Anda di halaman 1dari 6

1. Definisi dan pengertian Manajemen Aset dari beberapa ahli !

Definisi
a. Hariyono (2007) dalam Modul Diklat Teknis Manajemen Aset Daerah
berpendapat bahwa Aset (Asset) dalam pengertian hukum disebut benda yang
terdiri dari benda bergerak dan tidak bergerak, baik yang berwujud (tangible)
maupun yang tidak berwujud (intangible) yang tercakup dalam aktiva/kekayaan
atau harta kekayaan dari suatu instansi, organisasi, badan usaha atau individu.
(http://kembangqalbi.blogspot.com/2014/09/manajemen-aset.html)
b. Menurut Brinkman (1999), "Asset management is a process to manage demand
and guide acquisition, use and disposal of assets to make the most of their service
delivery potential, and manage risks and costs over their entire life.
(http://kembangqalbi.blogspot.com/2014/09/manajemen-aset.html)
c. Definisi manajemen aset menurut Siregar (2004) Manajemen Aset merupakan
salah satu profesi atau keahlian yang belum sepenuhnya berkembang dan populer
di lingkungan pemerintahan maupun di satuan kerja atau instansi.
(http://sahidsutomo.blogspot.com/2013/10/manajemen-aset.html)
d. Prawoto (t.t) mengemukakan bahwa Manajemen aset adalah kombinasi dari
manajemen, keuangan, ekonomi, tehnik mesin dan praktek kerja yang diterapkan
pada aset fisik dengan tujuan agar mampu menyediakan tingkat pelayanan prima
dengan biaya yang paling efesien.
(http://sahidsutomo.blogspot.com/2013/10/manajemen-aset.html)
e. Menurut Hastings (2010) manajemen aset adalah serangkaian kegiatan yang
terkait dengan (1) mengidentifikasi apa saja yang dibutuhkan aset, (2)
mengidentifikasi kebutuhan dana, (3) memperoleh aset, (4) menyediakan sistem
dukungan logistik dan pemeliharaan untuk aset, (5) menghapus atau
memperbaharui aset sehingga secara efektif dan efisien dapat memenuhi tujuan.
(http://sahidsutomo.blogspot.com/2013/10/manajemen-aset.html)

