Anda di halaman 1dari 8

STABILITAS LERENG

11.6. PERMUKAAN BIDANG LONGSOR KOMPOSIT


Jika lereng terletak pada lapisan tanahyang sangat lunak tidak padat atau terletak pada
lapisan batu, bidang longsor tidak merupakan lingkaran. Kecepatan terjadinya kelongsoran
dan kerusakan yang terjadi begantung pada homogenitas tanah lempungnya dan kandungan
lapisan tanah yang lebih lolos air didalam tanah timbun. Distribusi tekanan air pori dari tanah
yang muah meloloskan air yang ditimbunkan pada kondisi kadar air yang tinggi, dapat
mengurangi kuat geser tanah lempung yang terletak dibawahnya sehingga dapat menambah
kemungkinan terjadinya longsor.
Dengan menganggap garis kerja Pa dan Pp paralel dengan kemiringan lereng, gaya
geser yang terjadi akibat beban tanah yang akan longsor, adalah:

Sd = Pa cos (
1
- )- Pp cos (
2
- ) + W sin (11.87)

dengan sudut-sudut
1
,
2
dan didefinisikan dalam Gambar 1.1.19. Tahanan geser yang
dapat dikerahkan oleh tanah pada bldang longsorya, adalah:

Sr=cL [Wcos + p sin ( - )- Pp sin (
1
- )] tg (11.88)

Faktor aman didefinisikan sebagai:






11.7. CARA MENENTUKAN RASIO TEKANAN PORI (ru) RATA-RATA
Pada umumnya, rasio tekanan pori (ru) tidak merata sama di seluruh penampang tanggul atau
bendungan. Prosedur untuk menentukan nilai (ru) rata-rata yang diusulkan oleh dishob dan
morgenstern (1990) sebagai beikut:
Sebuah bendungan urugan tanah dengan permukaan air freatis akibat rembesan air dibagian
hulunya ditunjukan dalam gambar11.20. nilai ru rata-rata dapat ditentukan dengan cara
membagi panjang dasar bendungan dari sumbu simetri sampai ujung kaki. Pada titik tertentu
pad sumbu urusan dihitung nilai ru yang mewakili kondisi ketebalan tanah. Besar nya ru
dapat kita tentukan:













11.8. PENGARUH RETAKAN AKIBAT TARIKAN PADA TANAH KOHESIF
Dalam tanah kohesif , biasanya tanah menglami retak dipermukaan akibat adanya tegangan
tarik.



Kedalamn retakan dinyatakan oleh ( untuk =0)


dengan c adalah kohesi dari komponen tahan geser dan adalah berat volume tanah.
Pengaruh adanya retakan dipermukaan antara lain:
1. Pada retakan, tidak ada tahan geser yang dapat dikerahakan oleh tanah.
2. Jika air (hujan) mengisi retakan terbuka, tekanan hidrostatis yang bekerja pada sisi
retakan menambah momen yang menggerakkan tanah untuk longsor.



11.9. PENGARUH GEMPA
Berdasarkan Peta Wilayah Rawan Bencana Gempa Bumi Indonesia (E. K. Kertapati
et al, 2001) wilayah Menganti - Wangon dan sekitarnya termasuk ke dalam intensitas skala
Modified Mercalli Intensity (MMI) dengan nilai antara V - VI, artinya jika terkena gempa
getarannya hanya terasa jika di dalam rumah. Informasi dan Peta Bahaya Goncangan Gempa
Bumi Indonesia (E. K. Kertapati et al, 1999) yang ditunjukkan oleh, nilai percepatan tanah
pada batuan dasar, untuk selang waktu 500 tahun, berkisar antara N0,15 g 0,20 g (g adalah
gravitasi bumi). Dari keterangan-keterangan di atas bisa disimpulkan bahwa faktor gempa
bukan merupakan suatu yang menentukan di dalam desain.

