Anda di halaman 1dari 16

1

Laporan pemicu 1
SISTEM STOMATOGNATIK
DI
S
U
S
U
N
OLEH :
TUTORIAL 7
PROGRAM STUDI KEDOKTERAN GIGI
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
TAHUN 2010
i
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
Asalamualaikum Wr. Wb
Puji syukur bagi Allah yang atas rahmat dan karunia Nya-lah saya dapat
menyelesaikan makalah ini. Shalawat dan salam keharibaan Nabi Muhammad SA
yang telah membawa kita dari alam jahiliyah kea lam islamiyah seperti sekarang ini.
Pada kesempatan ini! kami ingin mengucapkan terima kasih kepada
"asilitator! atas bimbingan sehingga terselesaikanlah makalah ini. Serta terima kasih
kepada teman-teman yang telah membantu saya dalam menyelesaikan makalah ini.
Penulis meyadari bahwa makalah ini masi jauh dari kesempurnaan. #leh
karena itu kami harapkan adanya masukan berupa kritik dan saran yang si"atnya
membangun. Semoga makalah ini dapat membuka kha$anah ilmu pengetahuan kita.
Amin.
Wasalam.
%anda Aceh! &' Agusutus ('1'
penulis
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..................................................................................... i
DAFTAR ISI ................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1
1.1LA)A* %+LA,AN- .......................................................................... 1
1.2%A)ASAN )#P., ............................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................ 2
(.1............................................................................................................... Pengerti
an dari #rhodontik dan Prostrodontik ................................................. (
(.1.1. #rhodontik................................................................................ (
(.1.(. Prostodontik
(.( Pengertian #klusi.................................................................................. &
(.& Pergerakan Mandi%ula......................................................................... /
(./ Sistem Stomatoknatik........................................................................... 0
(.0 +tika Pro"esi dari 1okter -igi.............................................................. 2
(.0.1 Pengertian +tik.......................................................................... 3
(.0.( 1e"inisi ,ode +tik.................................................................... 4
(.0.& 5ungsi ,ode +tik...................................................................... 6
(.0./ Sejarah ,ode +tik ,edokteran................................................. 6
(.0.0 .si ,ode +tik ,edokteran -igi .ndonesia 7,#1+,-.8........... 1'
(.0.2 Sanksi Pelanggaran................................................................... 11
(.0.3 9ukum yang %erlaku dalam ,edokteran -igi......................... 11
BAB III PENUTUP ........................................................................................ 12
&.1 ,esimpulan .......................................................................................... 1(
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 13
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Lata B!"a#a$%
Sistem stomatoknatik yaitu suatu pendekatan dalam bidang kedokteran gigi
yang mana mempertimbangkan hubungan saling ketergantungan antara bentuk
dan "ungsi gigi! hubungan rahang! artikulasi )M:! kon"ormasi 7kesesuaian8
orokranio"acial! dan oklusi dental. ,erusakan dan kehilangan gigi akan
mempengaruhi sistem stomatognatik. 1ari pemicu ditemukan bahwa keadaan
intra oral pasien ternyata gigi berjejal! gigi atas berantagonis dengan gigi yang
hilang menjadi ekstrud! pada gerak artikulasi ke kanan dan ke kiri terdapat
hubungan canine protected . #leh karena itu dibutuhkan perawatan integrasi orto-
prosto.
1.2 Bata&a$ T'(i#
1. Mengetahui dan memahami pengertian dari ilmu orthodontik dan
prostodontik dan oklusi.
(. Mengetahui tentang de"inisi dari sistem stomatoknatik dan komponen-
komponen yang terdapat didalamnya.
&. Mengetahui dan memahami tentang etika pro"esi.
BAB II
2
PEMBAHASAN
2.1 P!$%!tia$ )ai O*')'$ti# )a$ P'&t')'$ti#.
2.1.1 O*')'$ti#
#rthodontik adalah cabang kedokteran gigi yang mempelajari pencegahan!
intersepti"! dan koreksi dari maloklusi dan keabnormalan yang lain pada regio
dento"asial.
