Anda di halaman 1dari 25

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Masa nifas merupakan masa yang paling rawan bagi ibu karena
sekitar 60% kematian ibu terjadi setelah melahirkan dan 40% kematian
masa nifas terjadi 24 jam pertama setelah salinan. Diantaranya di sebabkan
oleh adanya komplikasi masa nifas. Selama ini pendarahan pasapersalinan
merupakan penyebab kematian ibu. Selain itu sering terjadi infeksi nifas!
pendarahan masa nifas! infeksi saluran kemih dan patologi menyusui
"Mitayani! 200#$.
%ingginya angka kematian ibu di &ndonesia dipiu oleh terbatasnya
akses terhadap pelayanan persalinan. 'al ini diperparah oleh lemahnya
posisi perempuan di lingkungan masyarakat! khususnya di pedesaan! dalam
pengambilan keputusan mengenai masalah kesehatan reproduksinya. Selain
itu! banyak meninggal dunia karena terlambat dibawa ke tempat pelayanan
persalinan "(rawirohardjo! 2006$.
&ndonesia merupakan salah satu )egara berkembang di kawasan
*sia %enggara dengan angka kematian ibu melahirkan yang tinggi. Saat ini
angka kematian ibu di &ndonesia masih tertinggi di *sia %enggara. 'asil
sur+ey Demografi ,esehatan &ndonesia tahun 20-2 menyebutkan! angka
tersebut menapai .0/0-00.000 kelahiran hidup. Diperkirakan 20.000
perempuan meninggal dunia setiap karena komplikasi! persalinan! dan nifas
"Mitayani! 200#$.
1
2
Departemen ,esehatan &ndonesia memprioritaskan penyebab
kematian ibu melahirkan sekitar 100.000 perempuan meninggal karna
pendarahan post partum! sedangkan 2(S "2adan (usat Statistik$ angka
kematian disebabkan pendarahan post partum sekitar 2620-00.000 kelahiran
hidup pada tahun 2001 dan *,2 260-.000 ,' "Mitayani!200#$.
%abel -.- 3aporan ,egiatan Maternal Dinas ,esehatan Mataram %ahun
20-2420-.
)o ,asus
%ahun
5umlah
20-2 20-.
-
*bortus 200 2.- 4.-
2
(endarahan -46 22# .//
.
&nfeksi jalan lahir . . 6
4
7klamsia0per /. -.0 20.
1
(artus lama -1- -#6 .4/
6
3ain 8 lain 616 -0/# -/.1
%otal -2.- -666 .0##
Sumber 9 Dikes ,ota Mataram!20-2
Dari tabel di atas terlihat bahwa kasus yang merupakan komplikasi
kehamilan dan persalinan terus meningkat. :ntuk itu diperlukan perhatian
yang serius dari berbagai pihak yang terkait dalam memberikan pelayanan
kepada ibu dan bayi. %ingginya tingkat angka kematian ibu dan angka
kematian prinatal tidak dapat dipisahkan dari profil wanita &ndonesia.
2erdasarkan data dari (uskesmas %anjung ,arang bulan juli 20-4!
dari #1 total persalinan didapatkan #1 ibu "/!-.%$ yang terdiagnosa
pendarahan post partum! 6 ibu "0!41%$ mengalami infeksi jalan lahir dan
sebanyak 2/ ibu "2!02%$ mengalami infeksi masa nifas dengan berbagai
sebab.
(enjelasan mengenai tanda4tanda bahaya masa nifas sangat penting
dipahami oleh ibu nifas. ;leh karena itu!masih banyak ibu nifas belum
mengetahui tanda4tanda bahaya nifas yang disebabkan masuknya kuman ke
3
dalam alat kandungan seperti eksogen "kuman yang datang daeri luar$!
autogen "kuman yang masuk dari tempat lain dalam tubuh$ endogen "jalan
lahir itu sendiri$ "Suherni!200#$. Semakin baik pemahaman ibu nifas tentang
tanda4tanda bahaya masa nifas.*pabila terjadi infeksi maka ibu akan
mengerti dan segera memeriksakan diri ke petugas kesehatan. Sebaiknya
jika tidak mengetahui tanda4tanda bahaya nifas maka ibu tidak mengetahui
ara mengatasi masalah pada masa nifas.
