Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Motivasi adalah suatu dorongan terhadap diri kita agar
melakukan sesuatu hal. Dorongan yang dapat itu bisa
bersumber dari mana saja, entah itu dari diri kita sendiri
ataupun dari hal sesuatu atau orang lain. Dorongan yang kita
sebut motivasi itu juga yang menjadi suatu sumber tenaga
dalam mengerjakan suatu hal agar mencapai suatu tujuan yang
diinginkan. Dalam hal ini kegiatan yang lakukan dapat
berbentuk negatif ataupun positif meskipun semua motivasi
pada awalnya baik.
Teori Motivasi terbagi menjadi dua jenis yaitu Teori
isi dan Teori Proses Motivasi. Dalam hal jenis teori motivasi
akan membahas semua jenis teori. Hal itu dikarenakan supaya
mahasiswa bisa mengetahui kekurangan maupun kelebihan dari
semua masing-masing jenis teori motivasi tersebut.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah penulis
mengajukan rumusan masalah sebagai berikut:
1. Faktor apa saja yang mempengaruhi motivasi?;
2. Apa dampak yang ditimbulkan dari motivasi?
3. Bagaimana kekurangan dan kelebihan dari masing-
masing jenis teori motivasi?;

C. Tujuan pembuatan makalah
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah
sebagai berikut:
1. Mengetahui faktor yang mempengaruhi motivasi
2. Mengetahui dampak yang ditimbulkan dari Motivasi
3. Memahami kekurangan dan kelebihan dari masing-masing
jenis teori motivasi.

D. Manfaat pembuatan makalah
Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini adalah
sebagai berikut:
1. Berguna sebagai pengembangan khasanah ilmu
pengetahuan.

2. Mengetahui kekurangan dan kelebihan masing-masing dari
jenis teori motivasi supaya tidak terjadi kesalahan dalam
menerapkan jenis teori motivasi ketika di lapangan.

E. Metode pengumpulan data
Dalam pengumpulan data pembuatan makalah, saya
menggunakan metode pengumpulan sekunder yaitu
mengumpulkan data-data yang sudah tersedia dari media
internet.










BAB II
STUDI PUSTAKA
A. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI
Kajian tentang motivasi telah sejak lama memiliki daya tarik
tersendiri bagi kalangan pendidik, manajer, dan peneliti,
terutama dikaitkan dengan kepentingan upaya pencapaian
kinerja (prestasi) seseorang. Berbagai Faktor Motivasi
seseorang sangat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu sebagai
berikut:

a. Faktor Internal yaitu adalah faktor yang berasal dari
dalam diri individu, terdiri atas:
Persepsi individu mengenai diri sendiri; seseorang
termotivasi atau tidak untuk melakukan sesuatu
banyak tergantung pada proses kognitif berupa
persepsi. Persepsi seseorang tentang dirinya sendiri
akan mendorong dan mengarahkan perilaku
seseorang untuk bertindak;

Harga diri dan prestasi; faktor ini mendorong atau
mengarahkan inidvidu (memotivasi) untuk
berusaha agar menjadi pribadi yang mandiri, kuat,
dan memperoleh kebebasan serta mendapatkan
status tertentu dalam lingkungan masyarakat; serta
dapat mendorong individu untuk berprestasi;.

Harapan; adanya harapan-harapan akan masa
depan. Harapan ini merupakan informasi objektif
dari lingkungan yang mempengaruhi sikap dan
perasaan subjektif seseorang. Harapan merupakan
tujuan dari perilaku.
Kepuasan kerja; lebih merupakan suatu dorongan
afektif yang muncul dalam diri individu untuk
mencapai goal atau tujuan yang diinginkan dari
suatu perilaku.
Kebutuhan; manusia dimotivasi oleh kebutuhan
untuk menjadikan dirinya sendiri yang berfungsi
secara penuh, sehingga mampu meraih potensinya
secara total. Kebutuhan akan mendorong dan
mengarahkan seseorang untuk mencari atau
menghindari, mengarahkan dan memberi respon
terhadap tekanan yang dialaminya.
b. Faktor Eksternal; faktor yang berasal dari luar diri individu,
terdiri atas:
Jenis dan sifat pekerjaan; dorongan untuk bekerja
pada jenis dan sifat pekerjaan tertentu sesuai dengan
objek pekerjaan yang tersedia akan mengarahkan
individu untuk menentukan sikap atau pilihan
pekerjaan yang akan ditekuni. Kondisi ini juga dapat
dipengartuhi oleh sejauh mana nilai imbalan yang
dimiliki oleh objek pekerjaan dimaksud;

Kelompok kerja dimana individu bergabung;
kelompok kerja atau organisasi tempat dimana
individu bergabung dapat mendorong atau
mengarahkan perilaku individu dalam mencapai
suatu tujuan perilaku tertentu; peranan kelompok
atau organisasi ini dapat membantu individu
mendapatkan kebutuhan akan nilai-nilai kebenaran,
kejujuran, kebajikan serta dapat memberikan arti
bagi individu sehubungan dengan kiprahnya dalam
kehidupan sosial.