*uang lingkup #rthodontik ;
1. Pre<enti" orthodontik
Meliputi prosedur yang dilakukan sebelum terjadinya maloklusi sebagai
antisipasi dari berkembangnya maloklusi.
(. .ntersepti" orthodontik
Meliputi prosedur yang dilakukan pada tahap awal maloklusi untuk
menghilangkan atau mengurangi keparahan.
&. ,orekti" orthodontik
=ntuk mengoreksi maloklusi yang telah terjadi.
/. Surgical orthodontik
Prosedur bedah yang dilakukan bersamaan dengan atau sebagai tambahan
perawatan orthodonti. %iasanya untuk menghilangkan "aktor etiologi atau
untuk merawat kelainan dento"asial yang sangat parah yang tidak bisa
disembuhkan dengan terapi orthodonti saja.
1
2.1.2 P'&t')'$ti#
Prostodontik merupakan cabang ilmu pengetahuan dan seni kedokteran gigi
yang berhubungan dengan penggantian gigi yang hilang dan jaringan mulut untuk
merestorasi dan memelihara bentuk mulut! "ungsi! penampilan dan kesehatan.
>abang- cabang Prostodontik;
Ada & di<isi utama dan prostodontik;
1. Prostodontik cekat 7 5i?ed Prostodontik 8
Adalah cabang prostodontik yang berhubungan dengan penggantian dan
restorasi gigi dengan penggantian arti"isiat 7 buatan 8yang tidak bias dilepas
dari mulut.
(. Prostodontik lepasan 7 *emo<oble Prostodontik 8
Adalah penggantian gigi yang hilang dan jaringan yang berkontak dengan
prostesis yang didesain untuk bias dilepas oleh pemakai.
&. Ma?ila"asial Prostodontik
3
Adalah cabang prostodonti yang meliputi restorasi dan atau penggantian
system stomatognatik dan berhubungan dengan struktur "asial 7 wajah 8 yang
telah terkena oleh penyakit! luka! bedah! atau de"ek kongenital.
(
Intrgrasi ortho-prostho :
.ndikasi upaya pelestarian kolaborati" ortho-prosto meliputi integritas dari lengkung
gigi! "aktor biomekanik! keterbatasan dalam disain prostesis! penampilan estetik!
pertimbangan periodontal! pencegahan maloklusi! dan retensi lebih baik dari posisi
gigi.
>ontoh! pada pasien yang telah lama kehilangan gigi dan ingin dipakaian "i?ed
implant! maka sebelumnya harus dipakaikan pesawat othodontik untuk
mengembalikan posisi oklusi yang normal. Setelah itu baru dilakukan perawatan
prosto.
Prinsip Ortho-prosto :
1. +"isiensi "ungsional! dalam hal ini mengembalikan komponen stomagtognatik
sebagai "ungsi pengunyahan.
(. ,eseimbangan struktural! terutama sistem dento al<eolar! jaringan skeletal dan
jaringan al<eolar.
&. 9armoni estetik! memperlihatkan penampilan gigi yang enak dipandang.
1

2.2 P!$%!tia$ O#"+&i.
Macam @ macam oklusi ;
#klusi statis yang mengacu pada posisi dimana gigi @ gigi atas dan bawah saling
berkontak
Posisi oklusal mandibula (oklusi statis)
Posisi mandibula dengan gigi @ gigi berada dalam kontak oklusal! tentu saja! tidak
terlalu ber<ariasi. Ada dua posisi utama yang bisa dibicarakan disini
Posisi kontak retrusi (relasi sentrik)
Posisi terminal dari jalur pergerakan mandibula otomatis dari istirahat ke posisi oklusi
yang tidak berde<iasi akibat kontak gigi atau aksi otot yang abnormal. ,ondil
mandibula normalnya berada pada posisi paling posterior di dalam "osa kondilar!
