonomis dari suatu investasi
bersih pada kegiatan usaha di luar negeri harus dilaporkan dengan cara

yang sama seperti halnya pada penyesuaian penjabaran valuta asing
sebagai lindung nilai yang efektif. Investasi bersih yang dilindungi
harus dipertanggungjawabkan secara konsisten sesuai dengan PSAK 11;
ketentuan dalam pernyataan ini tentang pengakuan laba/rugi aktiva yang
dilindungi dengan lindung nilai wajar tidak berlaku untuk lindung nilai
atas investasi bersih pada kegiatan usaha di luar negeri.
Pengungkap
an
Suatu entitas yang memiliki atau menerbitkan instrumen derivatif (atau
non-derivatif yang ditujukan untuk dan memenuhi syarat sebagai
instrumen lindung nilai), harus mengungkapkan tujuan pemilikan atau
penerbitan instrumen tersebut, latar belakang yang diperlukan untuk
memahami tujuan tersebut, dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut.
Penjelasan yang dibuat harus dapat membedakan antara instrumen
derivatif (dan instrumen nonderivatif) yang ditujukan sebagai instrumen
lindung nilai wajar, instrumen derivatif yang ditujukan sebagai
instrumen lindung nilai arus kas, instrumen derivatif (dan instrumen
non-derivatif) yang ditujukan sebagai instrumen lindung nilai atas risiko
valuta asing dari investasi bersih pada kegiatan usaha di luar negeri, dan
derivatif yang lain.
Penjelasan tersebut juga harus mengindikasikan kebijakan manajemen
risiko entitas yang bersangkutan untuk setiap jenis lindung nilai,
termasuk penjelasan mengenai aktiva/kewajiban dan jenis transaksi
yang dilindungi. Untuk instrumen derivatif yang tidak ditujukan sebagai
instrumen lindung nilai, penjelasan yang dibuat harus menyatakan
tujuan dari aktivitas derivatif yang dilakukan.
Pengungkapan kualitatif mengenai tujuan dan strategi entitas tersebut
untuk penggunaan instrumen derivatif akan lebih bermanfaat jika tujuan
dan strategi dijelaskan sehubungan dengan profil manajemen risiko
keseluruhan dari entitas yang bersangkutan. Jika memungkinkankan,
suatu entitas disarankan, tetapi tidak diharuskan untuk memberikan
pengungkapan kualitatif tambahan seperti yang dijelaskan di atas.
Pengungkapan dalam laporan keuangan lengkap untuk setiap periode
pelaporan harus meliputi hal-hal sebagai berikut:


Lindung nilai atas nilai wajar
Untuk instrumen derivatif, dan instrumen non-derivatif yang dapat
menimbulkan laba atau rugi transaksi valuta asing sesuai dengan PSAK
10, yang ditujukan untuk dan telah memenuhi syarat sebagai instrumen
lindung nilai wajar untuk masing-masing aktiva/kewajiban yang
dilindungi:
Laba/rugi bersih yang diakui dalam periode pelaporan yang
mencerminkan (a) ketidakefektifan suatu lindung nilai dan (b)
komponen dari laba/rugi instrumen derivatif, jika ada, yang
dikecualikan dari penilaian efektivitas suatu lindung nilai dan
penjelasan mengenai dimana laba atau rugi bersih dilaporkan,
dalam laporan laba rugi atau dalam laporan kinerja keuangan yang
lain.
Jumlah laba/rugi bersih yang diakui pada saat komitmen yang
dilindungi tidak lagi memenuhi syarat sebagai lindung nilai atas
nilai wajar.

Lindung nilai arus kas
Untuk instrumen derivatif yang ditujukan untuk dan memenuhi
persyaratan sebagai instrumen lindung nilai arus kas dan untuk masing-
masing transaksi yang dilindungi nilainya:
1. Laba/rugi bersih yang diakui pada periode pelaporan yang
mencerminkan (a) ketidakefektifan suatu lindung nilai dan (b)
komponen laba atau rugi instrumen derivatif, jika ada, yang
dikecualikan dari penilaian efektivitas suatu lindung nilai dan
penjelasan mengenai dimana laba atau rugi bersih dilaporkan,
dalam laporan laba/rugi atau dalam laporan kinerja keuangan yang
lain.
2. Penjelasan mengenai transaksi atau kejadian lain yang
mengakibatkan reklasifikasi laba atau rugi yang dilaporkan dalam
akumulasi pendapatan komprehensif lain yang semula dilaporkan

terpisah dalam bagian ekuitas menjadi laba/rugi, dan perkiraan
jumlah bersih atas laba atau rugi yang tersisa pada tanggal
pelaporan yang diperkirakan akan direklasifikasi menjadi laba/rugi
dalam periode 12 bulan mendatang.
3. Jangka waktu maksimum lindung nilai atas risiko fluktuasi arus kas
pada masa yang akan datang untuk transaksi yang diperkirakan
akan terjadi kecuali perkiraan transaksi yang berhubungan dengan
pembayaran beban bunga mengambang atas instrumen keuangan
yang ada.
4. Jumlah laba atau rugi yang direklasifikasi sebagai laba/ rugi akibat
dari dihentikannya lindung nilai arus kas, karena terdapat
kemungkinan bahwa transaksi yang diperkirakan, tidak akan
terjadi.