Situasi lingkungan pada umumnya; setiap individu
terdorong untuk berhubungan dengan rasa
mampunya dalam melakukan interaksi secara efektif
dengan lingkungannya;

Sistem imbalan yang diterima; imbalan merupakan
karakteristik atau kualitas dari objek pemuas yang
dibutuhkan oleh seseorang yang dapat
mempengaruhi motivasi atau dapat mengubah arah
tingkah laku dari satu objek ke objek lain yang
mempunyai nilai imbalan yang lebih besar. Sistem
pemberian imbalan dapat mendorong individu untuk
berperilaku dalam mencapai tujuan; perilaku
dipandang sebagai tujuan, sehingga ketika tujuan
tercapai maka akan timbul imbalan.

B. Dampak yang ditimbulkan dari Motivasi

Dari berbagai macam jenis motivasi, pada umumnya
motivasi memiliki berbagai dampak positif dan dampak
negatif yang berpengaruh bagi manusia.

1. Menimbulkan Efek penasaran.
Pada tipe manusia seperti ini, kalimat motivasi
merupakan hal yang indah, keren, & menyejukan hati
sehingga membuat penasaran dengan motivasi-
motivasi lain. lalu akhirnya pikiran merespon ini
sebagai titik fokus.
Dampak buruk apa yang timbulkan yaitu; malah
akan terfokus penasaran dan kecanduan dengan
kalimat-kalimat motivasinya yang indah tanpa
mempedulikan tujuan asli motivasi yaitu take action.

2. Menimbulkan Efek bumerang
Pada tipe ini manusia seperti ini akan bertemu
pada titik jenuh & bosan dengan sebuah motivasi,
bahkan bisa sampai membenci dengan hal yang
berbau motivasi. Hal ini bisa terjadi karena pada
dasarnya manusia ingin selalu hal-hal yang baru dan
berbeda dalam hidup-nya.
Penyebab manusia kemungkinan bisa membenci
motivasi karena otak manusia mempunyai bagian
yang tidak bisa membedakan antara yang baik dan
buruk dan bagian ini hanya fokus pada tujuan. Saat
bosan, fokus kita akan tertuju untuk menghindari
kebosanan dan secara tidak langsung pikiran akan
membenci hal yang membosankan seperti motivasi.
Contoh yang sama juga terjadi pada saat kita
sekolah atau bekerja. Sebenarnya kita menganggap
rutinitas sekolah atau bekerja itu baik, namun karena
rutinitasnya membosankan, kita malah membenci
rutinitas-nya itu.






















BAB III
PEMBAHASAN MASALAH
A. Bagaimana kekurangan dan kelebihan dari masing-masing
jenis teori motivasi

I. Teori Isi
Memusatkan pada penyebab perilaku terjadi dan
berhenti yang terpusat pada kebutuhan, motif yang
mendorong, menekan, memacu dan menguatkan karyawan
melakukan kegiatan, juga berhubungan dengan faktor-
faktor eksternal yang berupa insentif yang menyarankan,
mendorong, menyebabkan dan mempengaruhi untuk
melaksanakan suatu kegiatan. Ada lima macam kekurangan
dan kelebihan masing-masing yang terkandung di dalam
teori isi, antara lain :

a. TEORI HIERARKI KEBUTUHAN (A.
MASLOW)
Kelebihan:
1. Teori hierarki kebutuhan Maslow telah
memperoleh pengakuan luas, terutama pada
para manajer aktif. Karena teori ini berdasarkan
logika yang intuitif dan mudah dipahami.

2. Teori ini memberikan informasi bahwa
kebutuhan manusia itu jamak (material dan
nonmaterial) dan bobotnya bertingkat-tingkat
pula.

3. Manajer mengetahui bahwa seseorang
berperilaku atau bekerja adalah untuk dapat
memenuhi kebutuhan-kebutuhan (material dan
nonmaterial) yang akan memberikan kepuasaan
baginya.

4. Kebutuhan manusia itu berjenjang sesuai
dengan kedudukan atau sosial ekonominya.
Seseorang yang berkedudukan rendah (sosial
ekonomi lemah) cenderung dimotivasi oleh
material, sedang orang yang berkedudukan
tinggi cenderung dimotivasi oleh nonmaterial.