walaupun tidak terdorong dengan kuat
Posisi interkuspal (oklusi sentrik)
Posisi interkuspal maksimal dari gigi @ gigi atas dan bawah. 1e"inisi ini tidak bisa di
terapkan untuk semua indi<idu! karena pada beberapa kasus! seperti pada tahap akhir
4
gigi geligi susu! atrisi sudah mengurangi tinggi tonjol gigi @ gigi sehingga permukaan
oklusal relati" datar
2.3 P!%!a#a$ Ma$)i,+"a
Seperti halnya posisi mandibula! gerakan mandibula juga ber<ariasi.
alaupun di bawah kontrol sadar! gerakan ini biasanya merupakan hasil dari akti<itas
re"leks yang dirangsang oleh reseptor sensoris dan propriosepti" dalam membran
mukosa rongga mulut! jaringan periodontal! sendi temporomandibula! dan otot @ otot
mastikasi serta ekspresi wajah. -erakan yang penting diperhatikan disini adalah
gerakan mandibula dari posisi istirahat! atau dari posisi postural adapti" ke oklusi!
seperti yang terjadi selama penelanan! dan gerakan yang terjadidengan gigi @gigi
berada dalam keadaan saling brkontak.
#klusi "umgsional mengacu pada gerak "ungsional dari mandibula dan karena itu gigi
geligi bawah berkontak dengan gigi geligi atas.
erak !andibula Pada "ontak Oklusal (Oklusi #ungsional)
-erak penguyahan pada dasarnya adalah gerak memebuka dan menutup rahang
ditambah dengan kombinasi dari gerak antero @ osterior dan lateral dengan gigi @gigi
berada pada keadaan kontak! suatu gerakan dengan kontak oklusal yang sangat
berpran pada pemecahan makanan oleh gigi geligi.
Pada sebagian besar gigi @ geligi ! gerak antero @ posterior dan lateral dari posisi
interkuspal akan menyebabkan hilangnya kontak oklusal pada sebagian lengkung gigi.
pada gerak ke depan! gigi @ gigi insisis<us atas! membawa gigi @gigi posterior ke luar
dari kontaknya. Pada gerak lateral! gigi- gigi pada sisis kearah mana mandibula
bergrak akan tetap berkontak dan gigi @gigi pada sisi lainnya akan sedikit saling
terpisah.
=ntuk pengunyahan normal! gigi-gigi harus berada pada posisi yang tepat agar bisa
terjadi gerak "ungsional tanpa halangan dari yang salah letak. :ika sata atau beberapa
gigi berada pada posisi yang salah! baik karena perkembangan yang acak atau karena
parawatan restorasi atau ortodonsi! kontak gigi yang merugikan akan terjadi selama
gerakan pengunyahan.
Andrew 7163(8 menyebutkan enam kunci okisi normal;
- 9ubung yang tepat dari gigi-gigi molar pertama tetap pada bidang sagital
- Angulasi mahkota gigi-gigi insisi<us yang tepat pada bidang tran<ersal
- .nklinasi mahkota gigi-gigi insisis<us yang tepat pada bidang sagital
- )idak adanya rotasi gigi-gigi indi<idual.
5
- ,ontak yang akurat dari gigi-gigi indi<idual dalam masing-masing lengkung gigi
tanpa celah maupun berjejal-jejal.