11.10.metode elemen hingga
dengan menggunakkan metode keseimbangan batas dimungkin untuk melakukan
evaluasi lereng dengan cepat.tetapi prosedur ini memeberlakukan hitungan yang sama antara
lereng timbunan baru dengan lereng yang baru digali atau lereng alami.tegangan-tegangan
didalam lereng sangat dipengaruhi oleh k
0
,yaitu rasio tegangan lateral terhadap tegangan
vertikal efektif.tetapi,hitungan cara konvesional dengan keseimbangan batas mengabaikan hal
ini (chowdury,1981).dalam kenyataan,distribusi tegangan dalam ketiga lereng tersebut akan
berbeda,dan oleh karena itu akan mempengaruhi stabilitasnya.
11.11.analisis komputer
Program-program analisis komputer antara lain :
1. Program STABL,program ini dibuat dari purdue universiy tahun 1975
2. Program-program dari university of texas.program aslinya bernama SSTAB1
3. Program-program yang dibuat dari university of california
4. Program-programlain:PC-
SLOPE,SLOPE/W,CLARA,GALENA,GSLOPE,TSLOPE

11.12.pemilihan parameter kuat geser tanah untuk analisis stabilitas
Untuk menerapkan persamaan-persamaan factor aman dalam analisis stbilitas yang
telah dipelajari,perlu dipertimbangkan pemilihan parameter kuat geser yang sesuai dengan
kondisi-kondisi kritis yang terjadi pada lerengnya atau pada tanah pondasinya.
11.12.1.timbunan pada tanah kohesif (bishop dan bjerrum,1960)
Gambar 11.22a memperlihatkan timbunan yang dibangun di atas tanah
lempung.dianggap bahwa awalnya lempung dalam kondisi seimbang dengan tekanan air pori
awal.dianggap timbunan pula timbunan dikerjakan dengan kecepatan yang sama,sehingga
penambahan tekanan pada suatu titik p di bidang longsor yang potensial dapat ditunjukkan
seperti dalam gambar 11.22b.pada titik p,tegangan geser yang berkembang bertambah selama
pelaksanaan dan kemudian kostan.kondisi ini diperlihatkan pada gambar 11.22c,untuk 2
kasus,yaitu untuk koefisien tekanan pori A = 1 (lempung normally consolidated) dan A = 0
(lempung overconsolidated sedang).maka kuat geser tanah medekati tetap (gambar
11.22d).ketika tanah mulai konsolidasi,kuat geser tanah secara berangsur-angsur
bertambah,karena kuat geser undrained tidak berubah selama pelaksanaan,sedangkan
tegangan geser yang terjadi bertambah,faktor aman berkurang kesuatu nilai yang minimum
pada akhir pelaksanaan (gambar 11.22e).
Maka estiminasi stabilitas timbunan sebaiknya didasarkan atas analisis tegangan total
atau = 0,dengan kohesi c = c
u
.analisis stabilitas dengan carar ini disebut dengan analisis =
0 atau analisis tegangan total (total stress ananlysis)
11.12.2.galian tanah kohesif (bishop dan bjerrum,1960)
Gambar 11.23a menunjukkan galian pada tanah kohesif.perubahan tinggi tanah di atas
titik p pada bidang longsor potensial diperlihatkan dalam gambar 11.23b






























SOAL !



1. Suatu lereng 45 digali sampai kedalaman 8 m pada suatu lapisan lempung jenuh yang
dalam dengan berat isi 19 kN/m3, parameter-paraineter kekuatan geser yang relevan adalah
cu = 65 kN/m2 dan u = 0. Tentukanlah faktor keamanan untuk permukaan runtuh coba
yang diberikan Pada Gambar 9.4, luas penampang melintang daerah ABCD adalah 70m2
Berat massa tanah = 70 x 19 = 1330 kN/m.
Titik berat ABCD adalah 4,5 m dari 0. Sudut AOC adalah 89

dan jari-jari OC adalah


12,1 m. Panjang busur ABC dihitung sebesar 18,9 m. Faktor keamanan didapat sebesar:
F=


