Anda di halaman 1dari 9

BAB II

FARINGITIS AKUT
Istilah ini menunjuk pada semua infeksi faring akut, termasuk tonsilitis dan
faringotonsilitis. Ada atau tidaknya tonsil tidak mempengaruhi kerentanan, frekuensi
atau perjalanan, atau komplikasi penyakit. Pada batas-batas tertentu, faringitis akut
menunjuk pada keadaan dimana keterlibatan utama adalah pada tenggorokan.
Penyakit ini tidak lazim ada pada anak dibawah umur 1 tahun. Insidennya kemudian
naik sampai puncaknya pada -! tahun tetapi berlanjut sampai akhir masa kanak-
kanak dan kehidupan dewasa.
I. Etiologi
"aringitis akut, apakah demam atau tidak, biasanya disebabkan oleh #irus.
$mumnya tonsilofaringitis akut disebabkan oleh adeno#irus dan #irus %pstein &arr
'treptokokus hemolitikus grup A dan Corynebacterium diphteriae merupakan agen
penyebab infeksi bakteri yang lazim. (ikoplasma dan Arcanobacterium hemolyticum
dapat juga menimbulkan faringitis. &akteri lain dapat berproliferasi selama infeksi
#irus akut dan karenanya dapat dibiakkan pada sejumlah besar faring orang yang
terkena. Infeksi gonokokus faring dapat terjadi akibat felasio )hubungan kelamin
melalui mulut*.
Penyebab "aringitis
&akteri +irus
'treptococcus pyogenes %pstein-&arr #irus
,orynebacterium diphtheriae Adeno#irus
Arcanobacterium haemolyticum %ntero#iruses
-eisseria gonorrhoeae .erpes simple/ #irus
0roup , streptococci Influenza #iruses
1
0roup 0 streptococci Parainfluenza #iruses
,hlamydophila pneumoniae 1hino#iruses
,hlamydia trachomatis ,orona#irus
(ycoplasma pneumoniae 1espiratory syncytial #irus
2ersinia enterocolitica
"rancisella tularensis
,o/iella burnetii
II. Manifestasi klinis
"aringitis #irus biasanya mempunyai tanda awal seperti demam, malaise,
dan anoreksia dengan nyeri tenggorok sedang. -yeri tenggorokan dapat
ada pada mulanya, tetapi yang lebih lazim adalah, nyeri mulai timbul
sekitar sehari sesudah mulainya gejala-gejala, mencapai puncaknya pada
hari ke-3 sampai ke-4. 'uara parau, batuk, dan rhinitis juga lazim ada.
&ahkan pada puncaknya, radang faring secara relatif dapat kelihatan
ringan, tetapi kadang-kadang berat, dan dapat terbentuk ulkus kecil pada
palatum lunak dan dinding faring posterior. %ksudat dapat muncul pada
folikel limfoid palatum dan tonsil, dan mungkin tidak dapat dibedakan
dari eksudat yang ditemukan pada penyakit streptokokus.limfonodi
ser#ikalis sering membesar sedang dan keras, dan mungkin nyeri atau
tidak. 5umlah sel darah putih berkisar 6.777 sampai di atas 47.777,
kenaikan jumlah )16.777-18.777* dengan dominasi sel polimorfonuklear
lazim pada fase awal penyakit. 5umlah leukosit mempunyai arti kecil
dalam membedakan penyakit #irus dan bakteri. 9eseluruhan penyakit
dapat berakhir kurang dari 3 jam dan biasanya tidak menetap selama
lebih dari : hari. 9omplikasi yang berarti jarang terjadi.
"aringitis streptokokus pada anak di atas umur 3 tahun mulai dengan
keluhan nyeri kepala, nyeri perut, dan muntah. 0ejala-gejala ini dapat
3
disertai dengan demam setinggi 7
o
,, kadang-kadang kenaikan suhu
tidak tampak selama 13 jam atau lebih. &eberapa jam setelah keluhan
awal, tenggorokan dapat menjadi nyeri, dan pada sepertiga penderita
ditemukan pembesaran tonsil, eksudasi, dan eritema faring. Parahnya
nyeri faring tidak selalu sama dan dapat ber#ariasi dari ringan sampai
berat, membuatnya sukar menelan. ;ua pertiga penderita hanya menderita
eritema ringan, tanpa pembesaran tonsil dan tanpa eksudat. <imfadenopati
ser#ikal anterior biasanya terjadi awal, dan limfonodi sering nyeri.
;emam dapat berlanjut selama 1- hari. Pada kasus yang sama berat anak
dapat tetap sakit selama 3 minggu. =emuan-temuan fisik yang paling
mungkin berkaitan dengan penyakit streptokokus adalah kemerahan difus
pada tonsil, dengan bintik-bintik ptekie palatum lunak, dapat ditemukan
adanya limfadenitis atau eksudasi folikuler atau tidak. 9onjungti#itis,
rhinitis, batuk dan serak jarang terjadi pada faringitis yang terbukti
disebabkan streptokokus, dan adanya dua atau lebih tanda atau gejala ini
memberi kesan diagnosis infeksi #irus.
