Anda di halaman 1dari 11

Nama : Hadi Siswanto

NIM : A1C209210
Prodi : Pend. Biologi

FISIKA DASAR I
1. Menuliskan Rumus dan Menjelaskan Pengertian dari :
a. Perpindahan
Perpindahan (∆r) adalah perubahan posisi akhir ( r2 ) dari posisi awalnya ( r1).

∆r = r2 - r1 ≅ dr

b. Kecepatan
Kecepatan terbagi menjadi dua yaitu :
 Kecepatan rata-rata
Kecepatan rata-rata ( v ) adalah perpindahan ( ∆r ) per satuan waktu ( ∆r ).

v = ∆r / ∆t

 Kecepatan sesaat
Kecepatan sesaat ( v ) adalah perpindahan kecil ( dr ) dalam waktu sesaat ( dt ).

v = dr / dt

c. Percepatan
Percepatan terbagi menjadi dua yaitu :
 Percepatan rata-rata
Percepatan rata-rata ( a ) adalah perubahan kecepatan ( ∆v ) per satuan waktu ( ∆t ).

a = ∆v / ∆t
 Percepatan sesaat
Percepatan sesaat ( a ) adalah perubahan kecepatan kecil ( dv ) dalam waktu sesaat
( dt ).

a = dv / dt = d2 S / dt2 = vdv / dr

d. Momentum
Momentum terbagi menjadi dua yaitu :
 Momentum linear
Momentum linear ( P ) adalah hasil kali antara massa benda ( m ) dengan
kecepatannya ( v ).

P=m x v

 Momentum anguler
Momentum anguler adalah ( L ) adalah hasil kali posisi benda terhadap pusat
rotasinya ( r ) dengan momentum linearnya ( P ).

L = r x P
e. Gaya
Gaya ( F ) adalah sesuatu yang dapat menyebabkan perubahan gerak ( ∆v ) atau
perubahan momentum ( ∆P ) atau perubahan bentuk dan ukuran (∆x ) benda yang
massanya ( m ) terhadap waktu ( ∆t ).

F = m ∆v / ∆t = ∆P / ∆t = -k ∆x

k = tetapan perubahan ukuran benda

f. Inpuls
Inpuls ( I ) adalah hasil kali antara gaya ( F ) dengan waktu tempuhnya yang singkat
( ∆t ).

I = F . ∆t

g. Tekanan
Tekanan ( P ) adalah gaya ( F ) per satuan luas bidang tekan ( A ).

P=F/A

h. Usaha
Usaha ( W ) adalah hasil kali skalar antara gaya ( F ) dengan proyeksi perpindahan ( ∆r )
yang disebabkannya.

W = F . ∆r = F ∆r cos θ

θ = sudut terkecil yang dibentuk antara F dan ∆r


i. Energi Kinetik
Energi kinetik ( Ek ) adalah energi yang dimiliki benda yang bermassa ( m ) karena
kecepatan geraknya ( v ).

Ek = m v2

j. Energi potensial
Energi potensial ( Ep ) adalah energi yang dimilki benda yang beratnya mg karena
posisinya ( h ).

Ep = mg.h

k. Momen Gaya
Momen gaya ( ) adalah hasil kali vektor antara posisi terhadap sumbu putar dengan
gaya ( F ).

=r x F
= r F sin

l. Kuat medan

E = =

Kuat medan adalah kekuatan suatu benda untuk menarik atau menolak benda lain
dilingkungannya dengan jarak tertentu.
m. Potensial
Energi pada suatu titik yang berjarak ( R ) dari muatan ( Q ) yang melakukan gaya listrik
( F ) dengan sudut antara F dan r adalah .

Ep = F r cos = cos

n. Suhu
Suhu adalah ukuran derajat panas atau dinginnya suatu benda atau sistem yang
merupakan refleksi dari kuantitas energi kinetik rata-rata partikel. Satuan suhu dalam SI
adalah Kelvin ( K ). Satuan lain yang sering digunakan berdasarkan pembuat skala
termometernya adalah : derajat celcius ( ℃ ), derajat reumur ( °R ), dan derajat
fakhrenheit ( ℉ ).
Perbandingan skala temperatur :

C:R:F:K = 5:4:9:5

Sehingga dapat diperoleh bahwa

 t °C = ( t ) °R

 t °C = ( t + 32 ) °F

 t °C = (t + 273 )

 t °R = ( t ) °C

 t °F = ( t – 32 ) °C

 t K = ( 273 – t ) °C
o. Kalor
Kalor ( Q ) adalah salah satu bentuk energi yang dapat berpindah karena perbedaan suhu
( ∆t ).