5. Manajer akan lebih mudah memberikan alat
motivasi yang paling sesuai untuk merangsang
semangat bekerja bawahannya.

Kekurangan:
1. Kebutuhan individu tidak selalu mengikuti
tatanan yang berjenjang.

2. Kebutuhan-kebutuhan yang berbeda muncul
ke depan, manakala musim kerja meningkat.

b. TEORI X & Y (Mc GREGOR)

Kelebihan Teori X:
1. Karyawan bekerja untuk memaksimalkan
kebutuhan pribadi

Kekurangan Teori X:
1. Karyawan malas

2. Berperasaan irasional.

3. Tidak mampu mengendalikan diri dan
disiplin

Kelebihan Teori Y:
1. Pekerja menunjukkan kemampuan
mengatur diri

2. Tanggung jawab

3. Inisiatif tinggi

4. Pekerja akan lebih memotivasi diri dari
kebutuhan pekerjaan
Kekurangan Teori Y:
1. Apresiasi diri akan terhambat berkembang
karena karyawan tidak selalu menuntut
pada perusahaan

c. TEORI DUA FAKTOR (F. HERZBERG)
Kelebihan:
1. Teori Herzberg telah dibaca secara luas dan
hanya sedikit manajer yang tidak familiar
dengan rekomendasi rekomendasinya.

2. Banyak penerapan dari teori Herzberg yang
berhasil.

3. Penelitian yang dilakukan Herzberg banyak
dikembangkan dan berhasil.

4. Dalam teori Herzberg sangat benar benar
memperhatikan karyawan sehingga dapat
diketahui dengan benar kondisi karyawan.

Kekurangan:
1. Teori dua faktor mengabaikan variabel
situasional.

2. Herzbergs mengasumsikan hubungan antara
kepuasan dan produktivitas. Namun
penelitian yang dilakukan Herzbergs
menekankan pada kepuasan dan mengabaikan
produktivitas.

3. Keadaan teori tersebut tidak pasti. Analisi
harus dibuat oleh penilai. Para penilai dapat
merusak temuan dengan menganalisi respon
yang sama dengan cara yang berbeda.

4. Tidak ada ukuran komprehensip kepuasan
yang digunakan. Seorang karyawan mungkin
menemukan pekerjaannya dapat diterima
meskipun fakta bahwa ia mungkin membenci
bagian dari pekerjaannya.

5. Teori ini mengabaikan pekerjaan kasar,
meskipun keterbatasan ini, teori dua faktor
Herzbergs dapat diterima secara luas.

d. TEORI TIGA KEBUTUHAN (Mc.CLELLAND)
Kelebihan:
1. Adanya riset yang ekstensif dalam teori ini
sehingga besar kemungkinana ketepatannya
dalam keberhasilan penerapan teori motivasi
ini di dunia kerja.

2. Dalam teori ini diterapkan pelatih berlaku
efektif dalam mengajar individu-individu
untuk berpikir dari segi prestasi, menang dan
sukses, kemudian membantu mereka untuk
belajar cara bertindak dalam cara yang
berprestasi tinggi dengan lebih menyukai
situasi dimana mereka mempunyai tanggung
jawab pribadi. Sehingga individu dapat
termotivator.

Kekurangan:
1. Motivasi hanya didorong oleh kekuatan
motif dan kebutuhan dasar yang terlibat,
harapan keberhasilannya, dan nilai insentif
yang terlekat pada tujuan saja.

2. Terkadang pendektan antara atasan dan
bawahan tidak berjalan secara efektif.

e. TEORI ERG (C.ALDERFER)
Kelebihan:
1. Kebutuhan akan tetap bisa hidup sesuai
dengan tingkat kebutuhan tingkat rendah
dari Maslow yaitu meliputi kebutuhan
fisiologis dan kebutuhan akan rasa aman
serta hygiene factors dari Herzberg.

2. Kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang
lain yang sesuai dengan kebutuhan afiliasi
dari Maslowdanhygiene factors dari
Herzberg.

3. kebutuhan mendorong seseorang untuk
memiliki pengaruh yang kreatif dan
produktif terhadap diri sendiri atau
lingkungan realisasi dari kebutuhan
penghargaan dan perwujudan diri dari
Maslow dan motivation factors dari
Herzberg.(Koontz, 1990:121).

Kekurangan:
1. Makin tidak terpenuhinya suatu kebutuhan
tertentu, makin besar pula keinginan untuk
memuaskannya;

2. Kuatnya keinginan memuaskan kebutuhan
yang lebih tinggi semakin besar apabila
kebutuhan yang lebih rendah telah
dipuaskan;
3. Sebaliknya, semakin sulit memuaskan
kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi,
semakin besar keinginan untuk
memuasakan kebutuhan yang lebih
mendasar.