III. Diagnosis dan diagnosis banding
;iagnosis dapat ditegakkan dengan dilakukan deteksi cepat untuk antigen
streptokokus atau dengan biakan sesudah pulasan faring. 'indroma ingus hidung
purulen, faringitis dan demam juga dapat disertai dengan biakan faring positif untuk
pneumokokus atau H. influenzae. >alaupun sindrom ini mungkin merupakan
komplikasi faringitis #irus, beberapa orang dari penderita ini berespon terhadap
antiobiotik.
&ila ada eksudat membranosa pada tonsil, difteria harus dipikirkan. %ksudat
membranosa mononukleosis infeksiosa dapat menyerupai eksudat yang ditemukan
pada infeksi streptokokus dan anak yang terinfeksi difteri yang imunisasinya tidak
lengkap. .erpangina biasanya tidak disertai dengan eksudat tonsil, tetapi agaknya
4
disertai dengan banyak lesi #esikuloulseratif pada penyangga )pilar* anterior, rongga
belakang mulut, dan palatum lunak.
Agranulositosis pada mulanya sering dimanifestasikan dengan gejala-gejala
faringitis akut. =onsil dan dinding faring posterior dapat tertutup eksudat putih datau
kuning atau kotor. (embran mukosa dibawah eksudat ini biasanya menjadi nekrosis,
dan ulserasi meluas ke dalam mulut dan melibatkan lidah. <esi amat nyeri dan
disfagia berat. Pembesaran limfonodi ser#ikal biasanya terjadi, sebagaimana
perdarahan mukosa.
Pada anak dan remaja yang merokok tembakau atau mariyuana secara
berlebih-lebihan dapat berkembang radang faring dan nyeri tenggorokan. 1hinitis
alergika dengan cairan postnasal nonpurulen juga dapat menyebabkan infeksi
tenggorokan.
IV. Komlikasi
;apat terjadi otitis media purulenta bakterialis. Pada anak-anak yang lemah
dapat terjadi ulkus besar yang kronis pada faring. Pada penyakit streptokokus, abses
peritonsiler kadang-kadang terjadi, sebagaimana sinusitis, otitis media, dan kadang-
kdang meningitis. 0lomerulonefritis akut dan demam rematik dapat menyertai infeksi
streptokokus.
V. !engobatan
"aringitis streptokokus paling baik diobati peroral dengan penisislin. =erapi
ini biasanya menghasilkan respon klinis yang segera dengan penurunan demam
dalam 3 jam dan memperpendek perjalanan penyakit dengan rata-rata 1,: hari.
%ritromisin merupakan alternatif yang memuaskan jika penderita alergi terhadap
penisilin.
&ila nyeri tenggorokan berat, asetaminofen atau ibuprofen sering menolong.
&erkumur menggunakan larutan salin hangat secara simtomatis mengurangi nyeri
tenggorok pada anak dengan usia yang kooperatif. Pada anak yang lebih muda

inhalasi uap kadang-kadang menghasilkan pengaruh yang serupa. 9arena rasa nyeri
saat menelan, cairan sedikit dingin seperti minuman jahe manis biasanya lebih dapat
diterima daripada makanan padat atau hangat. Anak tidak harus dipaksakan untuk
makan.
=erapi regimen untuk faringitis akut akibat streptokokus
Agen Anak 1emaja?dewasa "rekuensi 1ute durasi
Penicillin + 3:7 mg?kali :77 mg?kali 3 kali?hari @ral 17
hari
&enzathin
penicillin 0
677.777 unit
)&erat A3!
9g*
1,3 juta unit
)berat B 3! 9g*
'ekali Im 'ekali
&enzathin
penicillin 0 C
Procaine Penicillin
0
D77.777 unit C
477.777 unit
D77.777 unit C
477.777 unit
'ekali Im 'ekali
Amo/icillin 13:mg?kali
)&erat A 1:
9g*
3:7 mg?kali
)berat B 1: 9g*
=iga kali
sehari
@ral 17
hari
Pasien dengan alergi penicillin
Agen ;osis oral Pemberian ;urasi
%ritromicin
%thylsuccinate 7 mg?9g&&?hr E 1777 mg?hr ;ua kali sehari 17 hari
%stolate 37 E7 mg?kg&&?hr E 1777 mg?hr ;ua kali sehari 17 hari
,larithromycin 1: mg?kg&&?hr E :77 mg?hr ;ua kali sehari 17 hari
Azithromicin 13 mg?kg&&?hr sekali sehari : hari
,lindamicin 17-3: mg?kg&&?hr E :7 mg?hr ;ua kali sehari 17 hari
:
,ephalosporin ;osis ber#ariasi 17 hari
;osis sekali sehari dan jadwal terapi durasi pendek
Agen ;osis oral "rekuensi ;urasi
;osis sekali sehari
Azithromycina 13 mg?kg&&?kali 'ekali sehari : hari
Amo/icillinc :7 mg?kg&&?kali - !:7 mg 'ekali sehari 17 hari
,efadro/il 47 mg?kg&&?kali - 1777 mg 'ekali sehari 17 hari
,efi/ime 8 mg?kg&&?kali - 77 mg 'ekali sehari 17 hari
,efdinir 1 mg?kg&&?kali - 677 mg 'ekali sehari 17 hari
,eftibuten D mg?kg&&?kali - 77 mg 'ekali sehari 17 hari
;urasi Pendek
,efpodo/ime 17 mg?kg&&?hr - 377 mg?hr dua kali sehari : hari
,efdinir 1 mg?kg&&?hr - 677 mg?hr dua kali sehari : hari
,efuro/imec 37 mg?kg&&?hr - :77 mg?hr dua kali sehari atau :
hari
BAB III
ANA"ISIS KASUS
'eorang penderita laki-laki berusia 3 tahun 6 bulan datang dengan keluhan
utama demam.