Q = m c ∆t

p. Kalor jenis
Kalor jenis (c) adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan 1 gram atau 1
kg zat sebesar 1ºC (satuan kalori/gram.ºC atau kkal/kg ºC).

c =

q. Entropy
Entropy adalah fungsi keadaan suatu benda.

S1 = 0 dan S2 =∫ /
r. Entalpi
Entalpi adalah jumlah energy enternal dari suatu sistem thermodinamika + energy yang
digunakan untuk melakukuan kerja.

H=U +P V

Keterangan :
U = energy internal ( J )
P = tekanan ( Pa )
V = Volume sistem ( m2 )
2. Menuliskan Rumus dan Menjelaskan Arti Fisikanya :
a. Hukum I Newton

Jika F = 0, maka ( v = 0 ) atau ( ∆v = 0 )


Artinya : Setiap benda cenderung berlangsung dalam keadaan diam ( v = 0 ) atau
bergerak lurus beraturan (∆v = 0 ), kecuali terdapat gaya dari luar ( F ).
b. Hukum II Newton

Jika F > 0, maka a =


Artinya : Percepatan sebuah benda ( a ) sebanding dan searah dengan gaya penyebabnya
( F ) dan berbanding terbalik dengan massanya ( m ).
c. Hukum III Newton

Fr = - Fa
Artinya : Jika sebuah benda melakukan gaya aksi ( Fa ) pada benda lain, maka secara
bersamaan benda lain itu juga melakukan gaya reaksi ( Fr ) yang sama terhadap benda
pertama dengan arah yang berlawanan.
d. Hukum Kekekalan Energy
E = Ek + Ep = konstan
Energi ( E ) tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan.
e. Hukum Kekekalan Momentum
P1 ` + P2 ` = P1 + P2
Artinya : Jumlah momentum setelah tumbukan ( P` ) dan sebelum tumbukan ( P ) adalah
sama.
f. Hukum Utama Hidrostatika

Jika h2 = h1 , maka P2 = P1 ; dengan P = gh


Artinya : Dalam satu jenis fluida, pada kedalaman ( h ) yang sama, maka tekanannya ( P )
sama.

g. Hukum Pascal

P2 = P1 atau =
Artinya : Jika fluida dalam satu ruang tertutu[p mendapat tekanan ( P ), maka tekanan itu
diteruskan ke segala arah dengan besar yang sama.
h. Hukum Archimedes

FA = wc` = c g V`
Artinya : Jika sebuah benda dicelupkan sebagian atau seluruhnya dengan volume yang
tercelup (V`) ke dalam zat cair yang massa jenisnya ( c ), maka benda itu akan
mengalami gaya apung ( Fa ) yang sama dengan berat zat cair yang dipindahkan (wc`)
i. Hukum Stokes

Fs = -6 r v
Artinya : Jika sebuah bola beradius ( r ) bergerak dalam fluida yang viskositasnya ( )
dengan kecepatan ( v ), maka bola akan mengalami gaya gesekan stokes ( Fs ) yang
sebanding dengan , r , dan v dengan arah yang berlawanan dengan arah gerak.
j. Hukum Laplace

P=
Artinya : Tekanan ( P ) pada gelembung alveoli sebanding dengan tegangan permukaan
( ) dan berbanding terbalik dengan radius gelembung ( R ).
k. Hukum Boyle
PV = nRT atau P V = konstan
Artinya : Jika sejumlah partikel gas ideal ( n ) dalam suatu ruang tertutup mengalami
proses suhu ( T ) konstan, maka perbandingan volume ( V ) adalah konstan.
l. Hukum Gaylussac

= atau = konstan
Artinya : Jika sejumlah partikel gas ideal ( n ) dalam suatu ruang tertutup mengalami
proses tekanan ( P ) konstan, maka perbandingan volume ( V ) dengan suhunnya ( T )
adalah konstan.