2. Membuat atau menemukan tema permasalahan Manajemen Aset !
a. Kepala Skpd Lebih Merasa Sebagai Pengguna Anggaran (Pa) Dibandingkan
Sebagai Pengguna Barang (Pb)
(http://asetdaerah.wordpress.com/2010/08/30/pengelolaan-aset-harapan-dan-
kenyataan/)
b. Aset Yang Diperlukan Memang Belum Ada
(http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/566/jbptunikompp-gdl-muhammadfa-28255-
2-babi.pdf)
c. Pembahasan Ilmiah Mengenai Pengelolaan Aset Publik
(http://babloeatub.blogspot.com/2010/08/lom...html
d. Tiga Aset Milik Sekretariat Negara Di Wilayah Jakarta, Termasuk Aset Yang
Diindikasikan Terkena Pidana Korupsi.
(https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/pengendalian-intern-atas-pengelolaan-aset-
negara)
e. Kerjasama Antara Pt. Pam Jaya Dengan Mitra Swasta, Pihak Swasta
Menggunakan Berbagai Aset Yang Dimiliki Oleh Pam Jaya (Sebagian Besar
Adalah Aset Produksi Dan Distribusi) Tanpa Membayar Biaya Atas Penggunaan
Aset Tersebut Dan Masyarakat Pengguna Air Dibebankan Atas Pembelian Asset
Yang Dilakukan Pihak Swasta.
(http://www.bppk.kemenkeu.go.id/publikasi/artikel/149-artikel-kekayaan-negara-
dan-perimbangan-keuangan/19685-optimalisasi-aset-negara-daerah)
3. Mengidentifikasi objek Manajemen Aset dalam dunia bisnis, pemerintahan dan
organisasi!
a. Identifikasi Manajemen Aset dalam dunia Bisnis
Manajemen aset dapat memperbaiki Performa aset yang merupakan salah satu
modal yang sangat penting bagi perusahaan dan dapat mengoptimalkan nilai
keuntungan yang diberikan dari investasi asset tersebut.
Didalam menjalankan bisnisnya pada suatu perusahaan, aset merupakan salah
satu modal yang sangat penting. Setiap perusahaan selalu bergantung pada aset
vital yang mengendalikan semua operasional bisnisnya, sehingga aset merupakan
poin utama yang memberi pengaruh langsung untuk pencapaian sasaran-sasaran
dari perusahaan. Aset secara garis besar terdiri dari aset tetap, aset fisik dan aset
modal. Aset-aset tersebut sering disebut sebagai aset yang bersifat strategis,
karena dengan aset tersebut perusahaan dapat mencapai tujuan dan sasaran yang
ditetapkan.
a. Computerized Maintenance Management System (CMMS)
CMMS adalah sistem awal yang akan melatih perusahaan untuk
mematangkan perhatiannya terhadap aset-aset yang dimiliki.
b. Aplikasi Selain di Bidang Bisnis
Pada dasarnya CMMS berguna untuk mengelola aset-aset perusahaan dengan
menggunakan sistem komputer yang terintegrasi untuk pengelolaan data.
c. Vendor Yang Menyediakan Program Manajemen Aset
JPROLIFIC adalah sistem aplikasi berbasis web yang dikembangkan untuk
mengelola aset-aset organisasi. Aplikasi ini dibuat dan dikembangkan oleh
PT. Multiforma Sarana Consultant (www.multiforma.co.id), untuk menjadi
solusi bagi organisasi untuk mengelola aset-aset yang dimiliki.
(http://www.trenkonstruksi.com/index.php?option=com_content&view=artic
le&id=48:trend-manajemen-aset-pada-efisiensi-bisnis-
perusahaan&catid=41:artikel&Itemid=55)
b. Identifikasi Manajemen Aset dalam Pemerintahan
Aset daerah merupakan sumberdaya penting bagi pemerintah daerah sebagai
penopang utama pendapatan asli daerah.Oleh karena itu, penting bagi pemerintah
daerah untuk dapat mengelola aset secara memadai dan akurat. Dalam hal
pengelolaan aset, pemerintah daerah harus menggunakan pertimbangan aspek
perencanaan kebutuhan dan penganggaran, pengadaan, penerimaan, penyimpanan
dan penyaluran, penggunaan, penatausahaan, pemanfaatan atau penggunaan,
pengamanan dan pemeliharaan, penilaian, penghapusan, pemindahtanganan,
pembinaan, pengawasan dan pengendalian, pembiayaan dan tuntutan ganti rugi
agar aset daerah mampu memberika kontribusi optimal bagi pemerintah daerah
yang bersangkutan.
(http://www.bppk.kemenkeu.go.id/publikasi/artikel/149-artikel-kekayaan-negara-
dan-perimbangan-keuangan/19685-optimalisasi-aset-negara-daerah )
Dalam Pasal 3 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang
Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah menyebutkan bahwa pengelolaan
barang milik negara/daerah meliputi perencanaan kebutuhan dan penganggaran,
pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penilaian,
penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan, pembinaan, pengawasan dan
pengendalian. Sedangkan menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17
Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah,
pengelolaan barang milik daerah meliputi; perencanaan kebutuhan dan
penganggaran, pengadaan, penerimaan, penyimpanan dan penyaluran,
penggunaan, penatausahaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan,
penilaian, penghapusan, pemindahtanganan, pembinaan, pengawasan dan
pengendalian, pembiayaan dan tuntutan ganti rugi.
1. Perencanaan kebutuhan
Kegiatan merumuskan rincian kebutuhan barang milik daerah untuk
menghubungkan pengadaan barang yang telah lalu dengan keadaan yang