6
;ari anamnesis didapatkan sejak F 4 hari yang lalu, penderita demam tinggi
yang terus-menerus, batuk ada, pilek ada, kejang tidak ada. Penderita berobat ke
dokter umum diberi obat penurun panas dan antibiotik. 'etelah minum obat, demam
turun. &A& dan &A9 biasa. 'ejak F 1 hari yang lalu penderita mengalami demam
tinggi mendadak dan terus-menerus, batuk ada, pilek ada, kejang tidak ada, mimisan
tidak ada, bintik merah di kulit tidak ada, nyeri sendi tidak ada, nyeri pada saat
menelan ada, nafsu makan menurun ada, sakit perut ada, muntah ada, frekuensi 3 kali
sehari isi apa yang dimakan dan yang diminum banyaknya seperempat sampai
setengah gelas tiap kali muntah. &A& dan &A9 biasa. Penderita berobat ke dokter
umum, lalu di rujuk ke 1umah sakit (uhammad .oesin dan dianjurkan untuk
dirawat.
;ari anamnesis didapatkan bahwa demam sudah berlangsung selama 4 hari,
demam tinggi yang mendadak dan terus menerus. ;emam disertai dengan batuk,
pilek, nyeri perut, nyeri saat menelan dan muntah. ;ari gejala klinis tersebut lebih
mendekati ke arah diagnosis tonsilofaringitis akut. ;imana "aringitis yang
disebabkan oleh bakteri pada anak di atas umur 3 tahun mulai dengan keluhan nyeri
kepala, nyeri perut, tenggorokan sehingga sukar menelan dan muntah. ;emam pada
pasien ini tidak disertai dengan nyeri sendi, bintik-bintik merah di kulit, mimisan
ataupun gusi berdarah sehingga kemungkinan demam berdarah dengue dapat
disingkirkan.
;ari pemeriksaan fisik didapatkan temperatur yang tinggi yaitu 4D,8G, dan
ditemukan hiperemis pada tonsil dan faring. ;ari pemeriksaan fisik tersebut
mengarah ke tonsilofaringitis akut, dimana pada faringtis akut didapatkan suhu tubuh
setinggi 7
o
,, kadang-kadang kenaikan suhu tidak tampak selama 13 jam atau lebih.
;an pada sepertiga penderita ditemukan pembesaran tonsil, eksudasi, dan eritema
faring. Pada pasien ini untuk menyingkirkan diagnosis ;emam berdarah dengue
maka dilakukan pemeriksaan rumple leed dan didapatkan hasil yang negatif. Pada
pemeriksaan penunjang didapatkan leukosit sedikit meningkat menandakan adanya
infeksi.
!
9arena pasien datang dengan keluhan demam tinggi maka diberikan terapi
antipiretik yaitu paracetamol dengan dosis 47-:7 mg?kg&&?hari atau dalam hal ini 4 /
3:7 mg. ;isamping antipiretik diberikan pula antibiotika amo/icilin 47-:7
mg?kg&&?hari, obat ini lebih efektif terhadap gram positif. "aringitis akut umumnya
disebabkan oleh kuman gram positif.
Prognosis pasien ini Huo ad #itam bonam dan Huo ad fungsionam bonam.
9arena komplikasi yang ditimbulkan jarang ada yang menyebabkan kematian dan
biasanya faringitis akut akibat bakteri efektif dengan terapi antipiretik dan antibiotik.
DAFTAR !USTAKA
8
Ilmu 9sehatan Anak -elson, #ol 3 ledidor I 1ichard %. &ehrman, dkk, editor
edisi bahasa indonesia I A. 'omik >ahab E %d. 1: 5akarta I %0,, 1DDD,
hal 1:8 E 1:D.
9rugmanJs Infectious ;iseases of ,hildren 11th edition )'eptember 18, 3774*
by Anne 0ershon )%ditor*, Peter .otez )%ditor*, 'amuel 9atz )%ditor*
&y (osby Page :36
Principles and Practice of Pediatric Infectious ;iseases 3nd %dition )@ctober
3773*I by 'arah '. <ong )%ditor*, <arry 9. Pickering )%ditor*, ,harles
0. Prober )%ditor* &y ,hurchill <i#ingstone. ,hapter 3:
D

Anda mungkin juga menyukai