2idan sebagai tenaga kesehatan harus ikut mendukung upaya
menurunan angka kematian! peranan bidan di masyarakat sebagai tenaga
terlatih dan sistim kesehatan maternal dan neonatal. Salah satunya
meningkatkan komunikasi informasi dan edukasi ",&7$ dan menetapkan
keikutsertaan masyarakat dalam berbagai kegiatan untuk memperepat
penurunan angka kematian. (enolong persalinan dokter dan bidan
memberikan pelayanan medik "Sulistyawati!200#$. Selain faktor4faktor
tersebut diatas! faktor domain yang mempengahuri kurang terdeteksinya
komplikasi seara dini! untuk itu di perlukan peranan masyarakat terutama
ibu4ibu nifas untuk memiliki pengetahuan tentang tanda4tanda bahaya nifas!
sehingga apabila ada keluhan dan komplikasi dapat segera terdeteksi.
2erdasarkan latar belakang diatas penulis tertarik ingin meneliti
<=ambaran %ingkat (engetahuan &bu )ifas %entang %anda4%anda 2ahaya
Masa )ifas di (uskesmas %anjung ,arang ,ota Mataram tahun 20-4>.
1.2. Rumusan Masalah
2erdasarkan uraian tersebut diatas maka dapat dirumuskan
permasalahan sebagai berikut <2agaimanalah =ambaran %ingkat
4
(engetahuan &bu )ifas %entang %anda4%anda 2ahaya Masa )ifas di
(uskesmas %anjung ,arang ,ota Mataram tahun 20-4?>.
1.3. Tujuan Penelitian
1.3.1. Tujuan Umum
:ntuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu 8 ibu nifas
tentang tanda4tanda bahaya nifas masa di (uskesmas %anjung
,arang ,ota Mataram tahun 20-4
1.3.2. Tujuan Khusus
1. Mengidentifikasi karakteristik responden berdasarkan usia!
pendidikan dan paritas
2. Mengidentifikasi tingkat pengetahuan tentang pengertian masa
nifas
3. Mengidentifikasi tingkat pengetahuan tentang tanda4tanda
bahaya masa nifas.
4. Menganalisa gambaran tingkat pengetahuan ibu nifas tentang
tanda4tanda bahaya masa nifas
4.1. Manfaat Penelitian
4.1.1. Institusi Temat Penelitian
Sebagai sumber informasi bagi (uskesmas untuk dapat
memberikan pelayanan maternal yang memadai.
4.1.2. Institusi Pen!i!ikan
Sebagai bahan e+aluasi terhadap teori tentang ,&* yang
telah diberikan pada mahasiswa selama mengikuti perkuliahan di
D.. ,ebidanan sekaligus sebagai sumber bahan baaan dan
5
referensi bagi perpustakaan di institusi pendidikan.
4.1.3. Peneliti
Dapat menambah wawasan! pengetahuan danjuga
pengalaman karena merupakan bekal pada waktu bekerja di
lapangan dan terjun langsung pada masyarakat sehingga dapat
memberikan asuhan yang epat khusunya untuk ibu nifas.
4.1.4. I"u Nifas
Sebagai bahan masukan bagi ibu nifas lebih meningkatkan
kesadaran terhadap perlunya pengetahuan tentang tanda 8 tanda
bahaya nifas. Dengan demikian diharapkan komplikasi dalam masa
nifas dapat terdeteksi seara dini.
BAB #
TIN$UAN PU%TAKA
2.1. K&nse Dasar Te&ri Pengetahuan
2.1.1. Pengertian
(engetahuan merupakan hasil dari tahu! dan ini terjadi
setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap suatu objek
tertentu. (enginderaan terjadi melalui panaindera manusia! yakni
indera penglihatan! pendengaran! peniuman! perasaan! dan
perabaan. Dan sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh
melalui penglihatan dan pendengaran. 'anya sedikit yang
6
diperoleh melalui peniuman! perasaan! dan perabaan. (engetahuan
atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam bentuk
tindakan seseorang ")otoatmodjo! 200/$.