sedang berjalan sebagai dasar dalam melakukan tindakan pemenuhan
kebutuhan yang akan datang. Perencanaan kebutuhan disusun dalam Rencana
Kerja dan Anggaran (RKA) dengan memperhatikan ketersediaan barang milik
daerah yang sudah ada.Perencanaan ini harus berpedoman pada standarisasi
barang dan standarisasi kebutuhan barang/sarana prasarana perkantoran.
2. pengadaan
Kegiatan untuk melakukan pemenuhan kebutuhan barang daerah dan
jasa. Pengadaan barang milik daerah dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip
efisien, efektif, transparan dan terbuka, bersaing, adil/tidak diskriminatif dan
akuntabel.
3. Pengamanan dan pemeliharaan
Kegiatan atau tindakan yang dilakukan agar semua barang milik
daerah selalu dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan secara berdaya
guna dan berhasil guna. Pengamanan adalah kegiatan tindakan pengendalian
dalam pengurusan barang milik daerah dalam bentuk fisik, administratif dan
tindakan upaya hukum.
4. Inventarisasi
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun
2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah dan Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan
Barang Milik Daerah, menjelaskan bahwa inventarisasi adalah kegiatan untuk
melakukan pendataan, pencatatan, dan pelaporan hasil pendataan barang milik
5. Penilaian
Suatu proses kegiatan penelitian yang selektif didasarkan pada
data/fakta yang obyektif dan relevan dengan menggunakan metode/teknis
tertentu untuk memperoleh nilai barang milik daerah. Dalam rangka menyusun
neraca pemerintah perlu diketahui berapa jumlah aset negara sekaligus nilai
dari aset tersebut.Untuk diketahui nilainya maka barang milik negara secara
periodik harus dilakukan penilaian baik oleh pengelola barang ataupun
melibatkan penilai independent sehingga dapat diketahui nilai barang milik
negara secara tepat.Untuk penilaian berupa tanah dan atau bangunan
menggunakan patokan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP).
6. Pemanfaatan
Pendayagunaan barang milik daerah yang tidak dipergunakan sesuai
dengan tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam
bentuk sewa, pinjam pakai, kerjasama pemanfaatan, bangun guna serah dan
bangun serah guna.
7. Pengawasan dan pengendalian
Untuk menjamin kelancaran penyelenggaraan pengelolaan barang
milik daerah secara berdayaguna dan berhasilguna, maka fungsi pembinaan,
pengawasan dan pengendalian sangat penting untuk menjamin tertib
administrasi pengelolaan barang milik daerah.
8. Sistem informasi data
Untuk mencapai tujuan pengelolaan aset secara terencana, terintegrasi,
dan sanggup menyediakan data dan informasi yang dikehendaki dalam tempo
yang singkat, diperlukan suatu sistem informasi pendukung pengambilan
keputusan atas aset (decision supporting system), yang disebut sebagai Sistem
Informasi Manajemen Aset (Siregar, 2004).
9. Penghapusan
Tindakan menghapus barang milik daerah dari daftar barang dengan
menerbitkan surat keputusan dari pejabatyang berwenang untuk membebaskan
pengguna dan/atau kuasa pengguna dan/atau pengelola dari tanggung jawab
administrasi dan fisik atas barang yang berada dalam penguasaannya.
Mardiasmo (2004) menyatakan bahwa penghapusan aset daerah merupakan
salah satu sasaran strategis yang harus dicapai daerah dalam kebijakan
pengelolaan aset daerah guna mewujudkan ketertiban administrasi mengenai
kekayaan daerah.
(
c. Identifikasi Manajemen Aset dalam Pemerintahan
Manajemen Aset dalam Organisasi
Aset merupakan hal yang sangat penting bagi suatu perusahaan. Menurut Hwa
(2003) dalam Sri Lankan Journal of Estate, sejalan dengan kebutuhan akan tempat
usaha, properti digambarkan sebagai faktor penting dari produksi. Hal ini
menjelaskan mengapa banyak perusahaan mempunyai aset properti dalam jumlah
besar (Seiler et al, 2001 dalam Sri Lankan Journal of Estate).Berkaitan dengan hal
tersebut, maka aset properti dalam jumlah yang besar harus dapat dikelola dengan
baik.

Banyak perusahaan masih menganggap Manajemen Aset secara Fisik
hanyalah sekedar instrumen pengelolaan daftar aset.Realita di lapangan
menunjukan banyak kasus yang sebenarnya dimulai dari salah kelola dan salah
urus masalah aset, sehingga berdampak kerugian yang tidak sedikit. Sebagai
contoh optimalisasi sumber daya tidak bisa dilakukan secara maksimal karena
tidak teridentifikasi dengan jelas, sehingga sulit untuk mengetahui apakah suatu
alat produksi sudah saatnya untuk diganti atau masih layak untuk di maintenance.
Pertanyaan berikutnya apabila harus di maintenance kapan waktu yang tepat untuk
melakukan hal tersebut, apabila harus diganti apakah dengan jenis alat yang sama
atau ada alternatif lain yang lebih baik. Keputusan akan pilihan-pilihan dalam
pengelolaan aset hanya bisa terjawab dengan tepat bila kita memiliki
informasi/data yang jelas tentang aset tersebut.

Anda mungkin juga menyukai