m. Hukum Kontuinuitas
Q= A v = konstan
Artinya : Untuk aliran fluida ideal dalam pipa, maka hasil kali luas penampang ( A ) dan
laju aliran fluida ( v ) adalah konstan atau debit ( Q ) fluida adalah konstan.
n. Hukum Bernaulli

P = v2 atau g h = konstan
Artinya : Pada ketinggian ( h ) yang sama, maka jika laju ( v ) fluida ideal besar, tekanan
hidrostatisnya ( P ) kecil atau jumlah total penyebab aliran fluida adalah konstan.
o. Hukum Poisuille

Q=
Artinya : Debit fluida ( Q ) yang viskositasnya ( ) yang mengalir dalam pipa beradius
( R ), panjangnya ( L ) karena beda tekanan ( ΔP = P1 - P2 )
p. Prinsip Kerja-Energi

W = +ΔEk = -ΔEp
Artinya : Jika kita melakukan kerja ( W ) maka kita menambah energi kinetik ( ∆Ek ) dan
energi potensialnya ( ∆Ep ) berkurang.
q. Prinsip Inpuls-Momentum

I = ΔP
Artinya : Inpuls ( I ) sama dengan perubahan momentum ( ∆P ).

r. Hukum Konduksi Kalor


Perpindahan kalor karena hantaran sebagai akibat dari partikel-partikel zat yang bergetar
disebut konduksi (hantaran). Biasanya terjadi pada zat padat. Jika panjang batang ( L ),
luas penampangnya ( A ), perbedaan suhu antara kedua ujung batang ( ΔT ), dan koefisien
konduksi termal zat atau batang itu ( k ), maka maka laju hantaran kalornya ( H ).
Dengan rumus sebagai berikut :

H = k A
s. Hukum Konveksi Kalor

H = h A ΔT
Artinya : Perpindahan kalor karena aliran sebagai akibat dari adanya zat yang ikut
berpindah disebut konveksi (aliran). Biasanya terjadi pada fluida (zat cair atau gas). Jika
koefisien konveksinya adalah ( h ), luas penampang fluidanya adalah ( A ), dan perbedaan
suhunya adalah ( ΔT ), maka laju aliran kalornya ( H ).
t. Hukum Radiasi Kalor

H=e T4 A
Artinya : Perpindahan kalor karena pancaran sebagai gelombang elektromagnetik disebut
radiasi ( pancaran ). Jika koefisien pancaran adalah ( 0 ≤ e ≤ 1 ), tetapan stevan
Boltzmann ( = 5,7 x 10-8 J/sm2 K4 ), luas penampang yang memancarkan panas ( A ),
dan temperatur mutlaknya ( T ), maka laju pancaran kalornya ( H )
u. Hukum Ekipartisi Energi Termodinamik
Qt = Q l
Artinya : Jika dua buah benda atau sistem berbeda suhunya disentuhkan satu dengan yang
lainnya, maka akan terjadi perpindahan kalor dari benda yang lebih panas ke benda yang
lebih dingin, sedemikian sehingga tercapai kesetimbangan termal. Jika kalor yang
dilepaskan oleh benda panas adalah ( Ql ) dan kalor yang diterima oleh benda dingin
adalah ( Qt ).
v. Hukum 0 Termodinamika
TA = TB = TC
Artinya : Jika ada dua sistem A (TA ) dan B (TB ) berada dalam kesetimbangan termal,
maka sistem C (TC ) juga berada pada kesetimbangan termal.
w. Hukum I Termodinamika

∆Q = ∆U + W
Artinya : Jika suatu sistem menyerap kalor sebesar ( ∆Q ), maka energi kalor itu dapat
mengubah energi dari sistem ( ∆U ) dan atau selebihnya digunakan untuk melakukan
kerja sebesar ( W ).

x. Hukum II Termodinamika

∆Q = T . ∆S
Artinya : Jika suatu sistem mengalami perubahan energi kalor sebesar ( ∆Q ) pada suhu
tertentu ( T ), maka sistem itu akan mengalami perubahan entropi ( ∆S ).

y. Hukum III Termodinamika

T = 0 K, maka ∆S = konstan
Artinya : Pada suhu T = 0 K, maka peruahan entropi sistem ( ∆S ) adalah konstan dan
koefisien dari sistem cenderung kepada nol.

Anda mungkin juga menyukai