2.1.2. Tingkat Pengetahuan
)otoatmodjo "200/$! tingkatan pengetahuan di dalam
domain kognitif terdapat 6 tingkatan yaitu 9
1. %ahu "Know$
%ahu dapat diartikan sebagai mengingat suatu materi
yang telah dipelajari sebelumnya! termasuk kedalam
pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall)
terhadap suatu spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau
rangsangan yang telah diterima. ;leh sebab itu tahu ini
merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah. @ontoh 9
dapat menyebutkan tanda4tanda kehamilan.
2. Memahami "Comprehension$
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk
menjelaskan seara benar tentang objek yang diketahui dan
dapat mengintepretasikan materi tersebut seara benar. ;rang
yang telah paham terhadap objek atau materi harus dapat
menjelaskan! menyebutkan ontoh! menyimpulkan!
meramalkan! dan sebagainya terhadap objek yang dipelajari.
Misalnya dapat menjelaskan mengapa ibu hamil harus
memeriksakan kehamilannya ke petugas kesehatan sejak dini.
3. *plikasi (Aplication)
7
*plikasi diartikan sebagai kemampuan untuk
menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau
kondisi real "sebenarnya$. *plikasi disini dapat diartikan
sebagai aplikasi atau penggunaan hukum4hukum! rumus!
metode! prinsip! dan sebagainya dalam konteks atau situasi
yang lain. Misalnya dapat menggunakan prinsip4prinsip siklus
pemeahan masalah di dalam pemeahan masalah kesehatan
dari kasus yang diberikan.
4. *nalisis (Analysis)
*nalisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan
materi atau suatu objek kedalam komponen4komponen! tetapi
masih di dalam suatu struktur organisasi tersebut! dan masih
ada kaitannya satu sama lain. ,emampuan analisis ini dapat
dilihat dari penggunaan kata kerja! seperti dapat
menggambarkan "membuat bagan$! membedakan!
memisahkan! mengelompokkan! dan sebagainya.
5. Sintesis "Synthetis$
Sintesis menunjuk kepada suatu kemampuan untuk
meletakkan atau menghubungkan bagian4bagian di dalam suatu
bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain sintesis adalah
suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari
formulasi4formulasi yang ada. Misalnya! dapat menyusun!
dapat merenanakan! dapat meringkaskan! dapat
menyesuaikan! dan sebagainya terhadap suatu teori atau
8
rumusan4rumusan yang telah ada.
6. 7+aluasi "Evaluation$
7+aluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk
melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau
objek. (enilaian4penilaian itu berdasarkan suatu kriteria yang
ditentukan sendiri! atau menggunakan kriteria4kriteria yang
telah ada. Misalnya! dapat menafsirkan sebab4sebab itu hamil
tidak mau memeriksakan kehamilannya ")otoatmodjo! 200/$.
;leh karena itu pengetahuan 0 kognitif merupakan
domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan
seseorang "overt behavior$. ,arena dari pengalaman dan
penelitian ternyata perilaku didasari oleh pengetahuan
")otoatmodjo!200/$.
2.1.3. 'akt&r ( 'akt&r )ang Memengaruhi Pengetahuan
1. (endidikan
(endidikan dalam arti umum adalah segala upaya yang
di renanakan untuk mempengaruhi orang lain baik indi+idu!
kelompok! atau masyarakat sehingga mereka melakukan apa
yang di harapkan oleh pelaku pendidikan! sedangkan
pendidikan dalam arti formal adalah suatu proses penyampaian
bahan materi pendidikan oleh pendidikan kepada sasaran guna
menapai perubahan tingkah laku. ,arena pendidikan adalah
suatu proses maka dengan sendirinya mempunyai masukan dan
pengeluaran. Masukan proses pendidikan adalah sasaran
9
pendidikan atau anak didik yang mempunyai karakteristik!
sedangkan keluaran proses pendidikan adalah tenaga dan
lulusan yang mempunyai kualifikasi tertentu sesuai dengan
tujuan pendidikan institusi yang bersangkutan. (endidikan
formal yang didapatkan di lingkungan sekolah di kelompokkan
dan di kategorikan9 %idak %amat SD! %amat SD0Sederajad!