- %idang oklusal yang datar atau sedikit melengkung.
erak Artikulasi
)erdapat empat gerak artikulasi! diantaranya;
a. *etrusi"
-erak retrusi" berlangsung dari oklusi retrusi ke oklusi interkuspa dan
biasanya terbatas pada kotak pertama dari tonjolan dan lingir tonjolan dua
gigi molar yang saling berlawanan setiap sisi rongga mulut.
b. Protrusi<e
-erak protrusi<e berlangsung dari oklusi protrusi ke oklusi interkuspa dan
di dalam mulut dengan relasi rahang kelas! biasanya terjadi kontak
kelompok antara gigi-gigi insisi<us maksila dan mandibula di awal
pergerakan ini. ,ontak akan berlanjut ke oklusi interkuspa dan
dikombinasi dengan artikulasi seimbang antara labial dan bukal.
c. *etrusi" lateral kanan
-erak ini berlangsung ketika mandibula bergerak dari sisi kanan saat
mulai terjadi kontak antara gigi-gigi caninus atas dan bawah.
d. *etrusi" lateral kiri
-erak ini merupakan kebalikan dari gerak artikulasi lateral kanan.
&
2.- Si&t!. St'.at'#$ati#.
Sistem stomatoknatik yaitu suatu pendekatan dalam bidang kedokteran gigi
yang mana mempertimbangkan hubungan saling ketergantungan antara bentuk dan
"ungsi gigi! hubungan rahang! artikulasi )M:! kon"ormasi 7kesesuaian8
orokranio"acial! dan oklusi dental.
,omponen sistem stomatognatik ;
1. -igi
(. :aringan penyangga
&. Maksila dan mandibula
/. Lidah
0. Persara"an
2. Aaskularisasi
3. )M:
5ungsi #tot
6
Postur kepala dijaga oleh keseimbangan sepasang otot. #tot postser<ikal
menarik kepala kea rah bawah dan belakang. #tot mastikasi menggunakan
sebagian besar tekanannya untuk menutup mandibula. #tot suprahyoid!
in"rahyoid! dan plastyma memelihara penegakan posisi kepala.
Aariasi #tot
1alam menjalankan "ungsinya! otot memiliki waktu! arah! dan intesitas
kontraksi pada masing-masing indi<idu. 9al ini diatur oleh system sara" pusat
yang membentuk pola psikologis yang dapat dilihat pada proses pengunyahan
setiap orang yang berbeda. #klusi kuspal bentuk kondil dannn gerakannya
pada setiap tengkorak pun berbeda. :ika gigi mengalami maloklusi! maka pola
"isiologis normal dapat terganggu dengan kerusakan "ungsi.
,eseimbangan #tot
,eseimbangan otot merupakan "aktor dalam stabilisai bentuk "asial dan oklusi
dental setelah perawatan orthodontic.
%entuk dan 5ungsi )ulang *ahang
Pola mor"ologi tulang terbentuk oleh interaksi pola genetic dan tekanan
lingkungan. )ulang merespon perubahan besar terhadap tekanan-tekanan
lingkungan berupa perubahan mor"ologi. Namun! tekanan "isiologis normal
dan tekanan orthodontic di bawah le<el diperlukan untuk menginisiasi
perubahan besar mor"ologi pada tulang. ,ekuatan otot yang tersedia untuk
menutup rahang lebih besar daripada untuk membukanya. Semua otot
mastikasi berperan dalam penutupan rahang-rahang. Setiap saat otot
berkontraksi dan mengarahkan mandibula ke atas. Menurut et$el dan
Schoriden 716(08! skeleteon wajah bisa menahan tekanan mendekati 4'-6'?
dari rata-rata tekanan yang dihasilkan saat mastikasi! sehingga tekanan ini
tidak memberikan pengaruh yang signi"ikan terhadap perubahan mor"ologi
tulang.
/
2./ Eti#a P'0!&i )ai D'#t! %i%i.
,ata etik 7atau etika8 berasal dari kata ethos 7bahasa Bunani8 yang berarti
karakter! watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek! etika akan berkaitan
dengan konsep yang dimiliki oleh indi<idu ataupun kelompok untuk menilai apakah
tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar! buruk atau baik.
+tika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah
dari bahasa Latin! yaitu CMosD dan dalam bentuk jamaknya CMoresD! yang berarti juga
adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik
7kesusilaan8! dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk. +tika dan moral lebih
kurang sama pengertiannya! tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan.