Lindung nilai atas investasi bersih pada kegiatan usaha di luar negeri
Untuk instrumen derivatif, dan instrumen non-derivatif yang dapat
menimbulkan laba atau rugi transaksi valuta asing, yang ditujukan untuk
dan memenuhi persyaratan sebagai instrumen lindung nilai risiko valuta
asing atas investasi bersih pada kegiatan usaha luar negeri, jumlah
bersih laba/rugi yang dimasukkan dalam penyesuaian penjabaran
kumulatif (cumulative translation adjustments) selama periode
pelaporan diungkapkan.

Pengungkapan kuantitatif atas transaksi derivatif akan lebih bermanfaat,
dan kemungkinan terjadinya salah pengertian dapat dikurangi, jika
informasi serupa mengenai instrumen keuangan lainnya atau aktiva dan
kewajiban non-keuangan yang berkaitan dengan instrumen derivatif
karena suatu aktivitas, juga diungkapkan.
Sehubungan dengan hal tersebut, dalam situasi demikian, suatu entitas
disarankan, namun tidak diharuskan untuk memberikan suatu gambaran
yang lebih lengkap mengenai aktivitasnya dengan mengungkapkan
informasi yang dibutuhkan.

Pelaporan
Perubahan
Komponen
Ekuitas
Suatu entitas harus menyajikan laba/rugi dari instrumen derivatif yang
ditujukan dan memenuhi syarat sebagai instrumen lindung nilai arus
kas, sebagai klasifikasi yang terpisah dalam bagian ekuitas lain.
Suatu entitas harus mengungkapkan secara terpisah saldo awal dan akhir
akumulasi laba dan rugi transaksi derivatif, perubahan bersih yang
berhubungan transaksi lindung nilai pada periode berjalan, dan jumlah
bersih dari reklasifikasi ke dalam laba/rugi yang disajikan sebagai
bagian ekuitas.


2.2 FAS 52 (Financial Accounting Standards Board Statement No. 52, Foreign
Currency Translation)
Penerapan Pernyataan ini akan mempengaruhi laporan keuangan perusahaan
yang beroperasi di negara asing. Operasi yang berbeda dan karakteristik ekonomi dari
beragam jenis operasi asing akan dibedakan dalam akuntansi untuk mereka.
Penyesuaian atas perubahan nilai tukar mata uang yang dikeluarkan dari laba bersih
bagi mereka yang arus kas berfluktuasi dan tidak termasuk bagi mereka yang
melakukannya. Persyaratan ini mencerminkan kesimpulan umum:
Ekonomi dampak perubahan nilai tukar pada operasi yang relatif mandiri dan terpadu
dalam sebuah negara asing berhubungan dengan investasi bersih pada kegiatan usaha
itu. Penerjemahan penyesuaian yang timbul dari konsolidasi yang operasi asing tidak
dampak arus kas dan tidak termasuk dalam laba bersih.
Dampak ekonomi dari perubahan kurs terhadap operasi asing yang merupakan
perpanjangan dari operasi domestik parents berkaitan dengan aset dan kewajiban
individu dan dampak uang mengalir langsung dari parents. Dengan demikian,
keuntungan dan kerugian pertukaran dalam operasi semacam ini termasuk dalam laba
bersih.
Kontrak, transaksi, atau saldo yang, pada kenyataannya, lindung nilai efektif
risiko nilai tukar akan diperhitungkan sebagai lindung nilai tanpa memperhatikan
bentuk mereka. Lebih khusus, Pernyataan menyajikan standar untuk penjabaran mata
uang asing yang dirancang untuk :