F=

=2,48
Ini adalah faktor keamanan untuk permukaan runtuh coba-coba yang dipilih dan belum tentu
merupakan faktor keamanan minimum. Faktor keamanan minimum dapat dihitung dengan
menggunakan Persamaan 9.2. Dari Gambar 9.3, = 45 dan dengan mengasumsikan D yang
besar, maka nilai Ns adalah 0,18. Maka

F=


F=

=2,37



2. Dengan menggunakan metode msan dari Fellenius, tentukanlah faktor keamanan, yang
dinyatakan dalam tegangan efektif, dari lereng yang diperlihatkan pada Gambar 9.6 untuk
permukaan runtuh yang diberikan. Berat isi tanah di atas maupun di bawah muka air tanah,
adalah 20 kN/m3 dan parameter-parameter kekuatan gesernya adalah c' = 10 kN/m2 dan =
29. Faktor, keamanan diberikan oleh Persamaan 9.4. Massa tanah dibagi menjadi irisan-
irisan dengan lebar 1 ,5 m. Berat (W) setiap irisan adalah:
W = bh = 20 x 1 ,5 x h = 30h kN/m
Tinggi h untuk tiap irisan ditentukan di bawah pusat dasar irisan dan komponen normal dan
tangensialnya, h cos dan h sin , ditentukan secara grafis, seperti diperlihatkan
pada Gambar 9.6. Maka
W COS = 30h COS
W sin = 30h sin
Tekanan air pori di pusat dasar tiap irisan diambil sebesar wzw, di mana zw adalah jarak
vertikal dari titik pusat di bawah muka air tanah (seperti diperlihatkan pada gambar).
Prosedur ini memperkirakan besarnya tekanan air pori yang sedikit terlalu besar yang
seharusnya sebesar 'wze, di mana ze adalah jarak vertikal di bawah titik perpotongan muka
air tanah dan garis ekipotensial sampai pusat dasar irisan. Kesalahan yang didapat masih
berada dalam kondisi aman.
Panjang busur (La) dihitung 1 4,35 mm. Hasil-hasil tersebut diberikan dalam Tabel 9. 1 .
W COS = 30 X 1 7,50 = 525 kN/m
W sin = 30 x 8,45 = 254 kN/m
(W cos - ul) = 525 - 1 32 = 393 kN/m




























3. Suatu lereng alami yang panjang pada lempung terkonsolidasi berlebihan yang bercelah
(fissured overconsolidated clay) membentuk sudut 1 2 terhadap bidang horisontal. Muka air
tanah berada pada permukaan dan rembesan dianggap searah dengan lereng. Suatu
kelongsoran terjadi pada sebuah bidang yang sejaj ar dengan permukaan pada kedalaman 5
m. Berat isi lempung jenuh ada1ah 20 kN/m3 . Parameter kekuatan geser puncak adalah c' =
1 0 kN/m2 dan maks = 26; parameter kekuatan geser sisa adalah cr = 0 dan = 1 8 .
Tentukanlah faktor keamanan sepanjang bidang longsor (a) dinyatakan dengan parameter
kekuatan geser puncak, (b) dinyatakan dengan parameter kekuatan geser sisa.
Dengan muka air tanah pada permukaan (m = 1), maka pada setiap titik pada bidang
longsor,

= sat z cos
2

= 20 x 5 x cos
2
1 2= 95,5 kN/m
2

= sat z sin cos
= 20 X 5 X sin 1 2 X COS 1 2 = 20,3 kN/m
2

u = wZ COS
2

= 9,8 x 5 x cos
2
1 2
o
= 46,8 kN/m
2

Dengan menggunakan parameter kekuatan geser puncak,
f= c' + ( - u) tan 'maks
= 10 + (48,7 x tan 26) = 33 ,8 kN/m2
Maka faktor keamanan didapat sebagai
F =

=1,66
'
Dengan menggunakan parameter kekuatan geser sisa, faktor keamanan dapat diperoleh dari
Persamaan 9. 1 2 :
F=

Anda mungkin juga menyukai