,ehadiran organisasi pro"esi dengan perangkat Ebuilt-in mechanismE berupa kode etik
pro"esi diperlukan untuk menjaga martabat serta kehormatan pro"esi! dan melindungi
7
masyarakat dari segala bentuk penyimpangan maupun penyalahgunaan keahlian
(Wign$osoebroto% &'''). Sebuah pro"esi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari
masyarakat! bilamana dalam diri para elit pro"esional tersebut ada kesadaran kuat
untuk mengindahkan etika pro"esi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian
pro"esi kepada masyarakat yang memerlukannya! terutama di bidang kesehatan. #leh
karena itu! dalam kedokteran gigi juga ada diatur tentan"g kode etik.
0
+tik ,edokteran -igi sudah sewajarnya dilandaskan atas norma-norma etik yang
mengatur hubungan manusia umumnya dan dimiliki a$as-a$asnya dalam "alsa"ah
masyarakat yang diterima dan dikembangkan terus. ,husus di .ndonesia- a$as itu
adalah Pancasila sebagai landasan idiil dan =ndang=ndang 1asar 16/0 sebagai
landasan struktural.
2
2./.1 D!0i$i&i Eti#
Pengertian +tika ((timologi)% berasal dari bahasa Bunani adalah C+thosD! yang
berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom) .stilah lain yang identik dengan
etika! yaitu;
Susila 7Sanskerta8! lebih menunjukkan kepada dasar-dasar! prinsip! aturan hidup
(sila) yang lebih baik 7su8. Akhlak 7Arab8! berarti moral! dan etika berarti ilmu
akhlak.
5ilsu" Aristoteles! dalam bukunya (tika )ikomacheia% menjelaskan tentang
pembahasan +tika! sebagai berikut;
*erminius *echicus% Pengertian etika dalam hal ini adalah! etika dipelajari untuk ilmu
pengetahuan yang mempelajari masalah perbuatan atau tindakan manusia.
!anner dan +ustom% Membahas etika yang berkaitan dengan tata cara dan kebiasaan
7adat8 yang melekat dalam kodrat manusia (In herent in human nature) yang terikat
dengan pengertian Cbaik dan burukD suatu tingkah laku atau perbuatan manusia.
Pengertian dan de"inisi +tika dari para "ilsu" atau ahli berbeda dalam pokok
perhatiannyaF antara lain;
Merupakan prinsip-prinsip moral yang termasuk ilmu tentang kebaikan dan si"at dari
hak. Pedoman perilaku! yang diakui berkaitan dengan memperhatikan bagian utama
dari kegiatan manusia. .lmu watak manusia yang ideal! dan prinsip-prinsip moral
sebagai indi<idual. Merupakan ilmu mengenai suatu kewajiban.
Menurut ,amus %esar %ahasa .ndonesia! etika adalah;
8
G .lmu tentang apa yang baik dan yang buruk! tentang hak dan kewajiban moral.
G ,umpulan asasHnilai yang berkenaan dengan akhlak
G Nilai mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat.
0
Menurut Ahmad amin! etika adalah ilmu yang menjelaskan arti baiuk dan
buruk! menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia! menyatakan tujuan
yang harus dtuju oleh manusia di dalam perbuatan mereka dan menunjukkan jalan
untuk melakukan apa yang seharusnya diperbuat.
1ari de"inisi tersebut diatas! dapat diketahui bahwa etika berhubungan dengan / hal!
yaitu;

dari segi objek pembahasannya! etika membahas perbuatan yang dilakukan


manusia.

dari segi sumbernya! etika bersumber pada pikiran dan "ilsa"at.

dari segi "ungsinya! etika sebagai penilai! penentu!dan penetap terhadap perbuatan
manusia

dari segi si"atnya! etika bersi"at relati<e yakni dapat berubah sesuai tuntutan
$aman.