%amat SM(0 Sederajat! %amat SM*0 Sederajat! (erguruan
%inggi ")otoatmodjo! 200/$.
2. (engalaman
%idak terlalu terwujud hal yang pernah dialami oleh
seseorang tetapi bisa berawal dari mendengar atau melihat
seorang ibu yang menyusui bayinya segera setelah lahir.
3. :sia
Aariabel usia mampu mempengaruhi pengetahuan.
Menurut pendapat dari beberapa sumber! karakteristik usia
merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kompetensi
indi+idu.
4. 3ingkungan
Desa dan kota selalu mendapat sorotan dalam analisis
pembangunan di berbagai bidang! terutama dalam hal issue
pemerataan dan kemiskinan! keudanya mempunyai keunikan
sendiri baik dalam masalah demografi dan geografi maupun
dalam masalah sosial ekonomi. Daerah pedesaan luasnya lebih
10
dari dua kali daerah perkotaan dengan penduduk yang jarang.
(erkotaan mempunyai daerah yang sempit dengan penduduk
yang rapat.
5. 2udaya
%ingkah laku manusia atau kelompok manusia dalam
memenuhi kebutuhannya yang meliputi sikap dan keperayaan.
@ontoh sebelum menyusui bayi payudara harus diberikan
terlebih dahulu agar bayi tidak diare karena payudara kotor.
6. Sarana
Sarana dan prasarana juga mempengaruhi mutu
pendidikan Buang belajar yang nyaman! laboratorium dan alat
peraga yang lengkap akan berperan aktif dalam proses
pembelajaran. ,urangnya sarana akan mempengaruhi
pengetahuan.
7. Media Massa
Sumber informasi yang mudah dijangkau dan sangat
bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan. @ontoh media
yang mengatakan tentang persiapan menghadapi persalinan.
2.1.4. Kateg&ri !an Pengukuran Pengetahuan
Menurut *rikunto "200#$ mengemukakan bahwa untuk
mengetahui seara kualitas tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh
seseorang dapat dibagi menjadi empat tingkat yaitu 9
1. %ingkat pengetahuan baik bila skor atau nilai /64-00%
2. %ingkat pengetahuan ukup bila skor atau nilai 164/1%
11
3. %ingkat pengetahuan kurang bila skor atau nilai C16%
(engukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan
wawanara atau angket yang menanyakan tentang isi materi yang
akan diukur dari subjek penelitian atau responden. ,edalaman
pengetahuan yang ingin kita ketahui atau kita ukur dapat kita
sesuaikan dengan tingkatan4tingkatan di atas. ")otoatmodjo!
200/$.
2.2. K&nse Dasar Te&ri Masa Nifas
2.2.1. Pengertian
Masa nifas disebut juga masa postpartum atau puerperium
adalah masa atau waktu sejak bayi dilahirkan dengan plasenta
keluar lepas dari rahim sampai enam minggu berikutnya! disertai
dengan pulihnya kembali organ4organ yang berkaitan dengan
kandungan yang mengalami perubahan "Suherni! 200#$.
2.2.2. Tahaan Masa Nifas
Masa nifas dibagi menjadi . tahap! yaitu puerperium dini!
puerperium intermedial dan remote puerperium ")otoatmodjo!
200/$.
1. (uerperium Diri
Puerperium ini merupakan masa kepulihan! yang ada
dalam hal ini ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan4jalan.
2. (uerperium &ntermedial
Puerperium intermedial merupakan masa pulih
menyeluruh! alat4alat genetik yang lamanya sekitar 646
12
minggu.
3. Bemote (uerperium
Remote puerperium merupakan masa yang diperlukan
untuk pulih dan sehat sempurna! terutama bila selama hamil
atau waktu persalinan mempunyai komplikasi.