II. Teori Process
Teori Proses fokus pada bagaimana dan dengan cara
apa perilaku didorong, diarahkan, dipertahankan, dan
dihentikan. Ada empat macam kekurangan dan kelebihan
masing-masing yang terkandung di dalam teori proses,
antara lain :

a. TEORI HARAPAN (EXPENTANCE
THEORY) - V. ROOM
Kelebihan:
1. Teori harapan mendasarkan diri pada
kepentingan individu yang ingin
mencapai kepuasan maksimal dan ingin
meminimalkan ketidakpuasan.

2. Teori ini menekankan pada harapan dan
persepsi, apa yang nyata dan aktual.

3. Teori harapan menekankan pada imbalan
atau pay-off.

4. Teori harapan sangat fokus terhadap
kondisi psikologis individu dimana
tujuan akhir dari individu untuk
mencapai kesenangan maksimal dan
menghidari kesulitan.

Kekurangan:
1. Teori harapan tampaknya terlalu idealis
karena hanya individu tertentu saja yang
memandang korelasi tingkat tinggi antara
kinerja dan penghargaan.

2. Penerapan teori ini terbatas sebab tidak
langsung berkorelasi dengan kinerja di
banyak organisasi. Hal ini terkait dengan
parameter lain juga seperti posisi,
tanggung jawab usaha, pendidikan, dan
lain-lain.

b. TEORI PENGUATAN (REINFOCEMENT
THEORY) - B.F SKINNER
Kelebihan:
1. Pemimpin diarahkan untuk menghargai
setiap pekerjanya. hal ini ditunjukkan
dengan dihilangkannya sistem hukuman.
Hal itu didukung dengan adanya
pembentukan lingkungan yang baik
sehingga dimungkinkan akan
meminimalkan terjadinya kesalahan.

Kekurangan:
1. Tanpa adanya sistem hukuman akan
dimungkinkan akan dapat membuat pekerja
menjadi kurang mengerti tentang sebuah
kedisiplinan. hal tersebuat akan
menyulitkan lancarnya kegiatan. Dengan
melaksanakan mastery learning, tugas
pemimpin akan menjadi semakin berat.

c. TEORI KEADILAN (EQUITY THEORY)
S.ADAMS
Kelebihan:
1. individu bisa membandingkan pendapat
dan hasil pekerjaan mereka dengan
pendapat dan hasil pekerjaan orang lain,
dan kemudian merespons untuk
menghilangkan ketidakadilan.
Kekurangan:
1. Kenyataan bahwa kepuasan orang juga
ditentukan oleh perbedaan individu
(misalnya saja pada waktu seseorang
ditanya jumlah gaji yang diinginkan
saat melamar pekerjaan).

2. Selain itu tidak linier hubungan antara
besarnya kompensasi dengan tingkat
kepuasan lebih banyak bertentangan
dengan kenyataan.



d. TEORI PENETAPAN TUJUAN (GOAL
SETTING THEORY) E.LOCKE
Kelebihan:
1. Teori yang mengemukakan bahwa niat
untuk mencapai tujuan merupakan
sumber motivasi kerja yang utama.
Artinya, tujuan memberitahu seorang
karyawan apa yang harus dilakukan dan
berapa banyak usaha yang harus
dikeluarkan.
Kekurangan:
1. Jika semakin sulit tujuannya, maka akan
menimbulkan stress.















BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan (energi)
seseorang yang dapat menimbulkan tingkat
persistensi dan entusiasmenya dalam melaksanakan
suatu kegiatan.

2. Seberapa kuat motivasi yang dimiliki individu akan
banyak menentukan terhadap kualitas perilaku yang
ditampilkannya, baik dalam konteks belajar,
bekerja maupun dalam kehidupan lainnya.


3. Teori Motivasi terbagi menjadi dua jenis yaitu
Teori isi dan Teori Proses Motivasi

4. Motivasi dikaitkan dengan kepentingan upaya
pencapaian kinerja (prestasi) seseorang.

5. Motivasi memiliki berbagai dampak positif yaitu
menimbulkan efek penasaran dan dampak negatif
yaitu menimbulkan efek bumerang

6. Teori isi adalah teori yang memusatkan pada
penyebab perilaku terjadi dan berhenti yang
terpusat pada kebutuhan, motif yang mendorong,
menekan, memacu dan menguatkan karyawan
melakukan kegiatan, juga berhubungan dengan
faktor-faktor eksternal yang berupa insentif yang
menyarankan, mendorong, menyebabkan dan
mempengaruhi untuk melaksanakan suatu kegiatan.

7. Teori Proses adalah teori yang berfokus pada
bagaimana dan dengan cara apa perilaku didorong,
diarahkan, dipertahankan, dan dihentikan.