3
2./.2 DEFINISI KODE ETIK
G ,ode etik adalah pernyataan cita-cita dan peraturan pelaksanaan pekerjaan 7yang
membedakannya dari murni pribadi8 yang merupakan panduan yang dilaksanakan
oleh anggota kelompok.
G ,ode etik adalah sistem norma! nilai dan aturan pro"esional tertulis yang secara
tegas menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik
bagi pro"esional.
G ,ode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah! perbuatan apa yang
harus dilakukan dan apa yang harus dihindari
G Si"at dan orientasi kode etik hendaknya singkatF sederhana! jelas dan konsistenF
masuk akal! dapat diterima! praktis dan dapat dilaksanakanF komprehensi" dan
lengkapF dan positi" dalam "ormulasinya
G #rientasi kode etik hendaknya ditujukan kepada rekan! pro"esi! badan!
nasabahHpemakai! negara dan masyarakat
G ,ode etik diciptakan untuk man"aat masyarakat dan bersi"at di atas si"at ketamakan
penghasilan
9
G ,ode etik adalah sistem norma! nilai dan aturan pro"esional tertulis yang secara
tegas menyatakan apa yang benar dan baik! dan apa yang tidak benar dan tidak baik
bagi pro"esional.
,ode etik pro"esi merupakan suatu pedoman untuk menjalankan pro"esi dalam rangka
menjaga mutu moral dari pro"esi itu sendiri! sekaligus untuk menjaga kualitas dan
independensi serta pandangan masyarakat terhadap pro"esi tersebut! termasuk juga
terhadap pro"esi hukum.
1(
2./.3 FUNGSI KODE ETIK
Persaingan pro"esi bias sehat dan pro"essional! tidak saling menjatuhkan dan
menjatuhkan "itnah. Sebagai e"isiensitas dan untuk menjaga keteraturan dalam
lingkup kelompok. Menjembatani kepentingan yang ada pada kelompok tertentu.
Sumaryono mengemukakan tiga "ungsi! yaitu sebagai sarana kontrol sosial! sebagai
pencegah campur tangan pihak lain! dan sebagai pencegah kesalahpahaman dan
kon"lik.agar pro"esional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau
nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak pro"essional.
Memberikan pedoman bagi setiap anggota pro"esi tentang prinsip pro"esionalitas yang
digariskan. Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi pro"esi tentang
hubungan etika dalam keanggotaan pro"esi.
1(
2./.- SE1ARAH KODE ETIK KEDOKTERAN
Sejak terwujudnya sejarah kedokteran! seluruh umat manusia mengakui serta
mengetahui adanya beberapa si"at mendasar 7"undamental8 yang melekta secaraa
mutlak pada diri seorang dokter yang baik dan bijaksana yaitu si"at ketuhanan!
kemurnian niat! keluhuran budi! kerendahan! hati! kesungguhan kerja! integritas
ilmiah dan social! serta kesejawatan yang tidak diragukan.
.nhotep dari Mesir! 9ipocrates dari Bunani! -elanus dari *oma! merupakan
beberapa ahli pelopor kedokteran kuno yang telah meletakkan sendi-sendi permulaan
untuk terbinanya suatu tradisi kedokteran yang mulia. %eserta semua tokoh dan
organisasi kedokteran yang tampil ke "orum internasional kemudian mereka
bermaksud mendasarkan tradisi dan disiplin kedikteran tersebut atas suatu etik
pro"essional. +tik tersebut sepanjang masa mengutamakan penderita yang berobat
demi keselamatan dan kepentingan penderita.
3
2././ ISI KODE ETIK KEDOKTERAN GIGI INDONESIA 2KODEKGI3
10
7S, M+N)+*. ,+S+9A)AN *. N#. 1(4HM+N,+SHS,H...H16418
1. Adalah menjadi kewajiban semua dokter gigi yang menjalankan praktek di
.ndonesia untuk mentaati dan mengamalkan petunjuk-petunjuk yang tertera dalam
kode etik kedokteran gigi .ndonesia.