2.2.3. Tan!a Baha*a Masa Nifas
1. (erdarahan (er+aginam
(erdarahan masa nifas adalah perdarahan per+aginan
yang melebihi 100 ml setelah bersalin "lebih dari 2 pembalut
dalam - jam$ "Maryunanik! 200#$ 2ila perdarahan dini yaitu
perdarahan yang terjadi setelah bayi lahir dalam 24 jam
pertama persalinan. Disebabkan oleh atonia uteri! perlukan
jalan lahir. (erdarahan lanjut0lambat! yaitu perdarahan yang
terjadi selama 24 jam. (enyebab sebagian besar plasenta rest
atau sisa plasenta "Maryunanik! 200#$.
2. *danya tanda infeksi puerperalis "demam$
&nfeksi nifas adalah semua peradangan yang disebabkan
masuknya kuman kedalam alat kandungan seperti oksogen
"kuman yang dari luar$ autogen "kuman yang masuk dari
tempat lain dalam tubuh$ dan endogen "jalan lahir itu sendiri$
"Saleha! 200#$. Sementara itu yang dimaksud dengan ebris
puerperalis adalah demam sampai .60 atau lebih "peningkatan
suhu oral$ selama 2 hari dalam -0 hari pertama paska
persalinan keuali hari pertama per 24 jam pertama karena pada
13
saat ini dapat disebabkan oleh dehidrasi karena *S&!
pembengkakan payudara "Maryunnanik! 200#$.
%anda dan gejala! tergantung pada tempat terjadinya
infeksi. Basa tidak enak badan seara anatomi umum
"Maryunanik! 200#$.
a. Drekuensi kemih! disuria! rasa sakit saat berkemih.
b. "terine tenderness
c. %erdapat infeksi lokal "infeksi episiotomi$ .
3. #ochea yang berbau
#ochea adalah darah dan airan yang keluar dari +agina
selama masa nifas. #ochea mempunyai reaksi basa 0 alkalis
yang dapat membuat mikro organisme berkembang lebih epat
dari pada +agina normal. #ochea mempunyai bau amis "*nyir$!
meskipun tidak menyengat! +olume dan +olume yang berbeda4
beda pada setiap ibu.
5enis 8 jenis lochea dan warnanya sebagai berikut
"Maryunanik! 200#$9
a. #ochea rubra0 kruenta "merah$
Merupakan airan yang berampur darah dan sia4sia
penebalan dinding rahim "desidua$ dan sisa penanaman
plasenta "selaput ketuban$ #ochea rubra berwarna
kemerah4merahan sampai hari . atau ke 4.
b. #ochea serosa
#ochea mengandung airan darah dengan jumlah
14
yang lebih sedikit dan lebih banyak mengandung serum dan
leokosit. #ochea ini berwarna keoklatan atau kekuning4
kuningan dan keluar hari ke 1 sampai ke #.
c. #ochea alba "putih$
#ochea alba terdiri dari leokosit! lender leher rahim
"servik$! dan jaringan4jaringan mati yang lepas dalam
penyembuhan. #ochea alba berwarna lebih puat! putih
kekuning4kuningan dan keluar selama 24. minggu.
Dan #ochea atau airan yang keluar dari +agina selama
masa nifas yang abnormal yaitu 9
a. #ochea purulentaE keluar airan seperti nanah berbau busuk
sangat banyak "lebih dari 2 pembalut dalam - jam-$ dan
disertai dengan nyeri abdomen.
b. #ochiostatis E #ochea yang tidak laner keluarnya.
4. (embengkakan pada payudara
Sebelumnya kita perlu membedakan antara payudara
penuh karena berisi asi dengan payudara bengkak. (ayudara
yang penuh! gejala yang dirasakan oleh pasien rasa berat pada
payudara! panas dan keras dan pada payudara bengkak! akan
terlihat payudara odema! ibu merasa sakit! puting susu
kenang. ,ulit mengkilat walau tidak merah! *S& tidak akan
keluar bila diperiksa atau dihisap! dan badan deman setelah 24
jam "Sulistyawati! 200#$.
(ayudara bengkak dapat terjadi karena "Sulistyawati!