(1) menyediakan informasi yang umumnya kompatibel dengan dampak ekonomi yang
diharapkan dari perubahan kurs pada arus kas perusahaan dan ekuitas dan
(2) mencerminkan dalam laporan konsolidasi keuangan hasil dan hubungan yang diukur
dalam mata uang primer di mana setiap entitas melakukan bisnisnya (disebut sebagai
"mata uang fungsional").
Sebuah mata uang fungsional entitas adalah mata uang dari lingkungan ekonomi
utama di mana perusahaan yang beroperasi. Mata uang fungsional dapat dolar atau mata
uang asing tergantung pada fakta-fakta. Biasanya, hal itu akan menjadi mata uang
lingkungan ekonomi dimana kas dihasilkan dan dikeluarkan oleh entitas. Sebuah entitas
dapat segala bentuk operasi, termasuk anak perusahaan, divisi, cabang, atau usaha
patungan. Pernyataan ini memberikan panduan untuk penentuan kunci di mana
penilaian manajemen sangat penting dalam menilai fakta-fakta.
Mata uang dalam lingkungan yang sangat inflasi tidak dianggap cukup stabil
untuk melayani sebagai mata uang fungsional dan mata uang yang lebih stabil dari
parents pelaporan yang akan digunakan.
Penjabaran mata uang fungsional pendekatan yang digunakan dalam Pernyataan ini
meliputi:
1. Mengidentifikasi mata uang fungsional lingkungan ekonomi entitas
2. Mengukur seluruh elemen laporan keuangan dalam mata uang fungsional
3. Menggunakan nilai tukar untuk terjemahan dari mata uang fungsional untuk mata
uang pelaporan, jika mereka berbeda.
4. Membedakan dampak ekonomi dari perubahan nilai tukar pada investasi bersih
dari dampak perubahan tersebut pada aktiva secara individual dan kewajiban yang
piutang atau hutang dalam mata uang selain mata uang fungsional
Terjemahan penyesuaian merupakan hasil inheren dari proses menerjemahkan
laporan keuangan suatu entitas asing dari mata uang fungsional dolar AS. Terjemahan
penyesuaian tidak termasuk dalam menentukan laba bersih untuk periode tetapi
diungkapkan dan akumulasi dalam komponen terpisah dari ekuitas konsolidasi sampai
dijual atau sampai lengkap atau secara substansial telah selesai likuidasi investasi bersih
pada entitas asing terjadi.


Transaksi keuntungan dan kerugian adalah akibat dari pengaruh perubahan kurs
terhadap transaksi dalam mata uang selain mata uang fungsional (misalnya, sebuah
perusahaan AS dapat meminjam franc Swiss atau anak perusahaan Perancis mungkin
memiliki piutang dalam mata uang kroner dari pelanggan Denmark ). Keuntungan dan
kerugian transaksi mata uang asing tersebut umumnya termasuk dalam menentukan laba
bersih untuk periode di mana nilai tukar perubahan kecuali lindung nilai transaksi
komitmen mata uang asing atau investasi bersih pada entitas asing. transaksi antar
perusahaan yang bersifat investasi jangka panjang yang dianggap sebagai bagian dari
investasi bersih orangtua sehingga tidak menimbulkan keuntungan atau kerugian.
2.3 FAS 133 (Financial Accounting Standards Board Statement No. 133,
Accounting for Derivative I nstruments and Hedging Activities)
Pernyataan ini menetapkan standar akuntansi dan pelaporan untuk instrumen
derivatif, termasuk instrumen derivatif tertentu yang melekat pada kontrak lainnya,
(secara kolektif disebut sebagai derivatif) dan aktivitas lindung nilai. Hal ini
membutuhkan bahwa entitas mengakui derivatif sebagai aktiva atau kewajiban dalam
laporan posisi keuangan dan mengukur instrumen tersebut sebesar nilai wajarnya. Jika
kondisi tertentu terpenuhi, derivatif mungkin secara spesifik ditunjuk sebagai :
a. instrumen lindung nilai terhadap risiko perubahan nilai wajar suatu aktiva atau
kewajiban yang diakui atau komitmen perusahaan yang belum diakui,
b. instrumen lindung nilai risiko tunai variabel arus transaksi yang diperkirakan, atau
c. instrumen lindung nilai terhadap risiko mata uang asing atas investasi bersih dalam
kegiatan operasi asing, komitmen pasti yang belum diakui, yang tersedia untuk
keamanan-dijual, atau transaksi yang diperkirakan asing-mata uang.
Akuntansi untuk perubahan nilai wajar derivatif (yaitu, keuntungan dan
kerugian) tergantung pada tujuan penggunaan dari derivatif dan hasil yang diharapkan.
Untuk derivatif yang ditujukan sebagai lindung nilai atas risiko perubahan nilai wajar
suatu aktiva atau kewajiban yang diakui atau komitmen yang kuat (disebut sebagai
lindung nilai atas nilai wajar), keuntungan atau kerugian diakui pada laporan laba rugi
pada periode perubahan bersama-sama dengan kompensasi kerugian atau keuntungan
yang dilindung nilai yang timbul dari risiko yang dilindung nilai. Pengaruh yang