(. Seorang dokter gigi berkewajiban untuk bekerja dengan penih pengabdian bagi
kepentingan pelayanan kepada masyarakat bagi kemajuan ilmu kedokteran gigi dan
bagi martabat pro"esi kedokteran gigi.
&. Sebagai manusia .ndonesia yang berjiwa Pancasila dokter gigi berkewajiban
menjunjung tinggi norma hidup yang luhur! dalam kehidupan pribadinya dan dalam
menjalankan pekerjaannya.
/. 1alam menjalankan pekerjaannya! seorang dokter gigi janganlah melakukan
perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan etik! misalnya ;
a. Melakukan perbuatan-perbutan yang bersi"at memuji diri sendiri! baik yang
menyangkut kepandaiannya! peralatannya! maupun cara pengobatannya.
b. Melakukan usaha-usaha untuk menarik perhatian umum! melalui cara yang
tidak wajar! supaya praktek lebih dikenal orang.
c. Menjual obat di tempat praktek! bukan dengan maksud memberikan
pertolongan pertama.
d. Melakukan tindakan kedokteran gigi tanpa indikasi bahwa tindakan itu
perlu dilakukan hanya dengan maksud mendapatkan keuntungan belaka dari
tindakan itu.
e. Meminta uang jasa atau menetapkan tari" pengobatan yang tidak wajar yang
melampaui batas-batas yang tidak la$im.
". Mempergunakan gelar yang tidak menjadi haknya.
g. Melakukan atau mencoba melakukan tindakan-tindakan yang bersi"at
asusila terhadap penderita di kamar prakteknya.
h. Seorang dokter gigi hanya memberikan keterangan atau pendapat yangdapat
dibuktikan kebenarannya.
1&
2./.4 SANKSI PELANGGARAN
A. Sanksi 9ukum
11
1alam Pasal 36 ==
Praktik ,edokteran secara tegas mengatur bahwa setiap dokter atau dokter gigi yang
dengan sengaja tidak membuat rekam medis dapat dipidana dengan pidana kurungan
paling lama 1 7satu8 tahun atau denda paling banyak *p 0'.'''.'''!- 7lima puluh juta
rupiah8. Selain tanggung jawab pidana! dokter dan dokter gigi yang tidak membuat
rekam medis juga dapat dikenakan sanksi secara perdata! karena dokter dan dokter
gigi tidak melakukan yang seharusnya dilakukan 7ingkar janjiHwanprestasi8 dalam
hubungan dokter dengan pasien.
%. Sanksi 1isiplin dan +tik
1okter dan dokter gigi yang tidak membuat rekam medis selain mendapat sanksi
hukum juga dapat dikenakan sanksi disiplin dan etik sesuai dengan == Praktik
,edokteran!
Peraturan ,,.! ,ode +tik ,edokteran .ndonesia 7,#1+,.8 dan ,ode +tik
,edokteran -igi .ndonesia 7,#1+,-.8.
1alam Peraturan ,onsil ,edokteran .ndonesia Nomor 12H,,.HP+*HA...H(''2
tentang )ata >ara Penanganan ,asus 1ugaan Pelanggran 1isiplin M,1,. dan
M,1,.P! ada tiga
Alternati<e SAN,S. disiplin yaitu ;
a. Pemberian peringatan tertulis.
b. *ekomendasi pencabutan surat tanda registrasi atau surat i$in praktik.
c. ,ewajiban mengikuti pendidikan atau pelatihan di institusi pendidikan kedokteran
atau kedokteran gigi.
Selain sanksi disiplin! dokter dan dokter gigi yang tidak membuat rekam medis dapat
dikenakan sanksi etik oleh organisasi pro"esi yaitu Majelis ,ehormatan +tik
,edokteran 7M,+,8 dan Majelis ,ehormatan +tik ,edokteran -igi 7M,+,-8.