15
200#$9
a. 'ambatan aliran darah +ena atau saluran kelenjear getah
bening akibat *S& terkumpul dalam payudara yang terjadi
karena produksi *S& yang berlebihan.
b. %erlambat menyusukan dini! sehingga *S& terkumpul pada
system duktus yang mengakibatkan pembengkakan
c. 2ayi menyusu dengan dijawal dan tidak adekuat.
d. (osisi menyusui salah.
e. 2' yang terlalu ketat.
f. (uting susu yang tidak bersih menyebabkan sumbatan pada
duktus
5. Sakit ,epala %erus Menerus dan (englihatan ,abur
Fanita yang baru melahirkan sering mengeluh sakit
kepala dan penglihatan kabur.
(enanganan terhadap gangguan ini meliputi
"Sulistyawati! 200#$9
a. 2anyak istirahat periksa nadi! tekanan darah! dan
pernafasan
b. ,onsumsi multi+itamineral sayur dan buah
c. Minum yang banyak
d. (emberian parasetamol 100 mg sebanyak . sampai 4 kali
sehari
e. ,ontrol tiap minggu
6. Basa Sakit! Merah dan 2engkak (ada ,aki
16
Suhu badan subfebris selama / hari meningkatnya pada
hari ke -0 sampai hari ke 20 yang disertai dengan menggigil
dan nyeri sekali.
(ada kaki akan menunjukkan tanda4tanda "Sulistyawati!
200#$9
a. ,aki sedikit dalam keadaan leksi dan rotasi keluar! serta
sukar bergerak! lebih panas dibandingkan dengan kaki yang
satunya.
b. )yeri hebat pada lipatan paha.
c. Seluruh bagian dari salah satu +ena pada kaki terasa tegang
dan agak keras pada bagian atas.
d. Releks tonik terjadi spasme arteri sehingga kaki menjadi
bengkak! tegang dan nyeri.
e. $dema kadang4kadang terjadi sebelum atau setelah nyeri
pada paha umumnya terdapat pada paha! tetapi lebih sering
dimulai dari jari4jari kaki dan pergelangan kaki! kemudian
mulai dari bawah ke atas.
f. )yeri pada betis
g. Sakit pada tungkai bawah disertai dengan pembengkakan.
7. ,ehilangan )afsu Makan Dalam Faktu Gang 3ama
Sesudah bayi lahir ibu merasa lebih lelah dan lemas!
karena kehabisan tenaga. 'endaknya ibu lekas meminum
minuman hangat seperti susu atau teh hangat. *pabila ibu
menghendaki makanan! berikan makan yang ringan. Falaupun
17
lambung dan alat penernaan tidak terlibat langsung dalam
proses persalinan! tetapi fungsi penernaan dipengaruhi proses
untuk persalinan. ;rgan penernaan memerlukan waktu
istirahat untuk memulihkan keadaanya! oleh karena itu tidak
benar apabila ibu diberi makanan terlalu banyak walaupun
menginginkannya. *kan tetapi biasanya disebabkan oleh
adanya kelelahan yang sangat berat! nafsu makan terganggu!
ibu tidak ingin makan sampai kelelahan hilang "2ahiyatun!
200#$.
8. (erasaan Sedih %idak Mampu Mengasuh 2ayinya *tau Diri
Sendiri
(ada beberapa minggu awal setelah persalinan sampai
kurang lebih satu tahun! ibu post partum enderung mengalami
perasaan yang tidak laHim dialaminya seperti merasa sedih!
tidak mampu mengasuh dirinya sendiri dan bayinya.
Daktor 8 faktor penyebab keadaan ini meliputi
a. ,ekeewaan emosional berampur rasa takut yang dialami
oleh kebanyakan wanita selama hamil dan melahirkan.
b. Basa nyeri pada awal masa nifas.
9. (ost (artum 2lues
(ost (artum 2lues merupakan kesedihan0kemurungan
setelah melahirkan! biasanya hanya munul sementara waktu
yakni sekitar 2 hari hingga -0 hari sejak kelahiran bayinya.