akuntansi adalah untuk mencerminkan laba sejauh mana lindung nilai tersebut tidak
efektif dalam mencapai menandingi perubahan nilai wajar.
Untuk derivatif yang ditujukan sebagai lindung nilai atas risiko fluktuasi arus
kas atas transaksi yang diperkirakan (disebut sebagai lindung nilai arus kas), bagian
yang efektif dari keuntungan atau kerugian derivatif awalnya dilaporkan sebagai bagian
dari pendapatan komprehensif lain (di luar pendapatan) dan kemudian direklasifikasi ke
laba rugi pada saat transaksi yang diperkirakan akan mempengaruhi laba rugi. Bagian
efektif dari keuntungan atau kerugian yang dilaporkan dalam laba segera.
Untuk derivatif yang ditujukan sebagai lindung nilai atas risiko mata uang asing
atas investasi bersih atas kegiatan usaha asing, laba atau rugi yang terjadi dilaporkan
dalam pendapatan komprehensif lain (di luar laba) sebagai bagian dari penyesuaian
penjabaran kumulatif. Akuntansi untuk nilai wajar lindung nilai yang dijelaskan di atas
berlaku untuk suatu derivatif yang ditujukan sebagai instrumen lindung nilai terhadap
risiko mata uang asing terhadap komitmen teguh yang belum diakui atau tersedia untuk
keamanan dijual. Demikian pula, akuntansi lindung nilai arus kas yang dijelaskan di
atas berlaku untuk suatu derivatif yang ditujukan sebagai instrumen lindung nilai
terhadap risiko mata uang asing atas transaksi yang diperkirakan asing-mata uang.
Untuk derivatif tidak ditujukan sebagai instrumen lindung nilai, laba atau rugi
diakui dalam laporan laba rugi pada periode perubahan. Berdasarkan Pernyataan ini,
suatu entitas yang memilih untuk menerapkan akuntansi lindung nilai yang diperlukan
untuk mendirikan di dimulainya lindung nilai metode yang akan digunakan untuk
menilai efektivitas dari derivatif lindung nilai dan pendekatan pengukuran untuk
menentukan aspek efektif lindung nilai. Metode tersebut harus konsisten dengan
pendekatan entitys untuk mengelola risiko.
Pernyataan ini berlaku untuk semua entitas. Nirlaba harus mengakui perubahan
nilai wajar derivatif sebagai perubahan aktiva bersih dalam periode perubahan. Dalam
lindung nilai atas nilai wajar, perubahan nilai wajar yang dilindungi yang timbul dari
risiko yang dilindung nilai juga diakui. Namun, karena format laporan kinerja keuangan
mereka, bukan-organisasi nirlaba tidak diizinkan akuntansi lindung nilai khusus untuk
turunan yang digunakan untuk transaksi lindung nilai diperkirakan. Pernyataan ini tidak

membahas bagaimana tidak-for-profit yang harus menentukan komponen ukuran
operasi jika satu disajikan.
Pernyataan ini menunjuk menghalangi instrumen keuangan nonderivative
sebagai lindung nilai dari aset, kewajiban, komitmen pasti yang belum diakui, atau
transaksi yang diperkirakan, kecuali bahwa instrumen nonderivative dalam mata uang
asing dapat ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai terhadap risiko mata uang asing
terhadap komitmen teguh yang belum diakui dalam mata uang asing atau investasi
bersih pada kegiatan operasional asing.



BAB 3
KESIMPULAN

Derivatif biasanya berhubungan dengan investasi (efek), oleh sebab itu terlebih
dahulu harus dipahami tentang investasi (efek) yang ada dalam PSAK No. 50 tentang
Akuntansi Investasi Efek Tertentu. Laba atau rugi yang belum direalisasi atas efek
dalam kelompok diperdagangkan harus diakui sebagai penghasilan. Laba atau rugi yang
belum direalisasi atas efek dalam kelompok tersedia untuk dijual (termasuk efek yang
diklasifikasikan sebagai aktiva lancar) harus dimasukkan sebagai komponen ekuitas
yang disajikan secara terpisah, dan tidak boleh diakui sebagai penghasilan sampai saat
laba atau rugi tersebut dapat direalisasi.
Kontrak, transaksi, atau saldo yang, pada kenyataannya, lindung nilai efektif
risiko nilai tukar akan diperhitungkan sebagai lindung nilai tanpa memperhatikan
bentuk mereka. Lebih khusus, Pernyataan menyajikan standar untuk penjabaran mata
uang asing yang dirancang untuk :
(1) menyediakan informasi yang umumnya kompatibel dengan dampak ekonomi yang
diharapkan dari perubahan kurs pada arus kas perusahaan dan ekuitas dan
(2) mencerminkan dalam laporan konsolidasi keuangan hasil dan hubungan yang diukur
dalam mata uang primer di mana setiap entitas melakukan bisnisnya (disebut sebagai
"mata uang fungsional").