1/
2./.7 HUKUM YANG BERLAKU DALAM KEDOKTERAN GIGI
== No.(6 tahun (''/ adalah == yang mengatur praktik kedokteran dokter dan
dokter gigi baik lokal maupun asing. == yang terdiri atas 44 pasal ini memuat tentang
#rganisasi ,,.! Pendidikan dan Pelatihan ,edokteran dan ,edokteran -igi!
*egistrasi 1okter dan 1okter -igi! Penyelenggaraan Praktik ,edokteran! 1isiplin
1okter dan 1okter -igi! Pembinaan dan Pengawasan dan ,etentuan Pidana.
10
BAB III
PENUTUP
12
&.1 ,esimpulan
#rthodontik adalah cabang kedokteran gigi yang mempelajari pencegahan!
intersepti"! dan koreksi dari maloklusi dan keabnormalan yang lain pada regio
dento"asial. *uang lingkup #rthodontik meliputi pre<enti" orthodontik!
intersepti" orthodontik! korekti" orthodontik dan surgical orthodontik.
Sedangkan prostodontik merupakan cabang ilmu pengetahuan dan seni
kedokteran gigi yang berhubungan dengan penggantian gigi yang hilang dan
jaringan mulut untuk merestorasi dan memelihara bentuk mulut! "ungsi!
penampilan dan kesehatan. >abang- cabang prostodontik adalah prostodontik
cekat ( #i,ed Prosthodontics )% prostodontik lepasan 7 -emo.able
Prosthodontics 8! ma?ila"asial Prostodontik.
Sistem stomatognatik merupakan suatu kesatuan yang meliputi komponen
gigi! dan jaringan pendukungnya! maksila dan mandibula! otot-otot kepala!
sendi rahang! lidah! syara" dan komponen terkait lainnya dalam melakukan
akti"itas rongga mulut. #leh karena itu! pengetahuan tentang sistem
stomatognatik ini sangat dibutuhkan dan dipahami sebagai dasar untuk
penerapan ilmu ortodonti dan prostodonti klinik.
DAFTAR PUSTAKA
1. %halajhi! #rthodontics )he art I science. Arya7 Medi8 Publising 9ouse! New
1elhi! & ed! (''2.
2. *oodney. 1aid. >harles. >linical remo<able partial prosthodonthics. +disi
&.(''&.
3. ).1.5oster. %uku ajar #rthodonsi. +d. &. +->.1663 ; :akarta
13
4. Sal$mann :.A. Practice o" #rthodontic! <ol (! :.%. Lippincot >ompany!
Philadelphia and Montral! 1622.
5. http;HHasyilla.wordpress.comH(''3H'2H&'Hpengertian-etikaH
6. http;HHwardogi.blogspot.comH(''4H'(Hkode-etik-kedokterang-gigi-
indonesia.html
7. http;HHwi$anies.blogspot.comH(''3H'4Hakhlak-etika-moral.html
8. http;HHkmku."iles.wordpress.comH(''4H'(H1-etika-di-pt.ppt.
9. http;HHwww.smkbatikpwr.netHwebHendroHperkuliahanH+tika-Pro"esiH+tika
J('Pro"esiJ('IJ('%udiJ('Pekerti.pd"
10.http;HH$aki-math.web.ugm.ac.idHmatematikaHetikaKpro"esiHpengantar.pd".
11.http;HHwidhiyanta."iles.wordpress.comH(''4H'/HetikaK(1.pd".
12.http;HHwidhiyanta."iles.wordpress.comH(''4H'/HetikaK1.pd".
13.http;HHwww.geocities.comHdrgKlikatrimulyaHkodeetik.htm atau buku kode etik
kedokteran gigi.
14.http;HHwww.edusehat.comHinde?(.phpLoptionMcomKcontentIdoKpd"M1IidM26
15.http;HHwww.depkes.go.idHinde?.phpL
optionMnewsItaskM<iewarticleIsidM1(60I.temidM(