=ejala4gejala post partum blues sebagai berikut9
18
a. @emas tanpa sebab
b. Menangis tanpa sebab
c. %idak sabar
d. Sensitif0mudah tersinggung
e. Merasa kurang menyayangi bayinya
f. %idak peraya diri
g. %idak memperhatikan penampilan dirinya
h. ,urang menjaga kebersihan dirinya
BAB +
KERAN,KA K-N%EPTUAL
3.1. Kerangka K&nse Te&ri
Menurut ")otoatmojo!2001$ yang dimaksud dengan kerangka
konsep penelitian adalah kerangka hubungan antara konsep4konsep yang
ingin diamati atau diukur melalui penelitian4penelitian yang akan
dilakukan. 2erdasarkan pengertian di atas maka dibuat kerangka konsep
penelitian sebagai berikut 9
4. 3ingkungan
5. 2udaya
6. Sarana
7. (engalaman
1. (endidikan
2. (aritas
3. :sia
19
=ambar ..- ,erangka ,onsep Modifikasi %eori )otoatmodjo dalam &lmu
(erilaku dan (romosi ,esehatan "200/$! dan Fiknjosastro
dalam &lmu kebidanan "2006$
,eterangan 9
. Diteliti
. %idak diteliti
BAB /
MET-DE PENELITIAN
4.1. $enis Penelitian
Desain penelitian adalah seluruh dari perenanaan untuk menjawab
pertanyaan penelitian dan mengantisipasi beberapa kesulitan yang
mungkin timbul selama proses penelitian ")ursalam! 20--$.
(enelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif
"menggambarkan$! yaitu untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu
nifas tentang tanda4tanda bahaya masa nifas. (enelitian ini menggunakan
desain crossectional dimana subjek penelitian diukur hanya - "satu$ kali
dengan kurun waktu yang bersamaan ")otoadmodjo! 20-0$.
4.2. P&ulasi !an %amel
4.2.1. P&ulasi
(opulasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas9
objek0subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu
yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
20
kesimpulannya "Sugiyono! 20--$.
(opulasi dalam penelitian ini adalah semua ibu nifas di
(uskesmas %anjung ,arang ,ota Mataram pada bulan juli 20-4
berjumlah #1 ibu nifas.
4.2.2. %amel
Sampel merupakan bagian populasi yang akan diteliti atau
sebagian jumlah dari karakteristik yang dimiliki populasi "'idayat!
200/$. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu nifas di (uskesmas
%anjung ,arang ,ota Mataram pada bulan 5uli 20-4
(engambilan sampel dilakukan menggunakan teknik.
Accidental sampling! yaitu sampel dipilih diantara populasi sesuai
kasus dan responden yang kebetulan atau ada pada saat dilakukan
penelitian jumlah respoden yang diteliti 4# ibu nifas yang ada di
(uskesmas %anjung ,arang ")otoatmodjo!20-0$.
4.3. Temat !an 0aktu Penelitian
4.3.1. Temat Penelitian
(enelitian dilaksanakan di Filayah (uskesmas %anjung
,arang ,ota Mataram.
4.3.2. 0aktu Penelitian
(enelitian ini dilaksanakan pada bulan *gustus 20-4
4.4. In!entifikasi 1aria"el
Aariabel adalah sesuatu yang digunakan sebagai suatu iri! sifat
atau ukuran yang dimiliki atau didapatkan oleh satuan penelitian tentang
sesuatu konsep pengertian tertentu! misalnya umur! jenis kelamin!
21
pendidikan! status perkawinan! pekerjaan! pengetahuan! pendapat!
penyakit! dan sebagainya ")otoatmodjo!20-0$. Aariabel dalam penelitian
ini adalah pengetahuan! umur! pendidikan! dan paritas.
4.5. Definisi -erasi&nal
Definisi operasional adalah suatu batasan yang digunakan untuk
membatasi raung lingkup +ariabel4+ariabel yang diamati ")otoatmodjo!
20-0$.
22
%abel ..-. Definisi ;perasional
Aariabel Definisi
operasional
(arameter *lat ukur 'asil ukur Skala
(engetahuan ,emampuan ibu
nifas menjawab
kuisoner
-. (engertian
masa nifas
2. %anda4tanda
bahaya masa
nifas
,uesioner -. 2aik jika skor
/64-00%
2. @ukup skor 164
/1
.. ,urang skor
C16%
;rdinal
:mur 3ama seseorang
hidup
%anggal atau
tahun kelahiran
,uesioner -. C20 tahun
2. 204.1 tahun
.. I.1 tahun
&nter+al
(endidikan (endidikan
formal akhir
yang pernah
diselesaikan
&jaHah terakhir ,uesioner -. SD
2. SM(
.. SM*
4. (%
)ominal
(aritas 5umlah
kelahiran hidup
yang di alami
seorang wanita
-. 5umlah
kelahiran
2. 5umlah anak
,uesioner -. (rimipara
2. Multipara
.. =randemulti
para
;rdinal
4.6. Instrument Penelitian
&nstrument pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan
digunakan oleh penelitian dalam kegiatannya mengumpulkan data agar
kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. <instrument
penelitian> yang diartikan sebagai <alat bantu> merupakan sarana yang
dapat diwujudkan dalam benda! misalnya angket (%uestionnaire)! daftar
tilik (checklist) atau pedoman wawanara (interview guide atau interview
schedule) lembar pengamatan atau panduan pengamatan (observation
sheet atau observation schedule)! soal tes "yang kadang4kadang hanya
disebut dengan <tes> saja$! in+estaris (inventory)! skala "scala$! dan lain
sebagainya "*rikunto! 200#$.
&nstrument penelitia yang digunakan dalam penelitian ini adalah
kuesioner.
4.7. Pr&se!ur Pengumulan Data
Setelah peneliti melakukan sur+ey ke (uskesmas %anjung ,arang!
23
peneliti akan meneliti dan mendapat data yang dibutuhkan. (engumpulan
data dikumpulkan dengan ara menelusuri rekam medik responden. Data
yang dikumpulkan terdiri dari 9
4.7.1. Data Primer.
1. Data pengetahuan tentang tanda4tanda bahaya masa nifas
dikumpulkan menggunakan alat bantu kuesioner.
2. Data umur! pendidikan! pekerjaan! dan paritas responden
dikumpulkan dengan menggunakan alat bantu kuesioner.
4.7.2. Data %ekun!er
Data tentang gambaran umum (uskesmas %anjung ,arang
,ota Mataram di kumpulkan dari profil (uskesmas.
4.8. Peng&lahan !an Analisis Data
4.8.1. Peng&lahan Data
Setelah pengumpulan data dilakukan! kemudian data diolah
dengan ara sebagai berikut 9
1. Editing
Dilakukan pengeekan kelengkapan pada data yang
telah terkumpul! jika terdapat kesalahan dan kekurangan dalam
pengumpulan data akan diperbaiki dengan pemeriksaan dan
dilakukan pendataan ulang.
2. Coding
(emberian kode atau tanda pada setiap data yang telah
terkumpul untuk mempermudah memasukkan data ke dalam
tabel.
24
3. &abulating
:ntuk mempermudah analisa data dan pengolahan data
serta pengambilan kesimpulan. Data dimasukkan dalam bentuk
tabel distribusi frekuensi dengan memberikan skor terhadap
responden.
4.8.2. Analisis Data
1. Data tentang pengetahuan tentang tanda4tanda bahaya masa
nifas ditampilkan seara deskriptif dan menggunakan tabel
distribusi frekuensi.
2. Data tentang umur! pendidikan! pekerjaan! dan paritas
responden ditampilkan seara deskriptif dan menggunakan
tabel distribusi frekuensi.
4.9. Etika Penelitian
Dalam melakukan penelitian! peneliti mengajukan permohonan!
ijin kepada peneliti etik Dinas ,esehatan ,ota Mataram (uskesmas
%anjung ,arang untuk mendapatkan persetujuan! kemudian dilakukan
pengambilan data ke subyek yang diteliti dengan menekankan pada
masalah etika yang meliputi 9
1. 3embar persetujuan penelitian diberikan pada responden.
%ujuannya adalah subyek mengetahui maksud dan tujuan
penelitian serta dampak yang diteliti selama pengambilan data. 5ika
subyek bersedia diteliti maka harus menandatangani lembar
persetujuan. 5ika subyek menolak untuk diteliti tidak akan memaksa
dan tetap menghormati haknya.
25
2. ,erahasiaan terhadap responden menjadi perioritas dengan ara tanpa
nama! dan kerahasiaan informasi yang diberikan dijamin oleh peneliti.